Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PELATIHAN MANAJEMEN PERUSAHAAN AIR MINUM TINGKAT MUDA Disampaikan oleh : Ambar Muryati, S.E., M.M. Pandanaran Semarang, 5 Maret 2013.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PELATIHAN MANAJEMEN PERUSAHAAN AIR MINUM TINGKAT MUDA Disampaikan oleh : Ambar Muryati, S.E., M.M. Pandanaran Semarang, 5 Maret 2013."— Transcript presentasi:

1 PELATIHAN MANAJEMEN PERUSAHAAN AIR MINUM TINGKAT MUDA Disampaikan oleh : Ambar Muryati, S.E., M.M. Pandanaran Semarang, 5 Maret 2013

2 Planning Organizing Actuating Controling

3  Planning  Adanya Master Plan  Adanya Corporate Plan  Adanya Busines Plan  Tersusunnya RKAP  Organizing  Struktur Organisasi Ramping dan Multi fungsi  SOP  Peraturan-peraturan yang berkaitan dengan Kepegawaian 3

4  Actuating  Manajemen Sumber Daya Manusia  Pembentukan Tim Pelaksana untuk Kegiatan – kegiatan yang penting  Pemberian Tunjangan-tunjangan :  Tunjangan Disiplin  Tunjangan Kinerja  Tunjangan Humas  Controling  SPI dan Pengawasan Melekat  Adanya Tim Pemeriksa Pekerjaan  Pengawas Pekerjaan 4

5  Knowledge  Skill  Attitude  20 % = knowledge + skill  80 % = attitude 5

6  Jujur  Bertanggung Jawab  Disiplin  Visioner  Kerjasama  Adil  Peduli

7  Harus dicintai  Pandai menjalin hubungan  Harus dipercaya  Integritas / Kejujuran  Harus Bisa Diikuti  Harus suka menolong  Harus Bisa Mengkader  Pandai Membimbing  Pemimpin Abadi  Representasi Hati

8  Buang yang jelek  Ambil yang baik  Ciptakan yang baru

9

10 Standarisasi harga Standarisasi harga SEMUA SUB SIE UNIT - UNIT SEMUA SUB SIE UNIT - UNIT TEAM ANGGARAN DIREKSI BADAN PENGAWAS Alur Pembuatan Anggaran

11 1.Sub Sie Perencanaan Keuangan, bulan Mei mulai survey harga barang serta melihat dari nota – nota pembelian untuk membuat Standarisasi Harga Barang dan Jasa bekerja sama dengan Sub Sie Perenc. tehnik untuk dasar pembuatan RKAP. 2.Awal bulan Juni Sub Sie Perencanaan Keuangan membagikan blangko RKAP ( Blangko kosong sesuai RKAP tahun sebelumnya bila ada kurang/lebih dapat ditambahkan) ke semua Sub Seksi dan Unit unit yang ada, dan pengisiannya melihat kondisi Existing th. Berjalan, dengan jadwal pengumpulan kembali RKAP tersebut pada bulan Juli. 3.Setelah semua masuk kembali ke Sub Seksi Perencanaan Keuangan, data tersebut kita masukkan se- suai data masing-masing. ( waktu ± 1 bulan ) Setelah masuk menjadi Draf awal murni 4.Bulan Juli Team Anggaran rapat membahas RABOP per Seksi / Unit,expose didepan Direksi mempertanggung jawabkan RABOP yang telah dibuat antara lain rencana sambungan baru yang dikaitkan dengan besarnya investasi ( Air baku dan pelengkapnya, jaringan termasuk dengan wilayah yang mau dikembangkan, ajuan Inventaris yang dianggarkan dikonfirmasikan dengan inventaris yang masih ada, Biaya2 operasi dan pemeliharaan ) setelah selesai menjadi Draf RKAP kedua. Alur Pembuatan Anggaran Perusahaan PDAM Klaten

12 5.Draf kedua selesai kita rapat dengan Direksi ( bulan Agustus ) beberapa kali, apabila draf tersebut masih ada perbaikan kita perbaiki dan setelah kita perbaiki dan disetujui Direksi RKAP Draf sementara selesai. 6.Langkah selanjutnya Direksi bersama Team Anggaran mengadakan rapat dengan Badan Pengawas PDAM Klaten ( Oktober ) untuk membahas Draf RKAPsementara, dimana biasanya dalam rapat dengan Badan Pengawas ada masukan2 dan saran pendapat untuk dimasukkan RKAP th. Yang bersangkutan. 7.Dari hasil rapat dengan Badan Pengawas kita perbaiki RKAP yang dibahas menjadi RKAP.Dan selanjutnya untuk dapat disetujui oleh Badan Pengawas dan selanjutnya dimintakan pengesahan oleh Bupati ( Oktober ). Setelah disahkan oleh Bupati RKAP kembali ke PDAM Klaten, untuk selanjutnya dijadikan pedoman kerja pada tahun yang bersangkutan. 8.Langkah selanjutnya Sub Seksi Perencanaan Keuangan membagikan RKAP masing–masing Sub Seksi dan Unit – unit yang telah disetujui Bupati dan dijadikan pedoman untuk tahun berjalan. 9.Untuk selanjutnya setiap Tri Wulan Sub Seksi Perencanaan Keuangan mengadakan evaluasi anggaran dengan Team Anggaran, dan minimal setahun dua kali juga mengadakan rapat evaluasi dengan Badan Pengawas

13  Untuk mengelola arus dana yg masuk maupun keluar, dari suatu perusahaan seefisien dan seefektif mungkin. - fungsi penggunaan dana (allocation of funds) - fungsi mendapatkan dana (raising of funds)  Untuk mengelola arus dana yg masuk maupun keluar, dari suatu perusahaan seefisien dan seefektif mungkin. - fungsi penggunaan dana (allocation of funds) - fungsi mendapatkan dana (raising of funds)

14  Laporan keuangan merupakan hasil akuntansi.  Laporan yang digunakan untuk memaparkan status finansial perusahaan adl : - Neraca (Balance sheet) - Laporan rugi-laba (Income statement) - Laporan aliran kas (Cash flow statement)  Laporan keuangan merupakan hasil akuntansi.  Laporan yang digunakan untuk memaparkan status finansial perusahaan adl : - Neraca (Balance sheet) - Laporan rugi-laba (Income statement) - Laporan aliran kas (Cash flow statement)

15 Tujuan : menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan, pd suatu tanggal tertentu. Neraca hrs selalu seimbang, dinyatakan dg persamaan : AKTIVA = KEWAJIBAN Tujuan : menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan, pd suatu tanggal tertentu. Neraca hrs selalu seimbang, dinyatakan dg persamaan : AKTIVA = KEWAJIBAN

16 a) Aktiva ( asset) ~ Aktiva lancar ~ Aktiva tetap Total harta = Aktiva tetap + Aktiva lancar a) Aktiva ( asset) ~ Aktiva lancar ~ Aktiva tetap Total harta = Aktiva tetap + Aktiva lancar

17 b) Utang a) Utang lancar b) Utang jangka panjang Utang = Utang lancar + Utang jangka panjang c) Modal Modal = Modal Saham + Laba yg ditahan b) Utang a) Utang lancar b) Utang jangka panjang Utang = Utang lancar + Utang jangka panjang c) Modal Modal = Modal Saham + Laba yg ditahan

18  Neraca tdk mencerminkan nilai yg tengah berlaku, krn para akuntan menerapkan biaya- biaya historis pd landasan perhitungan & pelaporan nilai-nilai aktiva-pasiva  Pada tingkat tertentu, perhitungan dilakukan secara kira-kira (tdk pasti)  Depresiasi diperhitungkan tetapi apresiasi diabaikan  Banyak hal yg memiliki nilai finansial tdk dimasukkan, seperti SDM.  Neraca tdk mencerminkan nilai yg tengah berlaku, krn para akuntan menerapkan biaya- biaya historis pd landasan perhitungan & pelaporan nilai-nilai aktiva-pasiva  Pada tingkat tertentu, perhitungan dilakukan secara kira-kira (tdk pasti)  Depresiasi diperhitungkan tetapi apresiasi diabaikan  Banyak hal yg memiliki nilai finansial tdk dimasukkan, seperti SDM.

19  Laporan rugi lapa merupakan ringkasan dari pendapatan yg diterima perusahaan, yg diimbangi dg biaya-biaya operasional yg terjadi barang-barang / jasa terjual pada waktu yg sama.  Merupakan upaya utk mengukur hasil bersih yg dihasilkan operasi perusahaan selama selang waktu tertentu, bisa selama tiga (3) bulan atau satu tahun.  Laporan rugi lapa merupakan ringkasan dari pendapatan yg diterima perusahaan, yg diimbangi dg biaya-biaya operasional yg terjadi barang-barang / jasa terjual pada waktu yg sama.  Merupakan upaya utk mengukur hasil bersih yg dihasilkan operasi perusahaan selama selang waktu tertentu, bisa selama tiga (3) bulan atau satu tahun.

20 Prinsip Umum Laporan Rugi-Laba :  Bagian pertama, menunjukkan penghasilan yg diperoleh dari usaha pokok perusahaan  Bagian kedua, menunjukkan biaya-biaya operasional  Bagian ketiga, menunjukkan hasil-hasil yang diperoleh di luar operasi pokok perusahaan, diikuti biaya-biaya yg terjadi  Bagian keempat, menunjukkan laba / rugi yg insidentil sehingga diperoleh laba bersih sebelum pajak pendapatan. Prinsip Umum Laporan Rugi-Laba :  Bagian pertama, menunjukkan penghasilan yg diperoleh dari usaha pokok perusahaan  Bagian kedua, menunjukkan biaya-biaya operasional  Bagian ketiga, menunjukkan hasil-hasil yang diperoleh di luar operasi pokok perusahaan, diikuti biaya-biaya yg terjadi  Bagian keempat, menunjukkan laba / rugi yg insidentil sehingga diperoleh laba bersih sebelum pajak pendapatan.

21 Perbedaan antara Laba, Rugi dan Cash Flow

22  Likuiditas  Hutang  Efisiensi  Profitabilitas  Nilai Dasar

23  Rasio Likuiditas mengukur kemampuan suatu perusahaan utk memenuhi hutang-hutang lancar yg harus dibayar.  Dapatkah perusahaan membayar tagihan-tagihan lancarnya? Rasio Likuiditas mencakup : a. Rasio Lancar b. Quick Ratio c. Rasio Modal Kerja

24 a. Rasio Lancar Merupakan Rasio yg sering kali dipakai utk mengukur Likuiditas, Rasio ini merupakan rasio antara Aktiva Lancar dg Hutang Lancar. a. Quick Ratio b. Rasio Modal Kerja

25

26  Seberapa besar kebutuhan penerimaan yang dibutuhkan perusahaan air minum  Pendekatan biaya : Utilitas harus menentukan biaya pelayanan  Dua cara pendekatan yang biasa digunakan :  Pendekatan Utilitas  Pendekatan Kebutuhan Kas

27  Dua Kategori Utama :  Biaya Operasional dan Perawatan (OM)  Biaya-biaya rutin atau berkala yang timbul dalam penyediaan pelayanan saat ini  Kebutuhan-kebutuhan Modal  Peralatan atau fasilitas yang memberikan manfaat lebih dari satu tahun

28  Pendekatan ini umumnya digunakan jika pemerintah bertanggung jawab di dalam mengesahkan tarif air untuk suatu perusahaan penyedia air swasta  Metode mengijinkan untuk memperoleh keuntungan  Membolehkan utilitas untuk menutup biaya operasional dan kebutuhan modal sebagimana ditetapkan oleh prinsip-prinsip umum sistem akuntansi  Berdasarkan atas pendekatan perolehan akunting

29  Utilitas dibolehkan untuk memperoleh pengembalian atas modal yang diinvestasikan  Kebutuhan-kebutuhan penerimaan dihitung untuk suatu tahun dasar histori  Pengembalian dikalkulasikan dengan menerapkan suatu tingkat pengembalian yang diijinkan atas suatu tarif dasar.  Tingkat pengembalian merupakan gabungan dari “biaya hutang” dan biaya modal

30  RR = OM+D+T+r*B  RR : Kebutuhan penerimaan  OM : Biaya Operasional dan Pemeliharaan  D : Depresiasi  T : Pajak  R : Tingkat Pengembalian  B : Tarif Dasar

31  Biaya operasional dan pemeliharaan selama satu tahun diperkirakan 25 Milyar  Pajak perusahaan selama satu tahun diperkirakan 5 Milyar  Barang-barang Pokok (perlengkapan dan fasilitas pengolahan) sebesar 100 Milyar  Tingkat pengembalian yang wajar atas barang yang diinvestasikan untuk perusahaan adalah 10%  Rate base perusahaan saat ini akan didepresiasikan dengan menggunakan metode garis lurus selama 20 tahun

32  RincianJumlah  Biaya OMRp. 25 M  DepresiasiRp. 5 M  PajakRp. 5 M  Keuntungan = Tk Keuntungan * Tarif DasarRp. 10 M  Kebutuhan PenerimaanRp. 45 M

33  Perkiraan kebutuhan anggaran tunai digunakan sebagai dasar untuk penentuan tarif  Beberapa kebutuhan-kebutuhan modal secara tipikal dimasukkan di dalam kebutuhan penerimaan sebagai berikut :  Membayar hutang (poko dan bunga)  Modal  Kontribusi untuk dana cadangan  Barang-barang modal yang besar biasanya dimasukkan dengan penerbitan surat berharga atau penggunaan dana cadangan

34  Biaya operasional dan pemeliharaan selama satu tahun diperkirakan 25 Milyar  Pajak perusahaan selama satu tahun diperkirakan 5 Milyar  Bunga pinjaman dan pokok sampai setahun kedepan sebesar 3,5 Milyar dan 9,5 Milyar  Perusahaan mengharapkan dapat mngadakan barang modal skala kecil dari dana 1 Milyar tanpa pinjaman  Perusahaan merencanakan untuk melakukan kontribusi dalam rangka mencadangkan uang bagi penggantian peralatan dimasa datang sebesar Rp. 800 juta, untuk perluasan Rp. 600 juta, untuk pembayaran obligasi dimasa datang Rp. 500 juta dan tujuan stabilisasi Rp 600 juta

35  Biaya operasional dan pemeliharaan25 M  Pajak 5 M  Bunga pinjaman 3,5 M  Pokok pinjaman 9,5 M  Modal 2 M  Kontribusi dana cadangan 0,8 M  Kontribusi dana cadangan 0,6 M  Kontribusi dana cadangan 0,5 M  Kontribusi dana cadangan 0,6 M  Kebutuhan Penerimaan47,5 M

36 KEB. KASUTILITAS  Biaya operasional dan pemeliharaan25 M25 M  Pajak 5 M 5 M  Depresiasi 5 M  Bunga pinjaman 3,5 M  Pokok pinjaman 9,5 M  Keuntungan yang layak 10 M  Modal 2 M  Kontribusi dana cadangan 0,8 M  Kontribusi dana cadangan 0,6 M  Kontribusi dana cadangan 0,5 M  Kontribusi dana cadangan 0,6 M  Kebutuhan Penerimaan47,5 M45,0 M

37 Aktiva Tetap (Fixed Assets) yang merupakan aktiva berwujud yang digunakan dalam perusahaan yang sifatnya permanen atau relatif tetap, meliputi peralatan, mesin, bangunan secara bertahap menyusut atau kemampuan kegunaannya akan semakin berkurang dengan berlalunya waktu.

38 Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan manfaat dibagi 2 kategori :  Penyusutan Fisik, yang mencakup keusangan karena pemakaian dan keausan karena gerakan elemen- elemen.  Penyusutan Fungsional, yang meliputi ketidaklayakan (inadequency) dan ketinggalan jaman (obsolescence)

39 Faktor yang mempengaruhi beban penyusutan periodik : 1. Harga pokok semula 2. Nilai residu 3. Umur manfaat aktiva tersebut.

40 Hubunga antara ke 3 faktor ini dengan beban penysutan periodik disajikan dalam diagram berikut : Harga pokok awal Nilai Residu Harga Pokok Yang Dapat Disusutkan Beban Penyusutan Periodik Umur Manfaat

41 a.Metode Garis Lurus ( Straight – Line Method ) b. Metode Unit Produksi ( Units-of-Production Method ) c. Metode saldo – Menurun ( Declining Balance Method ) d. Metode Jumlah angka Tahun ( Sum of the years digits method )

42 Metode garis lurus dalam menghitung penyusutan berarti beban penyusutan dibebankan secara merata selama estimasi umur aktiva tersebut. Misal, harga perolehan aktiva yang dapat disusutkan sebesar , nilai residu ditaksir sebesar dan estimasi umur selama 5 tahun – 1.000= / tahun 5

43 Metode unit produksi menghasilkan beban penyusutan yang berbeda-beda menurut jumlah penggunaan aktiva Misal, sebuah mesin dengan harga perolehan sebesar dan estimasi nilai residu diharpakan memiliki umur selama jam mesin. Jadi penyusutan per unit untuk satu jam mesin dihitung sbb: – = 1,50 / jam mesin

44 TahunHargaPerolehanAkumulasiPenyusutan Awal Tahun Nilai Buku Awal Tahun TarifPenyusutanUntuk Thn. Berjalan Nilai Buku Akhir Tahun % Metode saldo menurun menghasilkan beban penyusutan Periodik yang semakin menurun sepanjang umur estimasi Aktiva itu.

45 Metode jumlah angka tahun memberikan hasil yang sama seperti yang dihasilkan metode saldo menurun.TahunHargaPerolehanDikurangi Nilai Residu TarifPenyusutan Untuk Tahun BerjalanAkumulasiPenyusutan Akhir Tahun Nilai Buku Akhir Tahun /154/153/152/151/

46  Pembebanan sama selama umur aktiva:  Metode garis lurus dan  Metode unit produksi  Pembebanan tidak sama (menurun) atau dipercepat:  Metode saldo menurun  Metode jumlah angka  Pembebanan sama selama umur aktiva:  Metode garis lurus dan  Metode unit produksi  Pembebanan tidak sama (menurun) atau dipercepat:  Metode saldo menurun  Metode jumlah angka

47 Aktiva tetap dinilai dengan harga perolehan, harga belinya termasuk semua biaya yang dikeluarkan sampai dengan aktiva tetap siap digunakan, sedang untuk perhitungan penyusutan aktiva tetap menggunakan metode garis lurus dan saldo menurun sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan Nomor 7 tahun 1983 jo. UU No. 10 tahun 1994, telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang Undang No. 17 tahun 2000 secara rinci diatur dalam surat edaran Dirjen Pajak Nomor: SE-07/PJ.42/2002 tanggal 8 Mei 2002.

48 Terdapat dua kelompok kriteria penilaian : o Kelompok pertama tidak memperhitungkan faktor waktu terhadap nilai uang, seperti :  Pay Back Period (Periode Pengembalian)  Return on Investment (ROi, Pengembalian atas Investasi) o Kelompok kedua mengikuti konsep ekivalen dengan memberikan bobot kuantitatip faktor waktu terhadap nilai uang  Net Present Value (NPV, Nilai sekarang Neto)  Internal Rate of Return (IRR, Arus Pengembalian Internal)  Index Profitabilitas.

49  Pay Back Period ( Periode Pengembalian) Diartikan sebagai jangka waktu yang diperlukan untuk megembalikan modal suatu investasi dari aliran kas bersih per tahun. 1) Aliran Kas Tahunan dengan Jumlah tetap 2) Aliran Kas Tahunan dengan Jumlah Tidak Tetap 3) Keuntungan dan Keterbatasan Keuntungan : - Sederhana - Berlaku seperti indeksi resiko bagi investor Keterbatasan : - Tdk memberikan gambaran situasi aliran kas stlh periode pengembalian selesai - Tdk mempertimbangkan nilai waktu dari uang - Tdk memberikan indikasi profitabilitas

50 Adalah perbandingan antara pemasukan (income) per tahun dengan dana investasi. Keunggulandan Keterbatasan Keunggulan ROI: - Mudah dipahami dan mudah perhitungannya - Menjangkau seluruh umur investasi Keterbatasan ROI: - Tdk menunjukkan profil laba thdp waktu - Tdk mempertimbangkan nilai waktu dari uang ROI = Pemasukan Investasi X 100 %

51 Suatu usaha memerlukan biaya pertama Rp. 26 juta dengan perkiraan nilai sisa Rp. 6 juta, pada akhir tahun ke- 4. Adapun proyeksi pemasukan bersih sebelum pajak setiap tahun adalah sbb: Tahun kePemasukan neto (Rp) 13,0 24,0 35,5 43,0 Hitung ROI ?

52  Jawaban : Pertama-tama dihitung pemasukan neto rata-rata per tahun sebelum pajak. (3,0 + 4,0 + 5,5 + 3,0) = 3,875 4 Kemudian a. 3, = 14,9 % 26,0 b. 3, = 24,2 % (½) ( 26,0 + 6,0) c. Bila dimisalkan besar pajak = 30% maka ROI setelah pajak menjadi (3,875) (1 – 0,3) 2, = = 16,9 % (½) ( 26,0 + 6,0) 1,6

53  Net Present Value (Nilai Sekarang Neto)  Internal Rate Of Return (IRR)  Indeks Profitabilitas Nilai sekarang aliran kas masuk Nilai sekarang aliran kas keluar NPV = n ∑ t=0 (C) t ( 1 + i ) t n ∑ t=0 (Co) t (1 + i ) t n ∑ t=0 (C) t (1 + t ) t = n ∑ t=0 (Co) t (1 + i ) t

54  Berapa jumlah sambungan yang bisa terpasang dengan adanya investasi tersebut ?  Berapa m 3 jumlah air yang bisa dijual atau rata-rata m 3 per sambungannya ?  Berapa biaya rata-rata operasional per m 3 - nya ( full cost )  Berapa rata-rata tarif per m 3 - nya ?  Kalau sudah diketahui rata-rata biaya dan tarif per m 3 – nya, selanjutnya berapa selisihnya. Kalau negatif maka proyek tidak layak, sedangkan kalau positif berapa persen selisihnya. Dalam kriteria ROI minimal 10%.  Berapa FIRR, NPV – nya dan berapa tahun investasi itu akan kembali ? (untuk menghitung BEP rata-rata biaya per m 3 adalah biaya sebelum depresiasi)

55  Jumlah sambungan rumah yg akan dipasang=5 buah  Biaya sambungan rumah / sambungan=Rp  Pendapatan Sambungan Rumah (Rekening) min=Rp  Biaya Pemasangan Jaringan Distribusi=Rp. 3 juta  Perhitungan PBP : Tanpa Bunga Dengan Bunga (50%) 3 juta 3 juta + (50%x3 jt) x 1 th = 4,5 th = 6,8 th 5 x x 12 5 x x 12 Dimisalkan PBP yang dikehendaki = 3 tahun, maka tiap pelanggan dibebani dengan biaya tambahan untuk pemasangan jaringan distribusi sebesar Rp Perhitungan PBP : Tanpa Bunga 3 juta – (5x ) x 1 th = 0,76 tahun = 9 bulan 5 x x 12 Dengan Bunga (50%) 4,5 juta – (5x ) x 1 th = 3,03 tahun 5 x x 12

56 DOKUMEN BUKU BESAR KEGIATAN / TRANSAKSI BUKU JURNAL HARIAN ` LAPORAN KEUANGAN •NRC LAJUR •NERACA •LABA/RUGI •ARUS KAS •RINCIAN BIAYA Akuntansi / Pembukuan: Suatu kegiatan pengklasifikasian pencatatan berebagai transaksi Keuangan secara kronologis dan sistematis yang terjadi sampai Pada tersusunnya laporan keuangan pada perusahaan. Buku Pembantu Laporan Pendukung

57  Pembelian material  Pemasangan Sambungan Baru  Pembuatan / Penjualan Rekening  Pemakaian Bhn Instalasi & Kimia  Pengelolaan Kas Kecil  dan transaksi lainnya.

58 JURNAL  Jurnal Umum  Jurnal Khusus :  Voucher ( DVHD)  Bayar Kas ( JBK )  Penerimaan Kas ( JPK )  Rekening ( JR )  Pemakaian Bhn Intalasi & Kimia ( JPBIK )

59 PENCATATAN TRANSAKSI : 1. PEMBELIAN / PENGADAAN BARANG Jurnal Pengadaan / Pengakuan Hutang : (D) Biaya (D) Aktiva (K) Utang Yang Masih Harus Dibayar Jurnal Pembayaran Utang : (D) Utang Yang Masih Harus Dibayar (K) K a s 2. PEMAKAIAN BHN INSTALASI DAN KIMIA Dibebankan sebagai biaya (D) Biaya (K) Persediaan

60 Dibebankan sebagai Aktiva : (D) Aktiva Dalam Penyelesaian (K) Persediaan Jurnal Balik : (D) Aktiva (K) Aktiva Dalam Penyelesaian 3. SAMBUNGAN BARU Jurnal Piutang : (D) Piutang Non Air (D) Samb. Baru Yang Akan Ditagihkan (K) Pendapatan Samb. Baru (K) Uang Jaminan Langganan (K) PPN Non Air Jurnal Penerimaan : (D) K a s (K) Piutang Non Air Jurnal Angsuran : (D) Piutang Non Air (K) Samb. Baru Yang Akan Ditagihkan

61 4. PENERBITAN REKENING AIR. Jurnal Piutang Rekening Air (D) Piutang Rekening Air (K) Pendapatan Air (K) Cadangan Dana Meter Jurnal Penerimaan Piutang Rek Air : (D) K a s (K) Pitang Rekening Air 5. Transakasi-transaksi Lainnya :  Pengelolaan Kas Kecil  Pembukuan Saldo Awal/ Akhir Bhn Bakar & ATK  Pendapatan Jasa /Biaya Bank  Biaya Penyusutan  dan lainya.

62

63

64  Perkiraan kebutuhan anggaran tunai digunakan sebagai dasar untuk penentuan tarif  Beberapa kebutuhan-kebutuhan modal secara tipikal dimasukkan di dalam kebutuhan penerimaan sebagai berikut :  Membayar hutang (poko dan bunga)  Modal  Kontribusi untuk dana cadangan  Barang-barang modal yang besar biasanya dimasukkan dengan penerbitan surat berharga atau penggunaan dana cadangan

65  Biaya operasional dan pemeliharaan selama satu tahun diperkirakan 25 Milyar  Pajak perusahaan selama satu tahun diperkirakan 5 Milyar  Bunga pinjaman dan pokok sampai setahun kedepan sebesar 3,5 Milyar dan 9,5 Milyar  Perusahaan mengharapkan dapat mngadakan barang modal skala kecil dari dana 1 Milyar tanpa pinjaman  Perusahaan merencanakan untuk melakukan kontribusi dalam rangka mencadangkan uang bagi penggantian peralatan dimasa datang sebesar Rp. 800 juta, untuk perluasan Rp. 600 juta, untuk pembayaran obligasi dimasa datang Rp. 500 juta dan tujuan stabilisasi Rp 600 juta

66  Biaya operasional dan pemeliharaan25 M  Pajak 5 M  Bunga pinjaman 3,5 M  Pokok pinjaman 9,5 M  Modal 2 M  Kontribusi dana cadangan 0,8 M  Kontribusi dana cadangan 0,6 M  Kontribusi dana cadangan 0,5 M  Kontribusi dana cadangan 0,6 M  Kebutuhan Penerimaan47,5 M

67 KEB. KASUTILITAS  Biaya operasional dan pemeliharaan25 M25 M  Pajak 5 M 5 M  Depresiasi 5 M  Bunga pinjaman 3,5 M  Pokok pinjaman 9,5 M  Keuntungan yang layak 10 M  Modal 2 M  Kontribusi dana cadangan 0,8 M  Kontribusi dana cadangan 0,6 M  Kontribusi dana cadangan 0,5 M  Kontribusi dana cadangan 0,6 M  Kebutuhan Penerimaan47,5 M45,0 M


Download ppt "PELATIHAN MANAJEMEN PERUSAHAAN AIR MINUM TINGKAT MUDA Disampaikan oleh : Ambar Muryati, S.E., M.M. Pandanaran Semarang, 5 Maret 2013."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google