Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Analisis Performance Cloud Computing berbasis Platform as A Service (PaaS) dengan Eucalyptus System dan Open Stack pada Ubuntu Server Oleh : M. Supriadi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Analisis Performance Cloud Computing berbasis Platform as A Service (PaaS) dengan Eucalyptus System dan Open Stack pada Ubuntu Server Oleh : M. Supriadi."— Transcript presentasi:

1 Analisis Performance Cloud Computing berbasis Platform as A Service (PaaS) dengan Eucalyptus System dan Open Stack pada Ubuntu Server Oleh : M. Supriadi Achmad Iffan Marzuq

2 Rumusan masalah  Bagaimana mengimplementasi Eucalyptus sebagai private cloud berbasis PaaS.  Bagaimana mengimplementasi Openstack sebagai private cloud berbasis PaaS.  Bagaimana menyediakan RAM, HardDisk, operatying system sesuai dengan permintaan user.  Bagaimana menjalankan benchmarking untuk membandingkan performance dari kedua private cloud.

3 Batasan masalah  Hanya menggunakan linux desktop sebagai clientnya.  Menggunakan RAM 512MB.  Menggunakan HardDisk 10GB pada setiap client.  Menggunakan default networking management.  Hanya menjalankan 2 client secara bersamaan.  Pengujian system hanya terbatas pada disk read/write, RAM, prosesor.

4 Tujuan  Tujuan  Tujuan dari pembuatan Tugas Akhir ini yaitu sebagai berikut :  Implementasi Eucalyptus sebagai private cloud.  Implementasi Openstack sebagai private cloud.  Menyediakan RAM, HardDisk, operating system sesuaidenganpermintaan user.  Menjalankan benchmarking untuk mengetahui performance dari kedua private cloud.

5 Apa itu cloud computing  Cloud computing adalah sebuah arsitektur teknologi informasi yang dimana sumber daya komputasi tersedia sebagai layanan yang dapat diakses melalui internet.  Cloud computing pada dasarnya adalah menggunakan internet-based service untuk mendukung proses bisnis. Cloud service biasanya memiliki beberapa karakteristik, diantaranya adalah sangat cepat di deploy, sehingga cepat berarti instant untuk implementasi.

6 Pembagian cloud  Infrastructure as a service, hal ini meliputi grid untuk virtualized server, storage & network. Contohnya seperti amazon elastic compute cloud dan simple storage service.  Platform as a service, hal ini memfokuskan pada aplikasi dimana dalam hal ini memungkinkan developer untuk tidak memikirkan hardware dan tetap fokus pada application developmentnya tanpa harus mengkhawatirkan operating system, infrastructure scaling, load balancing dan lainya. Contohnya yang telah mengimplementasikan ini adalah force.com dan microsoft azure investment.  Software as a service, hal ini memfokuskan pada aplikasi dengan web-based interface yang diakses melalui web service dan web 2.0. Contohnya adalah google apps, salesforce.com dan social network application seperti facebook.

7 Eucalyptus cloud Eucalyptus adalah singkatan dan berdiri untuk Elastic Utility Computing Architecture for Linking Your Programs To Useful Systems yang artinya arsitektur utility computing elastis untuk menghubungkan program anda.

8 Openstack cloud OpenStack adalah teknologi cloud computing yang menyediakan sistem operasi cloud untuk public dan private cloud di bawah Apache License. Saat ini telah didukung oleh lebih dari 60 company yang berkontribusi untuk mengembangkan teknologi ini.

9 Phoronix suite Phoronix Test Suite adalah pengujian paling komprehensif dan platform lain dalam hal ini menyediakan kerangka extensible untuk test. Perangkat lunak ini juga di rancang dengan tolak ukur kualitatif dan kuantitatif dengan mengukur secara bersih dan mudah di gunakan.

10 Kesimpulan 1. Implementasi Eucalyptus sebagai private cloud berjalan dengan baik menggunakan dua server, sebagi node controller dan sebagai cloud controller, jika menggunakan satu komputer saja maka performance dari eucalyptus kurang baik. 2. Implementasi Openstack sebagai private cloud berjalan dengan baik, penulis merekomendasikan menggunakan keystone sebagi credentialnya bukan menggunakan konfigurasi default dari openstack, karena jika menggunakan konfigurasi secara default maka varian rule tidak dapat digunakan. 3. Setelah menjalankan benchmarking dan uji rata-rata didapat kesimpulan sebagai berikut:  Berdasarkan pengujian rata-rata terhadap memory (RAM), maka dapat disimpulkan bahwa performance memory instance pada Eucalyptus lebih baik dari pada Openstack. Baik pada pemprosesan tipe data berupa integer maupun floating point.  Berdasarkan pengujian rata-rata terhadap disk (Harddisk), maka dapat disimpulkan bahwa performance read disk instance pada OpenStack lebih baik dari pada Eucalyptus. Dan untuk performance write disk instance pada Eucalyptus lebih baik dari pada OpenStack.  Berdasarkan pengujian rata-rata terhadap processor, maka dapat disimpulkan bahwa performance processor instance pada OpenStack lebih baik dari pada Eucalyptus.  Dilihat dari 3 pengujian performance instance diatas maka penulis menyimpulkan bahwa cloud system Eucalyptus lebih baik dari pada cloud system OpenStack.


Download ppt "Analisis Performance Cloud Computing berbasis Platform as A Service (PaaS) dengan Eucalyptus System dan Open Stack pada Ubuntu Server Oleh : M. Supriadi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google