Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SINKRONISASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN KAWASAN TIMUR INDONESIA DALAM RPJM TAHUN 2010 – 2014 SEKTOR ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL SINKRONISASI PERENCANAAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SINKRONISASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN KAWASAN TIMUR INDONESIA DALAM RPJM TAHUN 2010 – 2014 SEKTOR ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL SINKRONISASI PERENCANAAN."— Transcript presentasi:

1 SINKRONISASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN KAWASAN TIMUR INDONESIA DALAM RPJM TAHUN 2010 – 2014 SEKTOR ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL SINKRONISASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN KAWASAN TIMUR INDONESIA DALAM RPJM TAHUN 2010 – 2014 SEKTOR ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Makasar, 16 November 2009

2 I.PERAN SEKTOR ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL II.POTENSI ENERGI DAN MINERAL NASIONAL III.KEBIJAKAN ENERGI DAN MINERAL IV.RENCANA KE DEPAN V.STRATEGI DAFTAR ISI 2

3 I. PERAN SEKTOR ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 3

4 PERAN DAN KINERJA SEKTOR ESDM Pembangunan Nasional Fiskal Moneter Sektor Riil Perekonomian Indonesia Sumber Penerimaan Negara Neraca Perdagangan Investasi Faktor Dominan IHSG Efek Berantai/ Ketenaga- kerjaan Pembangunan Daerah Subsidi Energi & Bahan Baku Domestik 4

5 KONTRIBUSI SEKTOR ESDM TERHADAP PENERIMAAN NASIONAL Catatan:Diolah dari laporan BPS dan Bank Indonesia (Triliun) 2008 Miliar Rp. 5

6 KONTRIBUSI SEKTOR ESDM DALAM PEMBANGUNAN DAERAH LISTRIK PEDESAAN BIMBINGAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SUMUR TUA KEAGAMAAN KESEHATANPENDIDIKAN COMDEV/CSR DANA BAGI HASIL

7 7 NAD 76,98% Sumut 69,68% Sumbar 69,37% Riau + Kepri 55,84% Sumsel 50,30% Bengkulu 51,46% Babel 72,88% Lampung 48,82% Jakarta 100% Banten 63,90% Jabar 67,40% Jateng 71,24% Jambi 51,41% Jogya 84,48% Jatim 71,55% Bali 74,98% NTB 32.51% NTT 24.55% Kalbar 45,83% Kalteng 45,22% Kalsel 72,29% Kaltim 68,56% Sulut 66,87% Gorontalo 49,79% Sulteng 48,30% Sultra 38,09% Sulsel 55,20% Malut 49,44% Maluku 54,51% Papua + Irjabar 32, 35% Category : > 60 % % % Sulbar N.A KONDISI SAAT INI (Rasio Elektrifikasi) KONDISI SAAT INI (Rasio Elektrifikasi)

8 PROGRAM LISTRIK PERDESAAN 2008 ( Sumber Pembiayaan APBN)

9 PEMBANGUNAN LISTRIK PERDESAAN (LISDES) NoJenis PembangkitSatuan PLTMHkW PLTSkWp PLTS TerpusatkWp PLTBkW Gardu DistribusiUnit/kVA828/ / / / Jaringan Tegangan Menengah kms Jaringan Tegangan Rendah kms

10 DME Berbasis Energi non BBN •Berbasis Mikro Hydro •Berbasis Tenaga Angin •Berbasis Tenaga Surya •Berbasis Biogas •Berbasis Biomassa •Berbasis jarak pagar •Berbasis kelapa •Berbasis sawit •Berbasis singkong •Berbasis tebu DME Berbasis BBN DESA MANDIRI ENERGI (KUMULATIF) Program Berbasis Energi Setempat Non BBN (Unit) Berbasis BBN (Unit) TOTAL

11 PENGGERAK UTAMA PEMBANGUNAN (EFEK BERANTAI) SEKTOR ESDM PRO POOR PRO JOB PRO GROWTH •Pembangunan daerah •Pembukaan lapangan kerja •Meningkatkan nilai tambah •Community Development •Meningkatkan kegiatan ekonomi FORWARD LINKAGE BACKWARD LINKAGE INDUSTRI ESDM contoh: pabrik pupuk, petrokimia, dll contoh: industri material & industri peralatan di Batam 11

12 PRODUKSI DAN PEMANFAATAN GAS BUMI TAHUN

13 II. POTENSI ENERGI DAN MINERAL 13

14 CADANGAN MINYAK BUMI INDONESIA (2008) 14

15 CEKUNGAN MIGAS INDONESIA 5 Cekungan telah dibor, belum ditemukan hidrokarbon (14) Cekungan belum dieksplorasi (22) Cekungan sudah berporduksi (16) Cekungan telah ditemukan hidrokarbon, belum berproduksi (8) Wilayah eksplorasi (119)  20 dilaporkan menemukan cadangan migas 15

16 CADANGAN GAS BUMI DAN CBM INDONESIA (2008) CADANGAN GAS (TSCF) NATUNA 5.72 NORTH SUMATRA CENTRAL SUMATRA ACEH (NAD) SOUTH SUMATRA WEST JAVA 5.08 EAST JAVA EAST BORNEO CELEBES MOLUCCAS PAPUA (Advance Resources Interational, Inc., 2003 processed) TERBUKTI= TSCF POTENSIAL= TSCF TOTAL= TSCF CBM RESOURCES (TCF) TOTAL= 453,3 TSCF 16

17 OMBILINBASIN CENTRAL SUMATRA BASIN (52.50 TCF) OMBILIN BASIN (0.50 TCF) SOUTH SUMATRA BASIN ( TCF) BENGKULU BASIN (3.60 TCF) JATIBARANG BASIN (0.80 TCF) PASIR AND ASEM ASEM BASINS (3.00 TCF) BARITO BASIN ( TCF) SOUTHWEST SULAWESI BASIN (2.00 TCF) KUTEI BASIN (80.40 TCF) NORTH TARAKAN BASIN (17.50 TCF) BERAU BASIN (8.40 TCF) = 7 Wilayah Kerja CBM yang telah ditandatangani, 2008 Total sumber daya = TCF Total cekungan CBM = 11 (Advance Resources Interational, Inc., 2003) CEKUNGAN BATUBARA DAN CBM INDONESIA Indragiri Hulu Sekayu Barito Banjar I Kutai Bentian Besar Sangatta I Barito Banjar II 17

18 POTENSI DAN INFRASTRUKTUR BATUBARA (2008) Kapasitas maksimum terminal (DWT) Tarahan Pulau Baai Kertapati Teluk Bayur Apar Bay Tanjung Pemancingan North Pulau Laut Tanjung Peutang IBT Sembilang Air Tawar* Muara Satui S a t u i* Kelanis* Jorong Taboneo Tarakan Muara Pantai Tanjung Redep Tanjung Bara Tanjung Meranggas Muara Berau B el o r o Loa Tebu Balikpapan Tanah Merah Sumber daya: 104,76 miliar ton

19 19

20 SALAK 375 MW DARAJAT 255 MW WAY. WINDU I 110 MW PATUHA 400 MW KARAHA 400 MW KAMOJANG 200 MW DIENG 60 MW LUMUTBALAI (UNOCAL) SEULAWAH AGAM 160 MW SIBAYAK 12 MW ULUBELU 110 MW SARULA 330 MW LUMUT BALAI 110 MW ULUMBU 10 MW MATALOKO 2.5 MW LAHENDONG I - II 40 MW BEDUGUL 175 MW Tahap Pengembangan : 1.537,5 MW Tahap Produksi : MW WILAYAH PENGEMBANGAN PANAS BUMI (2008) Akan Ditenderkan : 680 MW UNGARAN 50 MW TAMPOMAS 50 MW NGEBEL 120 MW JAILOLO 75 MW CISOLOK 45 MW T.PERAHU 100 MW JABOI 50 MW SOKORIA 30 MW Total Kapasitas : MW Total Potensi: MW 20

21 NOENERGI NON FOSIL SUMBER DAYA (SD) KAPASITAS TERPASANG (KT) RASIO KT/SD (%) = 4/3 1Tenaga Air MW (e.q. 845 juta SBM)4.200 MW5,55 2Panas Bumi MW (e.q. 220 juta SBM)1.052 MW3,8 3Mini/Micro Hydro500 MW86,1 MW17,22 4Biomass MW445 MW0,89 5Tenaga Surya4,80 kWh/m 2 /hari12,1 MW- 6Tenaga Angin9.290 MW1,1 MW0,012 7Uranium MW (e.q. 24,112 ton) untuk 11 tahun *) 30 MW1,00 *) Hanya di Kalan – Kalimantan Barat CADANGAN DAN PRODUKSI ENERGI INDONESIA (2008) NoENERGI FOSIL SUMBER DAYA (SD) CADANGAN (CAD) RASIO SD/CAD (%) PRODUKSI (PROD) RASIO CAD/PROD (TAHUN)*) = 4/36 7 = 4/6 1Minyak Bumi (miliar barel)56,68,2 **) 14 0, Gas Bumi (TSCF)334, , Batubara (miliar ton)104, , Coal Bed Methane/CBM (TSCF) *) Dengan asumsi tidak ada penemuan cadangan baru **) Termasuk Blok Cepu 21

22 NOMINERALUNIT SUMBER DAYA (SD) CADANGAN (CAD) RATIO CAD/SD (%) PRODUKSI (PROD) RATIO CAD/PROD (TAHUN) (1)(2)(3)(4)(5)6 = (5/4)(7)8 = (5/6) 1Timah (metal)Ton Bijih NikelTon *)29 3Nikel – FeNiTon Nikel – MatteTon Tembaga (metal)Ton Emas (metal)Ton Perak (metal)Ton Bijih Besi (konsentrat)Ton Bauxite (metal)Ton Manganese (metal)Ton IntanKarat GranitTon CADANGAN DAN PRODUKSI MINERAL INDONESIA (2008) *) Bijih nikel ini berasal dari PT. Antam Tbk sebesar ton dan ton yang digunakan untuk memproduksi Nikel -FeNi serta dari PT INCO Tbk sebesar ton yang digunakan untuk memproduksi Nikel in Matte. 22

23 III. KEBIJAKAN ENERGI DAN MINERAL 23

24 KEBIJAKAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL (Berdasarkan UU Energi No. 30 tahun 2007 & UU Minerba No. 4 tahun 2009) KETAHANAN ENERGI DAN MINERAL EKSPLORASI PRODUKSI KONSERVASI (OPTIMASI PRODUKSI) SUBSIDI LANGSUNG DIVERSIFIKASI KONSERVASI (EFISIENSI) SUPPLY SIDE POLICY DEMAND SIDE POLICY JAMINAN PASOKAN KESADARAN MASYARAKAT HARGA ENERGI SHIFTING PARADIGM 24

25 BBM BERSUBSIDI (KEBIJAKAN DAN VOLUME)  KEBIJAKAN SUBSIDI BBM NoJENIS BBMTAHAP ITAHAP IITAHAP III TAHAP IV (?) 1M. TanahSSSS 2PremiumSSSNS 3M. SolarSSSNS 4M. DieselSSNSNSNSNS 5M. BakarSSNS 6AvturSNS 7AvgasSNS S = Subsidi NS = Non Subsidi 2009  VOLUME BBM BERSUBSIDI (?) BBM Non-Subsidi BBM Subsidi BBM bersubsidi: kL M. Tanah Juta KL 25

26 HARGA JUAL LISTRIK vs BPP TAHUN 2009 (Pelanggan Tegangan Rendah/TR) Keterangan: Harga Jual realisasi bulan Nopember 2008 BPP TR : Rp 1.069/kWh

27 PROGRAM DIVERSIFIKASI ENERGI Jenis Bahan BakarRumah TanggaTransportasiIndustriPembangkit •Gas  LPG√√√–  BBG√√√√ •Coal  Coal√–√√  Briket batubara√–√–  Coal gasification√√√√  Coal liquefaction–√√√ •Biofuel  Bio-ethanol √√ ––  Bio-diesel √ √√√  Bio-oil√– √ √ •Panas Bumi√––√ •Energi lainnya  Biomass√––√  Air–––√  Solar cell√√–√  Angin–––√  CBM√√√√  Hydrogen / Fuel Cell–√–√  Oil Shale–√√√  Biogenic Gas√––√ 27

28 OPTIMALISASI PENGELOLAAN ENERGI Tahun 2008 Tahun 2025 (Skenario Optimal) Tahun 2025 (Skenario BaU) SASARAN BAURAN ENERGI PRIMER NASIONAL

29 JALUR CEPAT PENGEMBANGAN BAHAN BAKAR NABATI Jalur Cepat Setiap daerah mengembangkan BBN sesuai potensi Kawasan Khusus Pengembangan BBN Penciptaan lapangan kerja Pengurangan kemiskinan Energi JANGKA PENDEKJANGKA PANJANG Desa Mandiri Energi 29

30 IV. RENCANA KE DEPAN 30

31 RENCANA INVESTASI SEKTOR ESDM TAHUN

32 RENCANA INVESTASI INFRASTRUKTUR SEKTOR ESDM 2010 – 2014 Catatan: • Pendanaan investasi dominan bersumber dari Swasta • Investasi untuk pengembangan infrastruktur (tidak termasuk perbaikan) *) belum termasuk investasi pengembangan lapangan 32

33 PROGRAM PENGEMBANGAN PEMBANGKIT LISTRIK I.Program MW Tahap I (Perpres 71/2006) 1.Pra kontrak : 438 MW (7 proyek) (pra kontrak: 34/2 proyek & digabung, ditunda, dibatalkan, diganti IPP: 404 MW/5 proyek) 2.Pasca kontrak (tanda tangan EPC): MW (33 proyek) II.Program MW Tahap II (Perpres dalam penyelesaian) 1.PLTP : MW (Jawa-Bali: 1.525; Luar Jawa-Bali: 2.058) 2.PLTA : MW (Jawa-Bali: MW; Luar Jawa-Bali: 174 MW) 3.PLTU : 2000 MW (Jawa-Bali); MW (Luar Jawa-Bali: MW) 4.PLTGU: MW (Jawa-Bali: MW; Luar Jawa-Bali: 426 MW) III.Program IPP 1.Pra kontrak : 937 MW (6 proyek); Tender : MW (30 proyek) 2.Pasca kontrak : MW (47 proyek); 3.Beroperasi : MW (19 proyek) 33

34 34 TOTAL MW SUMATERA 1225MW 9 LOKASI KALIMANTAN 405 MW 4 LOKASI SULAWESI 220 MW 4 LOKASI MALUKU 46 MW 2 LOKASI PAPUA 34 MW 2 LOKASI NUSA TENGGARA 117 MW 4 LOKASI JAWA 7490 MW 10 LOKASI PLTU NAD – Meulaboh (2 x 110 MW) PLTU SUMUT – Pangkalansusu (2 x 200 MW) PLTU SUMBAR – Teluk Sirih (2 x 112 MW) PLTU 1 RIAU – Bengkalis (2 x 10 MW) PLTU 2 RIAU – Selat Panjang (2 x 7 MW) PLTU KEP.RIAU – Tj. Balai Karimun (2 x 7 MW) PLTU 3 BANGKA – Bangka Baru (2 x 30 MW) PLTU 4 BANGKA – Belitung (2 x 16,5 MW) PLTU LAMPUNG – Tj. Selaki (2 x 100 MW) PLTU 1 BANTEN – Suralaya (1 x 625 MW) PLTU 2 BANTEN – Labuhan (2 x 315 MW) PLTU 3 BANTEN – Lontar (3 x 315 MW) PLTU 1 JABAR – Indramayu (3 x 330 MW) PLTU 2 JABAR –Pelabuhan Ratu (2 x 350 MW) PLTU 2 JATENG – Cilacap Baru (1 x 660 MW) PLTU 1 JATENG – Rembang (2 x 315 MW) PLTU 1 JATIM – Pacitan (2 x 315 MW) PLTU 3 JATIM – Tj. Awar Awar (2 x 350 MW) PLTU 2 JATIM – Paiton (1 x 660 MW) PLTU 1 KALBAR – Parit Baru (2 x 50 MW) PLTU 2 KALBAR – Bengkayan (2 x 27,5 MW) PLTU 1 KALTENG – Pulang Pisau (2 x 60 MW) PLTU 1 KALSEL – Asam Asam (2 x 65 MW) PLTU 2 NTB – Lombok (2 x 25 MW) PLTU 1 NTB – Bima (2 x 10 MW) PLTU 1 NTT – Ende (2 x 7 MW) PLTU 2 NTT – Kupang (2 x 16,5 MW) PLTU 1 PAPUA – Timika (2 x 7 MW) PLTU 2 PAPUA – Jayapura (2 x 10 MW) PLTU MALUKU – Ambon (2 x 15 MW) PLTU MALUT – Tidore (2 x 8 MW) PLTU SULUT – Amurang (2 x 25 MW) PLTU GORONTALO – Anggrek (2 x 25 MW) PLTU SUTENG – Kendari (2 x 10 MW) PLTU SUSEL – Barru (2 x 50 MW) PETA LOKASI PROYEK PERCEPATAN MW TAHAP I

35 35 SUMATERA •PLTA: 174 MW •PLTP:1.825 MW •PLTU:1.014 MW •PLTGU: 66 MW Subtotal:3.079 MW TOTAL •PLTA: MW •PLTP: MW •PLTU: MW •PLTGU: MW TOTAL: MW RENCANA PROYEK PERCEPATAN MW TAHAP II JAWA •PLTA:1.000 MW •PLTP:1.525 MW •PLTU:2.000 MW •PLTGU:1.200 MW Subtotal:5.725 MW KALIMANTAN •PLTU: 706 MW •PLTGU: 120 MW Subtotal: 826 MW SULAWESI •PLTP: 125 MW •PLTU: 198 MW •PLTGU: 240 MW Subtotal: 563 MW MALUKU •PLTP: 37 MW •PLTU: 32 MW Subtotal: 69 MW NTB •PLTP: 40 MW •PLTU: 70 MW Subtotal: 110 MW NTT •PLTP: 31 MW •PLTU: 30 MW Subtotal: 61 MW PAPUA •PLTU: 114 MW Subtotal: 114 MW

36 NoPROGRAM PRIORITASSTATUSUPAYA PEMECAHAN MASALAH INSTANSI TERKAIT 1. Program Percepatan Pembangunan Pembangkit MW Tahap I Telah siap beroperasi : •PLTU Jabar (Indramayu) •PLTU Banten (Labuan) •PLTU Jateng (Rembang) Beberapa proyek mengalami penundaan, dengan progres: •Proses pembebasan lahan (10 proyek) •Proses pinjam pakai lahan/izin pemanfaatan hutan lindung / pelepasan hak (3 proyek) •Proses izin pelabuhan/ izin konstruksi (6 proyek) •Menunggu persetujuan pencairan dana dari Menteri Keuangan China (1 proyek) •Dalam tahap proses pinjaman (15 proyek) •Belum ada kepastian pendanaan (11 proyek). •Mempercepat pembebasan lahan untuk pembangkit dan transmisi serta mencari opsi sumber pendanaan lain •Mempermudah proses perizinan pelabuhan •Mempercepat proses izin pemanfaatan kawasan hutan •Memperpanjang masa tugas Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang akan berakhir pada tanggal 31 Desember Pemda -BPN -Dep. Kehutanan -Dep. Keuangan -Dep. Perhubungan 2.Fasilitas perpajakan, bea masuk, dan jaminan pemerintah untuk Program Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik MW Tahap II  Diperlukan peraturan yang memberi keringan bagi investor  Konsep Perpres tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang Menggunakan Batubara, Gas, dan Energi Terbarukan, sudah disampaikan kepada Deputi Bidang Koordinasi Energi, Sumber Daya Mineral dan Kehutanan, Kantor Menko Bidang Perekonomian untuk dibahas lebih lanjut Akan dilakukan koordinasi untuk penyelesaian Rancangan Perpres tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang Menggunakan Batubara, Gas, dan Energi Terbarukan, dengan mempertimbangkan perlu atau tidaknya fasilitasi perpajakan, bea masuk, dan jaminan pemerintah •Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian •Dep. Keuangan •Sekretariat Negara. KONDISI/MASALAH DAN ALTERNATIF SOLUSI PROGRAM MW TAHAP I DAN II

37 •PLTGU Palembang Timur 150 MW, COD: Sept 2004 •PLTG Gn. Megang 2 x 40 MW, COD: Nop 2007 •PLTGU Palembang Timur 150 MW, COD: Sept 2004 •PLTG Gn. Megang 2 x 40 MW, COD: Nop 2007 Sumatera: 240MW (3 IPP) Jamali & NTB/NTT:3.697MW (10 IPP) Kalimantan: 50MW (1 IPP) Sulawesi & Indonesia Timur: 287MW (5 IPP) TOTAL:4. 269MW (19 IPP) Sumatera: 240MW (3 IPP) Jamali & NTB/NTT:3.697MW (10 IPP) Kalimantan: 50MW (1 IPP) Sulawesi & Indonesia Timur: 287MW (5 IPP) TOTAL:4. 269MW (19 IPP) PROYEK IPP TAHAP OPERASI PLTM Mobuya 3 x 1 MW, COD: Akhir 2007 PLTU Embalut 2 x 25 MW, COD: Okt 2008 PLTP Sibayak 10 MW, COD: 2008 •PLTP Salak Unit 4, 5 & 6 3 x 55 MW, COD: Okt 1997 •PLTP Darajat Unit 2 1 x 90 MW, COD: Peb 2000 •PLTP Wayang Windu Unit 1 1 x 110 MW, COD: Juni 2000 •PLTP Darajat Unit 3 1 x 90 MW, COD: Agus 2007 •PLTP Kamojang 4 1 x 60 MW, COD: Jan 2008 •PLTP Wayang Windu Unit 2 1 x 110 MW, COD: 2009 •PLTP Salak Unit 4, 5 & 6 3 x 55 MW, COD: Okt 1997 •PLTP Darajat Unit 2 1 x 90 MW, COD: Peb 2000 •PLTP Wayang Windu Unit 1 1 x 110 MW, COD: Juni 2000 •PLTP Darajat Unit 3 1 x 90 MW, COD: Agus 2007 •PLTP Kamojang 4 1 x 60 MW, COD: Jan 2008 •PLTP Wayang Windu Unit 2 1 x 110 MW, COD: 2009 •PLTP Dieng 1 x 60 MW, COD: Okt 2002 •PLTU Cilacap 2 x 281 MW, COD: Peb 2007 •PLTP Dieng 1 x 60 MW, COD: Okt 2002 •PLTU Cilacap 2 x 281 MW, COD: Peb 2007 •PLTU Paiton I – PEC 2 x 615 MW, COD: Juli 2000 •PLTU Paiton II – JP 2 x 610 MW, COD: Nop 2000 •PLTU Paiton I – PEC 2 x 615 MW, COD: Juli 2000 •PLTU Paiton II – JP 2 x 610 MW, COD: Nop 2000 •PLTGU Sengkang 135 MW, COD Mar 1999 •PLTD Pare Pare (Suppa) 6 x 10,37 MW, COD: Mei 1998 •PLTG Sengkang (ekspansi 1) 1 x 60 MW, COD: Sept 2008 •PLTGU Sengkang 135 MW, COD Mar 1999 •PLTD Pare Pare (Suppa) 6 x 10,37 MW, COD: Mei 1998 •PLTG Sengkang (ekspansi 1) 1 x 60 MW, COD: Sept 2008 PLTU Tawaeli 2 x 13,5 MW, COD Nop 2007

38 •PLTM Parluasan 2 x 2,1 MW, COD: 2009 •PLTM Hutaraja 2 x 2,25 MW, COD: akhir 2009 •PLTA Asahan 1 2 x 90 MW, COD: Mid 2010 •PLTM Parluasan 2 x 2,1 MW, COD: 2009 •PLTM Hutaraja 2 x 2,25 MW, COD: akhir 2009 •PLTA Asahan 1 2 x 90 MW, COD: Mid 2010 PLTU Tj. Jati B (Ekspansi) 2 x 660 MW, COD: Akhir 2011 Sumatera: 253MW (7 IPP) Jamali & NTB/NTT:1.700MW (2 IPP) Kalimantan: 76MW (3 IPP) Sulawesi & Indonesia Timur: 219MW (4 IPP) TOTAL:2.248MW (16 IPP) Sumatera: 253MW (7 IPP) Jamali & NTB/NTT:1.700MW (2 IPP) Kalimantan: 76MW (3 IPP) Sulawesi & Indonesia Timur: 219MW (4 IPP) TOTAL:2.248MW (16 IPP) PROYEK IPP TAHAP KONSTRUKSI PLTU Bangka 2 x 10 MW, COD: Akhir 2010 PLTU Lampung Tengah 2 x 6 MW, COD: Akhir 2010 •PLTU Tanjung Pinang 2 x 10 MW, COD: Juli 2010 •PLTU Tj. Balai Karimun 2 x 6 MW, COD: akhir 2010 •PLTU Tanjung Pinang 2 x 10 MW, COD: Juli 2010 •PLTU Tj. Balai Karimun 2 x 6 MW, COD: akhir 2010 PLTU Gorontalo 2 x 6 MW, COD: mid 2010 PLTU Celukan Bawang 2 x 125 MW, 1 x 130 MW, COD: mid 2011 •PLTU Pontianak 2 x 25 MW, COD: mid 2010 •PLTU Ketapang 2 x 6 MW, COD: Sept •PLTU Pontianak 2 x 25 MW, COD: mid 2010 •PLTU Ketapang 2 x 6 MW, COD: Sept •PLTM Ranteballa 2 x 1,2 MW, COD: Mid 2009 •PLTM Manippi 1 x 10 MW, COD 2011 •PLTM Ranteballa 2 x 1,2 MW, COD: Mid 2009 •PLTM Manippi 1 x 10 MW, COD 2011 PLTU Tanah Grogot 2 x 7 MW, COD: mid 2010 PLTA Poso 3 x 65 MW, COD: awal 2010

39 RENCANA PENINGKATAN AKSESIBILITAS MASYARAKAT TERHADAP KELISTRIKAN Uraian Target Rasio Elektrifikasi (%)67,269,67274,476,8 Rasio Desa Berlistrik (%)94,4995,5996,797,898,9 Kapasitas pembangkit tenaga listrik yang dibangun (MW) Panjang (kms) jaringan transmisi yang dibangun Kapasitas ) gardu induk yang dibangun (MVA) Panjang (kms) jaringan distribusi yang dibangun Jumlah (unit dan kapasitas) gardu distribusi yang dibangun (MVA)

40 TARGET ENERGI PRIMER UNTUK PEMBANGKITAN 40

41 RENCANA PENINGKATAN KAPASITAS TERPASANG ENERGI BARU TERBARUKAN Pembangkit Tenaga Listrik PLTMH (MW) PLTS (MWp) PLT Angin (MW)0,20,30,40,50,6 PLTP (MW)1,2611,4192,3923,1875,807 41

42 RENCANA PRODUKSI ENERGI FOSIL TAHUN

43 RENCANA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR BIDANG MINYAK DAN GAS BUMI NOURAIANKAPASITAS TAHUN TOTAL Fasilitas Produksi MinyakBOPD Fasilitas Produksi GasMMSCFD Fasilitas Produksi GMB (Gas Metana Batubara / Coal Bed Methane) MMSCFD Kilang minyakBOPD

44 RENCANA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR BIDANG MINYAK DAN GAS BUMI NO.URAIANKAPASITAS TAHUN TOTAL Kilang LPG(Ton/hari) Kilang LNG(MMSCFD) LNG Receiving Terminal(MMSCFD) Jaringan pipa gas kota*)Sambungan Rumah Jaringan TransmisiKm Catatan: *) Pendanaan dari APBN 44

45 PETA KILANG MINYAK & HASIL OLAHAN INDONESIA PT. PERTAMINA (Persero) Kilang UP II Dumai KAPASITAS : 127 MBCD PT. PERTAMINA (Persero) Kilang UP II Sungai Pakning KAPASITAS : 50 MBCD PT. PERTAMINA (Persero) Kilang UP III Plaju KAPASITAS : 127,3 MBCD PT. PERTAMINA (Persero) Kilang UP IV Cilacap KAPASITAS : 348 MBCD PT. PERTAMINA (Persero) Kilang UP V Balikpapan KAPASITAS : 260 MBCD PT. PERTAMINA (Persero) Kilang UP VI Balongan KAPASITAS : 125 MBCD PT. PERTAMINA (Persero) Kilang UP VII Kasim KAPASITAS : 10 MBCD PUSDIKLAT MIGAS Kilang Cepu KAPASITAS : 3,8 MBCD PT. TRANS PACIFIC PETROCHEMICAL INDOTAMA - Tuban KAPASITAS : 100 MBCD PT. PATRA SK - DUMAI Kilang Hasil Olahan KAPASITAS : 25 MBCD PT. PRIMERGY SOLUTION Kilang Hasil Olahan KAPASITAS : 600 Ton/Bln Pelumas Bekas TOTAL KAPASITAS KILANG MINYAK 1.155,6 MBCD PT. PERTAMINA (Persero) Kilang UP I Pk. Brandan KAPASITAS : 4,5 MBCD (Tidak Beroperasi sejak 2007)

46 PETA RENCANA PENGEMBANGAN KILANG MINYAK KILANG MUBA KAPASITAS : 800 B/D STATUS : KONSTRUKSI TRI WAHANA UNIVERSAL KAPASITAS : 6 MBCD STATUS : KONSTRUKSI BANTEN BAY REFINERY KAPASITAS : 150 MBCD STATUS : Pembentukan JV BALONGAN EXPANSION KAPASITAS : 200 MBCD STATUS : RENCANA PERTAMINA EAST JAVA REFINERY KAPASITAS : 200 MBCD STATUS : RENCANA PERTAMINA

47 NAD ,27 3,18 8,15 4,16 52,59 24,96 24,21 5,08 PAPUA Cadangan Gas(TSCF) NATUNA TERBUKTI = 112,47 TSCF POTENSIAL = 57,60 TSCF TOTAL = 170,07 TSCF 5,72 SUMETERA TENGAH SUMATERA SELATAN SUMATERA UTARA JAWA TIMUR KALIMANTAN TIMUR JAWA BARAT SULAWESI MALUKU 13,65 28,00 ACEH (NAD) PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR GAS BUMI/LNG ARUN 12,3 MTPA BONTANG 22,25 MTPA DONGGI-SENORO Dalam proses: 2 MTPA TANGGUH KAPASITAS: 7,6 MTPA Rencana pengembangan: 3,6 MTPA MASELA Dalam proses: 3 MTPA Kilang LNG (MTPA) Rencana pembangunan LNG Receiving terminal (+ 3 MTPA) NATUNA Dalam proses 47

48 48 Nama Kegiatan TAHUN Penyusunan Regulasi & Kebijakan Pendukung Proses Revisi mjd Perencanaan Pembangunan Jaringan Distribusi Gas Bumi utk 6 wilayah (FEED, DEDC & Kajian Kelembagaan) FEED dan DEDC Jaringan Gas Bumi utk Rumah Tangga 1)Kabupaten Blora; 2)Palembang (Kel. Lorok Pakjo dan Kel. Siring Agung) 3)Bekasi (Kel. Pejuang dan Kel. Kali Abang) 4)Depok (Kel. Bakti Jaya dan Kel. Depok Jaya) 5)Surabaya (Kel. Kalirungkut dan Kel. Rungkut Kidul) 6)Medan (Kel. Sunggal dan Kel. Sei Sikambing) •Tarakan, Kaltim •Sidoarjo, Jatim •Semarang, Jateng •Rmh Susun Jabodetabek •Bontang, Kaltim •Bangkalan, Madura •Balikpapan, Kaltim •Sengkang Sulsel •Provinsi Jambi •Sorong, Papua •Pekanbaru, Riau •Subang, Jabar •Lhokseumawe •Samarinda, Kaltim, •Muara Enim •Lampung •Prabumulih •Cilegon •Tenggarong Kaltim Pembangunan Jaringan Distribusi Gas Bumi utk Rumah Tangga (Tahap Konstruksi) 1.Kota Palembang; 2.Kota Surabaya. 1.Bekasi; 2.Depok; 3.Tarakan, Kaltim; 4.Sidoarjo, Jatim 1.Rmh Susun, Apartemen bersubsidi Jabodetabek 2.Semarang, Jateng 3.Bontang, Kaltim 1.Bangkalan, Madura 2.Balikpapan/ Kal-Tim, 3.Sengkang, Sulsel 4.Provinsi Jambi 1.Sorong, Papua 2.Pekanbaru, Riau 3.Subang, Jabar 4.Lhokseumawe 1.Samarinda, Kaltim 2.Muara Enim 3.Lampung 4.Prabumulih RENCANA PEMBANGUNAN JARINGAN DISTRIBUSI GAS BUMI UNTUK RUMAH TANGGA

49 V. STRATEGI 49

50 1.Mempertahankan kontribusi dalam penerimaan negara –Meningkatkan eksplorasi –Meningkatkan cadangan migas, batubara dan mineral –Optimasi produksi migas dan pertambangan 2.Meningkatkan kontribusi dalam pembangunan daerah –Dana bagi hasil: –CSR: –Lisdes: –DME: –Pemboran air tanah: 3.Meningkatkan neraca perdagangan, dengan mengurangi impor STRATEGI SEKTOR ESDM DALAM MEMPERTAHANKAN PERAN DAN KINERJA 50

51 4.Meningkatkan Investasi –Intensifikasi penawaran Wilayah Kerja dan Kontrak Kerja Sama migas dan panas bumi –Penyederhanaan prosedur dan birokrasi dalam pemberian izin usaha –Penyusunan dan penyempurnaan produk regulasi untuk menjamin kepastian hukum –Peningkatan pengelolaan data dan informasi yang handal dan akurat 5.Mengurangi beban subsidi –Meningkatkan efisiensi penggunaan BBM-subsidi dan listrik (sosialisasi, gerakan hemat energi) –Substitusi BBM ke non-BBM (minyak tanah ke LPG, BBN dan bahan bakar non-BBM lainnya) –Mengurangi jenis BBM-subsidi secara bertahap –Penyesuaian tarif listrik bagi golongan mampu STRATEGI SEKTOR ESDM DALAM MEMPERTAHANKAN PERAN DAN KINERJA (Lanjutan) 51

52 6.Menjamin pasokan energi & bahan baku domestik –Meningkatkan efisiensi pemakaian dan pengolahan energi –Meningkatkan kemampuan pasokan energi –Mengembangkan berbagai sumber energi –Pembangunan infrastruktur energi 7.Mendorong Peningkatan Efek Berantai/Ketenagakerjaan –Pembukaan lapangan kerja –Meningkatkan pemberdayaan nasional (kelembagaan dan SDM) –Mengutamakan local content (jasa dan produk nasional) –Meningkatkan value added –Meningkatkan kegiatan ekonomi (backward and forward linkages) STRATEGI SEKTOR ESDM DALAM MEMPERTAHANKAN PERAN DAN KINERJA (Lanjutan) 52

53


Download ppt "SINKRONISASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN KAWASAN TIMUR INDONESIA DALAM RPJM TAHUN 2010 – 2014 SEKTOR ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL SINKRONISASI PERENCANAAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google