Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BY FANDI SUSANTO S.SI. Perkembangan Telekomunikasi Mobile By Fandi Susanto S.Si.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BY FANDI SUSANTO S.SI. Perkembangan Telekomunikasi Mobile By Fandi Susanto S.Si."— Transcript presentasi:

1 BY FANDI SUSANTO S.SI. Perkembangan Telekomunikasi Mobile By Fandi Susanto S.Si

2 Jaringan Telepon By Fandi Susanto S.Si  Jaringan telepon adalah jaringan telekomunikasi telepon antara dua pihak atau lebih. Terdiri dari:  Jaringan Fixed, dimana telepon harus dihubungkan langsung melalui telephone exchange. Jaringan ini dikenal dengan sebutan Public Switched Telephone Network (PSTN).  Jaringan Wireless dimana telepon bersifat mobile dan dapat berpindah dalam lingkup daerah jangkauan.  Jaringan pribadi dimana serangkaian tertutup telepon terhubung satu sama lain dan menggunakan gateway untuk dapat terhubung ke luar. Biasanya ada di dalam perusahaan dan disebut Private Branch Exchange (PBX)

3 Perkembangan Telekomunikasi Mobile By Fandi Susanto S.Si  Telekomunikasi mobile telah melalui perjalanan jauh dari bongkahan besar seberat 80 pounds (≈40Kg) yang harus dipasang dalam mobil sampai ke benda kecil multifungsi yang dapat masuk ke dalam kantong.  Awal sejarah perkembangan telepon mobile dimulai sejak perusahaan telepon Bell memperkenalkan MTS. Era ini dikenal sebagai era 0G (nol G).  Sebelum itu, sudah ada komunikasi mobile. Meski begitu, yang kita bahas adalah telepon mobile yang terhubung dengan PSTN dan ditawarkan sebagai layanan umum.

4 Public Switched Telephone Network -PSTN By Fandi Susanto S.Si  PSTN adalah jaringan telepon umum.Ketika telepon pertama ditemukan, telepon saling terhubung melalui jaringan-jaringan. Sambungan telepon pada waktu itu dilakukan secara manual dengan tenaga kerja manusia.  Saat ini PSTN sudah hampir sepenuhnya digital.

5 Awal Perkembangan Telekomunikasi Mobile By Fandi Susanto S.Si  28 Juli 1945, American Telephone & Telegraph (AT&T) menyatakan siap memproduksi "a new two- way, auto-to-anywhere radio-telephone for U.S. motorists."  Satu tahun berikutnya, 17 Juni 1946 di St. Louis, Missouri, AT&T dan South Western Bell pertama kali mengoperasikan Mobile Telephone Service (MTS).  Motorola membuat radio (telepon)nya dan Bell System memasangkannya.

6 Mobile Telephone Service (MTS) By Fandi Susanto S.Si  17 Juni 1946, seorang pengendara mobil di St.Louis Missouri, mengoperasikan MTS (Mobile Telephone Service). Motorola membuat radionya, dan South Western Bell memasangkannya di mobil.  MTS bersifat half duplex dimana pengguna menekan tombol untuk berbicara dan melepasnya untuk mendengar.

7 Mobile Telephone Service By Fandi Susanto S.Si  Pada tahun 1948, dengan 5000 pelanggan tersebar di 100 kota, paling banyak 3 pelanggan dapat menelpon pada saat yang bersamaan. Layanan telepon wireless masih jarang pada waktu itu.  Waktu itu biaya telepon wireless $15 per bulan dan sen per panggilan.

8 Improved Mobile Telephone Service (IMTS) By Fandi Susanto S.Si  IMTS merupakan sistem radio VHF/UHF (Ultra High Frequency), diperkenalkan pada tahun 1964 menggantikan MTS.  Menyediakan sistem direct dial sebagai pengganti koneksi berbantuan operator.  Selain itu, IMTS juga bersifat Full Duplex, yaitu pengguna dapat mendengar dan berbicara sekaligus pada satu waktu.

9 Mobile Telephone System A (1956) By Fandi Susanto S.Si  Pada tahun 1951, (Mobile Telephone System A) MTA diperkenalkan di Swedia. Mulanya diujicoba di kota Stockholm, kemudian segera meluas ke seluruh kota dan sekitarnya. Tak lama, sistem yang sama dipakai juga di Gotenburg.  Meski dimulai pada tahun 1951, kedua layanan telepon ini baru beroperasi penuh pada tahun  MTA kemudian digantikan MTB pada tahun 1965

10 0G di Swedia dan Norwegia. By Fandi Susanto S.Si  MTD (Mobile Telephony System D) adalah sistem telepon mobile manual. Diperkenalkan tahun 1971 di Swedia dan berakhir pada 1987 karena terkalahkan oleh layanan otomatis NMT. MTD juga diimplementasikan di Denmark dan Norwegia.  OLT (Offentlig Landmobil Telefoni, = Public Land Mobile Telephony) adalah jaringan telepon mobile pertama di Norwegia. Didirikan 1 Desember 1966 sampai tergantikan oleh NMT pada tahun Pada tahun 1981 memiliki pelanggan sehingga merupakan jaringan terbesar saat itu. Kebanyakan perangkat bersifat semi-Duplex, tetapi beberapa bersifat Full Duplex. Pada tahun 1976 OLT diperluas ke UHF, mengadopsi MTD dan memungkinkan roaming internasional di negara skandinavia lain (Swedia dan Denmark).

11 0G di Jerman By Fandi Susanto S.Si  A-Netz adalah sistem telekomunikasi mobile pertama di Jerman. Beroperasi sejak yang kemudian digantikan oleh B-Netz yang beroperasi pada tahun Tidak seperti pendahulunya, B-Netz sudah menyediakan direct dial. Mulanya menyediakan 38 kanal frekuensi, kemudian setelah menambahkan frekuensi A- Netz, memiliki 78 kanal frekuensi (kadang disebut B2- Netz). B-Netz kemudian tergantikan oleh C-Netz (1G)

12 0G di negara lain By Fandi Susanto S.Si  AMTS (Advanced Mobile Telephone System) adalah metode komunikasi radio yang terutama digunakan pada sistem radio portabel Jepang.  Autotel/PALM (Public Automated Land Mobile) merupakan jaringan telepon radio non selular yang beroperasi di gelombang VHF dikembangkan di daerah pedesaan British Columbia Canada.  ARP (Audioradiopuhelin, "Car Radio Telephone") diperkenalkan pada tahun 1971 di Finlandia. Awalnya masih half-duplex, tetapi kemudian mendukung full- duplex. ARP terkenal dengan jangkauan yang meliputi 100% wilayah Finlandia dan banyak penggunanya.

13 HP pertama: Motorola DynaTAC 8000x By Fandi Susanto S.Si  3 April 1973, Martin Cooper melakukan panggilan telepon genggam pertama di dunia. Ia menelpon saingannya Joel Engel kepala peneliti di Bell Labs.  Dr Cooper yang saat itu bekerja di Motorola merupakan orang pertama yang menggunakan telepon mobile di luar mobil.

14 Motorola DynaTAC 8000x By Fandi Susanto S.Si  Meskipun Motorola pertama kali merilis telepon gengam pertama di dunia pada tahun 1973, dibutuhkan waktu 10 tahun bagi DynaTAC untuk masuk ke pasaran. Para insinyur memasukkan lebih banyak kemampuan ke dalam ukuran yang lebih kecil dan juga membangun tower.  Awalnya, DynaTAC hanya dapat menelpon selama 60 menit dan perlu dicas selama 10 jam.

15 Motorola DynaTAC 8000x By Fandi Susanto S.Si  Saat dirilis pada tahun 1983, DynaTAC menjadi suatu simbol status bagi yang kaya (berkat harganya: $3995. Atau $8657 dengan nilai dolar tahun 2009).  Dengan DynaTAC, revolusi ponsel dimulai.

16 Nokia Mobira Talkman By Fandi Susanto S.Si  Meskipun DynaTAC adalah suatu terobosan hebat, tetapi ukurannya menyebabkan kapasitas batere yang kecil.  Pada tahun 1984, Nokia memperkenalkan Nobira Talkman yang dapat menelpon lebih lama.

17 (1980s) Generasi Pertama (1G): Selular By Fandi Susanto S.Si  Perkembangan teknologi yang membedakan generasi pertama telepon mobile adalah penggunaan banyak situs sel dan kemampuan mentransfer panggilan dari satu situs ke situs lain ketika penelpon berpindah antar sel selama percakapan berlangsung.  Sistem 1G merupakan sistem analog yang didasarkan pada Frequency Division Multiple Access (FDMA) yang mengalokasikan kanal frekuensi yang berbeda untuk setiap user.  Sistem 1G selain handset, masih didesain untuk telepon di dalam mobil.

18 (1980s) Generasi Pertama (1G): Selular By Fandi Susanto S.Si  Jaringan selular otomatis komersil pertama diluncurkan di Jepang oleh NTT pada tahun Peluncuran pertamanya mencakup seluruh daerah Tokyo dengan populasi lebih dari 20 juta penduduk dengan jaringan seluler yang terdiri dari 32 stasiun.  Dalam 5 tahun, jaringan NTT diperluas sehingga mencakup seluruh populasi Jepang dan menjadi jaringan 1G negara pertama.  Kemunculan jaringan 1G berikutnya adalah sistem Nordic Mobile Telephone (NMT) di Denmark, Finlandia, Norwegia dan Swedia pada tahun NMT adalah jaringan telepon mobile pertama yang menyediakan roaming internasional.

19 (1980s) Generasi Pertama (1G): Selular By Fandi Susanto S.Si  Dibandingkan penerusnya (2G), yang menggunakan sinyal digital 1G memiliki kelemahan:  Kualitas suara yang lebih buruk.  Berkapasitas rendah.  Pengalihan yang tidak handal.  Tidak aman terhadap penyadapan.  Akan tetapi 1G memiliki kelebihan dibanding 2G. 2G sangat bergantung dengan kuat sinyal dan kedekatan dengan stasiun. Jika panggilan 2G dilakukan jauh dari menara seluler, sinyal digitalnya mungkin tidak kuat untuk mencapai menara. Teknologi 1G dapat menjangkau lebih jauh meskipun kualitas suaranya lebih buruk daripada 2G.

20 Standar 1G di berbagai negara By Fandi Susanto S.Si  Setiap negara menerapkan standar 1G yang berbeda:  AMPS (Advanced Mobile Phone System) adalah standar 1G yang digunakan di US.  NMT (Nordic Mobile Telephone) adalah standar 1G yang digunakan di negara Nordic: Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia dan Swedia. Diterapkan juga di negara-negara sekitarnya: Swiss, Belanda, Eropa Timur dan Rusia.  Itali menggunakan RTMI.  Di inggris, digunakan TACS (Total Access Communication System). TACS juga digunakan di Hongkong.  Perancis menggunakan Radiocom  Di Jerman Barat, Portugal, dan Afrika Selatan, digunakan sistem telekomunikasi bernama C-450.  Di Jerman juga berkembang sistem bernama C-Netz.  Di Jepang, NTT mengembangkan TZ-801, TZ-802, TZ-803 dan DDI mengembangkan JTACS (Japan TACS)

21 CDPD (Cellular Digital Packet Data) By Fandi Susanto S.Si  CDPD diperkenalkan pada tahun 1992 di Amerika Serikat. CDPD memberi kemampuan kepada D- AMPS/AMPS untuk komunikasi suara maupun data menggunakan kanal jaringan sampai kecepatan 19,2 Kbit/s, beroperasi pada frekuensi 800 MHz dan 900 MHz. Mirip dengan GPRS, sebagai data paket pada jaringan, CDPD dapat menjalankan aplikasi Internet Protocol (IP) dan dapat bertindak sebagai ekstensi internet di mana pengguna dapat merasa online terus menerus. Walaupun demikian, pada awal diperkenalkannya, belum ada aplikasi mobile internet yang dapat menggunakan teknologi CDPD. Baru pada Mei 2000 AT&T memperkenalkan layanan PocketNet yang merupakan aplikasi mobile internet HDML (mirip WAP) yang menggunakan CDPD

22 Mobitex By Fandi Susanto S.Si  Mobitex adalah suatu jaringan data wireless nasional berstandar terbuka berlandaskan OSI. Mobitex memberi perhatian besar pada keamanan dan kehandalan karena digunakan oleh militer, polisi, pemadam kebakaran, dan ambulan. Mobitex dikembangkan awal 1980 oleh perusahaan Swedia Televerket Radio. Sejak 1988, pengembangannya dilanjutkan di Eritel (Ericsson + Televerket), baru kemudian menjadi bagian dari Ericsson. Mobitex mulai beroperasi di Swedia pada tahun Menggunakan modulasi GMSK berkecepatan 8000 bps, tetapi saat digunakan, kecepatannya biasanya hanya setengahnya.  Mobitex ditawarkan di sekitar 30 jaringan tersebar di 50 benua.

23 DataTAC By Fandi Susanto S.Si  DataTAC adalah teknologi jaringan data wireless yang mulanya dikembangkan oleh Motorola dan diterapkan di US. DataTAC juga dipakai pada tahun 1990an dengan nama MobileData pada perusahaan Telecom Australia (Telstra).  DataTAC berkecepatan 19,2Kbps beroperasi di 800 MHz.

24 AMPS (1G) By Fandi Susanto S.Si  AMPS (Advanced Mobile Phone System) mirip dengan IMTS tetapi menggunakan komputer dalam mengatur frekuensi, mengalihkan percakapan ke PSTN, tagihan dan pemasangan telepon.  Dibandingkan teknologi sekarang, AMTS masih analog dan rawan terhadap statik atau noise dan tidak ada perlindungan terhadap penyadapan. Peralatan khusus dapat digunakan untuk menyadap ESN (Electronic Serial Number) dan MIN (Mobile Identification Number alias nomor telepon).  AMPS tergantikan oleh D-AMPS, GSM dan CDMA(2G)

25 TACS (1G) By Fandi Susanto S.Si  Total Access Communication System (TACS) merupakan varian dari AMPS yang digunakan di berbagai negara di Eropa (seperti Inggris dan Irlandia). TACS juga digunakan di Jepang dengan nama JTAC. TACS juga digunakan di Hongkong.  Terdapat versi lanjutan dari TACS bernama ETACS.  TACS dan ETACS telah ditinggalkan di Eropa setelah digantikan dengan GSM.

26 C-Netz (1G) By Fandi Susanto S.Si  Bahasa Jerman: Funktelefonnetz-C yang berarti Jaringan Telepon Radio atau disingkat C-Netz adalah sistem ponsel 1G yang diterapkan di Jerman oleh DeTeMobil. C-Netz menerapkan standar C-450 dan merupakan rangkaian terakhir sistem telepon mobile di Jerman melanjutkan pendahulunya A- Netz dan B-Netz.  C-Netz kemudian digantikan oleh (2G) D-Netz (GSM-900) dan E-Netz (GSM-1800).

27 (1990s) Generasi Kedua (2G): Digital By Fandi Susanto S.Si  Jaringan 2G dibangun terutama untuk layanan voice-call dan transmisi data berkecepatan rendah.  Keunggulan utama 2G terhadap 1G adalah percakapan telepon terenkripsi secara digital.  Pertama kali dikeluarkan dengan standar GSM di Finlandia oleh Radiolinja pada Tahun  Teknologi 2G secara umum dapat dibagi menjadi TDMA (Time Division Multiple Access) dan CDMA (Code Division Multiple Access).

28 Teknologi 2G By Fandi Susanto S.Si  Standar yang ada pada teknologi 2G adalah:  GSM (TDMA) awalnya dari Eropa, tetapi sekarang hampir di semua negara.  (Interim Standards) IS-95 atau CDMAOne, digunakan di Amerika dan sebagian Asia.  PDC (TDMA), digunakan khususnya di Jepang.  iDEN (TDMA), jaringan proprietary milik Nextel di US dan Telus Mobility di Kanada.  IS-136 atau D-AMPS (TDMA), pernah dominan di Amerika, tetapi kebanyakan telah migrasi ke GSM.  Di US sering disebut PCS (Personal Communications Service)

29 GSM (2G) By Fandi Susanto S.Si  Pada tahun 1982, CEPT (European Conference of Postal and Telecommunications Administrations) membentuk Groupe Special Mobile (GSM) untuk menentukan standar telepon mobile yang dapat digunakan di seluruh Eropa.  Tahun 1989, tugas GSM ditransfer ke ETSI (European Telecommunications Standards Institute).  Tahun 1991, jaringan GSM diluncurkan di Finlandia oleh Radiolinja.  GSM saat ini kepanjangannya Global System for Mobile Communications adalah standar telepon mobile paling populer di dunia (GSM Association: 80% pasar mobile, 1,5 milyar orang, 212 negara).

30 GSM (2G) By Fandi Susanto S.Si  GSM beroperasi di sejumlah pita frekuensi. Kebanyakan jaringan GSM 2G beroperasi pada pita 900MHz atau 1800MHz. Meskipun begitu, di Kanada dan US digunakan pita 850MHz dan 1900MHz.  Pada negara-negara tertentu, digunakan pita frekuensi 400MHz dan 450MHz.

31 Integrated Digital Enhanced Network: iDEN (2G) By Fandi Susanto S.Si  iDEN adalah teknologi telekomunikasi mobile yang dikembangkan oleh Motorola yang menyediakan trunked radio dan telepon selular. Negara yang menggunakan iDEN antara lain: US, Kanada, Argentina, Peru, Meksiko, Brasil, Jordan, Chili, Israel, Filipina, Singapura, Arab Saudi, Jepang, El Savador, Cina, India dan Guatemala.

32 Digital AMPS: D-AMPS (2G) By Fandi Susanto S.Si  IS-54 dan IS-136 adalah sistem mobile phone 2G yang disebut D-AMPS. Pernah dominan di US dan Kanada. Tetapi kebanyakan telah digantikan oleh GSM/GPRS atau CDMA2000.  D-AMPS sering disebut TDMA.  IS-54 mempertahankan kompatibilitas dengan AMPS. Merupakan perkembangan digital dari AMPS dan oleh karena itu dikenal sebagai D-AMPS. Merupakan sistem telekomunikasi pertama yang menyediakan sekuriti.  IS-136 menambahkan sejumlah layanan ke IS-54, termasuk SMS, CSD dan suatu protokol kompresi lanjutan.

33 Personal Digital Cellular: PDC (2G) By Fandi Susanto S.Si  PDC adalah standar 2G yang dikembangkan dan digunakan di Jepang. Dibandingkan GSM, sinyal PDC yang lemah memungkinkan telepon yang kecil dan batere yang ringan tetapi kualitas suara rendah dan koneksi bermasalah di tempat tertutup.

34 Circuit Switched Data: CSD (2G) By Fandi Susanto S.Si  CSD adalah bentuk awal transmisi data yang dikembangkan untuk sistem mobile phone berbasis TDMA. CSD menggunakan satu slot waktu radio untuk menghantarkan 9,6Kbps data GSM Network and Switching Subsystem yang dapat dihubungkan melalui suatu modem ke PSTN dan memungkinkan panggilan langsung ke layanan dial-up.  CSD telah berkembang menjadi: HSCSD, GPRS, EDGE (E-GPRS) dan UMTS.

35 Personal Handy-phone System: PHS By Fandi Susanto S.Si  PHS atau dikenal juga sebagai PAS (Personal Access System) adalah jaringan mobile yang bekerja di pita frekuensi MHz, digunakan terutama di Jepang, Cina, Taiwan dan negara Asia lainnya.  Awalnya dikembangkan di laboratorium NTT di Jepang pada tahun Jauh lebih mudah diimplementasikan dibanding PDC atau GSM. Sering direndahkan sebagai selular orang miskin karena jangkauan dan kemampuan roaming yang terbatas. Menggunakan TDMA/TDD  Meskipun mudah diimplementasikan, PHS memungkinkan layanan wireless flat-rate seperti AIR- EDGE di Jepang. Mulanya kecepatan transfer datanya 32Kbps, pada April 2007, 512Kbps dan rencananya akan diupgrade sampai berkecepatan 800Kbps, sehingga mungkin melebihi W-CDMA (3G)

36 CDMAOne By Fandi Susanto S.Si  IS-95 adalah standar digital selular CDMA pertama yang dibuat oleh Qualcomm. Diberi nama CDMAOne, dikenal juga dengan TIA-EIA-95.  CDMA mentranmisikan PN-Codes (Pseudonoise codes) sehingga memungkinkan beberapa radio menggunakan frekuensi yang sama. Tidak seperti TDMA, semua radio dapat aktif pada waktu yang bersamaan. Karena lebih banyak telepon yang dapat dilayani oleh lebih sedikit cell-sites, CDMA memiliki keunggulan ekonomis dibanding TDMA.  Di Amerika Utara, CDMA bersaing dengan D-AMPS. Dan sekarang berkembang menjadi CDMA2000.

37 Kelebihan dan kekurangan 2G By Fandi Susanto S.Si  Kelebihan:  Emisi energi yang lebih rendah mengurangi masalah kesehatan.  Berpindah ke digital memungkinkan layanan digital seperti SMS dan .  Mengurangi penipuan. Pada sistem analog, dapat dibuat dua atau lebih telepon yang memiliki nomor yang sama.  Lebih sulit disadap dibanding 1G.  Kekurangan:  Sinyal yang lemah sehingga sinyal lebih sulit mencapai tower.  Di kondisi yang buruk, analog mungkin mengalami statik tetapi sambungan digital dapat hilang atau putus.  Lossy compression mengakibatkan nada suara yang disampaikan berubah meskipun dapat terdengar lebih jelas.

38 2,5G By Fandi Susanto S.Si  2,5G merupakan perantara teknologi selular 2G dan 3G. 2,5G merujuk pada sistem 2G yang telah menerapkan packet switched domain sebagai tambahan dari circuit switched domain.

39 Wideband iDEN: WiDEN By Fandi Susanto S.Si  Salah satu sistem yang termasuk ke dalam golongan 2,5G adalah WiDEN: Wideband iDEN. WiDEN adalah hasil upgrade dari iDEN (oleh Motorola). WiDEN memungkinkan komunikasi data sampai 100kbps.

40 High Speed CSD: HSCSD (2,5G) By Fandi Susanto S.Si  HSCSD adalah perkembangan dari CSD dengan kecepatan 4 kali lebih cepat: 38,4 kbps yang didapat dengan metode pengkodean yang lebih baik dan penggunaan slot waktu rangkap.  HSCSD menyediakan berbagai tingkatan koreksi kesalahan yang diterapkan berdasarkan kualitas koneksi radionya. Pada kondisi terbaik, 14,4Kbps dapat disalurkan lewat satu slot waktu. Dengan 4 slot waktu, laju transfernya dapat mencapai 57.6Kbps. Dengan 8 slot waktu, 115Kbps.  HSCSD perlu memberikan suatu slot waktu sepenuhnya kepada seorang user. Sehingga sangat mungkin di awal atau di pertengahan, permintaan user tidak sepenuhnya dilayani karena voice-call sering lebih didahulukan dibanding pengguna HSCSD.

41 General Packet Radio Service: GPRS (2,5G) By Fandi Susanto S.Si  GPRS adalah layanan data mobile berbasis paket pada GSM. GPRS mulanya distandarisasi oleh ETSI (European Telecommunications Standards Institute), namun sekarang dikelola oleh 3 rd Generation Partnership Project (3GPP).  GPRS menyediakan tranfer data kbps menggunakan kanal frekuensi TDMA yang tak terpakai.  Penggunaan GPRS berdasarkan volume data, berbeda dengan data circuit-switching yang biasanya dikenakan tarif berdasarkan waktu.

42 General Packet Radio Service: GPRS (2,5G) By Fandi Susanto S.Si  GPRS memungkinkan layanan-layanan berikut:  Akses internet yang "Always On"  Multimedia Messaging Service (MMS)  Push To Talk over Cellular (PoC/PTT)  Instant Messaging  Aplikasi internet melalui WAP (Wireless Application Protocol)  Layanan P2P (Point to Point): inter-networking dengan IP.  GPRS mendukung protokol sebagai berikut:  Internet Protocol (IP). Biasanya mobile browser masih menggunakan IPv4 karena IPv6 belum populer.  Point to Point Protocol (PPP).  X.25

43 Perangkat GPRS (2,5G) By Fandi Susanto S.Si  Perangkat GPRS dapat dibagi menjadi 3 kelas:  Kelas A: Terhubung ke layanan GPRS dan GSM (voice, SMS) sekaligus.  Kelas B: Dapat terhubung ke layanan GPRS dan GSM, tetapi hanya menggunakan salah satu pada satu waktu. Waktu menggunakan GSM (voice-call atau SMS), GPRS tidak aktif, dan aktif kembali setelah layanan GSM selesai. Kebanyakan perangkat GPRS adalah kelas B.  Kelas C: Terkoneksi ke layanan GPRS atau GSM. Harus diubah secara manual antar layanan.

44 Multislot class GPRS By Fandi Susanto S.Si  Kelas multislot GPRS menentukan kecepatan transfer data uplink maupun downlink. Terdapat kelas Kelas multislot di atas 31 disebut multislot kelas tinggi.  Alokasi multislot ditulis misalnya 5+2 yang berarti 5 downlink TS dan 2uplink TS. Kelas yang sering digunakan adalah kelas 10 yang dapat menggunakan 3+2 atau 4+1 tergantung data yang ditransfer.

45 Transisi 2G ke 3G By Fandi Susanto S.Si  Beberapa protokol seperti EDGE (dari GSM) dan 1x- RTT (dari CDMA 2000), didefinisikan sebagai layanan 3G karena didefinisikan di IMT2000, tetapi dianggap oleh publik sebagai 2,5G atau 2,75G karena beberapa kali lebih lambat daripada layanan 3G lainnya saat ini (2011).

46 By Fandi Susanto S.Si

47

48 CDMA xRTT (2,75G) By Fandi Susanto S.Si  Merupakan teknologi pengembangan dari CDMAone dengan penambahan kemampuan pada layanannya dan beroperasi di frekuensi 400 MHz, 800 MHz, 900 MHz, 1700 MHz, 1800 MHz, 1900 MHz, dan 2100 MHz.  Dikenal juga dengan nama 1x atau 1xRTT yang berarti 1 times Radio Transmission Technology. 1xRTT mendukung kecepatan data sampai 153kbps dengan rata-rata kbps.

49 EDGE (2,75G) By Fandi Susanto S.Si  Enhanced Data rates for GSM Evolution (EDGE) dikenal juga dengan Enhanced GPRS (EGPRS) atau IMT-Single Carrier (IMT-SC) adalah teknologi mobile phone digital yang dianggap teknologi pra3G.  Merupakan bagian dari 3G dalam definisi ITU (International Telecommunication Union).  EDGE merupakan superset dari GPRS sehingga dapat dijalankan di jaringan GPRS mana saja, dengan syarat providernya melakukan upgrade.  EDGE dapat memiliki bandwidth sampai 236,8kbps untuk 4 slot waktu. Secara teoritis, 473,6kbps dapat dicapai dengan 8 slot waktu. Ini berarti EDGE dapat menangani laju data 4 kali lebih banyak dari GPRS.

50 IMT-2000 = 3G By Fandi Susanto S.Si  Standar 3G dibuat oleh International Telecommunication Union (ITU) dan diberi nama IMT-2000 (International Mobile Telecommunication- 2000). Sasaran dari IMT-2000 adalah menyatukan sistem 3G di seluruh dunia sehingga memungkinkan global roaming. Akan tetapi, menyatukan semua standar yang berbeda sangatlah sulit, sehingga didapatkanlah lima standar yang disatukan dalam label IMT-2000, antara lain:  W-CDMA  CDMA2000  TD-CDMA/TD-SCDMA  DECT  UWC-136

51 3G By Fandi Susanto S.Si  Untuk menggunakan layanan 3G, diperlukan dua hal yaitu handset 3G dan jaringan 3G.  Standar 3G meliputi:  UMTS yang pertama kali ditawarkan pada tahun Distandarisasi oleh 3GPP (3G Partnership Project: ETSI, ARIB, TTA, TTC, ATIS, CCSA). Terdiri dari W-CDMA, TD- SCDMA dan HSPA+  CDMA 2000 pertama ditawarkan pada tahun Distandarisasi oleh 3GPP2 (ARIB, TTC, TIA, TTA, CCSA). Terakhir berkembang menjadi CDMA EV-DO.

52 By Fandi Susanto S.Si

53 Lingkup 3G By Fandi Susanto S.Si

54 Spesifikasi IMT-2000: 3G By Fandi Susanto S.Si

55 UMTS By Fandi Susanto S.Si  Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) dispesifikasikan oleh 3GPP dan merupakan bagian dari IMT UMTS paling umum menggunakan W-CDMA dan TD-CDMA serta TD- SCDMA.  Tidak seperti EDGE, UMTS membutuhkan stasiun dan alokasi frekuensi baru. Akan tetapi UMTS sangat mirip dengan GSM/EDGE sehingga sebagian besar HP UMTS mendukung GSM juga. Oleh karena itu, UMTS kadang disebut juga dengan 3GSM karena dekat dengan teknologi GSM.

56 W-CDMA (UTRA-FDD) By Fandi Susanto S.Si  Wideband CDMA, UMTS-FDD, UTRA-FDD, atau IMT-2000 CDMA Direct Spread adalah suatu standar jaringan 3G.  Menggunakan metode DS-CDMA dan FDD.  Mulanya dikembangkan oleh NTT DoCoM0 pada jaringan 3G FOMA (Freedom of Mobile Multimedia Access) yang kemudian diusulkan dan diterima sebagai standar IMT-2000.

57 CDMA 2000 (IMT-MC) By Fandi Susanto S.Si  CDMA2000 atau IMT-Multi Carrier adalah bagian dari standar 3G. Terdiri dari: CDMA20001x, CDMA 2000 EV-DO rev 0, rev A dan rev B.  CDMA EV-DO atau disingkat EV-DO (Evolution- Data Optimized) menggunakan teknik CDMA dan TDMA sekaligus.  Calon penerus CDMA2000 untuk 4G adalah UMB (Ultra Mobile BroadBand), tetapi pada tahun 2008, Qualcomm mengumumkan menghentikan pengembangannya dan berpindah ke LTE.

58 TD-CDMA dan TD-SCDMA By Fandi Susanto S.Si  TD-CDMA dan TD-SCDMA dikenal juga sebagai UMTS-TDD atau IMT-2000-Time Division (IMT- TD).  Time Division CDMA (TD-CDMA) merupakan gabungan antara TDMA dan CDMA.  TD-Synchronous CDMA (TD-SCDMA) Dikembangkan di Cina dalam upaya untuk tidak terlalu bergantung dengan teknologi Barat.  TDD-SCDMA menggunakan TDD, berbeda dengan W-CDMA yang menggunakan FDD.

59 IMT-SC = UWC-136 = EDGE By Fandi Susanto S.Si  IMT-Single Carrier atau UWC-136 atau dikenal juga dengan sebutan EDGE dan kemudian berkembang menjadi Evolved EDGE atau EDGE Evolution.  Secara teoritis, Evolved EDGE dapat mencapai kecepatan 1Mbps. Pada kenyataannya, EDGE menjamin kecepatan sampai 600Kbps dan dapat berpindah dengan mudah ke jaringan 3G atau sebaliknya.  Evolved EDGE masih menggunakan jaringan GSM.

60 Picocell: DECT By Fandi Susanto S.Si  Digital Enhanced Cordless Telecommunication (DECT) adalah suatu standar komunikasi nirkabel. DECT biasa digunakan di dalam rumah dan perkantoran. Pada perkantoran yang besar, DECT diterapkan dalam sistem PBX.  DECT juga digunakan untuk tujuan lain seperti monitor bayi. Bisa juga untuk aplikasi data, tetapi DECT kalah bersaing dengan Wi-Fi.

61 Picocell: DECT By Fandi Susanto S.Si  DECT dikembangkan oleh (European Telecommunications Standards Institute) ETSI. Mulanya DECT adalah Digital European Cordless Telephone dikeluarkan oleh CEPT pada November 1987 yang terakhir berubah menjadi namanya sekarang karena penggunaannya yang global.  Karena dianggap memenuhi syarat IMT-2000 oleh ITU, DECT terdaftar sebagai sistem 3G.  Physical Layer pada DECT menggunakan FDMA, TDMA dan TDD (Time Division Duplex).

62 HSPA By Fandi Susanto S.Si  High Speed Packet Access adalah gabungan dari dua protokol: HSDPA (HS Downlink PA) dan HSUPA (HS Uplink PA) yang mengembangkan kemampuan WCDMA. Perkembangan selanjutnya, Evolved HSPA (HSPA+) diluncurkan di akhir  Yang termasuk dalam HSPA:  HSDPA  HSUPA  HSPA+ dengan kecepatan 84Mbps D, 22Mbps U

63 4G By Fandi Susanto S.Si  Syarat kecepatan untuk 4G ditargetkan mencapai 100Mbps saat bergerak cepat (di dalam mobil atau kereta api) dan 1Gbps untuk pejalan kaki.  Sistem 4G ditargetkan solusi mobile berbasis IP yang aman dan menyeluruh untuk laptop, modem wireless, smartphone dan perangkat bergerak lain.  Saat ini belum ada teknologi yang memenuhi standar 4G. Teknologi seperti mobile-WiMAX dan standar-standar awal 3G-LTE sering dilabeli 4G meskipun belum memenuhi syarat ITU-R.

64 3GPP LTE By Fandi Susanto S.Si  3GPP Long Term Evolution sering dilabeli 4G. Tetapi LTE pada awalnya tidak memenuhi standar IMT-Advanced.  LTE memiliki kapasitas bit rate teoritis sampai 100Mbps Downlink dan 5oMbps Uplink jika menggunakan kanal 20MHz.  Perangkat radionya pertama kali disebut dengan High Speed OFDM Packet Access (HSOPA) dan sekarang disebut Evolved UMTS Terrestrial Radio Access (E-UTRA).

65 LTE-Advanced By Fandi Susanto S.Si  LTE-Advanced adalah kandidat IMT-Advanced ditargetkan dirilis pada tahun 2012 melebihi syarat ITU. LTE Advanced adalah perkembangan dari LTE. LTE Release 8 saat ini mendukung kecepatan download 300Mbps. LTE Advanced ditargetkan dapat mencapai 1Gbps download dan 500Mbps upload.

66 Mobile WiMAX (IEEE e) By Fandi Susanto S.Si  Mobile WiMAX (IEEE e-2005) mobile broadband wireless access (MBWA) dikenal juga dengan nama WiBro di Korea Selatan menawarkan 128Mbps downlink dan 56Mbps uplink pada kanal 20Mhz.

67 UMB (EV-DO rev C) By Fandi Susanto S.Si  UMB (Ultra Mobile Broadband) adalah nama proyek 4G dalam group standarisasi 3GPP2 yang tidak dilanjutkan lagi (discontinued). Mulanya ditujukan sebagai perkembangan dari CDMA2000.  Pada bulan November 2008, Qualcomm, sponsor utama UMB mengumumkan mengakhiri pengembangan UMB dan berpindah ke LTE.

68 HiperMAN, iBurst By Fandi Susanto S.Si  High Permormance Metropolitan Area Network (HiperMAN) adalah standar yang dibuat oleh ETSI. Merupakan alternatif dari WiMAX dan WiBro.  iBurst atau HC-SDMA (High Capacity – Spatial Division Multiple Access) merupakan teknologi yang dianggap sebagai permulaan 4G. iBurst kemudian dikembangkan lebih lanjut menjadi MBWA (Mobile Broadband Wireless Access).

69 Perkembangan bit-rate tiap generasi By Fandi Susanto S.Si  1G:  1981: NMT 1200 bit/s  2G:  1991: GSM CSD and D-AMPS 14.4 kbit/s  2003: GSM EDGE 296 kbit/s down, kbit/s up  3G:  2001: UMTS-FDD (WCDMA) 384 kbit/s  2007: UMTS HSDPA 14.4 Mbit/s  2008: UMTS HSPA 14.4 Mbit/s down, 5.76 Mbit/s up  2009: HSPA+ (Without MIMO) 28 Mbit/s downstreams (56 Mbit/s with 2x2 MIMO), 22 Mbit/s upstreams  2010: CDMA2000 EV-DO Rev. B 14.7 Mbit/s downstreams  Pre-4G:  2007: Mobile WiMAX (IEEE e) 144 Mbit/s down, 35 Mbit/s up.  2009: LTE 100 Mbit/s downstreams (360 Mbit/s with MIMO 2x2), 50 Mbit/s upstreams

70 Thank You For Your Attention  Special Thanks: By Fandi Susanto S.Si


Download ppt "BY FANDI SUSANTO S.SI. Perkembangan Telekomunikasi Mobile By Fandi Susanto S.Si."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google