Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Keamanan & Administrasi Database Pertemuan Minggu Ke-11.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Keamanan & Administrasi Database Pertemuan Minggu Ke-11."— Transcript presentasi:

1 Keamanan & Administrasi Database Pertemuan Minggu Ke-11

2 Kompetensi Khusus • Mahasiswa mampu menerapkan keamanan dan administrasi database menggunakan MySQL (C3)

3 Data sebagai Aset • Data adalah sumber daya berharga yang dapat diterjemahkan menjadi informasi. Jika informasi akurat & tepat waktu, maka dapat meningkatkan posisi kompetitif perusahaan & menghasilkan pendapatan. • Tiap perusahaan memiliki siklus keputusan data – informasi, yaitu user mengaplikasikan intelejensi ke data untuk menghasilkan informasi sebagai dasar pengetahuan dalam pengambilan keputusan. • Banyak perusahaan mencari cara baru untuk memperbaiki sumber daya datanya untuk mendapatkan pengembalian yang lebih besar, seperti data warehouse yang meningkatkan hubungan pelanggan untuk memperkuat integrasi antara pelanggan & pemasok dalam rantai pasokan elektronik.

4 Siklus Keputusan Data - Informasi

5 • Data kotor (dirty data) adalah data yang tidak akurat & konsisten yang disebabkan oleh: – Kurangnya batasan integritas, seperti not null, unik, & integritas referensial. – Kesalahan input data & tipografi. – Penggunaan sinonim & homonim dalam sistem. – Penggunaan singkatan yang tidak standar. – Perbedaan dekomposisi atribut komposit menjadi atribut tunggal dalam sistem. • Data kotor dapat dikendalikan dengan kualitas data.

6 • Kualitas data (data quality) adalah pendekatan menyeluruh untuk memastikan keakuratan, validitas, & ketepatan waktu dari data. • Pendekatan ini penting karena tidak hanya mencakup pembersihan data kotor, tetapi juga fokus pada pencegahan ketidakakuratan di masa mendatang & membangun kepercayaan user pada data. • Berikut beberapa langkah kualitas data: – Struktur pengawasan data yang bertanggung jawab pada kualitas data. – Pengukuran kualitas data yang ada. – Definisi standar kualitas data yang disejajarkan dengan tujuan bisnis. – Implementasi alat & proses untuk memastikan kualitas data di masa depan.

7 • Beberapa tool yang dapat membantu dalam usaha kualitas data adalah software data profiling & software master data management (MDM). • Software data profiling mengumpulkan statistik, menganalisa sumber data & metadata yang ada untuk menentukan pola data, & membandingkan pola dengan standar perusahaan. Analisa ini membantu menilai kualitas dari data yang ada & mengidentifikasi sumber dari data kotor. • Software MDM membantu mencegah data kotor dengan mengkoordinasi data umum dalam beberapa sistem. MDM menyediakan kopi master dari entitas, seperti pelanggan, yang muncul dalam beberapa sistem dalam perusahaan.

8 Peran Database dalam Perusahaan • Struktur manajerial perusahaan terbagi menjadi 3 tingkat: manajemen tingkat atas membuat keputusan strategis, manajemen tingkat menengah membuat keputusan taktis, & manajemen operasional membuat keputusan kerja sehari-hari. • Keputusan operasional berjangka waktu pendek. Keputusan taktis mencakup waktu yang lebih panjang & mempengaruhi operasi skala besar. Keputusan strategis mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka waktu lama. • Oleh karena itu, DBMS harus memberikan pandangan data yang berguna & mendukung pengambilan keputusan untuk tiap level manajemen.

9 • Pada tingkat manajemen atas, database harus: – Menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk pembuatan keputusan strategis, perencanaan strategis, perumusan kebijakan, & definisi tujuan. – Menyediakan akses ke data eksternal & internal untuk mengidentifikasi kesempatan pertumbuhan & menggambarkan arah pertumbuhannya. (Arah mengacu pada sifat operasi misalnya perusahaan jasa, manufaktur, atau kombinasi keduanya). – Menyediakan kerangka kerja untuk mendefinisikan & memaksakan kebijakan organisasional yang diterjemahkan menjadi aturan bisnis pada tingkat yang lebih rendah dalam perusahaan. – Meningkatkan kemungkinan pengembalian investasi yang positif dengan mencari cara baru untuk mengurangi biaya & meningkatkan produktivitas dalam perusahaan. – Menyediakan umpan balik untuk mengawasi apakah perusahaan mencapai tujuannya.

10 • Pada tingkat manajemen menengah, database harus: – Menyediakan data yang dibutuhkan untuk keputusan taktis & perencanaan. – Mengawasi & mengendalikan alokasi & penggunaan sumber daya perusahaan & mengevaluasi kinerja dari tiap departemen. – Menyediakan kerangka kerja untuk memaksakan & memastikan keamanan & privasi data dalam database. Keamanan berarti melindungi data terhadap penggunaan secara sengaja maupun tidak sengaja oleh user yang tidak berwenang. Privasi adalah sampai sejauh mana individu & perusahaan memiliki hak untuk menentukan detail penggunaan data ( siapa, apa, kapan, dimana, & bagaimana).

11 • Pada tingkat manajemen operasional, database harus: – Mewakili & mendukung operasi perusahaan sedekat mungkin. Model data harus cukup fleksibel untuk menggabungkan semua data sekarang & masa depan. – Mengembalikan hasil query dalam tingkat kinerja yang ditentukan. Database harus mendukung respon cepat untuk transaksi yang banyak pada level manajemen operasional. – Memperbaiki operasi jangka pendek perusahaan dengan menyediakan informasi yang tepat waktu untuk dukungan pelanggan & untuk pengembangan aplikasi & operasi komputer.

12 Pertimbangan Khusus Mengenai Database • DBMS mencakup 3 aspek penting: – Teknologi – software & hardware DBMS. Mencakup pemilihan, instalasi, konfigurasi, & pengawasan DBMS untuk memastikan penyimpanan, akses, & keamanan data dapat ditangani dengan efisien. – Manajerial – fungsi administratif. Perencanaan matang harus dilakukan untuk menciptakan struktur organisasional yang sesuai & mengakomodasi tanggung jawab personil untuk mengelola sistem. – Budaya – Resistansi perusahaan untuk berubah. Dampak budaya muncul karena database menciptakan aliran informasi yang lebih terkendali & terstruktur.

13 Evolusi dari Administrasi Database • Administrasi data berawal dari desentralisasi pada sistem file. Biaya dari duplikasi manajerial data dalam sistem membangkitkan administrasi data terpusat yang dikenal dengan electronic data processing (EDP) atau data processing (DP) department. • Departemen DP bertugas mengarahkan semua sumber daya komputer untuk mendukung semua departemen pada tingkat operasional. • Administrator DP diberi otoritas untuk mengatur semua sistem file komputer seperti menyelesaikan konflik data & manajerial yang disebabkan oleh duplikasi & penyalahgunaan data. • Munculnya DBMS & pembagian pandangan data membawa departemen DP berkembang menjadi information system (IS) department.

14 • Tanggung jawab departemen IS mencakup: – Fungsi layanan untuk menyediakan dukungan manajemen data kepada end user. – Fungsi produksi untuk menyediakan solusi kebutuhan informasi melalui aplikasi terintegrasi atau sistem informasi manajemen kepada end user. • Seiring dengan berkembangnya aplikasi database, maka manajemen data menjadi lebih rumit, sehingga muncul administrasi database. Orang yang bertanggung jawab untuk mengendalikan database tersentralisasi disebut sebagai database administrator (DBA). • Posisi DBA bervariasi antar perusahaan, demikian juga penempatannya dalam struktur organisasi. Dalam struktur organisasi, fungsi DBA dapat didefinisikan baik sebagai staf atau sebagai garis. Dalam posisi staf, DBA mengambil peran konsultan; DBA dapat merancang strategi administrasi data tetapi tidak berwenang untuk memaksakannya atau menyelesaikan konflik yang ada. Dalam posisi garis, DBA memiliki tanggung jawab & wewenang untuk merencanakan, mendefinisikan, mengimplementasikan, & memaksakan kebijakan, standar, & prosedur administrasi data.

15 Posisi DBA

16 • Berdasarkan DBLC, fungsi DBA membutuhkan personil untuk melakukan aktivitas berikut: – Perencanaan database, mencakup definisi standar, prosedur, & aturan. – Pengumpulan kebutuhan database & desain konseptual. – Desain logis & transaksi database. – Desain fisik database & implementasinya. – Pengujian & debug database. – Operasi & pemeliharaan database, mencakup instalasi, konversi, & migrasi. – Pelatihan & dukungan database. – Pengawasan & manajemen kualitas data.

17 Organisasi Fungsional DBA

18 • Untuk berbagai kebutuhan operasi perusahaan, mungkin saja terdapat lebih dari 1 DBA. Koordinator dari semua DBA kadang dikenal sebagai systems administrator. • Adanya perkembangan tren terhadap spesialisasi dalam manajemen data, yaitu beberapa perusahaan membedakan antara DBA & data administrator (DA). • DA, juga dikenal sebagai information resource manager (IRM), biasanya melapor langsung ke manajemen atas & diberikan tanggung jawab & otoritas yang lebih besar dari DBA. • DA bertanggung jawab untuk mengendalikan semua sumber daya data perusahaan, baik yang terkomputerisasi & manual. • Bergantung pada struktur organisasi, DBA mungkin saja melapor ke DA, IRM, manajer IS, atau langsung ke CEO.

19 Beberapa DBA dalam Perusahaan

20 Perbedaan Aktivitas & Karakteristik DA & DBA Data Administrator (DA)Database Administrator (DBA) Melakukan perencanaan strategisMengendalikan & mensupervisi Menentukan tujuan jangka panjangMengeksekusi rencana untuk meraih tujuan Menentukan kebijakan & standarMemaksakan kebijakan & prosedur, & standar pemrograman Tugasnya luas dalam ruang lingkupTugasnya sempit dalam ruang lingkup Fokus pada jangka panjangFokus pada jangka pendek (operasi sehari-hari) Memiliki orientasi manajerialMemiliki orientasi teknis Tidak bergantung pada DBMSBergantung pada DBMS tertentu

21 • DA juga menentukan tujuan administrasi database yang didefinisikan oleh masalah seperti: – Pembagian & waktu ketersediaan data. – Konsistensi & integritas data. – Keamanan & privasi data. – Standar kualitas data. – Sejauh mana & jenis penggunaan data. • Tidak ada standar administratif umum antara DA & DBA. Gaya, tugas, posisi dalam perusahaan, & struktur internal bervariasi antar perusahaan. Banyak perusahaan yang mendistribusikan tugas DA ke DBA & manajer IS.

22 Aktivitas DBA

23 • User database dapat diklasifikasi menjadi kriteria berikut: – Jenis dukungan pembuatan keputusan yang dibutuhkan (operasional, taktis, atau strategis). – Tingkat pengetahuan komputer (novice, proficient, atau expert). – Frekuensi akses (casual, periodic, atau frequent). • DBA harus dapat berinteraksi dengan semua kriteria user, memahami kebutuhan masing- masing, menjawab pertanyaan pada semua tingkat keahlian, & berkomunikasi secara efektif.

24 Syarat Keahlian DBA MANAGERIALTECHNICAL Pemahaman bisnis yang luasLatar belakang pemrosesan data yang luas Keahlian koordinasiPengetahuan tentang SDLC Keahlian analisisMetodologi terstruktur: • DFD • Diagram struktur • Bahasa pemrograman Keahlian penyelesaian konflikPengetahuan tentang DBLC Keahlian komunikasi (oral & tertulis)Keahlian pemodelan & desain database: • Konseptual • Logis • Fisik Keahlian negosiasiKeahlian operasi: implementasi database, manajemen kamus data, keamanan, dsb

25 Peran Manajerial DBA • Sebagai manajer, DBA harus berkonsentrasi pada pengendalian & perencanaan administrasi database. Oleh karena itu ia bertanggung jawab untuk: – Mengkoordinasi, mengawasi, & mengalokasi sumber data administrasi database: orang & data. – Menentukan tujuan & merumuskan rencana strategis untuk administrasi database.

26 Aktivitas & Layanan DBA

27 • Layanan dukungan end user mencakup: – Mengumpulkan kebutuhan user. – Membangun kepercayaan end user. – Menyelesaikan konflik & masalah. – Menemukan solusi untuk kebutuhan informasi. – Memastikan kualitas & integritas dari data & aplikasi. – Mengatur pelatihan & dukungan untuk user DBMS.

28 • Layanan kebijakan, prosedur, & standar mencakup definisi, dokumentasi, & komunikasi 3 hal berikut sebelum dijalankan: – Kebijakan: pernyataan umum dari arahan & aksi yang mengkomunikasikan & mendukung tujuan DBA. Cth: semua user harus memiliki password & harus diganti tiap 6 bulan. – Standar: kebutuhan minimum dari aktivitas DBA yang diberikan; lebih detail & spesifik dibandingkan kebijakan. Standar adalah aturan yang mengevaluasi kualitas dari aktivitas. Cth: password harus memiliki min. 5 karakter & maks. 12 karakter, password tidak boleh menggunakan no. KTP, nama, & tgl lahir. – Prosedur: instruksi tertulis yang mendeskripsikan langkah yang harus diikuti selama menjalankan aktivitas yang diberikan. Prosedur harus dibuat dalam kondisi kerja yang ada & harus mendukung & memperbaiki lingkungan kerja. Cth: untuk membuat password, (1) end user mengirimkan permintaan tertulis untuk membuat akun ke DBA; (2) DBA menyetujui permintaan & meneruskannya ke operator komputer; (3) operator komputer membuat akun dengan password sementara, & mengirimkan informasi akun ke end user; (4) kopi dari informasi akun dikirimkan ke DBA; (5) user mengganti password sementara tersebut.

29 – Cakupan area yang membutuhkan prosedur antara lain: • Pengumpulan kebutuhan end user. • Desain & pemodelan database. • Aturan dokumentasi & penamaan. • Desain, pemrograman, & pengujian dari program aplikasi database. • Pemilihan software database. • Keamanan & integritas database. • Backup & pemulihan database. • Pemeliharaan & operasi database. • Pelatihan end user.

30 • Layanan keamanan, privasi, & integritas data digunakan untuk memaksakan kebijakan administrasi database yang didefinisikan sebelumnya. DBA harus bekerja sama dengan ahli keamanan internet untuk membangun mekanisme keamanan yang melindungi data dari penyerangan atau akses yang tidak berwenang.

31 • Layanan backup & pemulihan data mencakup: – Backup data & aplikasi secara berkala. – Identifikasi backup dengan baik. – Penyimpanan backup yang nyaman & aman. – Perlindungan fisik pada hardware & software. – Pengendalian akses ke software instalasi database. – Perlindungan asuransi untuk data dalam database. – Rencana pemulihan & kontijensi. – Program backup & pemulihan.

32 • Layanan distribusi & penggunaan data memastikan data didistribusikan ke orang yang tepat, pada waktu yang tepat, & dalam format yang benar. – Tugas ini sangat memakan waktu khususnya ketika kapasitas penyampaian data berdasarkan lingkungan pemrograman aplikasi, dimana user bergantung pada programmer untuk menyampaikan program yang mengakses database. – Cara untuk mengatasinya adalah dengan penggunaan tool query & antarmuka web yang baru. DBA dapat mengedukasi end user untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan tanpa tergantung pada programmer aplikasi tetapi harus dipastikan user mengikuti standar & prosedur yang sesuai.

33 Peran Teknis DBA • Mengevaluasi, memilih, & menginstal DBMS & program terkait. • Merancang & mengimplementasi database & aplikasi. • Menguji & mengevaluasi database & aplikasi. • Mengoperasikan DBMS, utilitas, & aplikasi. • Melatih & mendukung user. • Memelihara DBMS, utilitas, & aplikasi.

34 • Mengevaluasi, memilih, & menginstal DBMS & program terkait berdasarkan hal berikut: – Model DBMS – Kapasitas penyimpanan DBMS – Dukungan pengembangan aplikasi – Keamanan & integritas – Backup & pemulihan – Kontrol konkurensi – Kinerja – Tool administrasi database – Interoperabilitas & distribusi data – Portabilitas & standar – Hardware – Kamus data – Pelatihan & dukungan vendor – Tool pihak ketiga yang tersedia – Biaya

35 • Merancang & mengimplementasi database & aplikasi mencakup hal berikut: – Menyediakan layanan pemodelan & desain data ke end user. – Bekerja dengan programmer aplikasi untuk memastikan kualitas & integritas dari desain & transaksi database. Termasuk meninjau desain aplikasi database untuk memastikan transaksi benar, efisien, & sesuai dengan standar & aturan integritas. – Menyediakan asistensi selama desain fisik, mencakup menentukan & membuat ruang penyimpanan, loading data, konversi, & migrasi database. – Pembuatan, kompilasi, & penyimpanan dari rencana akses aplikasi. Rencana akses adalah serangkaian instruksi yang dihasilkan ketika aplikasi dijalankan yang menentukan bagaimana aplikasi akan mengakses database. – Menyetel & mengkonfigurasi DBMS baru.

36 • Menguji & mengevaluasi database & aplikasi mencakup hal berikut: – Aspek teknis dari aplikasi & database; backup & pemulihan, keamanan & integritas, penggunaan SQL, & kinerja aplikasi harus dievaluasi. – Evaluasi dari dokumentasi & prosedur tertulis untuk memastikannya akurat & mudah diikuti. – Mengamati standar penamaan, dokumentasi, & pengkodean. – Memeriksa konflik duplikasi data dengan data yang ada. – Pelaksanaan semua aturan validasi data.

37 • Mengoperasikan DBMS, utilitas, & aplikasi dapat dibagi menjadi 4 area utama: – Dukungan sistem mencakup semua tugas yang berhubungan langsung dengan operasi sehari-hari dari DBMS & aplikasinya. – Pengawasan & penyetelan kinerja untuk memastikan DBMS, utilitas, & aplikasinya tetap memiliki kinerja yang memuaskan. – Backup & pemulihan mencakup penjadwalan backup database & file log secara berkala kemudian menguji prosedur backup & pemulihan. – Audit & pengawasan keamanan mencakup pemberian hak akses yang sesuai & penggunaan hak akses yang benar oleh programmer & end user. DBA harus mencetak laporan jejak audit untuk menemukan pelanggaran keamanan yang terjadi.

38 • Melatih & mendukung user mencakup hal berikut: – Menyediakan pelatihan teknis untuk programmer aplikasi mengenai penggunaan DBMS & utilitasnya. – Menyediakan dukungan teknis sesuai permintaan untuk end user & programmer. – Menjalin hubungan baik dengan vendor DBMS untuk memastikan perusahaan memiliki sumber dukungan eksternal yang baik.

39 • Memelihara DBMS, utilitas, & aplikasi mencakup hal berikut: – Mengatur alat penyimpanan fisik atau sekunder yaitu mereorganisasi lokasi fisik dari data dalam database. – Upgrade software DBMS & utilitas. – Migrasi & konversi untuk data dalam format yang tidak sesuai atau untuk software DBMS yang berbeda.

40 Peran DBA dalam Cloud • Penggunaan layanan data berbasiskan cloud tidak menandakan akhir dari DBA tetapi memiliki dampak signifikan pada peran mereka, yaitu peran DBA berkurang dalam instalasi & pemeliharaan DBMS. • Layanan cloud menyediakan: – Instalasi & update DBMS. – Manajemen server/ jaringan. – Operasi backup & pemulihan. • Peran DBA dalam perancangan database, pengkodean, pengawasan kinerja database, & penyetelan database yang efektif & efisien tetap mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam menggunakan data & informasi sebagai sumber daya.

41 Keamanan • Mengacu pada aktivitas & ukuran untuk memastikan kerahasiaan, integritas, & ketersediaan sistem informasi & data. • Untuk mengamankan data, semua proses & sistem di sekitarnya, termasuk sistem hardware, aplikasi software, jaringan & alatnya, user internal & eksternal, prosedur, & data itu sendiri harus diamankan juga.

42 • Untuk memahami ruang lingkup dari keamanan data, pertimbangkan 3 tujuan keamanan berikut: – Kerahasiaan  memastikan data dilindungi dari akses yang tidak berwenang, & jika data diakses oleh user yang berwenang, pastikan data digunakan hanya untuk tujuan yang benar. Tingkat kerahasiaan terbagi menjadi : highly restricted, confidential, & unrestricted. – Integritas  menjaga data konsisten & bebas dari kesalahan atau anomali. – Ketersediaan  aksesibilitas data kapanpun dibutuhkan oleh user yang berwenang & untuk tujuan yang benar.

43 Kebijakan Keamanan • Adalah kumpulan standar, kebijakan, & prosedur yang dibuat untuk menjamin keamanan dari sistem & memastikan audit & kepatuhan. • Proses audit keamanan diawali dengan mengindentifikasi kerentanan keamanan dalam infrastruktur sistem informasi perusahaan & mengidentifikasi ukuran untuk melindungi sistem & data dari kerentanan tersebut.

44 Kerentanan Keamanan • Kerentanan keamanan adalah kelemahan dalam komponen sistem yang dapat dieksploitasi untuk akses tidak berwenang atau menyebabkan gangguan layanan. • Berikut kategori kerentanan keamanan: – Teknikal, mis cacat dalam OS atau browser web. – Manajerial, mis perusahaan mungkin tidak mengedukasi user mengenai masalah keamanan kritis. – Budaya, user mungkin menyembunyikan password di bawah keyboard atau lupa menghancurkan laporan rahasia. – Prosedural, prosedur perusahaan mungkin tidak membutuhkan password rumit atau memeriksa ID user.

45 • Ketika kerentanan keamanan dibiarkan, maka itu dapat menjadi ancaman keamanan. Ancaman keamanan adalah potensi pelanggaran keamanan. • Pelanggaran keamanan muncul ketika ancaman keamanan dieksploitasi untuk membahayakan integritas, kerahasiaan, atau ketersediaan sistem. • Pelanggaran keamanan dapat menyebabkan database dimana integritasnya menjadi: – Preserved  tidak membutuhkan pemulihan data. – Corrupted  database harus dipulihkan ke kondisi konsisten.

46 Keamanan Database • Mengacu pada fitur DBMS & ukuran terkait lainnya yang sesuai dengan kebutuhan keamanan perusahaan. • Melindungi data dalam database adalah fungsi dari manajemen otorisasi. Manajemen otorisasi mendefinisikan prosedur untuk melindungi & menjamin keamanan & integritas database.

47 • Prosedur tersebut mencakup: – Manajemen akses user  membatasi akses ke database mencakup prosedur berikut: • Mendefinisikan tiap user ke database. • Memberikan password ke tiap user. • Mendefinisikan kelompok user. • Memberikan hak akses  menggunakan perintah SQL GRANT & REVOKE. • Mengendalikan akses fisik. – Definisi view – Pengendalian akses DBMS – Pengawasan pemakaian DBMS  menggunakan log audit.

48 Kamus Data • Dua jenis kamus database: – Integrated  fitur dalam DBMS & metadatanya terbatas pada data yang dikelola oleh DBMS. – Standalone  dari pihak ketiga & lebih fleksibel sehingga DBA dapat mendeskripsikan & mengelola semua data perusahaan, baik terkomputerisasi atau tidak. • Dapat juga diklasifikasikan menjadi: – Aktif  diupdate secara otomatis oleh DBMS sehingga informasinya selalu up to date. – Pasif  tidak diupdate secara otomatis & perlu menjalankan proses batch. • Fungsi utama kamus data adalah untuk menyimpan deskripsi dari semua objek yang berinteraksi dengan database.

49 • Kamus data biasanya menyimpan deskripsi sbb: – Elemen data – Tabel – Indeks – Database – End user & administrator dari database – Program yang mengakses database – Otorisasi akses untuk semua user dari database – Hubungan antar elemen data

50 Mengembangkan Strategi Administrasi Data • Strategi administrasi data tidak boleh bertentangan dengan rencana sistem informasi. Rencana ini diturunkan dari analisis secara mendetail dari tujuan perusahaan, kondisi atau situasi, & kebutuhan bisnisnya. • Beberapa metodologi tersedia untuk memastikan kesesuaian antara rencana administrasi data dengan sistem informasi & membimbing pengembangan rencana strategis  information engineering (IE). • IE dapat menerjemahkan tujuan strategis perusahaan menjadi data & aplikasi yang membantu perusahaan mencapai tujuannya. • IE berfokus pada deskripsi dari data perusahaan bukan pada proses karena tipe data bisnis akan tetap sama/ stabil, tetapi proses sering berubah & membutuhkan modifikasi berkala dari sistem yang ada. • Output dari proses IE adalah information systems architecture (ISA) yang menjadi dasar untuk perencanaan, pengembangan, & pengendalian dari sistem informasi masa depan.

51 Faktor Pendorong Pengembangan ISA

52 • Berikut critical success factor untuk keberhasilan dari strategi sistem informasi & administrasi data: – Komitmen manajemen – Analisis mendalam dari situasi perusahaan – Keterlibatan end user – Standar yang ditentukan – Pelatihan – Proyek percontohan

53 Review Materi • Mahasiswa mempraktikkan perintah SQL untuk membuat user, memberikan hak akses user, backup & restore database, ekspor & impor data menggunakan MySQL.

54


Download ppt "Keamanan & Administrasi Database Pertemuan Minggu Ke-11."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google