Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pertumbuhan dan Perkembangan Mahkluk Hidup Risqi Pratama, S. Si. SMP VIP Al Huda Jetis Kebumen 2013.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pertumbuhan dan Perkembangan Mahkluk Hidup Risqi Pratama, S. Si. SMP VIP Al Huda Jetis Kebumen 2013."— Transcript presentasi:

1 Pertumbuhan dan Perkembangan Mahkluk Hidup Risqi Pratama, S. Si. SMP VIP Al Huda Jetis Kebumen 2013

2 Definisi Pertumbuhan – pertambahan ukuran dan jumlah sel (kuantitatif) Perkembangan – menuju kedewasaan (kualitatif) Pada makhluk hidup bersifat irreversibel (tidak dapat kembali)

3 Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan Daur hidup secara umum: Zigot – embrio – bayi/larva – dewasa Urutan pertumbuhan atau perkembangan pada hewan disebut dengan metamorfosis, yang terdiri dari: 1)Metamorfosis sempurna (telur – larva – pupa – imago). Contoh: kupu-kupu, katak, nyamuk 2)Metamorfosis tidak sempurna (telur – nimva – imago). Contoh: belalang, kecoa

4 Gambar: Metamorfosis sempurna

5 Gambar: Metamorfosis tidak sempurna

6 Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan Daur hidup secara umum: Zigot – embrio – bibit/biji – kecambah – dewasa Siklus pertumbuhan atau perkembangan pada hewan disebut dengan metagenesis, fasenya: 1)Gametofit (fase generatif, hasil: gamet atau sel kelamin) 2)Sporofit (fase vegetatif, hasil: spora)

7 Lanjutan: Pertumbuhan biji Benang sari pada kepala putik (penyerbukan) Serbuk sari (inti generatif) membelah menjadi 2 sel sperma Pembuahan ganda: sel sperma bertemu sel telur menjadi zigot, sel sperma bertemu inti polar menjadi endosperma

8 Lanjutan: Perkecambahan HipogealEpigeal

9 Lanjutan: Metagenesis lumut dan paku LumutPaku Lumut = gametofit (menghasilkan gamet) Spora menghasilkan protonema Paku = sporofit (menghasilkan spora) Spora menghasilkan protalium

10 Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia Daur hidup secara umum: Zigot – embrio – bayi – anak – remaja – dewasa Fertilisasi: bertemunya sel sperma dengan ovum pada tuba fallopii (oviduk/saluran telur) Sel sperma + ovum = zigot Ekstraembrio (plasenta) menjadi amnion + tali pusat

11 Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup Faktor internal: 1)Gen adalah substansi/materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk kepada anakannya 2)Hormon merupakan zat yang dihasilkan makhluk hidup yang berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh Faktor eksternal: Makanan (mineral), air, cahaya matahari, suhu, dll

12 Hormon-hormon pada hewan Tiroksin: mengendalikan pertumbuhan hewan. Pada katak hormon ini merangsang dimulainya proses metamorfosis Somatomedin: mempengaruhi pertumbuhan tulang Ekdison dan juvenil: mempengaruhi perkembangan fase larva dan fase dewasa, khususnya pada hewan Invertebrata (hewan bertulang belakang)

13 Hormon-hormon pada tumbuhan Auksin: berfungsi untuk memacu perpanjangan sel, merangsang pembentukan bunga, buah, dan mengaktifkan kambium untuk membentuk sel-sel baru Sitokinin: memacu pembelahan sel serta mempercepat pembentukan akar dan tunas Giberelin: merangsang pembelahan dan pembesaran sel serta merangsang perkecambahan biji. Pada tumbuhan tertentu, giberelin dapat menyebabkan munculnya bunga lebih cepat dan tinggi tanaman melebihi tanaman normal Etilen: berperan untuk menghambat pemanjangan batang, mempercepat penuaan buah, dan menyebabkan penuaan daun Asam absisat: berperan dalam proses perontokan daun

14 Hormon-hormon pada manusia Hormon tiroksin: dihasilkan oleh kelenjar gondok/tiroid. Hormon ini memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan metabolisme karbohidrat dalam tubuh. Kekurangan hormon ini dapat mengakibatkan mixoedema yaitu kegemukan. Hormon pertumbuhan (Growth hormon - GH): hormon ini dihasilkan oleh hipofisis bagian depan. Hormon ini disebut juga hormon somatotropin (STH). Peranannya adalah memengaruhi kecepatan pertumbuhan seseorang. Pada masa pertumbuhan, kelebihan hormon ini akan mengakibatkan pertumbuhan raksasa (gigantisme), sebaliknya jika kekurangan akan menyebabkan kerdil (kretinisme). Jika kelebihan hormon terjadi setelah dewasa, akan menyebabkan membesarnya bagian tubuh tertentu, seperti pada hidung atau telinga. Kelainan ini disebut akromegali. Hormon testosteron: mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada pria. Hormon estrogen/progresteron: mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita.

15 Terima kasih


Download ppt "Pertumbuhan dan Perkembangan Mahkluk Hidup Risqi Pratama, S. Si. SMP VIP Al Huda Jetis Kebumen 2013."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google