Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Epidemiologi Poliomyelitis dan Aspek Imunisasi. Pokok Bahasan •Epidemiology poliomyelitis –Agent •Agent penyebab •Cara penularan –Host (Faktor Resiko)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Epidemiologi Poliomyelitis dan Aspek Imunisasi. Pokok Bahasan •Epidemiology poliomyelitis –Agent •Agent penyebab •Cara penularan –Host (Faktor Resiko)"— Transcript presentasi:

1 Epidemiologi Poliomyelitis dan Aspek Imunisasi

2 Pokok Bahasan •Epidemiology poliomyelitis –Agent •Agent penyebab •Cara penularan –Host (Faktor Resiko) •Imunitas – cara pencegahan •Umur –Environment (Faktor Resiko) •Waktu •Tempat •Relevansinya untuk dapat dieradikasi. •Turunan virus polio •Batasan VAPP dan VDPV  Resiko terjadi VAPP &VDPV •Terjadinya VAPP dan VDPV  Pencegahan VDPV

3 POLIOMYELITIS Kerusakan sel motorneuron (cornu anterior) di Medula Spinalis akibat suatu peradangan yang disebabkan oleh virus polio, dengan manifestasi KELUMPUHAN. Cornu anterior Medula spinalis Penampang horisontal

4 Virus Polio agent penyebab Poliomyelitis X-ray Crystallography •Virus RNA, ±7500 nucleotide •Diameter nm •Genus Enterovirus •Fam. Picornaviridae Tahan terhadap: asam,sabun,ether, chloroform Inaktivasi dg: pemanasan,formalin, UV, chlorine, pengeringan

5 Lama Virus Polio Bertahan Hidup berdasarkan Suhu Suhu Beku: Beberapa tahun Suhu Lemari Es: Beberapa bulan Suhu Kamar: Beberapa hari Suhu 50 o C atau lebih: Cepat Rusak

6 (10%) Laju inaktivasi menurun 90% Laju Inaktivasi Virus Polio Liar Berdasarkan Musim

7 10% 26 Laju inaktivasi menurun 90% Laju Inaktivasi Virus Polio Liar Berdasarkan Jenis Air Laju inaktivasi melambat bila ada bahan organik.

8 Virus Polio (Lanjutan) •3 Jenis enteroviruses –Tipe 1 (Brunhilde), Tipe 2 (Lansig) dan Tipe 3 (Leon) •Sangat menular •Semua tipe menyebabkan kelumpuhan •Tipe 1 : penyebab paling sering, kemudian Tipe 3 dan Tipe 2 •Sekali terinfeksi, penderita akan menularkan ke semua orang yang tidak imun di sekitarnya.

9 Virus Polio (Lanjutan) •Setelah Imunisasi dengan tOPV –Tipe 2 yang pertama dieradikasi, diikuti Tipe 3, kemudian Tipe 1 –Perbandingan yang lumpuh diantara yang terinfeksi, diperkirakan: •Tipe 1  1:100 •Tipe 3  1:1000

10 •Reservoir: manusia •Penularan: –Fecal – oral: >>> •Masa virus dalam tinja lebih lama, beberapa saat/hari sebelum lumpuh - maks. 100 hr setelah lumpuh. •Kebersihan lingkungan rendah: –Tinja dapat mencemari air dan makanan –Lalat  virus dari tinja ke mak-min –Oral – oral: sedikit •Masa virus dalam air ludah pendek, maks. 2 minggu •Kebersihan lingkungan baik. Virus Polio epidemiology

11 VIRUS POLIO MASUK KE ANAK LAIN MELALUI MULUT ANAK TERINFEKSI VIRUS POLIO, BAB TIDAK CUCI TANGAN DENGAN BAIK SETELAH BAB MAK-MIN TERKONTAMINASI ANAK SAKIT POLIO PENYEBARAN VIRUS POLIO DI LINGKUNGAN

12 CARA BERPIKIR EPIDEMIOLOGI KUMANPENYAKIT INANG LINGKUNGAN

13 Exkresi virus polio liar melalui tinja 63-96% 35 – 75% <50% Penurunan ekskresi rata-rata 10-15% per minggu

14 Masa Inkubasi •Inkubasi pendek: 7-14 hr (terpendek 4 hr), range 3-35 hr •Eksresi virus melalui tinja secara intermiten sampai 6-8 minggu atau melalui air ludah 1-2 setelah lumpuh. •Eksresi virus terbanyak pada: –Beberapa saat sebelum lumpuh – 2 minggu setelah lumpuh –Eksresi virus sangat menurun setelah 4 minggu lumpuh

15 PATHOGENESIS •Virus masuk melalui mulut (oral) •Replikasi pada lapisan tonsil dan usus, serta kelenjar limfe. •Viremia melalui darah  Susunan saraf pusat  melalui sel saraf ke medula spinalis •Motor neuron, pada Cornu anterior medula spinalis, rusak karena replikasi virus  lumpuh •Berat-ringan kelumpuhan tergantung banyaknya motor neuron yang rusak.

16 HOST Faktor Resiko -Tidak mempunyai kekebalan terhadap polio -Incident terbesar pada anak

17 IMUNISASI MENCEGAH SAKIT POLIO

18 KEKEBALAN thd Poliomeylitis Melalui pemberian imunisasi/infeksi Kekebalan terhadap satu tipe tidak menyebabkan kekebalan pada tipe lain. Ada dua jenis kekebalan: intestinal dan humoral Kekebalan berlangsung seumur hidup Bayi yg lahir dari ibu yg mempunyai antibodi tinggi akan terlindungi selama beberapa minggu pertama.

19 Imunisasi dengan OPV (Oral Polio Vaccine) •OPV yang direkomendasikan oleh WHO diproduksi memakai Strain Sabin •Setiap dosis OPV berisi 3 type virus polio dengan titer: tipe 1 : ( – ) tipe 2 : ( – ) tipe 3 : ( – 10 6 ) •OPV: kekebalan intestinal dan humoral

20 Pembentukan Kekebalan setelah 3 Dosis OPV Percent John TJ, Devararjan LV, Balasubramanyan A. Immunization in India with trivalent and monovalent oral poliovirus vaccines of enhanced potency. Bull WHO 1976;54:115-7.

21 MANFAAT Imunisasi dengan OPV •Membentuk kekebalan –4 dosis tOPV (3 serotypes) pada bayi sebelum umur 1 tahun. •Memutus transmisi virus polio –Mop-up/Sub PIN/PIN, tanpa melihat status imunisasi sebelumnya. •Mempunyai community effect

22 Anak tidak pernah divaksinasi Anak Divaksinasi lebih 100 hr yl Anak divaksinasi Kurang dari 100 hr yl Transmisi (+) sakit (+) Transmisi (+) sakit (-) Transmisi (-) sakit (-) =Vaksin = VPL

23 EPIDEMIOLOGI YANG RELEVAN UNTUK ERADIKASI 1.Virus hanya hidup di manusia 2.Daya hidup di lingkungan singkat  Virus diekskresi  Kekebalan intestinal  Tipe 2 yg pertama punah Memungkinkan dibasmi Waktu pengambilan spesimen OPV jadi vaksin pilihan Perkembangan ke arah eradikasi

24 POLIOMYELITIS Faktor Resiko •Waktu •Tempat •Orang

25 •Waktu - MUSIM –M. hujan, di negara tropis –M. dingin/ awal m. semi di negara 4 musim •Tempat –Di daerah dengan: •Cakupan imunisasi rendah •Sanitasi lingkungan buruk •Perkotaan kumuh (PADAT) •Orang: –Tidak mempunyai kekebalan –Anak < 3 th: resiko tertular paling tinggi –Umur 15 th >: sangat kecil kemungkinan tertular POLIOMYELITIS (Lanjutan) Faktor Resiko

26 Wild Poliovirus infected districts*, 1 Oct 2009 – 30 Mar 2010 District infected with wild polio virus type 1 District infected with wild polio virus type 3 The boundaries and names shown and the designations used on this map do not imply the expression of any opinion whatsoever on the part of the World Health Organization concerning the legal status of any country, territory, city or area or of its authorities, or concerning the delimitation of its frontiers or boundaries. Dotted lines on maps represent approximate border lines for which there may not yet be full agreement.  WHO 2010 All rights reserved District infected with more than one type of wild poliovirus *Excludes viruses detected from environmental surveillance and vaccine derived polioviruses. 1 WPV1 in Jammu and Kashmir, date of onset of 07 Feb 2010, does not appear on the map. TEMPAT (1)

27 Kasus Polio di Kab. Sukabumi, Jawa Barat, Maret-April kasus AFP, dg onset lumpuh antara s/d : •1 ks dg Virus Polio Liar (+) •1 ks dg Virus Polio Liar (-) •11 kasus, spesimen lab tunggu 120 spesimen kontak lab tunggu 4 desa imunisasi polio masal balita April 2005 Cicurug Bj.Genteng TEMPAT (2)

28 Wild Poliovirus Cases Indonesia March 2005 – 6 April 2006 = 1 WPV Case Total infected district s: 47 Total infected provinces : 10 Data as of 6 April 2006 TEMPAT (3)

29 WPV 1 monthly onset, with targeted SIAs, NIGERIA 2006 – 2010 Continuous arrow = National IPDs Broken arrows = Sub-national IPDs * mOPV1 was used only in 4 southern states in October tOPV mOPV1 bOPV * WAKTU (1)

30 Total AFP, Polio*, Non Polio and Pending Cases by Onset of Paralysis, Indonesia 2005 Data as of 29 January 2006 * WPV, Compatible, and VDPV Cases WAKTU (2)

31 Age group of WPV cases 2008/2009, NIGERIA Age’09 (n=388) 68% < 3 yrs Age’08 (n=782) 73% < 3 yrs ORANG (1)

32 Characteristics of Wild Polio Cases, Indonesia 2005 Group of Age OPV Dose* Data as of 29 January 2006 *do not include missing data ORANG (2)

33 EPIDEMIOLOGI TURUNAN VIRUS POLIO

34 Kelumpuhan yang disebabkan oleh: •Virus vaksin •VDPV •VPL  Secara klinis disebut Poliomyelitis  Secara klinis disebut VAPP

35 Isolat Virus polio 1. OPV-like virus =Sabin-like virus, dimana sekuens VP1 memiliki perbedaan < 1% dibanding dg strain Sabin; 2. VDPV (Vaccine Derived Polio Virus), perbedaan sekuens VP1 > 1% - 15 %, besarnya perubahan genetik menunjukkan lamanya replikasi. 3. Virus Polio Liar, tidak ada hubungan dengan vaksin maupun prototype strain reference, beredar di masyarakat.Atau perbedaan sekuens dibanding Sabin >15% Dengan sequencing terhadap region VP1 dapat dibedakan ( Global Polio Lab. Network, 2002 & Polio Lab. Manual 2003)

36 - Vaccine Associated Paralytic Polio - Vaccine Derived Polio virus

37 VAPP Vaccine Associated Paralytic Polio •VAPP adalah bentuk KIPI dari OPV. •WHO: suatu kelumpuhan layuh akut yang terjadi pada: –4-30 hari setelah menerima OPV –4-75 hari setelah kontak dg penerima OPV –dg kelainan neurologi sampai pada 60 hari/lebih setelah onset –atau meninggal. * Global burden VAPP: kasus per tahun Batasan

38  Vaksin mengandung virus HIDUP  Mutasi/Reversi virus vaksin (REVERTANTS) < 1%  Mutasi virus terjadi karena replikasi lama di usus  Merupakan suatu respon IMUN LAMBAT  Resiko meningkat pada IMMUNODEFICIENCY  Pada umumnya PERMANENT MENGAPA TERJADI VAPP?

39 Risiko VAPP menurut WHO (Background rates of AEFI:WHO/V&B/00.36) Dosis pertama OPV1 : 1.4 – 3.4 juta dosis Dosis berikutnya1 : 5.9 juta dosis Kontak1 : 6.7 juta dosis National Immunization Day 1 : 6 juta dosis

40 •Virus vaksin ber-replikasi didalam usus manusia, diekskresi melalui tinja biasanya 2-3 bln •Pada saat replikasi terjadi mutasi/reversion virus vaksin. •Replikasi dan mutasi yang berulang diantara anak yang TIDAK IMUN dan suatu saat bergabung dengan C enterovirus maka akan terjadi recombinant dalam bentuk VDPV yang bersifat neuro-virulent. •Kesimpulan: VAPP & VDPV adalah konsekuensi dari imunisasi dengan OPV VDPV (Vaccine-derived Polio Virus)

41 3 Jenis VDPV •iVDPV = VDPV berasal dari pasien immune- deficiency. •cVDPV = VDPV yang bersirkulasi; •memiliki sifat VPL, yaitu neurovirulen dan transmissable, •semua virus yg menyebabkan wabah terbukti merupakan recombinant dg C – Enterovirus •aVDPV = ambiguos VDPV yaitu: –tak ada bukti sirkulasi, –tak ada hubungan dg pend. imun.def –berasal dari sample lingkungan yg tak ada hubungan dg kasus AFP.

42 Faktor risiko penyebaran VDPV •Cakupan imunisasi OPV yang rendah dalam waktu lama sehingga terjadi akumulasi orang-orang yang tidak/belum kebal terhadap polio •Tidak adanya sirkulasi virus polio liar ?? •Sanitasi buruk

43 Pencegahan penyebaran VDPV 1. Imunisasi OPV: Cakupan tinggi dan merata (dipertahankan!!) 2. Deteksi dini adanya VDPV dengan peningkatan kinerja surveilans AFP 3. Screening semua isolat virus polio dengan kombinasi metode antigenik dan molekuler, yaitu: uji ITD (Intratypic Strain Differentiation) dg ELISA & Probe-hybridization.

44 Sirkulasi VPVD yang Dilaporkan Philippines cases Hispaniola cases Madagascar 2002/2005 4/3 cases Egypt cases Indonesia On-going 46 cases V1 V2 Nigeria cs India cs Congo cs Ethiopia cs Note:

45 VAPP VDPV  Akibat respon imun yang rendah dari individu  Tidak ada kasus lain (tidak menular)  Akibat rendahnya imunitas masyarakat  Menjadi KLB

46 Studi pada penerima vaksin polio oral •Tipe-3 paling cepat mengalami mutasi/reversi, diikuti tipe-2 dan tipe-1, rekombinasi antara serotipe vaksin sering terjadi •Pendeknya waktu ekskresi dan tingginya kekebalan penduduk membatasi penyebaran virus revertant •Sebagian besar isolat dari penerima OPV maupun kontaknya berhubungan erat dg strain Sabin •Perbedaan sekuens >1 % dibanding Sabin menunjukan replikasi berkepanjangan, disebut VDPV •Perbedaan sekuens VP1 1% berarti replikasi virus vaksin telah terjadi paling sedikit 1 tahun

47 VDPV di Madura •Dari Madura, ditemukan > 30 kasus AFP dg vi.polio positif oleh Lab. BLK Surabaya •Bf mendapatkan isolat dg hasil ITD yg Discordant yi: Elisa: NSL=Wild, Probe : SL •Sequencing Mumbai: 31 kasus AFP + 2 kontak dg VDPV +, sekuens nukleotida menunjukan perbedaan >1% dibandingkan dg SL.

48 SEARO, New Delhi, 2012 Immunization and Vaccine Development (IVD) SEARO Protecting People from Vaccine Preventable Diseases Weekly AFP and VPD Update for Week 40, 2012 Data as of 08 October 2012

49 49 Wild Polio Virus India, 2011 *Dots are randomly placed within blocks (Sub-districts) = Most recent P1 Wild polio case Districts with cases in 2011 Districts with cases in current week Data as of 08 Oct 2012

50 50 Wild Polio Cases by Type (P1, P3) and Month of Onset India, Data as of 08 Oct 2012

51 51 Monthly Distribution of AFP Cases SEAR, 2011 – 2012 Data as of 08 Oct 2012

52 52 Primary culture results from AFP cases 2011 Data as of 08 Oct 2012

53 53 Weekly Bulletin Comparison, India, Data as of 08 Oct 2012

54 54 Data (NPSP) as of 05 Oct 2012 Wild poliovirus detected in sewage samples,

55 55 Data (NPSP) as of 05 Oct 2012 Wild poliovirus detected in sewage samples, 2012

56 56 Vaccine Preventable Diseases SEAR, 2011 Updated on 24 Sep 2012

57 57 Vaccine Preventable Diseases SEAR, 2012 Updated on 24 Sep 2012

58 58 Measles and Rubella Serology (IgM) Results SEAR, Updated on 17 Sep

59


Download ppt "Epidemiologi Poliomyelitis dan Aspek Imunisasi. Pokok Bahasan •Epidemiology poliomyelitis –Agent •Agent penyebab •Cara penularan –Host (Faktor Resiko)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google