Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGEMBANGAN DAN MANFAAT PETA SOSIAL EKONOMI INTERAKTIF Bappeda Kab. Dompu. Workshop Nasional Jakarta Tgl. 27-28 Peb. 2014 SHARE PENGALAMAN Workshop Nasional.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGEMBANGAN DAN MANFAAT PETA SOSIAL EKONOMI INTERAKTIF Bappeda Kab. Dompu. Workshop Nasional Jakarta Tgl. 27-28 Peb. 2014 SHARE PENGALAMAN Workshop Nasional."— Transcript presentasi:

1 PENGEMBANGAN DAN MANFAAT PETA SOSIAL EKONOMI INTERAKTIF Bappeda Kab. Dompu. Workshop Nasional Jakarta Tgl Peb SHARE PENGALAMAN Workshop Nasional Jakarta Tgl Peb SHARE PENGALAMAN

2 Pusat Kabupaten Dompu terletak pada koordinat : Longitude, Latitude Pusat Kabupaten Dompu terletak pada koordinat : Longitude, Latitude Luas : 2.324,55 Km2 Luas : 2.324,55 Km2 Jumlah Kecamatan : 8 Kecamatan Jumlah Kecamatan : 8 Kecamatan Jumlah Desa : 72 Desa, 9 Kelurahan Jumlah Desa : 72 Desa, 9 Kelurahan Jumlah Penduduk : Jiwa, ( Perempuan, 110,741 Laki-Laki) Jumlah Penduduk : Jiwa, ( Perempuan, 110,741 Laki-Laki) KABUPATEN DOMPU

3 Latar Belakang  Pembangunan yang diharapkan mampu menyentuh semua aspek kehidupan masyarakat selalu menjadi tema penting pada setiap pembahasan pembangunan oleh para pihak.  Warga desa/kelurahan merasa jenuh dengan proses musrenbangdes/kel karena kurang ada sinergisitas antara perencanaan pembangunan desa/kelurahan dengan perencanaan pembangunan pemerintah /kecamatan dan kabupaten  Berangkat dari kondisi tersebut, Pemkab Dompu bersama NGO lokal (mitra ACCESS Phase II) melakukan upaya peningkatan kualitas sistem perencanaan pembangunan daerah dengan melakukan pendataan aset dan potensi sosial ekonomi desa/kelurahan, pendataan kependudukan beserta penyebarannya, dan pengkalsifikasian tingkat kesejahteraan keluarga yang divisualisasikan dalam peta sosial ekonomi dan kependudukan interaktif desa/kelurahan.  Pembangunan yang diharapkan mampu menyentuh semua aspek kehidupan masyarakat selalu menjadi tema penting pada setiap pembahasan pembangunan oleh para pihak.  Warga desa/kelurahan merasa jenuh dengan proses musrenbangdes/kel karena kurang ada sinergisitas antara perencanaan pembangunan desa/kelurahan dengan perencanaan pembangunan pemerintah /kecamatan dan kabupaten  Berangkat dari kondisi tersebut, Pemkab Dompu bersama NGO lokal (mitra ACCESS Phase II) melakukan upaya peningkatan kualitas sistem perencanaan pembangunan daerah dengan melakukan pendataan aset dan potensi sosial ekonomi desa/kelurahan, pendataan kependudukan beserta penyebarannya, dan pengkalsifikasian tingkat kesejahteraan keluarga yang divisualisasikan dalam peta sosial ekonomi dan kependudukan interaktif desa/kelurahan.

4 Bagaimana Menjawab Tantangan? Pemkab Dompu bersama NGO Lokal (Mitra ACCESS Phase II) membuat terobosan dengan melakukan: 1. Penggalian data aset dan potensi sosial ekonomi masyarakat desa/kelurahan serta tantangannya, 2. Penggalian data sosial kependudukan dan Penyebarannya, 3. Pemetaan Apresiatif Desa sosial ekonomi berdasarkan klasifikasi tingkat kesejahteraan keluarga (miskin, sedang, kaya) berdasarkan kearifan lokal serta ketersebarannya dengan menggunakan JOSM dan QGIS, 4. Penyusunan Buku profil dan peta sosial ekonomi desa/kelurahan. 5. Penyusunan Buku Profil Kabupaten Dompu, 6. Penyusunan Peraturan Bupati Dompu tentang Pemanfaatan Database Aset Potensi Sosek, Peta Interaktif Kependudukan dan Penyebarannya. Pemkab Dompu bersama NGO Lokal (Mitra ACCESS Phase II) membuat terobosan dengan melakukan: 1. P enggalian data aset dan potensi sosial ekonomi masyarakat desa/kelurahan serta tantangannya, 2. P enggalian data sosial kependudukan dan Penyebarannya, 3. P emetaan Apresiatif Desa sosial ekonomi berdasarkan klasifikasi tingkat kesejahteraan keluarga (miskin, sedang, kaya) berdasarkan kearifan lokal serta ketersebarannya dengan menggunakan JOSM dan QGIS, 4. P enyusunan Buku profil dan peta sosial ekonomi desa/kelurahan. 5. P enyusunan Buku Profil Kabupaten Dompu, 6. P enyusunan Peraturan Bupati Dompu tentang Pemanfaatan Database Aset Potensi Sosek, Peta Interaktif Kependudukan dan Penyebarannya.

5 Manfaat Database & Peta Sosial Ekonomi Manfaat Database & Peta Sosial Ekonomi  Bagi Pemerintah Daerah:  Pemda dapat mensinergikan perencanaan lintas sektoral secara integral dan komprehensif.  Pemda memiliki alat untuk melakukan monev terhadap intervensi program  Dinas PU melalui peta sosial ekonomi dapat : a. Melihat langsung peta wilayah yang dilintasi oleh proyek bendungan Raba Baka Kompleks b. Klarifikasi data rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi masyarakat miskin dari Kemenpera RI dan APBD I NTB (Th di 3 Kec/26 Desa/Kel.sebanyak Rumah)  PLN melalui Peta Interaktif dapat mengetahui Rumah Tangga memiliki/tidak alat penerangan Listrik atau yang cantol Rumah Tangga lain.  BPBD sudah memanfaatkan Peta interaktif sebagai acuan strategi Pengurangan Resiko Bencana  Bagi Pemerintah Daerah:  Pemda dapat mensinergikan perencanaan lintas sektoral secara integral dan komprehensif.  Pemda memiliki alat untuk melakukan monev terhadap intervensi program  Dinas PU melalui peta sosial ekonomi dapat : a. Melihat langsung peta wilayah yang dilintasi oleh proyek bendungan Raba Baka Kompleks b. Klarifikasi data rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi masyarakat miskin dari Kemenpera RI dan APBD I NTB (Th di 3 Kec/26 Desa/Kel.sebanyak Rumah)  PLN melalui Peta Interaktif dapat mengetahui Rumah Tangga memiliki/tidak alat penerangan Listrik atau yang cantol Rumah Tangga lain.  BPBD sudah memanfaatkan Peta interaktif sebagai acuan strategi Pengurangan Resiko Bencana

6 Lanjutan ………….. Lanjutan ………….. ◦ Dinas Kesehatan dapat mengevaluasi warga penerima Jamkesmas, Jamkesda,Askeskin, Sanitasi air bersih & sarana MCK serta lokasi endemi wabah penyakit malaria ◦ Satlak PIJAR dapat memanfaatkan data kepemilikan lahan dan ternak untuk pengembangan program PIJAR ◦ Mengetahui warga yang berhak menerima Raskin & Balsem, PKH, dsb. ◦ Untuk Perencanaan & penentuan lokasi sarana air bersih untuk warga miskin ◦ PLAN Dompu memanfaatkan peta sosial ekonomi untuk program pelatihan fasilitator PRA ◦ Bahan dasar untuk Musrenbang Tahun 2014 ◦ Dinas Kesehatan dapat mengevaluasi warga penerima Jamkesmas, Jamkesda,Askeskin, Sanitasi air bersih & sarana MCK serta lokasi endemi wabah penyakit malaria ◦ Satlak PIJAR dapat memanfaatkan data kepemilikan lahan dan ternak untuk pengembangan program PIJAR ◦ Mengetahui warga yang berhak menerima Raskin & Balsem, PKH, dsb. ◦ Untuk Perencanaan & penentuan lokasi sarana air bersih untuk warga miskin ◦ PLAN Dompu memanfaatkan peta sosial ekonomi untuk program pelatihan fasilitator PRA ◦ Bahan dasar untuk Musrenbang Tahun 2014

7 Manfat lanjutan…  Bagi Pemerintah Desa/Kelurahan:  Warga lebih mengenali desa/kel & mengetahui aset potensi yang ada di desa/kelurahan  Memiliki informasi akurat tingkat kesejahteraan warga  Dapat menyusun rencana strategis pembangunan yang lebih terukur (Musrenbang Dus/Des/Kel)  Berkurangnya konflik sosial sebagai akibat dari intervensi program pembangunan  Pengelolaan pembangunan desa/kel lebih efektif & efisien  KPM & kader desa/kel.lainnya dipercaya sebagai Mitra Pemerintah Desa/Kel. Dalam pengelolaan Program Pembangunan Desa/kel.  Bagi Pemerintah Desa/Kelurahan:  Warga lebih mengenali desa/kel & mengetahui aset potensi yang ada di desa/kelurahan  Memiliki informasi akurat tingkat kesejahteraan warga  Dapat menyusun rencana strategis pembangunan yang lebih terukur (Musrenbang Dus/Des/Kel)  Berkurangnya konflik sosial sebagai akibat dari intervensi program pembangunan  Pengelolaan pembangunan desa/kel lebih efektif & efisien  KPM & kader desa/kel.lainnya dipercaya sebagai Mitra Pemerintah Desa/Kel. Dalam pengelolaan Program Pembangunan Desa/kel.

8 Peta Sosial Ekonomi Desa Sebagai Alat Konsolidasi Perencanaan Lintas Sektor Miskin Sedang Kaya Miskin Sedang Kaya

9 Peta Sosial Ekonomi Desa Sebagai Petunjuk Dalam Menentukan Sasaran Program Pembangunan Sesuai Peruntukannya Pada Program Rumah Kumuh Tahun 2013 (Desa Hu’u – Kec. Hu’ u)

10 Data & Peta Sosial Ekonomi Sebagai Petunjuk Dalam Menentukan Lokasi Pembangunan Sarpra Sesuai Peruntukannya

11 Aksi Yang Dilakukan Kab. Dompu Buku Profil dan Peta DesaBuku Profil dan Peta Desa Peta Sosial Ekonomi Masih Sistem ManualPeta Sosial Ekonomi Masih Sistem Manual KPM 36 orgKPM 36 org Dana Dukungan APBD Rp. 160 Juta.Dana Dukungan APBD Rp. 160 Juta. Th Penetapan Kec. Manggelewa sbg. Kec. Model (9 desa) Buku Profil dan Peta DesaBuku Profil dan Peta Desa Peta Sosial Ekonomi Sistem Digital (interaktif)Peta Sosial Ekonomi Sistem Digital (interaktif) KPM 44 orgKPM 44 org Forum KPM Kab. DompuForum KPM Kab. Dompu Dana Dukungan APBD Rp. 80 Juta.Dana Dukungan APBD Rp. 80 Juta. Forum Lintas Aktor 2010 – 2012 Rp. 130 JutaForum Lintas Aktor 2010 – 2012 Rp. 130 Juta Th Pengembangan Prog. 2 Kec. HU’u & Pajo (11 desa) Buku Profil dan Peta DesaBuku Profil dan Peta Desa Peta Inerektif Sosial Ekonomi dan KependudukanPeta Inerektif Sosial Ekonomi dan Kependudukan Ahli Peta Interaktif 5, Fasdes 38, KPM 316Ahli Peta Interaktif 5, Fasdes 38, KPM 316 SAID dirintis 10 Desa akan direplikasi scr berthp 2014SAID dirintis 10 Desa akan direplikasi scr berthp 2014 Dana APBD II Rp. 2 M Replikasi 59 Desa/KelurahanDana APBD II Rp. 2 M Replikasi 59 Desa/Kelurahan Th Bk. Profil Kab. dan Perbub Pemanfaatan Database Aset Potensi Sosek & Kependukan 300 Jt.Th Bk. Profil Kab. dan Perbub Pemanfaatan Database Aset Potensi Sosek & Kependukan 300 Jt. Th. 2012/2013/2014 Replikasi Program di 5 Kec. (Dompu, Woja, Kempo, Kilo & Pekat) 59 desa/Kel 59 desa/Kel

12 Waah……Warga saya ada berapa ya ??? Eh ternyata masih banyak yang Miskin nich! Walahahhhh 3x! TERIMA KASIH


Download ppt "PENGEMBANGAN DAN MANFAAT PETA SOSIAL EKONOMI INTERAKTIF Bappeda Kab. Dompu. Workshop Nasional Jakarta Tgl. 27-28 Peb. 2014 SHARE PENGALAMAN Workshop Nasional."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google