Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Www.tamarasusetyofibui.blogspot.com PRESERVASI & KONSERVASI KOLEKSI PERPUSTAKAAN DAN ARSIP Oleh: Tamara A. Salim-Susetyo,S.S., M.A. (berdasarkan buku Ross.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Www.tamarasusetyofibui.blogspot.com PRESERVASI & KONSERVASI KOLEKSI PERPUSTAKAAN DAN ARSIP Oleh: Tamara A. Salim-Susetyo,S.S., M.A. (berdasarkan buku Ross."— Transcript presentasi:

1 PRESERVASI & KONSERVASI KOLEKSI PERPUSTAKAAN DAN ARSIP Oleh: Tamara A. Salim-Susetyo,S.S., M.A. (berdasarkan buku Ross Harvey, 1993)

2 BAB VII Pemeliharaan Bahan Pustaka Langka: prosedur, perbaikan dan penjilidan

3 Idealnya perpustakaan memiliki konservator yang terlatih dan berpengalaman, untuk melakukan semua prosedur pemeliharaan dan perbaikan, dan semua prosedur konservasi lainnya. Keberadaan Teknisi Konservator & Konservator di Perpustakaan.

4 Tugas Konservator  Mengawasi kegiatan konservasi  Membuat prioritas utama terhadap usaha perbaikan bahan pustaka  Mengembangkan dan mengenalkan prosedur dan teknik baru dalam perbaikan bahan pustaka.  Memperbaharui informasi mengenai konservasi bahan pustaka dengan mengikuti perkembangan literatur konservasi.

5 Pemilihan Prosedur Perawatan  Pemilihan bahan pustaka yang akan di konservasi  Penunjukkan konservator  Pemilihan bentuk konservasi (teknologi, biaya, penanganan)

6 Kualitas Material Perbaikan Bahan Pustaka  Kertas atau lembaran kertas harus bebas asam (free- acid-paper)  Bahan perekat tidak dibuat dari bahan kimia yang berbahaya.

7 Prinsip IFLA untuk pemeliharaan dan konservasi material perpustakaan “bahwa material yang digunakan dalam penjilidan, sampul buku, kotak,dll, semuanya harus berkualitas baik untuk memastikan material tersebut tidak mengakibatkan kerusakan kimia terhadap bahan pustaka.”

8 Prinsip Perbaikan Roger Ellis  Prinsip pemilihan konservasi bahan pustaka.  Prinsip ini mengarahkan konservator, bahwa prosedur perbaikan bahan pustaka harus tidak mengubah nilai bahan pustaka yang diperbaiki, tidak merusak bahan pustaka, dan sedikit tindakan untuk memperbaiki bahan pustaka.

9 Reversibilitas Perawatan Bahan Pustaka  Bahan pustaka dapat dikembalikan ke kondisi sebelum perawatan diberikan.

10 Kesesuaian Masalah dengan Solusi Bahan material yang diberikan untuk memperbaiki bahan pustaka yang rusak harus memiliki kekuatan yang sama dengan bahan material yang telah dimiliki oleh bahan pustaka yang sedang diperbaiki tersebut. Jika tidak, maka bahan pustaka yang sedang diperbaiki tersebut akan mengalami kerusakan lebih cepat dibandingkan sebelum bahan pustaka diberikan perawatan. Contoh: penggunaan material perbaikan yang kuat digunakan pada kertas yang lemah, hal itu akan menambah kerusakan pada kertas yang diperbaiki, sebab material tersebut memberikan tekanan pada bagian yang rusak.

11 Pemeliharaan koleksi, meliputi:  pembersihan semua materi dalam koleksi dan lingkungannya.  Pemberian material pelindung pada bahan pustaka yang membutuhknnya, contoh: kotak pelindung.  perbaikan-perbaikan pada bahan pustaka  identifikasi bahan pustaka yang memerlukan konservasi selanjutnya  penempatan kembali bahan pustaka yang telah diperbaiki.

12 Prosedur Pembaharuan Menurut Carolyn Horton  Pembersihan dan pemeliharaan jilidan  Mengubah hal yang dapat menyebabkan kerusakan. Contoh, mengubah penerangan dan pemanasan yang tidak sesuai di area penyimpanan.

13 Langkah-langkah Prosedur Pembaharuan Menurut Carolyn Horton 1.Mengatur area kerja dan peralatan 2.Menetapkan prosedur dokumentasi 3.Memindahkan buku dari rak 4.Membersihkan buku 5.Membagi buku ke dalam dua kategori (a. Buku yang memerlukan perawatan konservasi oleh tenaga profesional; b. Buku yang dapat diperbaiki oleh staf perpustakaan) 6.Membagi buku kategori pada langkah 5 (b) ke dalam dua kategori (a. Kain, catatan/kertas, vellum, penjilidan alum-tawed; b. Penjilidan kulit selain alum-tawed) 7.Buku yang telah di bagi pada langkah 6 (a) dibagi kedalam (kategori perawatan: pembersihan, lampiran, dll.; Menggunakan perawatan yang sesuai; Menempatkan kembali ke rak)

14 Perbaikan

15 Perbaikan Buku Menurut Carolyn Morrow Perbaikan buku yang aktif dan terorganisasi dengan baik merupakan aktivitas perawatan penting dalam perpustakaan, karena adanya penurunan tajam pada kualitas pembuatan buku, khususnya kualitas kertas dan penjilidan.

16 Pemilihan Prosedur Konservasi Perhatikan dalam memilih dan menerapkan prosedur konservasi, Jika meragukan minta saran seorang konservator. Lebih berhati-hati dengan menguji metode pada sampel awal.

17 Peralatan

18 Peralatan yang diperlukan untuk perbaikan : a.Peralatan sederhana dan tidak terlalu mahal:  penyimpan map  pemotong kertas atau karton  Gunting  sikat halus b.Peralatan yang lebih mahal dan memakan tempat standing-press atau board shears.

19 Daftar Peralatan yang digunakan untuk Perbaikan Koleksi  Gunting  Penggaris baja panjang  Cutter  Persegi panjang  Pemotong karton  Pensil  Penghapus plastik putih  Pad pembersih dokumen  Timbangan  Sikat halus debu

20  Vacum claener  Penyimpan map  Tissue pembersih lensa  Pasta selulosa metil  Tusuk sate  Penjepit datar  Penjepit catatan  Box yang ringan  Pengering tinta  Polyester film  Pembersih debu  Minyak kayu putih  Air suling  Cotton wool  Kaca Pembesar  Botol penyemprot  PVA bahan perekat

21 Penyelamatan Arsip/Dokumen Pertanahan Pasca Bencana Alam Gempa Bumi dan Tsunami.

22 A. Persiapan : 1. Menyiapkan bahan dan peralatan 2. Melakukan pengangkutan arsip / dokumen dari Cold Storage 3. Melakukan penyimpanan arsip/dokumen di ruang Pelayuan 4. Memasukan arsip / dokumen kedalam Freezer 5. Memasukan arsip / dokumen ke dalam Mesin Pengering Vacuum Freezer Dry Chamber 6. Melakukan pengangkutan arsip / dokumen ke ruang Konservasi 7. Melakukan proses restorasi arsip dengan menggunakan mesin Leaf Casting

23 B. Bahan dan Peralatan 1. Sikat2. Kape 3. Spatula4. Cutter 5. Pinset6. Gunting 7. FAN (kipas angin)8. Vacum Cleaner 9. Rak pengering arsip10. Kantong plastik putih 11. Alkohol 70 % 12. Alat Penjepit 13. Tali rafia14. Kuas sedang 15. Masker16. Sarung tangan plastik 17.Tissu paper/washi18. Non ovensit tipis 19. Mesin Dry Chamber20. Mesin Freezer

24 C. Tahapan Kegiatan

25 1. Melepaskan / membuka arsip Melepaskan/ memisahkan arsip lembar perlembar dan membuka arsip yang lengket karena terkena lumpur.

26 2. Membersihkan arsip  penyemprotan arsip menggunakan alkohol 70%. Setelah penyemprotan, memasukan arsip kedalam kantong plastik bersih berwarna putih.  Arsip-arsip direndam dalam bak plastik dengan air hangat dicampur dengan alkohol 70%.

27 3. Pengeringan Arsip Menggantung arsip dan menjepit pada tali gantungan sampai kering (lebih kurang 24 jam). Kemudian arsip diletakan pada rak-rak pengering.

28 4. Penyusunan Arsip Menyusun arsip kembali sesuai halaman untuk menghindari terjadinya kekacauan pada arsip. Kegiatan ini dilakukan setelah tahapan-tahapan kegiatan sebelumnya telah sungguh-sungguh dan benar sesuai dengan teknik restorasi arsip.

29 5. Pemeriksaan ulang  Pemeriksaan ulang terhadap arsip yang telah direstorasi dan mengembalikan sesuai urutan nomor halaman lembar per lembar. Kegiatan ini dilakukan untuk menghindari arsip yang telah direstorasi tidak saling melekat (menempel).  Jika dipandang perlu, arsip yang telah direstorasi dilakukan scanning.

30 6. Pengangkutan Arsip / Dokumen dari Cold Storage  Pemeriksaan arsip/dokumen, untuk menentukan skala prioritas arsip yang lebih dahulu dikerjakan.  Pengangkutan arsip mengutamakan keselamatan, dan keamanan arsip.

31 7. Penyimpanan di ruang Pelayuan  Pembukaan kotak/box periksa kembali arsip/dokumen dan susun diatas baki.  Identifikasi dan lakukan penomoran, agar saat pengelompokan tidak mengalami kesulitan.  Sesuaikan ketebalan arsip/dokumen dengan ukuran tinggi baki.  Lakukan pemotretan arsip sebelum pekerjaan dimulai.

32 8. Memasukan Arsip / Dokumen kedalam Freezer  Arsip / dokumen disusun diatas baki (kapasitas mesin memuat 52 baki).  Simpan arsip dalam Freeser selama 1 malam dengan suhu –35 derajat celcius.  Arsip / dokumen yang disimpan dalam Freezer 2 baki diantaranya diletakan alat sensor untuk pengecekan suhu.

33 9. Memasukan Arsip/Dokumen kedalam Mesin Pengering Vacuum Dry Chamber  Memasukan Arsip / dokumen kedalam rak pengering sebanyak 52 baki.  Setelah kurang lebih 1 minggu proses pengeringan sudah selesai arsip/dokumen dikeluarkan dari Mesin pengering.  Pengecekan dan diseleksi ulang barangkali arsip / dokumen ada yang masih belum kering.  Arsip/dokumen yang masih belum kering harus dimasukan kembali kedalam Freezer

34 10. Pengangkutan ke ruang Konservasi  Proses penyetaraan kelembaban arsip/dokumen penyimpanan dan penataan di atas rak pengering selama 1 malam.  Menyatukan kembali arsip / dokumen yang dibuka dari bundel-bundel dikembalikan pada bundel semula / aslinya.  Membuka arsip/dokumen lembar perlembar dan membersikannya dari kotoran debu/lumpur.  Pencatatan kembali pada bundel dokumen dan penyeleksian pada arsip yang harus diperbaiki dengan cara proses Leaf Casting.

35 11. Proses Restorasi dengan cara Leaf Casting  Pemberian nomor halaman pada arsip/dokumen.  Menghilangkan asam pada kertas arsip dengan cara basah dan gunakan campuran kalsium karbonat 1% selama 1 jam.  Memasukan arsip / dokumen diatas net mesin leaf casting (proses penambalan dengan pulp/bubur kertas).  Zesing ialah melapisi kertas arsip dengan kertas tissu/ washi lalu diberi lem starch dan MC (Methyl Colusa).  Keringkan dan letakkan di atas rak pengering dengan AC/ kipas angin selam 24 jam.

36  Setelah kertas arsip kering, kemudian buka kertas/bahan pembantu non ovensit dan potong keempat sisi kertas arsip.  Arsip/dokumen setelah dilakukan pemotongan pada sisi kertas arsip, kemudian masukkan ke dalam mesin press selama lebih kurang 6 (enam) hari, sehingga permukaan kertas arsip menjadi rata.  Kontrol kualitas hasil pekerjaan, susun kembali halaman per halaman dan jika masih terdapat kerusaksan pada fisik arsip atau menempel segera lakukan proses ulang. Dengan demikian selesai sudah tahapan-tahapan penyelamatan arsip BPN Aceh

37 Sebelum diperbaiki, bahan pustaka diperiksa terlebih dahulu untuk memutuskan apakah bahan pustaka tersebut perlu diperbaiki, dan jenis perbaikan apakah yang tepat. Pentingnya Pemeriksaan Awal

38 Mengatasi Perpindahan Asam  Perpindahan asam (noda atau kecoklatan) terjadi ketika asam berpindah dari kertas ke kertas yang berdekatan yang memiliki keasaman yang lebih rendah.  Perpindahan asam harus diatasi untuk mempertahankan isi informasi.

39 Membersihkan Kertas

40  Kotoran dapat dibersihkan dengan menggunakan: sikat halus tipis, penghapus, pembersih dokumen, menurut jenis kertas dan kondisinya.  Pengawasan diperlukan untuk memeriksa pengaruh prosedur pembersihan pada permukaan yang sedang dibersihkan.  Sarung tangan putih bahan katun harus tetap dipakai untuk menjaga tangan tetap bersih, dan permukaan dokumen harus dijaga kebersihannya untuk menghindari pengotoran lebih lanjut pada kertas yang telah dibersihkan.  (Cunha 1983, p.144, Horton 1969, p.32,Price, 1969,p.20-21, Ritzenthaler,1983, p.95-98).

41 Pembersihan jilidan dengan menggunakan sabun dan air hanya digunakan untuk sampul buku anti air, karena akan menghilangkan warna dan membuka lem perekatnya. Cara lain yang dapat dipakai ialah dengan menggunakan karet penghapus. Pembersihan jilidan kulit dicatat di bawah pada bagian ”Leather Cleaning and Dressing.” (Horton, 1969, p.34) Membersihkan Jilidan

42  Lembaran kertas yang tergulung untuk waktu lama perlu dibuka secara hati-hati, hal ini untuk menghindari kertas menjadi robek atau serpihan.  Dalam proses pengenduran, uap dimasukkan ke dalam kertas di mana serat dapat lentur kembali, dan kertas dibuka gulungannya dengan meratakannya di bawah beban dan kertas isap.  Uap dimasukkan dengan memeriksa tinta pada kertas terhadap daya larutnya dalam air; menyemprot dengan air suling; menempatkan kertas di antara pengering tinta; atau menggunakan ruang penetral kelembaban (Contoh: tempat sampah plastik atau dari kain polythene).  (Price, 1989,pp.22,28; Ritzenthaler, 1983, p.90) Membuka Gulungan Kertas

43  Plester perekat perlu dibersihkan dari kertas. Yaitu dengan menggunakan larutan dalam jumlah sedikit secara hati-hati, dan pada saat bahan perekat kendur, tariklah plesternya.  (Horton 1969,p.27). Pembersihan Bahan Perekat

44 Perbaikan Kertas yang Robek Metode standard memperbaiki kertas yang robek adalah menempelkan bagian yang robek dengan kertas bebas asam kuat yang transparan.

45 Media yang Digunakan untuk Perbaikan Kertas yang Robek  Kertas Jepang buatan tangan dari berbagai jenis (Tengujo dan Sekhisu).  Tissue pembersih lensa  Tisu Heat-Set  Pasta kanji  Pasta selulosa metil

46 Memperkuat Engsel (Sambungan Buku)

47  Jilidan dari penerbit biasanya tidak kuat, jilidan kendur dan kertas kadang terlepas dari jilidan.  Jika tidak diperbaiki sejak awal, dan jika dibiarkan maka buku tersebut harus dijilid ulang, yang akan menghabiskan dana yang lebih besar, dibandingkan dengan melakukan perbaikan sejak awal. Memperkuat Engsel (Sambungan Buku)

48 Media yang digunakan untuk memperbaiki engsel buku  Jarum Rajut  Tusuk Sate  Lem PVA  Kertas Lilin Pelindung (Parafin)  Kertas Bagian Paling Depan Buku

49 Perawatan Kulit & Sampul Buku  Penjilidan kulit memerlukan perawatan berkelanjutan.  Kulit dan sampul buku harus dirawat sejak dini untuk memberikan lapisan pelindung, kemudian sampul buku kulit dirawat secara teratur.  Horton dan Ritzenthaler menyarankan penggunaan larutan laktat potasium untuk perawatan awal dengan memasukkan garam pelindung, dan untuk menetralisir asam di kulit. Trinity College Library, Dublin, mengunakan selulosa hidroksiprofil pada alkohol untuk memperkuat kulit sebelum penyampulan seperti dicatat dalam Preservation Printed Heritage.

50 Memperbaharui Penjilidan

51 Prosedur Pembaharuan Jilidan  Mengganti ujung lembaran yang robek.  Memperbaharui punggung buku yang rusak.  Menjilid ulang teks blok dengan menggunakan jilidan asli.  Memasang sampul buku baru.  Memperbaiki bagian depan dan belakang halaman.

52 Tahapan Pembaharuan Penjilidan Buku menurut Konservator  Membuat program pembaharuan penjilidan.  Memberikan pelatihan bagi staf yang akan melaksanakan perbaikan penjilidan.  Memonitor program tersebut secara teratur.

53 Fumigasi (Pengasapan)

54 Resiko Fumigasi  UU dibeberapa negara melarang penggunaan bahan kimia yang biasa dipakai untuk fumigasi. Wood Lee: “bahwa semua biosida memiliki tingkatan racun mamalia”.  Penggunaan metode kimia fumigasi memerlukan seseorang yang ahli.  Memiliki resiko yang besar pada kesehatan bagi fumigator maupun orang yang menanganinya.

55 Bahan Kimia yang Digunakan dalam Fumigasi A.Thymol  di Inggris penggunaanya dilarang.  Penggunaannya :  Menempatkan bahan pustaka yang akan di fumigasi dalam ruang hampa udara dengan kristal thymol.  Memanaskan kristal thymol.  Fumigasi dalam periode 3-7 hari.  Uap thymol tidak boleh terhirup.  Kontak langsung harus dihindari.

56 B. Ortho-penyl phenol Diragukan efektivitasnya sebagai pembasmi jamur.  Digunakan dalam beberapa cara:  Dicampurkan dengan alkohol sebagai uap atau semprotan.  Dicampurkan dengan alkohol dan diuapkan dalam ruang hampa udara.  Hindari kontak langsung dengan uap ortho-penyl phenol.

57 C. Sodium Ortho-Phenil Phenate  Digunakan untuk membuat tissue anti jamur.  Dibuat dengan cara:  Memberikan larutan tersebut sebesar 5% kedalam kertas tissue.  Kertas tisu ditempatkan dalam buku yang perlu dirawat, kemudian disimpan dalam plastik tertutup selama beberapa bulan.

58 Lampiran Pelindung

59 Kegunaan Lampiran Pelindung  Menghambat / memperlambat perubahan kondisi lingkungan  Memberikan perlindungan dari air, asap, panas dan substansi lain yang merusak.

60 Jenis Lampiran Pelindung  Enkapsulasi lembaran tunggal.  Folder dokumen tidak terjilid.  Boks untuk bahan pustaka dan bahan pustaka yang jilidannya telah rusak.  slip cases untuk bahan pustaka terjilid dan buku-buku yang sampulnya telah menyusut.

61 Enkapsulasi

62 Penggunaan Enkapsulasi  Lembaran bahan pustaka dapat dienkapsulasi diantara lembaran-lembaran plastik transparan seperti mylar.  Enkapsulasi digunakan pada bahan pustaka yang mudah rusak atau tergolong berat. Mylar Envelopes Mylar

63 Cara Enkapsulasi  Siapkan dua lembar mylar lebih besar dari lembaran dokumen yang ingin dienkapsulasikan.  Letakkan lembaran dokumen diantaranya.  Tepi lembaran mylar disegel secara bersamaan.  Segel dengan menggunakan double tape, dijahit, atau las ultrasonic. Lihat: Cunha, 1983,pp ; Ritzenthaler, 1983,pp ; Morrow dan Dyll, 1986,pp ; Price, 1989, pp Ultrasonic welders

64 Phase Box

65  Istilah ‘phase box’ berasal dari program konservasi Library of Congress  Fungsi phase box untuk perlindungan pada koleksi dan menjaga agar bahan pustaka tidak terpisahkan satu sama lain.  memberikan perlindungan terhadap lampiran pelindung luar untuk melindungi bahan pustaka yang rusak.

66 Pembuatan Phase Box  Karton bebas asam (free-acid-box) dipotong  Dilipat berdasarkan pola yang sebelumnya ditentukan.  Phase box secara khusus dilindungi dengan velcro ‘coins’ atau ikatan kain.  Pembuatan phase box memerlukan waktu ± 30 menit. Lihat: Cunha, 1983,pp ;Ritzenthaler, 1983,pp ; Morrow dan Dyll, 1986,pp ; Morrow dan Dyll, 1986,pp ; Price, 1989, pp ).[28]

67 Jenis Box yang Lain

68  Double-tray boxes.  Box yang terbuat dari kertas yang berombak yang cocok untuk membungkus sebagian besar material.  A ‘poorman’s solander box’.  Box dengan ujung yang tertutup didisain untuk buku kecil. solander box

69 Folder Dokumen

70  Dokumen, pamflet dan bahan pustaka tipis pada umumnya disimpan pada sebuah folder dokumen.  Folder dokumen dibuat dari karton bebas asam

71 Slipcases (Sampul Tebal)

72  Slipcase melindungi jilidan dari goresan, cahaya dan debu.  Slipcase terbuat dari karton.  Slipcase sejak tahun 1987 telah digunakan di Perpustakaan Nasional Australia. (Price,1989,p.38)

73 Penjilidan

74 Kelemahan Penjilidan Industri  Jilidan lemah  Memakai perekat (bukan dijahit), kurangnya kekuatan dan menyulitkan penjilidan ulang di masa datang.

75 Alasan Penjilidan di Perpustakaan  Jilidan di penerbit tidak sesuai untuk pemakaian perpustakaan.  Jilidan sudah rusak.  Menyatukan terbitan berseri.  Keamanan  memperpanjang umur bahan pustaka.

76 Faktor-faktor yang Harus Dipertimbangkan dalam Penjilidan  Daya tahan buku ditempatkan dalam koleksi  Kekuatan kertas

77 Tujuan Penjilidan Memberikan perlindungan bagi bahan pustaka agar bahan pustaka tersebut mencapai umur yang semaksimal mungkin.

78 Jenis Penjilidan

79 Recasing  Recasing diterapkan pada buku yang rusak atau lepas dari bingkainya, dimana jahitannya masih kuat dan utuh.  Cara: Melepas bingkai lama dan lembaran belakang juga dilepaskan, dan lembaran belakang yang baru ditempelkan.

80 Keuntungan Recasing  Kerusakan dapat diminimalisir.  Lebih murah dibandingkan dengan penjahitan dan penjilidan ulang.

81 Menjahit melalui lipatan  Digunakan untuk menjilid bahan pustaka yang telah dikumpulkan (contoh: majalah ilmiah).  Jilidan kuat dan mudah dibuka, mampu menahan tekanan ketika difotocopy.  Jilidan cara ini dapat dijilid ulang jika perlu.

82 Penjilidan dengan bahan perekat double-fan  Kertas dipotong untuk dijadikan punggung buku  Bahan perekat digunakan sementara buku disebar satu arah terlebih dahulu, kemudian disebar pada arah lain.  Hasil dapat dibuka tipis dan relatif kuat.

83 Oversewing Teknik yang paling kuat, tetapi memiliki karakteristik yang tidak diinginkan seperti:  tidak dapat dibuka sepenuhnya  sulit untuk dijilid ulang  jika kertas rapuh, halaman pada ujung jahitan akan terlepas.

84 Tahapan Teknik Oversewing  Buku dibagi tiga bagian  Buat lubang secara miring pada tiap bagian sekitar 3 mm dari tepi halaman  tiap bagian dijahit melalui lubang-lubang tersebut sehingga terhubung satu sama lain.

85 Metode Penjilidan yang Lain Pamflet atau bahan pustaka lain yang tidak memiliki kotak pelindung ataupun lampiran, biasanya akan dijilid, atau sampul kertasnya akan diperkuat dengan berbagai cara.

86 Memperkuat Sampul Buku  Sampul buku tipis tidak cukup kuat untuk bertahan di perpustakaan, diperlukan penguatan sebelum masuk ke dalam koleksi.  Lahir suatu kebijakan bahwa sampul buku tipis harus dijilid atau diperkuat sebelum dimanfaatkan oleh pengguna perpustakaan.

87 Tempat Penjilidan Perpustakaan Komersial

88  Dahulu penjilidan dilakukan di perpustakaan- perpustakaan besar sebagai bagian dari kegiatan mereka.  Saat ini penjilidan di perpustakaan dilakukan di tempat penjilidan perpustakaan komersial.  dikritik karena melakukan penjilidan tanpa memperhatikan pemeliharaan bahan pustaka.  pemberlakuan satu bentuk penjilidan pada semua jenis pustaka. Contoh: teknik oversewing pada semua buku tanpa memperhatikan letak margin, kerapuhan kertas dan kebutuhan membuka buku.  Ketentuan tentang standar penjilidan di perpustakaan terdapat di dalam Preservation Planning Program Resource Notebook.

89 The End of Chapter Seven


Download ppt "Www.tamarasusetyofibui.blogspot.com PRESERVASI & KONSERVASI KOLEKSI PERPUSTAKAAN DAN ARSIP Oleh: Tamara A. Salim-Susetyo,S.S., M.A. (berdasarkan buku Ross."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google