Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

"To take a photograph is to align the head, the eye and the heart. It's a way of life.” – Henri Cartier-Bresson.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: ""To take a photograph is to align the head, the eye and the heart. It's a way of life.” – Henri Cartier-Bresson."— Transcript presentasi:

1

2 "To take a photograph is to align the head, the eye and the heart. It's a way of life.” – Henri Cartier-Bresson

3 PRAVISUALISASI • Teori yang sangat terkenal ini dilontarkan oleh Ansel Adams. • Pra-visualisasi merupakan awal dari serangkaian proses dalam membuat sebuah foto • Seorang fotografer harus dapat membayangkan hasil jadi foto-nya, sebelum ia menekan rana. • Pra-visualisasi erat kaitannya dengan tindakan dan pilihan selanjutnya bagi seorang fotografer, mulai dari menentukan pencahayaan, teknik pembuatan foto, pengerjaan di kamar gelap/terang dan pencetakan atau bahkan penjudulan foto. • Pra-visualisasi dirasa sangat penting dalam pemotretan landscape, human interest, modelling, dan fotografi konseptual lainnya.

4 My Way… | Holga 120GN | Fujichrome Provia 100 Sunset at Cipularang | Fuji MDL-9 | Fuji X-Tra 400 View Over Pasopati | Fuji MDL-9 | Fuji X-Tra 400

5 PRA-VISUALISASI II Pra-visualisasi TIDAK akan menjadi teori yang “absurd” ketika dikombinasikan dengan hal-hal berikut ini: 1.Menguasai kamera dan menganggap kamera yang kita pakai hanyalah sebatas alat bantu bagi mata, tangan & kaki seorang fotografer. 2.Mengetahui dan paham resep dibalik ilmu keseimbangan cahaya antara Rana, ISO, serta Kecepatan Rana 3.Pengetahuan bagaimana merekam sebuah gambar dan memproses nya.

6 "You don't take a photograph, you make it." - Ansel Adams

7 MEMBUAT FOTO YANG BENAR • Benar atau tidak-nya sebuah foto kembali kepada penilaian secara TEKNIS Dasar Fotografi. Yaitu dari segi pencahayaan (exposure) itu yang paling terutama, lalu tepat/tidak nya penggunaan kecepatan rana (shutter speed), pemanfaatan bukaan rana (aperture), serta pemilihan ISO Film dalam sebuah foto. • Membuat foto yang benar Karena kita berhadapan dengan cahaya, maka mau tidak mau kita harus hampir selalu dikaitkan dengan ilmu fotografi atau teknis dasar fotografi, itu adalah nilai yang ABSOLUT.

8 Juliea Holga 120GN | Kodak Ektacolor 160 Morning Glory Holga 120GN | Ilford Delta 400 Cokin A CPL + Cokin ND4 Developed with Ilford Ilfotec LC29

9 MEMBUAT FOTO YANG BENAR II • Jadi dapat disimpulkan jika dalam proses membuat foto yang benar, seorang fotografer sebaiknya: – Mempelajari & Memahami fitur dan fungsi kamera yang digunakan beserta efek lensa yang dihasilkan, – Mengerti tentang ilmu dasar fotografi mengenai cahaya (mempelajari exposure dengan elemen2 kombinasi spt. Aperture, ISO, dan Shutter Speed) Coba lihat EXPOSURE VALUE – Mengetahui timing yang tepat untuk menekan rana, – Pemilihan objek foto, beserta sudut pengambilannya, – Mempelajari fungsi dan kegunaan asesoris pendukung fotografi yang cukup esensial seperti: • Flash (mempelajari apa itu GN beserta aplikasinya) • Filter (mengetahui jenis serta efek yang dihasilkan)

10 “A Picture worth a thousand words"

11 MEMBUAT FOTO YANG BAIK • Foto yang baik umumnya foto yang mampu menyampaikan pesan serta dapat berkomunikasi dengan audience. • Pemberian judul akan memperkuat sebuah foto dalam penyampaian maksud/pesan. • Pesan dalam sebuah foto dapat diperkuat dengan judul berupa: – Pernyataan (Mis. “Pantai Parangtritis”) – Kesan/Suasana/Kondisi (Mis. “Senja di Parangtritis”) – Ungkapan Perasaan (Mis. “Kisah Cinta di Parangtritis”) • Pesan yang baik adalah dimana pesan tersebut tegas, jelas dan efektif • Sebuah pesan yang ingin disampaikan membutuhkan sebuah subjek tentang yang anda ingin sampaikan/tampilkan. Subjek dapat berupa manusia, pemandangan (scapes), atau bahkan bentuk abstrak. • “A great photograph is one that fully expresses what one feels, in the deepest sense, about what is being photographed.” – Ansel Adams

12 Walk Away… Holga 120GN | Fuji Neopan Across 100 Jammed Holga 120GN | Kodak Ektachrome 100

13 MEMBUAT FOTO YANG BAIK II • Subjek sebaiknya adalah juga Point of Interest (POI) dan umumnya ditempatkan di area foreground dalam sebuah foto. • Bagian kedua yang tidak kalah penting nya adalah elemen pendukung, yaitu KONTEKS, yang seringkali dikaitkan dengan background pada sebuah foto. Konteks / background memberikan relevansi serta informasi tambahan dalam sebuah foto tentang setting lokasi atau keberadaan si subjek (POI) • INTINYA, pesan dalam sebuah foto dibangun oleh kombinasi SUBJEK dan KONTEKS yang saling mendukung satu dengan yang lainnya. • “…words and pictures can work together to communicate more powerfully than either alone.” - William Albert Allard

14 The Moment of Peace Holga 120GN | Kodak Ektacolor 160 Morning Activity at Setumbu Holga 120GN | Fuji Neopan Across 100

15 MEMBUAT FOTO YANG BAIK III • Membuat foto yang baik yang mampu menyampaikan pesan, erat kaitannya dengan komposisi dalam sebuah frame foto. • Penting untuk mengetahui apa-apa saja yang perlu dimasukkan dalam sebuah pesan, tetapi LEBIH PENTING kita mengetahui hal apa saja yang TIDAK PERLU dimasukkan. • “Hal apa saja yang tidak perlu” adalah hal-hal yang sekiranya bukan menjadi bagian dari subjek dan konteks dan dapat menganggu sehingga pesan menjadi tidak jelas dalam sebuah foto. • Kurangi porsi bagian yang irelevan dengan cara merubah viewpoint/sudut pemotretan dan bahkan bergerak mendekat ke subject, “If your pictures aren’t good enough, You’re not close enough.” – Robert Capa.

16 MEMBUAT FOTO YANG INDAH • Foto yang indah adalah sebuah karya seni (Fine Art). Dimana foto tersebut mampu merekam tidak hanya sebatas “gambar yang baik, utuh dan bercerita”, namun terdapat esensi soul dan spirit serta moment dari subjek/objek yang dapat membangkitkan/menyentuh emosi audience dan bahkan dapat memberikan INSPIRASI bagi orang lain/audience. • Bob Krist seorang fotografer landscape & travel mengatakan hal ini dengan istilah “Spirit of Place”. • Menghasilkan foto yang indah adalah proses dimana fotografer dihadapkan pada pilihan dimana fotografer tersebut harus menggali kreativitas dan terutama “sense of art” yang ada pada diri-nya. • Menjadi seorang fotografer terutama di bidang landscape, street dan travel photography, kita tidak bisa memotret dengan menerapkan mentalitas “be there, done that.” Kita harus dapat menyatu dengan sekitar, baik itu dengan alam, suasana jalanan atau kota.

17 Misty Morning at Situ Gunung Holga 120GN | Kodak Ektar 100 Pro Cokin A CPL Borobudur From a Distance Holga 120GN | Kodak Ektachrome 100 (EPP)

18 MEMBUAT FOTO YANG INDAH II • Elemen-elemen pendukung yang menjadikan foto lebih indah: – Pemilihan Objek Foto – Kesederhanaan (“Less is More”) • Dengan mengeliminasi elemen2 yang tidak diperlukan dalam komposisi. – Warna • Menciptakan “IMPACT” pada foto anda dengan memasukan corak warna yg menonjol, sehingga foto akan tampil lebih eye-catching. Pelajari juga karakter warna serta harmonisasi nya dalam sebuah foto. – Cahaya • Pencahayaan yang baik memberikan dampak besar dalam sebuah frame foto, usahakanlah memotret di kala “Magic Hours” untuk mendapatkan kualitas warna serta cahaya yang memukau. – Kedalaman • Masukkan unsur kedalaman ruang pada foto anda. Kedalaman ruang dapat dicapai dengan pengaturan DOF, penempatan elemen2 di dalam foto, serta arah pencahayaan.

19 Situ Gunung’s Morning Fishing Holga 120GN | Lucky SHD 400 Cokin Solid Yellow Filter Mystical Forest Holga 120GN | Ilford FP Developed with Ilford Ilfotec LC29

20 TIPS 1.Kreativitas dlm fotografi adalah kemampuan untuk meilhat hal yang LUAR BIASA dari hal yang BIASA; 2.Merubah masalah menjadi potensi peluang; 3.Jangan takut untuk SALAH; 4.Berlatih, dan terus berlatih… 5.PASSION.

21 TERIMA KASIH VISIT:


Download ppt ""To take a photograph is to align the head, the eye and the heart. It's a way of life.” – Henri Cartier-Bresson."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google