Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Laporan Keuangan Neraca

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Laporan Keuangan Neraca"— Transcript presentasi:

1 Laporan Keuangan Neraca

2 Laporan Neraca (Posisi Keuangan)
disebut juga posisi keuangan menggambarkan posisi keuangan perusahaan dalam suatu tanggal tertentu, Mencerminkan Persamaan Akuntansi Posisi harta, utang, modal. Timbul sebagai akibat konsep double entry accounting system

3 Definisi Harta ASET

4 Committee on Terminology
Sesuatu yang akan disajikan di saldo debit yang akan dipindahkan setelah tutup buku sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi (bukan karena saldo negatif yang akan dinilai sebagai utang), saldo debit ini merupakan hak milik atau nilai yang dibeli atau pengeluaran yang dibuat untuk mendapatkan kekayaan di masa yang akan datang.

5 Aset APB Statement Kekayaan ekonomi perusahaan, termasuk didalamnya pembebanan yang tertunda yang dinilai dan diakui sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku

6 FASB Aset adalah kemungkinan keuntungan ekonomi yang diperoleh atau dikuasai di masa yang akan datang oleh lembaga tertentu sebagai akibat transaksi atau kejadian yang sudah berlalu.

7 An asset is a resource controlled by the enterprise as a result of past events and from which future economic benefits are expected to flow to the enterprise (IASC).

8 Tiga karakteristik Aset (Suwardjono)
Manfaat Ekonomik - daya tukar/daya beli - kemampuan mendatangkan pendapatan atau aliran kas

9 (b) Dikuasai atau dikendalikan oleh entitas,
- konsep penguasaan (kendali) Most mengemukakan bahwa penguasaan atau kendali terhadap suatu objek dapat diperoleh dengan cara: 1. Pembelian (by purchase) 2. Pemberian (by gift) 3. Penemuan (by discovery) 4. Perjanjian (by agreement) 5. Produksi/transformasi (by production/transformation) 6. Penjualan (by sale) 7. Lain-lain seperti pertukaran (by barter), peminjaman (by loan), penjaminan (by bailment), pengkonsignaan (by consignment), dan berbagai transaksi komersial (by commercial transactions) yang diakui hukum atau kebiasaan bisnis.

10 (c) Timbul akibat transaksi masa lalu
(c) Timbul akibat transaksi masa lalu. - Cth : pertumbuhan alamiah (akresi) - pengecualian : Kontrak yang belum dilaksanakan (executory contract)

11 Karakteristik Pendukung (Suwardjono):
Kos (acquired at a cost), Cth: - hadiah b) Berwujud (tangible), Cth : - hak paten, - hak cipta, -kos riset & pengembangan Tertukarkan (exchangeable), Cth : +- Mesin Terpisahkan (severable), Cth : - goodwill Berkekuatan hukum (legally enforceable). Cth : +- piutang usaha

12 Pengukuran (measurement)
penentuan jumlah rupiah yang harus dilekatkan pada suatu objek aset pada saat terjadinya yang akan dijadikan data dasar untuk mengikuti aliran fisis objek tersebut. menunjuk proses penentuan jumlah rupiah yang harus dicatat untuk objek pada saat pemerolehan.

13 Hubungan Kos, Aset, dan Biaya

14 Capital Expenditures Vs Revenue Expenditures

15 Kos / Harga Kesepakatan
Batas Kegiatan Jenis Penghargaan Kos Dalam Barter : sejenis & tak sejenis Saham sebagai penghargaan Kos Dalam Reorganisasi Hadiah atau Hibah Temuan Kos Dalam Pembelian Kredit Potongan Tunai dan Keringanan Rugi Dalam Pemerolehan Aset

16 Penilaian Penentuan jumlah rupiah yang harus dilekatkan pada tiap elemen atau pos statemen keuangan pada saat penyajian.

17 Hendriksen dan Van Breda (1992) membahas konsep dan dasar penilaian aset dari dua dimensi yaitu arah aliran aset dan waktu.

18 Dimensi waktu dan arah menghasilkan enam basis pengukuran
kos historis (historical costs), kos pengganti (replacement costs), kos harapan (expected costs), harga jual masa lalu (past selling prices), harga jual sekarang (current selling prices), nilai terealisasi harapan (expected realizable values).

19 Nilai Masukan jumlah rupiah yang harus dikeluarkan atau dikorbankan untuk memperoleh aset atau objek jasa tertentu yang masuk dalam unit usaha.

20 Kos Historis (historical costs),
harga pertukaran pada saat terjadinya (exchange prices atau values) dapat diujinya hasil penilaian tersebut (verifiable) kurang kebermanfaatannya karena nilai aset berubah menunjukkan potensi jasa yang masih tersisa pada saat penyajian

21 Kos bijaksana (Prudent Costs)
adalah kos yang layak, yang bijaksana, atau bersedia membayarnya untuk suatu objek. Cth : tarif layanan publik (public utility) Kos standar (Standard Costs) adalah kos yang seharusnya terjadi dalam kondisi proses produksi tertentu yang diasumsi. banyak diterapkan untuk internal manajemen didasarkan pada kondisi ideal Tidak selalu merefleksi nilai aktual

22 Kos asli (original costs)
merupakan kos suatu aset bagi perusahaan yang pertama kali menempatkannya untuk digunakan dalam layanan publik. Nilai buku tidak merefleksi penghargaan sepakatan.

23 Kos pengganti (replacement costs),
menunjukkan jumlah rupiah harga pertukaran atau kesepakatan yang diperlukan sekarang oleh unit usaha untuk memperoleh aset yang sama jenis dan kondisinya atau penggantinya yang setara (ekuivalennya). ditentukan dari pasar barang yang sekarang Current standard costs Vs replacement cost

24 Alternatif penilaian lain yang masuk dalam kategori nilai pengganti :
Nilai penaksiran (appraisal value) adalah nilai taksiran kos sekarang atau nilai sekarang yang ditentukan dengan prosedur dan analisis sistematik oleh pihak independen yang kompeten. Nilai wajar (fair value) secara umum berarti jumlah rupiah yang dapat diterima untuk suatu objek dalam suatu transaksi antara pihak-pihak yang berkehendak bebas tanpa tekanan atau keterpaksaan.

25 Kos Harapan nilai pengorbanan ekonomik di masa datang seandainya potensi jasa aset tersebut diperoleh secara bagian demi bagian (piecemeal) dan bukan sekaligus (lump sum). nilai sekarang pembayaran kas di masa datang. discounted future input costs

26 Nilai Keluaran didasarkan atas jumlah rupiah kas atau penghargaan lainnya (nonkas) yang diterima suatu unit usaha apabila suatu aset atau potensi jasa akhirnya keluar dari kesatuan usaha melalui pertukaran atau konversi. Berkaitan dengan aset yang tujuannya adalah dijual atau dikonversi menjadi kas dan bukan digunakan untuk kegiatan produksi.

27 Harga jual masa lalu (past selling price)
menunjukkan kas yang akan diterima dari konversi suatu pos aset yang timbul karena transaksi masa lalu. nilai terrealisasi neto (net realizable values). Cth : piutang, persediaan

28 Harga jual sekarang (current selling price)
kos yang berkaitan dengan kegiatan tambahan untuk menuntaskan transaksi konversi atau penjualan dalam hal tertentu sulit ditentukan atau ditaksir. Dalam pasar yang normal Cth : piutang >> atas dasar harga yang disepakati oleh perusahaan anjak piutang (factoring company). Surat-surat berharga >>> harga jual sekarang. Vs Nilai likuidasi (liquidation values) -pasar tidak normal -manfaat normalnya berkurang -(disadvantaged bargaining power).

29 Nilai Terrealisasi Harapan
penerimaan kas atau potensi jasa masa datang yang jumlah dan waktunya cukup pasti. didiskun menjadi nilai terrealisasi harapan sekarang atau penerimaan kas/potensi jasa masa datang diskunan (discounted future cash receipts/service potensials) Cth : Investasi dalam obligasi, piutang wesel jangka panjang, dan deposito berjangka.

30 Kos atau Pasar yang Lebih Rendah
Cost or market whichever is lower (COMWIL) Lower of cost or market (LOCOM) kombinasi nilai masukan dan keluaran konsep konservatisma dalam kisar tertentu yaitu antara nilai terrealisasi bersih (NTB) dan laba kotor normal (NTB-LKN). **Minus : --cenderung merendahkan aset, untung tidak merefleksikan nilai, inkonsistensi penilaian (harga pasar yang berubah/pasar yg berbeda)

31 Penilaian Menurut FASB
Historical cost - Tanah, gedung, perlengkapan. Current (replacement) cost - Beberapa persediaan Current market value - Investasi dalam surat berharga Net realizable value - Piutang jangka pendek dan persediaan Present (or discounted) value of future cash flows - Piutang dan investasi jangka panjang

32 Konsep Peniiaian Aset dan Keterterapannya

33 Pengakuan Suatu jumlah rupiah at au kos diakui sebagai aset apabila jumlah rupiah tersebut timbul akibat transaksi, kejadian, atau keadaan yang mempengaruhi aset.

34 Belkaoui menunjukkan kondisi perlu (necessary) dan kondisi cukup (sufficient) dalam mengakui aset yaitu : Deteksi >>> ada transaksi Sumber ekonomik dan kewajiban Berkaitan dengan entitas Mengandung nilai Berkaitan dengan waktu pelaporan Verifikasi

35 a. Sewaguna b. Bunga selama masa konstruksi aset tetap c. Riset dan pengembangan d. Eksplorasi minyak dan gas bumi e. Rugi selisih kurs valuta asing atau penjabaran valuta asing f Sumber daya manusia g. Kos organisasi

36 Sewaguna (Leasing) FASB >>> melaporkan kewajiban yang timbul dari sewaguna dan mengakui (mengkapitalisasi) fasilitas yang disewaguna sebagai aset perusahaan kalau secara substantif perjanjian sewaguna tersebut sebenarnya merupakan pembelian angsuran.

37 Kriteria sewaguna dapat dinyatakan sebagai pembelian angsuran (FASB) :
menyebutkan adanya transfer hak milik barang kepada tersewaguna (lessee). pasal bahwa tersewaguna boleh piIih untuk membeli pada tanggal & harga yang ditetapkan (cukup murah). (bargain purchase option). Jangka sewaguna adalah 75% atau lebih dari sisa umur ekonomik nilai sekarang pembayaran sewaguna minimum selama jangka sewaguna adalah sama atau lebih besar dari 90% nilai wajar bersih bagi pesewaguna (lessor) .

38 IAI standar untuk mengkapitalisasi sewaguna.
Penyewa guna usaha memiliki hak opsi untuk membeli aset yang disewagunausahakan dengan harga yang disetujui. Seluruh pembayaran berkala ditambah dengan nilai sisa mencakup pengembalian harga perolehan barang modal yang disewagunausahakan serta bunganya Masa sewa guna usaha minimum 2 (dua) tahun.

39 Bunga selama masa konstruksi aset tetap
apakah kos bunga selama masa pembangunan/konstruksi dapat dikapitalisasi. manfaat informasi melebihi kos penyediaan informasi

40 Alternatif Perlakuan (1) Bunga tidak dikapitalisasi dan diperlakukan sebagai biaya perioda. (2) Bunga dikapitalisasi dan dimasukkan sebagai bagian dari kos fasilitas fisis yang dibangun sendiri. Jumlah yang dikapitalisasi dapat sebesar: a. Jumlah rupiah seluruh bunga yang sesungguhnya dibayar atau terjadi untuk dana yang khusus dipinjam untuk pembangunan. b. Jumlah rupiah semua bunga yang sesungguhnya dibayar atau terjadi untuk semua dana pinjaman yang ada. lni dilakukan apabila tidak ada dana khusus yang disediakan untuk pembangunan aset bersangkutan. c. Bunga dikapitalisasi sebesar jumlah rupiah bunga implisit dana yang tertanam dalam perusahaan tanpa memperhatikan sumbernya. (3) Bunga dikapitalisasi tetapi tidak dimasukkan sebagai elemen kos fasilitas fisis yang dibangun sendiri. Besarnya bunga yang dikapitalisasi dapat didasarkan pada perhitungan seperti alternatif 2 di atas.

41 Standar Yang Mengatur a. Aset yang dibangun atau diproduksi untuk digunakan sendiri oleh perusahaan (termasuk aset yang dibangun atau diproduksi oleh pihak lain atas pesanan perusahaan untuk digunakan sendiri oleh perusahaan dan untuk pesanan/kontrak tersebut perusahaan melakukan pembayaran uang muka atau pembayaran bertahap atas dasar kemajuan pekerjaan pembangunan aset bersangkutan). b. Aset dibangun atau diproduksi dengan tujuan untuk dijual sebagai suatu unit atau projek yang berdiri sendiri terpisah dari kegiatan operasi lainnya (misalnya kapal, kawasan industri, estat real, jembatan, atau semacamnya). c. Investasi jangka panjang (ekuitas, pinjaman, dan penanaman kas) yang diperlakukan dengan metoda ekuitas sementara terinvestasi (in vestee) sedang melaksanakan kegiatan pembangunan fasilitas fisis asalkan kegiatan tersebut menggunakan dana investasi itu untuk memperoleh fasilitas fisis tersebut.

42 Beberapa Karakteristik Aset yang tidak dapat menjadi objek kapitalisasi
a. Manfaat informasi dari kapitalisasi tidak sepadan dengan tambahan kos akuntansi dan administrasinya. b. Aset yang sudah digunakan atau yang sudah siap digunakan sesuai dengan tujuan penggunaan dalam operasi menghasilkan pendapatan

43 c. Aset yang belum digunakan dalam kegiatan menghasilkan pendapatan perusahaan dan juga tidak mengalami penyelesaian/perbaikan atau kegiatan lain yang diperlukan untuk menjadikan aset tersebut siap digunakan dalam operasi. Jadi, kalau kegiatan konstruksi berhenti, bunga selama berhentinya kegiatan tidak dapat dikapitalisasi. d. Investasi yang diperlakukan dengan metoda ekuitas setelah kegiatan operasi utama yang direncanakan oleh terinvestasi dimulai. e. Aset yang diperoleh dengan dana hadiah atau hibah yang dibatasi penggunaannya oleh penghadiah atau penghibah semata-mata untuk pemerolehan aset tersebut.

44 Besarnya Kapitalisasi Bunga
Tambahan bunga yang diperkirakan terjadi selama suatu perioda akibat adanya konstruksi. Tingkat bunga atau tarif kapitalisasi (capitalization rate) dikalikan dengan rata-rata pengeluaran dana untuk konstruksi selama perioda akuntansi tersebut. Jumlah rupiah bunga total yang dikapitalisasi tentu saja tidak boleh melebihi jumlah rupiah bunga total yang terjadi dalam perioda tersebut. Tingkat bunga pinjaman yang khusus digunakan untuk pembangunan aset dapat digunakan sebagai tarif kapitalisasi kalau dana rata-rata yang tertanam dalam konstruksi tidak melebihi dana pinjaman khusus tersebut. Kalau dana rata-rata yang tertanam dalam konstruksi melebihi jumlah dana pinjaman khusus untuk konstruksi, tarif kapitalisasi untuk kelebihan dana yang tertanam tersebut adalah rata-rata berbobot (weighted average) tingkat bunga sumber dana lainnya.

45 Perioda Kapitalisasi a. Pengeluaran untuk pembangunan aset telah dilakukan atau terjadi. b. Kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan sampai siap dipakai masih berlangsung. c. Kos bunga telah terhimpun (accrued) atau terjadi bersamaan dengan berjalannya pembangunan aset .

46 Pengungkapan a. Bila tidak ada kos bunga yang dikapitalisasi, total bunga yang terjadi selama perioda dan dibebankan sebagai biaya perioda tersebut. b. Bila sebagian kos bunga dikapitalisasi, bunga total yang terjadi dan bagian yang dikapitalisasi.

47 Penyajian a. Aset disajikan di sisi debit atau kiri dalam neraca berformat akun atau di bagian atas dalam neraca berformat laporan. b. Aset diklasifikasi menjadi aset lancar dan tetap. c. Aset diurutkan penyajiannya at as dasar likuiditas atau kelancarannya, yang paling lancar dicantumkan pada urutan pertama. d. Kebijakan akuntansi yang berkaitan dengan pos-pos tertentu harus diungkapkan (misalnya metoda depresiasi aset tetap dan dasar penilaian sediaan barang).

48 Pengakuan dan Penilaian Aktiva dan Kewajiban
APB Pencatatan aktiva didasarkan pada kejadian kapan perusahaan mendapatkan kekayaan atau aktiva itu dari pihak lain sedangkan kewajiban kapan muncul kepada pihak lain. Penilaian keduanya didasarkan pada nilai tukar, nilai pengorbanan (exchange atau market price) pada pengalihan terjadi. Nilai ini disebut acquisition cost.

49 Dalam hal pengorbanan yang diberikan adalah aktiva bukan uang (nonmoneter), nilai yang dipakai adalah harga pasar barang yang diserahkan.

50 Nilai Dalam Penilaian Aktiva
Book value adalah harga buku yang diperoleh dari nilai perolehan historis dikurangi akumulasi penyusutan yang telah dibebankan kepada pendapatan. Replacement cost adalah nilai barang yang dimaksudkan jika diganti dengan barang lain yang sama. Selling price adalah harga penjualan (exit value). Net Realizable Value, harga jual dikurangi biaya penjualan atau dikurangi margin normal.

51 Penilaian Aset, Wolk

52 Definisi Kewajiban/Utang (Liabilities)
Kewajiban adalah saldo kredit atau jumlah yang harus dipindahkan dari saat tutup buku ke periode tahun berikutnya berdasarkan pencatatan yang sesuai dengan prinsip akuntansi (saldo kredit bukan akibat saldo negatif aktiva) .

53 APB Kewajiban ekonomis dari suatu perusahaan yang diakui dan dinilai sesuai prinsip akuntansi. Kewajiban di sini termasuk juga saldo kredit yang ditunda yang bukan merupakan utang atau kewajiban.

54 FASB ... kemungkinan pengorbanan kekayaan ekonomis di masa yang akan datang yang timbul akibat kewajiban perusahaan sekarang untuk masa yang akan datang sebagai akibat suatu transaksi atau kejadian yang sudah terjadi.

55 Istilah Kewajiban Contractual liabilities adalah kewajiban yang didukung oleh perjanjian tertulis. Constructive obligation adalah kewajiban yang tidak dinyatakan secara tertulis, misalnya pembayaran cuti atau bonus tertentu. Equitable obligation adalah kewajiban yang tidak dikuatkan kontrak dan hanya karena kewajiban moral atau kewajiban demi kewajaran atau keadilan.

56 Contigent liabilities, adalah suatu situasi atau keadaan yang menggambarkan ketidakpastian apakah mungkin menimbulkan keuntungan atau kerugian kepada perusahaan, di mana hanya dapat dipastikan apabila suatu kejadian atau beberapa kejadian di masa yang akan datang terjadi atau tidak. Persyaratan : Kewajiban itu sangat mungkin terjadi atau kekayaan perusahaan telah digunakan atau telah dikorbankan. Kewajiban itu dapat diukur secara terpercaya. Contoh : jaminan yang diberikan terhadap produk perusahaan yang dijual, hadiah yang ditawarkan, tuntutan di pengadilan dan lain-lain.

57 Deferred credit, adalah sejenis kewajiban, tetapi bukan dalam pengertian memberikan pengorbanan di masa yang akan datang prepaid revenue, adalah penerimaan free di muka yang belum sepenuhnya diimbangi dengan pemberian jasa atau produk yang dibayar; deferred revenue akibat peraturan pengakuan pendapatan; misalnya adalah investment tax credit

58 Executory contract adalah perjanjian yang belum dilaksanakan, tetapi kita sudah terikat dengan perjanjian baik untuk memenuhi kewajiban di masa yang akan datang maupun yang akan menerima kekayaan atau jasa di masa yang akan datang. Dalam akuntansi konvensional executory contract ini tidak dicatat dan tidak diakui dalam laporan keuangan.

59 Pengakuan dan Penilaian Kewajiban
Menurut APB Statement No.4 serta SFAC No.5 kewajiban dinilai sebesar kejadian dalam transaksi, biasanya jumlah yang akan dibayarkan di masa yang akan datang didiskontokan (dinilai berdasarkan present value-untuk yang jangka panjang), sejumlah nilai pertukaran, atau sejumlah nilai normal.

60 Modal Pemilik (Owner's Equity)
Equity adalah suatu hak yang tersisa atas aktiva suatu lembaga (entity) setelah dikurangi kewajibannya. Laba Ditahan agio saham, modal donasi, modal dari pengeluaran kembali treasury stock stock option, kenaikan modal akibat revaluasi.

61 Off Balance Sheet transaksi yang terjadi dalam perusahaan, tetapi karena menurut aturan, baik aturan prinsip akuntansi maupun aturan lainnya tidak dimasukkan dalam neraca atau belum boleh dicatat dalam proses akuntansi. Contoh : bunga dari kredit yang tergolong macet

62 Peristiwa Kemudian (Subsequent Event)
adalah transaksi atau kejadian yang terjadi setelah tanggal neraca sebelum laporan keuangan dikeluarkan atau diumumkan.

63 Peristiwa kemudian ini ada kemungkinan :
menimbulkan penyesuaian terhadap laporan keuangan;Misalnya debitur yang bangkrut bisa memengaruhi taksiran penyisihan piutang ragu-ragu yang sebelumnya sudah ada indikasi ke arah bangkrut pada tanggal neraca. memerlukan disclosure (pengungkapan); debitur yang mengalami musibah banjir yang tidak diduga dan tidak ada tanda-tanda pada tanggal neraca tidak perlu adjusment penyisihan piutang. 3. tidak memerlukan apa-apa.


Download ppt "Laporan Keuangan Neraca"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google