Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

METODEOLOGI PENELITIAN Program S2 Program Studi KVT Sekolah Pascasarjana IPB Kuliah ke-2 Kuliah ke-2 PENDAHULUAN: 2. Kategori Ragam Penelitian & Istilah2.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "METODEOLOGI PENELITIAN Program S2 Program Studi KVT Sekolah Pascasarjana IPB Kuliah ke-2 Kuliah ke-2 PENDAHULUAN: 2. Kategori Ragam Penelitian & Istilah2."— Transcript presentasi:

1 METODEOLOGI PENELITIAN Program S2 Program Studi KVT Sekolah Pascasarjana IPB Kuliah ke-2 Kuliah ke-2 PENDAHULUAN: 2. Kategori Ragam Penelitian & Istilah2 terkait Penelitian Burhanuddin Masy’ud

2 Lingkup Bahasan 1. Tinjauan Tahap/Langkah Penelitian 2. Tinjauan Kategori Penelitian, 3. Identifikasi & Perumusan Masalah Penelitian serta Penulisan Judul Penelitian; 4. Perumusan Tujuan Penelitian 5. Perumusan manfaat Penelitian

3 1. Tinjauan Tahap/Langkah Penelitian

4 Tahapan/langkah Pelaksanaan Penelitian 1. Perumusan Masalah 2. Penjelajahan literatur 3. Gali informasi kerangka teori yang relevan 4. Nyatakan hipotesis 5. Nyatakan asumsi yg melandasi hipotesis/prosedur 6. Desain pendekatan: 7. Kerangka konsep 8. Definisi konseptual/operasional 9. Pengembangan instrumen & koleksi data 10. Deskripsi, analisis, interpretasi 11. Kesimpulan 12. Penulisan hasil 13. Presentasi/Publikasi Hasil

5 Masalah ? Identifikasi & Permusan Masalah Rumusan Masalah Nalar & Pengalaman Teori & Hasil Penelitian Terdahulu Hipotesis DATA Experimen/Su rvei/Observasi Hipotesis Diterima ? Tidak Ya Pengujian Hipotesis Tahap ITahap II Tahap III Kerangka Kerja Ilmiah : Tahapan Penelitian

6 Sumber Masalah Empiris Teoritis Penggunaan aspek Logika untuk Merumuskan Hipotesis Rumusan Masalah Pengujian Hipotesis Penemuan Yang Relevan Konsep & Teori Yang Relevan Kesimpulan Penggunaan aspek Metodologi untuk Menguji Hipotesis yang Diajukan Praduga thdp hubungan antar variabel Membaca & Berpikir Membaca Hasil Penelitian Prinsip Induksi Prinsip Deduksi Yang menyatakan Kumpul & Analisis Data Menyusun Instrumen Penelitian Metode / Strategi Pendekatan Penelitian Memilih Operasionalisasi Penemuan Proses Penelitian Kuantitatif (Sugiyono 2006)

7 Proses Riset Hasil (Produk, Publikasi, Patent) Melaksanakan Riset User (Masyarakat, Industri) Menentukan Tema Identifikasi Problem Menentukan Topik Mengembangkan Judul Memilih Judul Merancang Riset

8 1. Tinjauan Kategori Penelitian 1. Tinjauan Kategori Penelitian 1. Bidang : Riset Pendidikan, Biologi, Teknik, Sejarah, dll. 2. Tempat : Riset Laboratorium, Lapang (kancah), Perpustakaan 3. Pemakaian: a. Riset Murni/Dasar (Pure/Basic Research) b. Terapan (Applied Research) 4. Tujuan: a. Eksploratif  menemukan hal-hal baru b. Pengembangan (Development) c. Verifikatif  Pengujian Kebenaran.

9 5. Taraf : a. Deskriptif: menguraikan keadaan obyek/peristiwa tanpa mengambil kesimpulan yang berlaku umum. b. Inferensial : Melukiskan obyek/peristiwa, dan mengambil kesimpulan umum (sebagai deduksi) 6. Pendekatan: a. Longitudinal  partial, sebagian. b. Cross-sectional  menyeluruh

10 7. Ditinjau dari hadirnya Variabel: a. Penelitian Deskriptif  menggambarkan variabel yg telah lalu & sedang terjadi b. Penelitian Eksperimen  variabel yad, belum terjadi, sengaja diadakan lewat perlakuan (treatment) dalam suatu eksperimen/percobaan (lab/lapangan).

11 Macam Penelitian Berdasarkan Tujuan Penelitian Berdasarkan Tingkat Kealamiahan tempat Penelitian Penelitian Dasar Penelitian Pengembangan (R&D) Penelitian Terapan Penelitian Eksperimen Penelitian Survei Penelitian Naturalistik Macam Penelitian (Sugiyono 2006)

12 Dimension & Mayor Types of Social Research (Neuman 2006) 1. AUDIENCE FOR & USE RESEARCH  Basic  Applied  Evaluation  Action  Social Impact 2. PURPOSE OF RESEARCH  Explore  Describe  Explain

13 3. TIME DIMENSION IN RESEARCH  Cross sectional  Longitudinal  Time Series  Panel  Cohort  Case Study 4. DATA COLLECTION & ANALYSIS  Quantitative Data  Experiment  Survey  Nonreactive (content analysis, secondary analysis, existing statistics)  Qualitative Data  Field (ethnography, particpant observation)  Historical-comparative

14 Basic and Applied Research Compared (Neuman 2006) AspectBasicApplied Primary audienceScientific community (other researchers) Practitioners, participants, or supervisors (nonresearchers) EvaluationResearchers peerPractitioners, supervisors Autonomy of Researchers HighLow-Moderate Research rigorVery HighVaries, moderate Highest priorityVerified truthRelevance PurposeCreate new knowledgeResolve a practical problme Success indicated byPublication & impact on knowledge/scientist Direct application to address a specific concern/problem

15 Penelitian Survei: Penelitian yg mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok (Singarimbun & Effendi 1989). Penelitian survei dapat digunakan untuk maksud : (a) Eksploratif/penjajagan, mencari-cari, informasi yg ada masih sedikit (b) Deskriptif, (c) Explanatory/confirmity (penjelasan), menjelaskan hubungan kausal & pengujian hipotesis; (d) Evaluasi (e) Prediksi (f) Operasional (g) Pengembangan indikator sosial.

16 Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

17 Pradigma Penelitian Kuantitatif (Positivisme) & Kualitatif (Naturalis, Pospositivisme) Penelitian KuantitatifPenelitian Kualitatif 1.Tradisional, sudah lama dikenal, mentradisi. 2.Positivstik (filsafat positifisme): realitas/gejala/fenomena dpt diklasifikasi, relatif tetap, konkrit, teramati, terukur, hubungan gejala bersifat sebab akibat. 3.Saintifik, memenuhi kaidah ilmiah (konkrit, terukur, rasional, sistimatis). 4.Konfirmasi, menemukan Dan mengembangkan iptek baru. 5.Kuantitatif, datanya berupa angka2 dan analisis menggunakan statistik.. 6.Generalisasi 1.Modern, baru – belum lama 2.Postpositifistik, realitas sosial bersifat holistik/utuh, kompleks, dinamis, penuh makna Dan hubungan gejala bersifat interaktif (reciprocal). 3.Artistik, proses penelitian bersifat seni (kurang terpola). 4.Interpretatif, hasil penelitian lebih berkenaan dg interpretasi terhadap data yang ditemukan di lapangan. 5.Transferability

18 PERBEDAAN AKSIOMA (PANDANGAN DASAR) ANTARA METODE KUANTITATIF & KUALITATIF (Sugiyono 2006) Aksioma Dasar Metode KuantitatifMetode Kualitatif 1. Sifat Realitas Dapat diklasifikasikan, konkrit, teramati, terukur Ganda, holistik, dinamis, hasil konstruksi dan pemahaman 2. Hubungan peneliti dg yang diteliti Independen, supaya terbangun obyektivitas Interaktif dg sumber data supaya memperoleh makna 3. Hubungan variabel Sebab-akibat (kausal) X  Y Timbal balik (Interaktif) X Y Z 4. Kemungkinan generalisasi Cenderung membuat generalisasi Transferability (hanya mungkin dalam ikatan konteks dan waktu) 5. Peranan nilai Cenderung bebas nilaiTerikat nilai-nilai yg dibawa peneliti dan sumber data

19 POPULASI SAMPEL REDUKSI Generalisasi : Hasil penelitian sampel dapat diberlakukan ke populasi Generalisasi model penelitian kuantitatif

20 Kasus Generalisasi model penelitian kualitatif. Hasil penelitian dapat ditransferkan pada tempat lain yang konteksnya tidak jauh berbeda dengan tempat penelitian

21 Metode KunatitatifMetode Kualitatif A Desain/Rancangan: 1.Spesifik, jelas, rinci. 2.Ditensukan secara mantap sejak awal. 3.Menjadi pegangan langkah demi langkah A.Desain/Rancangan: 1.Umum. 2.Fleksibel. 3.Berkembang dan muncul dalam proses penelitian B. Tujuan: 1.Menunjukkan hubungan antar variabel 2.Menguji teori/hipotesis 3.Mencari generalisasi yg mempunyai nilai produktif B. Tujuan: 1.Menemukan pola hubungan bersifat interaktif. 2.Menemukan teori – hipotesis 3.Menggambarkan realitas yg kompleks. 4.Memperoleh pemahaman makna. C. Teknik Pengumpulan Data 1.Kuasioner 2.Observasi Dan wawancara terstruktur C. Teknik Pengumpulan Data 1.Participant observation. 2.In depth interview 3.Dokumentasi. 4.Triangulasi Karakteristik Metode Kuantitatif & Kualitatif (Sugiyono 2006)

22 Metode KunatitatifMetode Kualitatif D. Instrumen Penelitian 1.Test, angket, Dan wawancara terstruktur 2.Instrumen yg telah terstandar D. Instrumen Penelitian 1.Peneliti sebagai instrumen (human instrument) 2.Buku catatan, tape recorder, camera, handycam, dll E. Data 1.Kuantitatif 2.Hasil pengukuran variabel yg dioperasionalkan menggunakan instrumen E. Data: 1.Deskriptif kualitatif 2.Dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan Dan tindakan responden, dokuemn dll F. Sampel 1.Besar 2.Representatif. 3.Sedapat mungkin random 4.Ditentukan sejak awal D. Sampel 1.Kecil 2.Tidak representatif 3.Purposive, snowball. 4.Berkembang selama proses penelitian

23 Metode KunatitatifMetode Kualitatif G. Analisis 1.Setelah selesai pengumpulan data 2.Deduktif. 3.Menggunakan statistik untuk menguji hipotesis G. Analisis 1.Terus menerus sejak awal penelitian sampai akhir penelitian 2.Induktif 3.Mencari pola, model, tema, teori H. Hubungan dg Responden 1.Dibuat berjarak, bahkan sering tanpa kontak supaya obyektif. 2.Kedudukan peneliti lebih tinggi dari responden. 3.Jangka pendek sampai hipotesis dapat dibuktikan. H. Hubungan dg Responden 1.Empati, akrab supaya memperoleh pemahaman yg mendalam. 2.Kedudukan sama bahkan sbgi guru, konsultan. 3.Jangka lama, sampai data jenuh, dpt ditemukan hipotesis atau teori

24 Metode KunatitatifMetode Kualitatif I. Usulan Desain/Proposal 1.Luas Dan rinci 2.Literatur yg berhubungan dg masalah Dan variabel yg dipilih 3.Prosedur spesifik, Dan rinci langkahnya. 4.Masalah dirumuskan dg spesifik & jelas. 5.Hipotesis dirumuskan dg jelas 6.Ditulis dg rinci dan jelas sebelum terjun ke lapangan. I. Usulan Desain/Proposal 1.Singkat, umum bersifat sementara 2.Literatur yg digunkan bersifat sementara, tdk jadi pegangan utama. 3.Prosedur bersifat umum, seperti akan merencanakan tour/piknik. 4.Masalah bersifat sementara Dan akan ditemukan setelah studi pendahuluan. 5.Tidak dirumuskan hipotesis krn justru akan menemukan hipotesis. 6.Fokus penelitian ditetapkan setelah diperoleh data awal dari lapangan.

25 Metode KunatitatifMetode Kualitatif J. Kapan penelitian dianggap selesai ? 1.Setelah semua kegiatan yg direncanakan dapat diselesaikan. J. Kapan Penelitian dianggap Selesai ? 1.Setelah tidak ada data yang dianggap baru (jenuh) K. Kepercayaan terhadap Hasil Penelitian 1.Pengujian validitas Dan realiabilitas K. Kepercayaan terhadap Hasil Penelitian 1.Pengujian kredibilitas, depenabilitas, proses Dan hasil penelitian

26 Penggunaan Metode Kuantitatif 1. Bila masalah yg merupakan titik tolak penelitian sudah jelas 2. Bila ingin mendapatkan informasi yg luas dari suatu populasi 3. Bila Ingin diketahui pengaruh perlakuan tertentu thdp yg lain 4. Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis 5. Bila ingin mendapatkan data yg akurat berdasarkan fenomena empiris dan dpt diukur 6. Bila ingin menguji terhdp adanya keraguan ttg validitas pengetahuan, teori dan produk tertentu.

27 Penggunaan Metode Kualitatif 1. Bila masalah penelitian belum jelas, masih remang2, masih gelap 2. Utk memahami makna dibalik data yang tampak. 3. Utk memahami interaksi sosial. 4. Memahami perasaan orang 5. Mengembangkan teori. 6. Memastikan kebenaran data 7. Sejarah perkembangan

28 Istilah2 terkait Penelitian: Komunikasi Ilmiah 1. Konsep 2. Proposisi - Dalil 3. Teori 4. Asumsi, Anggapan Dasar (Postulat) 5. Hipotesis

29 1. KONSEP  Istilah & definisi yg digunakan untuk menggambarkan secara abstrak: kejadian, keadaan, kelompok atau individu yg menjadi pusat perhatian ilmu (untuk diteliti)  Konsep adalah abstraksi mengenai suatu fenomena yg dirumuskan atas dasar generalisasi dari sejumlah karateristik kejadian, keadaan, kelompok atau individu tertentu.

30 a.Konsep yg jelas hubungannya dengan fakta/realitas yg diwakili …. misalnya : Pohon, meja  mudah diilustrasikan, karakteristiknya mudah diamati/diukur. b. Konsep yg lebih abstrak (kabur) hubungannya dg fakta (disebut = konstruk (construct)  tidak mudah menghubungkannya dg kejadian, obyek atau individu tertentu TEORI  KONSEP  OBSERVASI TEORI  KONSEP  OBSERVASI ABSTRAKSI  KONSTRUK  REALITAS ABSTRAKSI  KONSTRUK  REALITAS Observasi (fakta)  Konstruk  observasi (fakta)  membangun konstruk (diperluas)  observasi KONSEP HARUS JELAS DIDEFINISIKAN AGAR MUDAH DIUKUR & DIAMATI

31 Beberapa Contoh tentang Konsep:  Dalam penelitian sosial: pendidikan, agama, status sosek, status gizi, partisipasi; hutan kemasyarakat;  Dalam penelitian teknik, bioteknologi, bioekologi, konservasi SDH: hutan, kayu, kekuatan kayu, biodiversitas, konservasi, perilaku satwa, populasi, penangkaran, tumbuhan obat, ???

32 2. PROPOSISI --- Dalil  Proposisi adalah hubungan yg logis antara dua konsep. Untuk analisis sederhana  suatu realitas sosial atau bioekologis = satu proposisi Untuk analisis sederhana  suatu realitas sosial atau bioekologis = satu proposisi Untuk analisis kompleks  suatu relaitas sosial atau bioekologis = beberapa hubungan antar konsep atau proposisi.  Proposisi  dirumuskan dalam bentuk kalimat pernyataan ttg hubungan antara dua konsep. Contoh : 1. Perkembangan populasi badak jawa ditentukan oleh daya dukung habitat. 2. Luas homerange gajah dipengaruhi oleh ketersediaan pakan di habitatnya. 3. Perambahan hutan oleh masyarakat sekitar ditentukan oleh keterbatasan lahan usaha

33 3. TEORI  Serangkaian konsep, definisi, dan proposisi yg saling berkaitan dan bertujuan utk memberikan gambaran yg sistematis ttg suatu fenomena  Gambaran sistematis itu dijabarkan dgn menghubungkan variabel yg satu dg lainnya dg tujuan utk menjelaskan fenomena tersebut.  Teori adalah informasi ilmiah yg abstrak sifatnya, yg dapat digunakan sebagai landasan/acuan didalam menjawab suatu permasalahan atau fenomena melalui kegiatan penelitian. Sebagai informasi yg sifatnya abstrak, maka melalui deduksi logika teori itu diterjemahkan menjadi hipotesis, yaitu informasi ilmiah yg lebih spesifik dan sesuai dg tujuan penelitian.

34 Teori merupakan pengetahuan ilmiah mencakup penjelasan mengenai suatu sektor tertentu dari suatu disiplin ilmu, dan dianggap benar Teori biasanya terdiri dari hukum-hukum, yaitu: pernyataan (statement) yang menjelaskan hubungan kausal antara dua variabel atau lebih Teori memerlukan tingkat keumuman yang tinggi, yaitu bersifat universal supaya lebih berfungsi sebagai teori ilmiah

35 Contoh:  Kelestarian populasi badak jawa di TN Ujung Kulon sangat dipengaruhi oleh daya dukung habitat dan tingkat gangguan manusia.  Perkembangan populasi jalak bali di TN Bali Barat dipengaruhi oleh tingkat natalitas dan mortalitas Tiga syarat utama teori ilmiah : 1.Harus konsisten dengan teori sebelumnya 2.Harus cocok dengan fakta-fakta empiris 3.Dapat mengganti teori lama yang tidak cocok dengan pengujian empiris dan fakta

36 Teori terdiri dari dua bagian: 1. Bagian fungsional (working part)  Konstruksi logis yg terdiri dari dugaan2, sebagian dugaan tsb mengandung informasi yg telah mapan (aksioma), dan sebgn lagi mendefinisikan pertanyaan (postulat)  Memberikan informasi & dasar logika utk membuat generalisasi. 2. Bagian Motivasional dan/atau spekulatif:  Sebuah arahan umum utk penelitian atau tipe pertanyaan yg dijawab oleh teori tsb  Terkandung dalam over-arching axiom” atau postulat

37 Kegunaan/Fungsi Teori dlm Riset: 1. Memperjelas masalah yang diteliti, mempertajam ruang lingkup penelitian, mengkonstruk/membangun variabel yang akan diteliti 2. Untuk memprediksi dan memandu menemukan fakta, yaitu sebagai dasar utk merumuskan hipotesis & referensi utk menyusun instrumen penelitian 3. Membahas hasil penelitian shg digunakan utk memberikan saran dalam pemecahan masalah

38 Deskripsi Teori  Uraian sistematis ttg teori (bukan sekedar pendapat pakar atau penulis buku) dan hasil-hasil penelitian yg relevan dg variabel yg diteliti.  Jumlah kelompok teori yg perlu dideskripsikan tergantung pd luasnya masalah riset yakni banyaknya variabel penelitian. Riset dg 3 variabel independen dan 1 variabel dependen maka kelompok teori yg perlu dideskripsikan tdd 4 kelompok teori yakni 3 teori utk v independen dan 1 teori utk v dependen  Deskripsi teori paling tidak berisi ttg:  Penjelasan ttg variabel yang diteliti melalui pendefinisian, uraian lengkap & mendalam dari berbagai referensi  ruang lingkup, kedudukan & prediski hubungan antar variabel menjadi jelas & terarah.  Deskripsi teori didalam proposal riset akan menunjukkan penguasaan peneliti atas teori & konteks penelitiannya

39 Langkah utk melakukan pendeskripsian Teori: 1. Tetapkan nama dan jumlah variabel yg diteliti 2. Cari sumber bacaan (buku, jurnal, kamus, ensiklopedia, report riset dll) sebanyak mungkin & relevan 3. Pilah dan pilih sumber bacaan yg relevan dg setiap variabel utk dijadikan sebagai referensi 4. Bandingkan definisi setiap variabel dari setiap sumber bacaan (referensi) yg digunakan 5. Buatkan rumusan dg bahasa sendiri 6. Deskripsikan teori2 yg telah dibaca menjadi tulisan dg bahasa sendiri Ingat tulis semua sumber pustaka acuan secara jelas

40 4. ASUMSI (Anggapan Dasar; Postulat)  Sebuah titik tolak pemikiran yg kebenarannya diterima oleh penyelidik/peneliti.  Pernyataan kebenaran menurut konsensus dan diterima kebenarannya untuk keperluan komunikasi.  Suatu pernyataan yang tidak terlihat kebenarannya maupun kemungkinan benar tidak tinggi  Setiap peneliti dapat merumuskan asumsi/postulat yg berbeda, dan dapat meragukan postulat yg oleh orang lain diterima sebagai kebenaran.  Kepentingan perumusan anggapan dasar: - Agar ada dasar berpijak yg kokoh bagi masalah yg sedang diteliti. - Untuk mempertegas variabel yg menjadi pusat perhatian (diteliti) - Guna menentukan dan merumuskan hipotesis.

41 Cara menentukan Anggapan Dasar: 1.Mendalami bahan kepustakaan  banyak membaca (buku teks, jurnal dll) 2.Banyak mendengar berita, ceramah, seminar, lokakarya dll. 3.Berkunjung ke lokasi (masalah). 4.Pendugaan – mengabstraksi berdasarkan perbendaharaan pengetahuannya. Asumsi harus dirumuskan atas dasar kebenaran yg diyakini oleh penelitinya. Merumuskan anggapan dasar memerlukan pemikiran, renungan, dan analisis masalah, shg bisa dianggap sulit. Jadi perlu latihan, membiasakan diri dan melihat contoh (membaca) Contoh: •Hubungan antara kelimpahan tumbuhan pakan dengan luas home range banteng •Perilaku ramah lingkungan berhubungan dg tingkat pendidikan seseorang Gunakan kartu2 utk mencatat sumber kepustakaan yg digunakan dalam merumuskan asumsi”

42  Contoh: Judul Penelitian: Studi Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Obat pada Berbagai Ketinggian Tempat di TN Gunung Gede Pangrango Asumsi:  Ada perbedaan keanekaragaman jenis tumbuhan di suatu tempat  Suatu jenis tumbuhan memiliki daya adaptasi berbeda pada setiap kondisi lingkungan atau ketinggian tempat  Setiap ketinggian suatu tempat mempunyai kondisi iklim yang berbeda sehingga akan memberikan pengaruh berbeda terhadap setiap jenis tumbuhan

43 5. HIPOTESIS PENGERTIAN DARI KATA HYPO = DI BAWAH & THESIS = DALIL, KAIDAH, HUKUM HIPOTESIS : pernyataan ttg sesuatu dalil atau kaidah yg kebenarannya belum terujikan secara empirik HIPOTESIS = JAWABAN SEMENTARA, Dugaan Definisi Operasional : Hipotesis ialah suatu pernyataan ttg hubungan antara dua variabel atau lebih yang memungkinkan utk pembuktiannya secara empirik. KEGUNAAN HIPOTESIS: 1. Tuntunan bagi peneliti kemana penelitian harus dilakukan. 2. Alat melokalisasi/membatasi fenomena & menuntun cara identifikasi variabel. 3. Petunjuk ttg prosedur atau rancangan penelitian yg dipilih (Populasi, Sampel, Metode & alat pengukuran yg tepat). 4. Petunjuk cara pengolahan data dan analisis hasil penelitian  pengambilan keputusan statistik : apakah hipotesis satu arah atau dua arah.  HIPOTESIS PENTING, BUKAN PELENGKAP  SETIAP PENELITIAN TIDAK HARUS/WAJIB ADA HIPOTESIS

44  Hipotesis menyatakan tentang hubungan antara variabel  Hipotesis menunjukkan secara jelas bahwa hubungan tersebut dapat dites secara empiris.  Hipotesis bersifat deklaratif, dan merupakan pernyataan tentatif yang dirancang untuk diuji.  Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif  Dalam pendekatan kuantitatif, hipotesis dibedakan pengertiannya menjadi Hipotesis Penelitian dan Hipotesis Statistik.  Hipotesis penelitian pengertiannya seperti di atas.  Hipotesis statistik ada jika penelitian bekerja dengan sampel. Jika penelitian tidak bekerja dg sampel maka tidak ada hipotesis statistik.

45 Unsur yang Mendasari Penyusunan Hipotesis  Untuk menyusun hipotesis perlu dikembangkan landasan teoritiknya.  Ada 3 hal penting yang dpt dijadikan landasan teoritik dlm menyusun hipotesis yakni: 1. Teori yg telah mapan yg terkait dg masalah penelitian yg dihadapi atau akan dilakukan. 2. Fakta empirik (informasi) dari penelitian terdahulu 3. Konsep atau teori “imajinatif” peneliti sendiri (asumsi) yg dimunculkan dlm rangka melengkapi teori & fakta empirik di atas agar dpt menjawab permasalahan penelitian yg dihadapi.

46  Uraian praktis dlm praktek pengembangan landasan /perumusan hipotesis : Pertama Identifikasi variabel2 penelitian dari rumusan permasalahn penelitian Kedua Cari informasi sedalam & seluas mungkin dari teori & fakta penelitian yang telah ada yg terkait dg variabel2 penelitian yg akan diteliti Ketiga Hubungkan kenyataan yg ada dg informasi/fakta tsb, shg bagi peneliti “ada sesuatu yg kurang” (ada masalah); kemudian bangun (mereka-reka) konsep atau hubungan imajinatifnya shg jelas hubungan (logis) antara kenyataan, teori dan permasalahan Ingat ! Teori yg digunakan harus (sudah) jelas karena teori berfungsi untuk: (a) memperjelas masalah yg diteliti, (b) sebagai dasar utk merumuskan hipotesis, dan (c) sebagai referensi utk menyusun instrumen penelitian.

47 Lanjut Kuliah Ke-3:  Identifikasi & Perumusan Masalah Penelitian, Perumusan Tujuan Penelitian

48 Terima Kasih


Download ppt "METODEOLOGI PENELITIAN Program S2 Program Studi KVT Sekolah Pascasarjana IPB Kuliah ke-2 Kuliah ke-2 PENDAHULUAN: 2. Kategori Ragam Penelitian & Istilah2."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google