Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Perbandingan Akses Internet Dengan Kualitas Pendidikan

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Perbandingan Akses Internet Dengan Kualitas Pendidikan"— Transcript presentasi:

1 Arah Kebijakan Pengembangan Kemdikbud dan Kebutuhan Kompetensi TIK bagi Guru

2 Perbandingan Akses Internet Dengan Kualitas Pendidikan
Indonesia Koefisien korelasi = 0.71 Sumber: WEF, Global Competitiveness Index

3 Keterkaitan Internet dan Daya Saing
Global Competitiveness Index Peringkat 9 Kesiapan Teknologi 91 94 9.01 Ketersediaan teknologi terbaru 77 74 9.02 Tingkat kekuatan penyerapan teknologi 65 54 9.03 FDI dan transfer teknologi 64 9.04 Pengguna internet 107 117 9.05 Langganan Internet Broadband 99 103 9.06 Bandwidth internet 102 108 9.10 Peralatan elektronik rumah tangga dan komputer 105 Peringkat daya saing Indonesia dalam hal internet masih sangat rendah dan menurun. Melalui Jardiknas, tiap peserta didik akan memiliki kesempatan menggunakan internet. Dengan jumlah peserta didik lebih dari lima puluh juta, pengguna internet di Indonesia akan dapat meningkat tajam, yang akan sangat berpengaruh terhadap peringkat daya saing Indonesia. Pengguna yang banyak akan dapat menekan harga sewa, sehingga jumlah pelanggan akan makin banyak juga.

4 e-Readiness Economic Intelligent Unit, The Economist with IBM
Laporan tahunan rangking tiap negara dalam kesiapan menjalankan ekonomi digital, menggunakan 154 indikator yang dikelompokkan dalam beberapa katagori dan kriteria sebagai berikut: No Country Rank :70 Countries 2008 2009 2010 1 Indonesia 68 65 2 Malaysia 34 38 36 3 Thailand 47 49 4 Vietnam 64 62 5 Philippine 55 54 6 China 56 No. Category Criteria 1 Education Connectivity 2 Government Capability 3 Industry Content 4 Society Culture (K. Suzuki, e-Learning in Japan: Past, Present, Future. 2009) Education: school connectivity; student and teacher capability; availability, accessibility, and offardability of e-learning contents; culture barriers toward ICT usage, etc Pendidikan juga diperlukan untuk mendukung kesiapan pemerintahan, bisnis, dan masyarakat dalam menjalankan ekonomi digital melalui penyediaan SDM yang melek TIK (e-literate)

5 Efisiensi Nasional, Efektivitas, Transparansi, Akuntabilitas
Renstra : Menyelenggarakan Layanan Prima Pendidikan Nasional dengan meningkatkan Ketersediaan, Keterjangkauan, Kualitas, Kesetaraan, Kepastian (5K) Penguatan Organisasi Penajaman Visi, Misi, Strategi Pembenahan Tata-laksana Rekayasa Ulang Proses Organisasi Pemanfaatan TIK untuk Pendidikan (e-Managemen dan e-Pembelajaran) Reformasi Layanan Eksternal: - Peserta Didik - Satuan Pendidikan - PTK - Substansi Pend. Reformasi Pelaksanaan Sisdiknas Simplifikasi dan Integrasi Posedur Restruktur-isasi Organisasi Pengembang-an Sistem Pengukuran Kinerja Reformasi Layanan Internal: Pegawai Aset Dokumen Akuntansi Anggaran Dll Redefinisi Tugas dan Fungsi Penataan dan Penguatan SDM Perumusan Budaya Kerja Manajemen perubahan Analisis Beban Kerja dan Kualifikasi Jabatan Peningkatan Kompetensi Pengukuran Kinerja & Remunerasi Efisiensi Nasional, Efektivitas, Transparansi, Akuntabilitas Visi ‘4A’ TIK dan Pendekatan Partisipati Aktif Pengguna (2.0)

6 Ministerial (Enterprise) Architecture
Pemangku Kepentingan Peserta Didik Orang Tua PTK Satuan Pendidikan DUDI/ Rekanan Pegawai Media DisDik Daerah Delivery Architecture (QuadPlay) Convergence Delivery Channels Portal Pusat Layanan Prima Pendidikan Nasional Infrastructure Architecture Multiplatforms Infrastructure Penyiaran, Telekomunikasi (Fixed/Mobile), Internet/Intranet Service Architecture Multistakeholders Integrated Services Layanan Eksternal (FO) Layanan Internal (BO) Data Architecture Data Warehouse Siswa, PTK, SatDik, Materi SDM, Aset, Dok., Program,...

7 Fungsi e-Layanan No Fungsi Penjelasan 1 Diseminasi 2 Interaksi 3
Sarana untuk memudahkan penyebar-luasan informasi dan dokumen terkait pendidikan: - Pull: diunduh - Push: disebar 2 Interaksi Sarana untuk bisa lebih akrab: -Pelaporan melalui partisipasi masyarakat - Forum/Diskusi/Tanya Jawab tematik dengan moderator - Survey/Jajak pendapat - Dll 3 Transaksi Sarana pendukung pelaksanaan kegiatan/layanan - Kebutuhan masyarakat - Kebutuhan Kemdiknas 4 Kolaborasi Sarana untuk memudahkan terjadinya kolaborasi 5 Transformasi Sarana untuk mengubah budaya kerja Kemdiknas

8 Topologi Infrastruktur e-Pendidikan Ideal
Pita Lebar Dibagi menjadi beberapa wilayah operasi, untuk meningkatkan persaingan tender sehingga dapat menekan harga dan meningkatkan layanan Pemangku Kepentingan Data Pokok Pendidikan Rumah Belajar Internet Pusat Operasi Jardiknas Portal Tertentu (Dibatasi) Jardiknas (Privat, Intranet Yang Aman/Andal) Univ. Dinas Sentral Jaringan Publik Terdekat Sentral Jaringan Publik Terdekat Simpul Jardiknas Jaringan Publik (Memanfaatkan USO Internet untuk daerah terpencil) Seluler (di luar sekolah) Server Satuan Pendidikan Seluler (di luar sekolah) WiFi di Sekolah WiFi di Sekolah Peserta Didik (NISN) PTK (NUPTK) Manajemen Sekolah (NPSN)

9 Ruang Lingkup e-Pendidikan Kemdikbud
G2G Government (G) G2M: BOS Pemberian Hibah Dll G2T: Sertifikasi Peningkatan Kompetensi Dll G2S: Pemberian Beasiswa Pendaftaran UN Dll Management (M) Teacher (T) M2M T2T T2S: Mengajar Memberi Tugas/Ujian Dll M2S: Penerimaan Siswa baru Kelulusan Dll Student (S) M2T: Penugasan Guru Pemantauan Kinerja Guru Dll S2S

10 4 1 Kompetensi Guru Kompetensi Pedagogi Kompetensi Sosial
Komepetensi Profesional Kompetensi Kepribadian 4 1 Kompetensi TIK


Download ppt "Perbandingan Akses Internet Dengan Kualitas Pendidikan"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google