Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

UNESCO merekomendasikan empat pilar pembelajaran memasuki eraglobalisasi.  Kemauan dan kemampuan untuk belajar (learning to learn)  Belajar melakukan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "UNESCO merekomendasikan empat pilar pembelajaran memasuki eraglobalisasi.  Kemauan dan kemampuan untuk belajar (learning to learn)  Belajar melakukan."— Transcript presentasi:

1

2 UNESCO merekomendasikan empat pilar pembelajaran memasuki eraglobalisasi.  Kemauan dan kemampuan untuk belajar (learning to learn)  Belajar melakukan sesuatu (learning to do)  Belajar dengan berorientasi ke masa depan (leraning to be)  Belajar untuk hidup bersama (learning to live to gether)

3  Kemampuan membaca dan menulis  Kemampuan merumuskan dan memecahkan masalah  Kemampaun menghitung dengan atau tanpa bantuan teknologi  Kemampuan memanfaatkan teknologi  Kemampuan mengolah sumber daya alam, sosial, budaya, dan lingkungan  Kemampuan bekerja dalam tim  Kemampuan untuk terus menjadi manusia pembelajar  Kemampuan mengintergasikan diri dengan sosio religius bangsa Upaya Pengembangan Kemampuan Minimal yang Berorientasi pada Kecakapan Hidup :

4  Secara etimologis:  Bahasa Inggris: Jurnalistik berasal dari kata journalistic yang berarti hal ihwal pemberitaan.  Bahasa Belanda: Jurnalistik berasal dari kata journalistiek yang berarti penyiaran catatan harian.  Bahasa Perancis: Jurnalistik dibentuk dari kata jour (journal) yang berarti laporan atau catatan harian DASAR-DASAR JURNALISTIK I PENGERTIAN JURNALISTIK

5  KBBI Jurnalistik sebagai (1) suatu hal ihwal yang menyangkut dunia atau kegiatan kewartawanan dan persuratkabaran; kegiatan untuk menyiapkan,mengedit, atau menulis surat kabar, majalah, atau berkala lainnya  Leksikon Komunikasi Jurnalistik dimaknai sebagai pekerjaan mengumpulkan, menulis, menyunting, dan menyebarkan berita dan karangan untuk surat kabar, majalah, dan media massa seperti radio, dan televisi.

6 B. PENGERTIAN BERITA Berita merupakan produk kegiatan jurnalistik. Menurut Dr. Williard G. Bleyer, Berita mempunya empat komponen pokok yaitu o Segala sesuatu o Hangat o Menarik o Sejumlah khalayah

7 Frank Luther Mott dalam new survey of journalaism menyatakan bahwa ada delapan konsep berita:  Berita sebagai laporan tercepat (news as timely report)  Berita sebagai rekaman (news as record)  Berita sebagai fakta objketif (news as objective facts)  Berita sebagai interpretasi (news as interpretation)  Berita sebagai sensasi (news as sensation)  Berita sebagai minat insani (news as human interest)  Berita sebagai ramalan (news as prediction)  Berita sebagai gambar (news as picture) Lanjutan…

8 1.Berita Langsung (Straight Hard/ Spot News) 2.Berita Ringan (Soft News) 3.Berita Kisah (Feature) 4.Berita Mendalam (Indepth News) C. RAGAM BERITA

9 Berita Langsung (Straight/ hard/ spot news) Berita langsung untuk menyampaikan kejadian-kejadian penting yang secepatnya perlu diketahui oleh pembaca. Berita langsung dapat juga disebut : * Straight news : Unsur-unsur penting dari peristiwa harus langsung disampaikan kepada pembaca. * Spt news : wartawan harus berhadapan langsung dengan kejadian. Jika tidak wartawan harus meminjam persepi orang lain terhadap kejadian tersebut. Kemudian wartawan merekontruksi kejadian yang akan ditulisnya. * Hard news : menggunakan fakta keras yang dapat diukur berdasarkan persepsi indrawi manusia. * Aktualitas : merupakan unsur penting yang bernilai tinggi dan belum dimuat dalam surat kabar lain. Aktualitas tidak hanya berkaitan dengan waktu, tetapi juga mencakup sesuatu yang baru diketemukan, misalnya cara baru, ide baru, langkah baru, serta perkembangan mutakhir.

10 Berita Ringan (Soft News) * Berita ringan merupakan berita yang tidak mengutamakan unsur penting, melainkan sesuatu yang menarik yang menampilkan kejadian yang manusiawi dan tidak berdampak langsung pada kehidupan pembacanya. * Berita ringan memberikan sentuhan emosional bagi pembaca yang berbentuk kekonyolan, dramatis, kontroversial, tragis, atau unik (kejadian-kejadiannya di luar kebiasaan atau sesuatu yang jarang terjadi pada manusia). Berdasarkan kejadiannya, berita ringan dibedakan atas dua jenis: * Berita ringan yang kejadiannya merupakan sampiran dari peristiwa penting * Berita ringan yang kejadiannya berdiri sendiri. Berita ringan ini memberikan ganjaran psikologis bagi pembaca yang dapat menimbulkan keharuan atau kegembiraan

11 Berita Kisah (Feature) * Berita kisah adalah tulisan yang menyentuh perasaan, ataupun menambah pengetahuan pembaca melalui penjelasan rinci, lengkap, serta mendalam. Nilai utamanya adalah unsur manusiawi atau informasi yang dapat menambah pengetahuan pembaca. * Berita kisah dapat ditulis dari kejadian yang sudah masuk sejarah ataupun yang baru terjadi dengan tujuan agar pembaca dapat bercermin dari kehidupan seseorang * Berita kisah menampilkan unsur penting dan unsur menarik sekaligus karena: * Berita kisah umumnya ditulis karena peristiwa atau masalah yang disajikan luas cakupannya * Dampak peristiwa atau masalah menyangkut kehidupan masyarakat luas. * Dibutuhkan uraian panjang dan rinci supaya pembaca dapat memahami duduk perkara yang sebanarnya. * Gejala perubahan kehidupan masayarakat * Perjuangan keras seseorang untuk meningkatkan taraf hidup * Sepak terjang sesorang dalam suatu kegiatan pada kurun waktu tertentu * Berita kisah juga menjelaskan bagaimana melakukan sesuatu

12 Berita Mendalam (Indepth News)  Laporan mendalam digunakan untuk menulisakan permasalahan secara lebih lengkap, mendalam, dan analitis agar pembaca lebih memmahami persoalan yang sebenarnya.  Laporan medalam ditulis berdasarkan hasil liputan terencana, dan sering memerlukan waktu lama. Cara peliputan berita mendalam:  Peliputan interpretati Peliputan interpretatif dilakukan untuk menggambarkan duduk perkara dari masalah yang diliput.  Peliputan investigasi Peliputan investigasi dilakukan apabila ada sejumlah pihak yang menutupi kejadian yang sebenarnya atau menyembunyikan sejumlah fakta. Untuk menemukan fakta tersebut diperlukan penyelidikan dengan mencatat atau merekam fakta dengan tujuan untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan yang berhubungan dengan peristiwa yang akan diberitakan.

13 DASAR-DASAR JURNALISTIK II A.Berita dan proses pembuatannya. Ada dua hal yang harus dikuasai seorang jurnalis, yaitu: 1.Piramida terbalik dan 5W + 1H Title Lead Body Leg

14 2. NILAI BERITA (NEWS VALUE) a.Significance (penting) b.Magnitude (besar) c.Timelines (waktu) d.Proximity (kedekatan) e.Prominance (tenar) f.Human Interest (manusiawi)

15 Masmimar Mangiang mengemukakan 8 nilai berita: 1.Akibat 2.Jarak 3.Keterkenalan 4.Drama 5.Konflik 6.Keanehan 7.Kebaruan 8.Keselamatam pribadi

16 3. PRINSIP DASAR ATAU STANDAR JURNALISME a.Menyajikan fakta b.Cover both side (berimbang) c.Impersial d.Akurasi e.Patuh terhadap kode etik jurnalistik

17 4. Berita berbobot Syarat-syarat berita berbobot, yaitu: I.Berbasis fakta yang memiliki nilai berita yang tinggi II.Tepat dan kreatif dalam mengambil sudut berita. III.Tepat dalam memilih nara sumber IV.Ada disiplin verifikasi

18 5. Proses pembuatan berita (Flowchart) PERISTIWA LAYAK LIPUT  Nilai berita  Proximity  Aturan normal  Kode etik  Sara REPORTER BERITA NASKAH KOTOR LAYAK MUAT  Item ditto layak liput  Bahasa  Sistematika REDAKTUR

19 BAHASA (INDONESIA) JURNALISTIK Menurut Goenawan Mohammad, Bahasa Indonesia jurnalistik yang efisien adalah: a.Hemat (ekonomi kata) b.Jelas, memahami pokok pembicaraan dan kesadaran tentang pembacanya.

20 Sebuah tulisan harus mempertimbangkan syarat dan teknis komposisi: 1.Tanda baca 2.Ejaan yang tidak menyimpang dari ketentuan dan kelaziman 3.Pembagian tulisan secara sistematik

21 KODE ETIK JURNALISTIK Kode Etik Jurnalistik (KEJ) adalah acuan moral yang mengatur tindak-tanduk seorang wartawan

22 KODE ETIK JURNALISTIK (KEJ)  Tanggung jawab  Kebebasan  Independen  Kebenaran  Tidak memihak  Adil dan kesatria (fair)

23 B. KODE ETIK JURNALISTIK PRIBADI  Tanggung jawab  Independensi  Rindu kebenaran

24 Hal-hal yang bisa menjadi Kode Etik Pribadi: 1.Kesediaan untuk mengakui kesalahan 2.Berusaha keras mengikuti fakta 3.Komitmen untuk senantiasa memperbaiki diri sebagai wartawan 4.Melawan godaan akan pujian, uang, popularitas dan kekuasaan 5.tekad

25 PELATIHAN JURNALISTIK UNTUK PENDAMPING A.Pengertian 1. Pelatihan jurnalistik 2.Pelatihan untuk pendamping bidang jurnalistik sekolah

26 B. Ruang lingkup pelatihan dan klasifikasi 1.Training Of Trainer 2.Klasifikasi Ruang Jurnalistik a.Pengumpulan informasi b.Penulisan informasi c.Penyuntingan informasi d.Penyebarluasan informasi

27 C. Manfaat Pelatihan Jurnalistik 1. Manfaat jangka pendek Secara individual, peserta memiliki kesiapan untuk memproduksi majalah sekolah. 2. Manfaat jangka panjang Sekolah dapat memproduksi dan menerbitkan mading, newsletter atau majalah sekolah secara mandiri dan berkala.

28 D. Proses dan Metodologi Pelatihan 1.Proses belajar Menggunakan azas pendidikan orang dewasa (andragogy) dan mengikuti pendekatan partisipatori.

29 2. Metode belajar a.Pemanasan b.Ceramah dan tanya jawab c.Diskusi kelompok d.Bermain peran (role play) e.simulasi f.Diskusi pleno g.Studi kasus h.Curah pendapat / sharing i.Ice breaker j.Praktek lapangan

30 3. Media belajar a.Bahan/ materi yang berhubungan dengan pokok bahasan b.Poster/ gambar c.Flip chart d.Alat permainan/ game e.Laptop f.Lembar peraga, judul tujuan dan waktu g.Lembar tugas, pengamatan h.Buku pegangan i.Alat tulis menulis j.Printer

31 4. Penyelenggaraan Pelatihan • Siapkan peserta • Pembicara/ fasilitator • Tempat • Bahan dan sarana penunjang pelatihan

32 5. Praktik Pelatihan a.Pembagian kelompok kerja b.Sarana  Laptop  Printer  Jaringan internet

33 6. Evaluasi pelatihan jurnalistik a.Evaluasi pra-pelatihan Diberikan need assessment dan sosialisasi. Meliputi: 1.Menilai calon peserta berdasarkan analisis kebutuhan guru yang disesuaikan dengan kapasitas kemampuan dalam menyerap materi dan kebutuhan calon peserta 2.Uji rencana materi dan metodologi pelatihan melalui workshop fasilitator dengan tim fasilitator yang telah memiliki kualifikasi.

34 b. Evaluasi materi pelatihan 1.Aspek penilaian aktifitas dan pemahaman waktu pelatihan 2.Aspek instrumentasi (alat bantu) evaluasi: a.Pree test b.Catatan harian peserta c.Lembar evaluasi materi d.Sosiogram e.Karya praktek lapangan jurnalistik

35 1. Konsistensi antara agenda follow up yang meliputi: a. Tugas pribadi b. Tugas kelompok atau tugas peserta 2. Inovasi, yaitu seberapa jauh warga belajar mampu memberikan pengembangan aktivitas yang mendukung target pelatihan di luar agenda follow up.

36 MANAGEMEN MEDIA SEKOLAH A.Media sekolah Media yang dibuat oleh guru dan atau siswa untuk kepentingan internal sekolah.

37 B. Sasaran Media Sekolah 1.Siswa 2.Guru 3.Karyawan

38 C. Bentuk-bentuk media sekolah Media sekolah bisa berbentuk media konvensional seperti newsletter, majalah, koran maupun majalah dinding.

39 1.Newsletter 2.Majalah 3.Tabloid 4.Majalah dinding 5.News media D. Media konvensional

40 E. Karakteristik 1.Bersifat real time 2.Dianggap lebih demokratis dan independen baik dalam pembuatan, penerbitan, distribusi, maupun dalam hal konsumsi konten yang tersedia. 3.Relatif lebih “merdeka” dalam menyampaikan informasi 4.Pembaca bebas menikmati konten yang disediakan dengan privasi tinggi.

41 F. Kelebihan  Mendukung pencarian data dan informasi lebih cepat dan mudah.  Sebagai alat pergerakan sosial

42  Kontrol konten yang lemah menyebabkan validasi informasi yang ada di News media dipertanyakan.  Kesuliatan pemberian sanksi dan penerapan hukum pada konten yang bermasalah. G. Kekurangan dan kelemahan

43


Download ppt "UNESCO merekomendasikan empat pilar pembelajaran memasuki eraglobalisasi.  Kemauan dan kemampuan untuk belajar (learning to learn)  Belajar melakukan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google