Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DR. IR. A.T.SOEJONO. ALELOPAT PADA GULMA Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi alelopat Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi alelopat Faktor-faktor.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DR. IR. A.T.SOEJONO. ALELOPAT PADA GULMA Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi alelopat Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi alelopat Faktor-faktor."— Transcript presentasi:

1 DR. IR. A.T.SOEJONO

2 ALELOPAT PADA GULMA Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi alelopat Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi alelopat Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi alelopat Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi alelopat Pelepasan alelopat Pelepasan alelopat Pelepasan alelopat Pelepasan alelopat Beberapa cara untuk membuktikan bahwa suatu jenis tumbuhan menghasilkan alelopat Beberapa cara untuk membuktikan bahwa suatu jenis tumbuhan menghasilkan alelopat Beberapa cara untuk membuktikan bahwa suatu jenis tumbuhan menghasilkan alelopat Beberapa cara untuk membuktikan bahwa suatu jenis tumbuhan menghasilkan alelopat Pengaruh alelopat Pengaruh alelopat Pengaruh alelopat Pengaruh alelopat

3 Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi alelopat Cahaya matahari Cahaya matahari Fase pertumbuhan Fase pertumbuhan Kandungan hara dalam tanah Kandungan hara dalam tanah Kekeringan Kekeringan Suhu Suhu Perlakuan hormon 2,4-D atau hidrasid maleat maka alelopat meningkat Perlakuan hormon 2,4-D atau hidrasid maleat maka alelopat meningkat

4 Pelepasan alelopat Penguapan lewat daun Penguapan lewat daun Exudat akar Exudat akar Pencucian oleh hujan Pencucian oleh hujan Pembusukan/dekomposisi organ tumbuhan Pembusukan/dekomposisi organ tumbuhan

5 Beberapa cara untuk membuktikan bahwa suatu jenis tumbuhan menghasilkan alelopat Bioassay Bioassay Eksudat akar Eksudat akar Menguji pada pot bertingkat antara jenis gulma (donor) dengan tanaman (penerima) Menguji pada pot bertingkat antara jenis gulma (donor) dengan tanaman (penerima) Menguji pada pot bertingkat antara jenis gulma (donor) dengan tanaman (penerima) Menguji pada pot bertingkat antara jenis gulma (donor) dengan tanaman (penerima) Dengan cara mengeliminir (menghilangkan) pengaruh kompetisi. Dengan cara mengeliminir (menghilangkan) pengaruh kompetisi.

6 COLLECTION RESERVOIR FLOAT SWITCH SUPPLY RESERVOIR PUMP CULTURE POTS NUTRIEN SOLUTION FLOW GRAVITATIONAL FLOW UV AND FLUORESCENT ILLUMINATION Gambar Metode pada pot bertingkat antara jenis gulma (donor) dengan tanaman (penerima)

7 Pengaruh alelopat Menghambat penyerapan hara oleh akar tanaman Menghambat penyerapan hara oleh akar tanaman Menghambat pembelahan sel Menghambat pembelahan sel Menghambat pertumbuhan tanaman Menghambat pertumbuhan tanaman Menghambat aktivitas fotosintesis Menghambat aktivitas fotosintesis Memacu atau menghambat respirasi Memacu atau menghambat respirasi Mempengaruhi sintesis protein Mempengaruhi sintesis protein Menurunkan permeabilitas membran Menurunkan permeabilitas membran Menghambat aktivitas enzim Menghambat aktivitas enzim Menghambat fiksasi N dan nitrifikasi Menghambat fiksasi N dan nitrifikasi

8 Periode kritis tanaman terhadap kompetisi gulma Penjelasan Penjelasan Penjelasan Periode kritis kebanyakan tanaman semusim Periode kritis kebanyakan tanaman semusim Periode kritis kebanyakan tanaman semusim Periode kritis kebanyakan tanaman semusim Faktor yang mempengaruhi periode kritis tanaman Faktor yang mempengaruhi periode kritis tanaman Faktor yang mempengaruhi periode kritis tanaman Faktor yang mempengaruhi periode kritis tanaman

9 Penjelasan Kompetisi sejak awal pertumbuhan tanaman Kompetisi sejak awal pertumbuhan tanaman Semakin dewasa tanaman kompetisi semakin meningkat Semakin dewasa tanaman kompetisi semakin meningkat Suatu saat kompetisi mencapai maksimum Suatu saat kompetisi mencapai maksimum Kemudian menurun secara bertahap Kemudian menurun secara bertahap Saat (periode waktu) tanaman peka terhadap kompetisi gulma disebut periode kritis Saat (periode waktu) tanaman peka terhadap kompetisi gulma disebut periode kritis Di luar periode tersebut gulma tidak menurunkan hasil tanaman boleh diabaikan Di luar periode tersebut gulma tidak menurunkan hasil tanaman boleh diabaikan Pada fase-fase tertentu kebutuhan tanaman terhadap air, hara,, cahaya, dan CO 2 meningkat karena pembentukan organ-organ baru seperti anakan, cabang, bunga dan buah Pada fase-fase tertentu kebutuhan tanaman terhadap air, hara,, cahaya, dan CO 2 meningkat karena pembentukan organ-organ baru seperti anakan, cabang, bunga dan buah

10 Periode kritis kebanyakan tanaman semusim Akhir masa establisment antara 1-3 minggu setelah tanam atau pindah tanam Akhir masa establisment antara 1-3 minggu setelah tanam atau pindah tanam Menjelang pembentukan anakan Menjelang pembentukan anakan Menjelang berbunga Menjelang berbunga Menjelang berbuah Menjelang berbuah Menjelang pengisian biji Menjelang pengisian biji

11 Faktor yang mempengaruhi periode kritis tanaman Jenis tanaman atau jenis gulma Jenis tanaman atau jenis gulma Cara budidaya (benih, bibit, saat tanam, jarak tanam) Cara budidaya (benih, bibit, saat tanam, jarak tanam) Kesuburan tanah dan lengas tanah Kesuburan tanah dan lengas tanah Bila saat kritis yang pertama dapat diatasi maka saat kritis berikutnya tidak akan terjadi Bila saat kritis yang pertama dapat diatasi maka saat kritis berikutnya tidak akan terjadi Batas awal periode kritis tanaman terhadap kompetisi gulma disebut ambang kendali. Batas awal periode kritis tanaman terhadap kompetisi gulma disebut ambang kendali. Saat kritis tanaman terhadap setiap jenis serangga hama telah lama dikenal dengan istilah ambang ekonomi dan telah digunakan secara luas dalam praktek dengan mendasarkan populasi jenis serangga hama. Saat kritis tanaman terhadap setiap jenis serangga hama telah lama dikenal dengan istilah ambang ekonomi dan telah digunakan secara luas dalam praktek dengan mendasarkan populasi jenis serangga hama.

12 Ambang ekonomi hama dan ambang ekonomi gulma Ambang ekonomi hama dan ambang ekonomi gulma pada prinsipnya sama, tetapi pada gulma tidak digunakan populasi tetapi biomassa dengan pertimbangan Ambang ekonomi hama dan ambang ekonomi gulma pada prinsipnya sama, tetapi pada gulma tidak digunakan populasi tetapi biomassa dengan pertimbangan Penurunan hasil tanaman di lapangan tidak oleh jenis gulma tertentu tetapi oleh sekelompok jenis gulma Penurunan hasil tanaman di lapangan tidak oleh jenis gulma tertentu tetapi oleh sekelompok jenis gulma Respon setiap jenis gulma terhadap kondisi habitat yang sama tidak sama Respon setiap jenis gulma terhadap kondisi habitat yang sama tidak sama Respon jenis gulma tertentu terhadap kondisi habitat yang berbenda tidak sama Respon jenis gulma tertentu terhadap kondisi habitat yang berbenda tidak sama Gangguan tanaman oleh jenis gulma satu dengan yang lain tidak bisa dibedakan Gangguan tanaman oleh jenis gulma satu dengan yang lain tidak bisa dibedakan Plastisitas gulma tinggi : bentuk, ukuran, kepadatan mudah berubah tergantung kondisi lingkungan Plastisitas gulma tinggi : bentuk, ukuran, kepadatan mudah berubah tergantung kondisi lingkungan

13 Lanjutan Penurunan hasil tanaman oleh gulma berbeda bila musim tanamnya berbeda Penurunan hasil tanaman oleh gulma berbeda bila musim tanamnya berbeda Sering terjadi populasi jenis gulma tertentu rendah tetapi penurunan hasil tanaman besar, sebaliknya populasi suatu jenis gulma tinggi tidak terjadi penurunan hasil tanaman Sering terjadi populasi jenis gulma tertentu rendah tetapi penurunan hasil tanaman besar, sebaliknya populasi suatu jenis gulma tinggi tidak terjadi penurunan hasil tanaman Habitus jenis gulma lebih menentukan penurunan hasil tanaman. Habitus jenis gulma lebih menentukan penurunan hasil tanaman. Sebagai contoh : 1 individu Monochoria vaginalis pada 1 rumpun padi lebih berarti dari pada 10 individu Eleocharis dulsis. 10 individu wereng coklat pada satu rumpun padi lebih berarti daripada 1 individu malang sangit Sebagai contoh : 1 individu Monochoria vaginalis pada 1 rumpun padi lebih berarti dari pada 10 individu Eleocharis dulsis. 10 individu wereng coklat pada satu rumpun padi lebih berarti daripada 1 individu malang sangit Ambang ekonomi hama : tingkat populasi jenis hama yang mengakibatkan kerusakan ekonomi (penurunan hasil tanaman) Ambang ekonomi hama : tingkat populasi jenis hama yang mengakibatkan kerusakan ekonomi (penurunan hasil tanaman) Ambang ekonomi gulma : tingkat biomassa gulma.yang mengakibatkan penurunan hasil tanaman. Ambang ekonomi gulma : tingkat biomassa gulma.yang mengakibatkan penurunan hasil tanaman. Kerusakan : pengurangan hasil tanaman sebagai akibat gangguan OPT Kerusakan : pengurangan hasil tanaman sebagai akibat gangguan OPT Gangguan : setiap perubahan pada tanaman yang mengarah ke pengurangan hasil Gangguan : setiap perubahan pada tanaman yang mengarah ke pengurangan hasil

14


Download ppt "DR. IR. A.T.SOEJONO. ALELOPAT PADA GULMA Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi alelopat Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi alelopat Faktor-faktor."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google