Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Direktorat Jenderal Perbendaharaan TRAINING PT Multipolar Corporation Tbk Agustus 2008 PT Multipolar Corporation Tbk Agustus 2008.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Direktorat Jenderal Perbendaharaan TRAINING PT Multipolar Corporation Tbk Agustus 2008 PT Multipolar Corporation Tbk Agustus 2008."— Transcript presentasi:

1 Direktorat Jenderal Perbendaharaan TRAINING PT Multipolar Corporation Tbk Agustus 2008 PT Multipolar Corporation Tbk Agustus 2008

2 2 Agenda Materi Training Konsep dasar networking : •Pengertian sebuah networking •Topology networking •Media networking •Teknologi networking •Pengalamatan network / IP addressing Interkoneksi dan troubleshooting network : •Pengenalan perangkat Cisco router •Troubleshooting untuk network WAN & LAN

3 3 Konsep Kerja Network

4 4 Pengertian Network Network – Kombinasi perangkat keras, perangkat lunak, dan pengkabelan (cabling), yang memungkinkan berbagai alat komputasi berkomunikasi satu sama lain.

5 5 Perkembangan Network Peer-to-peer: komunikasi antara 2 komputer untuk share file dan printer. LANs (Local Area Networks): beberapa komputer yang terhubung disuatu lokasi. WANs (Wide Area Networks): network yang menghubungkan antar LAN.

6 6 Simbol Media Jaringan Digunakan untuk koneksi LAN Simbol koneksi serial biasanya digunakan untuk koneksi WAN contohnya seperti leased line (T1), ISDN, Frame Relay, ATM, asynchronous dial-up (modem), etc. Sudah jarang digunakan

7 7 Perangkat Jaringan

8 8 Repeaters •Repeaters biasanya digunakan memperpanjang ukuran atau jarak sebuah jaringan yang menggunakan topologi bus. •Repeaters mengambil sebuah sinyal masuk dan memperbaharui sinyal tersebut untuk keluarannya. •Pada umumnya networks (LANs), repeaters sudah digantikan oleh hubs, yang mana telah kebanyakan digantikan oleh switches.

9 9 Hubs •Hubs mengijinkan komputer dan perangkat network lain untuk berkomunikasi satu sama lain, dan menggunakan topology star. •Seperti repeater, hub memperbaharui suatu sinyal. •Hubs mempunyai kerugian yang sama seperti repeater, apapun yang diterima pada sebuah port, akan membanjiri semua keluaran port. •Sekarang hub sudah di ganti oleh switches.

10 10 Switches •Switches kebanyakan terlihat seperti hubs, tetapi di dalamnya terdapat banyak perbedaannya. •Switches bisa mempelajari bagaimana suatu perangkat pada sebuah network, sehingga mereka tidak membanjiri infomarsi (frames), tetapi mereka bisa menyaring informasi hanya ke port keluaran ke arah tujuan sebuah perangkat. •Switches juga menggunakan topologi star.

11 11 Router Sebuah router digunakan untuk memisahkan atau membagi sebuah network dari network yang lain.

12 12 Topologi Network

13 13 Topologi Network Topologi Network menggambarkan suatu struktur dalam network. Physical topology: Tampilan aktual dari kabel atau media. Bus Star, Extended Star Ring Logical topology: Tampilan bagaimana sebuah media di akses oleh hosts untuk mengirim data. Broadcast or multi-access token passing

14 14 Topologi Bus “Topologi bus menggunakan satu bagian backbone (panjangnya kabel) yang semua hostsnya terhubung langsung.

15 15 Topologi Ring • “Sebuah topologi ring menghubungkan sebuah host ke host berikutnya dan host terakhir terhubung ke host yang pertma. • Ini membuat physical ring pada suatu kabel.”

16 16 Topologi Star • “Topologi star menghubungkan semua kabel ke titik pusat yang ada di tengah. • Titik pusat ini selalu menggunakan hub atau switch.”

17 17 Topologi Extended Star • “Suatu topologi extended star diciptakan menggunakan topologi star. • Topologi extended star merupakan gabungan dari topologi star satu sama lain.”

18 18 Topologi Mesh • Topologi Mesh digunakan apabila suatu koneksi tidak boleh putus sama sekali. Untuk sebagai contoh : sistem kontrol pada pembangkit tenaga nuklir. • Masing masing device mempunyai koneksi ke semua hosts. • Ini juga menggambarkan desain sebuah Internet, yang mana mempunyai banyak jalur menuju ke apa saja satu tempat.”

19 19 Teknologi Network LAN WAN

20 20 Local-area networks (LAN) Beberapa teknologi yang umum tentang LAN : •Ethernet •Token Ring •FDDI

21 21 Local-area networks (LAN) LAN di rancang untuk : •Beroperasi di area yang terbatas. •Menyediakan multi-access untuk media dengan bandwith tinggi •Untuk kontrol sebuah network berada pada administrasi lokal •Menyediakan full-time konektivitas untuk service lokal •Secara fisik perangkat jaringan berdekatan.

22 22 Wide-area networks (WAN) Beberapa teknologi yang umum tentang WAN : •Modems (Asynchronous) •Integrated Services Digital Network (ISDN) •Digital Subscriber Line (DSL) •Frame Relay •US (T) and Europe (E) – T1, E1, T3, E3 •Synchronous Optical Network (SONET)

23 23 Wide-area networks (WAN) WAN di rancang untuk : •Beroperasi di daerah geografis yang besar •Menyediakan akses melalui interface serial dengan kecepatan yang rendah. •Menyediakan full-time dan part-time konektivitas. •Secara fisik perangkat jaringan berjauhan.

24 24 Wide-area networks (WAN) Beberapa teknologi yang umum tentang WAN : •Modems (Asynchronous) •Integrated Services Digital Network (ISDN) •Digital Subscriber Line (DSL) •Frame Relay •US (T) and Europe (E) – T1, E1, T3, E3 •Synchronous Optical Network (SONET)

25 25 Pengertian Bandwidth Bandwidth – Adalah jumlah informasi yang mengalir melalui sebuah koneksi network berdasarkan periode waktu. Kenapa Bandwidth itu Penting : •Bandwidth dibatasi oleh fisik dan teknolgi •Bandwidth tidak gratis •Bandwidth sangat penting untuk performance sebuah network

26 26 Analogi Bandwidth

27 27 Ukuran Bandwidth •Dalam sistem digital, satuan dasar untuk bandwidth adalah bits per second (bps). •Bandwidth adalah ukuran berapa banyak informasi atau bits bisa mengalir dari sutau tempat ke tempat yang lain berdasarkan jumlah waktu atau perdetik.

28 28 Limitations •Bandwidth bervariasi tergantung pada : Jenis sebuah media Jenis teknologi dan protokol (LAN, WAN, wireless, dll.) •Fisik sebuah media meliputi beberapa perbedaan.

29 29 Model OSI Layer •Membagi komunikasi network menjadi bagian bagian lebih kecil, supaya lebih mudah di manage. •Standarisasi komponen network untuk mengizinkan berbagai vendor untuk development dan support produknya. •Menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda jenisnya untuk bisa berkomunikasi satu sama lain. •Mencegah terjadinya perubahan dalam satu layer yang bisa mempengaruhi layer lain di dalamnya. •Membagi komunikasi network ke dalam bagian bagian kecil untuk mudah di pelajari dan dipahami.

30 30 OSI Layer •OSI diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO). •OSI menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. •OSI dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien. •Terdapat 7 layer pada model OSI, setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. •Setiap layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung. •Model Layer OSI dibagi dalam dua group: - Upper layer - Lower layer •Pada upper layer fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file di representasikan di komputer. •Pada lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.

31 31 OSI Layer

32 32 Layer Application Application Layer : •Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. •Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program , dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.

33 33 Layer Persentation Presentation Layer: •Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. •Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen,.gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.

34 34 Layar Session Session Layer: •Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. •Koneksi di layer ini disebut “session”.

35 35 Layer Transport Transport Layer: •Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to- end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling).

36 36 Layer Network Network Layer: •Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. •Data pada layer ini berbentuk paket.

37 37 Layer Data Link Data Link Layer: •Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. •Komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error.

38 38 Layer Physical Physical Layer: •Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.

39 39 Repeater: Perangkat Layer 1

40 40 Hub: Perangkat Layer 1

41 41 Switches : Perangkat Layer 2

42 42 Bridge : Perangkat Layer 2

43 43 NIC : Perangkat Layer 2

44 44 Router : Perangkat Layer 3

45 45 Hubungan perangkat dengan layer •Hosts and servers bekerja pada Layer 2-7; Bentuk mereka merupakan proses enkapsulasi. •Routers: Layer 1 sampai 3, bekerja pada layer 3 •Switches dan NICs: Layer 1 dan 2, bekerja pada layer 2 •Hubs dan transceivers: Layer 1

46 46 Ethernet dan TCP/IP Ethernet & TCP/IP merupakan sesuatu yang umum pada LAN protocols, dan mereka sering digunakan bersama. Data Link Layer Physical Layer Network Layer Session Layer Transport Layer Presentation Layer Application Layer TCP/IP Ethernet

47 47 OSI dan TCP/IP

48 48 Proses enkapsulasi data

49 49 Proses enkapsulasi data Networks harus mempunyai kinerja untuk melakukan lima langkah untuk proses enkapsulasi data dibawah ini : •Membuat sebuah data. •Mengkemas sebuah data untuk proses pengiriman. •Memasukkan IP network sebagai header. •Memasukkan data link sebagai layer header and trailer. •Mengkoversi menjadi bits untuk transmission.

50 50 Contoh enkapsulasi data Application Header + data Application Layer Layer 4: Transport Layer Layer 3: Network Layer … Layer 1: Physical Layer

51 51 Unshielded Twisted Pair (UTP) Unshielded twisted-pair cable (UTP) is a four-pair wire medium used in a variety of networks. TIA/EIA-568-A contains specifications governing cable performance. RJ-45 connector When communication occurs, the signal that is transmitted by the source needs to be understood by the destination. The transmitted signal needs to be properly received by the circuit connection designed to receive signals. The transmit pin of the source needs to ultimately connect to the receiving pin of the destination.

52 52 Jenis kabel ethernet

53 53 Kabel UTP Straight-through Host atau RouterHub atau Switch Kabel yang terhubung dari port switch ke port NIC komputer disebut dengan kabel straight-through.

54 54 Kabel UTP Straight-through

55 55 Kabel UTP Cross-over Kabel yang terhubung dari port switch ke port switch yang lain disebut dengan kabel crossover

56 56 Kabel UTP Cross-over

57 57 Kabel UTP Rollover Kabel yang terhubung pada RJ-45 adapter port com komputer ke port console sebuah router atau switch disebut dengan kabel rollover.

58 58 Kabel UTP Rollover Rollover cable Console port Com1 atau Com2 serial port Komputer Router

59 59 Terminasi CAT5 (568A)

60 60 Membuat kabel UTP

61 61 Membuat kabel UTP Potong panjang kabel

62 62 Membuat kabel UTP Kupas lapisan luar kabel

63 63 Membuat kabel UTP Pisahkan untuk susunan setiap warna kabel

64 64 Membuat kabel UTP Rapihkan untuk susunan warna kabel

65 65 Membuat kabel UTP Mengurutkan untuk susunan warna kabel

66 66 Membuat kabel UTP Setelah rapih potong semua kabel untuk dimasukkan ke dalam RJ-45 connector

67 67 Membuat kabel UTP Masukkan kabel ke dalam RJ-45 Connector

68 68 Membuat kabel UTP Tekan kabel ke dalam RJ-45 Connector

69 69 Membuat kabel UTP Periksa untuk susunan warna kabel

70 70 Membuat kabel UTP Tekan dan Crimping kabel tersebut

71 71 Membuat kabel UTP Periksa susunan warna untuk kedua kabel

72 72 Membuat kabel UTP Tes untuk kualitas kabel tersebut.

73 73 Pengalamatan Network Network address membantu untuk mengidentifikasi tujuan melalui sebuah network. Network address dibagi menjadi 2 bagian : Network host

74 74 Pengalamatan network : Network & Host Nomor telepon tampak seperti pengalamatan sebuah network Kode area / Nomor telepon 021 –  Bagian Network  Bagian host 021  Jakarta  Rumah Bapak Rahmat

75 75 IP Address IP Addresses are 32 bits. Dibagi ke dalam empat bagian masing masing 8 bit sections (octets). Konversi dari binary ke desimal.

76 76 IP Address Classes 0NNNNNNN 1 8 Host Class A Range (1-126) 10NNNNNNNetworkHost Class B Range ( ) 110NNNNNNetwork Host Class C Range ( ) 1110MMMMMulticast Class D Range ( ), Multicast Purposes 10NNNNNNNetworkHost Class E Range ( ), Research Purposes

77 77 Pengertian Subnet mask Subnet mask is memberitahu kepada kita yang mana IP address yang merupakan bagian network dan IP address yang merupakan bagian host.

78 78 Subnet Masks – menggunakan Binary Subnet Mask  Angka “1” bit pada subnet mask dibaca sebagai network number  Angka “0” bit pada subnet mask dibaca sebagai host bit NetworkHost Network Host Network Host 1st octet2nd octet3rd octet4th octet

79 79 Subnet Masks – menggunakan titik desimal Subnet Mask: or /8 Subnet Mask: or /16 Subnet Mask: or / Tanda /n “slash” memberitahu berapa banyaknya angka “1” bits pada subnet mask NetworkHost Network Host Network Host 1st octet2nd octet3rd octet4th octet

80 80 Subnet Masks Subnet Mask: or /8 Subnet Mask: or /16 Subnet Mask: or / NetworkHost Network Host Network Host 1st octet2nd octet3rd octet4th octet Tanda /n “slash” memberitahu berapa banyaknya angka “1” bits pada subnet mask.

81 81 Menghitung jumlah host Network Host Satu network address, 254 hosts, satu broadcast address Etc Network Address 1 Broadcast Address 254 Host Addresses Untuk address address dengan subnet mask kita dapat menhitung jumlah host : Network 17

82 82 MAC Address & IP Address Layer 2 (Ethernet) dan Layer 3 (IP) Addresses membutuhkan : Layer 2 / MAC address Secara fisik sudah tertanam di dalam NIC Tidak bisa diganti Identitas perangkat nyata Layer 3 / Protocol address Di set dengan software Bisa diganti ketika terjadi ada perubahan

83 83 Mengetahui IP address pada komputer

84 84 Interkoneksi & Troubleshooting

85 85 Network Device 2801 Series Router

86 86 Network Device 2801 Series Router

87 87 Koneksi WAN menggunakan serial

88 88 Fisik kabel serial

89 89 Koneksi WAN menggunakan ethernet

90 90 Kabel fisik ethernet

91 91 Tujuan software IOS Cisco •Sama seperti komputer, router atau switch tidak akan berfungsi tanpa operating system. •Cisco menyebut operating systemnya adalah Cisco Internetwork Operating System atau Cisco IOS. •The Cisco IOS menyediakan services network seperti dibawah ini : •Berfungsi untuk dasar routing and switching •Secure dan dipercaya untuk peralatan network •Dapat diandalkan

92 92 Tampilan Interface user •Software IOS Cisco menggunakan command-line interface (CLI) yang ada pada lingkungan tradisional console. •Lingkungan tersebut dapat diakses melalui beberapa cara di bawah ini : Console AUX port (modem) Telnet

93 93 Mode interface user •Pada mode User EXEC kita hanya dapat mengecek untuk status koneksi sebuah router. •Pada mode Privileged EXEC kita dapat mengakses router sekaligus mengkonfigurasi router tersebut.

94 94 Apakah itu routing ? Untuk routing (pemilihan jalur), router membutuhkan beberapa hal dibawah ini : •Mengetahui alamat suatu tujuan •Mengidentifikasi alamat suatu pengirim •Mencari jalur yang memungkinkan •Memilih untuk jalur terbaik •Menjaga dan memeriksa informasi routing

95 95 Apakah itu routing ? •Routers harus mengetahui suatu alamat tujuan yang bukan terhubung langsung dengannya.

96 96 Mengidentifikasi static dan dynamic routing Static Route Menggunakan jalur sebuah network yang yang di masukkan ke dalam router secara manual oleh network administrator Dynamic Route Menggunakan jalur dengan protokol routing network yang akan menyesuaikan secara otomatis untuk topologi dan terjadinya perubahan pada traffic

97 97 Static routing RTA>show ip route Codes: C - connected, S - static, C /16 is directly connected, Serial0 S /24 [1/0] via C /24 is directly connected, Ethernet0

98 98 Memeriksa koneksi fisik •Memeriksa koneksi fisik untuk koneksi LAN : - Pastikan, Kabel ethernet terhubung ke LAN pada port Fa 0/1 pada router (sebelah kiri atas pada router) -Pastikan lampu led pada port Fa 0/1 menyala, atau berkedip • Memeriksa koneksi fisik untuk koneksi WAN : - Pastikan, Kabel ethernet (cross) terhubung ke ADSL modem Telkom pada port Fa 0/0 pada router (sebelah kiri bawah pada router). -Pastikan lampu led pada port Fa 0/0 menyala, atau berkedip

99 99 Memeriksa koneksi fisik • Periksa untuk koneksi fisik pada modul ENET router : -Pastikan kabel ethernet masuk pada port pada modem. -Pastikan status lampu led menyala, dan lampu led aktif berkedip. •Periksa untuk koneksi fisik untuk koneksi serial : -Pastikan kabel serial (V35) masuk pada port modem. -Pastikan lampu led CONN menyala.

100 100 Memeriksa koneksi fisik •Logical Check directly to console prompt : - Use console cable attached to console port on router, and the other side attached to Serial COM port on computer. - Or, use telnet from command prompt, telneting the default gateway of the computer.

101 101 Troubleshooting koneksi WAN dan LAN 4.Jika terjadi masalah, dan diminta untuk mengecek konfigurasi di Router melalui Telnet // klik START  pilih RUN  ketik cmd  ketik telnet xxx.xxx.xxx.xxx (IP LAN Router) // 5.Jika Telnet tidak berhasil, lakukan dengan cara Console Atau hubungkan router dengan PC menggunakan kabel DB 15 (warna biru telor asin yang ada didalam box router) dengan kepala RJ 45 ke port console di router dan DB 15 ke port COM di PC. Kemudian nyalakan program Hyperterminal // klik Start  All Programs  Accessories  Communication  Hyperterminal // Setting Hyperterminal : Name : bebas  klik OK Connect Using : COM Port Setting ( Bits per second, Data bits, Parity, Stop bits )  klik Restore Defaults  klik OK

102 102 Troubleshooting koneksi WAN dan LAN 1.Hubungkan Modem Telkom dengan Router menggunakan kabel UTP atau V35, tergantung dari jenis modem dari Telkom 2.Hubungkan Router dengan Switch menggunakan kabel UTP straight atau Hubungkan Router dengan PC menggunakan kabel UTP Cross 3.Lakukan ujicoba jaringan dengan perintah Ping // klik START  pilih RUN  ketik cmd  ketik ping xxx.xxx.xxx.xxx // Lakukan Ping IP LAN Router dari PC Ping 172.xxx.xxx.254 (sesuai daerah ) Lakukan Ping IP WAN (CE) Router dari PC Ping 172.xxx.xxx.xxx (sesuai daerah ) Lakukan Ping IP WAN (PE) Router dari PC Ping 172.xxx.xxx.xxx (sesuai daerah ) Lakukan Ping ke IP WAN kantor pusat : Ping Lakukan Ping ke IP NMS kantor pusat : Ping

103 103 Troubleshooting koneksi WAN dan LAN •Menggunakan Telnet : - Klik Start > Run, lalu ketik CMD. Dan telneting untuk default gateway.

104 104 Troubleshooting koneksi WAN dan LAN •Menggunakan kabel console : -Buka Hyperterminal klik Start > Program > Connection > Hyperterminal.

105 105 Troubleshooting koneksi WAN dan LAN •Using Console Cable : - Choose serial port COM on computer, that attached to console cable to console port on router.

106 106 Troubleshooting koneksi WAN dan LAN •Using Console Cable : - Click restore default for COM Connection Properties.

107 107 Troubleshooting koneksi WAN dan LAN •Login ke router : | WARNING | | | | This system is solely for the use of authorized users for official | | purposes. You have no expectation of privacy in its use and to | | ensure that the system is functioning properly, individuals using | | this computer system are subject to having all of their activities | | monitored and recorded by system personnel. Use of this system | | evidences an express consent to such monitoring and agreement that | | if such monitoring reveals evidence of possible abuse or criminal | | activity, system personnel may provide the results of such | | monitoring to appropriate officials. | Username : djpbn Password : djpbn KP-BENGKULU>

108 108 Troubleshooting koneksi WAN dan LAN •show ip interface brief : adalah perintah untuk melihat semua status interface yang ada pada router KP-BENGKULU>show ip interface brief Interface IP-Address OK? Method Status Protocol FastEthernet0/ YES NVRAM up up FastEthernet0/ YES NVRAM up up Loopback YES NVRAM up up •Troubleshoot untuk status interfaces : Status Protocol Operational…………………………………………………… up up Connection problem……………………………………up down Interface problem………………………………………down down Disabled………………………………………………………………administratively down up

109 109 Troubleshooting koneksi WAN dan LAN •ping : adalah perintah untuk identifikasi untuk sebuah koneksi : •Koneksi ke WAN berhasil KP-BENGKULU>ping Type escape sequence to abort. Sending 5, 100-byte ICMP Echos to , timeout is 2 seconds: !!!!! Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 4/32/60 msKW- •Koneksi ke WAN gagal KP-BENGKULU#ping Type escape sequence to abort. Sending 5, 100-byte ICMP Echos to , timeout is 2 seconds:..... Success rate is 0 percent (0/5)

110 110 Troubleshooting koneksi WAN dan LAN •show ip route : adalah perintah untuk melihat tabel routing : KP-BENGKULU>show ip route Codes: C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2 E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2 i - IS-IS, su - IS-IS summary, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2 ia - IS-IS inter area, * - candidate default, U - per-user static route o - ODR, P - periodic downloaded static route Gateway of last resort is to network /16 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks C /30 is directly connected, FastEthernet0/0 C /24 is directly connected, FastEthernet0/ /32 is subnetted, 1 subnets C is directly connected, Loopback0 S* /0 [1/0] via

111 111 Troubleshooting koneksi WAN dan LAN •Koneksi ke LAN berhasil KP-BENGKULU>ping Type escape sequence to abort. Sending 5, 100-byte ICMP Echos to , timeout is 2 seconds: !!!!! Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 12/33/56 ms •Koneksi ke LAN gagal KP-BENGKULU>ping Type escape sequence to abort. Sending 5, 100-byte ICMP Echos to , timeout is 2 seconds:..... Success rate is 0 percent (0/5)

112 112 Troubleshooting koneksi WAN dan LAN •Show ip interface…. (masukkan interface ) : adalah perintah untuk melihat status koneksi per interface KP-BENGKULU>show ip interface fastEthernet 0/1 FastEthernet0/1 is up, line protocol is up Internet address is /24 Broadcast address is Address determined by non-volatile memory MTU is 1500 bytes •Troubleshoot untuk status interface : Operational…………………………FastEthernet0/1 is up, line protocol is up Connection problem………FastEthernet0/1 is up, line protocol is down Interface problem…………FastEthernet0/1 is down, line protocol is down Disabled…………………………………FastEthernet0/1 is administratively down, line protocol is down

113 113 Internet Connection Test •Setting up internet proxy. From tool > internet option > lan setting > check use proxy server.

114 114 Q & A

115 115 Thank You


Download ppt "Direktorat Jenderal Perbendaharaan TRAINING PT Multipolar Corporation Tbk Agustus 2008 PT Multipolar Corporation Tbk Agustus 2008."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google