Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website :

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website :"— Transcript presentasi:

1 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website :

2 SATU FAKTA PERTANIAN NASIONAL Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : “most units operating in agriculture sector are small, unorganized and inarticulate, they are unable to exert any political pressure. Concentration of landholding and absence of democratic processes worsens their position even further. The result is the vicious circle of neglect and poverty of these sectors and their inability to finance investments in improved technology” (Chapra, 1993 p. 106)

3 FAKTA 1 Negara Indonesia * Thailand Costa Rica Uruguay Perbandingan Tingkat Kemiskinan Perdesaan, (% dari Populasi Total Perdesaan) Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : *Sekitar 20 juta orang di desa berpenghasilan kurang dari Rp per hari Sumber: Statistik Bank Dunia, 2013

4 Fakta 2A Negara Indonesia Malaysia Thailand China USA Perbandingan Jumlah TK di Sektor Pertanian, (% dari Populasi Total Indonesia) Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Sumber: Statistik Bank Dunia, 2013

5 Fakta 2B SENSUS JUMLAH RT PERTANIAN 2003 DAN 2013 BERDASARKAN PENGUASAAN LUAS LAHAN Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Sumber: BPS, 2014 Luas Lahan (m 2 ) < – – – – – > Total

6 Fakta 3 Negara Indonesia Malaysia Thailand China USA Perbandingan Pangsa Pertanian terhadap PDB, (% dari Total PDB) Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Sumber: Statistik Bank Dunia, 2013

7 Fakta 4 Negara Indonesia Malaysia 5,774.95,930.56,286.96,431.86,679.57,170.5 Thailand China USA 45, , , , ,369.5 Perbandingan Nilai Tambah per TK Sektor Pertanian, (US $, HD 2000) Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Sumber: Statistik Bank Dunia, 2013

8 Fakta 5 Perbandingan Arable Land (Ha per Orang), 2011 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Most populous countries have least room to expand Sumber: Statistik Bank Dunia, 2013

9 Balance Sheet Beberapa Komoditas Pangan Penting, 2011 NoNoKomoditasImporProduksi Domestik Rasio Impor terhadap Produksi DN Konsumsi Langsung Konsumsi Industri 1Beras 2, , , , (860.76)(13.81)(744.17)(13.81) 2Jagung 3, , , , (717.83)(25.90)(549.57)(26.22)(23.50) 3Gandum 5, , (25.31)(26.91)(-1.26)-- 4Kedelai 2, , , (77.36)(50.59)(17.77)(50.89)(46.45) 5Jeruk , , (57.06)(-21.84)(100)(-21.84) 6Brambang (25.35)(7.27)(16.85)(7.27) 7Kentang , (608.13)(-3.08)(630.63)(-3.08) 8Cabai Merah , , (42.48)(29.84)(9.74)(29.84) 9Sapi (42.59)(26.96)(12.32)(26.96) 10Susu 2, , , (41.95)(64.56)(-13.74)(64.56)- NB: ( ) Pertumbuhan Sumber: Kementan (2012) Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Fakta 6

10 Sumber Kementerian Pertanian (2014) Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Fakta 7: Impor 2013 SubsektorKomoditasVolume (Kg)Nilai (US$) Tanaman Pangan Gandum Kedelai Jagung Kacang Tanah Beras Ubikayu Hortikultura Bawang Putih Jeruk Anggur Apel Pear Kentang Tanaman Perkebunan Kapas Tembakau Coklat Gula tebu Peternakan Susu Butter Daging Sapi Daging Lembu T O T A L

11 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : SubsektorKomdoditasVolume (Kg)Nilai (US$) Tanaman Pangan Hortikultura Tanaman Perkebunan Peternakan T O T A L Sumber Kementerian Pertanian (2014) Fakta 8: Ekspor 2013

12 Pangsa Ekspor Indonesia terhadap Total Perdagangan Pertanian Dunia (% dari Total), 2010 Fakta 9 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Komoditas Negara ChinaIndonesiaMalaysiaPhilippinesSingaporeThailand Minyak dan Lemak hewan0,5610,5317,621,870,970,49 Kopi, teh, rempah- rempah5,124,690,500,011,660,28 Kayu4,634,48 0,240,270,95 Perikanan7,413,410,810,680,794,48 Karet3,772,903,330,150,975,54 Sumber: UN Comtrade, 2011

13 Buah Kering Pisang Nanas Rambutan dan Nagka Rebung Paria Fakta10 Produk Olahan dari Philippines dan Thailand di Pasar Modern Timur Tengah Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website :

14 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : NegaraDagingTelurBuahBeras Indonesia Thailand Philippines Malaysia Perbandingan Konsumsi per Kapita Beberapa Pangan Penting (Kg/Tahun), 2008 Sumber: FAO, 2010 Fakta 11

15 DUA BEBERAPA TANTANGAN KE DEPAN Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website :

16 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : 56% 32% 4% 8% Distribusi Penduduk Dunia Tahun 2025 Sumber: 21 st Century Beef Club

17 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Dampak Perubahan Iklim Sumber: 21 st Century Beef Club •Perubahan temperatur: semakin kering atau semakin basah •Kenaikan permukaan laut (0,3 s.d. 2.8 kaki) tahun 2100, lebih banyak badai dan hari-hari kering •Peningkatan serangan OPT •Penurunan produktivitas pangan

18 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Bali Package MC Perdagangan Bebas: Kesepakatan Global

19 19 expanding to Eastern Europe expanding to Latin America Kesepakatan Regional Sumber: CIA Fact book (2007) NAFTA Population: 445 million GDP: US$ trillion EU Population: 491 million GDP: US$ trillion CHINA Population: billion GDP PPP: US$ trillion JAPAN Population: 127 million GDP PPP: US$ 4.29 trillion ASEAN Population: million GDP: US$ billion FTA Canada – Chile 1997 FTA : Chile – Mexico 1999 FTA : USA – Chile 2004 FTA : USA – Singapore 2004 FTA : USA – Australia 2005 FTA : Mexico – Japan 2005 FTA : Chile – Brunei – NZ – Singapore 2006 MERCOSUR Argentina, Brazil, Paraguay, Uruguay FTAA (by 2005) under negotiation NAFTA U.S.A., Canada, Mexico SAPTA Bangladesh, Bhutan, India, Maldives, Nepal, Pakistan, Sri Lanka China - ASEAN FTA ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP) Japan-Korea FTA (under negotiation) Japan-Mexico EPA (signed agreement) Japan’s Bilaterals: •Japan-Singapore EPA •Japan-Philippines EPA •Japan-Thailand EPA •Japan-Malaysia EPA •Japan-Indonesia EPA AFTA Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapore, Thailand, Brunei, Vietnam, Laos, Myanmar, Cambodia India - ASEAN FTA EU-MEXICO FTA EU 25 countries ACP-EU Countries in Africa and the Caribbean (approx. 70 countries) Japan- Mexico EPA (signed agreement) Japan-Korea-China FTA (under negotiation) Australia-New Zealand-ASEAN FTA Korea - ASEAN FTA 19

20 1991 AFTA Asean Economic Community 1996 China as official partner of ASEAN Sumber: Sekjend Kemenperiind, Country Leaders agreed for AFTA 2000 Country Leaders Idea of AC-FTA 2001 ASEAN China Eco Expert Group 2002 AC-FTA was signed 2003 Bali Concord: proposal for AEC 2007 AEC acceleration from 2020 ke AEC 4 pillars: single market and prod base, competitive eco dev, equitable eco dev, integration into global eco % for common effective prefential tariff: CEPT-AFTA Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website :

21 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Dinamika Permintaan Pangan < $1 per hari $1-2 per hari $2-10 per hari >$10 per hari 20% populasi dunia (2/3r mengalami kelaparan dan malnutrisi) 27% populasi dunia (Masalah kelaparan selesai saat pendapatan $2) Jasa Produk olahan Produk peternakan Komoditas Sumber: 21 st Century Beef Club

22 Bagaimana menggeser kurva Agribisnis sehingga menjadi leptocurtic:  Menignkatkan kuantitas  Menjamin kontinuitas  Mengurangi diversitas kualitas In Summary Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website :

23 TIGA PERAN EKONOMI ISLAM DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN INDONESIA Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Some criteria for a good government: 1.the government is accountable to God 2.the government should be accountable to the people 3.the prevalence of a general atmosphere of shura (consultation) 4.the equality of all before law, and enforcement of incorruptible justice (Chapra, 1993 p )

24 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : UU 18/2012: Pangan Pasal 3 Penyelenggaraan Pangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang memberikan manfaat secara adil, merata, dan berkelanjutan berdasarkan Kedaulatan Pangan, Kemandirian Pangan dan Ketahanan Pangan Perangkat Regulasi Terkini

25 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : UU 18/2012: Pangan Perangkat Regulasi Terkini Pasal 1 Ked aulatan Pangan adalah hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan Pangan yang menjamin hak atas Pangan bagi rakyat dan yang memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem Pangan yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal

26 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : UU 13/2010: Hortikultura Perangkat Regulasi Terkini Pasal 100 (2) Penanaman modal asing hanya dapat dilakukan dalam usaha besar hortikultura (3) Besarnya penanaman modal asing dibatasi paling banyak 30% (tiga puluh persen)

27 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : UU 18/2012: Pangan Perangkat Regulasi Terkini Pasal 1 Kemandirian Pangan adalah kemampuan negara dan bangsa dalam memproduksi Pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan Pangan yang cukup sampai di tingkat perseorangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara bermartabat

28 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : UU 18/2012: Pangan Perangkat Regulasi Terkini Pasal 1 Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya Pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan

29 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : UU 18/2012: Pangan Perangkat Regulasi Terkini Pasal 1 Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya Pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan

30 FAO’s View on Food Security At national level, food security can be enhanced by increased national production and increased imports High food import trends need not be a negative development when associated with increased ability to pay for imports through export earnings Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Ketahanan Pangan?

31 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Tinjauan dari Ekonomi Islam U. Chapra, 1993: “the well-being (falah) of all human is the principal goal of Islam” --- maqasid al-Shari’ah “development with justice is realized through the need-fulfillment of all, equitable distribution of income and wealth, full employment, and environmental protection”

32 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Tinjauan dari Ekonomi Islam 1.Sektor pertanian atau industri bukan merupakan alternatif pilihan. Keduanya bersifat komplementer dalam penyediaan input produksi dan output. Isu yang harus dibahas bukan pertanian atau industri tetapi kesejahteraan masyarakat. 2.Baik strategi substitusi impor maupun promosi ekspor (sesama negara Islam?) keduanya diperlukan; meskipun besar peran keduanya berbeda tergantung pada fase pembangunan. Tidak ada alasan untuk memperkuat atau melemahkan salah satunya. Sering strategi substitusi impor memperkaya sebagian kecil pihak. Sumber: Chapra, p 30

33 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Agribisnis sebagai Sistem Penyediaan Input Produksi Budidaya (on-farm) Pengolahan dan Pemasaran The success of each part depends upon the proper functioning of the other two Impor tray, palstik UV dari Australia

34 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Tinjauan dari Ekonomi Islam 3.Jika pemerataan adalah tujuan utama pembangunan, maka strategi substitusi impor penting saat fase awal untuk mendukung sektor pertanian dan UMKM. 4.Banyak industri skala besar bersifat substitusi impor yang berkembang menghasilkan barang konsumtif, barang mewah yang bersifat sarat modal. 5.Reforma agraria yang populer di Jepang, Korsel dan Taiwan setelah PD II berdampak langsung pada pemerataan pendapatan di perdesaan dan mengurangi kesenjangan kota-desa. Sumber: Chapra, p 30-31

35 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : UU 19/2013: Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Perangkat Regulasi Terkini Pasal 56 1.Konsolidasi lahan Pertanian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (2) huruf a merupakan penataan kembali penggunaan dan pemanfaatan lahan Konsolidasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui: a.pengendalian alih fungsi lahan Pertanian; dan b. pemanfaatan lahan Pertanian yang terlantar Isu: Gunawan Wiradi mempertanyakan pembayaran sewa ke negara (kharaj) pada pasal 59: cukup ‘usyur/zakat?

36 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Tinjauan dari Ekonomi Islam 6.Penyebab utama rendahnya dayasaing pertanian di negara Islam adalah kurangnya infrastruktur (jalan, sekolah, listrik, kesehatan) karena kurangnya keberpihakan pada penganggaran pertanian. Negara maju menerapkan subsidi secara tidak langsung terhadap pertanian, sebaliknya negara berkembang menerapkan kebijakan nilai tukar yang overvalued serta kebijakan harga pangan murah untuk menghindari inflasi 7.Selain infrastruktur, sebagian besar petani dan UMKM memiliki akses yang sangat terbatas terhadap pembiayaan pertanian. Ijon masih sangat dominan Sumber: Chapra, p 79

37 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Keberpihakan Pemerintah terhadap Pertanian? Total APBN 2012: Rp 1.418,5 T (17,5 % PDB) Alokasi Manajemen 7, , , , , ,717.5 Subsidi 13, , , , ,300.6 Fertilizer 6, , , , , ,944.0 Seed , , Credit Food Security 6, , , , , ,607.1 DAK 1, , , ,879.6 Total 22, , , , , ,897.3 Alokasi Fiskal untuk Pertanian, (Rp Milyar)

38 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Kebijakan Fiskal: Pro Pertanian?

39 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : SIKUH untuk Pembiayaan SALAM

40 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Tinjauan dari Ekonomi Islam 8.Pengelolaan usahatani dengan pola bagi hasil yang sudah banyak dikenal dalam budaya Indonesia (‘urf: maro, nengah, mertelu) perlu dilestarikan karena banyak yang sejalan dengan prinsip Syari’ah seperti mukharabah, muzara’ah dan musaqah. Perbaikan perlu dilakukan seperti akad yang harusnya tertulis. Sistem bagi hasil (profit-sharing) terbukti mampu meningkatkan produktivitas

41 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Tinjauan dari Ekonomi Islam 1.Blanchflower and Oswald (1987) dalam Oxford Economic Paper menyampaikan bahwa Pemerintah UK mengusulkan sistem bagi hasil sebagai alternatif dalam sistem renumerasi. Ada 2 bentuk: bagi hasil tunai (berdasarkan output) dan bagi hasil dalam bentuk saham kepemilikan. Sistem bagi hasil diterapkan 5% perusahaan di negara-negara OECD 2.Di California, sistem bagi hasil diterapkan oleh perusahaan pertanian untuk fair compensation farm labour management “Farmworkers put their bodies at risk every day. They deserve fair compensation for the difficult and valuable work they perform”

42 Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website : Tinjauan dari Ekonomi Islam 3.Meng (ANU, 2002) menyatakan kesenjangan upah di kota dan desa di China disebabkan oleh sistem bagi hasil hanya diterapkan oleh perusahaan di kota (dalam rangka maks profit) namun tidak di desa 4.Kato (IZA Germany, 2010) mengamati di Koreaq implementasi sistem bagi hasil dapat meningkatkan produktivitas pekrja sebesar 10 persen, juga lebih baik daripada penerapan insentif tim atau kepemilikan saham

43 FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN IPB DARMAGA - BOGOR, TELP: Website - جزاك اللهُ خيراً


Download ppt "Member of FACULTY OF ECONOMICS AND MANAGEMENT IPB Website :"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google