Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

12 Perancangan Berorientasi Objek 12 Perancangan Berorientasi Objek By : Andi Latifa Nabone.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "12 Perancangan Berorientasi Objek 12 Perancangan Berorientasi Objek By : Andi Latifa Nabone."— Transcript presentasi:

1 12 Perancangan Berorientasi Objek 12 Perancangan Berorientasi Objek By : Andi Latifa Nabone

2  Perancangan berorientasi objek adalah strategi perancangan di mana perancangan sistem memikirkan ‘benda’ dan bukan operasi atau fungsi.  Sistem yang berjalan terdiri dari objek-objek yang berinteraksi yang mempertahankan status lokal mereka sendiri dan menyediakan operasi bagi informasi status tersebut. Merancang sistem dengan menggunakan objek mandiri (self-contained object) dan kelas objek. Desain Berorientasi Objek (OOD)

3 Karakteristik OOD • Obyek merupakan abstraksi dari dunia nyata atau entitas sistem dan mengatur diri mereka sendiri • Objek bersifat independen dan merangkum keadaan dan representasi informasi • Fungsi sistem dinyatakan dalam hal objek layanan • Area share data ditiadakan. Objek berkomunikasi dengan menyampaikan pesan • Obyek dapat didistribusikan dan dapat dilakukan secara berurutan atau paralel.

4 Sistem yang terdiri dari objek-objek yang berinteraksi yang mempertahankan status lokal mereka sendiri dan menyediakan operasi bagi informasi status tersebut. Mereka menyembunyikan informasi mengenai representasi status dan dengan demikian membatasi akses terhadapnya. Proses perancangan berorientasi objek melibatkan perancangan kelas objek dan hubungan antara kelas-kelas ini. Ketika desain telah direalisasikan sebagai program yang berjalan, objek yang dibutuhkan dibuat secara dinamis dengan memakai definisi kelas.

5 Keuntungan OOD  Perawatan lebih mudah. Objek dapat dipahami sebagai entitas yang berdiri sendiri.  Objek adalah komponen sesuai yang dapat digunakan kembali/ dapat dipakai ulang karena merupakan enkapsulasi yang independen dari status dan operasi.  Untuk beberapa sistem, mungkin ada pemetaan yang jelas dari entitas dunia nyata ke objek sistem.

6 Pengembangan Berorientasi Objek • Analisis berorientasi objek (OOA), desain dan pemrograman saling berkaitan tetapi berbeda • OOA berkaitan dengan pengembangan model obyek dari domain aplikasi. • OOD berkaitan dengan model pengembangan sistem berorientasi objek untuk melaksanakan persyaratan • OOP berkaitan dengan realisasi OOD menggunakan bahasa pemrograman OO seperti Java atau C++.

7 Objek Dan Kelas Objek  Objek adalah suatu entitas dalam suatu sistem perangkat lunak yang mewakili contoh-contoh dari dunia nyata dan entitas sistem.  Objek juga berarti suatu entitas yang memiliki status dan set operasi terdefinisi yang beroperasi pada status tersebut.  Kelas objek adalah template untuk objek. Mereka dapat digunakan untuk membuat objek.  Kelas object dapat mewarisi sifat dan service dari kelas objek yang lain.

8 Objek Objek adalah sebuah entitas yang memiliki bentuk dan satu set operasi terdefinisi yang beroperasi dalam bentuk tersebut. Bentuk ini direpresentasikan sebagai himpunan sifat objek. Operasi berkaitan dengan objek yang memberikan layanan kepada obyek lain (klien) yang meminta layanan ini ketika beberapa perhitungan diperlukan. Objek dibuat berdasarkan beberapa definisi kelas objek. Definisi kelas Object berfungsi sebagai template untuk objek. Template Ini mencakup deklarasi semua sifat dan layanan yang harus dikaitkan dengan obyek dari kelas itu.

9 Komunikasi Obyek • Secara konseptual, objek berkomunikasi dengan menyampaikan pesan. • Pesan  Nama layanan diminta oleh objek yang memanggil.  Salinan informasi dibutuhkan untuk melakukan layanan dan nama pemilik (holder) untuk hasil dari layanan tersebut. • Dalam prakteknya, pesan seringkali dilaksanakan melalui prosedur panggilan.  nama = nama prosedur  informasi = daftar parameter.

10 Proses Desain Berorientasi Objek • Menentukan konteks dan bagaimana menggunakan sistem. • Merancang arsitektur sistem. • Mengidentifikasi sistem objek utama. • Mengembangkan model desain. • Menentukan objek antarmuka.

11 Deskripsi Sistem Cuaca Sistem pengumpulan data cuaca diperlukan untuk menghasilkan peta cuaca secara teratur dengan menggunakan data yang dikumpulkan dari jauh, stasiun cuaca tanpa pengawasan dan sumber data lain seperti pengamat cuaca, balon dan satelit. Stasiun cuaca mengirim data mereka ke komputer area sebagai tanggapan atas permintaan dari mesin mereka. Komputer area memvalidasi data yang dikumpulkan dan menyatukannya dengan data dari sumber yang berbeda. Data yang disatukan diarsipkan dan, menggunakan data dari arsip dan database peta digital, satu set peta cuaca lokal dibuat. Peta bisa dicetak untuk tujuan distribusi khusus atau peta utama dapat ditampilkan dalam format yang berbeda.

12 Deskripsi Stasiun Cuaca Stasiun cuaca adalah paket perangkat lunak yang mengontrol instrumen yang mengumpulkan data, melakukan beberapa pengolahan data dan mengirimkan data ini untuk diproses lebih lanjut. Instrumen termasuk termometer udara dan tanah, anemometer, sebuah baling-baling angin, barometer dan curah hujan. Data dikumpulkan setiap lima menit. Ketika perintah dikeluarkan untuk mengirimkan data cuaca, stasiun cuaca memproses dan merangkum data yang dikumpulkan. Kemudian data yang diringkas tersebut dikirim ke komputer pemetaan bila ada permintaan yang diterima.

13 Konteks Sistem Dan Penggunaan Model  Mengembangkan pemahaman tentang hubungan antara perangkat lunak yang tengah dibuat dan lingkungan eksternal.  Konteks sistem  Sebuah model statis yang menggambarkan sistem lain dalam lingkungan. Gunakan model subsistem untuk menunjukkan sistem lain.  Model penggunaan sistem  Sebuah model dinamis yang menggambarkan bagaimana sistem berinteraksi dengan lingkungannya. Gunakan use-cases untuk menunjukkan interaksi.

14 Use-Cases untuk Stasiun Cuaca Peraga yang menunjukkan bahwa stasiun cuaca berinteraksi dengan entitas eksternal untuk startup dan shutdown, untuk melaporkan data cuaca yang telah dikumpulkan dan untuk pengujian dan kalibrasi instrumen.

15 Desain Arsitektur • Karena interaksi antara sistem dan lingkungan telah dipahami, Anda menggunakan informasi ini untuk merancang arsitektur sistem. •Arsitektur berlapis sesuai dengan stasiun cuaca  Interface layer untuk menangani komunikasi.  Pengumpulan data layer untuk mengelola instrumen.  Instrumen layer untuk pengumpulan data • Sebaiknya tidak lebih dari 7 entitas dalam model arsitektur

16 Identifikasi Objek  Mengidentifikasi objek (atau kelas objek) adalah yang paling sulit dalam desain berorientasi objek.  Tidak ada “rumus ajaib” untuk mengidentifikasi objek. Hal ini bergantung pada pengalaman, keterampilan dan pengetahuan domain dari para perancang sistem.  Identifikasi obyek merupakan proses berulang-ulang. Kemungkinan besar Anda tidak mungkin mendapatkannya pada kali pertama.

17 Pendekatan untuk Identifikasi • Gunakan pendekatan gramatikal berdasarkan uraian bahasa alami dari sistem (yang digunakan dalam metode Hood) • Pusatkan identifikasi pada hal-hal nyata dalam domain aplikasi • Gunakan pendekatan perilaku dan identifikasi objek sesuai dengan berpartisipasi apa dalam perilaku apa • Gunakan analisis berbasis skenario. Objek, atribut dan metode dalam setiap skenario diidentifikasi.

18 Kelas Objek Stasiun Cuaca  Termometer tanah, Anemometer, Barometer.  Objek domain aplikasi merupakan objek “perangkat keras” yang berhubungan dengan instrumen dalam sistem.  Pemetaan Cuaca.  Merupakan basis antarmuka dari stasiun cuaca terhadap lingkungannya. Karena itu mencerminkan interaksi yang diidentifikasi dalam model use-cases.  Data Cuaca.  Menyertakan data yang telah diringkas dari instrumen.

19 Objek Selanjutnya dan Penyempurnaan Objek  Gunakan pengetahuan domain untuk mengidentifikasi lebih banyak objek dan operasi.  Pemetaan Cuaca harus memiliki identifier yang unik.  Pemetaan cuaca diletakkan sedikit jauh, sehingga instrumen tidak bisa melaporkan secara otomatis. Oleh karena itu atribut dan operasi diperlukan untuk pemeriksaan diri-sendiri (self-checking).  Objek aktif atau pasif  Dalam hal ini, obyek bersifat pasif dan pengumpulan data berdasarkan permintaan daripada otomatis. Hal ini memperkenalkan fleksibilitas dengan mengorbankan waktu pengolahan controller.

20 Model Desain  Desain model menunjukkan objek dan kelas objek dan hubungan antar entitas tersebut.  Ada dua tipe model desain yang seharusnya dihasilkan untuk mendeskripsikan perancangan berorientasi objek, yaitu:  Model statis menjelaskan struktur statis sistem dalam hal kelas objek dan hubungannya.  Model Dinamis menggambarkan interaksi dinamis antara objek sistem (bukan antara kelas objek).

21 Model Subsistem • Menunjukan bagaimana desain dikelola kedalam kelompok obyek terkait secara logis • Dalam UML, ini ditunjukkan dengan menggunakan paket konsepsi enkapsulasi. Ini adalah model logis. Realisasi organisasi objek dalam sistem mungkin berbeda.

22 Model Urutan Model urutan menunjukkan urutan interaksi objek yang terjadi :  Obyek disusun secara horizontal di bagian atas.  Waktu ditunjukkan secara vertikal sehingga model dibaca dari atas ke bawah.  Interaksi ditunjukkan dengan anak panah. Anak panah berbeda mewakili berbagai jenis interaksi.  Sebuah kotak untuk objek tipis pada saat objek tersebut adalah objek mengendalikan sistem.

23 Statecharts Menunjukkan bagaimana objek menanggapi permintaan layanan yang berbeda dan transisi dipicu oleh permintaan :  Jika keadaan objek Shutdown, maka objek merespon Startup () pesan.  Dalam keadaan menunggu, objek menunggu untuk pesan lebih lanjut.  Jika laporan cuaca () maka sistem bergerak untuk meringkas keadaan.  Jika mengkalibrasi () sistem bergerak ke keadaan kalibrasi.  Sebuah kumpulan keadaan dimasukkan ketika sinyal jam diterima.

24 Evolusi Desain  Menyembunyikan informasi di dalam objek berarti bahwa perubahan yang dibuat ke sebuah obyek tidak mempengaruhi objek lain dalam cara yang tak terduga.  Asumsikan fasilitas pemantauan polusi ditambahkan untuk stasiun cuaca. Sampel itu adalah udara dan hitung jumlah polutan yang berbeda di atmosfer.  Pembacaan Polusi dikirim dengan data cuaca.

25 Perubahan yang dibutuhkan • Tambahkan kelas objek yang disebut “Kualitas udara” sebagai bagian dari stasiun cuaca. • Tambahkan operasi laporan kualitas udara ke Stasiun Cuaca. Modifikasi kontrol perangkat lunak untuk mengumpulkan pembacaan polusi. • Tambahkan objek tersebut yang mewakili instrumen pemantauan polusi.

26 SEKIAN


Download ppt "12 Perancangan Berorientasi Objek 12 Perancangan Berorientasi Objek By : Andi Latifa Nabone."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google