Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Persembahan bagi Guru dan Pembimbing Membaca Prof.Dr.H. Ahmadslamet H., M.A. Prof.Dr.H. Syamsuddin AR., M.S. Prof.Dr.H. Kosadi Hidayat S., M.Pd. Dr.Hj.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Persembahan bagi Guru dan Pembimbing Membaca Prof.Dr.H. Ahmadslamet H., M.A. Prof.Dr.H. Syamsuddin AR., M.S. Prof.Dr.H. Kosadi Hidayat S., M.Pd. Dr.Hj."— Transcript presentasi:

1 1 Persembahan bagi Guru dan Pembimbing Membaca Prof.Dr.H. Ahmadslamet H., M.A. Prof.Dr.H. Syamsuddin AR., M.S. Prof.Dr.H. Kosadi Hidayat S., M.Pd. Dr.Hj. Vismaia S. Damaianti,M.Pd. dari Prana D. Iswara UPI Kampus Sumedang Januari 2009 Lanjutkan

2 2 Membaca Pemahaman Latihan Teori Daftar Pustaka L400K 100 kata per halaman

3 Teori Membaca Keterbacaan Kemampuan 3 Teori Lain Kembali Sejumlah Strategi Membaca

4 Pengantar L400K 4 L400k (regular) Kembali Skiming 400 kpm Skaning 400 kpm Bantuan

5 Skan4K Ujian 5 Mulai skaning Kunci Soal Skaning Kembali Skaning 400 kpm Menghitung KM

6 Soal Skan4K 1 (1/3)  Ada sembilan soal untuk latihan skaning 1. Ingatlah baik-baik soal berikut sebelum ada perintah menulis jawaban di lembar jawaban! 1. Apakah alternatif premium? 2. Mengapa BPPT ingin Presiden merealisasikan pengembangan bioetanol? 3. Siapakah nama Menristek / Kepala BPPT? 4. Bila ada 114 pabrik, berapa produksi yang diinginkan pertamina? 6

7 Soal Skan4K 1 (1/3) 5. Bila ada 38 pabrik, berapa produksi yang diinginkan pertamina? 6. Porsi bioetanol sebesar 10%, yaitu 1,65 juta kl membutuhkan sekitar berapa ribu hektar lahan singkong maupun tebu sebagai bahan baku bioetanol? 7. Berapa biaya produksi 15 juta ton ubi kayu? 8. Bagaimana fermentasi ubi menjadi bioetanol? 7

8 Soal Skan4K 1 (1/3) 9. Mengapa ubi kayu digunakan prioritas utama?  Siapkan diri Anda untuk membaca skaning atau mengambil kunci jawaban! 8 Skaning / Kunci

9 Kunci Soal Skan4K 1 (1/1) 1. Bioetanol 2. Menghemat impor premium, membuka tenaga kerja 3. Kusmayanto Kadiman kl per hari kl per hari ribu hektar 9

10 Kunci Soal Skan4K 1 (1/1) 7. Rp 2,1 triliun 8. Fermentasi dengan mikroorganisme 9. Karena dapat dibudidayakan di lahan kritis dan teknologi konversinya telah dikuasai, khususnya oleh BPPT  Kumpulkan lembar jawaban Anda! 10 Hitung KM

11 Kecepatan Efektif Membaca L4K 1 Keterangan KEM= kecepatan efektif membaca (dalam satuan kata per menit / KPM) K= jumlah kata dalam bacaan = 352 Wd= lama membaca(detik), maksimal = 54 B= jumlah jawaban yang benar SI= jumlah pertanyaan = 9 Catatlah KEM Anda! 11 Lanjutkan

12  Kecepatan membaca merupakan variabel yang penting dalam KEM.  Bila jawaban Anda kurang dari 60%, pemahaman Anda kurang baik!  Silakan kerjakan latihan membaca wacana lainnya! Usahakan agar KEM Anda meningkat atau tidak berkurang! 12 Kembali

13 Skim4K Ujian Skiming 400 kpm 13 Mulai skiming Kunci Menghitung KM Kembali

14 Soal Skim4K 1 (1/1)  Ada dua buah soal untuk latihan skiming 1 dengan sejumlah jawaban. Tulis jawaban di lembar jawaban! 1. Tuliskan kata-kata yang berhubungan dengan wacana yang Anda skiming! 2. Tuliskan kalimat-kalimat yang berhubungan dengan gagasan wacana yang Anda skiming!  Kumpulkan lembar jawaban Anda! 14 Ambil Kunci Jawaban

15 Kunci Jawaban Skim4K 1 (1/2) 1. Sun Microsystem melakukan open source. 2. Open souce memungkinkan pengguna memperbaiki dan mengembangkan sistem. 3. Sun Microsystem melakukan kolaborasi dengan Kementrian Negara Riset dan Teknologi. 4. Pemerintah masih gamang menggunakan open source. 5. Open source cocok dengan sistem Indonesia yang gotong royong. 15 Kembali

16 Kecepata Efektif Membaca Skim4K 1 Keterangan KEM= kecepatan efektif membaca (dalam satuan kata per menit / KPM) K= jumlah kata dalam bacaan = 785 Wd= lama membaca(detik), maksimal = 115 B= jumlah jawaban yang benar SI= jumlah jawaban Catatlah KEM Anda! 16 Lanjutkan

17  Kecepatan membaca merupakan variabel yang penting dalam KEM.  Bila jawaban Anda kurang dari 60%, pemahaman Anda kurang baik!  Silakan kerjakan latihan membaca wacana lainnya! Usahakan agar KEM Anda meningkat atau tidak berkurang! 17 Kembali

18 L400K Ujian Latihan 400 kpm 18 Mulai membaca Kunci Menghitung KM Kembali

19 Soal L4K 1 (1/3)  Ada sebelas soal untuk latihan 1. Tulis jawaban di lembar jawaban! 1. Sebutkan dua variabel membaca cepat atau membaca pemahaman! 2. Apa arti efisiensi? 3. Sebutkan dua cara istirahat bagi mata saat membaca! 4. Sebutkan dua cara istirahat total dari membaca! 19

20 Soal L4K 1 (2/3) 5. Apa arti efektifitas membaca? 6. Sebutkan dua penyebab tidak efektif membaca! 7. Bagaimana cara orang yang tidak mengerti komputer memahami bacaan komputer? 8. Bagaimana cara mengingat bacaan? 9. Kapankah atau dalam peristiwa apa membaca mesti lambat? 20

21 Soal Latihan 1 (3/3) 10. Sebutkan dua hal yang tidak boleh dilakukan saat silent reading! 11. Sebutkan dua contoh bacaan yang disenangi pembaca pada wacana di atas!  Kumpulkan lembar jawaban Anda! 21 Ambil Kunci Jawaban

22 Kunci Jawaban L4K 1 (1/2) 1. Kecepatan dan pemahaman (2) 2. Hemat waktu, biaya, tenaga 3. Berkedip, menggerakkan mata, dan melihat yang jauh (2) 4. Menggerakkan leher, bahu, berjalan-jalan (2) 5. Bacaan itu berefek bagi akal atau pikiran Anda. 6. (1) Bacaan terlalu sukar, dan (2) kemampuan pembaca rendah. 22

23 Kunci Jawaban L4K 1 (2/2) 7. Membaca bacaan komputer sebanyak mungkin: ratusan atau ribuan halaman. 8. Konsentrasi, berimajinasi 9. Membaca nyaring seperti membaca puisi, membaca berita 10. Bergumam, kembali ke teks sebelumnya (2) 11. Komik dan novel (2)  Berapakah skor Anda? Skor Anda adalah jumlah jawaban Anda yang benar. 23 Menghitung KM

24 Kecepatan Efektif Membaca Skan4K 1 Keterangan KEM= kecepatan efektif membaca (dalam satuan kata per menit / KPM) K= jumlah kata dalam bacaan = 1485 Wd= lama membaca(detik), maksimal = 220 B= jumlah jawaban yang benar SI= jumlah pertanyaan = 11atau 17 Catatlah KEM Anda! 24 Lanjutkan

25  Kecepatan membaca merupakan variabel yang penting dalam KM.  Bila jawaban Anda kurang dari 60%, pemahaman Anda kurang baik!  Silakan kerjakan latihan membaca wacana lainnya! Usahakan agar KM Anda meningkat atau tidak berkurang! 25 Kembali

26 Model Top Down Bottom Up Interaktif Teori Membaca 26 SQ3R Skimming & Scanning Kembali

27 Model Membaca Top Down (Goodman, 1967; Smith, 1971,1982)  Model membaca top down merupakan model yang berbasis pengetahuan atau skema, dimulai dari belakang mata (Harjasujana- Damaianti, 2003: 112).  Pembaca membawa informasi dari buku berdasarkan pengalamannya (pengetahuannya) di masa lampau. 27 Lanjutkan

28  Pembaca itu memaknai nas yang dibacanya berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya.  Pembaca memaknai nas berdasarkan kiu (Inggris: que) yang ada, misalnya informasi grafis (grafofonemis), sintaksis, dan semantis. Kiu grafis (grafofonemis) terdapat pada materi yang tercetak di dalam buku, sedangkan kiu sintaksis dan semantis ada dalam kompetensi pembaca.  Bacalah teks berikut! 28 Lanjutkan

29 29

30  Bagaimanakah teks di atas dibaca?  Pembaca top down akan membedakan huruf H dan huruf A. Walaupun huruf H dan huruf A mirip, pembaca dapat membaca teks itu karena membandingkan dengan skemata. Bila pembaca melakukam model membaca bottom up, pembaca akan mempertanyakan kemiripan huruf H dan A pada teks di atas. 30 Lanjutkan

31  Bagaimanakah teks di atas dibaca?  Pembaca top down akan membedakan huruf H dan huruf A. Walaupun huruf H dan huruf A mirip, pembaca dapat membaca teks itu karena membandingkan dengan skemata. Bila pembaca melakukam model membaca bottom up, pembaca akan mempertanyakan kemiripan huruf H dan A pada teks di atas. 31 Kembali

32 Ciri Bottom Up (LaBerge & Samuels 1974)  1. Huruf diidentifikasi sebagai tanda visual dan melalui proses belajar, tanda visual itu dikenal sebagai huruf.  2. Huruf secara mental dihubungkan dan membentuk kata.  3. Kata selanjutnya membentuk frase, kalimat dan seterusnya. 32 A C + A + TCAT Kembali

33 Word Superiority Effect  Reicher (1969) & Wheeler (1970) meneliti kondisi kata (word condition) kondisi huruf (letter condition) dan kondisi bukan kata (nonword condition).  Silakan ikui latihan berikut! 33 Lanjutkan

34 Word Superiority Effect 34 Lanjutkan fort t xxxx d t t xxxx d flmt t xxxx d

35 Word Superiority Effect  Sebuah penelitian yang dilakukan ataupun pengalaman banyak orang membuktikan bahwa seseorang membaca tidaklah huruf demi huruf.  Ketika seseorang melaju di atas bus, ia masih tetap bisa membaca tulisan di papan reklame.  Demikian pula membaca teks di internet atau membaca teks terjemahan di tv memaksa pembaca untuk membaca cepat.  Seseorang dapat membaca sebuah kata lebih cepat daripada satu huruf saja (word superiority effect).  Peristiwa semacam ini membuktikan bahwa seseorang membaca bukanlah dari bottom up, melainkan dari top down atau dari pemahaman pembaca. 35 Kembali

36 SkimmingScanning  Skimming = look for main idea.  Teknik membaca skiming bertujuan untuk mencari ide utama.  Scanning = look for specific information.  Teknik membaca skaning bertujuan untuk mencari informasi spesifik. 36 Lanjutkan

37 SkimmingScanning  Bila seseorang membaca berita, ia akan mendapatkan ide utamanya.  Sebuah wacana bisa saja mempunyai ide utama tentang bencana, perang, ritual, rahmat, dll.  Bila seseorang membaca berita, ia memperoleh informasi sesuai dengan keinginannya.  Dalam wacana bertema ekonomi, pembaca mencari informasi tentang harga, merk, tempat, dll. 37 Kembali

38 S - survey (Francis Robinson, 1941) 38 Q - question R - read Kembali R - review R - recite Analogi SQ3R SQ3R = Surtabaku = survey, tanya, baca, katakan, ulang

39 Analogi Metode Membaca SQ3R  SQ3R dapat dianalogikan dengan seseorang yang mencari bahan belanjaan di pasar.  Ketika seseorang mencari sayuran, ia akan mencari kios yang relevan dulu. Ketika ia menemukan kiosnya, ia akan memilih sayuran yang baik dan segar. Ini adalah proses SURVEY.  Ketika menemukan kios atau sayuran yang ia maksud, ia akan bertanya, yakinkah akan dibeli sayur dengan kondisi ini? QUESTION 39 Lanjutkan

40  Dalam proses berbelanja, berbelanja itu sendirilah inti kegiatannya. READ  Setelah berbelanja, seseorang akan meninjau dengan menceklis ihwal kecukupan barang belanjaannya. RECITE  Selanjutnya seseorang akan mengevaluasi belanjaannya untuk dimasak. REVIEW. 40 Kembali

41 S - survey  Melihat jilid buku, judul buku  Melihat jilid belakang (biografi pengarang, tanggapan pembaca)  Melihat informasi penerbit (tahun terbit, ISBN)  Melihat daftar isi  Melihat kata pengantar  Melihat gambar, tabel, judul bab  Melihat daftar pustaka 41 Kembali

42 Q - question  Menanyakan isi buku  Menanyakan kepentingan pembaca  Menanyakan manfaat buku  Menanyakan relevansi buku  Menanyakan daya tarik buku  (Any money to buy it?) 42 Kembali

43 R - read  Membaca keseluruhan buku, jika sudah paham garis besar ilmu / buku (misal buku linguistik)  Membaca bagian yang penting 43 Kembali

44 R - recite  Menandai bagian buku dengan stabilo, pensil; dengan menandai halaman, seseorang memahami halaman dengan cepat  Menulis catatan pada buku, gambar, panah, tanda hal  Membuat catatan, mengutip, merangkum pada notes (buku perpustakaan) 44 Kembali

45 R - review  Apakah pertanyaan pada Q terjawab?  Membaca ulang buku setelah R#2 – Recite  Apakah buku bermanfaat?  Adakah yang menarik dari buku ini? 45 Kembali

46 Fry Keterbacaan (Readability) 46 Raygor Flesch Kembali Tugas

47 Keterbacaan Fry (Modifikasi)  Keterbacaan adalah tingkat kesulitan wacana bagi suatu kelompok pembaca.  Tentukan sebuah buku (atau artikel)!  Tentukan tiga bagian dari buku (atau satu bagian dari artikel)!  Ambil masing-masing 100 kata dari setiap bagian buku itu! Abaikan angka di dalam teks (jangan dihitung atau dimasukkan ke dalam 100 kata itu). 47 Lanjutkan

48  Hitung jumlah kalimat dari 100 kata itu, sisanya hitung mendekati 1/10! Jika ditemukan 3 kalimat dan 4 kata dari 10 kata, maka jumlah kalimatnya adalah 3,4.  Hitung jumlah suku kata dari 100 kata itu!  Dalam bahasa Indonesia kalikan jumlah suku kata itu dengan 0,6. Angka ini sebagai perbandingan antara jumlah suku kata bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris!  Petakan jumlah kalimat dan jumlah suku kata (yang dikalikan 0,6) pada grafik fry berikut! 48 Lanjutkan

49 Konsep Keterbacaan Fry  Dari 100 kata, semakin banyak kalimat, semakin mudah wacana itu.  Dari 100 kata, semakin banyak suku kata, semakin sulit wacana itu.  Semestinya dibandingkan, jumlah kalimat dalam bahasa Inggris dengan jumlah kalimat dalam bahasa Indonesia (0,6).  Semestinya dibandingkan, jumlah suku kata dalam bahasa Inggris dengan jumlah suku kata dalam bahasa Indonesia (0,6). 49 Lanjutkan

50 50 Lanjutkan

51 51 LanjutkanKembali

52  Jika dari tiga bagian buku itu angka keterbacaannya berbeda, ambillah 100 kata dari bagian lain untuk memperkuat kecenderungan salah satu angka keterbacaan. 52 Lanjutkan

53 Contoh  Judul wacana: Membuat Kerajinan Perak, Meneladani Karya Para Pengrajin Kotagede  Jumlah kalimat dalam 100 kata: 3,3  Jumlah suku kata dalam 100 kata: 270  Hasil kali jumlah suku kata dengan 0,6: 270*0,6=162  Grafik fry umur: 18  Grafik fry kelas: Perguruan tinggi  Sumber wacana: article/silver-jewelry-short-course/ 53 Kembali

54 Tugas Keterbacaan Fry 1. Cari sebuah artikel di internet (catat sumbernya)! 2. Ambil 100 kata dari artikel itu! 3. Hitung jumlah kalimat dalam 100 kata itu! 4. Hitung jumlah suku kata dari 100 kata itu! 5. Kalikan jumlah suku kata dengan 0,6! 6. Dari langkah 3 dan 5, tentukan tingkat keterbacaannya menurut grafik fry! 7. Kirim ke bank wacana pada situs e-learning sesuai tingkat keterbacaannya seperti contoh berikut! 54 Lanjut

55 Contoh  Judul artikel:...  Jumlah kalimat dalam 100 kata:...  Jumlah suku kata dalam 100 kata:...  Hasil kali jumlah suku kata dengan 0,6:...  Grafik fry umur:...  Grafik fry kelas:...  Sumber wacana:...  Lampiran keseluruhan wacana:...  Kirim ke bank wacana pada situs e-learning sesuai tingkat keterbacaannya ! 55 Kembali

56 Tugas Keterbacaan Raygor & Flesch  Carilah informasi di internet ihwal keterbacaan Raygor dan Flesch! Catat sumbernya!  Uraikan menurut pemahaman Anda Raygor dan Flesch! Kirim ke blog dan ke situs e-learning!  Buat presentasi PowerPoint tentang keterbacaan Raygor dan Flesch! Kirim ke blog dan ke situs e- learning!  Carilah informasi di internet ihwal keterbacaan atau readability lainnya! Catat sumbernya dan uraikan menurut pemahaman Anda! 56 Kembali

57 Kecepatan Efektif Membaca ( Reading Ability ) Keterangan KEM= kemampuan membaca (dalam satuan kata per menit / KPM) K= jumlah kata dalam bacaan Wd= lama membaca(detik) B= jumlah jawaban yang benar SI= skor ideal 57 Rumus Lanjutkan Pemahaman

58 Contoh Pengujian Kemampuan Membaca  Diketahui jumlah kata dalam wacana yang diujikan ± 500 kata.  Waktu membaca yang dilakukan pembaca wacana adalah 120 detik.  Setelah wacana itu diujikan, pembelajar mampu menjawab dengan benar sebanyak 7 dari 10 pertanyaan.  Maka diperolehlah kemampuan membaca pembelajar itu sebagai berikut. Lanjutkan 58

59  Diketahui  K = 500 Wd = 120 B = 7 SI = 10  Ditanyakan: KEM  Dijawab:  KEM = (500 / (120:60)) x ((7/10) x 100%)  KEM = (500 / 2) x (70%)  KEM = 250 x 70%  KEM = 175 kata per menit (KPM) Kembali 59

60 Teori Lain 60 Lanjutkan Kebiasaan Buruk dalam Membaca Word Superiority Effect Latihan Mata Motivasi Membaca Mengingat Bacaan Mengedipkan Mata

61 Teori Lain 61 Kembali Sekilas Teori Membaca Lainnya

62  ECOLA – Extending Concepts Through Language Activities (Smith-Burke, 1982)  ETR – Experience-Text-Relationship method  PReP – PreReading Plan  IRIS – Interactive Reading with Instructor Support  SQ4R – Survey, Question, Read, Recite, “Rite”, Recall  POINT – Purpose, Overview, Interpret, Note, Test  OK4R – Overview, Key ideas, Read, Recite, Review, Reflect 62 Lanjutkan

63 Sekilas Teori Membaca Lainnya  PQRST – Preview, Question, Read, Summarize, Test  RSVP – Review, Study, Verbalize, Preview  EARTH – Explore, Ask read, Tell, Harvest  OARWET – Overview, Ask, Read, Evaluate, Test  PANORAMA – Purpose, Adaptability, Need to question, Overview, Read, Annotate, Memorize, Assess 63 Kembali

64 Latihan Mata  Bacalah huruf atau kata di bawah tanda asterik (*). 64 Lanjutkan

65 * 65 Lanjutkan

66 * ucfegdryucfegdry 66

67 Dapatkah Anda Membacanya? Sebutkan huruf-huruf yang Anda baca tadi. Setelah selesai, siapkan diri Anda untuk membaca teks selanjutnya, di bawah tanda asterik (*). 67 Lanjutkan

68 * 68 Lanjutkan

69 * bawa topi jari sisi lari tinggi dua hasan 69

70 Dapatkah Anda Membacanya? Sebutkan huruf-huruf yang Anda baca tadi. Setelah selesai, siapkan diri Anda untuk membaca teks selanjutnya, di bawah tanda asterik (*). 70 Lanjutkan

71 * 71 Lanjutkan

72 * komputer berjemur menonton dijaring analis penanda terbakar desember 72

73 Dapatkah Anda Membacanya? Sebutkan huruf-huruf yang Anda baca tadi. Setelah selesai, siapkan diri Anda untuk membaca teks selanjutnya, di bawah tanda asterik (*). 73 Lanjutkan

74 * 74 Lanjutkan

75 * Dudi mempunyai roti. Ani pakai batik. Kaki kaka kaku. Ada dua sisi. Berenang kegemaranku. Gunung itu tinggi. Saudaranya tiga. Namanya Bulan. 75

76 Apa Simpulan Latihan Tadi?  Seseorang tidak membaca huruf demi huruf.  Pada latihan tadi, terdapat empat bagian  Bagian 1 latihan membaca satu kata  Bagian 2 latihan membaca dua suku kata  Bagian 3 latihan membaca tiga suku kata  Bagian 4 latihan membaca sebuah kalimat  Setiap latihan mesti dibaca pada waktu yang sama yaitu 3 detik 76 Kembali

77 Mengedipkan Mata  Mengedipkan mata merupakan istirahat yang penting bagi mata.  Mengedipkan mata merupakan peristiwa alami dan refleks. Jangan khawatir mengedipkan mata akan mengurangi kecepatan dan menurunkan pemahaman!  Istirahat bagi mata lainnya adalah menggerakkan leher, badan, dan melihat ke arah yang jauh. Semua hal di atas adalah istirahat total dari membaca.  Efektifkan pemahaman saat membaca dan efisienkan waktu saat membaca! 77 Kembali

78 Mengingat Bacaan  Mengingat adalah menghubungkan sesuatu (yang diingat) dengan sesuatu (pengetahuan lain).  Saat seseorang membaca tentang kereta api, ia akan menghubungkan kereta api (bacaannya) dengan pengetahuannya misalnya dengan pergi ke Jakarta atau ke Surakarta.  Membaca dengan mengingat pun menunjukkan sikap kritis pembaca tersebut. 78 Kembali

79 Motivasi Membaca  Motivasi membaca adalah kondisi yang mampu membangkitkan minat membaca baik dari dalam maupun dari luar diri pembelajar  Motivasi yang mencakup (1) motif, (2) harapan, (3) keuntungan. 79 Lanjutkan

80 Motif  Adakah yang mendorong seseorang untuk membaca?  Apakah pembelajar mendapatkan dorongan dari orang tua, pengajar, lingkungan untuk membaca?  Adakah dorongan dari diri pembelajar sendiri untuk membaca? Lanjutkan 80

81 Harapan dan Keuntungan  Adakah harapan dengan dilakukannya membaca?  Adakah keuntungan dengan dilakukannya membaca? Lanjutkan 81

82  Pemberian contoh membaca oleh pengajar, orang tua dan teman  Pemberian variasi bacaan (buku, artikel) dengan variasi tema, bentuk buku, jenis huruf, dan gambar  Observasi minat akan tema bacaan  Adanya aktifitas membawa buku  Adanya fasilitas perpustakaan Lanjutkan 82

83  Motivasi dapat muncul dari dalam pembaca dan diawali oleh dorongan dari luar seperti dari orang tua, teman, atau guru.  Dorongan dari luar di antaranya melihat atau mendengar (berita / perintah) orang lain tentang / untuk membaca buku.  Membaca pun akan memiliki motivasi bila pembaca merasakan manfaat atau kenikmatan membaca. 83 Kembali

84 Model Interaktif (Rumelhart 1977; Stanovich 1980)  Pada latihan model interaktif, pembaca akan mengubah model membaca dari top down menjadi bottom up atau sebaliknya.  Klik untuk menampilkan latihan model interaktif. 84 Lanjutkan

85 Sebutkan warna setiap huruf!  Bacalah teks di bawah ini dari kiri ke kanan.  Ingat, sebutkan warna hurufnya!  Klik untuk menampilkan latihan model interaktif. 85 Lanjutkan

86 Sebutkan warna setiap huruf! (The Stroop Effect) 86 Lanjutkan

87 Sebutkan warna setiap huruf! (The Stroop Effect) XXXXX XXXX XXX XXXXX XXXXX XXX XXXX XXXX XXX XXXX XXXX XXXXX XXX XXXX XXX XXXXX XXX XXXXX XXXX XXX 87

88 Dapatkah Anda menyebutkan seluruh warnanya?  Apakah masih ada waktu yang tersisa? Klik untuk berlanjut pada latihan berikutnya. 88 Lanjutkan

89 Sebutkan warna setiap huruf!  Bacalah teks di bawah ini dari kiri ke kanan.  Ingat, sebutkan warna hurufnya!  Klik untuk menampilkan latihan model interaktif. 89 Lanjutkan

90 Sebutkan warna setiap huruf! (The Stroop Effect) 90 Lanjutkan

91 Sebutkan warna setiap huruf! (The Stroop Effect) HIJAU BIRU MERAH MERAH HIJAU MERAH BIRU BIRU MERAH BIRU BIRU HIJAU MERAH BIRU MERAH HIJAU MERAH HIJAU BIRU MERAH 91

92 Dapatkah Anda menyelesaikan latihan tadi?  Bagi kebanyakan pembaca lanjutan, menyebutkan warna pada latihan pertama (XXXXX) lebih mudah daripada latihan kedua (HIJAU).  Pada latihan kedua, Anda akan merasa terganggu karena Anda ingin menyebutkan warna yang Anda lihat, bukan nama warna yang Anda baca. 92 Lanjutkan

93 Apa Simpulan Latihan Tadi?  Proses membaca merupakan proses yang otomatis.  Proses yang otomatis dilakukan tanpa perhatian (kesadaran) yang cermat.  Proses yang otomatis, sayangnya, sukar dihentikan bila telah terbiasa.  Pembaca akan berusaha mengubah modus membaca dari top down menjadi bottom up (atau sebaliknya). Inilah model interaktif.  Peristiwa ini disebut stroop effect 93 Lanjutkan

94 94 T3KS cahaya Persepsi tanda Tampilan (Bottom-up) Pengetahuan dan dugaan (Top-down) Lanjutkan

95 Gambar Apakah Ini? 95 Lanjutkan

96 Gambar Apakah Ini? 96 Lanjutkan

97 Gambar Apakah Ini? 97 Lanjutkan

98 Gambar Apakah Ini? 98 Lanjutkan

99 Apa Simpulan Peristiwa Tadi?  Pemahaman bacaan bergantung pada pengetahuan pembaca.  Pemahaman gambar kepala orang atau tikus berdasar pada pengetahuan pembaca. 99 Kembali

100 Latihan Membaca untuk Perguruan Tinggi 100 Kembali Wacana 1 Wacana 2 Wacana 3 Wacana 4 Wacana 5

101 Info Keterbacaan Wacana 1 : 9 slide  Judul wacana: Membuat Kerajinan Perak, Meneladani Karya Para Pengrajin Kotagede  Jumlah kata: 539Jml kalimat per 100 kata: 3,3  Jumlah suku kata dalam 100 kata: 270  *0,6=162  Grafik fry umur: 18 (perguruan tinggi)  Siapkan kertas, pulpen dan stopwatch untuk mencatat waktu membaca! 101 Kembali 1. Mulai Membaca 4. Menghitung KM 2. Ujian 3. Kunci

102 Membuat Kerajinan Perak, Meneladani Karya Para Pengrajin Kotagede  Kotagede tak bisa dipungkiri lagi telah menjadi sentra kerajinan perak terbesar di Indonesia, melebihi Bali, Lombok dan Kendari. Beragam kerajinan perak yang diolah menjadi beragam bentuk lewat beragam cara dihasilkan dari tempat yang berlokasi 10 km dari pusat kota Yogyakarta. Sejak tahun 70-an, kerajinan perak produksi Kotagede telah diminati wisatawan mancanegara, baik yang berbentuk perhiasan, peralatan rumah tangga ataupun aksesoris penghias. 102

103 2/9 Kini, Kotagede tak hanya menawarkan kemewahan kerajinan perak produksinya, tetapi juga kesempatan untuk mempelajari proses pembuatan peraknya. Sebuah kursus singkat yang berdurasi tiga jam hingga dalam hitungan hari menawarkan pada Anda paket wisata alternatif meliputi merancang desain perhiasan perak, membuatnya dan akhirnya membawa pulang hasil buatan anda sendiri. Salah satu tempat yang menyajikan paket wisata itu adalah Studio

104 3/9 Tahap awal kursus adalah perancangan desain perhiasan. Anda dibebaskan untuk memilih jenis perhiasan dan desain yang akan dibuat. Setelah desain ditentukan, proses dilanjutkan dengan pemindahan desain ke cetakan dan penempaan. Setelah ditempa, lempengan kuningan atau tembaga yang digunakan sebagai bahan dasar ditempa menggunakan timah lunak. Selanjutnya, bahan dirangkai sesuai keinginan dan dipoles dengan perak melalui penyepuhan. 104

105 4/9 Bila memiliki lebih banyak waktu, Anda bisa memilih membuat perhiasan perak yang lebih indah. Untuk membuatnya, Anda harus berlatih memahat lempengan bahan dasar perhiasan sebelum memolesnya. Anda juga bisa memilih membuat perhiasan yang bentuknya bagai anyaman kawat-kawat tipis berlapis perak pada bagian luarnya. Tentu, semakin indah dan detail perhiasan yang ingin dibuat, akan semakin berharga pula benda itu di mata orang lain. 105

106 5/9 Seluruh proses perancangan dan pembuatan kerajinan adalah hak Anda. Selama proses pembuatan, instruktur hanya akan membimbing dan memperbaiki beberapa detail yang masih kurang bagus. Pengalaman instruktur dalam membimbing dan membuat kerajinan perak selama bertahun-tahun akan membantu Anda belajar dalam waktu cepat. Ditunjang dengan keahlian instruktur berbahasa asing, tentu akan sangat memudahkan Anda. 106

107 6/9 Selama waktu kursus, Anda juga akan mendapat berbagai penjelasan tentang kerajinan perak dan Kotagede. Di antaranya, penjelasan tentang sejarah kerajinan perak di Kotagede dan penjelasan tentang berbagai teknik pembuatan kerajinan perak. Anda tentu juga dapat berkeliling lokasi produksi kerajinan dan menyaksikan para pengrajin sedang bekerja, di samping melihat berbagai produk yang telah siap dijual. 107

108 7/9 Bila memilih paket wisata membuat perak di Studio 76, ada beberapa pilihan waktu dan durasi sesuai keinginan anda. Bila hanya memiliki sedikit waktu saja, Anda bisa memilih Short Course yang berdurasi 3 jam, namun bila memiliki banyak waktu Anda bisa memilih Full Day Course yang berlangsung dari pagi hingga sore hari. Jika masih juga kurang puas, Anda bisa memilih Arraged Course yang jangka waktunya menyesuaikan dengan target dan keinginan Anda. 108

109 8/9 Biaya kursus berkisar antara Rp ,00 hingga Rp ,00 per orang, tergantung pada pilihan paket kursusnya. Semakin lama jangka waktu kursus, maka biaya akan semakin mahal pula. Namun tak perlu khawatir, karena proses belajar pun akan lebih detail dan perhiasan perak yang ditawarkan pun memiliki gram yang lebih tinggi. Perhiasan yang dihasilkan dari Short Course maksimal hanya 5 gram, tetapi Full Day Course mencapai 10 gram. 109

110 9/9 Untuk mengikuti kursus ini, anda harus menghubungi lebih dulu beberapa sanggar atau penyedia jasa kursus sehingga instruktur dan peralatan pembuatan perak bisa dipersiapkan. Untuk menuju Studio 76, anda bisa melaju ke arah Kotagede dan kemudian berjalan ke Jalan Purbayan. Studio tersebut menyediakan instruktur yang menguasai Bahasa Inggris dan Perancis. Nah, tertarik menghasilkan kerajinan perak buah tangan anda sendiri? 110

111  Katakan, “Selesai!” dan catat waktu membaca Anda! Mintalah waktu membaca Anda kepada pengajar! 111 Siap untuk Ujian

112 Soal Wacana 1 (1/3)  Ada dua belas soal untuk wacana 1. Tulis jawaban di lembar jawaban! 1. Untuk menuju ke sanggar kursus, arah manakah yang harus dituju? 2. Di kota manakah lokasi kursus di dalam wacana itu? 3. Berapa jarak lokasi ini dari Yogyakarta? 4. Sejak tahun berapa kerajinan itu kerap diminati wisatawan? 112

113 Soal Wacana 1 (2/3) 5. Apakah nama institusi yang menawarkan paket wisata kursus itu? 6. Berapa lama short course dilaksanakan? 7. Berapa lama full day course dilaksanakan? 8. Berapa lama arranged course dilaksanakan? 113

114 Soal Wacana 1 (3/3) 9. Berapakah kisaran biaya kursus? 10. Berapa berat maksimal perak yang dihasilkan dari short course? 11. Berapa berat maksimal perak yang dihasilkan dari full day course? 12. Selain bahasa Indonesia, bahasa apakah yang dapat dijadikan pengantar kursus?  Kumpulkan lembar jawaban Anda! Ambil Kunci Jawaban 114

115 Kunci Jawaban Wacana 1 (1/2) 1. Dari Kotagede ke Jalan Purbayan. 2. Kotagede km. 4. Tahun Studio Tiga jam. 7. Dari pagi hingga sore. 115

116 Kunci Jawaban Wacana 1 (2/2) 8. Disesuaikan dengan kebutuhan. 9. Rp ,00 – , Lima gram. 11. Sepuluh gram. 12. Inggris, Prancis.  Berapakah skor Anda? Skor Anda adalah jumlah jawaban Anda yang benar. 116 Menghitung KM

117 Kecepatan Efektif Membaca Wacana 1 Keterangan KEM= kecepatan efektif membaca (dalam satuan kata per menit / KPM) K= jumlah kata dalam bacaan = 539 Wd= lama membaca(detik), maksimal = 62,12 B= jumlah jawaban yang benar SI= jumlah pertanyaan = 12 Catatlah KEM Anda! 117 Lanjutkan

118  Kecepatan membaca merupakan variabel yang penting dalam KEM.  Bila jawaban Anda kurang dari 60%, pemahaman Anda kurang baik!  Silakan kerjakan latihan membaca wacana lainnya! Usahakan agar KEM Anda meningkat atau tidak berkurang! 118 Kembali

119 Info Keterbacaan Wacana 2 : 7 slide  Judul wacana: RI-Singapura Tandatangani Perjanjian Ekstradisi Pekan Ini  Jumlah kata: 332Jml kalimat per 100 kata: 4,4  Jumlah suku kata dalam 100 kata: 292  *0,6=175,2  Grafik fry umur: 20 (perguruan tinggi)  Siapkan kertas, pulpen dan stopwatch untuk mencatat waktu membaca! 119 Kembali 1. Mulai Membaca 4. Menghitung KM 2. Ujian 3. Kunci

120 RI-Singapura Tandatangani Perjanjian Ekstradisi Pekan Ini  Indonesia dan Singapura pekan ini dijadwalkan menandatangani perjanjian ekstradisi, yang diharapkan Indonesia dapat memperkuat perjuangan melawan korupsi, kata menteri luar negeri kedua negara, Senin malam.  Perjanjian itu, yang oleh pemerintah Indonesia dinilai penting untuk mencari tersangka pelaku korupsi, akan ditandatangani pada Jumat di Bali, kata pernyataan bersama tersebut, yang disiarkan AFP. 120

121 2/7 Anggota DPR Indonesia menyebut Singapura digunakan pelaku kejahatan di Indonesia untuk mencuci uang, yang disangkal Singapura. Menteri Luar Negeri Singapura George Yeo dan Menteri Luar Negeri Indonesia Hassan Wirajuda akan menandatangani perjanjian tersebut dalam upacara disaksikan pemimpin masing-masing, kata pernyataan tersebut. 121

122 3/7 Menteri pertahanan kedua negara itu juga akan menandatangani kesepakatan kerjasama pertahanan, yang selama ini dirundingkan secara sejajar dengan perjanjian ekstradisi. “Pembicaraan, yang berlangsung bercirikan kerjasama tinggi, persahabatan, keluwesan dan niat baik,” kata Yeo kepada wartawan dalam jumpa pers Senin malam. 122

123 4/7 “Niat baik sangat berlimpah dari kedua pihak. Oleh sebab itu, kami dapat mencapai persetujuan baik bagi perjanjian ekstradisi dan kerjasama pertahanan,” katanya. Hassan mengatakan, “Kami benar-benar yakin bahwa kesimpulan kedua persetujuan ini betul- betul berperan banyak dalam usaha bersama memperkuat hubungan dwipihak.” 123

124 5/7 Pernyataan tersebut mengatakan bahwa menteri dan panglima kepala angkatan bersenjata mendukung naskah kesepakatan ekstradisi dan kerjasama pertahanan, yang disusun masing-masing kelompok perunding. Perundingan bagi perjanjian ekstradisi mulai dilakukan Pejabat Indonesia mengatakan bahwa sejumlah tersangka, termasuk mantan pejabat dan pengusaha, diduga melarikan diri ke Singapura dan menaruh uang mereka di bank atau modal lain di negara pulau tersebut. 124

125 6/7 Singapura, pusat keuangan kawasan, menyangkal tuduhan itu dan bersikeras mempunyai perlindungan cukup untuk mencegah negara tersebut menjadi magnet pencucian uang. Beberapa pejabat di Jakarta menuduh Singapura menghambat persetujuan ekstradisi. Pada Januari, Indonesia tiba-tiba melarang ekspor pasir laut, yang digunakan untuk membuat beton. Langkah itu menyulitkan pemborong di Singapura, tempat industri gedung serta bangunan meningkat pesat. 125

126 7/7 Walaupun tidak termasuk dalam larangan ekspor pasir, pihak berwenang Indonesia juga menahan beberapa tongkang, yang membawa granit ke Singapura, sehingga secara ampuh mengganggu pasokan bahan lain untuk beton itu. Pemerintah pusat menggariskan bahwa larangan ekspor pasir itu diberlakukan untuk menghentikan kerusakan lingkungan, yang disebabkan penggalian pasir.(*) (Sumber: 126

127  Katakan, “Selesai!” dan catat waktu membaca Anda! Mintalah waktu membaca Anda kepada pengajar! 127 Siap untuk Ujian

128 Soal Wacana 2 (1/3)  Ada sembilan soal untuk wacana 2. Tulis jawaban di lembar jawaban! 1. Perjanjian apakah yang dilakukan antara Indonesia-Singapura? 2. Di manakah perjanjian itu akan ditandatangani? 3. Hari apakah perjanjian itu akan ditandatangani? 4. Apakah yang dikatakan Anggota DPR terkait dengan perjanjian itu?

129 Soal Wacana 2 (2/3) 5. Berkenaan dengan perkataan anggota DPR dan pejabat Indonesia, apakah yang dikatakan Singapura? 6. Siapakah nama Menteri Luar Negeri Singapura? 7. Apakah nama dua lembaga kementerian (departemen) yang mengadakan perjanjian itu? 8. Apakah yang dilakukan Indonesia untuk menekan Singapura mengadakan perjanjian ekstradisi? 9. Mengapa Indonesia menghentikan ekspor ke Singapura?

130 Soal Wacana 2 (3/3)  Kumpulkan lembar jawaban Anda! Ambil Kunci Jawaban

131 Kunci Jawaban Wacana 2 (1/2) 1. Perjanjian ekstradisi. 2. Bali. 3. Jumat. 4. Singapura digunakan sebagai tempat mencuci uang korupsi. 5. Menyangkal pernyataan itu.

132 Kunci Jawaban Wacana 2 (2/2) 6. George Yeo. 7. Menteri luar negeri dan menteri pertahanan. 8. Melarang ekspor pasir laut dan granit. 9. Untuk menghentikan kerusakan lingkungan.  Berapakah skor Anda? Skor Anda adalah jumlah jawaban Anda yang benar. 132 Menghitung KM

133 Kecepatan Efektif Membaca Wacana 2 Keterangan KEM= kecepatan efektif membaca (dalam satuan kata per menit / KPM) K= jumlah kata dalam bacaan = 332 Wd= lama membaca(detik), maksimal = 46,5 B= jumlah jawaban yang benar SI= jumlah pertanyaan = 9 Catatlah KM Anda! 133 Lanjutkan

134  Kecepatan membaca merupakan variabel yang penting dalam KEM.  Bila jawaban Anda kurang dari 60%, pemahaman Anda kurang baik!  Silakan kerjakan latihan membaca wacana lainnya! Usahakan agar KEM Anda meningkat atau tidak berkurang! 134 Kembali

135 Info Keterbacaan Wacana 3 : 7 slide  Judul wacana: Masyarakat Dorong Pemerintah Selesaikan Kasus Lapindo  Jumlah kata: 387 Jml kalimat per 100 kata: 3,9  Jumlah suku kata dalam 100 kata: 271  *0,6=162,6  Grafik fry umur: 18 (perguruan tinggi)  Siapkan kertas, pulpen dan stopwatch untuk mencatat waktu membaca! 135 Kembali 1. Mulai Membaca 4. Menghitung KM 2. Ujian 3. Kunci

136 Masyarakat Dorong Pemerintah Selesaikan Kasus Lapindo  Sejumlah tokoh masyarakat bertekad menggelar aksi massa untuk menuntut keseriusan pihak pemerintah dalam mengatasi persoalan lumpur panas PT Lapindo Brantas di Desa Ronokenongo, Porong, Sidoardjo, yang hingga kini tak kunjung tuntas. Mereka tak melihat upaya serius dari pemerintah untuk melindungi warganya dan mencurigai upaya untuk mengatasi semburan lumpur hanya sebagai tindakan mengulur-ulur waktu agar masyarakat terlena. 136

137 2/7  Kesimpulan itu diungkapkan oleh sejumlah tokoh masyarakat, seperti Romo Sandyawan Sumardi, Asmara Nababan, Bambang Budiono (Pusat Studi Hukum dan Hak Asasi Manusia Universitas Airlangga), dan Chalid Muhammad (Direktur Eksekutif Nasional WALHI) Senin (4/09), di Jakarta. 137

138 3/7  “Kami akan melakukan kesiapan dengan masyarakat untuk melakukan aksi massa guna mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas perusahaan (korporasi) PT Lapindo karena telah membiarkan masyarakat menderita tanpa ada kepastian,” ujar Romo Sandyawan Sumardi. “Masyarakat,” ujar Romo Sandy, “melihat upaya menghentikan semburan lumpur dengan teknologi adalah tindakan akal- akalan, karena jelas-jelas akan gagal. Ini adalah upaya meninabobokkan masyarakat.” 138

139 4/7  Seperti diketahui, PT Lapindo berupaya untuk melakukan pengeboran dari samping guna memasukkan semen agar menyetop semburan lumpur, tapi sampai sekarang upaya itu juga belum menampakkan hasil. Alhasil, masyarakat yang tinggal di sekitar tanggul pun makin resah. Mereka tak nyaman untuk pergi bekerja, ke sekolah, dan beraktivitas lainnya, karena khawatir genangan lumpur akan menenggelamkan kediaman mereka. 139

140 5/7 “Lambannya penanggulangan genangan ini jelas-jelas kejahatan korporasi dan jelas melanggar HAM. Karena itu, pemerintah harus menunaikan perannya melindungi korban serta mencegah jatuhnya korban yang lebih banyak,” tukas Asmara Nababan. Persoalan lumpur panas ini juga membawa keresahan baru karena para pemilik tambak udang dan bandeng mulai merugi karena produksinya menurun. Karenanya, mereka meminta ganti rugi. Selain itu, Romo Sandy juga melihat upaya untuk menyatakan PT Lapindo dalam keadaan pailit karena kasus ini. 140

141 6/7  Sementara itu, Chalid Muhammad (Direktur Eksekutif WALHI) tetap menolak ide untuk membuang lumpur ke laut karena akan merusak biota laut dan akan membawa logam berat dalam rantai makanan. Sedangkan ide untuk memproses lumpur sehingga tinggal air yang dibuang ke laut adalah mustahil mengingat sekitar enam juta kubik buangan lumpur sehingga diperlukan berapa ratus kolam untuk memproses lumpur menjadi air. 141

142 7/7  Selain akan mengajak masyarakat menuntut Mabes Polri untuk segera bertindak. Para tokoh ini rencananya akan menyusun somasi kepada pemerintah pada hari Selasa (05/09), agar pemerintah segera bertanggungjawab pada rakyat. Tokoh-tokoh ini juga akan membuat petisi agar pemerintah melakukan respon cepat (quick responses) terhadap persoalan ini serta akan menggalang aksi di Bundaran HI dan seluruh Indonesia.  (Sumber: 142

143  Katakan, “Selesai!” dan catat waktu membaca Anda! Mintalah waktu membaca Anda kepada pengajar! 143 Siap untuk Ujian

144 Soal Wacana 3 (1/3)  Ada tiga belas soal untuk wacana 3. Tulis jawaban di lembar jawaban! 1. Apakah yang dicurigai sejumlah tokoh masyarakat terhadap kasus lapindo? 2. Tokoh lembaga apakah yang memberikan pernyataan kecurigaan itu? 3. Hari apakah pernyataan itu diungkapkan? 4. Di kota manakah pernyataan itu diungkapkan? 5. Apakah usaha PT Lapindo untuk menghentikan semburan?

145 Soal Wacana 3 (2/3) 6. Pemilik tambak apakah yang menyusul mengalami kerugian karena bencana ini? 7. Siapakah yang menolak membuang lumpur ke laut? 8. Mengapa orang menolak membuang lumpur ke laut? 9. Berapa kubik jumlah buangan lumpur yang ada? 10. Mengapa memproses lumpur menjadi air tidak mungkin?

146 Soal Wacana 3 (3/3) 11. Apa yang dilakukan para penuntut terhadap Mabes Polri? 12. Apa yang dilakukan para penuntut terhadap pemerintah? 13. Di manakah aksi (demonstrasi) akan dilakukan?  Kumpulkan lembar jawaban Anda! Ambil Kunci Jawaban

147 Kunci Jawaban Wacana 3 (1/3) 1. Tindakan pemerintah hanya mengulur waktu agar masyarakat terlena. 2. Universitas Airlangga dan Walhi. 3. Senin. 4. Jakarta. 5. Mengebor dari samping dan menutup dengan semen. 6. Tambak udang dan bandeng.

148 Kunci Soal Wacana 3 (2/3) 7. Direktur Walhi, Chalid Muhammad. 8. Akan merusak biota laut. 9. Enam juta kubik. 10. Jumlah lumpur yang terlalu banyak. 11. Menuntut agar Mabes Polri bertindak. 12. Somasi terhadap pemerintah. 13. Bundaran HI.

149 Kunci Jawaban Wacana 3 (3/3)  Berapakah skor Anda? Skor Anda adalah jumlah jawaban Anda yang benar. 149 Menghitung KM

150 Kecepatan Efektif Membaca Wacana 3 Keterangan KEM= kecepatan efektif membaca (dalam satuan kata per menit / KPM) K= jumlah kata dalam bacaan = 387 Wd= lama membaca(detik), maksimal = 44,75 B= jumlah jawaban yang benar SI= jumlah pertanyaan = 13 Catatlah KM Anda! 150 Lanjutkan

151  Kecepatan membaca merupakan variabel yang penting dalam KEM.  Bila jawaban Anda kurang dari 60%, pemahaman Anda kurang baik!  Silakan kerjakan latihan membaca wacana lainnya! Usahakan agar KEM Anda meningkat atau tidak berkurang! 151 Kembali

152 Info Keterbacaan Wacana 4 : 13 slide  Judul wacana: Menghadirkan Rumah Hijau  Jumlah kata: 757 Jml kalimat per 100 kata: 5  Jumlah suku kata dalam 100 kata: 285  *0,6= 171  Grafik fry umur: 19 (perguruan tinggi)  Siapkan kertas, pulpen dan stopwatch untuk mencatat waktu membaca! 152 Kembali 1. Mulai Membaca 4. Menghitung KM 2. Ujian 3. Kunci

153 Menghadirkan Rumah Hijau  Kita dapat mengubah kecenderungan alam ini dengan menahan laju pemanasan global atau menurunkan suhu Bumi.  Permasalahan degradasi kualitas lingkungan yang diiringi dengan semakin menyusutnya ruang terbuka hijau mendorong berbagai kalangan untuk berpikir ulang mengoptimalkan sisa lahan-lahan kota hingga lahan rumah sebagai ruang hijau kota. 153

154 2/13  Para pengembang property pun ramai-ramai menjajakan produk rumahnya dengan nuansa rumah taman dan rumah kebun sebagai andalannya. Tidak masalah bentuk arsitektur bangunan rumahnya, baik mediterania, klasik, hingga minimalis, semua menjual lingkungan perumahan yang hijau. Lahan rumah mempunyai potensi besar menjadi bagian dari ruang terbuka hijau kota, yakni mengolah bangunan rumah yang menyatu dengan lanskap. Banyak arsitek yang telah melihat potensi ini. Banyak lahan rumah yang belum diolah secara maksimal sebagai unsur hijau. 154

155 3/13  Keterbatasan Lahan  Keterbatasan lahan atau keinginan membangun penuh lahan membuat lahan hijau semakin sulit diwujudkan. Namun, kenyataan semakin menurunnya kualitas lingkungan hidup kita dan diikuti semakin banyaknya berbagai penyakit yang berhubungan dengan lingkungan membuat membangun rumah hijau merupakan sebuah keharusan. 155

156 4/13  Gagasan menghijaukan rumah sudah jamak dimulai di negara Jepang dan Jerman untuk memperbaiki kualitas lingkungan kota dan menurunkan suhu kota. Pengembangan rumah hijau dimaksudkan mendinginkan udara sekitar rumah, mendapatkan pemandangan alam, atau area ruang bermain. 156

157 5/13  Untuk rumah hijau, perbandingan koefisien dasar bangunan (KDB, persen) dan koefisien dasar hijau (KDH, 30-50) yang seimbang diharapkan mampu mewujudkan hunian ideal dan sehat. Rumah hijau merupakan reinterpretasi sosial budaya masyarakat terhadap alam dan kehidupan tempat tinggalnya. Rumah adalah tempat hunian untuk beristirahat, bersosialisasi, berkeluarga, dan beribadah. Kebun/taman merupakan cermin energi alam sebagai sumber kehidupan. 157

158 6/13  Rumah hijau memasukkan unsur alam ke dalam rumah dan atau menarik fungsi-fungsi ruang dalam rumah ke ruang luar. Peletakan ruang-ruang fungsional diupayakan menghadap kebun atau taman. Kamar tidur depan dan ruang tamu menghadap ke teras yang menyatu dalam taman depan. Kamar tidur tengah, kamar mandi (semiterbuka), dan ruang keluarga mengarah ke taman samping. Kamar tidur utama, ruang keluarga, ruang makan dan dapur memanfaatkan teras yang menyatu dengan taman. 158

159 7/13  Meneruskan taman ke dalam rumah atau sebaliknya merupakan upaya mengikat tempat dan sejalan dengan prinsip rumah hijau dan hemat energi. Bagi lahan yang sempit, seperti 100 meter persegi, taman dapat diletakkan di tengah-tengah yang berfungsi sebagai pengikat semua unsur rumah. Kamar tidur, ruang tamu/keluarga, dan dapur diarahkan mengelilingi menghadap ke arah taman. Teras atas hingga atap rumah juga merupakan lahan potensial untuk menciptakan lahan hijau, seperti atap rumput, teras rumput, atau taman teras atas. 159

160 8/13  Rumah hijau mensyaratkan dekorasi dan perabotan tidak perlu berlebihan, saniter lebih baik, dapur bersih, desain hemat energi, kemudahan air bersih, luas dan jumlah ruang sesuai kebutuhan (efisien dan efektif), bahan bangunan berkualitas dan konstruksi lebih kuat, serta saluran air bersih. 160

161 9/13  Penempatan jendela, pintu, dan skylight bertujuan memasukkan cahaya dan udara secara tepat dan optimal pada seluruh ruangan. Jendela mudah dibuka tutup. Kisi-kisi lubang angin dari kerawang atau glassblock di bagian atas dan atau bawah dinding menghadap taman. Pemakaian genteng fiberglass atau pembuatan skylight (yang bisa dibuka tutup). 161

162 10/13  Penempatan pintu kaca selebar mungkin dan memakai tembok seminim mungkin menjadikan ruang tamu, ruang keluarga, atau kamar tidur terasa lebih luas dan menyatu dengan taman. Peniadaan kusen pintu dan jendela memberikan kesegaran udara alam tersendiri dan antirayap.  Perabotan berbahan alami menghadirkan suasana ruang yang lebih santai. Perabot dari bahan kayu, pelepah pisang, eceng gondok, rotan, atau bambu hasil karya kerajinan tangan lebih memberikan kesan nuansa alami pada rumah kebun/taman. Pilih perabot yang sangat diperlukan saja agar ruang terasa lega dan lapang. 162

163 11/13  Memadukan Unsur  Taman dirancang memadukan unsur bebatuan (pasir, kerikil, koral, batu kali), unsur air (kolam air mancur, air muncrat, air terjun, air semprot), skala ruang terbuka yang tersedia, dan penataan cahaya (matahari dan lampu taman gantung, berdiri, atau sorot atas/bawah) dalam massa tanaman berbuah, berdaun, atau berbunga indah (pohon, perdu, semak, pengalas) untuk menghadirkan suasana serasa rumah di dalam taman, menciptakan keheningan taman surgawi sebagai tempat pelarian di tengah kota yang gersang dan polutif. 163

164 12/13  Penyebaran pot-pot tanaman berdaun/berbunga indah mulai dari carport, teras depan, ruang tamu, ruang keluarga, hingga teras belakang menegaskan kehijauan rumah. Pot tanaman juga dapat ditempatkan berjejer di atas pagar atau di ujung kolom pagar akan mempercantik penampilan pagar rumah.  Jenis tanaman yang dipakai harus mempertimbangkan lokasi taman terkena sinar matahari langsung secara penuh (tanaman berbunga), setengah, atau teduh (tanaman berdaun hijau). 164

165 13/13  Warna indah bunga atau daun tanaman diserasikan dengan warna dominan rumah sehingga tampak selaras. Pilih tanaman yang mudah pemeliharaan dan perawatannya, termasuk media tanam dan jenis pupuk alami atau buatan.  Keberadaan taman yang dipenuhi tanaman berbunga atau pohon buah-buahan memiliki keterlibatan emosional dengan penghuni saat menanam, memelihara, hingga memanen hasilnya. Keelokan rumah dan taman yang ditata apik akan menyegarkan mata, menyejukkan hati, dan mendinginkan kepala.  NIRWONO JOGA, Arsitek (Sumber: kompas.com/kompas-cetak/0510/07/Properti/ htm) 165

166  Katakan, “Selesai!” dan catat waktu membaca Anda! Mintalah waktu membaca Anda kepada pengajar! 166 Siap untuk Ujian

167 Soal Wacana 4 (1/3)  Ada dua belas soal untuk wacana 1. Tulis jawaban di lembar jawaban! 1. Apakah yang ditawarkan pengembang property? 2. Apakah yang menghambat rumah hijau? 3. Mengapa rumah hijau merupakan keharusan? 4. Di negara manakah rumah hijau sudah dilaksanakan? 5. Sebutkan beberapa fungsi rumah hijau!

168 Soal Wacana 4 (2/3) 6. Untuk rumah hijau, berapa perbandingan koefisien dasar bangunan (KDB) dengan koefisien dasar hijau (KDH)? 7. Bagaimana keadaan ruangan-ruangan di rumah hijau? 8. Bagaimanakah keadaan teras rumah hijau? 9. Bagaimanakah keadaan atap rumah hijau?

169 Soal Wacana 4 (3/3) 10. Bagaimana dekorasi rumah hijau? 11. Bagaimana perbandingan kaca dengan tembok? 12. Dari apa perabotan rumah hijau? Kumpulkan lembar jawaban Anda! Ambil Kunci Jawaban

170 Kunci Jawaban Wacana 4 (1/3) 1. Rumah hijau atau Rumah taman atau rumah kebun. 2. Orang ingin membangun seluruh tanah karena keterbatasan lahan. 3. Untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan mencegah penyakit lingkungan. 4. Jepang dan Jerman. 5. Memperbaiki kualitas lingkungan kota, menurunkan suhu kota, mendapatkan pemandangan, area bermain.

171 Kunci Jawaban Wacana 4 (2/4) 6. Koefisien dasar bangunan persen dan koefisien dasar hijau persen. 7. Ruang menghadap ke luar, kamar tidur menghadap teras, teras menyatu dengan taman; kamar tidur tengah, kamar mandi (semiterbuka) dan ruang keluarga menghadap ke taman samping; kamar tidur utama, ruang keluarga, ruang makan dan dapur memanfaatkan teras yang menyatu dengan taman. 8. Teras rumput. 9. Atap rumput.

172 Kunci Jawaban Wacana 4 (3/3) 10. Sederhana dan tidak berlebihan. 11. Penggunaan tembok seminimal mungkin dan keca sebanyak mungkin. 12. Perabot dari bahan alami.  Berapakah skor Anda? Skor Anda adalah jumlah jawaban Anda yang benar. 172 Menghitung KM

173 Kemampuan Membaca Wacana 4 Keterangan KEM= kecepatan efektif membaca (dalam satuan kata per menit / KPM) K= jumlah kata dalam bacaan = 757 Wd= lama membaca(detik), maksimal = 89,17 B= jumlah jawaban yang benar SI= jumlah pertanyaan = 12 Catatlah KM Anda! 173 Lanjutkan

174  Kecepatan membaca merupakan variabel yang penting dalam KEM.  Bila jawaban Anda kurang dari 60%, pemahaman Anda kurang baik!  Silakan kerjakan latihan membaca wacana lainnya! Usahakan agar KEM Anda meningkat atau tidak berkurang! 174 Kembali

175 Kebiasaan Buruk saat Membaca yang Menurunkan Kecepatan 1. Membaca dengan suara nyaring (vokalisasi). 2. Membaca dengan suara bergumam. 3. Membaca dengan menggerakkan bibir. 4. Membaca dengan mengucapkan bacaan di dalam hati (subvokalisasi). 5. Membaca dengan menggerakkan kepala, mengikuti bacaan dalam satu baris. 6. Membaca dengan menunjuk bacaan. 7. Membaca kembali ke teks sebelumnya. 175 Kembali

176 Daftar Pustaka Hardjasudjana, A.S.; V.S. Damaianti (2003) Membaca dalam Teori dan Praktik. Bandung: Mutiara. Hardjasudjana, A.S. (dkk) (tanpa tahun) Materi Pokok Membaca. Jakarta: Penerbit Karunika Jakarta- Universitas Terbuka. Klein, M.L.; S. Peterson; L. Simington (1991) Teaching Reading in The Elementary Grades: Annotated Instructor’s Edition. Boston: Allyn And Bacon. McCutchen, D. (2003) Psychology of Reading. tersedia online di alamat yllabi/EDPSY520Spr03.ppt & yllabi/EDPSY520Wtr05.pdf 176 Lanjutkan

177 Nurhadi (2004) Membaca Cepat dan Efektif (Teori dan Latihan). Bandung: Sinar Baru Algensindo. Soedarso (1988) Speed Reading: Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Tampubolon, DP. (1990) Kemampuan Membaca: Teknik Membaca Efektif dan Efisien. Edisi ke-2. Bandung: Angkasa. Tarigan, H.G. (1983) Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. 177 Lanjutkan

178 Sumber Wacana Andreas, M. (2006) “Presiden Diharap Segera Realisasikan Pengembangan Bioetanol” Media Indonesia Online (MIOL), Kamis, 15 Juni :46 WIB Mth (2006) “Open Source, Siapa Tertarik” Republika, Sabtu, 08 April “Membuat Kerajinan Perak, Meneladani Karya Para Pengrajin Kotagede” dari tourism-article/silver-jewelry-short- course/ 178 Lanjutkan

179 “RI-Singapura Tandatangani Perjanjian Ekstradisi Pekan Ini” dari singapura-tandatangani-perjanjian- ekstradisi-pekan-ini/ “Masyarakat Dorong Pemerintah Selesaikan Kasus Lapindo” dari ndustri/060904_masy-lapindo_cu/ Joga, N. “Menghadirkan Rumah Hijau” dari kompas.com/kompas- cetak/0510/07/Properti/ htm 179 Kembali

180 Bantuan  Untuk latihan L400K, diperlukan program Word 2007 (bisa juga dengan Word 2003) dengan macro.  Macro dapat dibuat dengan langkah berikut.  Jalankan Word 2007  Klik menu View, klik Macros, klik View Macros 180 Lanjutkan

181 181  Pada Macro name Ketik Makro400kpm, klik Create  Ketikkan 42 baris program berikut (tak perlu dengan nomor barisnya)! Sesuaikan setiap baris pada Ln... Col... (Line dan Column) pada Microsoft Visual Basic (Macro Editor)! Macro per Halaman Semua Macro (*.txt) Kembali

182 Sub Macro400kpm() 2. ' 3. ‘ Macro400kpm Macro 4. ' 5. ‘ 6. Dim Pword, WaktuMulai, PauseTime, Start, Finish, TotalTime 7. WaktuMulai = Timer 8. Pword = InputBox("Ketik jumlah halaman") 9. If Pword <> "" Then 10. ' Lanjutkan

183 ActiveWindow.View.ReadingLayout = Not ActiveWindow.View.ReadingLayout 12. MsgBox "Klik Ok untuk mulai" 13. For x = 1 To Pword 14. Selection.GoTo What:=wdGoToPage, Which:=wdGoToNext, Count:=1, Name:="" 15. Selection.Find.ClearFormatting 16. With Selection.Find 17..Text = "“ 18..Replacement.Text = "“ 19..Forward = True 20..Wrap = wdFindContinue Lanjutkan

184 Format = False 22..MatchCase = False 23..MatchWholeWord = False 24..MatchWildcards = False 25..MatchSoundsLike = False 26..MatchAllWordForms = False 27. End With 28. ' Delay program 29. PauseTime = 0.1 ' Set duration. 30. Start = Timer ' Set start time. 31. Do While Timer < Start + PauseTime Lanjutkan

185 Selection.HomeKey Unit:=wdLine 'DoEvents ' Yield to other processes. 33. Loop 34. Next x 35. Finish = Timer ' Set end time. 36. TotalTime = Finish - WaktuMulai ' Calculate total time. 37. MsgBox "Anda membaca selama " & TotalTime & " detik." & Chr(13) & Chr(10) & "Klik Ok untuk selesai“ 38. ActiveWindow.View.ReadingLayout = Not ActiveWindow.View.ReadingLayout Lanjutkan

186 If ActiveWindow.View.SplitSpecial = wdPaneNone Then 40. ActiveWindow.ActivePane.View.Type = wdPrintView 41. Else 42. ActiveWindow.View.Type = wdPrintView 43. End If 44. End 45. End If 46. End Sub Lanjutkan

187 187  Ke-42 baris macro di atas dapat di-download di Lakukan Copy-Paste. Tak perlu repot dengan mencermati setiap baris kode makronya.  Setelah selesai tekan Ctrl-S atau icon disket.  Bukalah PowerPoint Show lalu klik (salah satu tombol hijau) Mulai membaca, Mulai skiming atau Mulai skaning.  Word 2007 akan mulai berjalan. Lanjutkan

188 188  Ketika Word 2007 berjalan, klik menu View, klik Macros, klik View Macros, Klik Macro400kpm lalu klik Run  Masukkanlah jumlah halamannya!  Mulailah membaca! Kembali

189 Pengantar L400K  Franklin J. Rosevelt membaca 1000 kpm (Soedarso, 1988).  Bagaimanakah kecepatan membaca 400 kpm itu?  Bila seseorang membaca 400 kpm berarti satu detik ia membaca 400/60 = 6,6667 kata per detik. Bila seseorang membaca 6 kata per detik, dalam satu menit ia akan mampu membaca 6 x 60 detik = 360 kata. Dengan kata lain ia membaca 360 kpm. 189 Lanjutkan

190 Siapkah Anda dengan tantangan 400 kpm? KpmKecepatan Membaca dalam satu detik Kecepatan Membaca dalam satu detik (kata) / 6016, / / 606, / Kembali

191 191


Download ppt "1 Persembahan bagi Guru dan Pembimbing Membaca Prof.Dr.H. Ahmadslamet H., M.A. Prof.Dr.H. Syamsuddin AR., M.S. Prof.Dr.H. Kosadi Hidayat S., M.Pd. Dr.Hj."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google