Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PART 1: 1.Definisi Normalisasi 2.Tujuan Normalisasi 3.Konsep – Konsep yang Mendasarinya • The Three Keys: Super Key, Candidate Key & Primary Key • Functional.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PART 1: 1.Definisi Normalisasi 2.Tujuan Normalisasi 3.Konsep – Konsep yang Mendasarinya • The Three Keys: Super Key, Candidate Key & Primary Key • Functional."— Transcript presentasi:

1

2 PART 1: 1.Definisi Normalisasi 2.Tujuan Normalisasi 3.Konsep – Konsep yang Mendasarinya • The Three Keys: Super Key, Candidate Key & Primary Key • Functional Dependencies (FD) PART 2: 1.Langkah – Langkah Normalisasi 2.Bentuk – Bentuk Normal • 1 st NF, 2 nd NF, 3 rd NF, BCNF • Dan bentuk-bentuk normal lainnya 3.Denormalisasi

3 Bentuk Normal adalah sekumpulan kriteria yang harus dipenuhi oleh sebuah desain tabel untuk mencapai tingkat/level bentuk normal tertentu. Parameter yang biasanya digunakan dalam menentukan kriteria bentuk normal: Functional Dependency & The Three Keys Makin tinggi level bentuk normal yang dicapai maka: • kualitas desain tabel tersebut dinyatakan makin baik • semakin kecil peluang terjadinya anomali dan redundansi data

4 Beberapa Bentuk Normal yang penting: • Bentuk Normal Pertama (1 st Normal Form) diperkenalkan oleh Edgar F. Codd pada tahun 1970 • Bentuk Normal Ke-2 (2 nd Normal Form) diperkenalkan oleh Edgar F. Codd pada tahun 1971 • Bentuk Normal Ke-3 (3 rd Normal Form) diperkenalkan oleh Edgar F. Codd, juga pada tahun 1971 • Bentuk Normal Boyce-Codd (BC Normal Form) diperkenalkan oleh Raymond F. Boyce & Edgar F. Codd pada tahun 1974

5 Menerapkan Bentuk-Bentuk Normal secara bertahap dari level terendah sampai level yang dikehendaki. 4 th NF, dst BCNF 3 rd NF 2 nd NF 1 st NF Jika mencapai 3 rd NF atau BCNF maka desain tabel itu biasanya dianggap sudah ‘cukup normal’

6 Kriteria 1 st NF: • Tidak ada atribut (kolom) pada tabel yang bersifat multi-value Contoh: kolom telepon yang berisi ‘0813xx, 022xxx’ • Tidak memiliki lebih dari satu atribut dengan domain yang sama Contoh: kolom telepon1, telepon2, telepon3 pada tabel mahasiswa

7 Tabel T Tidak Memenuhi 1 st NF: (a) lebih dari 1 atribut dengan domain yang sama: (b) Atribut bersifat multi-value: NIMNama_MhsTelp_1Telp_2Kd_JurNama_JurKode_MKNama_MKSKSNilai 1-01Tukimin0813xx022xxxTEElektroTE-001Elektronika3A 2-01Jamilah0812xx021xxxIFInformatikaIF-001Algoritma3B 2-02Maemunah0852xx031xxxIFInformatikaIF-002Database2A NIMNama_MhsTeleponKd_JurNama_JurKode_MKNama_MKSKSNilai 1-01Tukimin0813xx, 022xxxTEElektroTE-001Elektronika3A 2-01Jamilah0812xx, 021xxxIFInformatikaIF-001Algoritma3B 2-02Maemunah0852xx, 031xxxIFInformatikaIF-002Database2A

8 Solusi agar memenushi 1 st NF: Dekomposisi Tabel Dengan memperhatikan FD (nim)  (telepon) Tabel T (memiliki lebih dari 1 atribut dengan domain yang sama): Atau Tabel T (memiki atribut bersifat multi-value): Dipecah menjadi 2 tabel berikut: Tabel T-1: Tabel T-2: NIMNama_MhsKd_JurNama_JurKode_MKNama_MKSKSNilai NIMTelepon NIMNama_MhsTelp_1Telp_2Kd_JurNama_JurKode_MKNama_MKSKSNilai NIMNama_MhsTeleponKd_JurNama_JurKode_MKNama_MKSKSNilai

9 Hasil dekomposisi tabel yang sudah memenuhi 1 st NF: Tabel T-1: Tabel T-2: NIMNama_MhsKd_JurNama_JurKode_MKNama_MKSKSNilai 1-01TukiminTEElektroTE-001Elektronika3A 2-01JamilahIFInformatikaIF-001Algoritma3B 2-02MaemunahIFInformatikaIF-002Database2A NIMTelepon xx xxx xx xxx xx xxx

10 Kriteria 2 nd NF: • Memenuhi 1 st NF • Tidak ada Partial Functional Dependency (B,C) adalah candidate key B  A A bergantung secara parsial terhadap (B,C)

11 Tabel T-1 sudah memenuhi 1 st NF tapi tidak memenuhi 2 nd NF: (nim, kode_mk) adalah candidate key FD1: (nim)  (nama_mhs, kd_jur, nama_jur) FD2: (kode_mk)  (nama_mk, sks) FD3: (nim,kode_mk)  nilai Berarti Terjadi Partial FD: • FD 1: (nim,kode_mk)  (nama_mhs,kd_jur,nama_jur) secara parsial • FD 2: (nim,kode_mk)  (nama_mk,sks) secara parsial NIMNama_MhsKd_JurNama_JurKode_MKNama_MKSKSNilai 1-01TukiminTEElektroTE-001Elektronika3A 1-01TukiminTEElektroDU-001English2A 2-01JamilahIFInformatikaIF-001Algoritma3B 2-01JamilahIFInformatikaDU-001English2C 2-02MaemunahIFInformatikaIF-002Database2A

12 Solusi agar memenuhi 2 nd NF: Dekomposisi Tabel Tabel T-1 (terjadi Partial FD pada FD 1 dan FD 2): Dipecah (sesuai dengan FD1, FD2 dan FD 3) menjadi 3 tabel berikut: Tabel T-1-1: Tabel T-1-2: Tabel T-1-3: NIMNama_MhsKd_JurNama_JurKode_MKNama_MKSKSNilai NIMKode_MKNilai NIMNama_MhsKd_JurNama_Jur Kode_MKNama_MKSKS

13 Hasil dekomposisi tabel T-1 yang sudah memenuhi 2 nd NF: Tabel T-1-1: Tabel T-1-2:Tabel T-1-3: Kode_MKNama_MKSKS TE-001Elektronika3 DU-001English2 IF-001Algoritma3 IF-002Database2 NIMKode_MKNilai 1-01TE-001A 1-01DU-001A 2-01IF-001B 2-01DU-001C 2-02IF-002A NIMNama_MhsKd_JurNama_Jur 1-01TukiminTEElektro 2-01JamilahIFInformatika 2-02MaemunahIFInformatika

14 Kriteria 3 rd NF: • Memenuhi 2 nd NF • Tidak ada Transitive Functional Dependency A  B B  C C bergantung secara transitif terhadap A melalui B

15 Tabel T-1-1 sudah memenuhi 2 nd NF tapi tidak memenuhi 3 rd NF: FD1: (nim)  (nama_mhs, kd_jur, nama_jur) FD2: (kd_jur)  (nama_jur) Berarti Terjadi Transitive FD: (nim)  (nama_jur) secara transitif melalui (kd_jur) NIMNama_MhsKd_JurNama_Jur 1-01TukiminTEElektro 2-01JamilahIFInformatika 2-02MaemunahIFInformatika

16 Solusi agar memenuhi 2 nd NF: Dekomposisi Tabel Tabel T-1-1 (terjadi Transitive FD): Dipecah (sesuai dengan FD1 dan FD2) menjadi 2 tabel berikut: Tabel T-1-1-1: Tabel T-1-1-2: NIMNama_MhsKd_Jur Nama_Jur NIMNama_MhsKd_JurNama_Jur

17 Hasil dekomposisi tabel T-1-1 yang sudah memenuhi 3 rd NF: Tabel T-1-1-1: Tabel T-1-1-2: NIMNama_MhsKd_Jur 1-01TukiminTE 2-01JamilahIF 2-02MaemunahIF Kd_JurNama_Jur TEElektro IFInformatika

18 Kriteria BCNF: • Memenuhi 3 rd NF • Untuk semua FD yang terdapat di tabel, ruas kiri dari FD tersebut adalah superkey • Jarang ada kasus dimana tabel yang memenuhi 3 rd NF tapi tidak memenuhi BCNF Umumnya sebuah tabel dikategorikan sudah ‘cukup normal’ jika sudah memenuhi kriteria BCNF Jika tidak memungkinkan untuk memenuhi kriteria BCNF, maka mencapai 3 rd NF juga sudah dianggap cukup memadai

19 Sejauh ini ada 5 tabel yang dihasilkan dari mulai 1 st NF – 3 rd NF: (Ingat bahwa tabel T-1 & T-1-1 dipecah menjadi tabel-tabel yang lebih kecil) 1.Tabel T-2: 2.Tabel T-1-2: 3.Tabel T-1-3: 4.Tabel T-1-1-1: 5.Tabel T-1-1-2: Semuanya telah memenuhi kriteria 1 st NF sampai BCNF. NIMTelepon NIMKode_MKNilai Kode_MKNama_MKSKS NIMNama_MhsKd_Jur Nama_Jur

20 • Bentuk Normal ke-4 (4 th NF) diperkenalkan oleh Ronald Fagin pada tahun 1977 • Bentuk Normal ke-5 (5 th NF) diperkenalkan oleh Ronald Fagin pada tahun 1979 • Domain/Key Normal Form (DKNF) diperkenalkan oleh Ronald Fagin pada tahun 1981 • Bentuk Normal ke-6 (6 th NF) diperkenalkan oleh Date, Darwen dan Lorentzos pada tahun 2002

21 • Denormalisasi : proses menggandakan data secara sengaja (sehingga menyebabkan redundansi data) untuk meningkatkan performa database • Denormalisasi ≠ Tidak Melakukan Normalisasi • Denormalisasi dilakukan setelah tabel dalam kondisi ‘normal’ (mencapai level bentuk normal yang diinginkan) • Salah satu contoh teknik Denormalisasi adalah Materialized View pada DBMS Oracle

22 • Alasan melakukan Denormalisasi: • Mempercepat proses query dengan cara meminimalkan cost yang disebabkan oleh operasi join antar tabel • Untuk keperluan Online Analytical Process (OLAP) • Dan lain-lain • Konsekuensi Denormalisasi: • Perlu ruang ekstra untuk penyimpanan data • Memperlambat pada saat proses insert, update dan delete sebab proses-proses tersebut harus dilakukan terhadap data yang redundant (ganda)

23


Download ppt "PART 1: 1.Definisi Normalisasi 2.Tujuan Normalisasi 3.Konsep – Konsep yang Mendasarinya • The Three Keys: Super Key, Candidate Key & Primary Key • Functional."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google