Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL Prof. H. Abdurrahman Mas’ud, Ph.D. Kapuslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag RI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL Prof. H. Abdurrahman Mas’ud, Ph.D. Kapuslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag RI."— Transcript presentasi:

1 MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL Prof. H. Abdurrahman Mas’ud, Ph.D. Kapuslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag RI

2 Masalah Kesejahteraan Masyarakat  Kesejahteraan sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya (UU RI Nomor 11 tahun 2009 tentang kesejahteraan sosial, pasal 1 ayat (1).  Taraf kesejahteraan masyarakat Indonesia masih belum maksimal. Manfaat Pembangunan ekonomi belum dirasakan oleh sebagian masyarakat.  Muncul masalah kemiskinan dan kesenjangan di masyarakat. Kemiskinan mempengaruhi kualitas SDM.  Adanya komitmen global untuk mengurangi kemiskinan. Dan kemiskinan dianggap musuh utama

3 Kritik Terhadap Pendidikan (education) sebagai ecomic capital  Pendidikan sebagai economic capital  Kecenderungan munculnya integrasi ekonomi dan perdagangan bebas yang menjadikan pendidikan sebagai komoditas yang diperdagangkan  Hal ini berakibat kepaa pola hidup yang materialistik dan hedonistic yang cenderung menggeser keterlibatan nilai- nilai agama  Karena itu pendidikan harus dipahami dalam konteks tarbiyah islamiyah sebagai suatu disiplin studi Islam.  Pendidikan dipahami sebagai: al-tarbiyah, al-ta’lim, al- tadris, al-ta’dib, al-tahzib, al-tazkiyah, al-tafaquh, dan lain- lain.

4 Pendidikan Islam dan Kesejahteraan Sosial  Al-Quran mengintroduksikan dirinya sebagai “pemberi petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus” (QS 17:19).  Petunjuk-petunjuknya bertujuan memberi kesejahteraan dan kebahagian bagi manusia baik secara pribadi maupun kelompok  Rasulullah sebagai penerima al-Quran bertugas untuk menyampaikan petunjuk –petunjuk, menyucikan dan mengajarkan manusia (QS 67:2). Menyucikan adalah mendidik, dan mengajar adalah mengisi benak anak didik.  Konsep Manusia dalam Sistem Pendidikan Islam. Menurut konsep Islam, manusia terdiri dari tiga unsur: tubuh, hayat, dan jiwa.  Sistem pendidikan Islam adalah integrasi dunia dan ukhrawi.  Prinsip sistem pendidikan Islam adalah menggunakan pendekatan yang menyeluruh terhadap manusia.

5 Lanjutan....  Mengeducatidkan (transmisi dan internalisasi) tentang landasan ekonomi Islam, yaitu: harta benda yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia adalah cobaan mereka (QS 6:165), apakah mereka melaksanakan fungsi sosial dari harta tersebut atau tidak (QS 57:7). Dengan demikian, Islam tidak membenarkan adanya harta benda yang tidak dimanfaatkan. Karena harta benda berfungsi sosial, maka harta itu tersebut tidak dibenarkan untuk dimiliki orang-orang yang dapat menyia-nyiakannya (QS 4:5)  Dalam al-Quran dijelaskan bahwa sesungguhnya Tuhan memerintahkan kepada keadilan dan kebajikan (QS 16:90). Salah satu yang hal yang ditekankan demi mewujudkan keadilan dan pemerataan adalah membagi-bagikan harta tersebut agar tidak hanya beredar di kalangan orang-orang kaya (QS 59:7).

6 Pendidikan Islam diharapkan menjadi media untuk mencerdaskan, mendewasakan, membebaskan dan memanusiakan manusia. Sehingga dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah pemanusiaan, pembudayaan dan pelaksanaan nilai-nilai. baik dari pendidik maupun peserta didik. Hal ini sejalan dengan model pembelajaran yang dikembangkan oleh UNESCO (United Nations Educational Scientific, and Cultural Education) yang menjadi visi dasar pendidikan abad ke-21, yaitu Learning How to Think, Learning How to do, Learning to be, Learning How to Live Together dan Learning How to Learn.

7 Manajemen Pendidikan Islam: Sebuah Tawaran  Kebenaran yang tidak terorganisir dapat dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisasi (Syaidina Ali, R.A).  Yang membedakan manajemen pendidikan umum dengan manajemen pendidikan Islam adalah proses pengelolaan yang Islami.  Manajemen pendidikan Islam mempunyai karakteristik yang Islami, senantiasa melibatkan wahyu dan budaya kaum muslimin ditambah kaidah- kaidah manajemen pendidikan umum.

8 PENGERTIAN  Dalam Kamus Istilah Manajemen, manajemen diartikan sebagai proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran.  Mary Parker Follerr: manajemen diartikan sebagai seni melakukan perencanaan, mengorganisir, memimpin dan mengendalikan manusia dan sumber daya lain untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.  Dalam dunia pendidikan: Manajemen diartikan sebagai memadukan sumber-sumber pendidikan agar terarah dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya.

9 PENGERTIAN  Pengertian pendidikan (menurut SISDIKNAS): usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.  Pendidikan Islam : Proses pembentukan individu berdasarkan ajaran Islam yang diwahyukan kepada nabi Muhammad agar dapat mencapai derajad yang tinggi supaya ia mampu menunaikan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi, dan berhasil mewujudkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.  Dasar Pendidikan Islam adalah: Alqur’an dan Hadits.

10 PENGERTIAN  Manajemen Pendidikan Islam (Menurut Prof. Dr. Mujamil Qomar) adalah suatu proses pengelolaan lembaga pendidikan Islam secara Islami dengan cara menyiasati sumber-sumber belajar dan hal-hal lain yang terkait untuk mencapai tujuan pendidikan Islam secara efektif dan efisien.  Manajemen pendidikan Islam melibatkan wahyu dan budaya kaum muslimin ditambah dengan kaidah- kaidah manajemen pendidikan secara umum.

11 AMANAT MEMBANGUN KESEJAHTERAAN  Pembukaan UUD 1945: “Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa”  Batang Tubuh UUD 1945, fasal 31:  (1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan;  (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

12 .... AMANAT MEMBANGUN KESEJAHTERAAN  UU SISDIKNAS (No. 20 tahun 2003): “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.  UU Pengelolaan Zakat (No. 38 tahun 1999): “Pengelolaan zakat bertujuan: “... meningkatnya fungsi dan peranan pranata keagamaan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial”

13 PERAN STRATEGIS MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM:  Melahirkan Manajer dan Pimpinan Lembaga Pendidikan yang mampu mengelolah lembaga pendidikan secara modern.  Mengembangkan konsep pengelolaan lembaga pendidikan yang Islami, sebagai rujukan para praktisi pendidikan Islam (Madrasah, Pesantren, dan Majelis Taklim).  Konsep dan praktek Manajemen yang Islami dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kesejahteraan dan keadilan di masyarakat.

14  TANTANGAN MEMBANGUN KESEJAHTERAAN: 1. Pengangguran 2. Susah mengakses pendidikan bermutu 3. Output Pendidikan yang tidak terampil 4. Wawasan dan budaya enterpreneurship yang rendah 5. Wawasan dan sikap keberagamaan yang Deterministik dan Anti kemajuan, 6. Persaingan antar bangsa (Globalisasi)

15 PELUANG  Beberapa peluang dalam rangka membangun kesejahteraan: 1. Sumber daya alam yang berlimpah 2. Kebijakan dan keberpihakan pemerintah terhadap pembangunan kesejahteraan 3. Keberadaan lembaga pendidikan dan pelatihan 4. Kondisi sosial budaya bangsa memiliki potensi zakat 5. Pertumbuhan CSR (Corporate Social Responsibility)

16 PERAN STRATEGIS MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM:  Melahirkan Manajer dan Pimpinan Lembaga Pendidikan yang mampu mengelolah lembaga pendidikan secara modern.  Mengembangkan konsep pengelolaan lembaga pendidikan yang Islami, sebagai rujukan para praktisi pendidikan Islam (Madrasah, Pesantren, dan Majelis Taklim).  Konsep dan praktek Manajemen yang Islami dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kesejahteraan dan keadilan di masyarakat.

17 INSPIRASI DARI HASIL RISET  Beberapa hasil penelitian dari Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan tahun 2010 – 2012, menggambarkan: a. Pendampingan terhadap Pondok Pesantren dalam rangka membangun Enterpreneurship, dan Life Skill sesuai tuntutan masyarakat b. Pengembangan ekonomi di pondok pesantren ditentukan oleh: Leadership dan Manajerialship.

18 AGENDA  Agenda Pendidikan Islam dalam membangun Kesejahteraan: a) Pengembangan ekonomi pesantren sebagai bagian dari upaya kemandirian ekonomi secara terarah, bertahap, terprogram dan terukur. b) Komitment pimpinan (Manajer) untuk menggerakan dan melibatkan seluruh sumber daya lembaga. c) Perlu replikasi keberhasilan lembaga pendidikan Islam (success story) kepada lembaga lainnya.

19 Wallahu Waliyyuttaufiq wal Hidayah TERIMA KASIH BRAVO PASCA INISNU LKMD


Download ppt "MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL Prof. H. Abdurrahman Mas’ud, Ph.D. Kapuslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag RI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google