Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

“Prasangka” Dari Buku ESQ : Ari Ginanjar Agustian ” Pada suatu pagi, ketika diadakan rapat antar departemen di sebuah perusahaan, salah seorang tiba- tiba.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "“Prasangka” Dari Buku ESQ : Ari Ginanjar Agustian ” Pada suatu pagi, ketika diadakan rapat antar departemen di sebuah perusahaan, salah seorang tiba- tiba."— Transcript presentasi:

1 “Prasangka” Dari Buku ESQ : Ari Ginanjar Agustian ” Pada suatu pagi, ketika diadakan rapat antar departemen di sebuah perusahaan, salah seorang tiba- tiba ‘menguap’ di tengah rapat yang sedang berlangsung serius. Peserta lain spontan menoleh ke arahnya. Atasannya pun menggelengkan kepalanya.

2 Pemimpin rapat langsung menegur “ Saya kecewa sekali dengan anda, anda tampaknya tidak peduli dengan rapat serius ini”. Karyawan itu langsung tertunduk, wajahnya pucat. Ia berkata lirih :

3 “Maaf, saya ingin menyampaikan sesuatu. Saya seharusnya tidak bisa ikut rapat ini. Tetapi mengingat rapat ini sangatlah penting, saya mencoba hadir” Matanya berkaca- kaca......Anak saya tadi malam mengalami kecelakaan, Saat ini ia sedang dirawat di ICU dalam keadaan tidak sadar. JAdi tadi malam saya tidak bisa tidur.

4 Semua peserta rapat langsung tertunduk. Mereka terjerumus pada prasangka, paradigma atau belenggu pikiran, yang menganggap jika ada orang menguap di tengah rapat diartikan orang tersebut tidak antusias. Sebuah prasangka negatif.

5 Tindakan seseorang sangat bergantung dengan alam pikirannya masing- masing. Setiap orang diberikan kebebasan untuk memilih responnya sendiri-sendiri. Ia bertanggung jawab penuh atas sikap yang ditimbulkannya dari pikirannya sendiri.

6 Andalah “raja” dari pikiran anda sendiri. Bukan lingkungan sekeliling anda. Namun lingkungan ikut serta berperandalam mempengaruhi cara berpikir seseorang. Apabila lingkungannya pahit maka iapun menjadi pahit, selalu curiga, dan seringkali berprasangka negatif kepada orang lain.

7 Prasangka negatif ini mengakibatkan orang menjadi bersikap “defensif” dan tertutup. Cenderung menahan informasi dan tidak mau bekerja sama. Akibatnya justru ia sendiri yang akan mengalami kerugian, seperti turunnya kinerja, tidak mampu melakukan sinergi dengan orang lain.

8 Sebaliknya, orang yang memiliki “prinsip”, akan lebih mampu melindungi pikirannya. Ia mampu memilih respon positif di tengah lingkungan paling buruk sekalipun. Ia akan tetap berpikir positif dan selalu berprasangka baik pada orang lain. Ia mendorong dan menciptakan kondisi lingkungannya untuk salaing percaya, saling mendukung, bersikap terbuka dan kooperatif.

9 Hasilnya adalah sebuah ”Aliansi Cerdas” yang akan menciptakan performa puncak. Dia- lah raja dari pikirannya sendiri.

10 Zero Mind 1 : Hindarilah selalu berprasangka buruk, upayakan berprasangka baik kepada orang lain.

11 “ Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan oranglain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? ” Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang “ Q.S. Al Hujurat : 12

12 “ Hai manusia, sesungguhnya KAmi menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah MAha MEngetahui lagi Maha MEngenal “ Q.S. Al Hujurat : 13


Download ppt "“Prasangka” Dari Buku ESQ : Ari Ginanjar Agustian ” Pada suatu pagi, ketika diadakan rapat antar departemen di sebuah perusahaan, salah seorang tiba- tiba."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google