Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 Array 1 dimensi 0 1 2 3 4 5 6 7 21d2 21d4 21d6 21d8 21da 21dc 21de 21e0 indeks value alamat.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " Array 1 dimensi 0 1 2 3 4 5 6 7 21d2 21d4 21d6 21d8 21da 21dc 21de 21e0 indeks value alamat."— Transcript presentasi:

1  Array 1 dimensi 0 1 2 3 4 5 6 7 21d2 21d4 21d6 21d8 21da 21dc 21de 21e0 indeks value alamat

2 tipe_data nama_var_array [ukuran]; Keterangan : tipe_data : menyatakan jenis tipe data elemen larik(int, char, float, dll) nama_var_array: menyatakan nama variabel yang dipakai. ukuran : menunjukkan jumlah maksimal elemen larik. Contoh : int nilai[6];

3  int nilai[6] = {8,7,5,6,4,3}; bisa disederhanakan sehingga menjadi :  int nilai = {8,7,5,6,4,3}; Catatan: Untuk memberikan niai 0 terhadap seluruhelemen array pada saat didefinisikan, Anda dapat memberikan nilai awal 0 pada elemen pertama. Sebagai contoh: Int temp[100] = {0}; Akan memberikan hasil pemberian nilai nol dari subscript bernilai 0 hingga 99.

4 #include void main () { int y [] = {1, 2, 7, 4, 5}; int n, r=0; for ( n=0 ; n<5 ; n++ ) { r += y[n]; } cout<<" "< { "@context": "http://schema.org", "@type": "ImageObject", "contentUrl": "http://images.slideplayer.info/7/1981094/slides/slide_4.jpg", "name": "#include void main () { int y [] = {1, 2, 7, 4, 5}; int n, r=0; for ( n=0 ; n<5 ; n++ ) { r += y[n]; } cout<< <

5 #include main(){ int A[5]; //deklarasi array //input element array for (int i=0;i<5;i++) { cout<<"A["<>A[i]; } //menampilkan isi dari elemen array for(int c=0;c<5;c++) { cout<<"Nilai pada elemen ke "< { "@context": "http://schema.org", "@type": "ImageObject", "contentUrl": "http://images.slideplayer.info/7/1981094/slides/slide_5.jpg", "name": "#include main(){ int A[5]; //deklarasi array //input element array for (int i=0;i<5;i++) { cout<< A[ <>A[i]; } //menampilkan isi dari elemen array for(int c=0;c<5;c++) { cout<< Nilai pada elemen ke <>A[i]; } //menampilkan isi dari elemen array for(int c=0;c<5;c++) { cout<< Nilai pada elemen ke <

6 #include void main () { int A [5]={20,9,1986,200,13}; int n,hapus; clrscr(); cout<<"Data yang lama\n"; for (n=0;n<5;n++) { cout<<" "<>hapus; cout<<"\nData yang baru : \n"; for (n=hapus-1;n<5-1;n++) { A[n]=A[n+1];} for (n=0;n<4;n++) { cout<<" "< { "@context": "http://schema.org", "@type": "ImageObject", "contentUrl": "http://images.slideplayer.info/7/1981094/slides/slide_6.jpg", "name": "#include void main () { int A [5]={20,9,1986,200,13}; int n,hapus; clrscr(); cout<< Data yang lama\n ; for (n=0;n<5;n++) { cout<< <>hapus; cout<< \nData yang baru : \n ; for (n=hapus-1;n<5-1;n++) { A[n]=A[n+1];} for (n=0;n<4;n++) { cout<< <>hapus; cout<< \nData yang baru : \n ; for (n=hapus-1;n<5-1;n++) { A[n]=A[n+1];} for (n=0;n<4;n++) { cout<< <

7 //pencarian data for (int c=0;c<10;c++) {if (A[c]==bil) { cout<<"Nilai yang anda cari terdapat pada indek ke- "< { "@context": "http://schema.org", "@type": "ImageObject", "contentUrl": "http://images.slideplayer.info/7/1981094/slides/slide_7.jpg", "name": "//pencarian data for (int c=0;c<10;c++) {if (A[c]==bil) { cout<< Nilai yang anda cari terdapat pada indek ke- <

8

9  Array dua dimensi sering digambarkan sebagai sebuah matriks, merupakan perluasan dari array satu dimensi.  Jika array satu dimensi hanya terdiri dari sebuah baris dan beberapa kolom elemen, maka array dua dimensi terdiri dari beberapa baris dan beberapa kolom elemen yang bertipe sama.

10 tipe_data nama_var_array[batas_baris ][batas_kolom];  int matriks[3][4];  int matriks2[3][4]={{5,2,1,18}, {4,7,6,-9}, {9,0,4,43} };

11 JURUSAN20052006200720082009 Teknik Informatika 510152010 Manajemen Informatika 1015202510 Teknik Komputer 4152095 Sistem Informasi 6915206 int data_lulus [4] [5]; Jumlah kolom Jumlah baris nilainya

12  Pada tabel di slide sebelumnya, tulis cara pendeklarasiannya dan bagaimana cara mengisikan nilainya?

13 #include int main(){ int matrik[4][5]; for(int j=0;j<4;j++) { for(int k=0;k<5;k++) { cout<<"A["<>matrik[j][k]; } }cout< { "@context": "http://schema.org", "@type": "ImageObject", "contentUrl": "http://images.slideplayer.info/7/1981094/slides/slide_13.jpg", "name": "#include int main(){ int matrik[4][5]; for(int j=0;j<4;j++) { for(int k=0;k<5;k++) { cout<< A[ <>matrik[j][k]; } }cout<>matrik[j][k]; } }cout<

14 #include void main(){ int i, x, ketemu=0; int data[]={1,2,3,4,5,6,7,8,9,10}; cout >x; for(i=0; i<=9;i++) { if (data[i]==x) { ketemu=!ketemu; break; } } if (ketemu) cout<<"Data tersebut ada pada posisi ke: "< { "@context": "http://schema.org", "@type": "ImageObject", "contentUrl": "http://images.slideplayer.info/7/1981094/slides/slide_14.jpg", "name": "#include void main(){ int i, x, ketemu=0; int data[]={1,2,3,4,5,6,7,8,9,10}; cout >x; for(i=0; i<=9;i++) { if (data[i]==x) { ketemu=!ketemu; break; } } if (ketemu) cout<< Data tersebut ada pada posisi ke: <x; for(i=0; i<=9;i++) { if (data[i]==x) { ketemu=!ketemu; break; } } if (ketemu) cout<< Data tersebut ada pada posisi ke: <


Download ppt " Array 1 dimensi 0 1 2 3 4 5 6 7 21d2 21d4 21d6 21d8 21da 21dc 21de 21e0 indeks value alamat."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google