Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Marketplace: physical, as when one goes shopping in a store Marketspace: digital, as when one goes shopping ont the internet.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Marketplace: physical, as when one goes shopping in a store Marketspace: digital, as when one goes shopping ont the internet."— Transcript presentasi:

1 Marketplace: physical, as when one goes shopping in a store Marketspace: digital, as when one goes shopping ont the internet

2 From Market Place to Market Space:  Power Shift from Seller to Buyer  Death of Distance  Time compression (24-hrs servis)  Knowledge and Technology Management - Intellectual Capital Rules (imajinasi kreativitas merupakan sumber yang lebih penting bagi perusahaan dibandingkan financial capital)

3 E-MARKETING  E-Marketing terdiri dari marketing, banner advertising, and link exchanges.  E-marketing dapat digunakan untuk mempromosikan brand awareness atau sebagai alat untuk menarik pelanggan agar masuk kedalam halaman web perusahaan.  E-Marketing merupakan hasil dari kemajuan teknologi informasi yang diterapkan dalam manajemen pemasaran untuk meningkatkan efisiensi dalam strategi pemasaran di era globalisasi.

4 Konsep Pemasaran Online: Informasi + Interaktivitas = Rasa Tertarik/Keterlibatan Konsumen

5 E-Marketing Plan Merupakan petunjuk berupa dokumen yang dinamis bagi formulasi dan implementasi e-marketing strategi: 1. Menganalisa situasi - meninjau faktor lingkungan dan analisa SWOT perusahaan 2. Menghubungkan Strategi E-Business dengan E-Marketing - terdiri dari strategi dua tingkat. Pada tingkat satu menentukan Segment, Target Market dan Market Positioning. Sedangkan pada tingkat 2 perencanaan penawaran produk/jasa, penentuan harga, distribusi dan promosi 3. Menentukan Tujuan - apa yang ingin dicapai, berapa banyak (measurable quantity), time frame 4. Mendesain rencana implementasi secara kreatif dan efektif sesuai dengan tujuan perusahaan 5. Merencanakan Budgeting - Revenue Forecast & E-Marketing Cost 6. Mengevaluasi rencana - menggunakan tracking system dalam mengukur hasil dan mengevaluasi kesuksesan rencana secara berkala

6 E-Marketing Environment 1. Legal Factors - privacy, digital property (copyright), and fraud 2. Technology- Website, Multimedia, Database Marketing, Computer Viruses

7 E-Marketing Segmentation, Targeting, and Positioning Segmentation Variables 1. Benefit Sought Online - Bargain Hunters, Convenience Shoppers 2. Product Usage Online - Heavy, Medium, Light Users Targeting Online Customers 1. Mass Marketing - one marketing mix for the entire market 2. Multisegment Marketing - memilih dua segment pasar atau lebih 3. Niche Marketing - pemasaran pada segment yang dipilih 4. Micromarketing - indvidualized marketing yaitu pemasaran tunggal pada orang-orang tertentu Positioning on the Web  Product/Service Attribute - pemosisian produk dengan ciri khasnya  Technology Positioning - memposisikan website dengan cutting edge technology  Benefit Positioning - pemosisian dengan benefit bagi customernya  User Category - memposisikan berdasarkan segment marketnya  Competitor Positioning - pemosisian berdasarkan perbandingan dengan pesaing  Integrator Positioning - memposisikan secara one stop shopping

8 E-Marketing Mix Online Product : Setumpuk manfaat yang dapat memuaskan pelanggannya sehingga tertarik untuk membeli (Produk yang ditawarkan dapat berupa barang, servis, ide, orang, dan tempat) Online Pricing :  Fixed Price vs. Dynamic Price  price transparency on the net buyer view: buyer control seller view: profit-oriented, market-oriented, competition-based pricing Online Distribution : 1. Melalui pihak ke tiga – Fedex 2. Retail Aggregator Model – NTT DoCoMo dan Seven-11 Online Sales Promotion : Kupon, Voucher, Sampling, Kontes, Sweepstakes, Kuis, Games Online Direct Marketing : , Permission Marketing, Viral Marketing (Word of Mouse), SMS

9 E-Marketing Strategy I. ONLINE PRODUCT STRATEGIES  Attributes - Kualitas dan Features (warna, style, speed, services, user personalization)  Branding - Nama, simbol, desain yang mudah diingat dan dipercaya  Support Services - During and after purchases (ex. Fedex)  Labeling - Penggunaan produk dan informasi lainnya (copyright, instruksi, security)

10 II. Online Pricing Strategies  Penetration Pricing – harga murah dengan tujuan untuk memperoleh pasar yang lebih besar  Price Leadership – produk termurah dalam kategori produknya  Promotional Pricing – sebagai insentif bagi pembeli perdana, menarik pelanggan lama atau menghabiskan stok  Market Skimming Pricing – harga promosi yang tinggi bagi pembeli yang suka trend atau hobbyist  Product Line Pricing – terdiri dari berbagai macam harga dari yang termurah hingga termahal

11 III. Online Distribution Strategies Strategi Mendorong (Pull Strategy) Permintaan Produsen Perantara Pemakai Akhir Kegiatan Permintaan Pemasaran Strategi Menarik (Push Strategy) Permintaan Permintaan Produsen Perantara Pemakai Akhir Kegiatan Pemasaran

12 IV. Online Promotion Strategies  Brand Advertising - bertujuan untuk memasarkan merek dan product benefit kepada pelanggan. Komunikasinya ditujukan untuk memberikan awareness dan menggugah customer (heads and heart dari affects model)  Direct-Response Advertising - bertujuan agar pelanggan bereaksi untuk melakukan pembelian. Komunikasinya lebih ditujukan pada reaksi customer (do something dari behavioral model)

13 Ethics & Laws Masalah-Masalah Etika :  Gangguan – banyak orang yang merasa terganggu oleh peningkatan jumlah penjualan yang agresif dan usaha pemasaran langsung  Ketidakadilan – beberapa pemasar langsung mengambil keuntungan dari pembeli yang impulsif atau kurang canggih  Penipuan dan Kecurangan – beberapa pemasar lansung merancang surat dan menulis teks surat yang bertujuan untuk menyesatkan pembeli  Pelanggaran Privasi – database pelanggan dimasukkan kedalam basis data sejumlah perusahaan dan diperjual- belikan

14 CYBERCRIME  Cybercrime pada dasarnya adalah suatu tindak pidana yang berkaitan dengan cyberspace, baik yang menyerang fasilitas umum di dalam cyberspace ataupun kepemilikan pribadi. Hampir semua kejahatan yang bersifat kejahatan tradisional dengan bantuan teknologi informasi dapat berubah menjadi kejahatan baru yang kemudian dapat disebut sebagai cybercrime  Cybecrime adalah kejahatan yang melibatkan komputer atau jaringan sebagai alat, target, ataupun tempat melakukan kriminalitas (Wilkipedia)  Pola umum yang digunakan untuk menyerang jaringan komputer adalah memperoleh akses terhadap account user dan kemudian menggunakan sistem milik korban sebagai platform untuk menyerang situs lain. Hal ini dapat diselesaikan hanya dalam waktu 45 detik dan dengan mengotomatisasi akan sangat mengurangi waktu yang diperlukan  Bedasarkan survei AC Nielsen, Indonesia menempati posisi ke enam terbesar di dunia atau ke empat di Asia dalam tindak kejahatan di internet

15 Kasus-kasus Cybercrime yang sering terjadi di Indonesia: 1. Pencurian nomor kartu kredit 2. Pengambilalihan situs web milik orang lain 3. Pencurian akses internet yang sering dalami oleh ISP 4. Kejahatan nama domain 5. Persaingan bisnis dengan menimbulkan gangguan bagi situs saingannya

16 CYBERLAW Cyberlaw adalah hukum yang digunakan di dunia cyber (dunia maya), yang umumnya diasosiasikan dengan Internet. Cyberlaw dibutuhkan karena dasar atau fondasi dari hukum di banyak negara adalah “ruang dan waktu”. Sementara itu, Internet dan jaringan komputer mendobrak batas ruang dan waktu ini.

17 Cyberlaw di Indonesia Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ─ bertujuan untuk mengatur dan melindungi kehidupan berinformasi dan bertransaksi elektronik:  Perebutan nama domain, HAKI, perlindungan informasi pribadi, hacking, cracking, carding, perdagangan password, penipuan lewat dan sms (dapat diteliti nomor & posisi pengirim lewat IMEI-identification manufacturing electrical number).  Setiap tindak pidana di bidang teknologi informasi yang dilakukan oleh setiap orang, baik di Indonesia maupun di luar Indonesia, yang akibatnya dirasakan di Indonesia dengan disertai bukti-bukti data elektonik yang ada di dunia maya dapat dijerat melalui KUHP dan diproses di pengadilan.  UU ITE merupakan payung hukum, hal-hal teknisnya harus diatur oleh PP. PP harus sudah ditetapkan paling lama 2 thn setelah disahkannya UU ITE, paling tidak dibutuhkan 13 PP utk mengatur hal-hal lain agar lebih efektif.

18 Evaluasi dan Pengendalian Pemasaran Jenis PengendalianTanggung Jawab Utama Tujuan Pengendalian I. Pengendalian Rencana Tahunan Manajemen puncak Manajemen Madya Untuk memeriksa apakah hasil yang direncanakan berhasil dicapai II. Pengendalian Profitabilitas Pengontrol PemasaranUntuk memeriksa dimana perusahaan menghasilkan laba atau mengalami kerugian III. Pengendalian Efisiensi Manajemen Lini Staf pengontrol pemasaran Untuk mengevaluasi dan meningkatkan efisiensi pengeluaran serta dampak dari biaya pemasaran IV. Pengendalian Strategis Manajemen puncak Auditor pemasaran Untuk memeriksa apakah perusahaan mengejar peluang-peluang terbaiknya di pasar, produk, dan salurannya

19 Proses Pengendalian PenetapanApa yang ingin Sasarankita capai? PengukuranApa yang kinerja terjadi? DiagnosisMengapa itu Kinerjaterjadi? TindakanApa yang harus Koreksikita lakukan?

20 Analisis Penjualan Mencakup pengukuran dan pengevaluasian penjualan aktual dibandingkan dengan sasaran penjualan. Ada dua alat spesifik yang digunakan dalam analisis penjualan: 1.Analisis varians-penjualan 2.Analisis penjualan-mikro

21 Analisis Varians-Penjualan Mengukur kontribusi relatif dari faktor-faktor yang berbeda-beda terhadap kesenjangan kinerja penjualan. Varians karena penurunan harga = ($1-$0.80)(3000) = $600 = 37,5% Varians karena penurunan vol = ($1)( ) = $1000 = 62,5% Jumlah barang terjual Harga penjualan Pendapatan total Rencana tahunan 4000$ 1$ 4000 Hasil akhir tahun 3000$ 0.80$ 2400

22 Analisis Penjualan-Mikro Mengamati produk tertentu, kawasan tertentu, dan seterusnya yang gagal untuk menghasilkan penjualan yang diharapkan. KawasanPenjualan yang diharapkan Penjualan aktual unit1400 unit-7% 2500 unit525 unit+5% unit1075 unit-46%

23 Penelaahan Etika dan Tanggung Jawab Sosial 1. Masyarakat harus menggunakan hukum untuk mendefinisikan sejelas mungkin praktek-praktek ilegal, anti-sosial, atau anti-persaingan. 2. Perusahaan harus menganut dan menyebarluaskan kode etik, membangun tradisi etika perilaku perusahaan, dan mengarahkan orang-orang mereka supaya bertanggung- jawab penuh memperhatikan pedoman etika dan hukum. 3. Pemasar individual harus menerapkan “kesadaran sosial” dalam bertransaksi dengan pelanggan mereka dan beragam pemercaya (stakeholder)


Download ppt "Marketplace: physical, as when one goes shopping in a store Marketspace: digital, as when one goes shopping ont the internet."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google