Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DISUSUN OLEH:  Gerry Taufan Anggoro, SE  Margi Cahya Hidayat, SE  Satria Hubbul Wathoni, S.ST  Remond Respati Hartono, S. St. Par.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DISUSUN OLEH:  Gerry Taufan Anggoro, SE  Margi Cahya Hidayat, SE  Satria Hubbul Wathoni, S.ST  Remond Respati Hartono, S. St. Par."— Transcript presentasi:

1 DISUSUN OLEH:  Gerry Taufan Anggoro, SE  Margi Cahya Hidayat, SE  Satria Hubbul Wathoni, S.ST  Remond Respati Hartono, S. St. Par

2 Setiap pelaku bisnis dalam dunia industri akan memberikan perhatian penuh kepada kualitas. Hal ini akan berdampak positif kepada bisnis melalui dua cara, yaitu: 1. Dampak terhadap biaya produksi 2. Dampak terhadap pendapatan Dari hasil studi ini maka lahirlah apa yang disebut sebagai: Manajemen Kualitas Terpadu (Total Quality Mangement)

3 Definisi kualitas memiliki banyak definisi yang berbeda dan bervariasi : A. Definisi konvensional, biasanya menggambarkan karakteristik langsung dari suatu produk. B. Definisi strategik, menyatakan bahwa kualitas adalah segala sesuatu yang mampu memenuhi keinginan atau kebutuhan pelanggan. Keunggulan produk dapat diukur melalui tingkat kepuasan pelanggan.

4 Dalam ISO 8402 (Quality Vocabulary), kualitas didefinisikan sebagai: Totalitas dari karakteristik suatu produk yang menunjang kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang diterapkan. Kualitas seringkali diartikan sebagai: Kepuasan pelanggan (customer satisfaction) atau konformansi terhadap kebutuhan atau persyaratan (conformance to the requirement)

5 Manajemen kualitas (Quality Management) atau Manajemen Kualitas Terpadu (Total Quality Management) didefinisikan sebagai : Suatu cara meningkatkan performansi secara terus menerus pada setiap level operasi atau proses, dalam setiap era fungsional dari suatu organisasi, dengan menggunakan semua sumber daya manusia dan modal yang tersedia.

6 Improved Quality Increased Profits  Increased productivity  Lower rework and scrap costs  Lower warranty costs Reduced Costs via  Improved response  Flexible pricing  Improved reputation Sales Gains via Heizer, Render 2006, Manajemen Operasi

7  Dimensi produk,  Dimensi harga,  Dimensi kualitas (mutu) layanan (service quality)  Dimensi emosional  Dimensi kemudahan

8  Performance  Reliability  Feature  Durability  Consistency  Design

9  Pelanggan Internal (Internal Customers)  Pelanggan antara (Intermediate Customers)  Pelanggan eksternal (External Customers)

10  Kebutuhan dan keinginan yang berkaitan dengan hal hal yang dirasakan pelanggan.  Pengalaman masa lalu (terdahulu) ketika mengkonsumsi produk dari perusahaan maupun pesaing pesaingnya.  Pengalaman dari teman teman, di mana mereka akan menceriterakan mutu produk yang akan dibeli oleh pelanggan itu.  Komunikasi melalui iklan dan pemasaran

11  Karakteristik Produk yang diinginkan pelanggan  Tingkat performansi yang dibutuhkan untuk memenuhi ekspektasi pelanggan  Kepentingan relatif ( urutan prioritas ) dari setiap karakteristik  Kepuasan pelanggan berdasarkan performansi sekarang.

12 1. Benchmark 2. Balanced Scorecard 3. Six Sigma 4. ISO

13  Definisi: proses membandingkan kinerja proses bisnis dan metrik termasuk biaya, siklus waktu, produktivitas, atau kualitas yang lain secara luas dianggap sebagai tolak ukur standar industri atau praktik terbaik.

14 • Mengidentifikasi area permasalahan. • Identifikasi industri lain yang memiliki proses yang serupa. • Identifikasi organisasi yang menjadi pemimpin di wilayah. • Survei perusahaan untuk mengukur dan praktek. • Kunjungi "praktek terbaik" untuk mengidentifikasi perusahaan-perusahaan terdepan. • Melaksanakan praktek bisnis yang baru dan lebih baik.

15 • Process benchmarking. • Financial benchmarking. • Benchmarking from an investor perspective. • Performance benchmarking. • Product benchmarking. • Strategic benchmarking. • Functional benchmarking. • Best-in-class benchmarking. • Operational benchmarking.

16 • Definisi: sebuah alat manajemen kinerja strategis – berupa laporan semi-standar yang terstruktur dan didukung oleh metode desain yang teruji beserta alat-alat otomatisasi yang dapat digunakan oleh para manajer untuk memantau pelaksanaan kegiatan oleh staf di dalam kendali mereka dan memonitor konsekuensi yang timbul dari tindakan ini.

17  Menerjemahkan visi ke dalam tujuan operasional;  Mengkomunikasikan visi dan menghubungkannya dengan kinerja perorangan;  Perencanaan bisnis; indeks pengaturan;  Umpan balik dan pembelajaran, dan menyesuaikan strategi yang sesuai.

18  Finansial/ Keuangan  Pelanggan  Bisnis internal  Inovasi dan pembelajaran

19 • Six Sigma adalah strategi manajemen bisnis awalnya dikembangkan oleh Motorola. Pada 2009 diaplikasikan secara luas di berbagai sektor industri. • Six Sigma bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses output dengan mengidentifikasi dan menghapus penyebab cacat (kesalahan) dan meminimalkan variabilitas di bidang manufaktur dan proses bisnis. Diwujudkan dengan menggunakan seperangkat metode manajemen mutu, termasuk metode-metode statistik, dan menciptakan infrastruktur khusus.

20 • Upaya berkelanjutan untuk mencapai hasil proses yang stabil. • Manufaktur dan proses bisnis memiliki karakteristik yang dapat diukur, dianalisis, diperbaiki dan dikendalikan. • Mencapai peningkatan kualitas yang berkelanjutan memerlukan komitmen dari seluruh organisasi, terutama dari manajemen tingkat atas.

21 • Adalah badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standardisasi nasional setiap negara. • Didirikan pada 23 Februari 1947, ISO menetapkan standar-standar industrial dan komersial dunia. ISO, yang merupakan lembaga nirlaba internasional, pada awalnya dibentuk untuk membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja.

22 • Meningkatkan citra perusahaan • Meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan • Meningkatkan efisiensi kegiatan • Memperbaiki manajemen organisasi dengan menerapkan perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan tindakan perbaikan (plan, do, check, act) • Meningkatkan penataan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dalam hal pengelolaan lingkungan • Mengurangi risiko usaha • Meningkatkan daya saing • Meningkatkan komunikasi internal dan hubungan baik dengan berbagai pihak yang berkepentingan • Mendapat kepercayaan dari konsumen/mitra kerja/pemodal.

23 Aspek-Aspek Yang Perlu Diukur Dalam Program Pengukuran Kualitas  Aspek Internal  Aspek Eksternal Prinsip Dasar Riset Kepuasan Pelanggan : 1. Riset harus berfokus pada harapan pelanggan 2. Riset harus berfokus pada kualitas dari produk 3. Seluruh karyawan harus dilibatkan 4. Data kualitatif dan kuantitatif harus dikumpulkan 5. Pertanyaan-pertanyaan dalam survai atau wawancara harus spesifik 6. Instrumen riset harus dirancang 7. Penghargaan atas sistem intensif

24  Kualitas produk  Dukungan purna jual  Interaksi antara karyawan (pekerja) dan pelanggan Pengukuran Performansi Kualitas dalam 4 Dimensi :  Pelanggan  Pemegang Saham  Pekerja  Masyarakat

25  Komitmen eksekutif (executive Commitment)  Mendengarkan pelanggan (listening to Customer)  Pendekatan Tim Kerja sama (Use of Teams)  Berfokus pada Proses (Focus on Process)  Organisasi Terbuka (Open Organization )

26  Berdasarkan pada tiga nilai utama, yaitu :  respect for the individual  customer service  excellence in all that is done  Proses TQM dari IBM disebut sebagai market driven quality (MDQ). Fungsi-fungsi pemasaran dalam IBM bertanggung jawab untuk mengumpulkan data pasar, melakukan analisa kompetitif, memilih pasar, mengidentifikasikan dan menilai kapabilitas dan mengembangkan strategi-strategi untuk menawarkan produk (barang dan atau jasa

27  Pemberdayaan karyawan (employee empowerment)  Employee Involvement (EI),tim kerja sama untuk bertindak sebagai kekuatan pendorong dari proses implementasi.  Pelatihan dan pengembangan (training & developing)

28 Program reduksi biaya terus-menerus (continuous cost reduction program) Biaya kualitas:  Biaya Kegagalan Internal (Internal Failure Cost)  Biaya Kegagalan Eksternal (External Failure Cost)  Biaya penilaian (Apraisal Cost)  Biaya pencegahan (prevention Cost)

29


Download ppt "DISUSUN OLEH:  Gerry Taufan Anggoro, SE  Margi Cahya Hidayat, SE  Satria Hubbul Wathoni, S.ST  Remond Respati Hartono, S. St. Par."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google