Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERTEMUAN KONSULTASI MASYARAKAT TAHAP - I

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERTEMUAN KONSULTASI MASYARAKAT TAHAP - I"— Transcript presentasi:

1 PERTEMUAN KONSULTASI MASYARAKAT TAHAP - I
BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI P E M A L I J U A N A PERTEMUAN KONSULTASI MASYARAKAT TAHAP - I PENYUSUNAN RANCANGAN Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air WILAYAH SUNGAI Jratunseluna (LANJUTAN)

2 LATAR BELAKANG UU NO 7 TH 2004 mengamanatkan bahwa untuk menjamin terselenggaranya pengelolaan sumber daya air yang dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat dalam segala bidang kehidupan disusun pola pengelolaan sumber daya air Tahapan kegiatan diawali dengan penyusunan dan penetapan pola PSDA WS, dilanjutkan dengan penyusunan dan penetapan rencana PSDA WS Pola PSDA WS Jratunseluna sudah disahkan pada tahun 2010 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 02/ PRT/M/2013 menyebutkan bahwa rancangan rencana pengelolaan sumber daya air (SDA) disusun setelah pola pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai telah ditetapkan atau dalam proses penetapan Tahapan dalam penyusunan rancangan rencana pengelolaan sumber daya air meliputi: inventarisasi sumber daya air; penyusunan; dan penetapan rencana pengelolaan sumber daya air.

3 TAHAPAN PENYUSUNAN POLA PSDA DAN RENCANA PSDA WS JRATUNSELUNA
REVIEW POLA PSDA SESUAI PP 42 TH 2008 Belum Sesuai Sudah Sesuai PENETAPAN POLA PSDA WS JRATUNSELUNA PENYUSUNAN RENCANA PSDA WS JRATUNSELUNA REVIEW RENCANA PSDA SESUAI PERMEN PU NO 02/RT/M/2013 Belum Sesuai Sudah Sesuai PENETAPAN RENCANA PSDA WS JRATUNSELUNA

4 BAGAN ALIR TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR

5 BAGAN ALIR TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR

6 POLA PSDA WS JRATUNSELUNA KEBIJAKAN PENGELOLAAN
ISUE SDA KEBIJAKAN PENGELOLAAN EROSI LONGSOR BANJIR SEDIMENTASI KEKURANGAN AIR PENURUNAN KUALITAS AIR INFORMASI SDA KURANG PERAN SERTA MASYARAKAT BELUM OPTIMAL KONSERVASI PENYESUAIAN RTRW PEMBANGUNAN WADUK PERBAIKAN JARINGAN IRIGASI PEMANTAUAN KUALITAS AIR PENYUSUNAN DATA DASAR SDA PENINGKATAN PERAN SERTA MASYARAKAT

7 SKENARIO TERPILIH PADA POLA PSDA WS JRATUNSELUNA
Ditetapkan dalam acara Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) ke-1 yang diselenggarakan oleh TKPSDA WS Jratunseluna. Dipilih dari Dokumen POLA Pengelolaan Sumber Daya Air WS Jratunseluna. Strategi terpilih : Skenario Kondisi Ekonomi Tinggi Konsultasi Publik 1 di Hotel Puri Garden (28 Juni 2006) Pertumbuhan penduduk 15% diatas kondisi normal Anggaran Pemerintah diasumsikan naik 20 % (Khususnya SDA) Tidak ada perubahan atau alih fungsi pada penggunaan lahan (terkait SDA) dan perkembangan lainnya Berlanjutnya pembangunan bendungan (waduk/embung) sebagai tampungan baru Meningkatkan efisiensi dengan O&P yang baik Konsultasi Publik 2 di Hotel Pandanaran (14 Desember 2006)

8 NERACA AIR SKENARIO EKONOMI TINGGI
Potensi supply 8,18 m3/dt antara lain: Pembangunan Waduk Logung (0,3 m3/dt), W. Lodan (0, Panohan, Jatibarang, Diponegoro, Kaliombo, Suruhan, Trenggulunan, Pembangunan Embung-embung dan lumbung air serta Operasi dan Pemeliharaan Waduk/Embung dan Penyediaan sistem-sistem jaringan perpipaan air baku pedesaan perkotaan (SPAM Regional Dadi Muria , lt/det) Potensi supply 3,63 m3/dt antara lain: Membangun Waduk Bandungharjo,Embung Dung Kurungan, Gogodalem, Kandangan, Gua Buta, Dung Gudel, Dung Buyut, Pedak Gower, Gambiran, Waduk Babon, Pasedan, Banjarejo, Randugunting, Kedungwaru, Sapen serta Operasi dan Pemeliharaan Waduk/Embung dan Penyediaan sistem-sistem jaringan perpipaan air baku pedesaan perkotaan (SPAM Regional Semarsalat, 250 lt/det) Potensi supply 1,19 m3/dt antara lain: Membangun Waduk Dolok, Jragung, Gunung Wulan, Ngemplak, Embung Tirto, Gogek, Ronggo, Palemsari, Sendangmulyo, Kaliombo, Sambiroto, Mojosari, Kedungwungu, Coyo, Puyoh, Tegalrejo, serta Operasi dan Pemeliharaan Waduk/Embung. Tahun 2027 defisit air 0 m3/dt 126,67 m³/det 125,48 m³/det 121,85 m³/det 1,19 m³/det 3,63 m³/det 125,48 m³/det 121,85 m³/det 8,18 m³/det 113,67 m³/det

9 PROSES PENYUSUNAN RENCANA PSDA WS JRATUNSELUNA
Penyusunan Pola Pengelolaan Sumber Daya Air WS Jratunseluna dan WS Pemalicomal, Tahun 2006, oleh PT. Geo Sarana Guna JO PT. Karang Kumpul Widya Persada Penyusunan masterplan pengembangan WS Jratunseluna dan Pemali Comal, Tahun 2008 oleh PT. Tataguna Patria. Pola Pengelolaan Sumber Daya Air WS Jratunseluna dan WS Pemali Comal tahun Rancangan rencana PSDA WS Jratunseluna, WISMP-BWRMP tahun oleh DHV dan Associates. Finalisasi Rencana Pengelolaan SDA Untuk Wilayah Sungai Jratunseluna tahun 2010 oleh PT. Parigraha Konsultan

10 RENCANA PSDA WS JRATUNSELUNA
GAMBARAN UMUM WS JRATUNSELUNA STRATEGI TERPILIH UPAYA FISIK DAN NON FISIK

11 GAMBARAN UMUM WS JRATUNSELUNA

12 PETA WS JRATUNSELUNA 69 DAS 10 KABUPATEN 2 KOTA
Sumber : Kep pres no 12 th 2012

13 PETA ADMINISTRASI WS JRATUNSELUNA
Kab. Kudus (425,17 Km2) Kab. Pati (1.491,20 Km2) Kab. Jepara (1.004,16 Km2) Kab. Rembang (862 Km2) Kab. Demak (897,43 Km2) Kab. Blora (897,20 Km2) Kota Semarang (373,67 Km2) Kab. Grobogan (1.975,85 Km2) Kab. Semarang (946,86 Km2) Kab. Sragen (141,97 Km2) Kab. Boyolali (507,54 Km2) Kota Salatiga (52,96 Km2)

14

15 TATA GUNA LAHAN Sumber : Pola PSDA WS Jratunseluna, Tahun 2006

16 WADUK DAN EMBUNG EXISTING DAN POTENSI
Wd. Pasedan (7,973 jt m3) Embung Trenggulunan(23,85 jt m3) Embung Kaliombo (1,1 jt m3) Embung Semar (0,45 jt m3) Embung Sambiroto (7,07 jt m3) Embung Gogek (0,97 jt m3) Embung Ronggo (0,53 jt m3) Embung Palemsari (0,34 jt m3) Embung Sendangmulyo (2,24 jt m3) Embung Mojosari (2,63 jt m3) Embung Gambiran (3,09 jt m3) Wd. Logung (20 jt m3) Embung Puyoh (5,43 jt m3) Embung Dung Gudel (2 jt m3) Embung Gua Buta (6,67 jt m3) Embung Banyusumur I (5,50 jt m3) Embung Dung Kurungan (50 jt m3) Embung Dung Buyut (19,55 jt m3) Embung Pedak Gower (12,73 jt m3) Embung Lumbung Mas (2 jt m3) Embung Bate (1,2 jt m3) Embung Setro (0,86 jt m3) Embung Dayung (0,97 jt m3) Embung Bungu (0,74 jt m3) Wd. Gunungrowo Wd. Gembong Embung Tepus Wd. Dolok (13,72 jt m3) Embung Banyukuwung Embung Lodan Wd. Jatibarang (20,4 jt m3) Wd. Diponegoro (0,05 jt m3) Wd. Mundingan (40,5 jt m3) Wd. Tempuran Embung Kulur Wd. Greneng Embung Randugunting (9,8 jt m3) Wd. Kedungwaru (20,5 jt m3 ) Waduk Banjarejo (85,65 jt m3) Waduk Balong (3,03 jt m3) Embung Suruhan (0,99 jt m3) Embung Kedungwungu(10,83jt m3) Wd. Babon (13,80 jt m3) Wd. Jragung (90 jt m3) Wd. Ngemplak (18,5 jt m3) Wd. Bandungharjo (20 jt m3) Embung Tirto (1,15 jt m3) Embung Coyo (2,24 jt m3) Embung Sapen (19 jt m3) Wdk Glapan (106 jt m3) Wdk KedungSapen (29,99jt m3) Wdk GunungWulan (10,03jt m3) Wd. Sanggeh Embung Nglangon Embung Butak Embung Simo Embung Jimbor Embung Sonorejo Embung Gambringan Rawa Pening Eksisting Embung Gondanglegi (5,20 jt m3) Embung Palemputih (4,80 jt m3) Wd. Kedungombo Embung Dlingu Potensi Embung Klego

17 TOTAL LUAS AREAL IRIGASI
DAERAH IRIGASI PATI DI. Gunung Rowo (3.921 Ha) GROBOGAN-DEMAK-JEPARA-KUDUS-PATI DI. Klambu ( Ha) PATI DI. Gembong (4.605 Ha) GROBOGAN-DEMAK DI. Glapan ( Ha) DEMAK DI. Jragung (4.503 Ha) TOTAL LUAS AREAL IRIGASI WS JRATUNSELUNA : Ha GROBOGAN DI. Dumpil (4.669 Ha) GROBOGAN-DEMAK DI. Sedadi ( Ha) GROBOGAN DI. Lanang (1.900 Ha) GROBOGAN DI. Sidorejo (6.038 Ha) Sumber : Pola PSDA WS Jratunseluna, Tahun 2006

18 DAERAH RESAPAN AIR TINGGI : 180593.17 HA SEDANG : 698516.27 HA
RENDAH : HA Sumber : Analisa Konsultan. 2013

19 DAERAH TANGKAPAN AIR TINGGI : 264018.03 HA SEDANG : 518138.67 HA
RENDAH : HA Sumber : Analisa Konsultan. 2013

20 ZONA PEMANFAATAN SDA

21 PERMASALAHAN SDA DI WS JRATUNSELUNA

22 Kondisi dan Permasalahan Bidang Konservasi SDA WS Jratunseluna
Luas hutan berkurang atau alih fungsi lahan dan pengolahan Lahan atau hutan tidak sesuai kaidah konservasi. Sebagian DAS di WS termasuk dalam kondisi DAS kritis (Prioritas I) yaitu DAS sangat kritis dan perlu segera ditangani. Perlindungan sumber-sumber air, khususnya di daerah hulu belum optimal. Pemanfaatan lahan kurang sesuai dengan peruntukan / daya dukung lahan (RTRW). Ketersediaan air baku berkurang Menurunnya kualitas air akibat pencemaran Erosi dan sedimentasi meningkat, bahaya longsor mengancam

23 PETA RAWAN EROSI WS JRATUNSELUNA
RAWAN EROSI ((t/ha/th)) LUAS (HA) (sangat rendah) (rendah) (sedang) 100 – 250 (tinggi) > 250 (sangat tinggi) Sumber : Pola PSDA WS Jratunseluna, Tahun 2006

24 PETA RAWAN BAHAYA LONGSOR WS JRATUNSELUNA
ZONA LUAS (HA) Zona I (sangat rendah) ,4 Zona II (rendah) ,8 Zona III (sedang) 59.831,86 Zona IV (tinggi) 26.999,98 Zona V (sangat tinggi) 11.654,81 Sumber : Pola PSDA WS Jratunseluna, Tahun 2006

25 LAHAN KRITIS DI WS JRATUNSELUNA
AGAK KRITIS SANGAT KRITIS KRITIS TIDAK KRITIS POTENSIAL KRITIS Sumber : Dinas Kehutanan Prov. Jawa Tengah, BP DAS Pemali Jratun 2011

26 KUALITAS AIR DI WS JRATUNSELUNA
Tidak memenuhi syarat kelas II (air baku air minum.) Memenuhi syarat kelas II (air baku air minum.) Sumber : BLH Prov. Jateng, 2012

27 Kondisi dan Permasalahan Bidang Pendayagunaan SDA WS Jratunseluna
Rencana tata ruang masih belum mencakup secara rinci terkait dengan tata guna lahan dalam pengelolaan SDA Pengambilan air tanah yang berlebih sebagai alasan utama terjadinya penurunan muka lahan, terutama sekali di daerah perkotaan Pola tanam yang sudah disepakati sering tidak diikuti oleh sebagian petani sehingga menimbulkan masalah kekurangan air Ketersediaan air tidak berimbang dengan kebutuhan air Pertumbuhan perkotaan yang sangat cepat akibat peningkatan populasi, berujung pada meningkatnya permintaan air bersih, yang sulit dipenuhi

28 Kondisi dan Permasalahan Bidang Pengendalian Daya Rusak SDA WS Jratunseluna
Tidak memadainya kapasitas alir sungai dan bangunan prasarana banjir lainnya untuk mengalirkan debit banjir rencana. Meningkatnya pengendapan sedimen di muara sungai Rob dan intrusi air laut Tumbuhnya pemukiman di bantaran sungai

29 BANJIR PETA DAERAH RAWAN BANJIR DI WS JRATUNSELUNA
DAERAH BANJIR : HA DAERAH RAWAN BANJIR : HA Sumber : BWRMP, 2010 dan BNPB 2013

30 ABRASI DAN AKRESI Sumber : BWRMP, 2010 DAS Lokasi Panjang (km)
Luas Kerusakan (ha) Kabupaten / Kota Kecamatan Desa Abrasi Akresi Siangker Kota Semarang Semarang Barat - 6 67 9 Silandak / Tambakharjo Tugu 5 189 Kali Garang/ BKB Kota SemaranG Semarang Utara 7 54 1 Babon Genuk Trimulyo 2 218 Dolok Kab. Demak Sayung Sriwulan 78 Bedono 3 124 Timbulsloko 74 Surodadi 92 19 Tuntang Lama Karang Tengah Tambakbulusan 4 22 Bonang Purworejo 8 17 Morodemak 16 Betahwalang 11 Jajar Wedung 18 46 Berahan Wetan 29 Berahan Kulon 41 105 Babalan 14 Tedunan 72 Gelis Kab. Jepara Wedung Tahunan Kedung Semat 113 97 Jepara Mlonggo 55 Kembang Keling 379 Capluk /Karanggeneng /Karangasem Kab. Rembang Sarang Kalipang Rembang Tanjungsari Sumber : BWRMP, 2010

31 ROB di KOTA SEMARANG LUAS GENANGAN ROB 2.828 HA
Sumber : Pemkot Semarang

32 Kondisi dan Permasalahan Bidang Sistem Informasi SDA WS Jratunseluna
Informasi data SDA belum tersedia dalam satu system informasi. Tanggungjawab dan kewenangan yang tumpang tindih pada pengelolaan sistem informasi. Belum adanya format standar untuk data SDA Kurangnya sarana prasarana, Infrastruktur dan SDM di seluruh dinas, terkait dengan system database dan informasi SDA Rendahnya keinginan untuk memiliki data SDA yang komprehensif.

33 Kondisi dan Permasalahan Bidang Pemberdayaan Masyarakat
WS Jratunseluna Partisipasi masyarakat dan swasta dalam pengelolaan SDA belum optimal. KEMBALI

34 rencana pengelolaan SUMBER DAYA AIR Ws jratunseluna
STRATEGI TERPILIH rencana pengelolaan SUMBER DAYA AIR Ws jratunseluna

35 KONSERVASI SUMBER DAYA AIR
Perlindungan & Pelestarian Sumber Daya Air Reboisasi atau Rehabilitasi lahan dan hutan Penentuan dan zonasi daerah rawan erosi, longsor guna melakukan perencanaan daerah konservasi Pengembangan dan pembangunan bangunan konservasi sipil, seperti bangunan pengendali sedimen. Penerapan peraturan Perundang-undangan untuk pengendalian pemanfaatan lahan sesuai dengan peruntukannya Perlindungan Sumber Daya Air dalam kegiatan konservasi DAS yang terpadu. B. Pengawetan Air Penerapan peraturan perundang-undangan, Peraturan Pemerintah, Permen dan Perda mengenai pemanfaatan air tanah sumur resapan. Membuat tampungan-tampungan air (waduk/embung). Sosialisasi hemat pemakaian air kepada stakeholder. C. Pengelolaan Kualitas Air & Pengendalian Pencemaran Air Peningkatan sosialisasi kepada masyarakat untuk berbudaya bersih Pemantauan kualitas air sungai untuk mengetahui tingkat pencemaran

36 PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA AIR
Penatagunaan SDA Memperbaharui atau merevisi rencana tata ruang dengan mencakupkan masalah pengelolaan SDA Inventarisasi seluruh infrastruktur pendayagunaan Sumber Daya Air Observasi, Pengukuran dan pengumpulan data dari parameter fisik dan sumber morfologi air, kimia dan biologi. Penyediaan SDA Peningkatan penyediaan anggaran operasional dan pemeliharaan guna peningkatan efisiensi air Penggunaan SDA Perbaikan/ pemeliharaan jaringan irigasi agar kinerjanya naik Penerapan peraturan terkait penggunaan sumber daya air Eksplorasi air tanah untuk mendukung air permukaan jika kondisinya diperlukan Memperbaiki/ merehabilitasi bendungan, waduk, embung yang telah ada agar efesiensi meningkat Pembangunan bangunan pengambilan air baku Pembangunan penampung air permukaan (waduk, embung, kolam), untuk menjamin keadalan alokasi air bagi pengguna sumber daya air Pengembangan SDA Pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air Pengusahaan SDA Data Teknis, potensi dan regulasi pengusahaan yang jelas Perijinan penggunaan SDA dan pembangunan Infrastructure

37 PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR
PENCEGAHAN Pembangunan Tanggul & Perbaikan Alur Sungai Perbaikan Sistem Drainase Kota atau Wilayah Membangun sarana pengendalian abrasi pantai dan intrusi air laut PENANGGULANGAN Pengadaan bahan banjiran: bronjong, karung pasir. Pengadaan sistem telemetri termasuk pembangunan sistem data dasar online Evakuasi jalur sarana & prasarana Penyusunan rencana tindak & tanggap darurat Mitigasi PEMULIHAN Penerapan peraturan-peraturan terkait. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pemulihan sarana & prasarana

38 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
SISTEM INFORMASI SDA Peningkatan penyediaan sistem informasi berupa data base Penyediaan Informasi yang akurat, benar dan tepat waktu serta dapat di akses oleh berbagai pihak berupa data base online PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Upaya Pemerintah dan Pemda dalam pemberdayaan para pemilik kepentingan dan kelembagaan sumber daya air untuk meningkatkan kinerja pengelolaan sumber daya air dengan : Melibatkan peran masyarakat dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan konstruksi, pengawasan dan O&P sumber daya air Pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan serta pendampingan pada masyarakat Peningkatan kemampuan swadaya masyarakat pengguna air atas prakarsa sendiri KEMBALI

39 Penyusunan upaya fisik & upaya non fisik
rencana pengelolaan SUMBER DAYA AIR ws jratunseluna

40 UPAYA NON FISIK UPAYA FISIK
KONSERVASI SUMBER DAYA AIR Optimasi Pola Tanam Sosialisasi budaya hemat air Sosialisasi prokasih dan budaya bersih Desiminasi mengenai konservasi Penyuluhan & pelatihan konsep “Q delta 0 policy” Sosialisasi & pelatihan kualitas air UPAYA NON FISIK Konservasi vegetatif, teknis Pengamatan dan pemantauan kualitas air Pembangunan waduk (Waduk Mundingan di Kota Semarang, Waduk Dolok di Kab. Demak dll) dan embung (Embung Logung di kab. Kudus, Embung Kaliombo di Kab. Rembang dll UPAYA FISIK Matrik upaya fisik dan non fisik terlampir

41 UPAYA NON FISIK ASPEK PENDAYAGUNAAN SDA
PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA AIR UPAYA NON FISIK ASPEK PENDAYAGUNAAN SDA WS JRATUNSELUNA Penyusunan RTRW dengan tata ruang air Peningkatan intensitas tanam dan pola tanam dengan pemberdayaan P3A Memperbaharui Peraturan dan Sosialisasi pemakaian Air Tanah dan Air Permukaan Realokasi Air termasuk kajian untuk perubahan pola tanam dan tanaman Kampanye Penghematan Air Kampanye Hidup Sehat Pembentukan Forum DAS (Hulu-Hilir) Pemberdayaan P3A/GP3A termasuk pelatihan

42 UPAYA FISIK ASPEK PENDAYAGUNAAN SDA
PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA AIR UPAYA FISIK ASPEK PENDAYAGUNAAN SDA WS JRATUNSELUNA Rehabilitasi bendungan/ waduk/ embung yang telah ada Pembersihan enceng gondok serentak di Waduk Rawapening Pelaksanaan segmentasi tanggul dan pengerukan Rawapening Peninggian Tanggul Rawapening termasuk modifikasi Bd. Jelok Pembangunan bangunan pengambilan air baku Pipa distribusi air RKI Dolok - Kudu/Semarang Pipa distribusi air RKI Glapan - Kudu/Semarang Pelaksanaan terowongan Tuntang – Jragung Pelaksanaan Jragung Barrage Pipa distribusi air RKI bendung karet SWD (sungai Bum) - Jepara

43 UPAYA FISIK ASPEK PENDAYAGUNAAN SDA
PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA AIR UPAYA FISIK ASPEK PENDAYAGUNAAN SDA WS JRATUNSELUNA Rehabilitasi jaringan irigasi Rehabilitasi sistem DI. Glapan (18,740 ha) Rehabilitasi DI. Sedadi ( ha), DI. Klambu ( ha), DI sidorejo (6.038 ha) Review Desain & Pelaksanaan Rehabilitasi DI Tambakromo Kec. Sukolilo Pembangunan penampung air permukaan, untuk menjamin alokasi air bagi pengguna sumber daya air (Waduk Mundingan di Kota Semarang, Waduk Dolok di Kab. Demak, Embung Logung di kab. Kudus, Embung Kaliombo di Kab. Rembang dll) Matrik upaya fisik dan non fisik terlampir

44 UPAYA NON FISIK ASPEK PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR
WS JRATUNSELUNA Pengembangan dan perkuatan kerja sama antara instansi terkait dengan pengelolaan SDA Pemadu serasian rencana tata ruang dan rencana pengelolaan SDA Perkuatan dan pengembangan teknologi pengelolaan wilayah sungai Bimbingan teknis Pusat / Daerah bidang pengelolaan SDA Formulasi M & E dan pelaksanaannya Pemetaan risiko banjir Penyiapan RTR bantaran sungai Integrasi peraturan-peraturan tataguna lahan Mitigasi banjir berbasis masyarakat Pemberdayaan masyarakat tanggap bencana banjir termasuk pengelolaan sistim pengendali banjir dan rob Jasa pelayanan fisik menghadapi penanggulangan bencana banjir

45 UPAYA FISIK ASPEK PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR
WS JRATUNSELUNA Pemasangan peralatan peringatan dini banjir di sungai utama Perbaikan Alur Sungai pengamanan muara dan pantai Pembangunan dan rehabilitasi bangunan penahan banjir sistem drainase pompa Perbaikan S. Garang/ BKB Perbaikan S. Plumbon, S. Bringin Perbaikan Muara Sungai Silandak & Siangker Perbaikan S. Babon, S. Jajar. Perbaikan S. Kedungsemat. Perbaikan S. Juana. Perbaikan S. Jragung, Cabean Pembangunan Talud S. Ngaglik Perbaikan Sistem Drainase Kota Semarang. Perbaikan Sistem Drainase Silandak, Bulu, Bandarharjo, Pedurungan, Simpang lima. Pengamanan Pantai Semarang Pembangunan Bendung Karet di S. Tuntang. Pengerukan Muara & Pembuatan Jetty Ds. Jambu Kec Mlonggo Jepara. Perbaikan Dam Karet di S. Bum. Pangamanan Pantai Kedungsemat. Matrik upaya fisik dan non fisik terlampir

46 UPAYA NON FISIK UPAYA FISIK
SISTEM INFORMASI SDA UPAYA NON FISIK Peningkatan kapasitas staf unit hidrologi dan pengolah data MOU Kesepakatan BBWS dan PSDA tentang hidrologi Penetapan korporasi DAS/ BLU Menerapkan standar format SISDA Menyiapkan perangkat lunak untuk memudahkan akses informasi (online) Menyiapkan perangkat lunak untuk memudahkan pengelolaan aset infrastruktur SDA (Aset Irigasi dan Sungai) UPAYA FISIK Perbaikan, pemeliharaan, penggantian dan peralatan hidrometri seperti peralatan ARR dan AWRL serta Current meter, sediment sampler dan echo sounder lengkap dengan semua alat penunjangnya. Pemasangan peringatan dini di semua sungai utama dan waduk-waduk. Matrik upaya fisik dan non fisik terlampir

47 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
UPAYA NON FISIK Kampanye atau sosialisasi penyadaran masyarakat pada pengelolaan bencana akibat daya rusak SDA Pengembangan dan penelitian teknologi mengenai PSDA Pelatihan pada seluruh Stakeholder Mengenai keteknikan pengelolaan bencana atau daya rusak SDA Peningkatan Kemampuan Staf Pengelola SDA dibidang keteknikan dan sosial ekonomi Matrik upaya fisik dan non fisik terlampir

48 TERIMA KASIH


Download ppt "PERTEMUAN KONSULTASI MASYARAKAT TAHAP - I"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google