Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

AKUNTANSI PERSEDIAAN Oleh: WAHYUMI EKAWANTI, MSi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "AKUNTANSI PERSEDIAAN Oleh: WAHYUMI EKAWANTI, MSi."— Transcript presentasi:

1 AKUNTANSI PERSEDIAAN Oleh: WAHYUMI EKAWANTI, MSi

2 Wahyumi Ekawanti, MSi2 PERSEDIAAN Aset dalam bentuk barang atau perlengkapan(supplies) yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional atau barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dalam waktu 12 bulan dari tanggal perolehan.

3 Wahyumi Ekawanti, MSi3 CAKUPAN PERSEDIAAN  Barang atau perlengkapan untuk operasional  Bahan atau perlengkapan untuk proses produksi  Barang dalam proses produksi  Barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat dalam rangka kegiatan pemerintahan

4 Wahyumi Ekawanti, MSi4 CONTOH PERSEDIAAN  Barang konsumsi  Amunisi  Bahan untuk pemeliharaan  Suku cadang  Persediaan untuk tujuan strategis/ berjaga-jaga  Materai baku  Barang dalam proses/setengah jadi

5 Wahyumi Ekawanti, MSi5  Barang atau perlengkapan- Barang Habis Pakai (supplies) yg digunakan sendiri - Barang Tak Habis Pakai dalam rangka kegiatan operasional- Barang Bekas Pakai  Barang yang dibeli untuk dijual atau diserahkan kepada konsumen.  Barang yang digunakan dalam- Barang Baku atau supplies proses produksi jika - Barang Dalam Proses memproduksi sendiri (setengah jadi) (swakelola) - Barang jadi

6 Wahyumi Ekawanti, MSi6 JENIS PERSEDIAAN  Perusahaan dagang Persediaan berupa barang yang dibeli dengan tujuan untuk dijual  Perusahaan manufaktur Bahan baku dan penolong, Barang dalam proses, Barang jadi/produk selesai

7 Wahyumi Ekawanti, MSi7 PENGAKUAN PERSEDIAAN  Persediaan diakui pada saat diterima atau hak kepemilikannya dan/atau kepenguasaannya berpindah  Harga Pokok (Cost) Persediaan adalah jumlah semua pengeluaran langsung atau tidak langsung yang berhubungan dengan perolehan, penyiapan dan penempatan persediaan tersebut agar dapat dijual.

8 Wahyumi Ekawanti, MSi8 MASALAH KEPEMILIKAN BARANG Barang sudah dicatat sebagai persediaan didasarkan pada hak kepemilikannya. Penentuan perpindahan hak atas barang antara lain timbul dalam keadaan:  Barang dalam perjalanan (Good in Transit)  Barang yang dipisahkan  Barang Konsinyasi  Barang Angsuran

9 Wahyumi Ekawanti, MSi9 Goods on Transit  FOB Shipping Point : hak atas seluruh muatan beralih ke pembeli dengan pada saat pengiriman. Ketika barang dalam perjalanan dimasukkan dalam persediaan si pembeli.  FOB Destination : hak tidak beralih sampai barang diterima oleh pembeli. Ketika barang dalam perjalanan dimasukkan dalam persediaan si penjual,

10 Wahyumi Ekawanti, MSi10 Barang yang Dipisahkan  Apabila melakukan pembelian tetapi pengiriman tidak dilakukan sekaligus maka pembeli dapat mencatat pembelian dan menambah persediaan barangnya.

11 Wahyumi Ekawanti, MSi11 Barang Konsinyasi  Sebelum barang tersebut dijual masih tetap menjadi persediaan pihak yang menitipkan (consignor) dan pihak yang menerima titipan (consignee) tidak mempunyai hak atas barang tersebut sehingga tidak mencatat sebagai persediaan

12 Wahyumi Ekawanti, MSi12 Penjualan Angsuran  Hak atas barang tetap pada penjual sampai seluruh harga jualnya dilunasi. Penjual akan melaporkan barang tersebut dalam persediaannya dikurangi dengan jumlah yang sudah dibayar. Pembeli akan melaporkan barang-barang tersebut dalam persediaannya sejumlah yang sudah dibayarkan.

13 Wahyumi Ekawanti, MSi13 PENGUKURAN PERSEDIAAN  Biaya perolehan apabila diperoleh dengan pembelian  Biaya standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri  Nilai wajar apabila apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi/rampasan

14 Wahyumi Ekawanti, MSi14  Biaya PerolehanPersediaan diperoleh dengan pembelian = Harga Pembelian + Biaya Pengangkutan + Biaya Penanganan – Potongan Harga- Rabat  Biaya StandarPersediaan diperoleh dg memproduksi sendiri = Biaya langsung+ Biaya tidak langsung  Nilai wajarPersediaan diperoleh dengan cara lain, misal donasi/rampasan = Nilai tukar aset secara wajar

15 Wahyumi Ekawanti, MSi15 METODE PENCATATAN PERSEDIAAN 1. Metode Fisik/Periodic, pada metode fisik setiap ada mutasi persediaan tidak ada catatannya sehingga untuk mengetahui nilai persediaan harus dilakukan dengan penghitungan secara fisik. Begitu juga harga pokok penjualan baru dapat dihitung setelah persediaan akhir sudah dihitung. 2. Metode Buku/Perpectual, pada metode ini setiap ada mutasi persediaan selalu dilakukan pencatatan sehingga sewaktu-waktu dapat diketahui saldo dari persediaan.

16 Wahyumi Ekawanti, MSi16 PERBEDAAN PENCATATAN Pembelian Persediaan - Periodic Pembelian3,000 Hutang Dagang3,000 Penjualan periode berjalan - Periodic Piutang Dadang4,125 Penjualan4,125 Piutang Dagang4,125 Penjualan4,125 Harga Pokok Penjualan2,750 Peresediaan Barang Dagang2,750 Persediaan Barang Dagang3,000 Utang Dagang3,000 Pembelian Persediaan - Perpetual Penjualan selama periode - Perpetual

17 Wahyumi Ekawanti, MSi17 METODE PENENTUAN HARGA POKOK PERSEDIAAN  Metode Identifikasi Khusus (Specific Identification)  Metode FIFO (First In First Out)  Metode LIFO (Last In First Out)  Metode Rata-Rata (Average)  Metode LCM (Lower of Cost or Market)  Metode Taksiran ; Retail Methode, Gross Profit Methode,

18 Wahyumi Ekawanti, MSi18 Identifikasi Khusus  Metode ini berdasarkan anggapan bahwa arus barang harus sama dengan arus biaya. Tiap jenis barang dipisah berdasarkan harga pokoknya dan tiap kelompok dibuatkan kartu persediaan sendiri. Contohnya ponsel merek A tipe 123 dibuatkan kartu persediaan sendiri.  Harga pokok penjualan terdiri dari harga pokok barang- barang yang dijual, dan sisanya merupakan persediaan akhir.  Metode ini dapat digunakan perusahaan yang menggunakan prosedur pencatatan persediaan dengan cara periodik maupun perpectual.  Tetapi karena cara ini menimbulkan banyak pekerjaan tambahan maupun gudang yang luas maka jarang digunakan.  Metode ini biasanya diterapkan pada perusahaan yang menjual produk dengan harga mahal, jumlah dan jenis produknya terbatas.

19 Wahyumi Ekawanti, MSi19 Contoh Metode Identifikasi Khusus : Mobil A Mobil B Mobil C Pembelian Rp Rp Rp Penjualan Rp Jurnal untuk mencatat pembelian : Pembelian (Mobil A) Rp ,00 Pembelian (Mobil B) Rp ,00 Pembelian (Mobil C) Rp ,00 Kas ( Hutang) Rp ,00 Jurnal untuk mencatat penjualan : Kas ( Piutang ) Rp ,00 Penjualan Rp ,00 Menentukan persediaan akhir: Mobil yang belum terjual adalah mobil B dan Mobil C yang nilai belinya adalah : Rp ,00 + Rp ,00 = Rp ,00 Melaporan Persediaan dalam neraca akhir

20 Wahyumi Ekawanti, MSi20 Perpetual Inventory Costs Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Cost of Mdse. Sold Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Penjualan7$30 10Pembelian821 22Penjualan431 28Penjualan232 30Pembelian1022 Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Penjualan7$30 10Pembelian821 22Penjualan431 28Penjualan232 30Pembelian1022

21 Wahyumi Ekawanti, MSi21

22 Wahyumi Ekawanti, MSi22 Item 127B FIFO Perpetual Inventory Account PembelianHarga Pokok PenjualanSaldo Persediaan UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan Perusahaan memulai usahanya dengan 10 units barang 127B senilai $200.

23 Wahyumi Ekawanti, MSi23 Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Cost of Mdse. Sold Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Penjuala7$30 10Pembelian821 22Penjualan431 28Penjualan232 30Pembelian1022 Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Penjuala7$30 10Pembelian821 22Penjualan431 28Penjualan232 30Pembelian1022 FIFO Perpetual Inventory Account 4 Januari, 7 units barang 127B terjual $30.

24 Wahyumi Ekawanti, MSi24 Item 127B FIFO Perpetual Inventory Account PembelianHarga Pokok PenjualanSaldo Persediaan UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Penjualan 7 units menyisakan saldo 3 units. Jan Jan Januari, 7 units barang 127B terjual $30.

25 Wahyumi Ekawanti, MSi25 Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Cost of Mdse. Sold Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Sale7$30 10Purchase821 22Sale431 28Sale232 30Purchase1022 Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Sale7$30 10Purchase821 22Sale431 28Sale232 30Purchase1022 FIFO Perpetual Inventory Account 10 January, perusahaan membeli 8 units $21.

26 Wahyumi Ekawanti, MSi26 Item 127B FIFO Perpetual Inventory Account PembelianHarga Pokok PenjualanSaldo Persediaan UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan January, perusahaan membeli 8 units $21. Karena harga pembelian $21 berbeda dengan harga perolehan sebelumnya 3 units persediaan yang ada, saldo bersediaan sebesar 11 units perhitungkan secara terpisah.

27 Wahyumi Ekawanti, MSi27 Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Cost of Mdse. Sold Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Penjualan7$30 10Pembelian821 22Penjualan431 28Penjualan232 30Pembelian1022 Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Penjualan7$30 10Pembelian821 22Penjualan431 28Penjualan232 30Pembelian1022 FIFO Perpetual Inventory Account 22 Januari, perusahaan menjual 4 $31.

28 Wahyumi Ekawanti, MSi28 Item 127B PurchasesCost of Mdse. SoldInventory Balance UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan FIFO Perpetual Inventory Account Untuk 4 units yang terjual, 3 diantaranya berasal dari persediaan yang pertama masuk (fifo) $ January, perusahaan menjual 4 $31.

29 Wahyumi Ekawanti, MSi29 FIFO Perpetual Inventory Account 28 Januari, perusahaan menjual 2 $32. Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Cost of Mdse. Sold Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Penjualan7$30 10Pembelian821 22Penjualan431 28Penjualan232 30Pembelian1022 Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Penjualan7$30 10Pembelian821 22Penjualan431 28Penjualan232 30Pembelian1022

30 Wahyumi Ekawanti, MSi30 Item 127B PembelianPenjualanSaldo Persediaan UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan FIFO Perpetual Inventory Account Januari, perusahaan menjual 2 $32.

31 Wahyumi Ekawanti, MSi31 FIFO Perpetual Inventory Account 30 Januari, pembelian 10 units tambahan barang 127B $22. Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Cost of Mdse. Sold Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Penjualan7$30 10Pembelian821 22Penjualan431 28Penjualan232 30Pembelian1022 Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Penjualan7$30 10Pembelian821 22Penjualan431 28Penjualan232 30Pembelian1022

32 Wahyumi Ekawanti, MSi32 Item 127B PenjualanHarga Pokok PenjualanSaldo Persediaan UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan FIFO Perpetual Inventory Account Totals18$38813$26315$ January, pembelian 10 units tambahan barang 127B $22.

33 Wahyumi Ekawanti, MSi33

34 Wahyumi Ekawanti, MSi34 Item 127B LIFO Perpetual Inventory Account PembelianHarga Pokok PenjualanSaldo Persediaan UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan Perusahaan memulai awal tahun dengan 10 units barang 127B yang tersedia dengan total harga $200.

35 Wahyumi Ekawanti, MSi35 Item 127B LIFO Perpetual Inventory Account PembelianHarga Pokok PenjualanSaldo Persediaan UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan January, perusahaan menjual 7 units $30.

36 Wahyumi Ekawanti, MSi36 Item 127B LIFO Perpetual Inventory Account PurchasesCost of Mdse. SoldInventory Balance UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan January, perusahaan membeli 8 units $21. Penyajian data persediaan yg terkini.

37 Wahyumi Ekawanti, MSi37 Item 127B LIFO Perpetual Inventory Account PurchasesCost of Mdse. SoldInventory Balance UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan On January 22, the firm sells four units at $31 each units terjual, semuanya berasal dari pembelian yang paling terakhir $21.

38 Wahyumi Ekawanti, MSi38 Item 127B LIFO Perpetual Inventory Account PembelianHarga Pokok PenjualanSaldo Persediaan UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan Januari, terjual 2 units $

39 Wahyumi Ekawanti, MSi39 Item 127B LIFO Perpetual Inventory Account PembelianHarga Pokok PenjualanSaldo Persediaan UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan January, pembelian 10 units $

40 Wahyumi Ekawanti, MSi40 Item 127B LIFO Perpetual Inventory Account PembelianHarga Pokok PenjualanSaldo Persediaan UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan Totals18$38813$26615$322

41 Wahyumi Ekawanti, MSi41 Fifo Periodic

42 Wahyumi Ekawanti, MSi42 Jan. 1Persediaan Awal 200 $9 Mar. 10 Pembelian 300 $ $11 Sept. 21 Pembelian 100 $12 Nov. 18 Pembelian 1,000 units tersedia untuk dijual Fifo Periodic

43 Wahyumi Ekawanti, MSi43 Fifo Periodic 200 $9 300 $ $ $12 1,000 units tersedia untuk dijual $10,400 =$1,800Jan. 1 = 3,000Mar. 10 =4,400Sept. 21 =1,200Nov. 18 Nilai persediaan tersedian untuk dijual

44 Wahyumi Ekawanti, MSi44 Fifo Periodic Perhitungan fisik pada 31 December menunjukkan bahwa 700 dari 1,000 units telah terjual. Menggunakan fifo, unit yang pertama kali dibeli secara teori adalah yang pertama dikeluarkan. Kita mulai dengan perhitungan pada 1 January.

45 Wahyumi Ekawanti, MSi45 Fifo Periodic 200 $9 300 $ $ $12 1,000 units tersedia untuk dijual $10,400 =$1,800Jan. 1 = 3,000Mar. 10 =4,400Sept. 21 =1,200Nov. 18 Terjual 200 Terjual 300 Sold 200 of these 200 $11 =$ 0Jan. 1 = 0Mar. 10 =2,200Sept. 21 $ 3,400 Persediaan Akhir

46 Wahyumi Ekawanti, MSi46 Nilai persediaan tersedia u/ dijual$10,400 Dikurangi persediaan akhir 3,400 Harga Pokok Penjualan$ 7,000 Nilai persediaan tersedia u/ dijual$10,400 Dikurangi persediaan akhir 3,400 Harga Pokok Penjualan$ 7,000 Fifo Periodic

47 Wahyumi Ekawanti, MSi47 Jan units at $9 Summary of Fifo Periodic Mar units at $10 Sep units at $11 Nov units at $12 $1,800 $3,000 $4,400 $1,200 Pembelian Persediaan Tersedia u/ Dijual $1,800 $3,000 $2,200 Harga Pokok Penjualan 200 units at $9 $10,400 $2,200 $1,200 $7,000 Merchandise Inventory $3, units at $ units at $ units at $12 1,000 units 700 units 300 units

48 Wahyumi Ekawanti, MSi48 Lifo Periodic

49 Wahyumi Ekawanti, MSi49 Jan. 1Persediaan Awal 200 $9 Mar. 10 Pembelian 300 $ $11 Sept. 21 Pembelian 100 $12 Nov. 18 Pembelian 1,000 units tersedia untuk dijual Lifo Periodic Menggunakan lifo, barang yang terakhir dibeli adalah barang yang pertama dikeluarkan untuk dijual

50 Wahyumi Ekawanti, MSi50 Jan. 1Persediaan Awal 200 $9 Mar. 10 Pembelian 300 $ $11 Sept. 21 Pembelian 100 $12 Nov. 18 Purchase 1,000 units tersedia untuk dijual Lifo Periodic Asumsikan lagi bahwa 700 units terjual selama periode berjalan.

51 Wahyumi Ekawanti, MSi $9 300 $ $ $12 1,000 units tersedia untuk dijual Lifo Periodic Sold these 100 Sold these 400 Sold 200 of these 100 $10 =$1,800Jan. 1 = 3,000Mar. 10 =4,400Sept. 21 =1,200Nov. 18 $10, ,000 Persediaan Akhir $2,800

52 Wahyumi Ekawanti, MSi52 Nilai persediaan tersedia untuk dijual$10,400 Dikurangi persediaan barang akhir 2,800 Harga Pokok Penjualan$ 7,600 Nilai persediaan tersedia untuk dijual$10,400 Dikurangi persediaan barang akhir 2,800 Harga Pokok Penjualan$ 7,600 Lifo Periodic

53 Wahyumi Ekawanti, MSi53 Jan units at $9 Summary of Lifo Periodic Mar units at $10 Sep units at $11 Nov units at $12 $1,800 $3,000 $4,400 $1,200 $1,800 $1,000 Harga Pokok Penjualan 200 units at $9 $10,400 $4,400 $1,200 $2,800 $7, units at $ units at $ units at $ units at $12 $2, units 1,000 units 300 units Pembelian Persediaan Tersedia u/ Dijual $1,800 Merchandise Inventory

54 Wahyumi Ekawanti, MSi54 Jan. 1Persediaan awal 200 $9 Mar. 10 Pembelian 300 $ $ $11 Sept. 21 Pembelian 100 $ $12 Nov. 18 Pembelian 1,000 units tersedia untuk dijual Metode Harga Pokok Rata-rata dihitung berdasarkan nilai rata- rata dari unit yang ada Average Cost Periodic

55 Wahyumi Ekawanti, MSi55 Average Cost Periodic 200 $9 = $ 1,800 1,000 units tersedia untuk dijual 300 $10 = $ 3, $11 = $ 4, $11 = $ 1,200 $10,400 Nilai Persediaan tersedia untuk dijual

56 Wahyumi Ekawanti, MSi56 Nilai Persediaan Tersedia untuk Dijual Units Tersedia untuk Dijual = Nilai Rata-rata Unit $10,400 1,000 Units = $10.40 per Unit Average Cost Periodic

57 Wahyumi Ekawanti, MSi57 Nilai Persediaan yg tersedia u/ dijual$10,400 Dikurangi persediaan barang akhir ($10.40 x 300) 3,120 Harga Pokok Penjualan$ 7,280 Nilai Persediaan yg tersedia u/ dijual$10,400 Dikurangi persediaan barang akhir ($10.40 x 300) 3,120 Harga Pokok Penjualan$ 7,280 Untuk memverifikasi jumlah ini, kalikan 700 units penjualan dengan $10.40 = $7,280. Average Cost Periodic

58 Wahyumi Ekawanti, MSi58 Penilaian Persediaan Menurut LCM  Persediaan dinilai berdasarkan harga terendah antara harga perolehan (buku) dengan harga pasar persediaan tersebut  Dapat diberlakukan untuk tiap jenis persediaan, kelompok persediaan atau keseluruhan persediaan

59 Wahyumi Ekawanti, MSi59 Contoh Penerapan LCM

60 Wahyumi Ekawanti, MSi60 Penilaian Persediaan Menurut Harga Eceran  Penilaian persediaan maupun harga pokok persediaan dihitung dengan melihat harga eceran masing-masing jenis persediaan.  Didasarkan pada hubungan antara harga pokok barang yang siap untuk dijual dengan harga jualnya.  Biasa digunakan untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang retail

61 Wahyumi Ekawanti, MSi61 Contoh Retail Methode UD. Berkat mempunyai data persediaan sebagai berikut : Harga Pokok Harga Jual Persediaan awal Pembelian BTUD % harga pokok terhadap harga jual : ( / ) x 100% = 55 % Penjualan bersih – Persediaan akhir eceran Persediaan akhir eceran dengan harga pokok (perolehan) : 55 % x = Beban Pokok Penjualan : – =

62 Wahyumi Ekawanti, MSi62 PENGUNGKAPAN PERSEDIAAN  Kebijakan akuntansi yang digunakan  Penjelasan lebih lanjut tentang cakupan persediaan  Kondisi persediaan  Hal-hal lain, misalnya peruntukan dan asal persediaan

63 Wahyumi Ekawanti, MSi63 Contoh Soal Soal 1 Transaksi-transaksi dibawah ini adalah transaksi-transaksi yang bersangkutan dengan jual beli barang dagangan UD Setia : 01/12 Dibeli barang dagang dari FA Berkat dengan harga Rp dengan pembayaran 2/10 n/30 03/02Dibayar ongkos angkut pembelian barang tersebut Rp /02Dijual barang dagangan kepada Toko Sinar sebesar Rp dengan syarat pembayaran 1/10 n/30. Harga pokok barang Rp /12 Dibayar pembelian tanggal 01 lalu 11/02 Karena rusak barang yang dijual tanggal 07 yang lalu dikembalikan. Harga pokok barang yang diterima kembali itu Rp harga jualnya Rp /02Diterima pembayaran harga barang yang dijual pada tanggal 07 lalu Diminta : Jurnal transaksi di atas dengan metode fisik atau perpectual

64 Wahyumi Ekawanti, MSi64 Contoh Soal Soal 2 Dari catatan perusahaan diperoleh keterangan-keterangan sebagai berikut : Persediaan awal 300 Rp. 60/unit 03/12Pembelian 750 Rp. 63/unit 12/12 Pembelian 600 Rp. 61/unit 18/12Pembelian 800 Rp. 65/unit 25/12Pembelian 500 Rp. 62/unit Berdasarkan inventaris phisik akhir bulan jumlah persediaan yang masih ada sebanyak 600 unit. Untuk tanda pengenal khusus jumlah ini terdiri dari : 300 unit (03/12), 200 unit (18/12), dan 100 unit (25/12).

65 Wahyumi Ekawanti, MSi65 TERIMA KASIH


Download ppt "AKUNTANSI PERSEDIAAN Oleh: WAHYUMI EKAWANTI, MSi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google