Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SURAJI Kandidat Doktor UGM Kepala Sekolah Play Group&RA Kreatif Al Baraakah Anak dan Televisi: Dampak dan Solusinya.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SURAJI Kandidat Doktor UGM Kepala Sekolah Play Group&RA Kreatif Al Baraakah Anak dan Televisi: Dampak dan Solusinya."— Transcript presentasi:

1 SURAJI Kandidat Doktor UGM Kepala Sekolah Play Group&RA Kreatif Al Baraakah Anak dan Televisi: Dampak dan Solusinya

2 Fakta  Jumlah waktu anak menonton televisi rata-rata per minggu atau jam per tahun.  Anak-anak belajar di SD 1000 jam per tahun.

3 Isi acara televisi yang patut diwaspadai  Kekerasan (film anak-anak, film orang dewasa, sinetron, berita)  Pornografi (pakaian minim, berciuman, hubungan seks di sajian apa saja).  Kejahatan (menghalalkan segala cara, licik, lebih dieksploitasi dalam sinetron dibanding orang baik, rekonstruksi kejahatan dalam acara berita)  Mistik (acara tersendiri, sinetron/film, berita seperti Ponari)

4 DAMPAK MENONTON TV (I) Kekerasan dan agresivitas Kekerasan dan agresivitas adalah dampak yang paling kelihatan dari aktivitas menonton televisi. Anak-anak meniru apa yang dilakukan model

5 Bukti Empiris  Eksperimen: Anak-anak yang disuruh menonton sajian kekerasan yang dilakukan orang dewasa meniru agresivitas dengan bertindak kasar terhadap boneka (Bandura)  71 persen anak-anak yang menonton film kekerasan melakukan perilaku agresif (Lefkowitz)

6 Bukti Empiris  Frekuensi yang tinggi dalam menonton film pada usia 9 tahun berkorelasi positif dengan agresivitas pada usia 19 tahun (Eron dkk)   Reza Ikhsan Fadilah (9 tahun, Bandung) dan Made Adi S Putra (8, Bandung) meninggal dunia akibat dari kekerasan temannya yang banyak menonton smack down.

7 Bukti Empiris  Mar Yunani (9, Yogya) mengalami gegar otak, Nabila Amal (6, Bandung) patah tulang, Yudit Beda Ganang (10, Jakarta) luka kepala dan kemaluan akibat dari kekerasan dari teman yang menonton smack down.   Proses modelling (peniruan) memegang peranan yang besar atas terjadinya perilaku agresif pada anak-anak.

8 Dampak Menonton Televisi (2)  Penumpulan Emosi (desensitization) Tesuatu kondisi psikologis di mana seseorang –dalam hal ini anak-anak— menurun kepekaannya terhadap stimulus yang diterimanya

9 Dampak Menonton Televisi (2) Paparan kekerasan dalam drama televisi menurunkan responsivitas anak-anak maupun orang dewasa terhadap agresi nyata. Terjadi penumpulan emosi yang mempengaruhi rasa empati individu kepada orang lain yang menjadi korban kekerasan (Thomas dkk, 1977)

10 Dampak Menonton Televisi (3)  Perilaku Seks yang Tidak Sesuai Norma: Televisi memang bukan media yang menyajikan pornografi yang keras, namun beberapa tayangannya menunjukkan seks bebas (tayangan orang dewasa, beberapa tayangan khusus anak).

11 Dampak Menonton Televisi (3)  Beberapa sajian seks bebas dalam media: berciuman, tinggal serumah dengan pacar, hamil di luar nikah, perselingkuhan, dan sebagainya.  Rangsangan seks bebas di televisi mendorong anak untuk menyaksikan film yang lebih hot di film-film yang tidak ditayangkan televisi

12 Dampak Menonton Televisi (3) Bila seseorang melihat orang lain melakukan perilaku tertentu (misalkan seks bebas), maka hal itu dapat melemahkan kendali diri orang tersbut. Bila kendali diri lemah sementara lingkungan memfasilitasi atau tidak menghalangi, maka individu termasuk anak-anak dapat mengekspresikan dorongan internalnya.

13 Dampak Menonton Televisi (4)  Mengubah Pandangan tentang Cara Penyelesaian Masalah Konflik antar pribadi dalam televisi sering disampaikan secara agresif, seperti perkataan yang kasar dan jauh dari sopan santun serta perkelahian.

14 Dampak Menonton Televisi (5)  Perubahan Nilai Hidup: Secara halus televisi mendidikkan nilai- nilai hidup yang sesungguhnya kita nilai tidak positif seperti kekebasan, materialisme (mementingkan materi/uang), hedonisme (menomorsatukan kesenangan), dan sebagainya.

15 Dampak Menonton Televisi (6)  Kurang Bersosialisasi Setiap anak harus belajar bagaimana hidup bersama orang lain. Namun, keasyikannya menonton televisi menjadikannya kurang banyak bergaul dengan orang lain. Bahkan, ketika nonton televisi bersama orang lain pun interaksi sangat minim.

16 Dampak Menonton Televisi (7)  Fisik Kurang Gerak: Ketika anak-anak menonton televisi, perhatiannya begitu terserap. Maka, fisiknya pun tidak banyak bergerak. Padahal gerakan adalah salah satu media yang menjadikan otak anak dapat tumbuh secara optimum.

17 Dampak Menonton Televisi (8)  Peniruan terhadap gaya hidup: mengecat rambut, menindik telinga, berpakaian minim, dan sebagainya.

18 Dampak Menonton Televisi (9)  Peniruan terhadap perilaku jahat: Perilaku bermuka dua, menipu, mencelakakan orang lain dengan kasar atau halus banyak ditayangkan oleh berita maupun fiksi dalam televisi. Perilaku ini mudah ditiru anak-anak.

19 Dampak Menonton Televisi (10)  Ketakutan dan Kecemasan:  Adanya kekerasan yang dilakukan tokoh dalam berita nyata membuat anak-anak dan orangtua takut. Sekalipun demikian, ketakutan ini bagus untuk membuat waspada, namun sangat mengganggu bagi para pencemas.

20 Solusi (1)  Orangtua tidak menonton atau membatasi diri dalam menonton Contoh yang diberikan orang tua akan ditiru anak. Bila ortu tidak nonton, kemungkinan anak tidak nonton. Bila ortu nonton, pasti anak ingin melakukannya hal yang sama.

21 Solusi (1) Tidaklah efektif bila orangtu orangtua melarang anak untuk menonton namun di sisi lain ortu tetap menonton Tidaklah efektif bila orangtu orangtua melarang anak untuk menonton namun di sisi lain ortu tetap menonton

22 Solusi (1) Kalau dimungkinkan, tidak ada televisi di rumah. Ini dilakukan sejumlah orang namun sangat sulit Hanya menonton acara yang bermutu dan menolak untuk menonton acara yang tidak bermutu.

23 Solusi (2) Mendampingi anak: Memberi pemahaman tentang kepura-puraan dalam drama/film di televisi

24 Solusi (2) Mendampingi anak: Mendidik anak untuk bersikap kritis terhadap acara televisi

25 Solusi (3) Hanya efektif bila ada orangtua Menghukum Anak yang Menonton TV Hanya efektif bila ada orangtua

26 Solusi (4)  Melatih anak membedakan acara yang baik, biasa, dan tidak baik:  Berita, discovery, film yang bermutu (Dora, Diego) adalah baik  Menonton bola adalah biasa.  Menonton Tom & Jerry, adalah tidak baik

27 Solusi (5)   Mengadakan Kesepakatan dengan anak: Anak-anak yang masuk usia SD sudah dapat diajak untuk bermusyawarah tentang acara yang patut ditonton dan tidak patut. Hasil kesepakatan ditaruh di dinding tepat di atas/disamping televisi.

28 Solusi (6)   Mempersulit akses ke televisi: Meletakkan televisi di tempat yang sulit atau tempat yang tidak favorit adalah salah satu cara untuk meminimalkan aktivitas menonton televisi.

29 Solusi (7) Memperbanyak acara menyenangkan dalam rumah

30 Acara menyenangkan dalam rumah

31 Sekian. Wassalam

32


Download ppt "SURAJI Kandidat Doktor UGM Kepala Sekolah Play Group&RA Kreatif Al Baraakah Anak dan Televisi: Dampak dan Solusinya."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google