Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KONSEP DAN PROGRAM “PATIENT SAFETY “ Dr.Adib A.Yahya,MARS Ketua Umum PERSI KONVENSI NASIONAL MUTU RUMAH SAKIT KE VI, HOTEL PERMATA BIDAKARA,BANDUNG,14.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KONSEP DAN PROGRAM “PATIENT SAFETY “ Dr.Adib A.Yahya,MARS Ketua Umum PERSI KONVENSI NASIONAL MUTU RUMAH SAKIT KE VI, HOTEL PERMATA BIDAKARA,BANDUNG,14."— Transcript presentasi:

1 KONSEP DAN PROGRAM “PATIENT SAFETY “ Dr.Adib A.Yahya,MARS Ketua Umum PERSI KONVENSI NASIONAL MUTU RUMAH SAKIT KE VI, HOTEL PERMATA BIDAKARA,BANDUNG,14 – 15 NOVEMBER 2006 UTAMAKAN KESELAMATAN PASIEN

2 PEMBAHASAN •PENGERTIAN “KEJADIAN TIDAK DIHARAPKAN” (KTD) DAN PATIENT SAFETY •MENGAPA PERLU “PATIENT SAFETY” ? •KONSEP DASAR PATIENT SAFETY •PROGRAM KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT SEBAGAI LANGKAH STRATEGIS •MEMBANGUN BUDAYA PATIENT SAFETY DENGAN “LEADERSHIP”

3 2. Why? 1. What? 3. How?

4 KEJADIAN YANG TIDAK DIHARAPKAN (KTD) DAN DAN PATIENT SAFETY

5 DATA KASUS DUGAAN MALPRAKTIK YANG SUDAH DILAPORKAN Alm. Lucy MaywatiRS Bersalin YPK JktMeninggal saat melahirkan caecar Polda Metro Jaya Tgl KorbanTerlaporKasus Lapor Tgl KorbanTerlaporKasus Lapor Wulan YuliantiRSCM JktMeninggal krn operasi pd usus Polda Metro Jaya Alm Lucy MaywatiRS Bersalin YPK JktPenggelapan M/R Polda Metro Jaya JeremiahRS Budi Lestari BksOperasi caecar mengakibatkan Polda Metro Jaya RS Hermina, Bekasiluka & cacat Mindo SihombingRS Persahabatan JktGagal operasi hernia Polda Metro Jaya Anissa SafitriRSCM JktHidrocepalus Polda Metro Jaya Alm. JajangRSUD Sukabumi JabarWabah malaria di Sukabumi Polda Jawa Barat Alm. Lucy MaywatiRS Bersalin YPK JktMeninggal saat melahirkan Polda Metro Jaya Robinson L. TobingRS Kodam Bkt BarisanVegetativ State akibat operasi/ Polda Sumatra Medancacat permanen Utara Anissa SafitriYayasan Amal BeduliPerbuatan tdk menyenangkan Polda Metro Jaya Seribu, Jktkrn memulangkan pasien NgatmiRS Persahabatan JktOperasi kanker payudara Polda Metro Jaya RohatiRS Darmais JktMeninggal dunia akibat gagal Polda Metro Jaya operasi kanker payudara Dr Jane PPT Newmont MinahasaPencemaran limbah B3 Mabes Polri Raya, Sulawesi Utara Srifika ModeongRS CM & RS MMC JktKeracunan mercury & arsen Mabes Polri Rasyid RahmanRS CM & RS MMC JktKeracunan mercury & arsen Mabes Polri Juhria RatubaheRS CM & RS MMC JktKeracunan Mercury & arsen Mabes Polri

6 Masna StimanRS CM & RS MMC JktKeracunan mercury & arsen Mabes Polri Revy AnastasiaRS Cikini JktKeracunan Obat Polda Metro Jaya Revy AnastasiaApotik RS Cikini JktKeracunan Obat Polda Metro Jaya Rasyid RahmanMenkes Ahmad SujudiPencemaran nama baik dgn Mabes Polri Mentamben P Yusgiantoro menyatakan tdk ada pencemaran Men LH Nabiel Makarim Fellina AzzahraRS Karya Medika JktMeninggal krn salah operasi usus Polda Metro Jaya Again Isna NauliRS Islam BogorKelalaian medis yg berakibat SATGA OPS Polda cacat permanen Jawa Barat Anggi & AnggeliRSCM JktMembiarkan pasien yg hrs dirawat Polda Metro Jaya AndreasRS Pasar Rebo JktKelahiran yg mengakibatkan cacat Polda Metro Jaya Maena NurrocmahRS Setia Mitra JktOperasi usus Polda Metro Jaya Fellina AzzahraRS K Medika CibitungMeninggal krn operasi usus Polda Metro Jaya RSCM Jkt Leonardus W PeteRS Silom GleaneglasPenyaderaan krn tdk mampu byr Polda Metro Jaya WinoPolres Sorong PapuaPenganiayaan mengakibatkan Mabers Polri Wiranmata dan dada rusak parah Lexyano HamsalimRS Medistra JktInfeksi akibat operasi klip jantung Polda Metro Jaya Parrel Davin H.ARS Eva Sari Lalai mengakibtakan org lain Polda Metro Jaya SinuratRawamangun Jktmeninggal Rizka Hudha RS Harapan Bunda JktLalai mengakibatkan kematian Polda Metro Jaya Masita Ariani Klinik Bedah PlastikKegagalan bedah plastik pd hidung Dit Reskrim Polda (Annisa)Bandung Jawa Barat Tyava Putra JuliartyKlinik Dharma Bakti 2Keracunan obat mengakibatkan Polda Metro Jaya RS harapan Kita JktSteven Johnson Syndrom

7 Chealfiro M.PRSCM JktOperasi Hemia Polda Metro Jaya Sahat Parulian RS Cikini JktPencemaran nama baik Polda Metro Jaya FatimahRSCM JktKelalaian mengakibatkan kematian Polda Metro Jaya Panca Satriya Dr. Siti Fadillah SDugaan tindak pidana membuat Mabes Polri Hasan Kesuma(Menkes RI)perasaan tdk menyenangkan Siti ZulaehaRSUD Pasar Rebo JktKesalahan dlm operasi Polda Metro Jaya Selli Wane Carolina RS Fatmawati JktKesalahan dlm operasi pd tulang Polda Metro Jaya belakang berakibat cacat Martha ManulangRS St Carolus JktSalah obat Polda Metro Jaya Chris RS Sumber Waras Jkt Kesalahan dlm operasi Polda Metro Jaya RS Mitra Kemayoran Jkt TumiRS Harun JktKesalahan dlm operasi Polda Metro Jaya Erwin Said dr. GW Sp.BPelaku tanpa seizin korban SIAGA OPS mengambil ginjal korban Bandar Lampung Royke Bagalutu, SHRosyid RusdiMelarang membawa anak ke SATGAS OPS Jabar Sandino BrataRS Hasan Sadikin Bandung (Asisten I Sukabumi) Royke Bagalatu, SH PT BIO FARMA IndoPemberian vaksin polio yg tdk SATGAS OPS Jabar diakui WHO NabilaKa Dinkes JabarAnaknya kejang2, panas berak2 Polda Metro Jaya Dinkes Depoksetelah imunisasi polio, kmd Menkes RImeninggal PT Bio Farma Indonesia Wagirin RS PelabuhanKelalaian Medis Polda Metro Jaya Sumber : Dari berbagai sumber BUHAROYAN NADAPDAP SH

8 Brosur JCAHO utk umum (JCAHO : Joint Commission on Accreditation of Healthcare Organization) In a Hospital : Because there are hundreds of medications, tests and procedures, and many patients and clinical staff members in a hospital, it is quite easy for a mistake to be made....

9 Di Rumah Sakit : Banyaknya jenis obat,jenis pemeriksaan dan prosedur, serta jumlah pasien dan staf Rumah Sakit yang cukup besar, merupakan hal yang potensial bagi terjadinya kesalahan.

10 KESALAHAN MEDIS (Medical Error) •Kesalahan yang terjadi dalam proses asuhan medis yang mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera pada pasien. (KKP-RS)

11 KEJADIAN TIDAK DIHARAPKAN (KTD)/ Adverse Event •Suatu kejadian yang mengakibatkan cedera yang tidak diharapkan pada pasien karena suatu tindakan ( commission ) atau karena tidak bertindak ( ommision ), dan bukan karena “underlying disease” atau kondisi pasien (KKP-RS).

12 NYARIS CEDERA (NC)/ Near Miss •Suatu kejadian akibat melaksanakan suatu tindakan (commission) atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil (omission), yang dapat mencederai pasien, tetapi cedera serius tidak terjadi, karena : “keberuntungan” (mis.,pasien terima suatu obat kontra indikasi tetapi tidak timbul reaksi obat), karena “keberuntungan” (mis.,pasien terima suatu obat kontra indikasi tetapi tidak timbul reaksi obat), karena “pencegahan” (suatu obat dengan overdosis lethal akan diberikan, tetapi staf lain mengetahui dan membatalkannya sebelum obat diberikan), atau “pencegahan” (suatu obat dengan overdosis lethal akan diberikan, tetapi staf lain mengetahui dan membatalkannya sebelum obat diberikan), atau “peringanan” (suatu obat dengan over dosis lethal diberikan, diketahui secara dini lalu diberikan antidotenya).(KKP-RS)

13 Medical Error Pasien tidak cidera Pasien cidera Near Miss Adverse Event -Kesalahan proses -Dpt dicegah -Pelaks Plan action tdk komplit -Pakai Plan action yg salah -Krn berbuat : commission -Krn tidak berbuat : omission (NM) (AE) Proses of Care (Non Error) Adverse Event Pasien cidera (KTD=Kejadian Tdk Diharapkan) Malpraktek Nico A. Lumenta/KKP-RS - Dpt obat “c.i.”, tdk timbul (chance) - Plan, diket, dibatalkan (prevention) - Dpt obat “c.i.”, diket, beri anti-nya (mitigation)

14 Keselamatan Pasien Rumah Sakit - KPRS (Patient safety) • Suatu sistem dimana RS membuat asuhan pasien lebih aman. • Sistem ini mencegah terjadinya cedera yg disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tdk mengambil tindakan yg seharusnya diambil. (KKP-RS)

15 PRIMUM, NON NOCERE FIRST, DO NO HARM HIPPOCRATES’S TENET ( BC)

16 Patient Safety bukan kegiatan yang baru. Patient Safety sudah menyatu dengan proses pengobatan kepada pasien itu sendiri “ Patient Safety programs were born of existing practices that were expanded, formalized, and centralized.”

17 MENGAPA PERLU “PATIEN SAFETY “ ?

18 IOM (Institute of Medicine) : TO ERR IS HUMAN  National Academy of Sciences : * National Research Council (1916) * National Academy of Engineering (1964) * Institute of Medicine (1970) = IOM  IOM, 1998 : Committee on quality of Health Care in America membuat laporan : TO ERR IS HUMAN (2000) 1) Adverse Event bukan baru, namun laporan berhasil mengangkat fokus perhatian : - AE di RS di Colorado & Utah : 2,9 % pasien RS, yang meninggal 6,6 % - Di New York : 3,7 %, yang meninggal 13,6 % - Pasien admisi di RS pada th tsb (1997) 33,6 juta - Extrapolasi : Pasien mati karena Medical Error : – (Orang mati karena KLL : ) (Kohn LT, Corrigan JM, Donaldson MS, eds. To err is human: building a safer health system. Washington, D.C.: National Academy Press, 2000.)

19 2) Laporan IOM menyimpulkan 4 hal pokok : A. Masalah accidental injury adalah serius B. Penyebabnya bukan kecerobohan individu, tetapi kesalahan sistem C. Perlu redesign sistem pelayanan D. Patient Safety harus menjadi prioritas nasional 3) IOM mengajak (challenge) semua pihak melibatkan diri (Leape L et al, Editorials, New England J. of Medicine 2002, 347 : ) 4) Segera Congress mengadakan dengar pendapat. Pres.Clinton membentuk : Quality Interagency Coordination Task Force (QuIC) menganalisa laporan IOM tsb

20 “TO ERR IS HUMAN” CORRIGAN, KOHN AND DONALDSON US ACADEMY OF SCIENCES / INSTITUTE OF MEDICINE, 2000 • 1984 New York -2.9% of admissions suffered an adverse event, 58% of which were preventable • 1992 Colorado and Utah - 3.7% of admissions suffered an adverse event, 53% of which were avoidable • Over 33.6Mn US hospital admissions pa between 44,000 and 98,000 avoidable deaths occur 8th most frequent cause of death ahead of AIDS (16,516 deaths pa), breast cancer (42,297 deaths pa) and motor car accidents (43,458 deaths pa) • Total cost to the US economy of avoidable deaths due to healthcare error $17 - $29 Bn pa HRRI.Healthcare Risk Resources International

21 DI INDONESIA ? -The “cockroach theory” : For every one you see, hundreds more are hiding in the woodwork ! -“Our hospital are very safe and couple of ‘accidents’ are acceptable” - Masih di daerah ‘Blaming’ yang sangat ‘costly’ dan menjauhkan pasien dari rumah sakit - “Litigious Society”  “defensive medicine”

22 Mengapa Patient Safety Process of care OutcomeStructure : AE “Blaming” -Pengaduan, Tuntutan -Tuduhan “Malpraktek”(Pid/Perd) -Proses Hukum: Polisi,Pengadilan -Blow-up Mass Media, 90% Publikasi-opini negatif -“Pertahanan RS” : -Pengacara -RS/Dr : Asuransi -Tuntutan balik - Dsb Patient Safety -Culture -Reporting -Learning/ Analysis/Research -K&R-based Standard-Guideline -Implementasi,Monitor -Patient Involvement Costly Kecurigaan meningkat Kepercayaan meningkat Cost: Invsment Quality Nico A. Lumenta/KKP-RS

23 KONSEP DASAR PATIENT SAFETY

24  Patient Safety adalah isu terkini, global, penting (high profile), dalam Pelayanan RS, praktis belum lama, dimulai sejak “Landmark” Laporan IOM th  WHO memulai Program Patient Safety th 2004 : “Safety is a fundamental principle of patient care and “Safety is a fundamental principle of patient care and a critical component of quality management.” (World a critical component of quality management.” (World Alliance for Patient Safety, Forward Programme WHO,2004) Alliance for Patient Safety, Forward Programme WHO,2004)  KOMITE KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT (KKP- RS) RS) dibentuk PERSI, pd tgl 1 Juni 2005  MENTERI KESEHATAN bersama PERSI & KKP-RS telah mencanangkan Gerakan Keselamatan Pasien Rumah Sakit pd Seminar Nasional PERSI tgl 21 Agustus 2005, di JCC

25 Patient Safety di berbagai negara 1. Amerika : AHRQ (Agency for Healthcare Research and Quality), Australia : Australian Council for Safety and Quality in Health Care, Inggeris : NPSA (National Patient Safety Agency), Canada : NSCPS (National Steering Committee on Patient Safety), CPSI (Canadian Patient Safety Institute), Malaysia : Patient Safety Council, Denmark : UU Patient Safety, Indonesia : KKP-RS, 2005

26 JCAHO (Joint Comm. On Accreditation for Healthcare organization) - Setiap tahun menetapkan “National Patient Safety Goals”(sejak 2002) - Juli 2003 : Pedoman “The Universal Protocol for Preventing Wrong Site, Wrong Procedure, Wrong Person Surgery” - Maret 2005 mendirikan International Center for Patient Safety

27 WHO - Pada World Health Assembly ke 55 Mei 2002 ditetapkan suatu resolusi yang mendorong (urge) negara untuk memberikan perhatian kepada problem Patient Safety meningkatkan keselamatan dan sistem monitoring Okt 2004 WHO dan berbagai lembaga mendirikan “World Alliance for Patient Safety” dgn tujuan mengangkat Patient Safety Goal “First do no harm” dan menurunkan morbiditas, cidera dan kematian yang diderita pasien

28 A Protocol For the Investigation and analysis Of Clinical Incidents.CRU & ALARM

29 “Accident Model” Management Decisions/ Organisational Processes Background Factors: workload supervision equipment knowledge training Unsafe Acts: mistakes omissions violations Latent Failures Work Conditions Active Failures Defences Near Miss MISS!!

30 Multi-Causal Theory “Swiss Cheese” diagram (Reason, 1991)

31 PROGRAM “KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT” SEBAGAI LANGKAH STRATEGIS

32 PENERAPAN KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT 1). TUJUH LANGKAH MENUJU KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT 2). STANDAR KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT

33 KKP-RS NO 001-VIII-2005 TUJUH LANGKAH MENUJU KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT PANDUAN BAGI STAF RUMAH SAKIT (KKP-RS) 1

34 7 LANGKAH • •BANGUN KESADARAN AKAN NILAI KP, Ciptakan kepemimpinan & budaya yg terbuka & adil. • •PIMPIN DAN DUKUNG STAF ANDA, Bangunlah komitmen & fokus yang kuat & jelas tentang KP di RS Anda • •INTEGRASIKAN AKTIVITAS PENGELOLAAN RISIKO, Kembangkan sistem & proses pengelolaan risiko, serta lakukan identifikasi & asesmen hal yang potensial bermasalah • •KEMBANGKAN SISTEM PELAPORAN, Pastikan staf Anda agar dgn mudah dapat melaporkan kejadian / insiden, serta RS mengatur pelaporan kpd KKP-RS. • •LIBATKAN DAN BERKOMUNIKASI DENGAN PASIEN, Kembangkan cara-cara komunikasi yg terbuka dgn pasien • •BELAJAR & BERBAGI PENGALAMAN TTG KP, Dorong staf anda utk melakukan analisis akar masalah untuk belajar bagaimana & mengapa kejadian itu timbul • •CEGAH CEDERA MELALUI IMPLEMENTASI SISTEM KP, Gunakan informasi yang ada tentang kejadian / masalah untuk melakukan perubahan pada sistem pelayanan KKP RS

35 BANGUN KESADARAN AKAN NILAI KP Ciptakan kepemimpinan & budaya yg terbuka & adil. Ciptakan kepemimpinan & budaya yg terbuka & adil.RS: • Kebijakan : tindakan staf segera setetelah insiden, langkah kumpul fakta, dukungan kepada staf, pasien - keluarga • Kebijakan : peran & akuntabilitas individual pada insiden • Tumbuhkan budaya pelaporan & belajar dari insiden • Lakukan asesmen dengan menggunakan survei penilaian KP. Tim: • Anggota mampu berbicara, peduli & berani lapor bila ada insiden • Laporan terbuka & terjadi proses pembelajaran serta pelaksanaan tindakan / solusi yg tepat. 1.

36 PIMPIN DAN DUKUNG STAF ANDA Bangunlah komitmen & fokus yang kuat & jelas tentang Bangunlah komitmen & fokus yang kuat & jelas tentang KP di RS Anda. KP di RS Anda.RS: • Ada anggota Direksi yg bertanggung jawab atas KP • Di bagian2 ada orang yg dapat menjadi ”penggerak” (champion) KP • Prioritaskan KP dalam agenda rapat Direksi / Manajemen • Masukkan KP dalam semua program latihan staf Tim: • Ada ”penggerak” dalam tim untuk memimpin Gerakan KP • Jelaskan relevansi & pentingnya, serta manfaat gerakan KP • Tumbuhkan sikap kesatria yg menghargai pelaporan insiden. 2.

37 INTEGRASIKAN AKTIVITAS PENGELOLAAN RISIKO Kembangkan sistem & proses pengelolaan risiko, serta Kembangkan sistem & proses pengelolaan risiko, serta lakukan identifikasi & asesmen hal yang potensial bermasalah. lakukan identifikasi & asesmen hal yang potensial bermasalah.RS: • Struktur & proses mjmn risiko klinis & non klinis, mencakup KP • Kembangkan indikator kinerja bagi sistem pengelolaan risiko • Gunakan informasi dari sistem pelaporan insiden & asesmen risiko & tingkatkan kepedulian terhadap pasien. Tim: • Diskusi isu KP dalam forum2, untuk umpan balik kepada mjmn terkait • Penilaian risiko pada individu pasien • Proses asesmen risiko teratur, tentukan akseptabilitas tiap risiko, & langkah memperkecil risiko tsb 3.

38 KEMBANGKAN SISTEM PELAPORAN Pastikan staf Anda agar dgn mudah dapat melaporkan Pastikan staf Anda agar dgn mudah dapat melaporkan kejadian / insiden, serta RS mengatur pelaporan kpd kejadian / insiden, serta RS mengatur pelaporan kpd KKP-RS. KKP-RS.RS: • Lengkapi rencana implementasi sistem pelaporan insiden, ke dalam maupun ke luar - yg harus dilaporkan ke KPPRS - PERSI. Tim: • Dorong anggota untuk melapor setiap insiden & insiden yg telah dicegah tetapi tetap terjadi juga, sebagai bahan pelajaran yg penting. 4.

39 LIBATKAN DAN BERKOMUNIKASI DENGAN PASIEN Kembangkan cara-cara komunikasi yg terbuka dgn pasien. RS: • Kebijakan : komunikasi terbuka ttg insiden dgn pasien & keluarga • Pasien & kel. mendapat informasi bila terjadi insiden • Dukungan, pelatihan & dorongan semangat kepada staf agar selalu terbuka kepada pasien & kel. (dlm seluruh proses asuhan pasien) Tim: • Hargai & dukung keterlibatan pasien & kel. bila telah terjadi insiden • Prioritaskan pemberitahuan kpd pasien & kel. bila terjadi insiden • Segera setelah kejadian, tunjukkan empati kpd pasien & kel. 5.

40 BELAJAR & BERBAGI PENGALAMAN TTG KP BELAJAR & BERBAGI PENGALAMAN TTG KP Dorong staf anda utk melakukan analisis akar masalah untuk belajar bagaimana & mengapa kejadian itu timbul. Dorong staf anda utk melakukan analisis akar masalah untuk belajar bagaimana & mengapa kejadian itu timbul.RS: • Staf terlatih mengkaji insiden secara tepat, mengidentifikasi sebab • Kebijakan : kriteria pelaksanaan Analisis Akar Masalah (Root Cause Analysis/RCA) atau Failure Modes & Effects Analysis (FMEA) atau metoda analisis lain, mencakup semua insiden & minimum 1 X per tahun utk proses risiko tinggi. Tim: • Diskusikan dalam tim pengalaman dari hasil analisis insiden • Identifikasi bagian lain yg mungkin terkena dampak & bagi pengalaman tsb. 6.

41 CEGAH CEDERA MELALUI IMPLEMENTASI SISTEM KP Gunakan informasi yang ada tentang kejadian / masalah untuk melakukan perubahan pada sistem pelayanan. RS • Tentukan solusi dengan informasi dari sistem pelaporan, asesmen risiko, kajian insiden, audit serta analisis • Solusi mencakup penjabaran ulang sistem, penyesuaian pelatihan staf & kegiatan klinis, penggunaan instrumen yg menjamin KP. • Asesmen risiko untuk setiap perubahan • Sosialisasikan solusi yg dikembangkan oleh KKPRS - PERSI • Umpan balik kepada staf ttg setiap tindakan yg diambil atas insiden Tim • Kembangkan asuhan pasien menjadi lebih baik & lebih aman. • Telaah perubahan yg dibuat tim & pastikan pelaksanaannya. • Umpan balik atas setiap tindak lanjut tentang insiden yg dilaporkan. 7.

42 STANDAR KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT (KARS – DEPKES) 2

43 Standar Keselamatan Pasien RS (KARS – DepKes) (KARS – DepKes) I. Hak pasien II. Mendidik pasien dan keluarga III. Keselamatan pasien dan asuhan berkesinambungan berkesinambungan IV. Penggunaan metoda-metoda peningkatan kinerja, untuk melakukan peningkatan kinerja, untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan keselamatan evaluasi dan meningkatkan keselamatan pasien pasien V. Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien meningkatkan keselamatan pasien VI. Mendidik staf tentang keselamatan pasien VII. Komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan pasien mencapai keselamatan pasien KKP RS

44 2. Padang 5. Bandung 7. Yogya 12. Manado Banjarmasin Socialization and try out of HPS program in 12 cities June – August 2006

45

46 Summary Of WHO/SEAR Regional Workshop on Patient Safety •Patient safety must be built into all aspects of healthcare •Patient safety is action-oriented •Patient safety is a mindset and a behavior •Patient safety requires a safe reporting environment •Patient safety requires a partnership with patients, their families and communities

47 MEMBANGUN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DENGAN “LEADERSHIP ”

48 QUALITY SAFETY QUALITY SAFETY TO ERR IS HUMAN

49 Active failuresLatent Conditions Errors Near MissesPatient harm Event reporting Learning Redesign Safer patient care Transactional Transformational The Patient Safety Hand Book

50 “PATIENT SAFETY” MERUPAKAN SUATU TRANSFORMASI KULTURAL. Perubahan Budaya yang Diharapkan : •Culture of Safety •Blame-Free Culture •Reporting Culture •Learning Culture Diperlukan upaya transformasional yang menyangkut intervensi multi level dan multi dimensional yang terfokus pada misi dan strategi organisasi, leadership style, serta budaya organisasi

51 CULTURE OF SAFETY •SAFETY BEYOND QUALITY Ternyata MUTU Pelayanan saja tidak cukup. Proses hukum di RS sangat meningkat, RS & Profesi gencar menjadi sasaran serangan tudingan. KESELAMATAN PASIEN mengubah “Blaming Culture” ke “Safety Culture”, dan mengurangi LITIGASI di RS (Hillary Rodham Clinton and Barack Obama : Making Patient Safety the Centerpiece of Medical Liability Reform. New Engl J Med 354;21 May 25, 2006.)

52 BLAME – FREE CULTURE The Approach to Error INDIVIDUAL ERROR FAILURE OF THE SYSTEM SYSTEM ERROR HUMAN FAILURE HRRI.Healthcare Risk Resources International

53 •Sebagian besar profesional adalah perfeksionis sehingga kegagalan akan menyebabkan penurunan moril secara pribadi dengan akibat kinerja yang menurun yang justru menimbulkan potensi untuk melakukan kesalahan. Oleh karena itu : - Hindari tuduhan secara pribadi - Ciptakan lingkungan yang kondusif •Pertanyaan pimpinan : –Apa yang telah terjadi ? (bukan “ siapa yang melakukan itu ?”) –Hambatan apa yang menghalangi kemampuan anda melaksanakan tugas secara efisien ? –Kejadian apalagi yang mungkin bisa timbul ?

54 Clinicians involved in an adverse event need... •support •advice •recognition of systems  nature of adverse events events  sense of security about Investigation about Investigation & improvement & improvement processes processes Fallibility is part of the human condition Fallibility is part of the human condition We can’t change the human condition We can change the conditions under which people work

55 REPORTING CULTURE PELAPORAN INTERNAL RS : PELAPORAN INTERNAL RS : –SISTEM PELAPORAN –ALUR PELAPORAN –FORMAT LAPORAN PELAPORAN RS KE KKPRS-PERSI: _ KTD/KNC _ FORMAT BAKU

56 Medical error: NPSA – NHS, 2005 My mistake Everyone makes mistakes. When patients are harmed, all those involved – staff, families and patients – can feel devastated. It isn’t easy to be open and honest when things go wrong. You may worry that you’ll be blamed or that your career will suffer. But the NHS can only learn how to prevent errors if you speak up when you make a mistake. Here, some of the most senior and influential doctors from across the country share their mistakes and the lessons they learned from them.

57 Medical error: NPSA – NHS, 2005 ‘As I emptied the syringe, I realised with horror that I’d picked up the wrong one’ ‘I made an incision over what I took to be a vein. As I hooked the vessel, I realised that it was the common peroneal nerve’ ‘I suddenly realised that I’d put in far too much heparin’ Dean of Postgraduate Medical Studies, North Western Deanery President, Royal College of Surgeons of England Chairman, British Medical Association

58 LEARNING CULTURE Those who do not learn from their mistakes are condemned to repeat them We cannot change the human condition, but we can change the conditions under which humans work. Professor James Reason BMJ March 2000

59 Patients who experience an adverse event need.. •Apology --  emphaty •to know what happened •advice about necessary treatment •change to prevent recurrence •ongoing support

60 Siklus Kegiatan Keselamatan Pasien Yan RS yang lebih 2006 PelaporanInsiden Analisis/BelajarRiset PengembanganSolusi PanduanPedomanStandar PelatihanSeminar Implementasi & “Measurement” PatientInvolvement/Communication •Risk Grading Matrix •Risk Analysis : RCA, FMEA FMEA

61 Untuk menciptakan perubahan diperlukan “Transformasional Leadership”, bukan “Managership” WHY ? Keberhasilan Transformasi : •Peran Leadership 70 % - 90 % •Peran Managership 10 % - 30 % ( Kotter )

62 “ Act as a Leader not a Manager, Stop Managing Start Leading !” Stop Managing Start Leading !” ( Robert Flater : “Jack Welch and GE Way” )

63 APA YANG HARUS DILAKUKAN OLEH PIMPINAN RS ? 1. Langkah awal gerakan Patient Safety dimulai dengan suatu “Pernyataan” atau semacam “Deklarasi” tentang tekad untuk memulai aktivitas Patient Safety Isi pernyataan mengandung elemen : •Nyatakan bahwa Patient Safety sangat penting dan menjadi prioritas •Komitmen tentang tanggung jawab eksekutif dalam Patient Safety •Aplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mutakhir •Berlakukan “Blameless Reporting” •Percepat proses perubahan

64 2. BERDAYAKAN PARA “PELOPOR” (CHAMPION) DITIAP UNIT 3. BRIEFING TIAP PERTEMUAN 4. SUSUN ORGANISASI DENGAN PENANGGUNG JAWAB YANG JELAS 5. LAKUKAN “PATIENT SAFETY WALKROUND” DENGAN KONSENTRASI KESELAMATAN PASIEN 6. CIPTAKAN SUASANA KERJA YANG KONDUSIF

65 MANFAAT RS TERAPKAN KESELAMATAN PASIEN • Kecenderungan “Green Product” -produk yang aman- di bidang industri lain, al.menjadi persyaratan dlm berbagai proses transaksi, sehingga menjadI makin laku/laris, makin dicari masyarakat • RS yang menerapkan KP akan lebih ”dicari” oleh ”3rd Party Payer” : Perusahaan-perusahaan dan Asuransi-asuransi akan mengutamakan memakai RS-RS tsb sebagai provider kesehatan karyawan / klien mereka, & kemudian akan diikuti oleh masyarakat yang akan lebih mencari RS yang aman. •Kegiatan RS di kawasan Blaming akan menurun krn fokus di kawasan Patient Safety.

66 Pencanangan Gerakan Keselamatan Pasien Rumah Sakit Oleh Menteri Kesehatan Seminar Nasional Persi 21 Agustus 2005 JCC

67 KESIMPULAN •DUGAAN MALPRAKTEK  KTD •“PATIENT SAFETY “ MERUPAKAN LANGKAH STRATEGIS : - Safer Care  Quality (Safety Beyond Quality) - Hubungan Dokter-Pasien  Partnership •“PATIENT SAFETY” SUATU PERUBAHAN BUDAYA - Safety Culture - Blame-Free Culture - Reporting Culture - Learning Culture •DIBUTUHKAN “KOMITMENT “ DAN “LEADERSHIP”

68 TERIMA KASIH UTAMAKAN KESELAMATAN PASIEN


Download ppt "KONSEP DAN PROGRAM “PATIENT SAFETY “ Dr.Adib A.Yahya,MARS Ketua Umum PERSI KONVENSI NASIONAL MUTU RUMAH SAKIT KE VI, HOTEL PERMATA BIDAKARA,BANDUNG,14."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google