Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 STUDI KASUS MEMBANGUN TRANSPORTASI PUBLIK UNTUK MENGATASI KEMACETAN DIKLATPIM TINGKAT II ANGKATAN XXXVII KELOMPOK – A.3.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 STUDI KASUS MEMBANGUN TRANSPORTASI PUBLIK UNTUK MENGATASI KEMACETAN DIKLATPIM TINGKAT II ANGKATAN XXXVII KELOMPOK – A.3."— Transcript presentasi:

1 1 STUDI KASUS MEMBANGUN TRANSPORTASI PUBLIK UNTUK MENGATASI KEMACETAN DIKLATPIM TINGKAT II ANGKATAN XXXVII KELOMPOK – A.3

2 Nahar (46)Jantje Latuperissa (13) Oni Choiruddin (7)Saharudin (14) Apriastini Bakti (42)Cecep Khairudin (18) Thanon AD (60)Sopyan Agani (20) Tri Prijana (48)Zulfan Noor (25) Zulmalizar (37)Chairul Radjab (31) Yudi Kurniadi (29)Siti Nurhayati (32) Cosmos Jeujanan (11)Rusdianto (51) Nopian Andusti (10)Titiek Kismiyati (56) Liestiarini (30)Hj. Ermawati (59) KELOMPOK A.3 – STUDI KASUS WIDYAISWARA : Ir. Simon Paulus Messah, M.Si Presinter : Nopian Andusti

3 MOBIL MURAH RAMAH LINGKUNGAN

4 POTRET KEMACETAN DI JAKARTA …. LUAR BIASA

5 POTRET TRANSPORTASI PUBLIK DI JAKARTA

6 JAKARTA IMPIAN TIDAK MACET

7 JAKARTA IMPIAN….,

8 TRANSPOSTASI PUBLIK IMPIAN…. KENAPA TIDAK ? KITA PASTI BISA

9 MENARIK, NYAMAN, AMAN, UNIK DAN MENGGAIRAHKAN

10 JIKA BEGINI PASTILAH AKU PILIH ANGKUTAN UMUM

11 I. TOPIK II. LATAR BELAKANG III. MASALAH POKOK IV. PEMECAHAN MASALAH V. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI VI. ACTION PLAN SISTEMATIKA

12 12 LATAR BELAKANG  Pemerintah akan melaksanakan program mobil murah, hemat, ramah lingkungan akhir tahun  Muncul kekahwatiran dengan program tersebut, menambah kemacetan, khususnya di DKI Jakarta, karena tingkat produksi mobil dan penjualan mobil serta kepemilikan mobil pribadi akan meningkat.  Meningkatnya industri otomotif memberikan lapangan pekerjaan, karena alat transportasi diperlukan di daerah dan dapat menjadi tulang punggung ekonomi.  Kebijakan program mobil murah, hemat, ramah lingkungan membantu menekan konsumsi BBM bersubsidi.

13 13 MASALAH POKOK : BELUM SINERGINYA ANTARA PEMERINTAH DAN PEMERINTAH DKI JAKARTA DALAM MENYIKAPI KEBIJAKAN MOBIL MURAH RAMAH LINGKUNGAN DAN KEKUATIRAN PENINGKATAN KEMACETAN DI DKI JAKARTA SEBAGAI DAMPAKNYA PEMERINTAHPEMDA DKI JAKARTA

14 14 ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH

15 15 PENDEFINISIAN MASALAH Ekonomi : 1.Tingkat konsumsi BBM; 2.Tingkat produksi mobil; 3.Jumlah penjualan mobil Sosbud : 1.Ketersediaan lapangan kerja 2.Tingkat Pengangguran; 3.Kualitas transportasi 4.Ketersediaan transportasi umum ; 5.Tingkat kemacetan Lalin Politik : 1.Koordinasi Pem dan Pemda; 2.Adanya kebijakan mobil murah; 3.Penerapan ERP; PENCARIAN MASALAH PERUMUSAN MASALAH META MASALAH : 1.Kemacetan lalu lintas tinggi; 2.Buruknya transportasi umum; 3.Kapasitas jalan terbatas; 4.Jumlah mobil pribadi meningkat; 5.Konsumsi BBM bersubsidi meningkat; 6.Jumlah transportasi umum terbatas; 7.Sistem jalur tranportasi tidak merata; 8.Lapangan kerja terbatas; 9.Koordinasi pemerintah Pusat dan Daerah kurang; 10.Pertumbuhan ekonomi lambat; 11.Produksi mobil meningkat; 12.Biaya transport meningkat; 13.Penjualan mobil meningkat; 14.Penerapan ERP; 15.Kebijakan mobil murah dan ramah lingkungan Situasi Masalah : Mobil Murah Ramah Lingkungan dikuatirkan meningkatkan kema- cetan MASALAH SUBSTANTIF:

16 1.Tingkat konsumsi BBM bersubsidi; 2.Tingkat produksi mobil; 3.Jumlah penjualan mobil 4.Ketersediaan lapangan kerja 5.Tingkat Pengangguran; 6.Kualitas transportasi 7.Ketersediaan transportasi umum ; 8.Tingkat kemacetan Lalin 9.Koordinasi Pem dan Pemda; 10.Adanya kebijakan mobil murah; 11.Penerapan ERP; IDENTIFIKASI VARIABEL :

17 17 ANALISIS CLD

18 Pendefinisian Masalah Formal VARIABEL JUMLAH LOOP YANG MELEWATI VARIABEL RANKING 1.Ketersediaan Transportasi Publik 2.Tingkat Produksi Mobil 3.Jumlah penjualan mobil 4.Kualitas transportasi 5.Kebijakan mobil murah 6.Tingkat Pengangguran 7.Koordinasi Pem dan Pemda 8.Tingkat Kemacetan 9.Tingkat konsumsi BBM bersubsidi 10.Ketersediaan lapangan kerja 11.Penerapan ERP MEMBANGUN TRANSPORTASI PUBLIK

19 19 PENDEFINISIAN MASALAH Ekonomi : 1.Tingkat konsumsi BBM; 2.Tingkat produksi mobil; 3.Jumlah penjualan mobil Sosbud : 1.Ketersediaan lapangan kerja 2.Tingkat Pengangguran; 3.Kualitas transportasi 4.Ketersediaan transportasi; 5.Tingkat kemacetan Lalin Politik : 1.Koordinasi Pem dan Pemda; 2.Adanya kebijakan mobil murah; 3.Penerapan ERP; SPESIFIKASI MASALAH MASALAH FORMAL : 1.Ketersediaan transportasi umum; 2.Tingkat komsumsi BBM bersubsidi; 3.Koord. antara Pem dan Pemda PENGENALAN MASALAH PENCARIAN MASALAH PERUMUSAN MASALAH FORMAL META MASALAH : 1.Kemacetan lalu lintas tinggi; 2.Buruknya transportasi umum; 3.Kapasitas jalan terbatas; 4.Jumlah mobil pribadi meningkat; 5.Konsumsi BBM bersubsidi meningkat; 6.Jumlah transportasi umum terbatas; 7.Sistem jalur tranportasi tidak merata; 8.Lapangan kerja terbatas; 9.Koordinasi pemerintah Pusat dan Daerah kurang; 10.Pertumbuhan ekonomi lambat; 11.Produksi mobil meningkat; 12.Biaya transport meningkat; 13.Penjualan mobil meningkat; 14.Penerapan ERP; 15.Kebijakan mobil murah dan ramah lingkungan Situasi Masalah : Mobil Murah Ramah Lingkungan dikuatirkan meningkatkan kema- cetan MASALAH SUBSTANTIF:

20 20 MASALAH FORMAL : 1.Ketersediaan transportasi umum; 2.Tingkat komsumsi BBM bersubsidi; 3.Koord. antara Pem dan Pemda

21 Kesimpulan : Kebijakan mobil murah ramah lingkungan tetap dilanjutkan, namun disisi lain kema- cetan di DKI Jakarta juga harus ditanggulangi.

22 Rekomendasi : Dari Kesimpulan di atas, untuk melaksanakan kebijakan mobil murah ramah lingkungan yang sekaligus menanggulangi kemacetan di DKI Jakarta, maka kelompok A.3 Diklatpim Tk. II Angkatan XXXVII, merekomendasikan sebagai berikut : Membangun sinergitas antara Pemerintah dan Pemda DKI Jakarta dalam menerapkan sistem ERP untuk mendorong pertumbuhan transportasi publik dengan harapan terwujudnya penurunan tingkat kemacetan di DKI Jakarta.

23 SINERGITAS PEMERINTAH VS PEMDA DKI JAKARTA Penerapan ERP Pergeseran Dampak Harapan Transportasi Publik Mobil Murah Ramah Lingkungan Personal Car

24 Rencana Aksi (Action Plan) : A.Situasi Masalah : Dengan adanya kebijakan Pemerintah “ Mobil Murah Ramah Lingkungan”, dikuatirkan akan menambah tingkat kemacetan di DKI Jakarta. B.Manfaat/Hasil yang diharapkan dari rencana aksi : Dari rencana aksi diharapkan kebijakan pemerintah tentang mobil murah ramah lingkungan dapat terlaksana serta masalah kemacetan di DKI Jakarta dapat ditangani

25 No.KegiatanIndikator 1.Draft Rencana AksiWaktu dibutuhkan 2.Persetujuan GubernurKetepatan Rancangan Program 3.PersiapanKematangan persiapan 4.Implementasi/PelaksanaanTingkat Efektivitas Penerapan ERP 5.Pelaporan + evaluasiProgres penerapan ERP C. Kegiatan dan Indikator Kinerja :

26 D. Jadwal Kegiatan : NOKegiatanTahun 2014 Waktu / Bulan ke...AnggaranPenanggung Jawab Keterangan Draft Rencana Aksi -Susun Rencana Kegiatan -Susun tahapan kegiatan APBD Kepala Dinas Perhubungan 2.Persetujuan Gubernur -Komentar/Perbaikan Gubernur -Persetujuan Akhir APBD Sekretaris Daerah 3.3.Persiapan -Sosialisasi/Deseminasi -Rapat koordinasi -Membuat SID/Master Plan -Penyiapan Anggaran APBD Gubernur 4.4.Implementasi/Pelaksanaan -Electronic Road Pricing -Ujicoba Pelaksanaan -Pelaksanaan APBD Gubernur 5.5.Pelaporan + evaluasi -Monitoring/ Evaluasi -Pelaporan APBDGubernur

27 E. Sumberdaya Yang Dibutuhkan : 1. Anggaran ; 2.SDM Pemda DKI Jakarta ; 3. SDM Dirlantas Polda Metro Jaya ; 4. Perda Tentang ERP

28 F. Antisipasi Permasalahan dan Langkah- Langkah Mengatasinya : No Masalah Yang Mungkin TimbulLangkah-langkah Mengatasi Masalah 1.Ketidaksiapan SDMDilakukan training terlebih dahulu dan simulasi SOP 2.Ketidak patuhan terhadap penerapan ERP Peningkatan koordinasi dengan pemangku kepentingan 3.Perda ERP belum siapTerbitkan Pergub atas Persetujuan DPRD sambil menunggu pengesahan Perda

29


Download ppt "1 STUDI KASUS MEMBANGUN TRANSPORTASI PUBLIK UNTUK MENGATASI KEMACETAN DIKLATPIM TINGKAT II ANGKATAN XXXVII KELOMPOK – A.3."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google