Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 INDUSTRI FILM ANAK INDONESIA (Hasil Penelitian) Pada Diskusi “Goelali Children’s Film Festival 2009” Oleh Drs. Zamris Habib, M.Si

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 INDUSTRI FILM ANAK INDONESIA (Hasil Penelitian) Pada Diskusi “Goelali Children’s Film Festival 2009” Oleh Drs. Zamris Habib, M.Si"— Transcript presentasi:

1 1 INDUSTRI FILM ANAK INDONESIA (Hasil Penelitian) Pada Diskusi “Goelali Children’s Film Festival 2009” Oleh Drs. Zamris Habib, M.Si Tg. 14 Juni 2009 di Museum Bank Mandiri Jakarta

2 Anak2 dan Film Anak (Dampak dari Industri Film) Pendahuluan  Film anak2 (termasuk film kartun) yg beredar dewasa ini sebagian bukan lagi utk konsumsi anak2  Munculnya tokoh film asing, terutama film kartun asing yg menjadi idola anak2 Indonesia  Ada keresahan orang tua terhadap tayangan2 film kartun (yg disebut dg film anak2), krn kurang memperhatikan nilai moral, tidak mendidik, tidak sesuai dg usia anak2 dsb.  Sangat sedikit Film produksi Indonesia khususnya untuk anak2 yang berpijak pada budaya Indonesia 2

3 Studi tentang Film Anak Tujuan Penelitian Untuk memperoleh informasi tentang: 1. Film-film anak-anak yang paling disukai oleh anak- anak usia sekolah dasar yang sedang atau telah ditayangkan di televisi. 2. Faktor-faktor yang menyebabkan anak-anak menyukai suatu film. 3. Tokoh-tokoh di film yang paling disukai oleh anak- anak. 4. Faktor-faktor yang menyebabkan anak-anak menyukai tokoh tersebut. 5. Jenis film yang paling disukai oleh anak-anak (kartun atau bukan kartun). 3

4 Masalah Penelitian  Permasalahan yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah judul-judul film apakah yang paling disukai, penyebab mereka menyukai sebuah judul film, tokoh-tokoh film yang paling disukai, alasan mereka menyukai tokoh film, pesan moral yang dapat mereka tangkap dari sebuah film serta jenis film mana yang lebih mereka sukai (kartun atau bukan kartun). 4

5 Profil Responden  Dari 1069 orang responden 46,49% laki2 dan 53,51% perempuan.  Pendidikan ibu lebih dari dua pertiga (65% ) SLTA dan perguruan tinggi, disusul SLTP dan SD 32% dan hanya 3% yang tidak bersekolah.  Pekerjaan ayah, hampir sepertiga (32%) PNS/ BUMN, 29% swasta, 13 % pedagang/, 12% buruh, 5% guru 4% anggota TNI/Polri, 3% petani/nelayan dan 2% sisanya tidak bekerja. 5

6 Film Yang Paling Disukai Hampir sepertiga responden menyukai  Doraemon, (31%)  Crayon Sinchan (13%), dan  Dragon Ball (8%). Disusul berturut  Kera Sakti, Keluarga Cemara dan Panji manusia Millineum masing-masing disukai oleh 5% responden,  Detektif Conan 4% dan sisanya secara berturut turut mereka menyukai film yang berjudul Digimon Adventure, Samurai X, Bidadari, Kobochan, Ninja Hatori, Ninja Hatori dan Ghost Buster. 6

7 Alasan menyukai Film2 tsb  Sebagian besar responden menyukai film- film tersebut karena ceriteranya yang menarik. Terutama pada film Doraemon, Crayon Sinchan, Dragon Ball, Detektif Conand dan lain-lain. Alasan berikutnya tokoh pemainnya yang lucu dan menarik, terutama terlihat pada film Doraemon, Crayon Sinchan, Detektif Conan dll. 7

8 Doraemon 8

9  Disenangi karena orangnya baik, suka menolong, wajahnya lucu, memiliki sifat tanggung jawab, sopan dan pemberani, jujur tidak membeda-bedakan antara si kaya dengan si miskin dan penampilan pakaiannya unik.  Yang dapat ditiru dari film ini adalah sifat suka menolong orang yang membutuhkan bantuan, tidak boleh iri/sirik, suka bergaul dengan teman dan kreatif.  Yang tidak disukai dari film ini adalah, sifat Nobita yang cengeng, nakal, suka bohong, cerewet, suka usil dan dan suka membantah orang tua. 9

10 Penelitian Lain  Oleh Yulianti, Fakultas Sastra UM Malang, 2006  Tentang minat baca anak terhadap buku cerita anak  Hasil : Cerita komik yg paling disukai anak secara ber-turut2 adalah Doraemon, Dragon Ball, Conan, dan Kungfu Boy 10

11 Fenomena Doraemon  mewakili industri kreatif, komik (best seller), film televisi yg mendunia yg muncul dari khayalan Fujiko F Fujio  membawakan kisah2 yg diterima di seluruh dunia, sehingga menjadi idola anak  Belum ada cerita komik dan fim yg sepopuler Doraemon  Hal tsb ditunjang dg tenaga yg kreatif dan penggunaan teknologi modern 11

12 Crayon Sinchan 12

13 Crayon Sinchan  disenangi karena tingkah lakunya yang lucu, jahil, konyol, dan kadangkala sok tahu.. Selain itu Shincan dikatakan bodoh tapi lucu dan berani. Contohnya kejahilannya pada gurunya (wanita) atau ibunya yang seringkali membuat mereka marah dan kemudian menghukum Sinchan. Kadangkala tingkah laku Sinchan “saru”/ jorok, namun bagi anak-anak suatu hal yang menggelikan. Buat mereka film ini menarik dan menghibur karena lucu. Yang dapat diambil sebagai pelajaran dari film ini yaitu kepandaian, kecerdikan dan kreatifitas dari Sinchan. 13

14 Crayon Sinchan  Kenakalan Shincan tidak untuk ditiru malahan anak menjadi tahu bahwa kenakalan yang dibuat seperti Sinchan dapat mengakibatkan dihukum atau dimarahi orang tua.  Pelajaran lainnya adalah tidak boleh adalah berbohong dan tidak boleh sok tahu.  Yang tidak disukai dari film ini adalah sifat Sinchan yang suka membantah orang tua dan keras kepala. 14

15 Power Rangers 15

16 Power Rangers  merupakan sebuah acara televisi yang ditayangkan oleh American Broadcasting Company.televisiAmerican Broadcasting Company  Tayangan ini pertama kali ditayangkan pada 28 Agustus Agustus1993  Film ini terdiri dari 15 musim dengan 661 episiode. Dibuat oleh Haim Saban. Produser eksekutifnya ialah The Walt Disney Company seri TV ini ditayangkan di Indosiar.Haim SabanThe Walt Disney CompanyIndosiar 16

17 Survey The Baby Website  Melibatkan 3000 org tua, 70 % memiliki anak di bawah umur 7 thn mengatakan bahwa anak2 sering bermimpi seram gara nonton Beb 10 dan Power Rangers  Lebih separoh responden mengatakan bhw film tsb mendorong prilaku anak kurang baik 17

18 Survey The Baby Website Kathryn Crawford, editor The Baby Website :  Bhw semua anak menderita akibat mimpi buruk tsb.  Tdk perlu diragukan lagi bhw menonton kekerasan telah memberikan kontribusi terhadap permusuhan dan tidak perlu disiarkan di televisi 18

19 Keluhan Orang Tua  Saya terkejut menemani anak saya yg berusia 6 dan 4 thn menonton film kartun Detektif Conan, pd film tsb terlihat jelas ada adegan laki2 dewasa yg dibunuh dg pisau yg menancap di dadanya, dan dialognya banyak ttg pembunuhan  Walaupun film ini film kartun, tidak baik ditonton anak2 (karena tidak setiap film kartun baik ut anak2) 19

20 Selain Film Kartun yg Perlu mendapat perhatian  Tayangan Mistik Keagamaan, karena alur cerita yg tidak logis dan over  Iklan, seperti iklan rokok (ingat anak2 tidak bisa membedakan anatara program dg iklan)  Masih banyak film yg menonjolkan VHS (Violence,, Horor, dan Sex) 20

21 Analisis  Tidak sepenuhnya kita dpt menyalahkan televisi karena di era globalisasi sekarang ini televisi sudah menjadi institusi industri yg sangat tergantung dg rating.  Televisi bukanlah satu2nya penyebab kekerasan dan penyimpangan prilaku tetapi tv adalah salah satu penyebab. 21

22 Analisis  Film dan televisi just tool, ini sangat tergantung kesadaran “the man bihind the media” disamping pembinaan oleh Pemerintah (KPI)  Di saat keteladanan orang tua tidak lagi menunjukan keteladanan maka anak2 akan mencari di luar sana, di saat itu televisi menawarkan figur2 yg akan menjadi idola 22

23 Kesimpulan 1. Kemajuan teknologi yg menunjang kemajuan industri film adalah sebuah keniscayaan. 2. Dampak positif dan negatif adalah konskuensi dari kemajuan 3. Meminimalisir dampak negatif merupakan tanggung jawab kita bersama antara Pemerintah, Masyarakat dan Orang tua 4. Masyarakat perfiliman dan pemerintah harus mengembangkan film anak2 yg berpijak pada budaya Nusantara 23

24 GOELALI CIRI-CIRI GOELALI 1. Manis, menjadi menarik 2. Warna-warni 3. Halus, sifat yg sangat menarik 4. Lembut, mudah dibentuk Inilah sifat2 anak yg harus mendapat perhatian kita semua 24

25 Tapi ingat jangan sampai terjadi GOE – LALI (saya lupa) bahwa mereka adalah anak2 25

26 SEKIAN TERIMA KASIH 26


Download ppt "1 INDUSTRI FILM ANAK INDONESIA (Hasil Penelitian) Pada Diskusi “Goelali Children’s Film Festival 2009” Oleh Drs. Zamris Habib, M.Si"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google