Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Meningkatkan Kompetensi Bankir Indonesia dengan Sinkronisasi Program Pelatihan Bank sesuai Standar Disampaikan dalam Pelantikan Komisariat Denpasar Sudirman.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Meningkatkan Kompetensi Bankir Indonesia dengan Sinkronisasi Program Pelatihan Bank sesuai Standar Disampaikan dalam Pelantikan Komisariat Denpasar Sudirman."— Transcript presentasi:

1 Meningkatkan Kompetensi Bankir Indonesia dengan Sinkronisasi Program Pelatihan Bank sesuai Standar Disampaikan dalam Pelantikan Komisariat Denpasar Sudirman Mikin Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan 13 Juni 2014

2 1 Agenda • Kondisi sumber daya manusia di Indonesia • Peta kompetensi profesi bankir Indonesia • Pelatihan dan sertifikasi • SKKNI sebagai acuan perencanaan kurikulum program pelatihan Bank

3 Dalam survei terkini yang dilakukan oleh Boston Consulting Group dan the World Federation of People Management Associations, eksekutif senior menyatakan mengelola karyawan bertalenta dan mengembangkan kepemimpinan adalah dua hal yang menjadi isu penting di Indonesia. Manajemen tingkat menengah adalah titik yang krusial. Pada 2020, Indonesia akan mengalami kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan manajer menengah sebesar 40-60% Hasil survei menyatakan … 2 Banyak perusahaan Indonesia tidak akan berperan dalam pertumbuhan negara hingga perusahaan-perusahaan tersebut dapat merekrut, mengembangkan dan mempertahankan orang yang tepat.

4 Pada tahun 2020, perusahaan- perusahaan besar tidak akan mampu untuk memenuhi kebutuhan posisi entry-level dengan kandidat yang berkualitas baik. 55% pekerjaan di Indonesia akan bersifat administratif atau manajerial, dibandingkan dengan saat ini yang sebesar 36%. Indonesia belum mampu menghasilkan lulusan perguruan tinggi berkualitas untuk memenuhi posisi tersebut. Kondisi SDM Indonesia 3 Perusahaan di Indonesia menghadapi isu kuantitas dan kualitas karyawan yang bertalenta di semua level dalam organisasi. Saat ini Indonesia kekurangan tenaga terampil menengah sebesar 20%

5 Nama Bank Bank BUMN Bank Swasta Devisa Bank Swasta Non Devisa Bank BPD Bank Asing Bank Campuran Jumlah Catatan : 1.Tahun 2010 data riil pegawai bank di Indonesia sebanyak orang 2.Tahun 2012 s.d proyeksi pegawai bank tumbuh rata-rata sebesar ± 10% per tahun dengan asusmsi pertumbuhan bisnis bank sebesar 20% per tahun Proyeksi pegawai industri perbankan Kondisi SDM Indonesia di industri perbankan 4

6 Penyebab hal-hal ini bisa terjadi adalah: 5 1 Perguruan Tinggi dan lembaga pelatihan belum mampu mencetak tenaga sesuai dengan kebutuhan industri 2 Lulusan Perguruan Tinggi dan lembaga pelatihan masih ditampung pada level bawah karena masih membutuhkan pembekalan lebih lanjut 3 Masih ada Perusahaan belum mampu untuk menyiapkan atau melatih tenaga kerja sendiri 4 Hal-hal tersebut diatas menyebabkan pembajakan dan perpindahan kerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain dengan alasan mencari gaji yang lebih tinggi

7 6 Agenda • Kondisi sumber daya manusia di Indonesia • Peta kompetensi profesi bankir Indonesia • Pelatihan dan sertifikasi • SKKNI sebagai acuan perencanaan kurikulum program pelatihan Bank

8 Di industri perbankan terdapat pemetaan kompetensi bankir yang digunakan untuk menentukan keahlian yang harus dimiliki bankir 7 Sudah SertifikasiDalam Proses finalisasiTidak Disertifikasi Internal audit Compliance General Banking Manajemen Risiko Credit Funding and Services Wealth Management Treasury Finance and Accounting Human Resources Sales and Marketing Operation Perbankan yang sehat, kuat dan efisien Teknologi Informasi

9 Untuk mendukung peta kompetensi tersebut, LSPP memiliki program sertifikasi sebagai berikut : 8 Sertifikasi bidang manajemen risiko untuk memenuhi ketentuan Bank Indonesia Sertifikasi bidang wealth management untuk bisinis priority bank Sertifikasi bidang internal audit untuk pegawai dan pejabat internal audit bank Sertifikasi bidang treasury dealer untuk dealer dan pejabat treasury bank Sertifikasi bidang credit untuk analis kredit dan pejabat kredit dan pembuat kebijakan kredit Sertifikasi bidang general banking untuk program ODP, MDP dan SESPI Sertifikasi bidang operation untuk petugas/pejabat operation bank yang mencakup admintrasi kredit, internasional banking dan treasury Sertifikasi bidang compliance untuk pegawai dan pejabat compliance bank Sertifikasi bidang funding and services untuk teller, funding officer, funding sales representative dan funding manager

10 9 Agenda • Kondisi sumber daya manusia di Indonesia • Peta kompetensi profesi bankir Indonesia • Pelatihan dan sertifikasi • SKKNI sebagai acuan perencanaan kurikulum program pelatihan Bank

11 Peningkatan kualitas dan kapabilitas SDM Indonesia dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan sertifikasi Peran lembaga pelatihan dalam program sertifikasi : a.Sebagai jembatan penghubung antara dunia pendidikan/pelatihan dengan dunia kerja untuk dilakukan sertifikasi b.Feeder bagi lembaga sertifikasi c.Tingkat keberhasilan asesmen kompetensi yang bersumber dari lembaga pendidikan/pelatihan sangat bergantung pada kurikulum yang ada d.Untuk menghasilkan kelulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja maka kurikulum lembaga pendidikan perlu sinkron dengan program sertifikasi SKKNI 2 Ketentuan Sertifikasi : a.Peserta pelatihan yang menunjukkan seluruh kompetensi yang diharapkan dalam program pelatihan yang terakreditasi harus memperoleh sertifikat pengakuan tersebut yang diakui secara nasional b.Peserta pelatihan yang dinilai sudah memiliki kompetensi yang ditentukan harus memperoleh sertifikasi yang sama 3 Pengertian Kompeten : a.Kemampuan untuk melakukan sebuah aktivitas menurut suatu standar dan dengan hasil yang baik, yang diulang-ulang dalam jangka waktu dan situasi yang berbeda b.Kemampuan dan kewenangan yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan, yang didasari oleh pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan unjuk kerja yang ditetapkan 4 Hasil pelatihan : a.Bersifat khusus, terukur dan memenuhi standar b.Ditentukan sebelum penyampaian program melalui analisa kebutuhan pelatihan c.Penguasaan hasil adalah kriteria untuk menentukan kesuksesan peserta pelatihan Perbankan perlu fokus dalam peningkatan kualitas dan kapabilitas SDM

12 Penyelenggaraan PBK memperhatikan kaidah- kaidah sebagai berikut… Tujuan dan hasil yang diharapkan dari Pelatihan Berbasis Kompetensi 1.Program pelatihan kerja disusun berdasarkan SKKNI 2.Program pelatihan kerja dapat disusun secara berjenjang dan tidak berjenjang 3.Program pelatihan kerja yang disusun secara berjenjang mengacu pada jenjang KKNI 4.Program pelatihan kerja yang tidak berjenjang disusun berdasarkan unit kompetensi atau kelompok unit kompetensi 1.Mendapatkan keterampilan, pengetahuan dasar dan sikap kerja tentang PBK 2.Mendapatkan informasi tentang perkembangan keterampilan 3.Mendapatkan informasi tentang rekomendasi mengenai SDM 4.Mempelajari beberapa prinsip tentang pelatihan untuk para pelatih 5.Menyiapkan rencana kegiatan untuk penerapan dalam perusahaan/sector/industri masing-masing 6.Memperoleh pengetahuan dan keahlian tentang PBK 7.Menyiapkan dan merancang program pelatihan dan rencana kegiatan 11 dan menerapkan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK)

13 dan memperhatikan faktor-faktor pendukungnya 12 Faktor kunci dalam merancang kurikulum PBK 1.Tujuan dan hasil yang didefinisikan dengan jelas 2.Rancangan kurikulum yang fleksibel 3.Dukungan peserta pelatihan 4.Staf 5.Sumber daya 6.Lingkungan belajar 7.Penilaian dan keberhasilan 8.Cara penyampaian 9.Mitra dan kerjasama 10.Peninjauan ulang dan evaluasi Metode pelatihan kerja dapat berupa pelatihan di tempat kerja dan/atau pelatihan di lembaga pelatihan kerja Pelatihan kerja diselenggarakan dengan metode pelatihan kerja yang relevan, efektif, dan efisien dalam rangka mencapai standar kompetensi Proses penyusunan PBK

14 TradisionalPelatihan Berbasis Kompetensi Terpusat pada isiBerbasis kompetensi Berdasarkan waktuBerbasis pada tempat kerja/kinerja Penekanan pada masukanPenekanan pada keluaran Kebutuhan kelompokKebutuhan perorangan SubyekModul/Unit-unit Sedikit atau tidak ada RPLRPL merupakan bagian terpadu Masukan yang tertundaMasukan segera Pendekatan/gaya belajar yang sempitPendekatan penyampaian lebih fleksibel Pelatihan sebagai pelatih/ahliPelatihan sebagai fasilitator/mentor Peserta dilatihHasil nyata Peserta berperan aktifPeserta lebih aktif/mengarahkan diri sendiri Tujuan/sasaran umumHasil belajar yang khusus Penilaian mengacu pada normaPenilaian mengacu pada kriteria Kriteria subyektif (seringkali tidak dinyatakan)Lebih obyektif dan kriteria dinyatakan lebih dahulu Penekanan pada penilaian pengetahuanPenekanan pada penilaian kompetensi Nilai akhirKompeten atau belum kompeten Perbedaan pelatihan tradisional dan PBK 113

15 14 Agenda • Kondisi sumber daya manusia di Indonesia • Peta kompetensi profesi bankir Indonesia • Pelatihan dan sertifikasi • SKKNI sebagai acuan perencanaan kurikulum program pelatihan Bank

16 1.SKKNI dibuat oleh asosiasi profesi industri berdasarkan praktek kerja sesuai dengan profesinya masing- masing. 2.SKKNI merupakan rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan. 3.Tujuan dari SKKNI adalah membantu upaya otoritas perbankan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi bidang perbankan di Indonesia. 4.SKKNI merupakan acuan dalam merumuskan sistem pengujian dan sertifikasi serta sebagai alat untuk melakukan asesmen kompeten dan unjuk kerja. 15 SKKNI digunakan sebagai acuan kurikulum program pelatihan dengan isi pokok sebagai berikut : NoBidangLevel/KKNI/Jabatan (Jumlah Unit)Jumlah UnitTotal Unit 1.1.General BankingI.Banking Officer II.Kepala Cabang III.Kepala Wilayah Manajemen RisikoI.Level I II.Level II III.Level III IV.Level IV V.Level V Treasury DealerI.Basic Treasury Dealer II.Intermediate Treasury Dealer III.Advance Treasury Dealer Internal AuditI.Auditor II.Auditor Supervisor III.Auditor Manager ComplianceI.Officer II.Manager III.Executive CreditI.Credit Officer II.Senior Credit Officer III.Credit Policy Funding and ServicesI.Teller II.Customer Service III.Funding Sales Representative IV.Funding Product Development OperationI.Operation Back Office II.Credit Operation & Administration III.Trade Finance Operation & Administration IV.Treasury Operation V.Operation Policy & Procedure Wealth ManagementI.Associate Wealth Manager II.Qualified Wealth Manager III.Certified Wealth Manager Total Unit185

17 Kesimpulan 16 1 SKKNI dibuat berdasarkan kompetensi kerja yang telah dilaksanakan dalam industri perbankan yang saat ini masih berjalan 2 Asosiasi mempunyai kewajiban untuk menjaga validitas dari SKKNI sehingga selalu terjaga kekiniannya 3 Tanpa mengacu pada SKKNI, bisa terjadi ketimpangan/gap antara program pelatihan dengan kompetensi yang dibutuhkan 4 Dengan mengacu pada SKKNI maka lembaga pelatihan akan dapat menyiapkan kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri

18 Hubungi Kami: Alamat: Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan Menara Mandiri Lt. 9 Bapindo Plaza Jl. Jend. Sudirman Kav. 54 – 55 Jakarta Telp: 021 – Fax: 021 – Website:


Download ppt "Meningkatkan Kompetensi Bankir Indonesia dengan Sinkronisasi Program Pelatihan Bank sesuai Standar Disampaikan dalam Pelantikan Komisariat Denpasar Sudirman."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google