Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGELOLAAN BALAI BENIH IKAN (BBI). Benih Ikan Salah satu faktor penentu dalam usaha peningkatan produksi bidudaya perikanan Tersedianya benih yang terjamin.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGELOLAAN BALAI BENIH IKAN (BBI). Benih Ikan Salah satu faktor penentu dalam usaha peningkatan produksi bidudaya perikanan Tersedianya benih yang terjamin."— Transcript presentasi:

1 PENGELOLAAN BALAI BENIH IKAN (BBI)

2 Benih Ikan Salah satu faktor penentu dalam usaha peningkatan produksi bidudaya perikanan Tersedianya benih yang terjamin pengadaannya: • Species • Tempat • Jumlah • Mutu • Ukuran • Waktu • Dan harga Keberhasilan Budidaya

3 BBI adalah sarana pemerintah untuk menghasilkan BenihInduk Jumlah yang memadai Sarana uji lapangan Baik dalam Bermutu

4 Tugas dan Fungsi BBI Penghasilan induk – induk unggul dalam rangka menunjang Usaha Pembenihan Rakyat (UPR) dan pengendalian mutu benih Penghasilan benih untuk keperluan penebaran di perairan umum dan bila perlu untuk mengisi kekurangan benih yang dihasilkan oleh rakyat Tempat melaksanakan adaptasi teknik – teknik pembenihan yang lebih baik BBI juga diharapkan sebagai : Perintis pembangunan Pengembangan budidaya ikan air tawar di daerah tawar

5 Hasil Evaluasi BBI (1983) Tidak berfungsi sebagaimana fungsinya Tidak dapat mencapat target produksi Disebabkan oleh : Lokasi yang tidak memenuhi syarat Luas area terlalu kecil Fasilitas / sarana penunjang belum lengkap Teknik pembenihan belum benar – benar dikuasai Faktor teknis Faktor non teknis

6 Status BBI yang belum jelas Belum ada ketegasan hubunga kerja antara BBI Sentral, Lokal, Dinas Perikanan Propinsi Dati I dan II Tidak ada penyedia biaya yang memadai Tenaga kerja yang kurang memenuhi syarat keterampilan dan ketekunan Pengelolaannya kurang mendapatkan perhatian Solusi Peninjauan dan pemecahan kembali secara mendasar Untuk BBI yang masih memenuhi syarat, masih diperkenankan beroperasi sebagai BBI Untuk BBI yang tidak memenuhi syarat, akan dilakukan langkah pengalihan fungsi atau penghapusan sebagai BBI

7 Pengalihan Fungsi Penampungan Distribusi Sarana Praktek Lapangan Petugas BBI Penggantian komoditi ikan Program pendukungnya (Program penyuluhan) Hal lain yang perlu diperhatikan Mengupayakan agar fasilitas yang disediakan dapat memenuhi fungsinya untuk memproduksi benih yang optimal dengan cara pengelolaan yang efektif dan efisien

8 Maksud dan Tujuan Mewujudkan keseragaman BBI dalam struktur Ruang lingkupStatus dan pola operasional BBI perlu dilengkapi Teknologi pembenihan yang lebih maju Penekanan mortalitas Peningkatan sistem pendederan Penyediaan Benih unggul Induk unggul Komponen Sarana operasional Penebaran komoditi ikan produktifitas tinggi Peningkatan produktifitas Penyempurnaan sturktur organisasi

9 Ketinggian dan kemiringan Tinggi < 700 m dplKemiringan tanah 1 – 5 % Tanah KuatTidak poreus SuburTidak berbatu Sistem pengairan Sumber Mata air Sumur artesis/bor Debit air Min 20 lt/HA/detik (kolam induk) 250 l/detik/100 m (kolam air deras) 2 Persyaratan Pembangunan BBI Kriteria teknik

10 Irigasi Bak pengendapanBak filter Luas 10% dari kolam pedederan Pendekatan dengan pihak pengairan

11 Fisika dan kimia air Fisika Kekeruhan Suspensi Kecerahan Suhu optimal Kimia pH Kadmium (Cd) Timbal (Pb) Sulfida (S) Amoniak (NH 3 ) Nitrit (NO2) Phosphat Alkalinitas Oksigen terlarut (DO) 25 – 100 JTU 25 – 30 C 25 – 400 ppm > 10 % 6,7 – 8.0 0,01 ppm, maksimum 0,02 ppm, maksimum 0,002 ppm, maksimum 0,02 ppm, maksimum 0,2 ppm, maksimum 0,01 ppm, maksimum ppm > 3 ppm

12 Kriteria Sosial Ekonomi Daerah pengembangan budidaya ikan Area cukup luas Luas perkolaman ikan 25 Ha Luas perkolaman ikan minimum 100 Ha/luas perairan 100 Ha Jumlah usaha pembenihan rakyat (UPR) 10 unit Atau berlokasi di dalam daerah potensi budidaya air tawar

13 Persyaratan jenis ikan Cepat tumbuh Efisien Tahan penyakit Disukai masyarakat Mudah dipelihara Tidak mengganggu lingkungan Nilai ekonomi dan pasaran yang baik

14 Pemasaran Benih dan induk dibutuhkan oleh masyarakat Mempunyai nilai ekonomis penting Prasarana Hubungan lalu lintas dengan daerah sekitar lancar Letak BBI tidak terlalu jauh dari lokasi budidaya ikan dan pasar benih Perkembangan kota dan industri Lokasi BBI tidak terkena daerah pemekaran Tidak tercemar kegiatan industri dalam jangka waktu kurang lebih 20 tahun Luas BBI BBI sentral minimal 5 Ha Luas keseluruhan BBI lokal minimal 2 Ha

15 ORGANISASI BBI A. BBI Sentral Tugas pokok dan fungsi BBI sentral Tugas Bimbingan terhadap BBI lokal dan UPR sekitar Fungsi Menyediakan dan menyalurkan induk ikan Menghasilkan benih Melaksanakan uji lapangann teknologi Menyebarluaskan teknologi yang teruji

16 KEPALA BBI SENTRAL (1 orang) Urusan Pelayanan Administrasi • 1 orang Kepala • 3 orang pembantu • 1 orang juru tik • 1 orang penjaga kantor • 1 orang supir SUB SEKSI PRODUKSI BENIH • 1 orang Kepala • 2 orang pembantu • 2 orang pekerja kolam • 1 orang penjaga kolam SUB SEKSI TEKNIK PEMBENIHAN • 1 orang Kepala • 2 orang pembantu • 2 orang pekerja kolam • 1 orang penjaga kolam SUB SEKSI BIMBINGAN KETERAMPILAN • 1 orang Kepala • 2 orang pembantu utama • 2 orang pekerja Stuktur organisasi BBI sentral Formasi : 25 orang

17 Personalia BBI Sentral Kepala BBI Sentral Bertugas memimpin, merencanakan, mengkoordinir dan melaporkan segala kegiatan BBI sentral sesuai dengan tujuan dan sasarannya, yang meliputi : Menyusun Rencana Kerja dan Rencana Operasional Tahunan BBI sentral Memantau produksi, distribusi, dan permasalahan Membantu Sub Dinas Budidaya, DPPD tingkat I Melaksanakan bimbingan dan pembinaan teknis BBI lokal Menyusun laporan triwulan dan tahunan BBI sentral

18 Membawahi • Sub Seksi Produksi Benih • Sub seksi Teknik Pembenihan • Sub Seksi Bimbingan Keterampilan Pembenihan • Urusan Pelayanan Administrasi Bertanggung jawab langsung kepada Kepala DPPD Tingkat I Syarat Pendidikan • Sarjana perikanan jurusan budidaya, • masa kerja minimal 2 tahun / sarjana muda perikanan jurusan budidaya / yang sederajat dengan masa kerja minimal 8 tahun • talah mengikuti latihan manajemen BBI dan Sepala

19 Kepala Sub Seksi Produksi Benih Bertugas • Memproduksi benih • Memperbanyak induk unggul Dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh : • 2 orang pembantu utama, lulusan SUPM budidaya • 5 orang pekerja kolam • 1 orang penjaga kolam Bertanggung jawab langsung kepada Kepala BBI Sentral Syarat pendidikan Sarjana Muda Perikanan Budidaya (pengalaman kerja 1 tahun) / SUPM budidaya (masa kerja 5 tahun)

20 Kepala Sub Seksi Teknik Pembenihan Bertugas melaksanakan kegiatan uji coba dan uji lapangan teknologi pembenihan yang dihasilkan oleh BBAT Dibantu oleh : • 2 orang pembantu utama (lulusan SUPM Budidaya) • 2 orang pekerja kolam (minimal SMP) • 1 orang penjaga kolam Bertanggung jawab langsung kepada Kepala BBI Sentral Syarat pendidikan Sarjana Muda Perikanan (pengalaman kerja 1 tahun) / SUPM budidaya (pengalaman kerja 5 tahun)

21 Kepala Sub Seksi Bimbingan Keterampilan Pembenihan Bertugas • Bimbingan keterampilan pembenihan ikan (demonstrasi, diskusi, latihan praktis) • Menyusun pedoman – pedoman teknis sebagai bahan penyuluhan Dibantu oleh • 2 orang pembantu utama (lulusan SUPM budidaya) • 2 orang pekerja kolam Bertanggung jawab langsung kepada Kepala BBI Sentral Syarat pendidikan Sarjana Muda Perikanan Budidaya (pengalaman kerja 1 tahun) / SUPM Budidaya (pengalaman kerja 5 tahun)

22 Kepala Urusan Pelayanan Administrasi Bertugas • pelayanan ketatausahaan BBI • pengadaan peralatan / perlengkapan BBI • pengadaan sarana komunikasi Dibantu oleh • 3 orang pembantu utama • 1 orang juru tik • 1 orang penjaga kantor • 1 orang sopir Betanggung jawab langsung kepada Kepala BBI Sentral Syarat Pendidikan Sarjana Muda Administrasi (pengalaman kerja 1 tahun) / SMEA (pengalaman kerja 5 tahun

23 BBI Lokal Tugas pokok dan tujuan BBI lokal Tugas Melaksanakan bimbingan langsung terhadap UPR di daerah kerjanya, dalam rangka peningkatan produksi dan mutu benih serta peningkatan tekknik pembenihan Fungsi • Membantu BBI Sentral untuk pengadaan dan penyaluran Induk unggul • Menghasilkan benih • Membantu BBI Sentral dalam melaksanakan uji lapangan teknologi pembenihan • menyebarluaskan teknologi pembenihan yang telah teruji

24 KEPALA BBI LOKAL (1 orang) PELAKSANA URUSAN PELAYANAN ADMINISTRASI • 1 orang Kepala • 2 orang pembantu utama • 1 orang penjaga kantor • 1 orang supir PELAKSANA URUSAN PRODUKSI BENIH • 1 orang Kepalla • 4 orang pekerja kolam • 1 orang penjaga kolam PELAKSANA URUSAN DISTRIBUSI • 1 orang Kepala • 1 orang pekerja Struktur organisasi BBI Lokal Formasi : 15 orang

25 Personalia BBI Lokal Kepala BBI Tugas Memimpin, merencanakan, mengkoordinir dan melaporkan segala kegiatan BBI Lokal sesuai dengan tujuan dan sasarannya, yang meliputi : Menyusun Rencana Kerja dan Rencana Operasional Tahunan BBI Lokal Memantau produksi, distribusi, dan permasalahan Membantu Seksi DPPD tingkat II Melaksanakan bimbingan dan pembinaan teknis UPR Menyusun laporan triwulan dan tahunan BBI Lokal

26 Membawahi 3 urusan • Urusan Pelayanan Administrasi • Urusan Produksi Benih • Urusan Ditribusi Benih Betanggung jawab Kepada Kepala DPPD Tingkat II Syarat Pendidikan Sarjana Muda Perikanan Budidaya (masa kerja minimal 1 tahun) / SUPM ( masa kerja 5 tahun)

27 Pelaksana Urusan Administrasi Tugas • Tata usaha BBI Lokal termasuk keuangan • Pengadaan dan perawatan perbekalan BBI Dibantu • 2 orang pembantu utama • 1 orang supir • 1 orang penjaga kantor Bertanggung jawab langsung kepada Kepala BBI Lokal Syarat Pendidikan SMEA / SLTA yang telah mendapat kursus tata usaha

28 Pelaksana Urusan Produksi Benih Tugas • Pengadaan induk unggul dan mendistribusikan • Memproduksi benih Dibantu oleh • 4 orang pekerja kolam • 1 orang penjaga kolam Bertanggung jawab langsung kepada Kepala BBI Lokal Syarat Pendidikan SUPM Budidaya (pengalaman 1 tahun / SLTA (masa kerja 1 tahun dan telah dilatih dibidang pemenihan ikan air tawar)

29 Pelaksana Urusan Distribusi Benih Tugas Menangani kegiatan penyaluran induk dan benih Dibantu oleh 2 orang pekerja Bertanggung jawab langsung kepada Kepala BBI Lokal Syarat Pendidikan SUPM (masa kerja 1 tahun) / STLA (masa kerja 1 tahun dan telah dilatih dibidang pembenihan ikan air tawar)

30 DESIGN DAN KONSTRUKSI BBI Perkolaman Standar Perkolaman NoMacam kolam BBI LokalBBI Sentral Jumla h Luas (m²) Satuan TotalJumlah Luas (m²) Satuan Total 1Kolam induk Jumlah

31 Tata Letak Kolam BBI Lokal (2 Ha)

32 Konstruksi Kolam • Berbentuk empat persegi panjang / disesuaikan dengan kondisi lapangan • Bentuk penampang pematang trapesium sama kaki dengan kemiringan 1 : 1 • Ukuran sisi atas 1 – 1,5 m dan tinggi 1 – 1,5 m, sedangkan dasar pematang 3 – 4, 5 m ( tergantung keperluan dan kondisi • Pematang yang tingginya > 1 m sebaiknya dibuat anak pematang (berem) sebagai penguat • Badan pematang berupa tanah homogen yang dipadatkan dan bebas dari benda lain • Bagian pematang yang tidak terkena air ditanami rumput (mencegar erosi) • Dasar kolam berupa tanah gembur, berlumpur, subur yang cukup tebal (5 – 20 cm), dan tidak poreus • Selisih ketinggian dasar kolam antara inlet dan outlet air berkisar antara 20 – 30 cm • Sebelum di jadikan kolam ada baik nya tanah diolah terlebih dahulu • Diantara inlet dan outlet air terdapat parit dengan lebar 40 cm dan sedalam 20 cm • Pintu air berupa bangunan • Letak pintu inlet dan outlet air sebaiknya berhadapan secara diagonal.

33 Contoh Konstruksi Pematang

34 Contoh Konstruksi Pintu Pemasukan

35 Contoh Konstruksi Pintu Pengeluaran Sistim Sifon Dan Saluran Pembuangan

36 Bak Pembenihan Standar bak pembenihan Macam bak BBI LokalBBI Sentral Keterangan JmlUkuran (m³) JmlUkuran (m³) Bak pemijahan (sistem hapa) 33x5x15 Tiap bak diberi 8 kran Bak penetasan (sistem corong)21,5x3x14 Tiap bak diberi saringan sortasi Bak sortasi benih40,5x4x0,56 Tiap bak diberi aerator Bak pengobatan (treatment)21x2x0,52 Bak penampungan / pemberokan31x3x0,75 Bak pedederan intensif14x2,5x0,75 Bak pematangan gonad induk ikan--16x2x1Termasuk bak filter 2 m² Bak kultur pakan alami22x2x14 Bentuk kerucut Jumlah volume81,3176,6 Jumlah luas93 m²205 m² Jumlah bak1733

37 Contoh Konstruksi Bak Pemijahan

38 Bak Penetasan Sistim Corong

39 Bak Sortasi

40 Bak Pengobatan

41 Bak Penimbunan Benih

42 Bak Pendederan Intensif

43 Bak Pematangan Gonad

44 Bak Makanan Alami Dari Kayu

45 Tata Letak Di Bangsal Pembenihan BBI Lokal

46 Tata Letak Di Bangsal Pembenihan BBI Sentral

47 Pengairan

48 Bangunan Pengontrol Air

49 Unit Bak Filter dan Reservoir

50 Saluran Pemasukan dan Pembuangan

51 Petunjuk Tata Air

52 Sarana BBI Penyediaan bahan 1. Induk ikan dan donor a. Induk Produktif b. Ikan donor untuk hyphopisasi Diperlukan 100 kg ikan di BBI Sentral dan 50 kg di BBI Lokal

53 2. Bahan baku makanan ikan (pelet) Bahan BakuContoh bahan Sumber ProteinTepung ikan, cincangan bekicot, ampas tahu dan tepung banawa Sumber Karbohidrat dan Lemak Bekatul, dedak, singkong, bungkil kacang dan kedelai Sumber MineralTepung tulang, darah dan cangkang kerang – kerangan Sumber SeratDaun singkong, daun gamal dan daun petai cina Sumber PerekatTepung kanji Vitamin dan Mineral

54 JeniskomposisiKuantitas Remah untuk benih ikan masDedeak halus35% Tepung ikan25% Tepung kedelai27% Tepung daun10% Vitamin dan mineral3% Pelet untuk ikan mas ukuran konsumsi dan induk Dedak halus30% Tepung ikan23% Tepung kedelai15% Tepung tulang5% Silase ikan10% Tepung daun10% Bungkil kelapa5% Vitamin dan mineral2% Makanann untuk ikan tawesTepung daun (petani cina)30% Tepung ikan15% Tepung kedelai10% Tepung jagung5% Bungkil kelapa5% Silase ikan10% Dedak halus23% Vitamin dan mineral2% Komposisi Sumber Makanan Ikan

55 3. Pupuk Pupuk Organik Pupuk An - organik Pedoman Kebutuhan Pupuk Untuk BBI Memperbaiki kesuburan dan struktur dasar kolam, berupa pupuk kandang, kompos atau pupuk hijau Memperbaiki kesuburan lebih cepat, berupa pupuk yang mengandung N dan P Pupuk Organik BBI Lokal 30 ton/tahun 15 ton/tahun Pada kolam pendederan saja Pupuk an-organik BBI Sentral BBI Lokal 30 ton/tahun 15 ton/tahun Pada kolam pendederan saja BBI Sentral

56 4. Kapur Kapur tohor (CaO 3 ) 60 ton/tahun 30 ton/tahun BBI Sentral BBI LOkal 5. Insektisida Insektisida BBI Sentral BBI Lokal 100 lt 50 lt

57 6. Bahan pereaksi kimia Nama BahanJumlah BBI SentralBBI Lokal Bahan pereaksi kmia dan obat - obatan ± 2 kg KMnO41 kg KMnO4 Aceton/alkohol10 lt5 lt Hormon buatan (HCG) IU IU Aquadest± 50 lt± 20 lt Bahan anestesia (MS. 222) 1 lt0,5 lt Antibiotik (terramycine Kemicitine) 500 gram150 gram

58 Peralatan 1. Peralatan pembenihan No. Peralatan BBI SentralBBI Lokal Jumlah 1.Timbangan - Kapasitas 1 kg2 buah1 buah - Kapasitas 10 kg2 buah1 buah - Kapasitas 50 kg2 buah1 buah 2.Mistar (ukuran 50 cm)4 buah2 buah 3.Fish bush (krembeng)2 buah 4.Kreneng2 buah 5.Aerator4 buah2 buah 6.Kaca pembesar2 buah1 buah 7.Alat hypophisasi - Jarum suntik4 buah2 buah -Centrifuge2 buah - Centrifuge electrik1 buah- - Mortar homogenizer4 buah2 buah - Alat bedah4 set2 set - Kain handuk2 buah - Cawan porselin/ 4 buah2 buah - Pengaduk telur/ bulu ayamSecukupnyasecukupnya - kel. HypophysasecukupnyaSecukupnya 8.Gelas ukur (5, 10, 25 cc)4 set2 set 9.Freezer1 buah 10.Thermos es2 buah 11.Happa (2x1x0,75 cm dan 2x4x0,75 cm) 20 set10 set 12.Kakaban20 buah10 buah 13.Corong penetas (Ø 0,5 m ; h. 0,5 m) 50 buah25 buah 14.Pipet8 buah4 buah 15.Selang plastikSecukupny a 16.Counter4 buah2 buah 17.Pisau bedah4 set2 set 18.Gergaji/ bor2 buah1 buah

59 2. Peralatan perkolaman No. Peralatan BBI SentralBBI Lokal Jumlah 1.Cangkul6 buah5 buah 2.Sekop6 buah3 buah 3.Garpu6 buah3 buah 4.Bakul dan pikulan4 set2 set 5.Golok6 buah3 buah 6.Parang6 buah3 buah 7.Ember6 buah3 buah 8.Traktor kecil/ penggaru4 buah2 buah 9.Waring8 buah6 buah 10.Geser6 buah4 buah 11.Cawan 2 buah1 buah 12.Sprayer (kap. 10 liter)2 buah1 buah 13.Sabit3 buah1 buah 14.Pakaian lapangan20 set10 set

60 Peralatan distribusi benih / induk No. Peralatan BBI SentralBBI Lokal Jumlah 1.Tabung oksigen (kap. 1 dan 2 m³)4 buah2 buah 2.Kantong plastiksecukupnyaSecukupnya 3.Tali plastik dan karetsecukupnyaSecukupnya 4.Kotak kartunsecukupnyaSecukupnya 5.Ember plastik bertutupsecukupnyaSecukupnya 6.Fish-bus (krembeng)15 buah10 buah 7.Aerator15 buah10 buah 8.Kendaraan roda 4 (pick-up 0,75 ton) 2 buah1 buah 9.Buffer, es batu, dry icesecukupnya

61 Peralatan lainnya No. Peralatan BBI SentralBBI Lokal Jumlah 1.Pompa air diesel 10 PK2 buah1 buah 2.Blower 1-2 inci2 buah 3.Alat- alat pembuat makanan ikan/ pellet. -Kompor2 buah1 buah - Tapisan / saringan2 buah1 buah -Ember4 buah2 buah -Nyiru4 buah2 buah - Timbangan 1 kg, 50 kg1 buah - Mesin penggiling kering1 buah- - Mesin penggiling basa/ berminyak 1 buah- - Mesin penyaring1 buah- - Mesin pengaduk1 buah - Mesin pencetak pellet1 buah - Mesin peremah1 buah- 4.Generator 10 KVA atau PLN watt -1 buah 5.Generator 20 KVA atau PLN watt 1 buah- 6.Mesin pembabat rumput2 buah 7.Sepatu lapangan dan senter8 stel4 stel 8.Alat transport - Sepeda motor3 buah2 buah - sepeda8 buah5 buah 9.Alat audiovisual1 unit- 10.Buku petunjuk pelaksanaansecukupnya - Jenis ikan dan gambarnyasecukupnya - Tehnik pembenihan ikansecukupnya - Perawatan benih/ induksecukupnya - Pengangkutan dan distribusi secukupnya - Tehnik perkolamansecukupnya -Pemupukansecukupnya - Pemberantasan hamasecukupnya - Penyediaan makanan hidup dan makanan buatan secukupnya 11.Meja tulis, lemari, kursi, kardek, peta, dsb secukupnya

62 Bangunan Gedung Macam Bangunan BBI LokalBBI Sentral Banyaknya Luas (m²) Banyakny a Luas (m²) SatuanJumlahSatuanJumlah -Kantor Garasi Gudang Rumah generator Rumah mesin pellet dan gudang makanan Rumah pimpinan Rumah staf Rumah pekerja tetap (kopel) Rumah jaga Asrama Aula Jumlah

63 OPERASIONAL BBI A. Target produksi benih dan calon induk No.Jenis ikan Ukuran (cm) Ikan mas10,71,200,510,310,230,21 2.Ikan tawes6,41,830,850,43-- No Jenis ikan Ukuran Calon Induk (betina + jantan) Induk (betina + jantan) 1.Ikan Mas Ikan Tawes No.Jenis ikan Ukuran Ikan Mas9,621,200,460,280,21 2.Ikan Tawes5,771,700,77--

64 B. Pengelolaan Kolam 1. Pengelolaan tanah dasar kolam 2. Pemupukan dan pengapuran 3. Pengaturan air

65 C. Teknik Pembenihan 1. Seleksi induk Ciri – ciri calon induk ikan mas yang baik untuk dipijahkan : • Kepala relatif kecil bila dibandingkan tinggi badan • Sisik teratur, lengkap dan tersusun seperti genteng • Garis linea lateralis (L.L) tidak terputus dan tidak menyudut • Sirip dada, punggung, perut, dan ekor sempurna • Pangkal ekor tidak cacat • Mata bening • Tinggi pangkal ekor lebih kecil daripada panjang pangkal ekor • Ekor berbentuk sempurna dan tidak cacat • Induk betina yang matang gonad, tampak perut bagian bawah membesar, lembek bila di tekan dan lubang genital berwarna merah • Induk jantan yang matang gonad, apabila di stripping dpada kkeluar cairan sperma berwarna putih susu • Seluruh tubuh dilapisi mucosa/lendir sehingga seluruh tubuh berwarna mengkilat

66 2. Pematangan gonad induk ikan dengan resirkulasi air Tahap – tahap pelaksanaan A. Persiapan bak pemeliharaan B. Persiapan bak filter Batu kali Kerikil Ijuk Pasir dan ijuk Hubungkan Pipa paralon Contoh miniatur nya

67 C. Perlakuan induk 2,0 kg/m² Induk ikan mas Protein 20% sebanyak 3,5% bobot induk sehari

68 3. Pemijahan dan penetasan telur Contoh miniaturnya

69 D. Pendederan P1, padat penebaran 400 ekor/m², masa pemeliharaan 2 minggu, mortalitas selama pemeliharaan diperkirakan 45 – 50% P2, padat penebaran 200 ekor/m², masa pemeliharaan 3 minggu, mortalitas selama pemeliharaan diperkirakan 50% P3, padat penebaran 7 ekor/m², masa pemeliharaan 4 minggu, mortalitas selama pemeliharaan diperkirakan 40% P4, padat penebaran 5 ekor/m², masa pemeliharaan 3 minggu, mortalitas selama pemeliharaan diperkirakan 40% P5, padat penebaran 4 ekor/m², masa pemeliharaan 3 minggu, mortalitas selama pemeliharaan diperkirakan 20%

70 D. Tehnik pemeliharaan dan produksi calon induk 1. Intensif •Ukuran kolam 72 m² •Kedalaman 1,5 m •Terbagi 6 unit 2. Semi Intensif •Pengerjaan kolam 3 – 7 hari •Diberi pupuk gram/m² •Diberi garam kapur CaO/m² •Makanan tambahan (pelet) dengan dosis 3%/berat populasi •Kedalaman air ± 1 m •Suplai air terus menerus •Padat penebaran 3 – 4 ekor/m²

71 E. Penyediaan pakan 1. Kultur pakan alami a. Kultur rotifera ¾” µ µ b. Kultur Daphnia sp. 2. Makanan buatan

72 F. Pengendalian hama dan penyakit ikan 1. Pencegahan a. Penyakit bakterial •Hindarkan perlakuan buruk pada ikan •Menjaga kualitas air •Memberi pakan dengan jumlah yang cukup dan bergizi b. Ektoparasit •Untuk pencegahan Ichtyopthirius sp •Kolam dikeringkan •Dijemur antara 4 – 7 hari •Pengapuran dasar kolam •Pengendalian Trichodina sp •Pengeringan kolam (4-7 hari) • pengapuran dasar kolam secara merata

73 •Pengendalian cacing monogennea (Dactylogrus dan Gyrodactulus) •Hindari padat penebaran yang terlalu tinggi •Perlakuan yang baik terhadap ikan (memberi pakan dan kualitas air) •Pengendalian jamur (Saprolegnia) •Hindari tindakan yang menimbulkan luka pada tubuh ikan •Penanganan telur dengan baik dan bersih c. Hama predator benih •Pengendalian Notonecta •Dilakukan penetasan diluar happa •Suplai air diberi filter •Pengendalian Ucrit •Pemberian filter pada suplai air •Hindari penebaran benih yang baru menetas ke dalam kolam yang digenangi air lebih dari seminggu

74 2. Pemberantasan / pengobatan a. Penyakit bacterial (penyuntikan) •Diobati dengan Terramycine dengan dosis 50 mg/1 kg (sebaiknya pada ikan yang memiliki bobot lebih dari 0,5 kg •Dipelihara di dalam bak/kolam yang berisi air bersih sampai sembuh Pemberian obat melalui pakan •Pakan ikan dicampur dengan obat 5 – 7 gram Terramycine / 1 kg (10 hari) b. Ektoparasit •Ichtyopthirius sp Menggunakan 0,1 gram malachite green + 25 cc formalin/m³ dan dibiarkan selama 24 jam •Trichodina sp Menggunakann larutan formalin sebanyak 25 ppm dalam waktu lama (prolong time)

75 •Cacing monogenea (Dactylogyrus dan Gyrodactylus •Merendam benih ikan di dalam larutan formalin cc/m³ (30-60 menit) •Dapat pula disemprotkan formalin ke kolam dengan dosis 25 cc/m³ (24 jam) •Hama predator ikan •Notonecta sp Menyemprotkan insektisida organophosfat (agrothion, dipterex) ke kolam dengan dosis 0,5-1,0 cc/m³ (24 jam) •Ucrit Belum dapat ditemukan 3. Perkarantinaan a)Ikan yang akan dikirim, diberok (dipuasakan) selama 2-3 hari b)Ikan yang akan ditebar dikolam perlu dimandikan (treatment) dengan larutan KMnO4 (10-20 ppm) selama 0,5 jam

76 PETUNJUK PENYUSUNAN RENCANA KERJA BBI CONTOH •rencana 1 (satu) tahun •Rencana triwulan / bulanan •Rencana mingguan


Download ppt "PENGELOLAAN BALAI BENIH IKAN (BBI). Benih Ikan Salah satu faktor penentu dalam usaha peningkatan produksi bidudaya perikanan Tersedianya benih yang terjamin."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google