Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ZOONOSIS PARASIT : Toxoplasma gondii DITEMUKAN PERTAMA KALI DI AFRIKA PADA BINATANG PENGERAT Stenodactylus gundi HOSPES / INANG : MANUSIA / BINATANG PROTOZOA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ZOONOSIS PARASIT : Toxoplasma gondii DITEMUKAN PERTAMA KALI DI AFRIKA PADA BINATANG PENGERAT Stenodactylus gundi HOSPES / INANG : MANUSIA / BINATANG PROTOZOA."— Transcript presentasi:

1 ZOONOSIS PARASIT : Toxoplasma gondii DITEMUKAN PERTAMA KALI DI AFRIKA PADA BINATANG PENGERAT Stenodactylus gundi HOSPES / INANG : MANUSIA / BINATANG PROTOZOA JARINGAN PARASIT OBLIGAT INTRASELULAR DISTRIBUSI GEOGRAFIS : KOSMOPOLITAN ZOONOSIS PARASIT : Toxoplasma gondii DITEMUKAN PERTAMA KALI DI AFRIKA PADA BINATANG PENGERAT Stenodactylus gundi HOSPES / INANG : MANUSIA / BINATANG PROTOZOA JARINGAN PARASIT OBLIGAT INTRASELULAR DISTRIBUSI GEOGRAFIS : KOSMOPOLITAN

2 MORFOLOGI 1. TROFOZOIT : Takizoit Di dalam Pseudosista Bradizoit Di dalam Sista Btk : bulan sabit / tanda koma Ukuran :2-3µ x 4-8µ Inti : satu, besar, kariosoma ditengah 1. TROFOZOIT : Takizoit Di dalam Pseudosista Bradizoit Di dalam Sista Btk : bulan sabit / tanda koma Ukuran :2-3µ x 4-8µ Inti : satu, besar, kariosoma ditengah

3 MORFOLOGI 2. SISTA Berdinding tebal di dalam sel, berisi bradizoit, yg perkembangannya lambat Bradizoit terdapat pd infeksi kronis 3. PSEUDOSISTA Parasit (takizoit) bergerombol di dalam sel, tidak membentuk dinding Takizoit perkembangannya cepat Terdapat pada infeksi akut 2. SISTA Berdinding tebal di dalam sel, berisi bradizoit, yg perkembangannya lambat Bradizoit terdapat pd infeksi kronis 3. PSEUDOSISTA Parasit (takizoit) bergerombol di dalam sel, tidak membentuk dinding Takizoit perkembangannya cepat Terdapat pada infeksi akut

4 MORFOLOGI 4. OOSISTA Di dalam usus kucing, & dapat keluar bersama tinja Bentuk : Oval Isi 2 sporosis, berdinding Tiap sporosis isi 4 sporozoit 4. OOSISTA Di dalam usus kucing, & dapat keluar bersama tinja Bentuk : Oval Isi 2 sporosis, berdinding Tiap sporosis isi 4 sporozoit

5 DAUR HIDUP SEXUAL : Gametogoni ASEXUAL : Skizogoni, Sporogoni & Endodiogeni PRST HIDUP DI DALAM USUS INANG : KUCING SKIZOGONI menghasilkan skizon, skizon pecah keluar merozoit yg akan menginfeksi sel epitel usus yg lain. GAMETOGONI. Merozoit hsl skizogoni, sebagian jadi Mikrogametosit (gamet jantan) & Makrogametosit (gamet betina) G jnt >< G btn OOSISTA dlm tinja, di TANAH SEXUAL : Gametogoni ASEXUAL : Skizogoni, Sporogoni & Endodiogeni PRST HIDUP DI DALAM USUS INANG : KUCING SKIZOGONI menghasilkan skizon, skizon pecah keluar merozoit yg akan menginfeksi sel epitel usus yg lain. GAMETOGONI. Merozoit hsl skizogoni, sebagian jadi Mikrogametosit (gamet jantan) & Makrogametosit (gamet betina) G jnt >< G btn OOSISTA dlm tinja, di TANAH

6 DAUR HIDUP DI TANAH, terjadi SPOROGONI Oosista mengalami sporulasi, 3-4 hr akan menjadi masak/ btk infektif di tanah. Bila oosista masak tertelan hospes / inang, akan melanjutkan daur hidupnya secara ekstraintestinal / intraintestinal TROFOZOIT dpt di dlm sel : jantung,paru, sel syaraf limfpnodi dll & di luar sel :cairan peritoneum & otak DI TANAH, terjadi SPOROGONI Oosista mengalami sporulasi, 3-4 hr akan menjadi masak/ btk infektif di tanah. Bila oosista masak tertelan hospes / inang, akan melanjutkan daur hidupnya secara ekstraintestinal / intraintestinal TROFOZOIT dpt di dlm sel : jantung,paru, sel syaraf limfpnodi dll & di luar sel :cairan peritoneum & otak

7 DAUR HIDUP PRST HIDUP EKSTRAINTESTINAL PADA : MANUSIA, KUCING, TERNAK & BURUNG DLL Berkembang secara ENDODIOGENI, belah pasang di dalam sel. Sel membesar, pecah, prst keluar dan masuk ke dalam sel baru. 1 sel, berisi prst. PRST HIDUP EKSTRAINTESTINAL PADA : MANUSIA, KUCING, TERNAK & BURUNG DLL Berkembang secara ENDODIOGENI, belah pasang di dalam sel. Sel membesar, pecah, prst keluar dan masuk ke dalam sel baru. 1 sel, berisi prst.

8 CARA INFEKSI: 1. MEMPEROLEH - Menelan sista dlm daging mentah / setengah masak - Menelan oosista dari tinja kucing - Terkontaminasi trofozoit dari darah, susu, saliva - Transplantasi organ 2. KONGENITAL - Transplasental ( manusia & hewan)

9 PROSES INFEKSI : 1. Fase Primer : proliferasi parasit (SRE) 2. Fase Sekunder : imunitas humoral 3. Fase Tersier : sista di otot dan jar. Saraf (sista dapat menetap/ pecah  inflamasi lokal & hipersensitifitas)

10 DAUR HIDUP T. gondii

11 PATOGENESIS Sel ep. INTES (takizoit  nekrosis) NLL. MESENTERIKA ORGAN LAIN KLINIS (mata, jantung) mati imunitas (sembuh) Mg.3: takizoit menghilang dari jar. visceral  sista jaringan di saraf dan otot. RESPON IMUN tak efektif pada  med spinalis, otak? OOCYST

12 PATOGENESIS INFEKSI AKTIF : CHORIO RETINITIS INF.KRONIS ENCEPHALITIS MYOSITIS NEKROSIS JAR INFLAMASI KRONIS PROLIFERASI TAKIZOIT- Tiap 5-12jam BRADIZOIT DLM SISTA JARINGAN PECAH BRADIZOIT LEPAS REAKSI ALERGI TIPE IV. SEL NEKROSIS

13 TOKSOPLASMOSIS KONGENITAL Bbrp hari/bulan setelah kelahiran Sindrom Sabin : hidrocephalus choroidoretinitis konvulsi kalsifikasi cerebral TOKSOPLASMOSIS DIDAPAT Sering asimptomatis, : limfadenitis, demam pembesaran kel.limfe tanpa simptom bentuk cerebrospinal kongesti paru, myokarditis, liver dsb

14 HIDROSEFALUS KONGENITAL TOKSOPLASMOSIS

15 DIAGNOSIS LABORATORIS Isolasi Toxoplasma gondii dari : sekret, cairan tubuh dan jaringan hasil biopsi, darah & cairan cerebrospinal SEROLOGIS : Deteksi Ig M & Ig G, berseri min 2 X Titer naik 16 X dalam 2-4 minggu  AKUT

16 Ig M POSITIF TITER TINGGI TITER RENDAH DIDAPAT BELUM LAMA TIDAK MENENTU ASIMTOMATIK SIMTOMATIK HAMIL BARU LAHIR MUNGKIN ADA HUB. PENYAKIT TERAPI TERAPI

17 Ig G NEGATIF Ig G menurun Ig G stabil Ab ditransfer secara pasif Infeksi didapat jauh sblmnya dalam uterus transfusi penyakit dengan gejala asimptomatik tidak ada hub. imunosupresi dengan Ab. Waspada relaps

18 TERAPI Kombinasi Sulfadiazine dan Pyrimetamin Sulfadiazine : 500mg/4x1 selama beberapa minggu/bulan Pyrimetamin :75 mg (3 hari pertama), mulai hari ke 4, 25 mg Pyrimetamin dapat diganti trimetoprim WANITA HAMIL DGN INFEKSI AKTIF 3 gram Spiramisin/hari selama 3 minggu, diulang dengan interval 2 minggu sampai aterm Kombinasi Sulfadiazine dan Pyrimetamin Sulfadiazine : 500mg/4x1 selama beberapa minggu/bulan Pyrimetamin :75 mg (3 hari pertama), mulai hari ke 4, 25 mg Pyrimetamin dapat diganti trimetoprim WANITA HAMIL DGN INFEKSI AKTIF 3 gram Spiramisin/hari selama 3 minggu, diulang dengan interval 2 minggu sampai aterm

19 CONGENITAL TOXOPLASMOSIS Terapi 1 seri (20 hari) : Sulfadiazin : mg/kg BB/hr dan Pirimetamin: 0,5-1mg/kg BB tiap 2-4 hari dan injeksi asam folat 5mg/2-4 hari Terapi antara 2 seri : Spiramisin 100 mg/kg BB selama hari Terapi dihentikan setelah pengobatan 1 tahun

20 Memasak & cuci sayuran / buah dengan baik Oosista mati pada pemanasan 90C, 30 mnt Oosista dapat hidup di tanah lembab s.d 1 tahun Memasak daging sempurna. Sista jaringan dpt tahan dalam daging yang disimpan di suhu ruangan / lemari pendingin selama beberapa hari. Sista mati pada 60°C  perubahan warna daging Skrening serologis pada wanita PENCEGAHAN


Download ppt "ZOONOSIS PARASIT : Toxoplasma gondii DITEMUKAN PERTAMA KALI DI AFRIKA PADA BINATANG PENGERAT Stenodactylus gundi HOSPES / INANG : MANUSIA / BINATANG PROTOZOA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google