Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TT SM IV TH 11/12: URRU TEORI TERJEMAHAN  SEMESTER : II  SKS : 2 (2-0)  WAKTU : 100 menit (pertatap muka)  PERTEMUAN : 14 tatap muka.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TT SM IV TH 11/12: URRU TEORI TERJEMAHAN  SEMESTER : II  SKS : 2 (2-0)  WAKTU : 100 menit (pertatap muka)  PERTEMUAN : 14 tatap muka."— Transcript presentasi:

1 TT SM IV TH 11/12: URRU TEORI TERJEMAHAN  SEMESTER : II  SKS : 2 (2-0)  WAKTU : 100 menit (pertatap muka)  PERTEMUAN : 14 tatap muka

2 KEWIRAUSAHAAN SM VI (10/11): URRU DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA BUKU/BACAAN EDISI BAHASA RUSIA: 1. Алимов В В Теория Перевода. Перевод в Сфере Профессионалъной Коммуникации. Москва : URRS. 2. Бархударов Л С Язык и Перевод. Вопросы Общей и Частной Теории Перевода. Москва : URSS.

3 KEWIRAUSAHAAN SM VI (10/11): URRU DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA BUKU/BACAAN EDISI BAHASA INDONESIA: 1. Hartono Belajar Menerjemahkan. Teori dan Praktek. Malang: UMM Press. 2. Nababan M Rudolf. Teori Menerjemah. Bahasa Inggris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 3. Suparman Burhanuddin Alim Arti Penerjemahan dan Masa Depan Bahasa Indonesia. Jakarta: Dian Rakyat. 4. Widyamartaya A Seni Menerjemahkan. Yogyakarta: Kanisius. 5. Yusuf Suhendra Teori Terjemah. Pengantar ke Arah Pendekatan Linguistik dan Sosiolinguistik. Bandung: Manda Maju.

4 TT SM IV TH 11/12: URRU TM II: PB/ SUB PB: TERJEM DLM PERSPEKTIF SEJ TATAP MUKA II SAP (Satuan Acara Perkuliahan): 1. Pokok bahasan: Terjemahan dlm Perspektif Sej Sub pokok bahasan: a) Selintas Sej Terjem, b) Karya saduran, c) Karya terjem.

5 TT SM IV TH11/12: URRU MATERI TM II: PB/SUB PB: TERJEM DLM PERSPEKTIF SEJ/SELINTAS SEJ TERJEM SELINTAS SEJ TERJEM Sejarah Terjemahan: Agama sentris & istana sentris Al rasionalisme & Al empirisme Al positivisme Ilmu & teknlg (ab 19-20) Pergeseran dlm bdg penerjem:

6 TT SM IV TH11/12: URRU MATERI TM II: PB/SUB PB: TERJEM DLM PERSPEKTIF SEJ/SELINTAS SEJ TERJEM SELINTAS SEJ TERJEM Sejarah Terjemahan: Pergeseran dlm bdg penerjem: Bdg pengab kpd ag Bdg sastra & filsafat Ilmu

7 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM II: PB/SUB PB: TERJEM DLM PERSPEKTIF SEJ/SELINTAS SEJ TERJEM SELINTAS SEJ TERJEM Terjem masa ll yg paling terkenal: Terpatri pd batu Rosetta, sepanj S Nil (Mesir), dtemukan oleh para ahli arkeolog Brt th 1799, tulisan heiroglif, terjemnya dlm bhs Gerika (Greek, Yunani Kuno); membuka tabir peradaban & kbdyan Mesir Kuno (Nida dlm Yusuf, 1994: 32). Sblm batu Rosetta, cont (2100SM): Masyarakat kota Hammurabi (Babilonia) tlh menjadi masy multi bhs ; transaksi perdag wkt itu menggnk 2/lebih bhs; naskah terjemnya (maklumat bisnis): berupa lembaran 2 dg kompilasi kt 2 beserta padanannya dlm bbrp bhs (Yusuf, 1994: 35).

8 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM II: PB/SUB PB: TERJEM DLM PERSPEKTIF SEJ/SELINTAS SEJ TERJEM SELINTAS SEJ TERJEM Th 384 Paus Damasus menugaskan Jerome menerjemk kitab Perjanjian Baru k dlm bhs Latin (sdh dterjemk oleh pendahulunya, tp kaku & jelek)  penerjem & penafsiran bebas. Perkemb kgitan ilmh bs Arab menyuburk kgiatn terjem; Bagdad “kota terjem”: - Menerjemk karya klasik Plato, dll, - Penerjem karya 2 bs Yunani, - Karya 2 bs Tmr: karya Panini  memimpin perkemb ilmu & peradaban dunia. Th 1235: bs barbar dr Mongolia menyerbu Bagdad  menurunk kgiatan ilmh;  kgitan ilmh berpindah k Eropa.

9 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM II: PB/SUB PB: TERJEM DLM PERSPEKTIF SEJ/SELINTAS SEJ TERJEM SELINTAS SEJ TERJEM Kota Toledo (Spanyol) “kota para penerjemah”; d sini karya 2 ilmuwan muslim dterjemk k dlm bhs Latin (penyelamatan dr khancuran); periode penerjemahan naskah 2 ag,terut ag Kristen & Budha; Injil oleh Martin Luther( ). D Jepang, pemerintahan Kaisar Mutsuhito/Tenno Meiji ( ) terjadi penerjemahan besar 2 an: Zaman Pencerahan; Jp terbuka.

10 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM II: PB/SUB PB: TERJEM DLM PERSPEKTIF SEJ/KARYA SADURAN KARYA SADURAN Penerbitan pertama (Id): agama; contoh (Yusuf, 1994: ): - Tafsir Al Qur’an, - Arjunawiwaha karya Mpu Kanwa; saduran dr Wanaparwa (kitab ketiga Mahabarata dlm bhs Sansekerta k dlm bhs Jawa Kuno/Kawi); Disadur kembali oleh Sunan Paku Buwono III k dlm bhs Jawa Baru, dg menggnk tembang Macapat diberi judul: Serat Wiwaha Jawa/Mintaraga. Th 1850 dtranskripsi k hrf Jawa oleh D. Friederick  1926 dsalin k dlm hrf Latin oleh R. NG. Poerbotjaraka, - Bk Weda tafsirnya adlh Upanisad, - Bhagawat Gita, mengand filsafat Hindu dg ajaran Karma Yoga.

11 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM II: PB/SUB PB: TERJEM DLM PERSPEKTIF SEJ/KARYA TERJEM KARYA TERJEM Masa ll, karya terjem yg penting adlh Septuaginta, dlm bhs Yunani Klasik (org Yahudi sdh lupa bhs leluhur), mengand konstruksi bhs Ibrani, arti harfiah (mengejar esensi keagamaan). Ketika kbdyn & ip dlm bhs Yunani & Latin, org Ar menerjemahk karya 2 pent dr dunia klasik k dlm bhs Ar. Masa Renaissance terjem 2 Ar tsb dterjemk kembali k dlm bhs Latin. Era pemp Ratu Elisaabeth ( ); terjem Don Quixote karya Cervantes.

12 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM II: PB/SUB PB: TERJEM DLM PERSPEKTIF SEJ/KARYA TERJEM KARYA TERJEM Ab 20 banyak bk terjem, terut bdg ip & teknlg.

13 TT SM IV TH 11/12: URRU TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN TATAP MUKA III DAN IV SAP (Satuan Acara Perkuliahan): 2. Pokok bahasan: Pendahuluan Sub pokok bahasan: a) Peranan Terjem, b) Pengertian Terjem, c) Unsur Terjem yg Baik, d) Kelayakan Penerjemah.

14 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM : III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/PERANAN TERJEM Materi PENDAHULUAN 1. Penerjemah: membantu orang 2 yg bhs ibu mereka berlainan agar dpt mengatasi apa yg disebut rintangan bhs ‘linguistic barrier. 2. Peran penerjemah: ikut serta melaksnk hub intrensl, negosiasi 2 pihak/antarnegara dlm membicarak hub, politik, ekonomi, budaya, militer, dll. 3. Utk itu perlu suatu teori, shg dissnlah t terjem,

15 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/PERANAN TERJEM PENDAHULUAN 4. Pd permulaan paruh kedua abad XX ahli bhs mulai menysn t lngstk terjem (cab dr lngstk aplikasi/terapan ‘appliced linguistic’) sbg titik tolak teoritis dlm kgiatan terjerm. 5. T terjem sbg salah satu cab ilmu termuda dlm bhs (lngstk) ini terus berkemb. 6. Lngstk menjadi dsr t terjem (lngstk bekj utk terjem), tp pd akhirnya terjem bekj utk lngstk, yaitu sbg transformasi bhs, memperluas wawasan lngstk, shg lngstk dpt > mengungkapk bhs tertent.

16 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/PERANAN TERJEM PERANAN TERJEM Peranan terjem: - khusus: pembangunan suatu bangsa, - umum : memajukan peradaban umat manusia.

17 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/PERANAN TERJEM PERANAN TERJEMAHAN 1. Penting: komunikasi internas. 2. Fungsi: penghubung antar bs 2 di dunia yg berbd bhs dan bdy  penyambung lidah antarbs: mempelajari dan memahami kemajuan 2 i p dan teknlg  melalui terjem bs yg satu dpt mempelajari dan memahami kemajuan2 i p dan teknlg yg tlh dicapai oleh bs 2 lain. 3. Adanya kesulitan menguasai bhs2 asing (lain) membuat peran terjem semakin nyata.

18 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/PERANAN TERJEM PERANAN TERJEMAHAN 4. Peranan terjem dan para penerjemahnya sangat besar: pembangunan suatu bs dan peradaban mans. 5. Hub kontak oleh penduduk alam ini  komunikasi (tertulis)  penerjemahan; min melibatk 2 bhs: bhs sumber dan bhs penerima/sasaran. 6. Perkembangan bdg terjem terjadi jg di neg 2 berkembang spt Ind, ttp hingga kini di Ind blm ada lembaga yg terorganisasi untuk bdg terjem shg tdk sedikit karya2 penting tdk terkomunikasikan ke dunia luar.

19 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/PERANAN TERJEM PERANAN TERJEMAHAN 7. Kegiatan menerjemk: mengalihk pemik an 2 konseptual yg dtulis oleh penulis nara sumber dg sgl gagasan & pengalmn yg ada pdnya  - memperkaya bdy & merangsang kemajuan adab bs bhs sasaran  - penyempurnaan ilmu & pengemb kebajikan, kecerdasan, ketaqwaan  - Perolehan kemakmuran/materi serta pengemb nilai spiritual & intelektual.

20 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/PERANAN TERJEM PERANAN TERJEMAHAN Peranan terjem penting Mengalihk gagasan atau pesan sumber Alih pengertian

21 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/PENGERT TERJEM PENGERTIAN TERJEMAHAN - Terjem: obyek peninjauan bbrp bdg ilmu, spt: psikologi, etnografi, ilmu sastra,dll - Pd awalnya teori terjem: cabang lingstk perband an “contrastive linguistics” yg mengkaji korelasi antarbhs, tp hanya sebagian kesmaan tgs 2 nya - Obyek kajian lingstk perband an  sistem 2 bhs, spt: leksikal, gramatikal, & stilistis; sedangk teori terjem memerluk pengungkapan konstektual, penjelasan proses terjem, penentuan faktor 2 yg mempngruhi pemutusan penerjemahan, & menerangkan logika pemutusan tsb.

22 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/PENGERT TERJEM PENGERTIAN TERJEMAHAN Analisis proses ilmiah terjem menuntut: estetika, psikologi, etnologi, geografi, dll Hal tsb dijembatani lingstk mel arahan antardisiplin ilmu spt: sosiolingstk, etnolingstk, psikolingstk, geografi lingstk, estetika Tgs lingstk terjem: menyusun teori um terjem yg terdr dr bag 2 khusus.

23 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/PENGERT TERJEM PENGERTIAN TERJEMAHAN - Teori um terjem: pengarahan antardisiplin ilmu, berdsrk lingstk, yg erat berhub dg lingstk perband an, psikolingstk, sosiolingstk, etnolingstk, geografi lingstk  teori um terjem: cab lingstk aplikasi - Cab teori terjem al: teori terjem ragam sastra, jurnalistik, ilmiah  mengkongkretk & memperdlm perat 2 um teorinya yg memunculk teori terjem khusus.

24 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/PENGERT TERJEM PENGERTIAN TERJEMAHAN Teori Terjem Umum Khusus Dasar Arahan Ragam Lingstk Sosiolingstk Sastra Etnolingstk Jurnalistik Psikolingstk Ilmiah Geografi lingstk Dokumen resmi Lingstk perband an dll

25 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/PENGERT TERJEM PENGERTIAN TERJEMAHAN - Hakekat Terjem (proses, hsl/analisis, sintesis) Proses kgtn d bdg bhs Hsl proses kgtn; hsl (analisis)  teks terjem teks terjem (sintesis)

26 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/PENGERT TERJEM PENGERTIAN TERJEMAHAN - Proses Transformasi Terjem (2 teks) Teks bhs asli Teks bhs terjem (dissn tanpa tergant pd teks (dissn berdsrk pd tk isi teks bhs asli bhs terjem)  bhs sumber  bhs sasaran (BS) ‘source language’/ bhs pemberi (BP) TERJEM ADLH PROSES PENGGANTIAN TEKS DLM BHS SUMBER DG TEKS DLM BHS SASARAN TANPA MENGUBAH TK ISI TEKS BHS SUMBER.

27 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/PENGERT TERJEM PENGERTIAN TERJEMAHAN 1. Semua kegiatan mans dlm mengalihk seperangkat informasi atau pesan, baik verbal m/p non verbal, dr informasi asal atau sumber ke dlm informasi sasaran  semua kegiatan manusia dlm mengalihk makna atau pesan, baik verbal/nonverbal, dr suatu btk ke btk yg lainnya (Yusuf, 1994: 8). 2. Ush mereproduksi pesan dlm bhs sumber ke dlm bhs sasaran dg ekuivalensi alami yg semirip mungkin, pertama – tama dlm makna kmdn dlm gaya bhsnya (Nida dan Taber dlm Hartono, 2003: 12).

28 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/PENGERT TERJEM PENGERTIAN TERJEMAHAN 3. Istilah (Nababan, 1999: 18) Translation Interpretation pengalihan pesan tertulis pengalihan pesan lisan Fokus pengalihan pesan dr bhs sumber ke dlm bhs sasaran

29 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/PENGERT TERJEM PENGERTIAN TERJEMAHAN Translation (Nababan, 1999: 18) Penerjemahan Terjemahan proses alih pesan hasil suatu penerjemahan a) Penerjemahan (Catford dlm Nababan, 1999: 19): - Proses penggantian suatu teks bhs sumber dg teks bhs, - Penggantian materi teks bhs sumber dg materi teks bhs sasaran.

30 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/PENGERT TERJEM PENGERTIAN TERJEMAHAN Nababan (1999: 19) berpendpt kedua pengert tsb lemah  penerjemah tdk akan mungk menggantk teks/materi teks bhs sumber dg teks/materi teks bhs sasaran  struktur kedua bhs umumnya berbd  isi teks bhs sasaran tetap setia dg isi teks bhs sumber. b) Penerjemahan (Brislin dlm Nababan, 1999: 19): Istilah um yg mengacu pd pengalihan pik/gagasan dr suatu bhs sumber (lisan/tulis) ke dlm bhs sasaran (lisan/tulis); pengalihan pesan (tanpa mempertimbangk btk bhs sasaran).

31 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/PENGERT TERJEM PENGERTIAN TERJEMAHAN c) Penerjemahan (Kridalaksana dlm Nababan, 1999: 19): pemindahan suatu amanat dr bhs sumber ke dlm bhs sasaran, diawali dg pengungkapan makna, kmdn gaya bhs. Def ini banyak dianut: - suatu konsep yg dpt dianut oleh 2 bhs yg berbd, mis: kata mobil dan car, - Stp pesan yg dialihk/diungkapk dlm btk bhs, baik tulis m/p lisan,

32 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/PENGERT TERJEM PENGERTIAN TERJEMAHAN - gaya bhs perlu dipertimbangkan oleh stp penerjemah; ragam bhs terjemnya (Duff dlm Nababan, 1999: 20); fokus: tk keresmian btk bhs sasaran yg disesuaiak dg tk keresmian btk bhs sumber; mis: menerjemk teks ilmh  ragam bhs i, menerjemk prosa  gaya bhs prosa. Penerjemah berharap terjemnya dibaca: - siapa dan tk kemampuan baca (Nababan, 1999: 22)  - ahli/blm ahli memahami isi teks terjem, terkait bdg i yg digeluti  - blm ahli: perlu penyederhaan kal terjem yg konstruksinya rumit tanpa mengaburk/menghilk pesan yg terkand dlm teks bhs sumber, mis: mencari padanan.

33 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/PENGERT TERJEM PENGERTIAN TERJEMAHAN 4. Memindahk suatu amanat dari bhs sumber ke dlm bhs penerima (sasaran) dengan mengungkapk makna dan gaya bhsnya (Nida dan Taber dlm Widyamartaya, 1989: 11) (lih pengert semantik no 2). Nida; fokus terjem: respon penerima pesan (yg lama: btk pesan)  terjem baik: dpt dipahami dan dinikmati oleh penerima (makna dan gaya/nada bhs tdk boleh menyimpang dr yg diungkapk dlm bhs sumber)  ekuivalen: natural/wajar: langgam atau idiom bhs kita sendr.

34 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/PENGERT TERJEM PENGERTIAN TERJEMAHAN 5. Penggantian bahan kenaskahan dlm suatu bhs (bhs sumber dg padanan bahan kenaskahan dlm suatu bhs yg lain (bhs sasaran) (Catford dlm Widyamartaya, 1989: 12) (lih pengert terjem no 3a). 6. Kesenian mengalihk suatu bacaan atau karangan dr bhs yg satu ke bhs yg lain (Suparman, 1989: 48)

35 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/PENGERT TERJEM PENGERTIAN TERJEMAHAN 7a) Перевод – это передача текста писъменной или устной речи средствами другово языка ‘Terjemaham adlh transfer/pengalihan teks yg tertulis atau pertuturan lisan dengan media bahasa lain’ ( Алимов, 2006: 15)  Hsl terjem: teks orisinil, yg disampaikan dg media bhs yg lain, 7b) Перевод – передача информации, содержащейся в данном произведении речи, средствами другово языка ‘ Terjem adlh pengalihan informasi yg mengandung karya bhs suatu bhs, dengan media bhs yg lain’( Ахманова dlm Алимов, 2006: 15).

36 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/PENGERT TERJEM PENGERTIAN TERJEMAHAN 8. Перевод как процесс преобразования речегово произведения на одном языке в речевое произведение на другом языке при сохранении неизменного значения ‘Terjemahan sbg proses karya bhs dr satu bhs ke dlm karya bhs yg lain menurut kekekalan makna yg tetap’ ( Бархударов, 2010: 70).

37 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/UNSUR 2 TERJEM YG BAIK UNSUR 2 TERJEM YG BAIK Sepuluh unsur 2 terjem yg baik menurut Fuller (dlm Hartono, 2003: 18-20): 1. Makna Persyaratan konferensi intrnsl: a) seluruh makna, b) tdk sekedar mengubah nuansa dg kata 2 lain, c) tdk menghilk unsur yg signifikan, d) tdk menambah 2 penjelasan yg tdk ada dlm teks.

38 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/UNSUR 2 TERJEM YG BAIK UNSUR 2 TERJEM YG BAIK 2. Bentuk a) menghindari perub ssn kt, frase atau gagasan yg tdk perlu, kec bila struktur kal bhs sumber berbd dg bhs sasaran b) perbdan penekanan makna atau irama  perub bag 2 kal. 3. Idiom tdk menyeleweng dr bhs asli dr cara penulisannya; kec disebabk keunikan kebhsan.

39 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/UNSUR 2 TERJEM YG BAIK UNSUR 2 TERJEM YG BAIK 4. Nuansa a) mencermink suasana teks bhs sumber, b) mencermink nuansa khas bhs sumber, c) kosa kata dipilih utk menyelarask dg nuansa tertent. 5. Gaya dan kejelasan a) gaya bhs sepadan (ekuivalen), b) jika teks asli ditulis kurang baik/membosank/fokus pembicaraan kurang jelas; penerjemah hrs memahami kualitas penulisnya rendah  merevisi dan memperjelas isi bhsnya.

40 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/UNSUR 2 TRJEM YG BAIK UNSUR 2 TERJEM YG BAIK 6. Linguistik mendeteksi dan memecahk kata 2/ungkapan 2 yg sm btknya tetapi berbd makna dlm bhs sumber dan bhs makna. 7. Budaya menghindari istilah 2 yg tdk sesuai dg bdy atau lingk yg dirujuk dlm bhs sumber. 8. Jargon tdk serta merta menerima neologisme populer, klise, jg kata 2 sejenis.

41 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/UNSUR 2 TERJEM YG BAIK UNSUR 2 TERJEM YG BAIK 9. Kesederhanaan memenuhi syarat ciri 2 tulisan yg baik: a) kejelasan, b) ketepatan, c) kesederhanaan ungkapan Pengutamaan bhs ibu hsl alih bhs yg cerdas dr bhs sumber yg dikuasai ke dlm bhs sasaran yg lebih dia kuasai.

42 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/KELAYAKAN PENERJEM KELAYAKAN PENERJEMAH Sehubungan dengan acuan unsur 2 terjem yg baik, maka kelayakan seorg penerjemah sbb: Suparman (1989: 46): 1. mengenal bhs sumber: makna kata 2, seluk beluk penggunaan kata 2, kekhususan bhs di bdg sintaksis, pragmatik jg stilistika, 2. Menguasai bhs sasaran sbg bhs keduanya, 3. Memahami subyek yg akan diterjemk. Tdk perlu menguasai bdg ybs  mengerti betul apa yg diungkapk dlm teks yg dihdpinya,

43 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/KELAYAKAN PENERJEM KELAYAKAN PENERJEM 4. Seorg penerjemah yakin kegiatannya berdsrk teori yg menjelask proses penerjemahan (bukan kiat atau seni belaka). De maar (dlm Widyamartaya, 1989: 12): 1. Berlaku setia kpd aslinya: berikan kebenaran, tdk perlu ada ide penting jika tdk terdpt dlm karangan, tdk boleh ada hal yg dihilk, 2. Perhatikan semangat atau suasana karangan asli, mis: gayanya ramah  terjem ramah, luhur  nada luhur.

44 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI TM III, IV: PB/SUB PB: PENDHLAN/KELAYAKAN PENERJEM KELAYAKAN PENERJEM 3. a) Terbaca bukan sbg terjem  tdk mengingatk karangan aslinya  terbaca wajar (seolah 2 muncul dr pik pembaca  terbaca sbg karangan asli, b) Mengungkapk semua arti dr karangan asli, tanpa mengorbank tuntutan ungkapan yg baik dan idiomatis. CATATAN: Penerjem yg bermutu t menuntut penget yg dlm mengenai materi yg akan dterjemk juga kemahiran bhs yg luar biasa.

45 TT SM IV TH 11/12: URRU TM V, VI: PB: T PENERJEM TATAP MUKA V DAN VI SAP (Satuan Acara Perkuliahan): 3. Pokok bahasan: Teori Penerjemah. Sub Pokok Bahasan: a) Sbg Pedoman Um Kegiatan Penerjem, b) Fokus Teori Terjemahan, c) Prinsip 2 Terjem,

46 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI V, VI: PB/SUB PB: T TERJEM/SBG PEDOMAN UM KGTAN PENERJ SBG PEDOMAN UM KEGIATAN PENERJEM 1. Sdh ada sejak jaman: Cicero, Horace, Pound, Dryden, Du Bellay, Johson, Goethe, Arnold, dan Lambaud ( Schulte dlm Nababan, 1999: 14). 2. Dok 2 penerjem ditulis berdsr pemikiran pengalaman penerjemah (pengalaman pribadi)  pandangan para penerjemah tdk bisa dikatakan sbg konstruksi teoritis bagi penilaian penerjem. 3. Pandangan tsb berubah  konsep/pedoman melakukan aktivitas menerjemk.

47 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI V, VI: PB/SUB PB: T PENERJEM/SBG PEDOMAN UM KGTAN PENERJEM SBG PEDOMAN UM KEGITAN PENERJEM 4. Konsep um  fokus t penerjem: karakteristik dan masalah 2 penerjem sbg suatu fenomena (proses dan produk penerjem). 5. Zwart dlm Nababan (1999: 15) berpendpt, bhw penerjemah dan terjem yg baik mungkin merupk produk teori dan metode penerjem; sec um merupk tgs Studi Penerjem Terapan. 6.T penerjem bukan penyedia solusi bg persoalan dlm kegiatan penerjem  pedoman um dlm membuat keputusan 2 saat melakukan tgsnya

48 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI V, VI: PB/SUB PB: T PENERJEM/SBG PEDOMAN UM KGTAN PENERJEM SBG PEDOMAN UM KEGITAN PENERJEM 7. Ketrampilan dan kejelian menerapk t penerjem akan menentukan keberhasilan terjem.

49 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI V, VI: PB/SUB PB: T PENERJEM/FOKUS T TERJEM FOKUS TEORI TERJEMAHAN Seorg penerjemah perlu memperhatikan hal 2 yg mendsr dlm proses menerjemk (Newmark dlm Hartono, 2003: ): 1. Kualitas teks yg baik dan buruk a) penerjemah menilai kualitas dan kegunaan teks bhs sumber

50 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI V, VI: PB/SUB PB: T PENERJEM/FOKUS T TERJEM FOKUS TEORI TERJEMAHAN Teks Sastra Nonsastra esensi esensi unsur 2 formal isi faktual diterjemk diterjemk sedkt mungk sec bebas dg teks asli pandangan salah

51 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI V, VI: PB/SUB PB: T PENERJEM/FOKUS T TERJEM FOKUS TEORI TERJEMAHAN Teks Sastra Nonsastra artistik ilmiah diterjemk diterjemk longgar hrs tepat/akurat menyesatkan

52 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI V, VI: PB/SUB PB: T PENERJEM/FOKUS T TERJEM FOKUS TEORI TERJEMAHAN Teks Sastra Nonsastra dipahami dipahami konotatif denotatif diterjemk diterjemk mengungkapk tdk sedkt aslinya makna yg tersembunyi dlm sel detail alegori moralitas dampak dlm c dlm tindk indrawi lebih tepat

53 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI V, VI: PB/SUB PB: T PENERJEM/FOKUS T TERJEM FOKUS TEORI TERJEMAHAN b) perbedaan pokok bukan ant teks sastra dan nonsastra  ant teks yg baik (efektif) dan teks yg tdk baik (tdk efektif)  unsur formal: prioritas utama  pentransferan uns 2 ut (deep structure ‘apa yg sesungguhnya dimaksudk’) ke dlm uns 2 formal padanannya, c) bila teks yg ditulis buruk, dianjurk: mengolah uns 2 formal tsb sec proposional bebas  memperjelas fokus dan memperkuat hub antarkal  penerjemah memberikan makna utuh pd isi semantik teks yg diterjemk,

54 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI V, VI: PB/SUB PB: T PENERJEM/FOKUS T TERJEM FOKUS TEORI TERJEMAHAN d) teks yg ditulis jelek, bila pesannya hilang (sec konvensional). 2. Terjem adlh utk pembaca terjem ditujukan utk pembaca bhs sasaran; penerjemah membantu pembaca: menyampaikan isi pesan teks (penting) d/p memfokusk pentransferan sec benar. 3. Kealamiahan terjem.

55 TT SM IV TH 11/12: URRU TM …/POKOK BHSAN: DSR 2 T TERJEM TATAP MUKA … SAP (Satuan Acara Perkuliahan): 4. Pokok bahasan: Dasar 2 Teori Terjemahan. Subpokok Bahasan: a) Metode Terjemahan, b) Tipe-tipe Terjemahan.

56 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/METODE TERJEM METODE TERJEMAHAN - Masalah terjemahan (sejak abad pertama SM – permulaan abad XIX): menerjemahkan secara literal atau (secara bebas (lebih menenkank isi pesan d/p btk bhs)  metode ini banyak disukai. - Pernyataan hasil pnltn antropologi budaya pd peralihan abad XIX menyatakan: hambatan 2 lngstk tdk bisa diatasi dan bhs adlh produk bdy  terjemahan seliteral mungkin.

57 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM /METODE TERJEM METODE TERJEMAHAN Dua penekanan metode terjem Newmark (dlm Hartono, 2003: ) Bhs sumber Bhs sasaran (yg diterjemk) (hsl terjem) 1. terjem kt demi kt 1. terjem saduran 2. terjem literal 2. terjem bebas 3. terjem setia 3. terjem idiomatik 4. terjem semantik 4. terjem komunikatif

58 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/METODE TERJEM METODE TERJEMAHAN 1. Terjem kata demi kata (didemontrasik sbg terjem interlinier: - urutan kata dipertahank - kosa kata diterjemk apa adanya; menggunak makna paling um, dr kamus, terlepas dr konteksnya - kata 2 bdy diterjemk secara literal - kegunaan: - utk memahami sistem dan struktur bhs sumber - menganalisis teks yg sulit; proses awal terjem.

59 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/METODE TERJEM METODE TERJEMAHAN 2. Metode terjem literal: - struktur bhs sumber diubah k dlm struktur tata bhs sasaran - kata 2 leksikal masih diterjemk apa adanya, lepas dr konteksnya - pd metode ini menunjukk adanya permasalahan yg hrsd dipecahk.

60 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/METODE TERJEM METODE TERJEMAHAN 3. Metode terjem setia: - berush mereproduksi makna kontekstual secara tepat dr bhs sumber k dlm batas 2 struktur tata bhs sasaran - “menerjemk” kata 2 bdy - mempertahank tk “keabnormalan” (yg menyimpang dr kaidah 2 bhs sumber) tata bhs dan leksikan - metode terjem yg setia pd tujuan dan realisasi teks bhs sumber - bersf tdk kompromis dan dogmatis.

61 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/METODE TERJEM METODE TERJEMAHAN 4. Metode terjem semantik: - menerjemk kata 2 bdy dg istilah 2 yg secara bdy netral dg tdk menggunakan ekuivalensi bdynya - bersf lebih fleksibel (dibandingk dg metode terjem setia) - cenderung menghslk terjem yg ekonomis; dg cat teks asli tdk ditulis dg bhs yg jelek - secara um ditulis berdsrk tk kemampuan lngstk penerjemah - hasilnya komunikatif bagi para pembaca - digunakan utk teks 2 yg ekspresif.

62 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/METODE TERJEM METODE TERJEMAHAN 5. Metode terjem saduran: - bentuk terjem yg paling bebas - terutama digunak utk menerjk drama dan puisi; dg tetap mempertahank tema c, alur c, dan karakter - bdy bhs sumber diubah/ditransf k dlm bdy bhs sasaran - teks ditulis ulang - metode ini telah melestarik karya 2 drama.

63 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/METODE TERJEM METODE TERJEMAHAN 6. Metode terjem bebas: - mereproduksi isi pesan tanpa mengindahk cara penyampaiannya/mereproduksi isi teks tanpa mempedulik btk bhs sumber - biasanya berupa parafrase/penceritaan kembali (jauh lebih banyak d/p bhs sumbernya)  terjem intralingual. 7. Metode terjem idiomatik: - mereproduksi pesan bhs sumber dg kecenderungan mendistorsikan nuansa 2 maknanya dg cara memilih penggunaan jargon 2 dan idiom 2 bhs sasaran.

64 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/METODE TERJEM METODE TERJEMAHAN 8. Metode terjem komunikatif: - berush mempertahank makna kontekstual dr bhs sumber  isi m/p bhs dpt diterima dan dipahami oleh pembaca hsl terjem - cocok digunakan utk teks 2 yg informatif dan vokatif. Newmark (dlm Hartono, 2003: 84) menyatakan: yg memenuhi tujuan utama terjem adlh metode terjem semantik dan komunikatif dg argumen ketepatan makna dan ekonomi bhs.

65 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/METODE TERJEM METODE TERJEMAHAN Metode 2 yg lain menurut Newmark (dlm Hartono, 2003: ): 1. Terjem servis/service translation: terjem dr bhs yg biasa digunakan k dlm bhs lain, 2. Terjem prosa sederhana/plain prose translation: terjem puisi dan drama puitis dlm btk prosa; bait 2 puisi diterjemk dlm paragraf, tanda baca prosa digunak, metafora, dan bdy bhs sumber dipertahank, sementara efek bunyi tdk diterjemk,

66 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/METODE TERJEM METODE TERJEMAHAN 3. Terjem informasi/information translation: - penyampaian sel informasi dlm teks non sastra - kd menyusun kembali dlm bhs yg logis - kd dirangkum sebagian - tdk dlm btk parafrase, 4. Terjem kognitif/cognitive translation: - mereproduksi informasi dlm teks bhs sumber dg menerjemk tata bhs sumber k dlm bhs sasaran menjadi bhs yg literal - Penambahan unsur pragmatis agar menghslk terjem semantik atau komunikatif,

67 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/METODE TERJEM METODE TERJEMAHAN 5. Terjem akademik/academic translation: menyederhanak teks bhs asli k dlm teks bhs sasaran yg idiomatik dg mengikuti gaya bhs literal.

68 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/TIPE 2 TERJEM TIPE-TIPE TERJEMAHAN Tipe 2 terjem menurut Catford (dlm Hartono, 2003: 98 – 100) lima tipe: 1. Terjem penuh dan terjem sebagian: - terjem penuh: suatu terjem yg dikenak pd sel naskah (dr bag pertama – terakhir) - terjem sebagian: satu/bbrp bag suatu naskah tdk diterjemk; penerjemah bermaksud/tertarik pd sebag suatu naskah.

69 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/TIPE 2 TERJEM TIPE-TIPE TERJEMAHA 2. Terjem total dan terjem terbatas: - terjem total: bila suatu terjem dikenak pd semua sist kebhsan dr suatu bhs ( meliputi: terjem fonologi, grafologi, tata bhs, dan leksis) - terjem terbatas dan “leksis”: bila suatu terjem hanya melibatk penggantian sel fonologi dr bhs sumber dg padanan fonologi dlm bhs sasaran.

70 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/TIPE 2 TERJEM TIPE-TIPE TERJEMAHAN 3. Terjem kata demi kata: terjem yg masih terikat pd urutan dan btk kata bhs sumber  kecenderungan ini menunjukk kekurangmampuan penerjem  belum berpengalaman dan belum banyak menguasai bhs sumber  hsl terjem kurang/jauh dr sempurna. 4. Terjem harfiah: diawali menerjk kata demi kata  diadakan perub seperlunya/bag tertentu (mengenai btk, urutan kata 2): klp demi klp, klausa demi klausa, kal demi kal  agar terjem tsb sesuai dg sist gramatika bhs sumber.

71 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/TIPE 2 TERJEM TIPE-TIPE TERJEMAHAN 5. Terjem bebas: - isi (meaning) pesan sangat diutamakan  - btk bhs (form) tdk menjadi fokus  - konsekuensi: mudah terjadi penyimpangan dr naskah asli - memiliki kebebasan penuh dlm pengungkapannya.

72 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/TIPE 2 TERJEM TIPE-TIPE TERJEMAHAN Tipe 2 terjem menurut Casagrande (dlm Hartono, 2003: 100 – 102) empat tipe: 1. Terjem pragmatik: - memfokusk ketepatan informasi yg disampaik oleh naskah asli - tdk terlalu memperhatikan aspek 2 bhs; mis: dokumen 2 teknik. 2. Terjem aestetik-puitik: - terdpt pd penerjem karya 2 sastra - penerjemah hrs berush mempertahank isi berita juga aspek 2 lain: keindahan, perasaan, emosi, dsb.

73 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/TIPE 2 TERJEM TIPE-TIPE TERJEMAHAN 3. Terjem etnografik: - penerjem hrs dpt menjelask konteks 2 bdy dr bhs sumber dan bhs sasaran - penerjem hrs peka thdp perbedaan penggunaan kata 2 yg mempunyai btk dan arti mirip dlm suatu bhs - penerjem hrs dpt menemukan kata 2 yg cocok dlm bhs sasaran utk mengungkapk masalah 2 kbdyn yg terbatas dlm bhs sumber. 4. Terjem lngstk: - fokus: pencarian arti 2 ekuivalen dr morfem 2 pokok dan btk 2 gramatikal bhs sasaran.

74 TT SM IV TH 11/12: URRU MATERI …: PB/SUB PB: DSR 2 T TERJEM/TIPE 2 TERJEM TIPE-TIPE TERJEMAHAN Penggolongan suatu tipe tdk mungkin hanya dimskk k dlm suatu tipe saja; didsrk atas tipe yg paling menonjol.


Download ppt "TT SM IV TH 11/12: URRU TEORI TERJEMAHAN  SEMESTER : II  SKS : 2 (2-0)  WAKTU : 100 menit (pertatap muka)  PERTEMUAN : 14 tatap muka."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google