Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

© 2007 Thomson South-Western, all rights reserved N. G R E G O R Y M A N K I W PowerPoint ® Slides by Ron Cronovich Kompetisi Monopolistik 17 P R I N C.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "© 2007 Thomson South-Western, all rights reserved N. G R E G O R Y M A N K I W PowerPoint ® Slides by Ron Cronovich Kompetisi Monopolistik 17 P R I N C."— Transcript presentasi:

1 © 2007 Thomson South-Western, all rights reserved N. G R E G O R Y M A N K I W PowerPoint ® Slides by Ron Cronovich Kompetisi Monopolistik 17 P R I N C I P L E S O F F O U R T H E D I T I O N

2 1 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION Dalam bab ini, kita melihat jawaban akan pertanyaan berikut:  Bagaimana kompetisi monopolistik mirip dengan persaingan ?  Bagaimana Perusahaan yang monopostically competitive memilih harga dam kuantitas? Apakah mereka memperoleh profit ekonomi?  Dalam cara pada kompetisi monopolistik mempengaruhi kesejahteraan masyarakat?  Apa biaya dan keuntungna sosial dari pengiklanan?

3 2 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION Pengenalan kepada kompetisi Monopolistik  Kompetisi Monopolistik: Struktur pasar r dimana banyak perusahaan menjual produk yang mirip tetapi tidak identik. Contoh: apartment Buku-buku Air mineral baju Makanan cepat saji Klub malam

4 3 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION Membandingkan kompetisi sempurna dan monopolistik Ya Tidak ada, price taker Kekuatan perusahaan? downward- sloping horizontal Perusahaan menghadapi kurva D terdiferensiasiIdentik Produk yang dijual perusahaan o0 Profit ekonomi jangka panjang Ya Bebas keluar/masuk Banyak Jumlah penjual Kompetisi Monopolistik Kompetisi Sempurna

5 4 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION Membandingkan Monopoly & Monop. Competition yes Perusahaan mempunyai kekuatan pasar? Menurun Menurun (market demand) D curve yang dihadapi perusahaan manynoneclose substitutes nolpositif Profit ekonomi jangka panjang yesnoBebas banyaksatuJumlah penjual monopolistic competition monopoli

6 5 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION Membandingkan Oligopoly & Monop. Competition highlow Kemungkinan untuk kompetisi yang ketat lowhigh Pentingnya intraksi strategi antar perusahaan manyfewJumlah penjual monopolistic competition oligopoly

7 6 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION profit ATC P Perusahaan yang kompetitif monopolistik memperoleh profit pada Jangka Pendek Perusahaan menghapi kurva D yang menurun. Pada tiap Q, MR < P. Untuk memaksimumkan profit perusahaan memproduksi Q dimana MR = MC. Perusahaan menggunakan kurva D untuk harga. Quantity Price ATC D MR MC Q

8 7 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION losses Perusahaan yang kompetitif monopolistik akan rugi dalam jangka pendek Untuk perusahaan ini, P < ATC pada output dimana MR = MC. Hal terbaik yang bisa dilakukan perusahaan adalah meminimalkan kerugian Quantity Price ATC Q P MC D MR

9 8 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION Kompetisi monopolistik dan monopoli  Short run: Dibawah kompetisi monopolistik perilaku perusahaan sangat mirip dengan monopoli.  Long run: Pada kompetisi monopolistik masuk dan keluar akan membawa profit ekonomi kepada 0. Jika profit dalam jangka pendek: Perusahaan baru akan masuk pasar, mengambil beberapa permintaan dari perusahaan yang ada, harga dan keuntungan akan jatuh. Jika rugi dalam jangka pendek: Beberapa perusahaan akan keluar dari pasar, perusahaan yang tersisa akan menikmati permintaan dan harga yang tinggi.

10 9 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION Kompetisi monopolistik dalam jangka Panjang Masuk dan keluar terjadi hingga P = ATC dan profit= 0. Perhatikan bahwa perusahaan menetapkan markup pada harga diatas biaya marginal, dan tidak memproduksi pada ATC minimum. Quantity Price ATC D MR Q MC P = ATC markup

11 10 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION Kenapa kompetisi monopolitik lebi tidak efisien daripada perfect competition 1.Excess capacity Komppetitor monopolis beroperasi pada bagian yang menurun pada kurva ATC, memproduksi lebih rendah daripada output yang cost minimizing. Dibawah kompetisi sempurna, perusahaan memproduksi kuantitas yang meminimalkan ATC. 2.Markup over marginal cost Dibawah kompetisi monopolistik, P > MC. Dibawah perfect competition, P = MC.

12 11 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION Kompetisi monopolistik dan welfare  Pasar kompetitif yang monopolistik, tidak mempunyai semua kesejahteraan yang diingikan dari pasar yang secara kompetitif sempurna.  Karena P>MC, kuantitas pasar dibawah kuantitas yang secara sosial efisien.  Tetapi, tidak mudah bagi pembuat kebijakan untuk memperbaiki masalah ini: Perusahaan memperoleh profit nol, jadi tidak dapat dibutuhkan untuk mengurangi harga.

13 12 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION  Jumlah perusahaan pada pasar mungkin tidak optimal, karena efek eksternal dari masuknya perusahaan baru: the product-variety externality: surplus konsumen muncul dari pengenalan produk baru the business-stealing externality: kerugian terjadi dengan perusahaan yang ada saat perusahaan baru memasuki pasar  Kompetisi monopolistik yang tidak efisien adalah hampir tidak kelihatan dan sulit untuk diukur. Tidak ada cara yang mudah untuk pembuat kebijakan untuk meningkatkan outcome pasar. Kompetisi monopolistik dan welfare

14 13 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION Pengiklanan  Pada industri yang secara monopolitik kompetitif, diferensiasi produk dan harga markup akan membawa secara alami dalam penggunaan pengiklanan.  Secara umum, produk yang lebih terdiferensiasi, lebih banyak pengiklanan yang akan perusahaan beli.  Ekonom tidak setuju dengan nilai sosial dari pengiklanan.

15 14 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION Kritik terhadap Pengiklanan  Kritik dari periklanan percaya: Masyarakat menghabiskan sumber daya yang dipunyai untuk pengiklanan. Perusahaan melakukan pengiklanan untuk memanipulasi rasa masyarakat. Pengiklanan menghalangi kompetisi, ini menciptakan persepsi bahwa produk lebih terdiferensiasi daripada yang sebenarnya, membuat markup yang lebih tinggi.

16 15 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION Pembela pengiklanan  Yang menfukung pengiklanan percaya: Ini memberikan informasi yang berguna kepada pembeli. Pembeli yang telah diberi info aka lebih mudah untuk menemukan dan mengeksploitasi diferensiasi biaya. Dan, pengiklanan akan mempromosikan kompetisi dan mengurangi kekuatan pasar.  Hasil dari studi yang terpercaya: kacamata lebih mahal di negara yang melarang pengiklanan oleh pembuat kacamata daripada di negara yang tidak melarang pengiklanan tersebut

17 16 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION Pengiklanan sebagai tanda akan Kualitas Perusahaan yang berusaha menghabiskan jumlah yang besar pada pengiklanan akan menunjukkan kualitas produk pada produknya kepada konsumen, tanpa melihat konsten iklan. Iklan mungkin akan mengajak pembeli untuk mencoba produk setidaknya sekali, tetapi produk haruslah dengan kualitas tinggi untuk orang-orang yang akan menjadi repeat buyers. Iklan yang paling mahal tidak akan berharga kecuali akan membawa kepada repeat buyers. Saat konsumen melihat iklan yang mahal, mereka akan berpikir bahwa produk haruslah baik jika perusahaan bersedia untuk menghabiskan terlalu banyak untuk iklan.

18 17 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION Nama Merek  Di banyak pasar, nama merek produk berdampingan dengan yang generic.  Perusahaan dengan nama merek biasanya menghabiskan lebih banyak pada pengiklanan, menetapkan harga yang lebih tinggi untuk produknya.  Saat dengan pengiklanan, terdapat ketidaksepakatan mengenai nilai ekonomi dalam nama merek…

19 18 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION Kritik akan nama merek  Critics of brand names believe: Nama merek akan membuat konsumen meyakini perbedaan yang belum tentu ada. Konsumen akan membayar lebih banyak kepada nama merek adalah tidak rasional, dan makin diyakinkan dengan iklan. Menghilangkan proteksi pemerintah akan merek dagang akan mengurangi pengaruh akan nama merek, membuat harga yang rendah.

20 19 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION Pembela akan nama merek  Yang membela nama merek percaya: Merek dagang akan memberikan informasi mengenai kualitas kepada konsumen. Perusahaan dengan nama merek akan mempunyai insentif untuk mengatur kualitas, untuk melindungi reputasi dari nama merek.

21 20 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION Kesimpulan  Produk yang terdiferensiasi ada dimana-mana: contohnya adalah kompetisi monopolistik.  Teori dari kompetisi monopolistik menjelaskan banyak pasar di ekonomi, tetapi memberikan sedikit pendampingan untuk pembuat kebijakan untuk meningkatkan alokasi pasar dari sumber daya.

22 21 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION Rangkuman Bab  Pasar yang secara kompetitif monopolistik mempunyai banyak perusahaan, diferensiasi produk dan bebas masuk.  Setiap perusahaan pada pasar yang kompetitif monopolistik mempunyai kapasitas yang berlebihan-memproduksi kurang dari kuantitas yang meminimalkan ATC. Setiap perusahaan memberikan harca diatas biaya marginal

23 22 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION Rangkuman Bab  Kompetisi monopolistik tidak mempunyai semua properti “welfare” yang diinginkan dari kompetisi sempurna. Terdapat deadweight loss yang disebabkan markup dari harga diatas biaya marginal. Dan, jumlah perusahaan (dan varietas) dapat menjadi terlalu besar atau terlalu kecil. Tidak ada cara yang jelas bagi pembuat kebijakan untuk meningkatkan outcome pasar

24 23 CHAPTER 17 MONOPOLISTIC COMPETITION Rangkuman Bab  Diferensiasi produk dan harga markup akan membawa pada penggunaan iklan dan nama merek. Kritik dari pengiklanan dan nama merek berpendapat bahwa perusahaan menggunakannya untuk mengurangi kompetisi dan mengambil keuntungan dari konsumen secara irasional. Pembela berpendapat bahwa perusahaan menggunakannya untuk memberitahu konsumen dan bersaing dengan gigih pada harga dan kualitas produk.


Download ppt "© 2007 Thomson South-Western, all rights reserved N. G R E G O R Y M A N K I W PowerPoint ® Slides by Ron Cronovich Kompetisi Monopolistik 17 P R I N C."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google