Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

RENUNGAN 6 Di Bedah Buku BILA CINTA TERBALAS DUSTA Bersama : Anwar Anshori MD.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "RENUNGAN 6 Di Bedah Buku BILA CINTA TERBALAS DUSTA Bersama : Anwar Anshori MD."— Transcript presentasi:

1 RENUNGAN 6 Di Bedah Buku BILA CINTA TERBALAS DUSTA Bersama : Anwar Anshori MD

2 BILA CINTA TERBALAS DUATA BILA HIDUP Merasa Tidak BERARTI Kiat Mengembalikan Percaya Diri

3 MEMPERSEMBAHKAN

4 BILA CINTA TERBALAS DUSTA Kiat Meredam Kecewati Hati “Dijadikan indah pada (pandangan ) manusia kecintaan kepada apa-apa yang di ingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”. Qs. Ali Imran [3]:14)

5 Cinta adalah Fitrah Insani Muhammad Ibnu Daud Azh Zhahir mengatakan;“ Cinta merupakan cermin bagi seseorang yang sedang jatuh cinta untuk mengetahui watak dan kelemahlembutan dirinya dalam citra kekasihnya. Karena sebenarnya ia tidak jatuh cinta kecuali terhadap dirinya sendiri.Kecenderungan manusia pada keindahan adalah fitrah tetapi juga merupakan ujian bagi manusia. Ibnul Qayyim Al-Jauzi mengungkapkan; dalam rasa cinta melibatkan sampai 50 tingkat perasaan. Dari kondisi yang membahagiakan, sampai pada yang menyedihkan. Dari adanya kerinduan sampai keinginan untuk selalu mencurahkan kasih sayang. Dan dari cinta buta yang memperdayakan sampai cinta tertinggi yang melahirkan penghambaan.

6 Menurut Abdullah Nasih Ulwan, cinta memilki tiga tingkatan. Cinta tingkat tertinggi, yaitu cinta kepada Allah dan rasul-Nya dan berjihad dijalan-Nya. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta tingkat terendah; ialah cinta yang lebih mengutamakan cinta kepada keluarga, harta dan masalah dunia dari pada mencintai Allah dan Rasul-Nya.

7 “Katakanlah jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum kerabatmu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul- Nya dan dari berjihad di jalan-Nya. maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang fasik”.( Qs. At- Taubah [9]:24)

8 Cinta adalah fitrah manusia yang murni, tak dapat di pisahkan dengan kehidupan.Ia selalu dibutuhkan. Jika seseorang ingin menikmatinya dengan cara yang terhormat dan mulia, suci dan penuh taqwa tentu ia akan mempergunakan cinta itu untuk mencapai keinginan yang suci dan mulia pula

9 Ketika Cinta Datang Cinta memang membuat hidup kita lebih hidup. Membuat si lemah menjadi kuat, membuat si kikir menjadi baik dan membuat hidup lebih terasa indah. Kekuatan cinta menarik rasa, menggugah asa dan menterlenakan jiwa. Keterikatan cinta membelenggu hati, dan rasa indah tak bertepi. ******

10 Mata adalah pintu masuk perasaan cinta. Awalnya melihat, kemudian bertanya, akhirnya membayangkan. Timbul kesan yang dalam ketika mata beradu pandang, ada getaran jiwa yang tak di mengerti. Tersimpan sejuta asa di dalam hati, keindahan mulai menyelimuti hari-hari. Rindu ingin bertemu terus mendorong rasa, hingga tak kuasa menahan gejolak jiwa. Segala sesuatu itu sumbernya adalah pandangan. Bahkan siksa neraka yang terbesar berasal dari kemaksiatan yang dianggap kecil. Mula-mula memandang, kemudian senyum dan salam, sesudah itu berbicara, akhirnya janji dan kencan. Astaghfirullah Oleh karenanya Rasulullah bersabda: ” Pandangan itu adalah anak panah beracun dari anak-anak panah iblis, siapa saja yang menghindarkannya karena takut kepada Allah, ia akan dikaruniai oleh Allah keimanan yang terasa manis di dalam hatinya (Hr. Hakim).

11 Bahkan Rasulullah pernah menasehati Ali bin Abi Thalib; “Hai Ali ! janganlah perturutkan satu pandangan yang lain, karena sesungguhnya buatmu yang pertama dan bukan yang akhir (kedua). (Hr. Ahmad, Abu Daud dan Tarmidzi)

12

13 30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat". 31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. ( Qs. An-Nur [ 24 ]:30-31)

14 Pada pandangan pertama setan menghadirkan kesan indah, kemudian setan membangkitkan angan-angan sehingga keinginan untuk bertemu begitu kuat dan pada akhirnya setan sempurna mempengaruhi kita. Itulah setan, mempengaruhi langkah demi langkah hingga tak merasa ternyata kita berada dalam dalam lautan dosa. Astaghfirullah

15 “Ia (setan) berkata: Karena Engkau telah menyesatkan aku, maka aku akan menghiasi mereka (manusia) di bumi dengan kejahatan dan aku akan menyesatkan mereka semua”. (Qs. Al-Hijr [15]:39

16 “Kemudian aku datangi mereka dari depan dan dari belakang mereka dan dari kanan dan dari kiri mereka, dan tidak akan Engkau dapati kebanyakan dari mereka itu bersyukur”. (Qs. Al-A’raf [7]:17)

17 Kemudian selain setan, hawa nafsu kerap membuat kita terlena hingga lupa daratan, cinta telah membuat kita merasa di awan, membumbung tinggi melukis keindahan dalam bayang-bayang kasmaran. Padahal sesungguhnya, hati kita sedang di dominasi oleh hawa nafsu.

18 Ketahuilah sahabat, nafsu itu selalu mengajak kita pada kejahatan: …”Sesungguhnya nafsu itu menyuruh kepada kejahatan..” (Qs. [12]:53). Bahkan bila nafsu kita turuti ia akan menyesatkan kita dari jalan menuju Allah. …”Dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan kamu dari jalan Allah..”(Qs. [38]:26). Dan bila nafsu itu di ikuti, ia akan membinasakan segala apapun; …”Dan kalau kebenaran itu ditundukan kepada hawa nafsu mereka, niscaya rusaklah langit dan bumi serta apa yang ada pada mereka”. (Qs. [23:17) Cinta Nafsu Syahwat

19 “Dan aku tidak akan membebaskan diriku dari kesalahan, karena sesungguhnya nafsu syahwat itu mendorong manusia kepada kejahatan, kecuali nafsu yang dirahmati oleh Tuhanku Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi maha penyayang. (Qs. Yusuf; [12]: 53)

20 Ibnul Qayyim mengungkapkan: Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta. Malah cinta keduanya akan berakhir dengan saling membenci dan bermusuhan. Karena bila keduanya telah merasakan kelezatan dan cita rasa cinta, tidak boleh tidak akan timbul keinginan yang tidak di peroleh sebelumnya

21 “Dan janganlah kamu mendekati zina (tindakan yang mejurus kepada zina; berpandangan, berpacaran, berduaan, bergandengan tangan, berciuman dll), sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. al-Isra;32)

22 Nabi Muhammad SAW bersabda; “Telah tertulis atas anak adam nasibnya dari hal zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tak dapat tidak. Zina mata adalah melihat, zina telinga adalah mendengar, zina lidah adalag berkata, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah berjalan, zinanya hati adalah ingin dan berangan-angan. Di benarkan hal ini oleh kelaminnya atau didustakannya.” (hr. Muslim dari Abu Hurairah}

23 Bahaya Mabuk Asmara ( Al-‘Isyiq ) Ibnu Taimiyah berkata : Mabuk asmara dapat membuat penderitanya kurang akal dan ilmu, rusaak agama dan akhlaqnya, lalai akan seluruh kebaikan agama dan dunia, dan akibat buruknya bisa mnejadi berlipat ganda. Bahkan jatuh cinta karena rupa yang diharamkan dapat menjerumuskan kepada kemusyrikan, semakin dekat seorang kepada kemusyrikan, semakin jauh seseorang dari keikhlasan. Semakin jauh seseorang dari keikhlasan maka semakin hebat pula cintanya rupa (karena wajah). Ibnu Hazm berkata; Berapa banyak orang yang terpelihara aibnya, tertutup rapat hijabnya, namun gejolak asmara berhasil menyingkap semua tabir dan membuka semua rahasia dan meruntuhkan pagar-pagarnya”.

24 Muhammad Ibrahim Al-Hamd dalam muqaddimah bukunya “Al-‘Isyqu” mengatakan Betapa banyak duka nestapa dan rasa pahit yang dirasakan oleh orang yang di mabuk cinta. Mabuk asmara adalah penyakit yang berbahaya, merusak jiwa, mendatangkan perasaan gelisah dan gundah gulana. Siapa saja yang mengarungi samudra cinta pasti akan di permainkan oleh riak gelombang. Kebinasaan lebih dekat kepadanya dari pada keselamatan.

25 Ibnul Qayyim Berkata: Mahabbah (cinta) yang bermanfaat itu terbagi tiga, yaitu: Mahabbatullah ((cinta kepada Allah), Mahabbah fillah (cinta karena Allah) dan mahabbah (cinta) kepada sesuatu yang dapat membantu kita semakin taat kepada Allah dan menjauhi larangannya. Kemudian Mahabbah (cinta) yang membahayakan terbagi tiga pula, yaitu: al-Mahabbah ma’ Allah (mencintai sesuatu disamping mencintai Allah), Mahabbah terhadap perkara yang di benci Allah dan Mahabbah yang dapat memangkas cinta seseorang kepada Allah atau menguranginya.

26 Jika Cinta Terbalas Dusta Betapa banyak duka nestapa dan rasa pahityang dirasakan oleh orang yang di mabuk cinta.Mabuk asmara adalah penyakit yang berbahaya, merusak jiwa, mendatangkan perasaan gelisah dan gundah gulana. Siapa saja yang mengarungi samudra cinta pasti akan di permainkan oleh riak gelombang. Kebinasaan lebih dekat kepadanya dari pada keselamatan.

27 Cinta di Tolak dukun Bertindak ****** Orang yang mabuk cinta kemudian pergi ke dukun, maka ia telah menyungkurkan wajahnya kedalam jurang neraka jahannam. Menggiring dirinya kepada pedihnya siksa dan kelak akan tertuang dalam gelasnya air mendidih dineraka yang menyala-nyala.Dan cinta karena kekuatan sihir akan cepat berakhir *****

28 Bersyukurlah kepada Allah, karena Dia telah mensucikan kita kembali dengan cara dipisahkannya kita dari orang yang kita cintai. Biarlah ia pergi jika keberadaannya disisi kita hanya menambah dosa dan kemaksiatan. Jangan terlalu larut oleh rasa kecewa, karena hanya akan menyia- nyikan waktu hidup yang tidak berguna. Yakinlah, Allah akan memberi yang terbaik dari apa yang kita pikirkan. Apalagi orang yang selalu kita pikirkan, belum tentu memikirkan kita. Tetaplah jaga kesucian diri, jangan terperosok ke lubang maksiat kedua kali. Serahkan hidup kepada Allah dan bersabarlah dari ujian yang sedang kita hadapi. Seorang muslim seharusnya mampu menahan diri dengan bersikap tabah. “Dan bersabarlah kamu bersama- sama orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan menharap keridhoan-Nya”.(Qs. Al-Kahfi :24) Lakukan intropeksi diri, ternyata cinta yang selama ini kita pertahankan, justru membuat kita banyak melupakan kewajiban sebagai hamba Allah. Kita sibuk mengingat si dia, kita pasrahkan diri kepadanya dan kita menjadi hamba hawa nafsu kita sendiri.

29 Jangan tangisi ketika si dia mendustai, tetapi tangisilah diri kita yang sedang terlelap dalam buaian dosa. Memang dia telah membuat hidup kita berkesan. Tetapi ketahuilah, dia juga telah meninggalkan saham dosa yang tidak sedikit. Takutlah kamu kepada Allah, dimana saja kamu berada, dan ikutilah perbauatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya Dia (Allah) akan menghapuskannya (perbuatan buruk itu) Rasulullah bersabda: “Tali iman yang kokoh adalah saling menolong (setia) karena Allah, saling bermusuhan karena Allah, cinta karena Allah dan benci karena Allah pula “ (Hr. Bukhari).

30 Jangan biarkan Hati Terkotori sesungguhnya di dalam tubuh itu ada segumpal darah, apabila ia baik maka baik pula seluruh anggota tubuh; dan apabila ia jelek, maka jelek pula seluruh anggota tubuh, ketahuilah; ia adalah hati” ( Hr. Bukhari Muslim )

31 Catatlah dalam hati kita, apa sesungguhnya penyebab utama kotornya hati!, ia adalah kemaksiatan. Racun yang sangat ampuh mengotori dan mematikan hati. Hingga pengaruhnya dapat memalingkan ketaatan kita kepada Allah. Dan secara umum, kenapa kesucian hati cepat terkotori dan sulit untuk di bersihkan?. Hal itu disebabkan oleh tiga faktor.

32 Pertama adalah syahwat, yang cenderung lebih mendahulukan hawa nafsu dari pada ketaatan. Karena ia timbul dari jiwa hewani yang sering bertentangan dengan fitrah kebenaran. Kedua adalah syubhat; menyebabkan hadirnya keragu-raguan tentang agama Allah, sehingga akhirnya dapat memalingkan keyakinan. Syubhat timbul dari sumber yang bernama kebodohan. Dan ketiga adalah amarah; ia adalah pintu yang dapat memalingkan tabiat. Kebenaran dalam pandangan orang yang pemarah dapat berubah menajdi kebathilan.

33 ***** Ketika kesucian hati sudah terkotori sulit bagi kita menangkap sinyal kebaikan. sebab bagi hati yang kotor kepedulian akan kebenaran sudah terkalahkan dengan kebathilan, karena hawa nafsu sudah m0enjadi pemimpin hidupnya.Kebodohan adalah supirnya dan kelalaian adalah kendaraan bagi baginya. ********


Download ppt "RENUNGAN 6 Di Bedah Buku BILA CINTA TERBALAS DUSTA Bersama : Anwar Anshori MD."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google