Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGANTAR STUDI WANITA DR.IR.HARSUKO RINIWATI,MP.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGANTAR STUDI WANITA DR.IR.HARSUKO RINIWATI,MP."— Transcript presentasi:

1 PENGANTAR STUDI WANITA DR.IR.HARSUKO RINIWATI,MP

2 TIK Mendapatkan pengertian bagaimana gender dan konsepsi gender itu membentuk identitas individu, institusi sosial, hubungan pribadi, dan distribusi kekuasaan di masyarakat. Mengartikulasi issue-isue gender, kesukuan, seksualitas dan kelas serta kedudukan dan status perempuan, serta solusi feminis Mempelajari, menganalisa, mempertanyakan, mengkritisi kehidupan kita sendiri sebagai perempuan Berpindah dari ruang lokal ke ruang global dengan membiasakan diri berkecimpung dalam gerakan perempuan yang beragam dan kontribusi serta suara perempuan di seluruh dunia. Menyadari bahwa kebijakan tidak lagi hanyalah efek lokal, namun berefek holistik semua untuk kehidupan, ekonomi, pasar, pemerintahan dan ekosistim saling ketertarikan satu sama lain. Mampu mengambil keputusan apa yang dibutuhkan dari diri kita sendiri, dari orang banyak dan dari Pemerintah.

3 PENDEKATAN SOSIOLOGI THD STUDI WANITA GARIS BESAR DISKUSI (1) 1.Kedudukan wanita dalam sejarah sosiologi 2.Teoritisi positivis/fungsionalis 3.Teoritisi konflik 4.Model-model alternatif dalam sosiologi 5.Pendekatan teoritis kontemporer thd studi tentang wanita 6.Keterbatasan-keterbatasan teori tradisional

4 KEDUDUKAN WANITA DLM SEJARAH SOSIOLOGI Perhatian filosofis  masalah sosial dan timbulnya analisis rasional/ilmiah untuk pemecahannya  mendorong timbulnya kelahiran disiplin sosiologi masa kini Dalam ilmu Sosiologi  studi tentang wanita dimskkan dibawah tema umum studi-studi mengenai keluarga dan seks serta jenis kelamin Inti karya bidang Sosiologi berpusat pada laki-laki dan kehidupannya Dlm Sosiologi  wanita sbg obyek studi banyak diabaikan  bersifat tradisional  domestikasi  pengaruh ilmu pengetahuan patriarkat  pembahsan wanita dlm konteks yg sempit yaitu tema keluarga dan reproduksi

5 ASUMSI DAN PROPOSISI POKOK DARI PEMIKIR SOSIOLOGI 1.TEORETISI POSITIVIS/FUNGSIONALIS : yang menegaskan tatanan alamiah dominasi laki-laki sbg perbedaan thd argumen mengenai hak-hak kaum wanita 2.TEORITISI KONFLIK : yang melukiskan sistem- sistem penindasan yg secara sistematis membatasi kaum wanita 3.SUMBANGAN PERSPEKTIF ALTERNATIF : termasuk model-model kaum aktivis seperti perspektif karya Sosial dan interaksionis

6 TEORI POSITIVIS/FUNGSIONALIS August Comte  pendiri Sosiologi, orang penting dlm analisis sejarah Sosiologi  mengambil ide-ide intelektual dari para penulis yaitu Saint Simondan Montesquieu August Comte  mengklaim bahwa kita dapat mempelajari kehidupan manusia dengan mempergunakan teknik- teknik yg sama spt yg dipakai dlm ilmu alam. Asumsi : terdapat suatu tatanan alamiah dimana kehidupan manusia dapat dipahami  memperkenalkan tema-tema Sosiologis  menginspirasi tema lainnya yaitu isu perubahan sosial dan kelas sosial Karya awal  wanita hanya dikemukakan dlm peranan keluarga mereka  sebuah institusi yg menunjukkan proses sosial yg lebih besar

7 TEORI POSITIVIS/FUNGSIONALIS Analisis awal masyarakat  keluarga  unit masyarakat yang paling fundamental  sama dengan konsep Biologi  sel adlah unit yg paling fundamental Comte  wanita secara “konstitusional” bersifat interior thd laki-laki krn kedewasaan mereka berakhir pada masa kanak-kanak  o.k.i wanita menjadi sub-ordinat laki-laki manakala mereka menikah. Perceraian ditiadakan bagi wanita, krn wanita budak laki-laki manja Comte menegaskan  utk menyusun tatanan masyarakat yg baik dan maju bagi Perancis  diperlukan patriakat dan kediktatoran politik Positivisme Comte  adl sebuah filsafat mengenai stabilitas yg berlandaskan pada keabadian tentang kebenaran unit keluarga  pemikiran kritis “negatif” filosof egalitarian dari masa pencerahan dan revolusi Perancis  menyimpulkan sosiologi sebuah metode unt membendung arus keganasan komunisme dan penghinaan thd keadilan Generasi penerus  dimulai dg karya Comte dan lain-lainnya  studi masyarakat berubah  dari bidang filsafat sosial menjadi ilmu sosial

8 TEORI POSITIVIS/FUNGSIONALIS Ilmu sosial  mempelajari tatanan kemanusiaan  mendefinisikan dan menganalisis mekanisme-mekanisme tatanan organisasi sosial dan orang-orang di dalamnya  teknik ilmu alam diterapkan dlm mempelajari masyarakat  sejumlah perbandingan ant biologi dan sosiologi  kesamaan ilmu yg bersifat holistik  Masyarakat  sebuah organisme kolektif dimana msg2 bagian saling tergantung memberikan manfaat pada keseluruhan  menimbulkan persepsi mengenai statistika sosial dan dinamika sosial Comte  pembuka jln dlm sosiologi  menyediakan karya mendasar buat suatu bias positivis dg memusatkan pengamatan empiris pd hub sebab akibat  positivis  bias jenis kelamin  ilmu tdklah tanpa jenis kelamin  dominasi oleh pemikiran dan aktivitas kaum laki-laki

9 TEORI POSITIVIS/FUNGSIONALIS Hebert Spencer dan John Stuart Mill  perbedaan ilmu alam dan sosial tdk ada  tetapi dlm kenyataan Mill menyampaikan bahwa tujuan ilmu sosial adalah menganalisis hukum-hukum masyarakat melalui metode-metode deduktif yang terbalik  deduksi akan menguji nya John Stuart Mill dan Harriet Taylor Mill  pengaruh nya pd teori sosiologi terbatas tetapi sec kuat mempengaruhi perkembangan feminisme liberal  menyumbangkan peranan lbh besar dl teori sosiologi kontemporer

10 HERBERT SPENCER – EVOLUSI/ORGANISME KONSEP POSITIVIS ORGANISME  berpusat pd gagasan mengenai evolusi sosial Spencer  individu dlm masyarakat, institusi sosial dan masyarakat itu send berkembang dari yg sederhana menjadi kompleks  spt sel amuba yg berkembang menjd seekor binatang atau organisme yg lbh kompleks  disebut organik krn semua bagian berfungsi memberi manfaat kpd organisme keseluruhan  o.k.i jg dianggap fungsional  saling hubungan antar bagian membentuk keseluruhan  spt halnya organisme hidup Emile Durkheim (sosiolog Perancis)  menyangkal validitas teori Spencer  tp bgmnpun jg konsep kunci Spencer di pakai dasar unt teori selanjutnya yaitu fungsi, sistem, struktur, equilibrium dan institusi yaitu dasar bagi pemikiran “Struktural fungsionalisme” Dua aspek dari positivis organisisme Spencer menyediakan model awal bagi analisis sosiologi mengenai wanita

11 HERBERT SPENCER – EVOLUSI/ORGANISME Sumbangan Spencer tsb : 1.Konsep organisisme yg mengimplikasikan suatu equilibrium atau keseimbangan. Wanita acapkali dianalisis dlm hub nya dg kedudukan mereka di masyarakat  fungsi dlm keluarga  jk wanita tetap berada pd kedudukan mereka dlm institusi kelg dg memainkan peran sosialmereka sbg ibu/istri  mk mereka membantu mengintegrasikan kelg sbg sebuah unit  berperan menyeimbangan unit tsb dlm keluarga  sementara laki-laki membuka hub ant kelg dan organisasi sosial lain dlm masyarakat  fungsi paternal dan maternal tsb menciptakan adaptasi sosial dlm sifat-sifat fisik kelelakian dan kewanitaan serta peran- peran fisik dan tingkah laku  kaum positivisme  wanita menjd berbeda, otaknya lbh kecil dan kemampuan intelektualnya lbh rendah dibandingkan laki-laki. Kedudukan kelg dan anggotanya berada dlm keseimbangan dg institusi lain. Aksi sosial  jg gerakan yg berupaya mengurangi penindasan thd perseorangan atau kelas  gerakan kaum feminis  kekuatan pengacau yg menciptakan ketdkseimbangan

12 HERBERT SPENCER – EVOLUSI/ORGANISME Sumbangan Spencer tsb : 2. Model keseimbangan organik Spencer  yg dpt diterapkan utk studi mengenai wanita adl asumsi ttg perkembangan linier (linearity)  apa yg ada saat ini mrpk pengembangan dari keadaan seblmnya  sederhana menjd kompleks  mk gangguan thd proses evolusi  aksi sosial, revolusi, atau aktifitas lain yg bertujuan mengubah tatanan sosial atau status quo  bersifat disfungsional bahkan penyebab ketdkseimbangan sosial. Tulisan awal Spencer  memperjuangkan hak-hak laissez faire bagi individu wanita, sifat alamiah wanita tdklah abadi, wanita memiliki hak bersaing dg laki- laki. Dlm tulisan selanjutnya  dipengaruhi oleh Darwinisme sosial  wanita sebaliknya meniadakan hak bersaing dlm pekerjaan dg laki-laki, kebodohan jk mendidik wanita unt bersaing dlm karier- karier bisnis dan politik sebab otak wanita lbh kecil dan tubuh lbh lemah  jk wanita memahami semua  wanita di tempatkan di sektor domestik pun tdk akan protes dan bertanya

13 EMILE DURKHEIM – HUKUM-HUKUM UTK METODE SOSIOLOGI Sosiolog Perancis  mengaplikasikan metode ilmiah dlm disiplin sosiologi Durkheim  sosiologi adl ilmu mengenai institusi-institusi, asal kejadiannya dan fungsinya  yg mendasari adl sosiologi positivisme dlm sosiologi kontemporer  puncak karya  isu mengenai solidaritas sosial, kohesi dan anomie, semakin kompleksnya pembagian kerja dlm masyarakat  meskipun jarang mengemukaan isu spesifik ttg kerja wanita, konsep anomie dan kohesi sosial dpt diterapkan pd isu kontemporer mengenai partisipasi wanita di dlm pasar t.k Durkheim  membicarakan wanita dlm dua konteks sempit : 1. konteks positif perkawinan dan kelg : wanita memenuhi peran2 tradisional yg fungsional thd kelg’ 2. dlm konteks negatif bunuh diri/perceraian dan seksualitas : seksualitas memainkan peranan dlm bunuh diri dan perceraian  dlm konteks tsb sekali lg wanita dianggap berbeda inheren dg laki-laki dimana wanita bagian dari alam bukan bagian dari masyarakat atau bag dari masy yg lbh primitif yg dipandang rendah  dlm kelg wanita kehilangan otoritas thd laki-laki atau laki-laki dianggap memegang otoritas krn kelg membutuhkan seorg pemimpin  kontrol atas sumber-sumber ekonomi atau pembagian kerja sec seksual yg menurunkan derajad wanita menjd interior, anak buah serta peran2 sosial yg berlandaskan pd perbedaan inheren dlm kemampuan dan moralitas sosial

14 EMILE DURKHEIM – HUKUM-HUKUM UTK METODE SOSIOLOGI Sifat2 asosial wanita  membentuk proposisi Durkheim  bunuh diri dan perceraian  tkt bunuh diri wanita lbh rendah drpd laki-laki sbg bukti dr keterlibatan wanita yg rendah dlm aktifitas publik. Para Fungsionalis  Durkheim, Comte dan Spencer  sifat2 alamiah wanita yg inheren  menciptakan suatu pembagian kerja, hierarkhi otoritas laki-laki dan struktur moralitas  menempatkan kaum wanita dibawah kontrol logis kaum laki-laki dlm suatu kelg patriakat dan struktur sosial Patriakat  krn itu dianggap sbg suatu bentuk evolusi alamiah yg melindungi sifat-sifat alamiah kaum wanita itu send serta meningkatkan fungsi-fungsi masyarakat.

15 TEORETISI KONFLIK KARL MARX – DASAR2 TEORI KONFLIK Durkheim  memusatkan perhatian pada kohesi dan solidaritas sosial Karl Marx  melihat masyarakat sec konstan berubah komposisinya. Kekuatan2 antitesis menyebabkan perubahan sosial melalui ketegangan2 dan perjuanagan antarkelas yg bertentangan Kemajuan sosial  krn itu disi oleh perjuanagn2 dan upaya keras yg membuat konflik sosial menjd inti dari proses sejarah Durkheim  menuis ttg pengaruh kompleksnya pembagian kerja thd solidaritas dari mekanik ke organik Marx  menulis eksploitasi t.k yg menimbulkan alienasi dan pembentukan kelas yg saling berlawanan Solidaritas mekanik dan organik  bentuk2 kohesi sosial yg menyatukan masy kecil sederhana dg pembagian kerja yg sederhana (mekanik) serta masy yg kompleks dg pembagian kerja yg kompleks (solidaritas organik)

16 MARXISME Perkembangan marxisme  kuat dipengaruhi oleh munculnya gerakan2 buruh di Inggris dan Perancis, mengiringi pertumbuhan industri yg pesat dg sistem produksi kapitalis Tulisan Marx  konsep kunci utk disiplin sosiologi  alienasi kaum buruh, materialisme dan dialektika, pembentukan kelas dan kesadaran kelas, isu ideologi hubungan sosial, politik dan ekonomi serta potensinya utk perubahan Seluruh tulisan Marx  mengikuti dialektika hegelian dan humanisme  sbg kerangka kerja dan proses2 dan tujuan perubahan sosial

17 MARXISME Tulisan2 Marxian  memberi sumbangan pada studi tentang wanita Konsep kunci  digunakan dlm analisis mengenai penindasan thd kaum wanita meliputi alienasi, penindasan ekonomi, nilai tambah, buruh cadangan dan dialektika Dalam capital  Marx membicarakan pengaruh umum mesin thd kehidupan kelg pd industri2 domestik Marx menulis  wanita sebagai alat produksi, suami adl borjuis dan istri adl proletar Marx  juga mempertanyakan sifat-sifat pembagian kerja di dlm kelg sbg basis kekayaan dan ketidakadilan, suami pencari nafkah

18 MAX WEBER – KONFLIK STATUS Tulisan Max Weber  berpusat pd saling hub di antara kelas, status dan kekuasaan. Kelas  basis ekonomi ketidaksamaan  kelas kaya dan miskin Max Weber  status sosial  pandangan mengenai kehormatan atau prestise yg dpt diberikan oleh latar belakang kelg, aktivitas pekerjaan, atau bentuk konsumsi Max Weber  kekuasaan  secr eksplisit menunjuk pada hak2 politik sumber2 penghasilan Variasi ketiganya  seorang wanita mungk ditempatkan pd status yg rendah semata-mata krn jenis kelaminnya dan dia hanya memiliki sedikit sumber ekonomi dan hak politik Status atau posisi seseorang pd tatanan sosial berhubungan dg kekuasaan  mrpk perkembangan penting utk analisis mengenai wanita dlm masyarakat  status sbg pengamat dan definisi norma2 ilmiah dimonopoli laki-laki  meremehkan atau membuat tdk kentara pengalaman 2 wanita

19 MODEL-MODEL ALTERNATIF DLM SOSIOLOGI TRADISIONAL JANE ADDAMS – MODEL KARYA SOSIAL 1.Pemukiman Hull House,dominasi wanita 2.Addams adl seorang feminis kultural yg menegaskan bahwa nilai-nilai kewanitaan lebih mulia drpd nilai kelelakian 3.Sebuah masy yg dibangun berlandaskan niai2 kewanitaan akan lbh produktif, damai, adil 4.Alasan tsb didasarkan pd alasan bw sec biologis wanita lbh unggul krn insting keibuan mereka  dorongan yg kuat bagi yg suka perdamaian 5.Kecintaan akan sesama manusia danreformasi moral  menjelaskan hub Addams dg kaum feminis di Perancis 6.Penekanan pada hak pilih wanita, akses pendidikan, paham suka perdamaian, 7.Sosiolog akademis terpisah dari aksi sosiologis  riset nya masalah sosiologi asa kini (AIDS dan pelacuran, kemiskinan, perawatan kesehatan bagi kaum lanjut usia, dsb  tdk ada aksi  sensitif tetapi tdk responsif  masalah dipengaruhi oleh faktor2 struktural  diperburuk oleh jenis kelamin

20 MODEL-MODEL ALTERNATIF DLM SOSIOLOGI TRADISIONAL George Herbert Mead-Interaksionisme Simbolik 1.Interaksionisme simbolik  suatu perspektif yg berpusat pd hubungan antar personal serta hub personal (mikro sosiologi) dan struktural (makro sosiologi) 2.Menekankan pada masyarakat manusia sbg dalam proses dan tidak statis 3.Mengakui bahwa perbuatan-perbuatan individu dan interpretasi-interpretasinya berada di dalam konteks kelp2 atau institusi dimana individu-individu itu memiliki berbagai daya di dalamnya untuk menciptakan perubahan 4.Pendekatan interpretatif ini berpusat pada arti simbolik yg diberikan kehidupan sosial dan sangat besar implikasinya untuk memahami wanita di dalam masyarakat

21 PENDEKATAN TEORETIS KONTEMPORER THD STUDI TENTANG WANITA Tiga pendekatan kontemporer dlm sosiologi sec spesifik mengemukakan wanita di dalam masyarakat yaitu : 1.Pendekatan struktural fungsionalis 2.Perspektif peran-peran kelamin 3.Perspektif konflik Msg2 pendekatan itu dihub pd suatu model peran jenis kelamin Kerangka kerja karya sosial dan interaksionis jg menyediakan model- model utk mengemukakan praktek sosiologi oleh dan tentang wanita Ollenburger and Moore, memberi penegasan unt mengembangkan suatu dialektika ant model-model tsb dg teori feminis utk mengusulkan suatu kerangka kerja bagi suatu sosiologi wanita

22 TEORI FUNGSIONALIS-STUDI TENTANG BUDAYA LAKI-LAKI Teori ini dihub dg karya2 Auguste Comte, Herbert Spencer dan Emile Durkheim Teoretisi fungsionalis kontemporer memusatkan pd isu2 mengenai stabilitas sosial dan harmoni  khususnya faktor2 penyumbang pd pemeliharaan stabilitas masy atau perub sosial sec bertahap Perub sosial dilukiskan sbg suatu evolusi alamiah yg merpk respon thd ketdkseimbangan ant fungsi dan struktur peran-peran sosial Faktor-faktor sosial yg mendorong stabilitas dianggap fungsional, faktor yg menimbulkan perub sosial yg cepat dianggap disfungsional Kerangka karya ini memusatkan pd pembahasan mengenai wanita dlm fungsi2 dan peran2nya di masy Jk peran wanita menyumbang pada stabilitas  mk mereka dilihat sbg fungsional dan sebaliknya (mis memasuki pasar t.k upahan dlm jumlah yg smkn banyk) dilihat sbg disfungsional

23 KINGSLEY DAVIS Karya klasiknya  prostitusi Kingsley Davis  menyediakan suatu pendekatan fungsional utk analisis mengenai wanita  menganalisis prostitusi dlm hub nya dg fungsi2 dan disfunsi bagi tatanan sosial Prostitusi melayani kebutuhan seksual kaum laki-laki meliputi tentara, penyeleweng dan penjahat Sec klasik ia mengabaikan mengapa wanita menjd pelacur serta kehidupan sehari-hari mereka termsk penindasan, kekerasan dan wanita korban kejahatan Asumsi  keberadaan wanita adl utk melayani kebutuhan seksual laki-laki dan memfokuskan pd fungsi prostitusi, bukan pd pengalamn2 individual para pelacur. Fungsi lbh penting drpd org2 sec individual atau potensi disfungsi bagi status quo yg tetap tdk teruji

24 TALCOTT PARSONS Tulisannya paling berpengaruh pada perspektif fungsionalis Melihat adanya kelg inti tak dpt dielakkan dlm suatu masy industri krn adanya isolasi  timbul diferensi sosial yg ditimbulkan  mobilitas geografik, kebutuhan neg industri akan angkatan kerja terlatih Dari isolasi tsb timbul 2 mslh yg berbeda ant laki-laki (melakukan peran instrumental) dan wanita (melakukan peran sosio-emosional) Meratakan jln bagi diskusi mengenai pembagian kerja sec seksual Pengaruh fungsionalis menyebar luas tanpa kritik  peran-peran jenis kelamin, peran kewanitaan, peran kelelakian  tdk hanya mengaburkan kekuasaan antara wanita dan laki-laki, tetapi jg mengaburkan adanya konflik Peran-peran jenis kelamin dlm tradisi sosiologi berpusat pada laki- laki dan kedudukan wanita dlm lingkungan patriakat

25 ARLIE HOCHSCHILD Mengidenfikasi 4 tipe penelitian yg berpusat pd perbedaan2 jenis kelamin 1.Berpusat pada emotif dan kognitif ant pria dan wanita 2.Menganalisis ketegangan peranan  contoh karya Talcott Persons membedakan peran-peran jenis kelamin  kmdn melukiskan norma2 yg membatasi peran2 tsb  model riset 1 dan 2 mengasumsikan pembagian peran antara pria dan wanita adl fungsional 3.Menganalisis wanita sbg suatu kelp minoritas, khususnya dlm kaitannya dg diskriminasi, prasangka serta marginalisasi sosial dan ekonomi kaum wanita 4.Perspektif politik kasta yg sama dg perspektif minoritas  tetapi berpusat pd perbedaan wanita dan laki-laki dlm hal kepentingan dan kekuasaan  riset 3 dan 4 tentang peran jenis kelamin yg sdh dipengaruhi oleh teori feminis

26 TEORI KONFLIK PERAN VS STRATIFIKASI JENIS KELAMIN Konsentrasi  pd posisi wanita dlm t.k upahan, untuk membedakan nya dg model penelitian mengenai peran2 jenis kelamin Pendekatan konflik unt menjelaskan awal mula, biaya, perub posisi wanita di dlm masy Rendall Collin  ketdkadilan berdasarkan jenis kelamin bervariasi sesuai dg tipe2 masyarakat Terdpt 3 fakta sosial yg konstan yaitu 1. dorongan kuat utk kepuasan seksual, 2. daya tahan menghadapi kekerasan, 3. biasanya laki-laki lbh kuat drpd wanita Lbh jauh Collin  ketdkadilan berdasarkan jenis kelamin dan kekerasan bervariasi menurut 2 truktur sosial  1. paksaan organisasi politik thd masy (kelg, hukum, dll), 2. keadaan pasar, 3. sumber penghasilan laki-laki dan perempuan Struktur sosial  ekonomi dan politik  menjadi perantara meningkatnya subordinasi thd perempuan

27 TEORI2 KONFLIK, PENGGUNAAN DIALEKTIKA DAN TEORI FEMINIS DIALEKTIKAKETERANGAN Teori konflik yg bersumber dari Karl Marx  perub sosial terjd melalui proses dialektik Contoh  ketdkadilan (tesis)  pertentangan kelp2 yg tdk adil (antitesis)  sintesis (tdk hrs keadilan)

28 TEORI2 KONFLIK, PENGGUNAAN DIALEKTIKA DAN TEORI FEMINIS CONTOH-DIALEKTIKAKETERANGAN Konsep dialektika  melukiskan perub2 di dlm masy, teori, organisasi2, kelp2, dsb Contoh  pendekatan tradisional Parsonian thd peran2 jenis kel (tesis)  teori feminis radikal (antitesis)  riset peran jenis kel (tesis baru)  sosiologi wanita (sintesis)

29 KETERBATASAN TEORI2 TRADISIONAL Didasarkan pada pengalaman laki-laki Struktur patriakat Paradigma maskulin Tidak pernah ada pengalaman wanita yg menjd landasan untuk teori-teori


Download ppt "PENGANTAR STUDI WANITA DR.IR.HARSUKO RINIWATI,MP."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google