Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

NYAMUK MITRA ATAU MUSUH DALAM KEHIDUPAN MANUSIA ? oleh : drh.F.X.Koesharto MSc.Ph.D BAGIAN PARASITOLOGI DAN ENTOMOLOGI KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "NYAMUK MITRA ATAU MUSUH DALAM KEHIDUPAN MANUSIA ? oleh : drh.F.X.Koesharto MSc.Ph.D BAGIAN PARASITOLOGI DAN ENTOMOLOGI KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN."— Transcript presentasi:

1 NYAMUK MITRA ATAU MUSUH DALAM KEHIDUPAN MANUSIA ? oleh : drh.F.X.Koesharto MSc.Ph.D BAGIAN PARASITOLOGI DAN ENTOMOLOGI KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN IPB, BOGOR

2 KEANEKA RAGAMAN HAYATI

3 MENGAPA SERANGGA SUKSES DI BIOSPHERE 1. Mempunyai eksoskeleton 2. Anggauta tubuh bersegmen 3. Mempunyai sayap 4. Ukuran tubuh “kecil” 5. Tubuh berkembang dengan metamorphosis 6. Sanggup menghindar pada kondisi buruk 7. Metoda reproduksi : beragam 8. Waktu pergenerasi pendek 9. Spesifik di dalam daur hidupnya 10. Keunikan dalam mengatasi masalah kebutuhan air dalam hidup

4 Di Indonesia : * Sekitar 450 spp dari sekitar 3000 spp yang ada di dunia - 80 spp Anopheles spp Aedes - 82 spp Culex Peran nyamuk : 1. Keaneka ragaman hayati 2. Di alam  food chain 3. Indikator pencemaran alam 4. Nyamuk pengganggu & vektor penyakit

5 PERKEMBANGAN ENTOMOLOGI KESEHATAN 1. Beauperthy (1853) : doktrin I dalam “ insect-borne disease” yellow fever  manusia melewati gigitan nyamuk ☺yang dikutip oleh Boyce (1910) ☺ 2. Rudolph Leuckart ( ) : cacing Dracunculus medinensis ditularkan oleh Cyclops juga Dypylidium caninum  Trichodectes canis 3. Patrick Manson (1878) : Perkembangan filaria Wuchereria bancrof- ti dalam tubuh Culex fatigans 4. Smith & Killborne ( ) : Piroplasmosis pada ternak  ca- plak Boophilus annulatus 5. Ross (1898) : Avian malaria  Culex ; Grassi : human malaria  nyamuk Anopheles 6. Kelser ( ) : Penularan Western Equine Encephalitis  nyamuk Aedes aegypti

6 METODA PENGENDALIAN SERANGGA 1.Perlindungan perorangan : Ø perisai fisik, mis.kelambu & kasa Ø perisai kimiawi : repelan Ø perisai toksik : mis.insektisida 2. Manipulasi lingkungan : modifikasi habitat pradewasa serangga ♣ permanen ♣ sementara 3. Zona barier & karantina : Ø Insektisd.dlm.penerbangan Ø ternak sapi di pedesaan Ø karantina di pel.& bandara 4. Pengendalian hayati : penggunaan organisme hidup : ikan, bakteri 5. Bahan kimia : Insektisida & Akarisida (nabati & sintesa) 6. Genetika : mis.metoda jantan mandul, manipulasi genetik & khemo- sterilan.

7 Dust applicator cold fogger common fogger (heat) Berbagai produk insectisida permukiman Personal protection Aereted insecticide paper Kelambu berinsektisida

8 NEW PRODUCTS INFO Group Active ingredient Mode Of Action AzometinPymetrozine Contact, Lambung Racun syaraf, mengganggu sistem yg Mengatur proses makan. Diasil hidrazin Tebufenozida, mitoksi fenosida Contact, Lambung Agonis ekdison dan mempengaruhi sistem syaraf dengan memblokir aliran ion K + pada membran sel. DifenilEtofenproks Contact, Lambung Racun syaraf FenoksiSilafluofen Contact, Lambung Racun syaraf Laktona makrosiklik Abamektin, emmamektin benzoat (translaminar action) Spinosad (causes paralisis) Contact, Lambung Racun syaraf, agonis terhadap Reseptor GABA Racun syaraf, agonis terhadap Reseptor acetylcholine Derivat Neoro’stoxin Bensultap, dimehipo Bensultap, dimehipo Contact, Lambung Racun syaraf, antagonis terhadap Reseptor acetylcholine

9 Group Active ingredient Mode Of Action Neonikotinoid Imidakloprid, asetamiprid Sistemik / Contact, lambung Racun syaraf, agonis terhadap Reseptor acetylcholine PirazolFipronil Sistemik(mode rate)/ Contact, lambung Racun syaraf, antagonis terhadap Reseptor GABA Pirol Chlorfenapyr(translamin ar) Contact, Lambung Racun respirasi sel Tiadiazin Buprofesin Buprofesin Contact, Lambung Penghambat pembentukan chitin TioureaDiafenthiuron Contact, Lambung Racun respirasi sel TriazinCyromazine Systemic action, Contact, lambung Penghambat perkembangan TriazolThiamethoxam Systemic action, Contact, lambung Racun syaraf, antagonis terhadap Reseptor GABA PirazolinIndoxacarb Contact & ingestion Racun pencernaan

10 PENGENDALIAN NYAMUK AEDES AEGYPTI DENGAN METODA PENGLEPASAN NYAMUK JANTAN MANDUL (STERILE MALE TECHNIQUE) Suatu tinjauan/ review

11 Tinjauan : ♣ Pengendalian ≠ Pemberantasan ♣ Pelaksanaan I metoda Sterile Male Technique 1955 di Curacao (Venezuela) pada screw worm flies Callitroga hominivorax pada domba ♣ Metoda dikembangkan di Kerrville Texas USA. ♣ Pupa umur 5 hari  sinar γ dari cobalt 60 dengan dosis 5000, 6000 & 7500 r ♣ Dilepaskan di alam 100 ekor / miles 2 dengan pesawat terbang  30.6 % betina mandul. 450 ekor/miles 2  48.9 % betina mandul ♣ Sangat dipengaruhui cuaca (curah hujan) dan demogra- fi dari populasi lalat setiap musim

12 Kendala yang dihadapi : 1. Harus mampu produksi larva, pupa dalam jumlah ↑ 2. Lalat jantan di lapangan lebih “kuat” dan berumur lama daripada lalat jantan yang steril. 3. Sulit memperkirakan berapa ratio antara lalat betina yang ada di alam terhadap lalat jantan mandul 4. Aplikasi akan lebih sulit bilamana sering didapatkan mi- grasi antar koloni. 5. Kondisi cuaca sangat berpengaruh 6. Perilaku kawin lalat : jantan kawin berulang, betina hanya satu kali kawin sepanjang hidupnya. 7. Lalat yang digunakan harus strain lokal

13 Kasus II : Helinski dkk. (2005) dari Int.Atomic Ener.Agen.(IAEA) di Austria : Trial iradiasi pupa & dewasa nyamuk Anopheles arabiensis – vektor malaria di Afrika ♣ dosis : Gy pada pupa (22-26 jam)/ dewasa (24 jam) ♣ pada pupa tidak berdampak pada eklosi dewasa, maupun umur nyamuk dewasa. A.arabiensis lebih resisten pada radi- asi daripada jenis nyamuk lain. ↓ daya saing jantan ♣ optimal dosis  tingkat sterilitas dan daya saing dengan nya- muk jantan lapang ♣ SIT : (1) iradiasi (2) khemosterilan (3) bioteknologi (3) legal framework & pencemaran lingk.(2)bahaya pada pe- neliti & non target organms. (1) dosis radiasi :↓ rendah mutu ↑ tidak bersaing dengan jantan alam.

14 Kasus III : Helinski MEH.dkk.(2008) di Khartoum Sudan Potensi pupa/dewasa nyamuk Anopheles arabiensis setelah iradiasi dalam transportasi, kandang di lapang & persaingan dengan nyamuk alam ♣ transportasi tidak bermasalah, kecuali konstruksi kontainer ♣ dosis radiasi 70 Gy ♣ di dalam kandang : - perilaku kawin ♂ terhadap ♀ tlh/sdh kawin - biologi  mikroklimat - kematian tidak berbeda, ♀ prod. ↓ - fasilitas kandang harus ↑, potensi ♂ akan meningkat bilamana rasio ↑ ♣ “recapture rate” antara ♂ mandul = ♂ alam ♣ kendala utama dalam penglepasan : imigrasi & migrasi

15 Kasus IV : Ali Rahayu, Budi Santoso & Singgih Sutrisno (PATIR- BATAN, 2008) : Pemaparan serangga ♂ mandul terhadap koloni serangga alam ( Aedes aegypti & C.bezziana ) ♣ Lalat ♂ lapangan dapat diradiasi dengan kekuatan Gy, akan tetapi daya saing dengan ♂ alam turun ♣ Dosis radiasi tinggi  kerusakan sel somatik  mengurangi ke- mampuan kawin ♂ ♣ Rasio 1: 9 ( 9♂ mandul+ 1♂ alam + 1♀ alam adalah rasio ) yang terbaik ♣ Pemeliharaan masal serangga yang akan digunakan harus ber- hasil dengan sempurna

16 Saran penggunaan metoda jantan mandul Roger A.Bergstedt dan Michael B.Twohey ( 2007) Tahapan penelitian : ♣ Studi awal : Keberhasilan pemeliharaan masal serangga. 1. Metoda dan takaran tepat untuk produksi ♂ mandul 2. Menentukan rasio yang tepat antara ♂ mandul dan ♀ alam ( di awali survey demografi populasi serangga di alam) 3. Telaah kemampuan reproduksi ♀ di alam dan kualitas peneta- san telur serangga di alam 4. Telaah demografi serangga alam setelah introduksi ♂ mandul 5. Model dalam kasus # 4

17 SELESAI DAN TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA


Download ppt "NYAMUK MITRA ATAU MUSUH DALAM KEHIDUPAN MANUSIA ? oleh : drh.F.X.Koesharto MSc.Ph.D BAGIAN PARASITOLOGI DAN ENTOMOLOGI KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google