Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DRA. MARGARETHA S PSIKOLOGI PENDIDIKAN. POKOK I PENDAHULUAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DRA. MARGARETHA S PSIKOLOGI PENDIDIKAN. POKOK I PENDAHULUAN."— Transcript presentasi:

1 DRA. MARGARETHA S PSIKOLOGI PENDIDIKAN

2 POKOK I PENDAHULUAN

3 PENGERTIAN  Ilmu Pengetahuan yang mempelajari tingkah laku - tingkah laku yang terjadi dalam proses pendidikan

4 Ruang lingkup  Menyangkut semua hal yang berhubungan dengan B E L A J A R dan PROSES MENGAJAR yang merupakan tindakan pelaksanaan dalam usaha pendidikan.

5 Tujuan mempelajari  Sebagai pendidik dalam melaksanakan tugasnya dapat menyesuaikan dengan keadaan anak didik, memahami anak didik, sehingga dapat memperlakukannya dengan lebih tepat.

6 Metode mempelajari psi pendidikan  Dlam psi pendidikan menyuguhkan prinsip-prinsip yg dapat digunakan dalam membuat keputusan yg baik.  dalam psi pendidikan terdapat konsep-konsep yg dapat dipertimbangkan untuk bagaimana mengajarkannya, menginterpretasikan dan memecahkan masalah yg ada, serta menjelaskan pada siswa apa yg sedang dilakukannya.  Dlam psi pendidikan menyuguhkan prinsip-prinsip yg dapat digunakan dalam membuat keputusan yg baik.  dalam psi pendidikan terdapat konsep-konsep yg dapat dipertimbangkan untuk bagaimana mengajarkannya, menginterpretasikan dan memecahkan masalah yg ada, serta menjelaskan pada siswa apa yg sedang dilakukannya.

7 Pentingnya mempelajari  Dapat menyusun srategi psikologis dalam pendidikan

8 POKOK II PERSOALAN POKOK PSIKOLOGI

9 Pengertian Belajar  James O. Wittaker : sebagai proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.  Cronbach : belajar yang efektif, adalh melalui pengalaman. Dalam proses belajar, seseorang berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan semua alat inderanya.  Howard L. Kingsley : belajar adalah di mana tingkah laku ( dalam artian luas ) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan

10 Belajar  Suatu aktivitas mental/psikis, yang berlangsung dalm interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, ketrampilan dan nilai –sikap. Perubahan itu bersifat secara relatif konstan dan berbekas.

11 Sistematika belajar A.De Block a. Bentuk-bentuk belajar menurut fungsi psikis : 1) Belajar dinamik 2) Belajar afekif 3) Belajar kognitif : mengingat, berpikir 4) Belajar sensi-motorik : mengamati, bergerak, berketrampilan b. Bentuk belajar menurut materi yg dipelajari 1) Belajar teoritis 2) Belajar tehnis 3) Belajar sosial atau belajar bernasyarakat 4) Belajar estetis a. Bentuk-bentuk belajar menurut fungsi psikis : 1) Belajar dinamik 2) Belajar afekif 3) Belajar kognitif : mengingat, berpikir 4) Belajar sensi-motorik : mengamati, bergerak, berketrampilan b. Bentuk belajar menurut materi yg dipelajari 1) Belajar teoritis 2) Belajar tehnis 3) Belajar sosial atau belajar bernasyarakat 4) Belajar estetis c. Bentuk belajat yg tidak disadari: a) Belajar insidental b) Belajar dengan mencoba-coba c) Belajar tersembunyi c. Bentuk belajat yg tidak disadari: a) Belajar insidental b) Belajar dengan mencoba-coba c) Belajar tersembunyi

12 Sistematika van Parreren a. Membentuk otomatisme b. Belajar insidnetal c. Menghafal d. Belajar pengetahuan e. Belajar arti kata-kata f. Belajar konsep ( pengertian ) g. Belajar memecahkan problem melalui pengamatan h. Belajar berpikir i. Belajar untuk belajar j. Belajar dinamik  Belajar nonkognitif ( kadang-kadang kognitif )  Belajar kognitif  Campuran belajar kognitif dan nonkognitif

13 Sistematika Robert M. Gagne a. Delapan tipe Belajar Tipe I : “ Belajar Signal “ Tipe II : belajar perangsang – reaksi, dengan mendapat penguatan/peneguhan ( conditioning ala Skinner ) Tipe III : belajar membentuk rangkaian gerak-gerik ( chaining motorik ) Tipe IV : belajar asosiasi verbal ( chaining verbal ) - Cap verbal - Rangkaian verbal Tipe I : “ Belajar Signal “ Tipe II : belajar perangsang – reaksi, dengan mendapat penguatan/peneguhan ( conditioning ala Skinner ) Tipe III : belajar membentuk rangkaian gerak-gerik ( chaining motorik ) Tipe IV : belajar asosiasi verbal ( chaining verbal ) - Cap verbal - Rangkaian verbal Tipe V : belajar diskriminasi yang jamak ( multiple discriminination ) Tipe VI : Belajar konsep ( concept learning ) Tipe VII : Belajar kaidah ( rule learning ) Tipe VIII : Belajar memecahkan problem ( problem solving ) Tipe V : belajar diskriminasi yang jamak ( multiple discriminination ) Tipe VI : Belajar konsep ( concept learning ) Tipe VII : Belajar kaidah ( rule learning ) Tipe VIII : Belajar memecahkan problem ( problem solving )

14 b.Sistematika “ Lima jenis belajar “ 1. Informasi Verbal - 2. Kemahiran intelektual - 3. Pengaturan kegiatan kognitif - 4. Ketrampilan motorik - 5. Sikap - 1. Informasi Verbal - 2. Kemahiran intelektual - 3. Pengaturan kegiatan kognitif - 4. Ketrampilan motorik - 5. Sikap -  Belajar di bidang kognitif  Belajar di bid sensorik – psikomotorik  Belajar di bid dinamik -afektif  Belajar di bidang kognitif  Belajar di bid sensorik – psikomotorik  Belajar di bid dinamik -afektif

15 Belajar sebagai suatu sistem Persolan pokok belajar mengangkut a. Persoalan input b. Persoalan proses c. Persoalan out put Bagan Model Didaktik dari E.De Corte

16 Tujuan Instruksional Evaluasi: -Hasil -Proses Keadaan Awal Proses Belajar

17 Proses belajar  Prosedur didaktik  Media pengajaran  Pengelompokan siswa  Materi pelajaran PROSES BELAJAR - MENGAJAR

18 Keadaan awal ( input ) 1. Pribadi siswa 2. Pribadi guru 3. Struktur jaringan hubungan sosial di sekolah 4. Sekolah sebagai institusi pendidikan 5. Faktor-faktor situasional 1. Pribadi siswa 2. Pribadi guru 3. Struktur jaringan hubungan sosial di sekolah 4. Sekolah sebagai institusi pendidikan 5. Faktor-faktor situasional

19 Keadaan awal : pribadi siswa a. Fungsi kognitif b. Fungsi konatif – dinamik c. Fungsi afektif d. Fungsi sensorik – motorik e. Beberapa hal yg menyangkut kepribadian siswa a. Fungsi kognitif b. Fungsi konatif – dinamik c. Fungsi afektif d. Fungsi sensorik – motorik e. Beberapa hal yg menyangkut kepribadian siswa

20 Pribadi Guru a. Kepribadian guru :  Penghayatan nilai – nilai kehidupan  Motivasi kerja  Sifat dan sikap b. Guru sebagai pendidik :  Inspirator dan korektor  Penjaga disiplin  Umur dan jenis kelamin a. Kepribadian guru :  Penghayatan nilai – nilai kehidupan  Motivasi kerja  Sifat dan sikap b. Guru sebagai pendidik :  Inspirator dan korektor  Penjaga disiplin  Umur dan jenis kelamin c. Guru sebagai didaktikus  Keahlian dlm penggunaan prosedur didaktik  Penguasaan materi  Gaya memimpin di kelas  Berkomunikasi dgn siswa  Kemampuan berbahasa d. Guru sebagai rekan seprofesi c. Guru sebagai didaktikus  Keahlian dlm penggunaan prosedur didaktik  Penguasaan materi  Gaya memimpin di kelas  Berkomunikasi dgn siswa  Kemampuan berbahasa d. Guru sebagai rekan seprofesi

21 Struktur jaringan hubungan sosial 1. Struktur hubungan sosial dalam keluarga 2. Struktur hubungan sosial di sekolah / kelas 1. Struktur hubungan sosial dalam keluarga 2. Struktur hubungan sosial di sekolah / kelas

22 Sekolah sebagai institusi 1. Prasarana dan sarana 2. Suasana di sekolah 3. Kurikulum sekolah 4. Sistem progresi siswa 5. Pengelompokan siswa 6. Pengelompokan tenaga pengajar 7. Pelayanan kepada siswa di luar bidang pengajaran 8. Kontak dengan orang tua siswa 1. Prasarana dan sarana 2. Suasana di sekolah 3. Kurikulum sekolah 4. Sistem progresi siswa 5. Pengelompokan siswa 6. Pengelompokan tenaga pengajar 7. Pelayanan kepada siswa di luar bidang pengajaran 8. Kontak dengan orang tua siswa

23 Faktor-faktor situasional 1. Keadaan ekonomis yg serba sukar & memprihatinkan 2. Keadaan politik yang kurang stabil 3. Keadaan waktu mencakup jmlh hari 4. Alokasi tempat 5. Keadaan iklim dan musim 1. Keadaan ekonomis yg serba sukar & memprihatinkan 2. Keadaan politik yang kurang stabil 3. Keadaan waktu mencakup jmlh hari 4. Alokasi tempat 5. Keadaan iklim dan musim

24 Diskusi kan !  Interaksi antara aspek- aspek keadaan awal

25 Tujuan Instruksional / Kompetensi A. Cara merumuskan TIK /Indicator B. Klasifikasi Tujuan a. Kognitif b. Afektif c. Psikomotorik

26 PBM A. Prosedur Didaktik : menunjuk pd kgt-kgtn tenaga pengajar dlm mengelola PBM di dlm kelas. Digolongkan : 1. Pola narasi /pengisahan 2. Pola perundingan bersama 3. Pola pemberian tugas B. Media Pengajaran C. Pengelompokan siswa 1. Pola bekerja paralel 2. Pola bekerja komplementer 3. Pola campuran paralel & komplementer D. Materi Pelajaran

27 Proses Belajar  Dlm arti luas : pengertian belajar  Arti sempit : menunjuk pada bentuk / jenis belajar ttt  Rangkaian fase belajar di sekolah : 1. Fase motivasi 2. Fase konsentrasi 3. Fase mengolah 4. Fase menyimpan 5. a.fase menggali 1 b.Fase menggali 2 6. Fase prestasi 7. Fase umpan balik

28 Rangkaian fase 1. Fase motivasi : siswa sadar akan tujuan yg harus dicapai & bersedia melibatkan diri 2. Fase konsentrasi : siswa khusus memperhatikakn unsur-unsur yg relevan, shg tebentuk pola perseptual ttt 3. Fase mengolah : siswa menahan informasi dlm STM & mengolah informasi untk diambil maknanya 4. Fase menyimpan : siswa menyimpan informasi yg telah diolah dlm LTM ; informasi dimasukkan ke dlm ingatan. Hasil belajar sudah diperoleh, sebagian atau keseluruhan.

29 lanjutan 5.a.fase menggali 1 siswa menggali informasi yg tersimpan dlm igatan & memasukkan kembali ke STM.kmdn dimasukkan ke LTM.setelah dikaitkan dgn infmasi baru b. Fase menggali 2: siswa menggali infrmsi dlm LTM & mempersiapkan sbg masukan bg fase prestasi Langsung melalui STM 6. Fae prestasi : infrmsi yg tregali digunakan untk memberikan prestasi yg menampakkan hasil belajar 7. Fae umpan balik : siswa mendapat konfirmasi, sejauh prestasinya tepat.

30 Jalur – jalur belajar 1. Jalur belajar informal verbal 2. Jalur belajar kemahiran intelektual 1. Belajar perseptual 2. Belajar konsep 3. Belajar kaidah dan prinsip 3. Jalur belajar pengaturan kgtn kognitif 4. Jalur belajar ketrampilan motorik 5. Jalur belajar sikap


Download ppt "DRA. MARGARETHA S PSIKOLOGI PENDIDIKAN. POKOK I PENDAHULUAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google