Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENETAPAN SASARAN Tim Manajemen Risiko Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENETAPAN SASARAN Tim Manajemen Risiko Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan."— Transcript presentasi:

1 PENETAPAN SASARAN Tim Manajemen Risiko Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan

2 AGENDA 1. Pengantar 2. Arti Penting Penetapan Sasaran 3. Kategori Sasaran 4. Menghubungkan Misi dengan Sasaran Stratejik dan Sasaran Terkait 5. Appetite Risiko 6. Toleransi Risiko 7. Menghubungkan Misi, Sasaran, Appetite Risiko, dan Toleransi Risiko 6/28/2014Tim MR BPKP2

3 Pengantar 6/28/2014Tim MR BPKP3 - Menentukan Misi, Sasaran Stratejik, dan Sasaran Terkait - Menghubungkan Misi dengan Sasaran Stratejik dan Sasaran Terkait - Menentukan Appetite Risiko - Menentukan Toleransi Risiko -Menghubungkan Misi, Sasaran, Appetite Risiko, dan Toleransi Risiko

4 Arti Penting Penetapan Sasaran 1. Dalam rangka mencapai misi, visi yang ingin dicapai perusahaan, manajemen menentukan sasaran stratejik, merumuskan strategi dan menjabarkan ke seluruh bagian perusahaan dengan menetapkan sasaran terkait 2. Dengan menetapkan sasaran, manajemen dapat mengidentifikasi critical success factor dan ukuran kriteria kinerja 6/28/2014Tim MR BPKP4

5 Arti Penting Penetapan Sasaran 3. Risiko merupakan peristiwa yang mempunyai dampak negatif terhadap pencapaian sasaran 4. Manajemen risiko digunakan sebagai alat untuk membantu mencapai sasaran 5. Sasaran harus ada sebelum manajemen mengidentifikasi peristiwa potensial yang mempengaruhi pencapaian sasaran, mengases risiko, dan mengambil langkah penting untuk mengelola risiko 6/28/2014Tim MR BPKP5

6 Kategori Sasaran Sasaran perusahaan dipandang dalam konteks 4 kategori:  Stratejik (Strategic)  Operasi (Operations)  Pelaporan (Reporting)  Kepatuhan (Compliance) 6/28/2014Tim MR BPKP6 Sasaran Terkait

7 Kategori Sasaran  Strategis – berhubungan dengan sasaran tingkat tinggi, diselaraskan dan mendukung misi perusahaan  Operasional – berhubungan dengan efektivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya perusahaan  Pelaporan – berhubungan dengan kehandalan pelaporan perusahaan  Kepatuhan – berhubungan dengan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan dan hukum yang berlaku 6/28/2014Tim MR BPKP7

8 Kategori Sasaran – Sasaran Strategis  Berhubungan dengan sasaran tingkat tinggi, diselaraskan dan mendukung misi perusahaan 6/28/2014Tim MR BPKP8

9 Kategori Sasaran – Sasaran Operasional  Sasaran operasional berhubungan dengan efektivitas dan efisiensi operasi perusahaan  Sasaran operasional memberi arah pengalokasian sumber daya  Jika sasaran operasional tidak jelas atau tidak memiliki konsep yang baik, maka penggunaan sumber daya dapat tidak terarah 6/28/2014Tim MR BPKP9

10 Kategori Sasaran – Sasaran Pelaporan  Sasaran pelaporan penting untuk ditetapkan :  Pelaporan yang handal memberikan manajemen informasi yang lengkap dan akurat sesuai dengan tujuannya,  Pelaporan mendukung pengambilan keputusan manajemen, memantau aktivitas, dan kinerja entitasnya  Pelaporan meliputi pelaporan internal dan eksternal, informasi keuangan dan non keuangan Contoh laporan : Laporan hasil program pemasaran, laporan penjualan harian, laporan kualitas produk, laporan hasil kepuasan pelanggan dan pekerja, dan laporan keuangan 6/28/2014Tim MR BPKP10

11 Kategori Sasaran – Sasaran Kepatuhan  Sasaran kepatuhan harus ditetapkan karena perusahaan harus melaksanakan aktivitasnya sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku  Peraturan dan hukum yang berlaku dapat meliputi persyaratan yang berhubungan dengan pasar, harga, pajak, lingkungan,kesejahteraan pegawai, dan perdagangan internasional  Catatan ketaatan perusahaan dapat berpengaruh secara signifikan terhadap reputasi di masyarakat dan pasar 6/28/2014Tim MR BPKP11

12 Menghubungkan Misi dengan Sasaran Stratejik dan Sasaran Terkait  Misi, sasaran stratejik, strategi, dan sasaran terkait perlu ditetapkan secara selaras  Misi dan sasaran stratejik bersifat stabil, sedangkan strategi dan sasaran terkait bersifat lebih dinamis dan disesuaikan dengan perubahan kondisi internal dan eksternal 6/28/2014Tim MR BPKP12

13 Menghubungkan Misi dengan Sasaran Stratejik dan Sasaran Terkait – Contoh MisiMenyediakan perawatan kesehatan yang bermutu tinggi, mudah diakses, dan terjangkau bagi masyarakat Sasaran Stratejik  Menjadi rumah sakit terbesar pertama atau kedua, yang menyediakan semua jenis layanan kesehatan pada pasar metropolitan ukuran sedang  Memperoleh peringkat seperempat teratas untuk mutu dalam layanan medis inti kami  Diakui di pasar lokal sebagai pemimpin mutu/harga Strategi  Menjaga keharmonisan dengan rumah sakit di luar jaringan di pasar di mana kami tidak memiliki fasilitas  Membeli rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan yang bermutu tinggi dan berprestasi baik di pasar sasaran serta melakukan renovasi dan rekondisi atas rumah sakit yang dibeli  Menciptakan program kepemilikan bersama atau program berbagi keuntungan untuk menarik talenta medis yang terkemuka  Membangun program pemasaran yang sesuai dan terarah untuk pasar bisnis besar dan menengah  Menghadirkan sistem infrastruktur kami yang canggih untuk menyajikan manajemen dan pengendalian biaya yang efektif  Mencapai rekam-jejak tingkat kepatuhan yang unggul terhadap semua peraturan peraturan perundang-undangan kesehatan dan peraturan lainnya 6/28/2014Tim MR BPKP13

14 Menghubungkan Misi dengan Sasaran Stratejik dan Sasaran Terkait – Contoh Sasaran Terkait (Operasional)  Menginisiasi dialog dengan sepuluh rumah sakit ternama dan menegosiasi perjanjian dengan dua rumah sakit di antaranya  Menargetkan sepuluh program lain di pasar utama dan merealisasikan perjanjian dengan lima di antaranya tahun ini  Mengidentifikasi kebutuhan dan motivasi terhadap para praktisi yang unggul di pasar utama dan struktur syarat model alternatif  Memastikan sekurang-kurangnya satu talenta medis yang unggul duduk di posisi dewan untuk masing-masing disiplin inti pada lima pasar utama tahun ini  Menyelenggarakan focus group dengan para pemimpin bisnis di pasar utama untuk menentukan program yang dibutuhkan  Mengembangkan program model alternatif yang ditujukan bagi pelanggan dari kalangan bisnis  Membangun metodologi bagi terlaksananya implementasi cepat-mula atas sistem informasi dan operasi pada rumah sakit yang dibeli atau direnovasi  Menyusun protokol (aturan) bagi migrasi dari sistem yang ada saat ini  Mengimplementasikan sistem baru pada lokasi baru untuk difungsikan sebagai model selanjutnya 6/28/2014Tim MR BPKP14

15 Menghubungkan Misi dengan Sasaran Stratejik dan Sasaran Terkait – Contoh Sasaran Terkait (Pelaporan)  Menginstall sistem utama untuk fasilitas yang baru dibangun, untuk menyajikan kepada manajemen, laporan tentang ukuran kinerja, dengan analisis eksepsi dan garis tren, dalam waktu empat hari setiap akhir bulannya  Menjamin bahwa semua fasilitas menyampaikan laporan secara akurat dan tepat waktu, atas kinerja kepatuhan dan isu-isu yang membutuhkan reviu manajemen  Menciptakan sistem/pos pelaporan yang seragam untuk merangkai informasi yang akurat dan lengkap yang diperlukan bagi pelaporan eksternal Sasaran Terkait (Kepatuhan)  Membentuk jabatan kepatuhan dengan charter, kepemimpinan, dan staf secara terpusat, yang menyajikan dukungan bagi unit setempat  Memastikan personil lini menyadari tanggungjawab kepatuhan utama mereka, yang diwujudkan dalam sasaran sumberdaya manusia dan penaksiran kinerja  Mengembangkan protokol level perusahaan untuk prosedur medis, penyimpanan dan pendinginan obat, penugasan dan penjadwalan staf, dan semua aspek perawatan pasien  Mereviu kebijakan dan praktik privasi, serta membechmark terhadap persyaratan pemerintah dan praktik terbaik 6/28/2014Tim MR BPKP15

16 Appetite Risiko  Suatu besaran risiko yang siap diterima perusahaan dalam mengejar misi atau visinya  Risk appetite ditetapkan oleh manajemen dan ditelaah oleh dewan komisaris, merupakan alat bantu dalam menentukan sasaran  Sasaran perusahaan harus selaras dengan risk appetite 6/28/2014Tim MR BPKP16

17 Appetite Risiko  Dinyatakan secara kuantitatif maupun kualitatif, yang merupakan cerminan perusahaan dalam menyeimbangkan risiko dan return yang dihadapi perusahaan dalam mencapai tujuan yang ditetapkan Contoh: perusahaan dengan appetite risiko yang lebih tinggi akan bersedia mengalokasikan modalnya dalam jumlah besar pada bisnis (area) berisiko 6/28/2014Tim MR BPKP17

18 Contoh Appetite Risiko  Berdasarkan SK Meneg BUMN No. Kep-100/MBU/2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN, perusahaan dikategorikan “SEHAT” terdiri dari: - “A” apabila 65 < Total Score < = 80 - “AA” apabila 80 < Total Score <= 95 - “AAA” apabila Total Score > 95  Misalkan selama 3 tahun terakhir, perusahaan memperoleh total score 70, 75 dan 80, termasuk dalam kategori SEHAT “A”  Tingkat Kesehatan yang hendak dicapai perusahaan pada tahun ini bagi tipe manajemen: - Risk Avoider, Total Score sebesar 75 (SEHAT kategori “A”) - Risk Moderate, Total Score sebesar 86 ( SEHAT kategori “AA”) - Risk Taker, Total Score sebesar 96 ( SEHAT kategori “AAA”) 6/28/2014Tim MR BPKP18

19 Contoh Appetite Risiko  Menerima bahwa perusahaan akan membutuhkan jumlah modal yang besar untuk investasi pada aset, sumberdaya manusia dan proses baru  Menerima bahwa persaingan akan meningkat seiring upaya kami untuk meningkatkan pangsa pasar, karena itu akan mengurangi laba  Kami tidak menerima penurunan mutu 6/28/2014Tim MR BPKP19

20 Pertanyaan yang Diajukan Manajemen ketika Mempertimbangkan Appetite Risiko 1Risiko apa yang akan diambil perusahaan dalam berbisnis dan risiko apa yang tidak akan diambil? 2Apakah perusahaan aman dengan jumlah risiko yang diterima atau harus diterima, dari masing-masing unit bisnisnya? 3Seberapa besar tingkat risiko yang dapat diterima perusahaan dalam suatu inisiatif baru dalam rangka mencapai ROA yang dikehendaki sebesar 15%? 4Apakah perusahaan siap menerima risiko lebih besar dari tingkat risiko saat ini, jika ya, berapa tingkat return yang dikehendaki? 5Berapa modal atau laba yang akan dipertaruhkan perusahaan pada suatu tingkat keyakinan tertentu? Akankah manajemen menerima 50% dari modal at risk dengan 95% tingkat keyakinan? 6Berapa persen risiko ”kasus terburuk” yang harus selalu disediakan modal untuk menutupnya – berdasarkan skala potensialitas likelihood dan dampak risiko? Dapatkah diterima bahwa suatu peristiwa yang jarang terjadi tetapi dapat mengancam kelangsungan hidup perusahaan? 7Apakah terdapat risiko-risiko spesifik yang tidak dapat diterima perusahaan, seperti risiko ketidaktaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku? 8Seberapa besar risiko yang bisa diambil perusahaan dalam upaya mencapai sasaran, seperti risiko memperoleh laba lebih kecil tetapi mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar? 6/28/2014Tim MR BPKP20

21 Merumuskan Appetite Risiko 6/28/2014Tim MR BPKP21

22 Toleransi Risiko Toleransi Risiko  Toleransi risiko adalah tingkat variasi relatif yang dapat diterima terhadap pencapaian sasaran.  Beroperasi dalam toleransi risiko akan menyajikan kepada manajemen keyakinan yang lebih besar bahwa perusahaan masih dalam appetite risikonya, yang, sekaligus menyajikan derajat kenyamanan yang lebih tinggi bahwa perusahaan akan dapat mencapai sasarannya.  Toleransi risiko sebaiknya diukur dengan satuan yang sama seperti satuan ukuran sasaran terkait 6/28/2014Tim MR BPKP22

23 Contoh Risk Tolerance NoTipe Manajemen Target yang Hendak Dicapai Toleransi Risiko 1Risk AvoiderTotal Score 75 (SEHAT “A”) 65 < Total Score < = 80 2Risk ModerateTotal Score 86 (SEHAT “AA”) 80 < Total Score <= 95 3Risk TakerTotal Score 96 (SEHAT “AAA”) Total Score > 95 6/28/2014Tim MR BPKP23

24 Menghubungkan Misi, Sasaran, Appetite, dan Toleransi - Contoh Sasaran Terkait  Meningkatkan jumlah produksi hingga 15% dalam 12 bulan ke depan  Merekrut 180 staf baru untuk semua direktorat  Mempertahan mutu produk sebesar Satuan Ukuran:   Matrik Ton Barang  Jumlah staf yang direkrut ... Toleransi risiko Ukuran:  Pangsa pasar  Uniit barang  Jumlah staf yang direkrut  Indeks mutu produk Target:  5 persen  150,000 unit  180 staf  4.0 sigma Toleransi – Kisaran yang dapat diterima:  20% - 30%  -7,500/+10,000  -15/+20 6/28/2014Tim MR BPKP24 Misi Menjadi Perusahaan perkebunan yang tangguh, mampu tumbuh dan berkembang dalam persaingan global Sasaran Stratejik Menjadi salah satu perusahaan perkebunan yang Paling Handal dan Dipercaya Ukuran: 1.Pangsa pasar 2.Traffic Strategi Meningkatkan produkivitas & Penyediaan untuk Appetite Risiko:  Menerima bahwa perusahaan akan membutuhkan jumlah modal yang besar untuk investasi pada aset, sumberdaya manusia dan proses baru  Menerima bahwa persaingan akan meningkat,seiring upaya kami untuk meningkatkan pangsa pasar  Kami tidak menerima penurunan mutu produk

25 AKHIR PRESENTASI 6/28/2014Tim MR BPKP25


Download ppt "PENETAPAN SASARAN Tim Manajemen Risiko Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google