Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PEMANFAATAN E-JOURNAL DALAM PUBLIKASI ILMIAH Disampaikan Oleh: Dr. SUTIKNO, S.T., M.T. Disampaikan Oleh: Dr. SUTIKNO, S.T., M.T. WORKSHOP PENGELOLAAN E-JOURNAL.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PEMANFAATAN E-JOURNAL DALAM PUBLIKASI ILMIAH Disampaikan Oleh: Dr. SUTIKNO, S.T., M.T. Disampaikan Oleh: Dr. SUTIKNO, S.T., M.T. WORKSHOP PENGELOLAAN E-JOURNAL."— Transcript presentasi:

1 PEMANFAATAN E-JOURNAL DALAM PUBLIKASI ILMIAH Disampaikan Oleh: Dr. SUTIKNO, S.T., M.T. Disampaikan Oleh: Dr. SUTIKNO, S.T., M.T. WORKSHOP PENGELOLAAN E-JOURNAL UNIVERSITAS MUHAMADIYAH SEMARANG 2012

2 APA LANDASAN HUKUM PENGEMBANGAN E-JOURNAL UNIVERSITAS ?

3 Pasal 7 (2) Pimpinan Perguruan Tinggi wajib mengunggah secara elektronik semua karya ilmiah mahasiswa/dosen/peneliti/tenaga kependidikan yang telah dilampiri pernyataan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melalui portal Garuda (Garba Rujukan Digital) sebagai titik akses terhadap karya ilmiah mahasiswa/dosen/ peneliti/tenaga kependidikan Indonesia, atau portal lain yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NO. 17 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PLAGIAT DI PERGURUAN TINGGI PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NO. 17 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PLAGIAT DI PERGURUAN TINGGI

4 Pasal 9 (1) Karya ilmiah yang digunakan untuk pengangkatan awal atau kenaikan jabatan fungsional dan kenaikan pangkat peneliti/tenaga kependidikan selain harus memenuhi ketentuan Pasal 7 juga harus dilakukan penilaian sejawat sebidang (peer review) oleh paling sedikit 2 (dua) orang sejawat sebidang yang memiliki jabatan fungsional dan kualifikasi akademik yang setara atau lebih tinggi dari jabatan fungsional dan kualifikasi akademik peneliti/tenaga kependidikan yang diusulkan. (2) Penilaian sejawat sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan pada saat usul pengangkatan awal atau kenaikan jabatan fungsional tersebut diproses pada perguruan tinggi yang bersangkutan.

5 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG TERBITAN BERKALA ILMIAH PASAL 1: Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1.Terbitan berkala ilmiah adalah bentuk pemberitaan atau komunikasi yang memuat karya ilmiah dan diterbitkan secara berjadwal dalam bentuk tercetak dan/atau elektronik. PASAL 8: Terbitan berkala ilmiah diakreditasi apabila memenuhi syarat- syarat sebagai berikut: f. Diterbitkan secara tercetak dan secara elektronik melalui jejaring teknologi informasi dan komunikasi;

6 PERATURAN DIRJEN DIKTI KEMENDIKNAS RI NO. 49/DIKTI/Kep/2011 TENTANG PEDOMAN AKREDITASI TERBITAN BERKALA ILMIAH Tabel 9 Disinsentif Variabel 4 Portal elektronik, Indikator: Tidak mengunggah jurnalnya dalam portal elektronik nasional. (-4) B. TATA CARA PENGAJUAN 5. Meskipun akreditasi terbitan berkala ilmiah elektronik yang memenuhi norma yang berlaku tidak dibedakan dari terbitan berkala ilmiah tercetak, dan untuk pemrosesan pengakreditasiannya melampirkan cetaknya seperti tertampilkan di layar monitor.

7 PEDOMAN OPERASIONAL PENILAIAN ANGKA KREDIT KENAIKAN JABATAN FUNGSIONAL DOSEN KE LEKTOR KEPALA DAN GURU BESAR HALAMAN 14, 5.4. Majalah ilmiah internasional adalah majalah ilmiah yang terbit pada Negara lain yang memiliki reputasi yang tidak diragukan atau majalah ilmiah nasional terakreditasi yang menurut penilaian Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi disamakan dengan majalah internasional yaitu yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a.Editorial Board (Dewan Redaksi) adalah pakar di bidangnya dan berasal dari berbagai negara serta berdomisili di negara masing- masing. b.Bahasa yang digunakan adalah Bahasa PBB (Inggeris, Perancis, Arab, Rusia, dan Cina) dan artikel ilmiah berasal dari penulis berbagai negara. c.Terbit secara teratur atau berkesinambungan serta beredar di berbagai negara.

8 HALAMAN 16, 1.Artikel yang dimuat dalam jurnal elektronik (e-journal) yang bereputasi disetarakan dengan artikel yang dimuat dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi. Syarat-syarat untuk jurnal elektronik sama dengan syarat- syarat yang diperlukan untuk jurnal ilmiah nasional terakreditasi. HALAMAN 16, 1.Artikel yang dimuat dalam jurnal elektronik (e-journal) yang bereputasi disetarakan dengan artikel yang dimuat dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi. Syarat-syarat untuk jurnal elektronik sama dengan syarat- syarat yang diperlukan untuk jurnal ilmiah nasional terakreditasi. SURAT EDARAN DIRJEN DIKTI NO. 739/E/C/2011 TENTANG PERPANJANGAN BATAS USIA PENSIUN GURU BESAR “2. Karya ilmiah yang dipersyaratkan tersebut yakni karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional dan yang terdaftar pada Scopus atau yang setara.” SURAT EDARAN DIRJEN DIKTI NO. 739/E/C/2011 TENTANG PERPANJANGAN BATAS USIA PENSIUN GURU BESAR “2. Karya ilmiah yang dipersyaratkan tersebut yakni karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional dan yang terdaftar pada Scopus atau yang setara.”

9 SURAT EDARAN DITJEN DIKTI NO. 2050/E/T/2011 TENTANG KEBIJAKAN UNGGAH KARYA ILMIAH DAN JURNAL

10 SURAT EDARAN DITJEN DIKTI NOMOR 152/E/T/2012 TENTANG PUBLIKASI KARYA ILMIAH

11  Original research paper, full length paper  Letters to editor, rapid communication, short communication, brief report  Review article, topical review, (artikel konseptual)  Translated paper (Perlu ijin penulis, Perlu hati-hati)  Book review (Misalnya Buku Referensi dengan Topik up to date)  Tutorial, technical progress report  Case studies JENIS-JENIS MAKALAH ILMIAH

12  Jurnal online adalah jurnal ilmiah berbentuk cetak yang ditransformasi ke teknologi informasi. Ada keterbukaan informasi juga di sini. Jadi ini jurnal cetak yang digitalkan, penerbitan manual. Ada juga jurnal elektronik atau e-journal. Jenis ini ada yang ada bentuk cetaknya, dan ada yang tidak. Jadi, administrasi sampai review itu pakai proses elentronik, begitu juga dengan penerbitannya.  Menurut Nuh, kendala keterbatasan jurnal bisa diatasi dengan membuat jurnal baru atau menghidupkan kembali jurnal yang mati suri. Kendala biaya bisa diatasi dengan mengembangkan jurnal online.

13  Pembentukan gugus pengembang jurnal di masing-masing fakultas dan lembaga (Dewan Editor, Journal manager, Lay outer pada tiap prodi)  Sosialisasi dan koordinasi (segera dilaksanakan)  Pemberian dukungan dana  Persiapan pendaftaran jurnal-jurnal baru  Pemilihan nama e-journal pada masing-masing prodi  Pendaftaran issn e-journal masing-masing prodi  Pembuatan cover-cover jurnal baru  Pembangunan website e-journal prodi terintegrasi e-journal Universitas  Pelatihan pengoperasian open journal system  Pelatihan lay out journal  Pelatihan penulisan artikel ilmiah kepada dosen dan mahasiswa  Sosialisasi pemanfaatan e-journal sebagai sumber rujukan skripsi, thesis dan disertasi  Pembimbingan penulisan skripsi, thesis dan disertasi sampai penulisan artikel sesuai standar lay out masing-masing jurnal prodi  Proses article submission (Collecting)  Pengunggahan artikel (Uploading) KERANGKA IMPLEMENTASI

14  Melengkapi formulir permohonan online di halaman Formulir permohonan ISSN baru.  Catat nomor ID serta kata-sandi yang diberikan melalui yang tercatat di formulir pendaftaran dan simpan dengan baik, nomor ID dan kata sandi digunakan untuk login.  Mengunggah seluruh data elektronik yang dipersyaratkan untuk pengajuan ISSN.  Pemohon tidak perlu mengirimkan dokumen-dokumen fisik. PROSEDUR PENGAJUAN ISSN

15 Melunasi pembayaran biaya administrasi sebesar Rp ,- langsung ke rekening: a/n PDII LIPI No Bank Mandiri Cabang Graha Citra Caraka Kantor Telkom Pusat, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Nomor dan kodebar ISSN bisa diketahui dan diunduh langsung dari halaman status pemohon setelah seluruh proses selesai dan disetujui. Perubahan kodebar akibat variasi terbitan (nomor terbitan, perubahan harga, dsb) bisa dilakukan sendiri oleh pemohon dengan mengganti 2 angka terakhir sesuai dengan aturan ISSN.

16 Terbitan memenuhi syarat kelengkapan minimum : Halaman sampul depan terbitan berkala lengkap dengan penulisan volume, nomor, dan tahun terbit. Halaman daftar isi. Halaman daftar Dewan Penyunting. Biaya administrasi pengurusan nomor ISSN. Seluruh dokumen disiapkan dalam bentuk data elektronik dengan format PDF dan dikompres dengan format ZIP. Untuk media elektronik bisa digantikan dengan tampilan situs yang memuat informasi terkait. Setiap nomor ISSN hanya diperuntukkan bagi 1 (satu) judul terbitan pada satu media. Nomor ISSN yang sama terus berlaku selama judul terbitan dan medianya tidak berubah. Terbitan yang diterbitkan pada beberapa media berbeda (misal: cetak dan elektronik) wajib mengajukan ISSN untuk setiap media. PERSYARATAN PENGAJUAN ISSN

17  Penyedia Jurnal sekarang sudah beralih dari media cetak ke media elektronik.  Sumber rujukan elektronik memiliki banyak keunggulan aplikasi (kemudahan akses, kemudahan interconnections antar perpustakaan dan penyedia jurnal, kelengkapan sumber pustaka, kemudahan pencegahan dan penanggulangan tindakan plagiat, kemudahan komunikasi antara peneliti, dll)  Banyak perguruan tinggi di dunia sudah memanfaatkan e- journal  Beberapa Perguruan Tingi di Indonesia seperti (UGM, UNDIP, ITB, IPB, UI, USU, dll) sudah berlangganan penyedia e-journal bereputasi

18  DIKTI SUDAH MELANGGAN 3 PENYEDIA JURNAL-JURNAL INTERNASIONAL YAITU HEBSCO, GALE, DAN PROQUEST  YANG SUDAH DILAKUKAN PENGEMBANG JURNAL ADALAH MENAUTKAN WEBSITE PENGEMBANG JURNAL DENGAN PENYEDIA E-JOURNAL INTERNASIONAL GRATIS (Lihat dan ).http://journal.unnes.ac.id/web  PEMANFAATAN JURNAL SEBAGAI SUMBER BACAAN DI DALAM MENYUSUN KARYA ILMIAH DI PERGURUAN TINGGI INDONESIA MASIH RENDAH, PADAHAL PENILAINAN SUBSTANSI ISI PADA AKREDITASI JURNAL MEMILIKI SCORE MAKSIMUM PALING TINGGI. SUBSTANSI ISI SANGAT DITENTUKAN OLEH JUMLAH DAN MUTU BACAAN PRIMER SEPERTI JURNAL DAN RUMUSAN NASKAH PATENT.

19 CARA MENCARI JEJAK TOPIK-TOPIK ARTIKEL YANG BERKAITAN:  MENGGUNAKAN KATA KUNCI DARI ARTIKEL YANG SUDAH DITEMUKAN  MENELUSURI ARTIKEL-ARTIKEL YANG TERTULIS PADA DAFTAR PUSTAKA ARTIKEL YANG SUDAH KITA MILIKI  PADA JURNAL INTERNASIONAL YANG BEREPUTASI SUDAH ADA TAUTAN DENGAN ARTIKEL-ARTIKEL PADA JURNAL LAIN YANG BERKAITAN

20 Nanotechnology Journal (IOP)

21 MENGAPA PERLU OPEN ACESS JOURNALS ?  BERLANGGANAN JURNAL SANGAT MAHAL  INSTITUSI BELUM BERLANGGANAN  PERLU USAHA-USAHA UNTUK MENCARI SOLUSI, MISALNYA DENGAN MEMANFAATKAN OPEN ACCESS JOURNALS  BANYAK UNIVERSITAS YANG TELAH MEMANFAATKAN OPEN ACCESS JOURNALS

22 Open access journals (sometimes called the "gold road to open access") are one of the two general methods for providing open access. The other one (sometimes called the "green road") is self-archiving in a repository. The publisher of an open access journal is known as an "open access publisher", and the process, "open access publishing".open accessself-archivingrepositoryopen access publishing In successively looser senses, open access journals may be considered to be: Journals entirely open access  Journals with research articles open access (hybrid open access journals)  Journals with some research articles open access (hybrid open access journals)  Journals with some articles open access and the other delayed access  Journals with delayed open access (delayed open access journals)  Journals permitting self-archiving of articles

23 Open access journals divide into those that charge publication fees and those that do not. Fee-based open access journals Fee-based open access journals require payment on behalf of the author. The money might come from the author but more often comes from the author's research grant or employer. In cases of economic hardship, many journals will waive all or part of the fee. (This generally includes instances where the authors come from a less developed country).research grantless developed country Journals charging publication fees normally take various steps to ensure that editors conducting peer review do not know whether authors have requested, or been granted, fee waivers, or to ensure that every paper is approved by an independent editor with no financial stake in the journal.

24 CONTOH OPEN ACCESS JOURNALS s

25 MENGAPA PERLU MEMBANGUN ONLINE SYSTEM JOURNAL ?  KERJA EDITORIAL DAPAT DILAKUKAN SECARA TERINTEGRASI  MEMUDAHKAN PENGARSIPAN DAN MERINGANKAN KERJA KETATAUSAHAAN  MENINGKATKAN ASPIRASI WAWASAN BERKALA DARI TINGKAT LOKAL KE TINGKAT NASIONAL DAN JIKA DITULIS DALAM BAHASA INGGERIS DAPAT MENCAPAI TINGKAT INTERNASIONAL  JURNAL MUDAH DIINTERNASIONASIONALISASI: DGN MELIBATKAN EDITOR DAN REVIEWER INTERNASIONAL  MEMUDAHKAN KETERLIBATAN AKTIF KERJA PENYUNTING  MENINGKATKAN DAMPAK ILMIAH BERKALA  MEMPERLUAS JARINGAN SUMBER NASKAH  MEMUDAHKAN PEMERIKSAAN KASUS PLAGIARISM DAN MUDAH TERHUBUNG DENGAN CROSSREFF SYSTEM, DOI  MENINGKATKAN PERINGKAT WORLD CLASS UNIVERSITY (WCU)  PEMBAYARAN DAN PENJUALAN DAPAT DILAKUKAN SECARA ONLINE

26 JURNAL:  ONLINE SYSTEM JOURNAL ATAU E-JOURNAL (ONLINE VERSION ISSN)  OFFPRINT JOURNAL (ISSN CETAK, IMPRINT VERSION ISSN)

27

28 ARTICLE SUBMISSION PROCESS

29

30

31

32

33

34

35


Download ppt "PEMANFAATAN E-JOURNAL DALAM PUBLIKASI ILMIAH Disampaikan Oleh: Dr. SUTIKNO, S.T., M.T. Disampaikan Oleh: Dr. SUTIKNO, S.T., M.T. WORKSHOP PENGELOLAAN E-JOURNAL."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google