Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

P ENGEMBANGAN P RODUK B ANK S YARIAH UNTUK M ENENUHI K EBUTUHAN I NDUSTRI K REATIF H ERI S UDARSONO S TAF P ENGAJAR FE-UII DAN P ENELITI P3EI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "P ENGEMBANGAN P RODUK B ANK S YARIAH UNTUK M ENENUHI K EBUTUHAN I NDUSTRI K REATIF H ERI S UDARSONO S TAF P ENGAJAR FE-UII DAN P ENELITI P3EI."— Transcript presentasi:

1 P ENGEMBANGAN P RODUK B ANK S YARIAH UNTUK M ENENUHI K EBUTUHAN I NDUSTRI K REATIF H ERI S UDARSONO S TAF P ENGAJAR FE-UII DAN P ENELITI P3EI

2 I NDUSTRI KREATIF ATAU INDUSTRI BUDAYA (G ALLOWAY, 2006) ADALAH INDUSTRI YANG BERASAL DARI PEMANFAATAN KREATIFITAS, KETRAMPILAN SERTA BAKAT INDIVIDU UNTUK MENCIPTAKAN KESEJAHTERAAN SERTA LAPANGAN PEKERJAAN DENGAN MENGHASILKAN, MENGEKSPLOITASI DAYA KREASI DAN DAYA CIPTA INDIVIDU TERSEBUT. (D EP P ERDAGANGAN, 2008)

3 P ENGALAMAN Di Amerika, menurut data Entertainment and Media outlook: Gaining Momentum yang dirilis PriceWaterhouseCoopers, disinyalir pertumbuhan industri kreatif naik setiap tahunnya 5.6%. Sementara Pemerintah Cina membangun 798 space sebagai bagian dari Creative Industri Zone karena ekonomi yang berbasis kreativitas sangat menjajikan bagi pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Kota Hanzhou di China misalnya membangun Hangzhou Hi-Tech Industry Developmen Zone pada tahun 1990 yang sekarang menjadi pusat R&D Microsoft, Intel, Nokia, Siemens Networks dan Samsung. Dalam The Third Asia Europe Art Camp 2005, Ron van Kranenburg (Waag Society, NL) menyatakan kalau pemerintah Belanda banyak berinvestasi dan memberikan dukungan bagi aktifitas yang berhubungan dengan seni, media dan teknologi dalam rangka mendukung perkembangan industri kreatif.The Third Asia Europe Art Camp 2005

4 I NDUSTRI K REATIF =I NDUSTRI B UDAYA Pada tanggal 18 Maret 2008, British Council bekerjasama dengan pemerintah Australia dan Australia Council for the Arts mengadakan seminar dengan topic Making Creative Cities: The Value of Cultural Diversity in the Arts yang diselenggarakan di Melbourne. Keith Kahn sebagai salah satu pembicara menyatakan bahwa kota London memiliki keberagaman budaya dan kompleksitas yang luar biasa. Keith menyebutkan bahwa dari 12 juta penduduknya, setidaknya ada 200 kelompok etnis dan 300 bahasa yang berkembang di kota London. Angka ini bersanding dengan kenyataan bahwa sekitar 35 % populasi kota London terdiri dari warga asing dan sekitar 40,7 % warga kota berasal dari kelompok etnis minoritas. Selain itu, persentase ini juga dilengkapi dengan fakta bahwa ada sekitar 1 berbanding 20 warga kota yang berasal dari keluarga yang mengalami persilangan ras ataupun perkawinan antar kelompok etnis yang berbeda. Dalam kenyataannya, keberagaman budaya yang dimiliki oleh kota London tersebut menjadi memicu pertumbuhan ekonomi kota yang bersandar pada inovasi dan kreativitas individu.

5 C IRI I NDUSTRI K REATIF Siklus hidup industri kreatif singkat Resiko industri kreatif tinggi Keanekaragaman industri kreatif tinggi Persaingan di antara industri kreatif tinggi Industri kreatif mudah ditiru

6 J ENIS I NDUSTRI K REATIF (D EPART. P ERDAGANGAN, 2008) Jenis Industri KreatifKeterangan Periklanan kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi dan produksi iklan, antara lain: riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi material iklan, promosi, kampanye relasi publik, tampilan iklan di media cetak dan elektronik Arsitektur kegiatan kreatif yang berkaitan dengan cetak biru bangunan dan informasi produksi antara lain: arsitektur taman, perencanaan kota, perencanaan biaya konstruksi, konservasi bangunan warisan, dokumentasi lelang, dll. Pasar Seni dan Barang Antik kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi dan perdagangan, pekerjaan, produk antik dan hiasan melalui lelang, galeri, toko, pasar swalayan, dan internet. Kerajinan kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi dan distribusi produk kerajinan antara lain barang kerajinan yang terbuat dari: batu berharga, aksesoris, pandai emas, perak, kayu, kaca, porselin, kain, marmer, kapur, dan besi. Desain kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain grafis, interior, produk, industri, pengemasan, dan konsultasi identitas perusahaan. Desain Fesyen kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki, dan desain aksesoris mode lainnya, produksi pakaian mode dan aksesorisnya, konsultansi lini produk fesyen, serta distribusi produk fesyen. Video, Film dan Fotografi kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi produksi Video, film, dan jasa fotografi, serta distribusi rekaman video,film. Termasuk didalamnya penulisan skrip, dubbing film, sinematografi, sinetron, dan eksibisi film. Permainan Interaktif kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, ketangkasan, dan edukasi. Musik kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, distribusi, dan ritel rekaman suara, hak cipta rekaman, promosi musik, penulis lirik, pencipta lagu atau musik, pertunjukan musik, penyanyi, dan komposisi musik. Seni Pertunjukan kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha yang berkaitan dengan pengembangan konten, produksi pertunjukan, pertunjukan balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik tradisional, musik teater, opera, termasuk tur musik etnik, desain dan pembuatan busana pertunjukan, tata panggung, dan tata pencahayaan. Penerbitan dan Percetakan kegiatan kreatif yang terkait dengan dengan penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, koran, majalah, tabloid, dan konten digital serta kegiatan kantor berita. Layanan dan Piranti Lunak kegiatan kreatif yang terkait dengan pengembangan teknologi informasi termasuk jasa layanan komputer, pengembangan piranti lunak, integrasi sistem, desain dan analisis sistem, desain arsitektur piranti lunak, desain prasarana piranti lunak & piranti keras, serta desain portal. Televisi dan Radio kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha kreasi, produksi dan pengemasan, penyiaran, dan transmisi televisi dan radio. Riset dan Pengembangan kegiatan kreatif yang terkati dengan usaha inovatif yang menawarkan penemuan ilmu dan teknologi dan penerapan ilmu dan pengetahuan tersebut untuk perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, dan teknologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar.

7 I NDIKATOR I NDUSTRI K REATIF ( DEPART. P ERDAGANGAN, 2008) Indikator Rata-rata Berbasis Produk Domestik Bruto (PDB) Nilai Tambah (miliar Rp) Pertumb. Nilai Tambah (%)--1.85%8.17%-0.69%-2.67% 0.74% Nilai Terhadap Total PDB (%)6.78%6.35%6.54%6.15%5.67% 6.30% Berbasis Ketenagakerjaan Jumlah Tenaga Kerja (Orang) Tingkat Partisipasi Pekerjaan (%)6.40%5.57%6.24%5.62%5.14% 5.79% Pertumb. Jumlah Tenaga Kerja (%) %15.66%-8.77%-8.12% -3.74% Produktifitas Tenaga Kerja (ribu/org) Berbasis Aktivitas Perusahaan Nilai Ekspor (Miliar Rp) Pertumb. Ekspor (%)--3.16%20.59%10.74%4.67% 8.21% Ekspor terhadap Total Ekspor (%)11.87%11.48%10.61%9.83%9.13% 10.58% Berbasis Jumlah Perusahaan Jumlah Perusahaan Pertumb. Jumlah Perusahaan (%)-2.74%19.44%-5.83%12.38% 7.18% Jumlah Perusahaan terhadap Jumlah Total Perusahaan (%) 6.95%5.83%6.79%6.00%5.17% 6.15%

8 H AMBATAN PENGEMBANGAN I NDUSTRI KREATIF Industri kreatif relatif baru dan belum diakui sebagai penggerak roda pembangunan Tidak ada data nilai ekonomi dan perkembangan industri kreatif menjadi hambatan dalam mengembangan industri kreatif Belum tersedia kebijakan yang mendukung iklim kreatif; perijinan, investasi dan perlindungan hak cipta Kegiatan kreatif masih terkotak-kotak dan belum ada kajian rantai nilai yang utuh mulai dari kegiatan kreasi, produksi dan distribusi Pelaku industri kreatif kurang dukungan dari lembaga pendidikan

9 H AMBATAN PEMBIAYAAN Pengunaan jaminan dalam pembiayaan Bunga pada bank konvensional tinggi Resiko manajemen likuiditas pada bank Rendahnya akses bank

10 F AKTOR YANG M EMPENGARUHI INDUSTRI KREATIF Industri Kreatif Modal RegulasiFasilitas SDM

11 K URIKULUM YANG B ERBASIS PADA P ENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF Agama Teknologi Lokal /daerah Bahasa

12 P EMBIAYAAN UNTUK INDUSTRI KREATIF Peran bank syariah dalam mengembangkan industri kreatif kurang maksimal dikarenakan masyarakat belum banyak mengenal konsep dan operasi bank syariah sehingga banyak pelaku industri kreatif kurang meoptimal fungsi bank syariah sebagai mitra usaha yang strategis. Masih banyak anggapan bahwa konsep dan operasi bank syariah dan bank konvensional sama, sehingga menjadikan pelaku industri kreatif masih mengunaan pembiayaan bank konvensional. Di samping itu, keadaan ini juga menunjukkan rendahnya sosialiasi bank syariah dalam mengembangan industri kreatif

13 N EXT... Tingginya tingkat margin bank syariah dibanding tingkat bunga pada bank konvensional juga mempengaruhi eksistensi bank syariah. Pelaku ekonomi industri kreatif lebih memilih sistem bank konvensional dikarena untuk meminimalisir biaya produksi. Tingginya tingkat margin bank syariah ini karena; 1. Industri keuangan yang baru yang memerlukan pembelian sejumlah barang-barang kantor sehingga membuat overhead cost bank syariah tinggi. 2. Kondisi inflasi yang tidak menentu juga menjadi pertimbangan dalam menentukan margin, bunga masih digunakan sebagai beckmark dalam menentukan margin, 3. Belum tersedia investasi di secondary market yang sesuai dengan syariah dan rendahnya minat investor menanamkan modal di bank syariah.

14 K EMBALI KE K ONSEP A WAL Kepercayaan Keseimbangan Kebutuhan

15 P RODUK UNTUK I NDUSTRI K REATIF JenisProdukSkemaTujuan Bagi Hasil MudharabahBank syariah (BS) memberikan modal 100% kepada pelaku Industri kreatif (IK) dengan pembagian pendapatan mengunakan sistem bagi hasil yang didasarkan atas nisbah yang di disepakati di saat akad Memberikan pembiayaan bagi pelaku IK yang tidak memiliki jaminan dan dana yang mencukupi. MusyarakahBS dan pelaku IK memberikan dana dengan nilai didasarkan atas kesempatan kepada pihak ketiga atau pelaku IK. Nilai dana yang diberikan akan menentukan porsi pembagian nisabah ditentukan berdasarkan bagi hasil Memberikan pembiayaan untuk pelaku IK yang tidak memiliki jaminan, tapi memiliki dana tetapi tidak mencukupi. Pelaku IK mengunakan dana gabungan dengan sistem bagi hasil Jual beliMurabahaBS menyediakan pembiayaan melalui penyediaan peralatan/barang produksi yang diminta dari pelaku IK. Pelaku IK membayar cicilan pokok dan margin yang ditentukan awal akad Membantu pengelola IK yang tidak bisa membayar tunai barang yang dibutuhkan dalam produksi. IjarahBS menyediakan peralatan/barang produksi kepada pelaku IK dan pelaku IK memiliki kewajiban membayar sewa, atau sewa diakhir periode membeli barang tersebut Membantu pelaku IK yang membutuhkan peralatan yang nilainya tinggi tetapi tidak mampu membeli; contoh pembiayaan pertanian, perkebunan atau perikanan SalamBS menyediakan peralatan/barang yang dibutuhkan pengelola dengan pembayaran pokok dan margin setelah produksi selesai Membantu pelaku IK yang kesulitan membayar cicilan pokok dan margin tiap bulan dikarena rendahnya pendapatan, maka pembayaran pembiayaan setelah selesai penjualan IstisnaBS menyediakan peralatan yang dibutuhkan pelaku IK. Pembayaran dilakukan dalam beberapa kali pembayaran Membantu pengelola IK yang kesulitan membayar cicilan pokok dan margin pada waktu tertentu tiap bulan dikarena pelaku IK mendapatkan penghasilan secara musiman.

16 S EKIAN...


Download ppt "P ENGEMBANGAN P RODUK B ANK S YARIAH UNTUK M ENENUHI K EBUTUHAN I NDUSTRI K REATIF H ERI S UDARSONO S TAF P ENGAJAR FE-UII DAN P ENELITI P3EI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google