Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Manajemen Memory Kelompok 7 : 1.M. Khoirur Roziqin (09650030) 2.Shenndy Nura I (09650113) 3.Harditya Rahmat R (09650125)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Manajemen Memory Kelompok 7 : 1.M. Khoirur Roziqin (09650030) 2.Shenndy Nura I (09650113) 3.Harditya Rahmat R (09650125)"— Transcript presentasi:

1 Manajemen Memory Kelompok 7 : 1.M. Khoirur Roziqin ( ) 2.Shenndy Nura I ( ) 3.Harditya Rahmat R ( )

2 Pengertian • Memori : 1.Pusat dari operasi pada sistem komputer modern 2.Berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi yang harus diatur dan dijaga sebaik-baiknya 3.Array besar dari word atau byte, yang disebut alamat. • Manajemen Memori: 1.Suatu kegiatan untuk mengelola memori komputer 2.Melacak pemakaian memori (siapa dan berapa besar) 3.Memilih program mana yang akan diload ke memori 4.Alokasi dan dealokasi memori fisik untuk program/ proses-proses dalam menggunakan address space

3 Mengapa harus ada manajemen memori?  Untuk dieksekusi program harus berada dalam memori  Eksekusi: proses  Alokasi resources memori: ruang (tempat storage) untuk menyimpan data, instruksi, stack dll.  Problem: Memori secara fisik (besarnya storage) sangat terbatas ukurannya,  Manajemen storage: alokasi dan dealokasi untuk proses-proses  Utilisasi: optimal dan efisien m/2010/10/16/manajemen-memori/

4 Konsep Dasar 1.Konsep Binding 2.Ruang Alamat Logika dan Ruang Alamat Fisik 3.Swapping 4.Alokasi Memory 5.Paging 6.Segmentasi dosen.stiki.ac.id/DiahArifah/.../6.MANAJEMEN%20MEMORI.ppt

5 Konsep Binding Instruksi pengikatan alamat dan data terdiri dari beberapa tahap : 1.Compile time : jika diketahui pada waktu compile, dimana proses ditempatkan di memori. Untuk kemudian kode absolutnya dapat di buat. Jika kemudian alamat awalnya berubah, maka harus di compile ulang. 2.Load time : Jika tidak diketahui dimana poses ditempatkan di memori, maka kompilator harus mmbuagt kode yang dapat dialokasikan. Dalam kasus pengikatan akan ditunda sampai waktu penempatan. Jika alamat awalnya berubah, kita hanya perlu menempatkan ulang kode, untuk menyesuaikan dengan perubahan. 3.Eksekusi time : Jika proses dapat dipindahkan dari suatu segmen memori ke lainnya selama dieksekusi. Pengikatan akan ditunda sampai run-time.

6 Tahapan Pemrosesan User Program

7 Overlay • Hanya instruksi dan data yang diperlukan pada suatu waktu yang disimpan di memori • Overlay diperlukan jika ukuran proses lebih besar dari memori yang dialokasikan untuknya • Overlay tidak membutuhkan dukungan khusus dari Sistem Operasi – User dapat mengimplementasikan secara lengkap menggunakan struktur file sederhana – OS memberitahu hanya jika terdapat I/O yang melebihi biasanya

8 Ruang Alamat Fisik dan Logika • Alamat Logika : alamat yang digenerate oleh CPU (Alamat Virtual) • Alamat Fisik : alamat yang terdapat di memori • Perlu ada translasi dari alamat logika ---> alamat fisik • MMU (Memory Management Unit) : perangkat keras yang memetakan alamat logika ke alamat fisik – Menyediakan perangkat register yang dapat diset oleh CPU: setiap proses mempunyai data set register tersebut (disimpan di PCB) – Harga dalam register base/relokasi ditambahkan ke setiap alamat proses user pada saat run dimemori – Program-program user hanya berurusan dengan alamat logika saja

9 Ruang Alamat Fisik dan Logika

10 Swapping • Suatu proses dapat di-swap secara temporary keluar dari memori dan dimasukkan ke backing store, dan dapat dimasukkan kembali ke dalam memori pada eksekusi selanjutnya. • Backing store – disk cepat yang cukup besar untuk mengakomodasi copy semua memori image pada semua user, menyediakan akses langsung ke memori image. • Roll out, roll in – varian swapping yang digunakan dalam penjadualan prioritas; proses dengan prioritas rendah di-swap out, sehingga proses dengan prioritas tinggi dapat di-load dan dieksekusi. • Bagian terbesar dari swap time adalah transfer time, total transfer time secara proporsional dihitung dari jumlah memori yang di swap. • Modifikasi swapping dapat ditemukan pada sistem UNIX, Linux dan Windows.

11 Swapping • Skema Swapping

12 Alokasi Memory • Salah satu tanggung jawab Sistem Operasi adalah mengontrol akses ke sumber daya sistem. Salah satunya adalah memori • Pada Multiprogramming  lebih dari satu proses siap di memori – Alokasi memori dengan partisi tetap untuk setiap proses – Alokasi memori dengan partisi beragam sesuai besarnya proses – Alokasi memori dibantu dengan disk (swap area), proses dapat berpindah dari memori ke disk – Virtual memori • Pengalokasian memori dibagi 2 tipe, yaitu : – Pengalokasian berurutan (Contiguous Allocation) – Pengalokasian tidak berurutan (Non Contiguous Allocation)

13 Alokasi Berurutan • Pada Multiprogramming memori utama harus mengalokasikan tempat untuk sistem operasi dan beberapa user proses • Memori harus mengakomodasi baik OS dan proses user • Memori dibagi menjadi 2 partisi : – Untuk OS yang resident – Untuk Proses User • Ada 2 tipe Contiguos Allocation : – Single Partition (Partisi Tunggal) – Multiple Partition (Partisi Banyak)

14 Alokasi Berurutan • Single-partition allocation – Relokasi register digunakan untuk memproteksi masing-masing user proses dan perubahan kode sistem operasi dan data. – Proteksi dapat dilakukan dengan dengan menggunakan register relokasi dan register limit • Register relokasi  berisi nilai dari alamat fisik terkecil • Register Limit  berisi jangkauan alamat logika • Alamat logika harus lebih kecil dari register limit

15 Alokasi Berurutan

16 • Multiple Partition – Ruang kosong  blok memori yang tersedia, ruang kosong dengan berbagai ukuran tersebar pada memori – Proses akan dialokasikan memori pada ruang kosong yang cukup besar untuk ditempatinya – OS akan mengelola informasi mengenai : • Partisi yang dialokasikan • Partisi bebas (ruang kosong)

17 Alokasi Berurutan

18 Paging - Memori fisik dibagi ke dalam blok-blok ukuran tetap yang disebut “frame” – Memori logika dibagi ke dalam blok-blok dengan ukuran yang sama yang disebut “page” – Untuk menjalankan program berukuran n page, harus dicari frame kosong sebanyak n untuk meload program – Page table digunakan untuk translasikan alamat logik ke alamat fisik – Alamat yang dibangkitkan CPU dibagi menjadi : • Page number (p)  digunakan sebagai index ke page table. Page table berisi alamat basis dari setiap page pada memori fisik • Page Offset (d)  dikombinasikan dengan alamat basis untuk mendefinisikan alamat memori fisik yang dikirim ke unit memori

19 Paging • Skema Translasi Alamat

20 Paging • Contoh Paging

21 Paging • Model Paging

22 Segmentasi • Skema pengaturan memori yang mendukung user untuk melihat memori tersebut. • Sebuah program merupakan kumpulan dari segment. Sebuah segement berisi unit logik seperti: main program, procedure, function, method, object, local variables, global variables, common block, stack, symbol table, arrays • Alamat logik terdiri dari dua tuple:, – Harus diset oleh programmer atau compiler untuk menyatakan berapa besar segment tersebut – Implikasi: segment bervariasi besarnya (bandingkan dengan page table: fixed dan single/flat address space => hardware yang menentukan berapa size) • Segment table – mapping dari LA ke PA – base table – berisi lokasi awal dari physical address dimana segment berada di memori. – limit table – berisi panjang (besar) dari segmen tersebut

23 Segmentasi

24 Contoh Segmentasi

25 Daftar Pustaka • ridha.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../sliIT ppt • mohiqbal.staff.gunadarma.ac.id/.../files/.../07.Manajemen+Memori.p... • people.sunyit.edu/~sengupta/.../Chapter07.pp t


Download ppt "Manajemen Memory Kelompok 7 : 1.M. Khoirur Roziqin (09650030) 2.Shenndy Nura I (09650113) 3.Harditya Rahmat R (09650125)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google