Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SOSIALISASI PENGISIAN INSTRUMEN AKREDITASI disampaikan oleh S U H A D I BAP – S/M PROV. JATENG PROV. JATENG.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SOSIALISASI PENGISIAN INSTRUMEN AKREDITASI disampaikan oleh S U H A D I BAP – S/M PROV. JATENG PROV. JATENG."— Transcript presentasi:

1 SOSIALISASI PENGISIAN INSTRUMEN AKREDITASI disampaikan oleh S U H A D I BAP – S/M PROV. JATENG PROV. JATENG

2 DASAR HUKUM 1.UU No. 20 Th 2003 ttg Sisdiknas (Bab XVI Bag Kedua pasal 60, ttg Akreditasi) 2.PP No. 19 Th 2005 ttg SNP (Bab XIII Akreditasi pasal 87) 3.PP No. 38 Th 2007 ttg Pembagian Urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Kab/Kota. (Lampiran Bid. Pendidikan, sub bid. Pengendalian Mutu, sub-sub bid. Akreditasi) 4.PP No. 17 Th 2010 ttg Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (pasal 12, 23 dan 34) 5.Permendiknas No. 50 Th 2007 ttg Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Pemerintah Daerah. (Lampiran 1:B. Program Akreditasi Pendidikan) 6.Peraturan Mendikbud No. 59 Tahun 2012 ttg Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah. 7.Peraturan Gubernur Jateng No. 8 Th 2013 ttg Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah Tingkat Provinsi Jawa Tengah. 8.Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 420/23 Th 2013 ttg Pembentukan Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah Tingkat Provinsi Jateng Periode 2013 – 2018.

3 Penegasan ttg pentingnya akreditasi dpt dilihat pd UU No. 20 Th 2003 ttg Sisdiknas Bab XVI bagian Kedua pasal 60 ttg Akreditasi yg berbunyi : 1.Akreditasi dilakukan utk menentukan kelayakan program & satuan pendidikan pd jalur pendidikan formal & nonformal pd setiap jenjang & jenis pendidikan. 2.Akreditasi thd program & satuan pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri yg berwenang sebagai bentuk akuntabilitas publik. 3.Akreditasi dilakukan atas dasar kriteria yg bersifat terbuka. 4.Ketentuan mengenai akreditasi selanjutnya sebagaimana dimaksud dlm ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) diatur lebih lanjut dgn Peraturan Pemerintah. Catatan :

4 SUSUNAN KEANGGOTAAN BAP-S/M TK. PROV. JATENG PERIODE Drs. H. Subarjo, MMKetua BAP-S/M merangkap Anggota 2.Drs. H.M Zain Yusuf, MMSekretaris merangkap Anggota 3.Ir. H. SuhadiAnggota 4.Drs. H. Gunarto, MMAnggota 5.Prof. DR. Sukarno, M.SiAnggota 6.DR. Iwan Junaidi, S.Si, M.PdAnggota 7.Prof. DR. Sunandar, M.PdAnggota 8.Lift. Anis Ma’shumah, M.AgAnggota 9.Widadi, SHAnggota 10.DR. Khumaedi, M.SiAnggota 11.Musta’in, S.Ag, M.PdIAnggota 12.Drs. Mulyani M. Noor, M.PdAnggota 13.Drs. V. HaryantoAnggota 14.Dra. Asri Naryatiningsih, M.PdAnggota 15.Drs. Eliya MartinusAnggota

5 VISI, MISI & MOTTO BAN-SM Mengembangkan sistem penyelenggaraan akreditasi yg efektif & efisien sbg bagian dari penjaminan mutu pendidikan. Mengembangkan perangkat akreditasi & mekanisme yg tepat & bermutu. Mengembangkan integritas dan kompetensi pengelola & pelaksana akreditasi. Mengembangkan jejaring akreditasi dgn berbagai pemangku kepentingan. Mengembangkan sistem informasi akreditasi sbg bagian dari akuntabilitas publik & mendukung pengambilan keputusan. Mengembangkan jejaring kemitraan dgn instansi akreditasi negara lain. VISI:Terwujudnya lembaga akreditasi sekolah/ madrasah yang profesional MISI: MOTTO:Profesional, Terpercaya dan Terbuka

6 TUGAS BAP-S/M 1.Melakukan sosialisasi kebijakan dan pencitraan lembaga BAN-S/M dan BAP-S/M. 2.Merencanakan program akreditasi S/M. 3.Menugaskan asesor utk melakukan visitasi. 4.Mengadakan pelatihan asesor. 5.Menetapkan hasil akreditasi. 6.Menyampaikan laporan pelaksanaan akreditasi. 7.Menyampaikan laporan hasil akreditasi dan rekomendasi. 8.Mengumumkan hasil akreditasi. 9.Mengelola sistem basis data akreditasi. 10.Melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan akreditasi. 11.Melakukan kesekretariatan BAP-S/M. 12.Membuat tugas pokok dan fungsi. 13.Melaksanakan tugas lain sesuai kebijakan BAN-S/M.

7 TUGAS UPA-S/M KAB/KOTA 1.Memfasilitasi BAP-S/M dgn Dinas Pendidikan Kab/Kota dan Kankemenag utk mendapatkan data S/M yg akan diakreditasi. 2.Mengusulkan jml S/M yg akan diakreditasi kpd BAP-S/M. 3.Mengusulkan jml asesor yg dibutuhkan utk Kab/Kota ybs. 4.Menyusun data S/M yg telah dan akan diakreditasi di tk Kab/Kota. 5.Mengkoordinasikan sasaran penugasan asesor. 6.Mengkoordinasikan jadwal pemberangkatan asesor. 7.Menyiapkan perangkat akreditasi dan administrasi bagi asesor. 8.Melaporkan pelaksanaan kegiatan yg dilakukan oleh UPA-S/M. 9.Membantu administrasi keuangan BAP-S/M. 10.Melaksanakan tugas lain yg ditetapkan oleh BAP-S/M.

8 INFORMASI APBD PROV. JATENG Prov. Jateng mendapat kuota sekolah. 2.Kuota : JenjangJmlKars. Banyu mas Kars. Kedu Kars. Surakar ta Kars. Pati Kars. Sema rang Kars. Pekalong an aSD/MI:550 sek bSMP/MTs:200 sek cSMA/MA:75 sek dSMK:165 PK/KK eSLB:10 sek JML1.000 sek

9 JADWAL KEGIATAN (APBD PROV. JATENG) 1.Tgl 8 & 9 April 2013:Sosialisasi per karesidenan 2.Juni 2013:Pembekalan Asesor 3.Juli-September 2013:Pelaksanaan Visitasi 4.Juli – September 2013:Monitoring 5.Agst – Sept 2013:Pelaporan 6.Oktober 2013:Pemantapan 7.Oktober 2013:Pleno 8.Oktober 2013:Pengolahan & Analisa Data 9.Nopember 2013:Rakor UPA - Evaluasi

10 10 Masa : habis Ulang Peningkatan peringkat akreditasi : ≥ 2 th Murni Akreditasi

11 11 1.Memiliki Surat Keputusan Pendirian/ Operasional Sekolah/Madrasah. 2.Memiliki peserta didik pada semua tingkatan kelas. 3.Memiliki sarana dan prasarana pendidikan. 4.Memiliki pendidik dan tenaga kependidikan. 5.Melaksanakan kurikulum yang berlaku, dan 6.Telah menamatkan peserta didik. Persyaratan Mengikuti Akreditasi Sekolah/Madrasah

12 1. Memiliki Surat Keputusan Pendirian/Operasional S/M 2. Memiliki sarana dan prasarana pendidikan; 3. Memiliki pendidik dan tenaga kependidikan; 4. Melaksanakan kurikulum yang berlaku; 5. Telah melaksanakan pendidikan dalam 4 tahun berturut-turut untuk SMALB dan SMPLB, 3 tahun berturut-turut untuk SDLB dan TKLB. Persyaratan Mengikuti Akreditasi Khusus SLB

13 Layanan PrimaCerdasKomprehensif VISI KEMENDIKNAS 2010 – 2014 “Terselenggaranya Layanan Prima Pendidikan Nasional untuk Membentuk Insan Indonesia Cerdas Komprehensif” RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) KEMENDIKBUD Permendiknas No. 2 Th. 2010

14 Ketersediaan MISI KEMENDIKNAS Meningkatkan Ketersediaan Layanan Pendidikan 2.Memperluas Keterjangkauan Layanan Pendidikan 3.Meningkatkan Kualitas/Mutu dan Relevansi Layanan Pendidikan 4.Mewujudkan Kesetaraan dalam Memperoleh Layanan Pendidikan 5.Menjamin Kepastian Memperoleh Layanan Pendidikan KeterjangkauanKualitas & Relevansi KesetaraanKepastian

15 melalui Penerapan 8 SNP (PP No. 19/2005): ISI :Permendiknas No. 22 Th 2006 PROSES:Permendiknas No. 41 Th 2007 KOMPETENSI LULUSAN:Permendiknas No. 23 Th 2006 PENDIDIK & TENAGA KEPENDIDIKAN : - Permendiknas No. 13 Th 2007 ttg Kasek - Permendiknas No. 16 Th 2007 ttg Guru - Permendiknas No. 24 Th 2008 ttg Tenaga Administrasi SARANA & PRASARANA:Permendiknas No. 24 Th 2007 PENGELOLAAN:Permendiknas No. 19 Th 2007 PEMBIAYAAN:PP No. 48 Th 2008 PENILAIAN PENDIDIKAN:Permendiknas No. 20 Th 2007

16 KOMPONEN AKREDITASI No 8 KOMPONEN ( Jenjang : SD/MI; SMP/MTs; SMA/MA; SMK; SLB) No 4 KOMPONEN ( Jenjang : TK/RA ) 1Standar Isi1Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan 2Standar Proses2Standar Pendidik & Tendik 3Standar Kompetensi Lulusan3Standar Isi, Proses, Penilaian 4Standar Pendidik & Tenaga Kependidikan 4Standar Sarpras, Pengelolaan, & Pembiayaan 5Standar Sarana & Prasarana 6Standar Pengelolaan 7Standar Pembiayaan 8Standar Penilaian Pendidikan

17 salah satu alat kontrolnya AKREDITASI AKREDITASI SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN dilaksanakan oleh ASESOR yang PROFESIONAL, TERPERCAYA & TERBUKA A). BAP B). UPA SMA/MA; SMK; SLB TK/RA; SD/MI; SMP/MTs

18 PENGERTIAN AKREDITASI S/M Berdasarkan Permendikbud No. 59 Th Akreditasi S/M adlh suatu kegiatan penilaian kelayakan program dan satuan pendidikan dasar dan menengah berdasarkan kriteria yg telah ditetapkan utk memberikan penjaminan mutu S/M. 2.Bukan utk membandingkan antar S/M. 3.Berdampak keunggulan mutu. 4.Mengingat pentingnya akreditasi sbg upaya utk meningkatkan mutu pendidikan nasional, maka pemerintah melalui Permendiknas No. 59 Th 2012 membentuk Bandan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M). 5.Dlm pelaksanaannya BAN-S/M dibantu oleh Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP-S/M) di tingkat Provinsi dan Unit Pelaksana Akreditasi Sekolah/Madrasah (UPA-S/M) di tingkat Kab/Kota.

19 TUJUAN AKREDITASI 1.Memberikan informasi ttg kelayakan S/M atau program yg dilaksanakan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan. 2.Memberikan pengakuan peringkat kelayakan. 3.Memberikan rekomendasi ttg penjaminan mutu pendidikan kpd program dan/atau satuan pendidikan yg diakreditasi dan pihak terkait.

20 MANFAAT HASIL AKREDITASI : 1.Membantu sekolah/madrasah dlm menentukan & mempermudah kepindahan peserta didik dari satu sekolah ke sekolah yg lain, pertukaran guru, & kerjasama yg saling menguntungkan. 2.Membantu mengidentifikasi sekolah/madrasah dan program dalam rangka pemberian bantuan pemerintah, investasi dana swasta dan donatur atau bentuk bantuan lainnya. 3.Acuan dalam upaya peningkatan mutu sekolah/madrasah dan rencana pengembangan sekolah/madrasah. 4.Umpan balik dalam usaha pemberdayaan dan pengembangan kinerja warga sekolah/madrasah dalam rangka menerapkan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, dan program sekolah/madrasah. 5.Motivator agar sekolah/madrasah terus meningkatkan mutu pendidikan secara bertahap, terencana, kompetitif baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional bahkan regional dan internasional. 6.Bahan informasi bagi sekolah/madrasah sebagai masyarakat belajar untuk meningkatkan dukungan dari pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta dalam hal profesionalisme, moral, tenaga, dan dana.

21 PRINSIP AKREDITASI S/M 1.OBJEKTIF : menggambarkan kondisi yg sebenarnya 2.KOMPREHENSIF : meliputi berbagai komponen pendidikan yang bersifat menyeluruh. 3.ADIL : semua S/M diberlakukan sama dengan tdk membedakan S/M atas dasar kultur, keyakinan, sosial, budaya dan tdk memandang status S/M baik negeri ataupun swasta 4.TRANSPARAN : harus disampaikan secara terbuka dan dpt diakses oleh siapa saja yg memerlukan. 5.AKUNTABEL : harus dapat dipertanggungjawabkan baik dari sisi penilaian maupun keputusannya. 6.PROFESIONAL : dilakukan oleh orang-orang yg memiliki kompetensi dan integritas.

22 STRUKTUR ORGANISASI BAN – S/M Ketua Sekretaris Anggota BAP – S/M Ketua Sekretaris Anggota ASESOR UPA-S/M Koordinator Staf Pendukung Staf Operasional Sekretariat Staf Operasional

23 MEKANISME AKREDITASI 1. BAP-S/M menyusun perencanaan jumlah dan alokasi S/M yang akan diakreditasi dengan koordinasi Disdik Provinsi dan Kanwil Depag 2. BAP-S/M umumkan kpd S/M agar menyampaikan usul diakreditasi 3. Disdik Prov/Kab/Kota dan Kanwil/Kandepag mengusulkan S/M yang akan diakreditasi 4. BAP-S/M mengirimkan Perangkat Akreditasi ke S/M 5. S/M MENGISI INSTRUMEN PENDUKUNG DAN INSTRUMEN AKREDITASI * 6. S/M mengirimkan Instrumen yang telah diisi ke BAP-S/M 7. BAP-S/M menentukan kelayakan S/M yang akan divisitasi

24 Layak? Layak? TIDAK BAP-S/M kirim surat penjelasan kpd S/M YA 8. BAP-S/M menugaskan Asesor * laksanakan visitasi 9. Asesor * melaksanakan visitasi ke S/M 10. BAP-S/M melakukan verifikasi hasil visitasi 11. BAP-S/M menetapkan hasil akreditasi Terakredita si? TIDAK BAP-S/M kirim surat penjelasan kpd S/M 12. BAP-S/M menerbitkan sertifikat akreditasi 13. BAP-S/M laporkan hasil akreditasi ke BAN-S/M dan pihak terkait

25 Penjelasan : 1.Penyusunan Rencana Jumlah & Alokasi S/M Setelah BAN-S/M menetapkan strategi & sasaran S/M yg diakreditasi, BAP-S/M menyusun rencana jumlah & alokasi S/M yg akan diakreditasi dgn koordinasi Disdik Provinsi & Kanwil Depag utk tiap provinsi pd setiap tahunnya & jabaran alokasi utk setiap kab/kot. 2.Pengumuman secara terbuka kepada S/M BAP-S/M mengumumkan scr terbuka kpd S/M utk menyampaikan usul akreditasi melalui Disdik Kab/Kot, Kandepag, UPA, & media lain.

26 Penjelasan : 3.Pengusulan Daftar S/M Disdik Provinsi & Kab/Kot, Kanwil Depag & Kandepag mengusulkan daftar nama & alamat S/M yg akan diakreditasi mengacu pd alokasi yg telah ditetapkan. 4.Pengiriman Perangkat Akreditasi ke S/M; terdiri : a. Instrumen Akreditasi (IA) b. Petunjuk Teknis Pengisian IA c. Instrumen Pengumpulan Data & Informasi Pendukung d.Teknik Penskoran & Pemeringkatan Hasil Akreditasi

27 Penjelasan : 5.Pengisian IA & Instrumen Pengumpulan Data & Informasi Pendukung Keempat dokumen pada butir 4 merupakan satu kesatuan, utk itu sebelum mengisi instrumen, S/M harus mempelajari & memahami Petunjuk Teknis Pengisian IA. 6.Pengiriman Hasil Isian IA & Instrumen Pengumpulan Data & Informasi Pendukung ke BAP-S/M S/M mengirim hasil isian diatas serta mengajukan permohonan utk diakreditasi kpd BAP-S/M (SMA, MA, SMK, & SLB) dan UPA (TK/RA; SD/MI; SMP/MTs). Dilengkapi dgn surat pernyataan Ka S/M / Kepala Program Keahlian ttg Keabsahan Data, Data Identitas S/M

28 Penjelasan : 7.Penentuan Kelayakan Visitasi BAP-S/M menentukan kelayakan visitasi (desk analysis) berdasar hasil isian IA. 8.Penugasan Tim Asesor BAP-S/M menetapkan & menugaskan tim asesor utk melaksanakan visitasi ke S/M 9.Pelaksanaan Visitasi dilaksanakan dgn jalan melakukan klarifikasi, verifikasi, & validasi data hasil isian IA sesuai dgn kondisi yg ada di S/M. Setelah itu melaporkan ke BAP-S/M. 10.Verifikasi Hasil Visitasi BAP-S/M melkakukan verifikasi thd hasil visitasi yg telah dilakukan oleh tim asesor.

29 Penjelasan : 11.Penetapan Hasil Akreditasi S/M SK BAN-S/M No. 01/BAN-SM/LL/X/2007 tgl 31 Oktober 2007 ttg Pemberian Wewenang kpd BAP-S/M utk menetapkan Peringkat Akreditasi S/M, menyatakan bahwa : a. BAN-S/M memberikan wewenang kpd BAP-S/M utk atas nama BAN-S/M menetapkan peringkat akreditasi; b. Penetapan peringkat akreditasi S/M dilakukan dlm rapat pleno BAP-S/M; dan c. Rapat pleno BAP-S/M yg dimaksud pd butir (b) dinyatakan sah apabila memenuhi kuorum & dihadiri oleh sekurang-kurangnya satu orang anggota BAN-S/M.

30 Rapat pleno penetapan hasil akhir akreditasi harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya lebih 50% jumlah anggota BAP-S/M & satu orang anggota BAN-S/M. Keputusan penetapan hasil akreditasi ditetapkan melalui musyawarah utk mufakat. BAP-S/M segera menerbitkan sertifikat hasil akreditasi bagi S/M yg dinyatakan terakreditasi, bagi S/M yg dinyatakan tidak terakreditasi dikirim surat penjelasan beserta saran perbaikannya. Nilai akhir & peringkat akreditasi S/M yg dinyatakan terakreditasi jg dilengkapi dgn penjelasan/informasi kualitatif ttg kekuatan & kelemahan masing2 komponen & aspek akreditasi, termasuk saran2 tindak lanjut.

31 Penjelasan : 12.Penerbitan Sertifikat –BAP-S/M menerbitkan sertifikat hasil akreditasi bagi S/M yg telah dinyatakan terakreditasi utk semua jenjang & jenis pendidikan. –Sertifikat akreditasi memuat nilai masing2 komponen (dlm angka) & peringkat akreditasi S/M yg dinyatakan dgn huruf A (sangat baik), B (baik), dan C (cukup). –Disamping sertifikat akreditasi, BAP-S/M juga memberikan laporan lengkap hasil akreditasi kpd S/M.

32 Masa Berlakunya Akreditasi S/M : a)Sertifikat akreditasi S/M berlaku selama lima tahun terhitung sejak tanggal ditetapkan. Setelah periode lima tahun S/M harus diakreditas ulang. b)S/M diwajibkan mengajukan permohonan akreditasi paling lambat enam bulan sebelum masa berlakunya akreditasi berakhir c)S/M yg masa berlaku status akreditasinya berakhir & telah mengajukan akreditasi ulang tetapi belum dilakukan akreditasi oleh BAP-S/M, maka hasil akreditasi S/M yg bersangkutan tetap berlaku dgn surat perpanjangan masa berlakunya akreditasi yg dikeluarkan oleh BAP-S/M. Apabila karena sesuatu hal BAP-S/M belum dpt mengeluarkan surat perpanjangan maka status akreditasi S/M tsb dinyatakan tetap berlaku.

33 d)S/M yg masa berlaku status akreditasinya telah berakhir & menolak utk diakreditasi ulang oleh BAP- S/M, maka status akreditasi S/M yg bersangkutan dinyatakan tidak berlaku. e)S/M yg menghendaki akreditasi ulang utk memperbaiki peringkat setelah melakukan perbaikan dpt mengajukan permohonan sekurang-kurangnya dua tahun terhitung sejak ditetapkannya peringkat akreditasi.

34 Bagi satuan & program pendidikan yg tidak terakreditasi akan terkena sanksi sebagaimana diatur dlm Pasal 61 UU No 20 Th 2003, yaitu tidak boleh menyelenggarakan ujian akhir & tidak berhak menerbitkan ijazah. S/M atau pihak lain yg merasa tidak puas terhadap hasil akreditasi dpt menyampaikan keberatan kpd BAP- S/M dgn tembusan kpd BAN-S/M. Berdasarkan pengajuan keberatan tsb, BAN-S/M melakukan verifikasi & evaluasi serta menyampaikan hasilnya kpd BAP-S/M utk ditindaklanjuti.

35 Penjelasan : 13.Pelaporan Hasil Akreditasi & Penyampaian Bahan Rekomendasi Tindak Lanjut a)BAN-S/M melaporkan kegiatan akreditasi S/M kpd Mendiknas. b)BAP-S/M melaporkan kegiatan akreditasi S/M kpd Gubernur dgn tembusan kpd BAN-S/M, Disdik Prov, Kanwil Depag, Disdik Kab/Kot, Kandepag, & LPMP disertai bahan rekomendasi tindak lanjut. c)Depdiknas, Depag, Disdik Prov, Kanwil Depag, Disdik Kab/Kot, Kandepag, & penyelenggara melakukan pembinaan thd S/M dgn memperhatikan hasil akreditasi sesuai kewenangannya.

36 lanjutan: d)Laporan hasil akreditasi S/M jg dpt diakses oleh berbagai pihak terkait & yg berkepentingan dgn peningkatan mutu pendidikan. e)Seluruh hasil akreditasi secara nasional diumumkan melalui website BAN-S/M dgn alamat situs di

37 PERANGKAT AKREDITASI INSTRUMEN AKREDITASI PETUNJUK TEKNIS PENGISIAN INSTRUMEN AKREDITASI INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA DAN INFORMASI PENDUKUNG AKREDITASI ~ ~ PEDOMAN PENSKORAN DAN PEMERINGKATAN AKREDITASI ~ PENGISIAN INSTRUMEN AKREDITASI

38 INSTRUMEN/PERANGKAT AKREDITASI PERMENDIKNAS 1.TK/RA  No. 52 Th SD/MI  No. 11 Th SMP/MTs  No. 12 Th SMA/MA  No. 52 Th SMK/MAK  No. 13 Th TKLB  No. 53 Th SDLB  No. 54 Th SMPLB  No. 55 Th SMALB  No. 56 Th 2009 Catatan : Instrumen akreditasi/tiap butir pernyataan : -tidak utk dikritisi; tetapi -utk dipahami

39 Keterkaitan antara: INSTRUMEN, JUKNIS, SERTA INSTRUMEN PENGUMPULAN Keterkaitan antara: INSTRUMEN, JUKNIS, SERTA INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA DAN INFORMASI PENDUKUNG AKREDITASI DATA DAN INFORMASI PENDUKUNG AKREDITASI 2. Setiap jawaban pada butir pernyataan instrumen harus dibuktikan dengan bukti fisik, dokumen, atau fakta seperti dijelaskan pada Juknis. 4. Bukti fisik, dokumen, maupun fakta yang sama dapat digunakan untuk membuktikan atau mendukung jawaban dari butir-butir pernyataan lain yang berkaitan. 1. Instrumen Akreditasi merupakan satu kesatuan utuh yang tidak terpisahkan dengan Juknis Instrumen Akreditasi. Oleh sebab itu agar dapat menjawab butir-butir pernyataan instrumen Saudara harus memahami Juknis. 3. Instrumen pengumpulan data dan informasi pendukung digunakan untuk memudahkan dalam mengisi butir instrumen akreditasi dan pengecekan data-data yang diperlukan.

40 CONTOH : CONTOH : Instrumen Akreditasi, Petunjuk Teknis, serta Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung Akreditasi TK/RA III. STANDAR ISI, PROSES, DAN PENILAIAN 64.TK/RA mengembangkan rencana pembelajaran.  A A Rata-rata setiap bulan terdapat lebih dari 20 Rencana Kegiatan Harian (RKH)  B B Rata-rata setiap bulan terdapat 16 – 20 Rencana Kegiatan Harian (RKH)  C C Rata-rata setiap bulan terdapat 11 – 15 Rencana Kegiatan Harian (RKH)  D D Rata-rata setiap bulan terdapat 6 – 10 Rencana Kegiatan Harian (RKH)  E E Rata-rata setiap bulan terdapat kurang dari 6 Rencana Kegiatan Harian (RKH) B. Standar Proses Instrumen Akreditasi

41 64. Rencana Pembelajaran. Instrumen Pengumpulan Data Dan Informasi Pendukung Akreditasi TK/RA BulanJumlah RKHJumlah RKM Rata-rata Petunjuk Teknis 64.Jawaban dibuktikan dengan melihat jumlah rata-rata Rencana Kegiatan Harian (RKH) dan Rencana Kegiatan Mingguan (RKM).

42 CONTOH : CONTOH : Instrumen Akreditasi, Petunjuk Teknis, serta Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung Akreditasi SD/MI VI. STANDAR PENGELOLAAN 94.Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan kesiswaan.  A A Memiliki 4 (empat) atau lebih dokumen kegiatan kesiswaan.  B B Memiliki 3 (tiga) dokumen kegiatan kesiswaan.  C C Memiliki 2 (dua) dokumen kegiatan kesiswaan.  D D Memiliki 1 (satu) dokumen kegiatan kesiswaan.  E E Tidak memiliki dokumen kegiatan kesiswaan. Instrumen Akreditasi

43 94. Jenis kegiatan kesiswaan yang dilakukan sekolah/madrasah. a) _____________________________________________________ b) _____________________________________________________ c) _____________________________________________________ d) _____________________________________________________ e) _____________________________________________________ Instrumen Pengumpulan Data Dan Informasi Pendukung Akreditasi SD/MI Petunjuk Teknis 94.Kegiatan kesiswaan terdiri dari 4 (empat) dokumen yang terdiri dari : a. Memberikan layanan konseling. b. Melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler. c. Melakukan pembinaan prestasi unggulan, dan d. Melakukan pelacakan alumni.

44 CONTOH : CONTOH : Instrumen Akreditasi, Petunjuk Teknis, serta Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung Akreditasi SMP/MTs VI. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN. 50.Guru memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV).  A A Sebanyak 76% - 100% guru berpendidikan S1 atau D-IV.  B B Sebanyak 51% - 75% guru berpendidikan S1 atau D-IV.  C C Sebanyak 26% - 50% guru berpendidikan S1 atau D-IV.  D D Sebanyak 1% - 25% guru berpendidikan S1 atau D-IV.  E E Tidak ada guru berpendidikan S1 atau D-IV. Instrumen Akreditasi Petunjuk Teknis 50.Jawaban dibuktikan dengan memperlihatkan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang- undangan yang berlaku. Perhitungan dilakukan dengan cara membandingkan jumlah guru berkualifikasi minimum S1 dan D-IV dengan jumlah seluruh guru.

45 No Tingkat pendidikan Jumlah dan status guru Jumlah GT* /PNS GTT** /Guru Bantu LPLP 1S3/S2 2S1 3D4 4D3/Sarjana Muda 5D2 6D1 7  SMA sederajat Jumlah 50. Jumlah guru yang dimiliki program keahlian dan kualifikasinya. Jumlah guru: orang. Kualifikasi : Keterangan: * GT = Guru tetap (bagi sekolah/madrasah swasta) ** GTT = Guru tidak tetap (baik sekolah/madrasah negeri atau swasta) Instrumen Pengumpulan Data Dan Informasi Pendukung Akreditasi SMP/MTs

46 CONTOH : CONTOH : Instrumen Akreditasi, Petunjuk Teknis, serta Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung Akreditasi SMA/MA VIII. STANDAR PENILAIAN 156.Sekolah/Madrasah mengoordinasikan ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester.  A A Sekolah/Madrasah mengoordinasikan ulangan tengah semester dan akhir semester.  B B Sekolah/Madrasah mengoordinasikan ulangan akhir semester saja.  C C Sekolah/Madrasah mengoordinasikan ulangan tengah semester saja.  D D Tidak tentu.  E E Tidak pernah. Instrumen Akreditasi

47 156. Koordinasi ulangan tengah semester dan akhir semester. Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung Akreditasi SMA/MA No.Bentuk/jenis koordinasiTgl pelaksanaan 1 2 Petunjuk Teknis 156.Jawaban dibuktikan dengan Surat Keputusan kepala sekolah/madrasah tentang kepanitiaan ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester.

48 CONTOH : CONTOH : Instrumen Akreditasi, Petunjuk Teknis, serta Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung Akreditasi SMK/MAK I. STANDAR ISI 8.Program Praktik Kerja Industri (prakerin) dilaksanakan sesuai dengan alokasi waktu pada struktur kurikulum.  A A Siswa melakukan prakerin selama 2 bulan (setara 500 jam atau lebih), mengikuti jam kerja karyawan/pegawai.  B B Siswa melakukan prakerin selama 2 bulan, tidak mengikuti jam kerja karyawan/pegawai.  C C Siswa melakukan prakerin kurang dari 2 bulan, mengikuti jam kerja karyawan/pegawai.  D D Siswa melakukan prakerin kurang dari 2 bulan, tidak mengikuti jam kerja karyawan/pegawai.  E E Siswa tidak melakukan prakerin. Instrumen Akreditasi

49 8. Data Prakerin siswa di DU/DI Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung Akreditasi SMK/MAK Petunjuk Teknis 8.Jawaban dibuktikan dengan data tentang pelaksanaan prakerin siswa di DU/DI (seperti adanya jadwal pelaksanaan, dan surat keterangan bahwa siswa telah melaksanakan prakerin). No.Nama DU/DIJumlah Siswa yang Prakerin Waktu Prakerin Lama Prakerin

50 CONTOH : CONTOH : Instrumen Akreditasi, Petunjuk Teknis, serta Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung Akreditasi SDLB-A (TUNANETRA) II. STANDAR PROSES 24.Kepala sekolah/madrasah melakukan evaluasi dengan memperhatikan aspek pembelajaran dan aspek kinerja guru.  A A Dengan memperhatikan 2 aspek evaluasi yaitu pembelajaran dan kinerja guru.  B B Dengan memperhatikan 1 aspek evaluasi yaitu pembelajaran.  C C Dengan memperhatikan 1 aspek evaluasi yaitu kinerja guru.  D D Evaluasi dilakukan tetapi tidak memperhatikan kedua aspek evaluasi.  E E Tidak ada proses evaluasi. Instrumen Akreditasi

51 24. Evaluasi pembelajaran dan kinerja guru. Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung Akreditasi SDLB-A (TUNANETRA) Petunjuk Teknis 24.Jawaban dibuktikan dengan catatan hasil evaluasi pembelajaran dan kinerja guru oleh kepala sekolah/madrasah. No.Tgl evaluasiNama guru yg dievaluasi Aspek yang dievaluasi

52 PEDOMAN PENSKORAN DAN PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI 1.Pedoman Penskoran Akreditasi

53 Jumlah Butir Instrumen Akreditasi NoKomponen Akreditasi Jumlah Butir SD/MISMP/MTsSMA/MASMK/MAK (1 )( 2 )( 3 )( 4 )( 5 )( 6 ) 1.Standar Isi Standar Proses Standar Komp. Lulusan Standar Pendidik & Tendik Standar Sarana &Prasarana Standar Pengelolaan Standar Pembiayaan Standar Penilaian Jumlah

54 NoKomponen akreditasi Jumlah Butir Nomor butir 1.Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan 111 – 11 2.Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan TK/RA 4612 – 57 3.Standar Isi, Proses, dan Penilaian Standar Sarana dan Prasarana, Pengelolaan, dan Pebiayaan JUMLAH105 Jumlah Butir Instrumen Akreditasi TK/RA

55 Contoh : PERHITUNGAN PENSKORAN TK/RA NoKomponen Jml Butir Jml Bobot Butir Skor Maks Butir Bobo t Kom pone n Jml skor Tertimb maks Jml Skor Tertimb Perolehan Skor Komponen Akreditasi N.Akredita si Komponen Skala Ratusan (1)( 2 )( 3 )( 4 )( 5 )( 6 )( 7 )( 8 )*( 9 )**( 10 )*** 1Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan ,6476 2Standar Pendidik & Tendik ,9993 3Standar Isi, Proses, Penilaian ,1190 4Standar Sarpras, Pengelolaan, & Pembiayaan ,8596 Nilai Akhir Akreditasi91,58 ~ 92 Peringkat AkreditasiA Ket. : *Jumlah total dari bobot butir tiap pernyataan x skor butir perolehan(A= 4; B=3; C=2; D=1; E=0) **Kolom 8 / kolom 7 X kolom 6 ***Kolom 9 / kolom 6 X 100 Kolom 3, 4, 5, 6, 7 sudah ketentuan

56 Catatan khusus : TK/RA Tabel. Skor Tertimbang Perolehan Komponen Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan No. ButirJawabanSkor Butir Perolehan Bobot ButirSkor Tertimbang Perolehan *) (1)(2)(3)(4)(5) 1A4416 2A4312 3A43 4C248 5B34 6B339 7A43 8A43 9D133 10C224 11C236 Jumlah ( Usia 4 – 5 )35106 *) Skor Tertimbang Perolehan = Skor Butir Perolehan x Bobot Butir

57 Lanjutan No. ButirJawabanSkor Butir Perolehan Bobot ButirSkor Tertimbang Perolehan *) (1)(2)(3)(4)(5) 1A4416 2A4312 3A43 4B34 5B34 6C236 7A43 8A43 9C236 10D122 11C236 Jumlah ( Usia 5 – 6 )35108 Rata-rata35107 ** **) 107 diperoleh dari ( ) / 2

58 Contoh : PERHITUNGAN PENSKORAN SD/MI NoKomponen Jml Butir Jml Bobot Butir Skor Maks Butir Bobo t Kom pone n Jml skor Tertimb maks Jml Skor Tertimb Perolehan Skor Komponen Akreditasi N.Akredita si Komponen Skala Ratusan (1)( 2 )( 3 )( 4 )( 5 )( 6 )( 7 )( 8 )*( 9 )**( 10 )*** 1Standar Isi ,5070 2Standar Proses ,0694 3Standar Komp. Lulusan ,0493 4Standar Pendk & Tendik ,2688 5Standar Sarpras ,9390 6Standar Pengelolaan ,4675 7Standar Pembiayaan ,6296 8Standar Penilaian ,9290 Nilai Akhir Akreditasi86,79 ~ 87 Peringkat AkreditasiA Ket. : *Jumlah total dari bobot butir tiap pernyataan x skor butir perolehan (A= 4; B=3; C=2; D=1; E=0) **Kolom 8 / kolom 7 X kolom 6 ***Kolom 9 / kolom 6 X 100 Kolom 3, 4, 5, 6, 7 sudah ketentuan

59 Contoh : PERHITUNGAN PENSKORAN SMP/MTs NoKomponen Jml Butir Jml Bobot Butir Skor Maks Butir Bobot Kompone n Jml skor Tertimb maks Jml Skor Tertimb Peroleh an Skor Kompone n Akreditas i N.Akredita si Komponen Skala Ratusan (1)( 2 )( 3 )( 4 )( 5 )( 6 )( 7 )( 8 )*( 9 )**( 10 )*** 1Standar Isi ,2471 2Standar Proses ,7992 3Standar Komp. Lulusan ,2787 4Standar Penddik &Tendik ,7185 5Standar Sarpras ,5396 6Standar Pengelolaan ,9381 7Standar Pembiayaan ,0971 8Standar Penilaian ,2484 Nilai Akhir Akreditasi83,80~84 Peringkat AkreditasiB Ket. : *Jumlah total dari bobot butir tiap pernyataan x skor butir perolehan (A= 4; B=3; C=2; D=1; E=0) **Kolom 8 / kolom 7 X kolom 6 ***Kolom 9 / kolom 6 X 100 Kolom 3, 4, 5, 6, 7 sudah ketentuan

60 Contoh : PERHITUNGAN PENSKORAN SMA/MA NoKomponenJm l Bu tir Jml Bob ot Butir Skor Mak s Buti r Bobot Komp onen Jml Skor Tertimb Maks Jml Skor Butir Jml Skor Tertimb Perolehan Skor Kompone n Akreditasi N.Akredit asi Komp. Skala Ratusan (1)( 2 )(3)( 4 )( 5 )( 6 )( 7 ) #( 8 )( 9 )*(10 )**( 11 )*** 1Standar Isi151, ,0011,0073 2Standar Proses101, ,007,5075 3Standar Komp. Lulusan 250, ,808,7087 4Standar Pendidik &Tendik 200, ,2513,3189 5Standar Sarpras300, ,0013,2588 6Standar Pengelolaan 200, ,508,3884 7Standar Pembiayaan 250, ,6012,1581 8Standar Pnilaian200, ,009,7598 Nilai Akhir Akreditasi ,1584,04~84 Peringkat AkreditasiB Keterangan : *Jumlah skor butir X bobot butir ( kolom 8 X kolom 4 ) **Kolom 9 / kolom 7 X kolom 6 ***Kolom 10 / kolom 6 X 100 (atau skor tertimb perolehan / skor tertimb maks X 100 ) Kolom 3, 4, 5, 6, 7 sudah ketentuan; # = jml butir X skor butir maks X bobot butir

61 Contoh : PERHITUNGAN PENSKORAN SMK/MAK NoKomponenJml But ir Jml Bobot Butir Skor Maks Butir Bobot Kompo nen Jml skor Tertimb maks Jml Skor Tertimb Peroleha n Skor Kompone n Akreditasi N.Akreditas i Komp. Skala Ratusan (1)( 2 )(3)( 4 )( 5 )( 6 )( 7 ) #( 8 )*( 9 )**( 10 )*** 1Standar Isi ,3378 2Standar Proses ,5964 3Standar Komp. Lulusan ,6697 4Standar Penddik & Tendik ,5670 5Standar Sarpras ,1178 6Standar Pengelolaan ,0070 7Standar Pembiayaan ,1274 8Standar Penilaian ,8480 Nilai Akhir Akreditasi76,21~76 Peringkat AkreditasiB Ket : * Jumlah total dari bobot butir tiap pernyataan X skor butir perolehan (A= 4; B=3; C=2; D=1; E=0) ** Kolom 8 / kolom 7 X kolom 6 *** Kolom 9 / kolom 6 X 100 Kolom 3, 4, 5, 6, 7 sudah ketentuan; # = jml bobot butir X skor butir maks

62 Contoh : PERHITUNGAN PENSKORAN SDLB-B (Tuna Rungu) NoKomponenJml But ir Jml Bobot Butir Skor Maks Butir Bobot Kompo nen Jml skor Tertimb maks Jml Skor Tertimb Peroleha n Skor Kompone n Akreditasi N.Akreditas i Komp. Skala Ratusan (1)( 2 )(3)( 4 )( 5 )( 6 )( 7 ) #( 8 )*( 9 )**( 10 )*** 1Standar Isi ,3976 2Standar Proses ,9453 3Standar Komp. Lulusan ,4955 4Standar Penddik & Tendik ,5470 5Standar Sarpras ,5575 6Standar Pengelolaan ,2982 7Standar Pembiayaan ,4274 8Standar Penilaian ,7768 Nilai Akhir Akreditasi69,37~69 Peringkat AkreditasiC Ket : * Jumlah total dari bobot butir tiap pernyataan X skor butir perolehan (A= 4; B=3; C=2; D=1; E=0) ** Kolom 8 / kolom 7 X kolom 6 *** Kolom 9 / kolom 6 X 100 Kolom 3, 4, 5, 6, 7 sudah ketentuan; # = jml bobot butir X skor butir maks

63 Ketentuan Pembulatan. 1.Dalam proses penghitungan tidak ada pembulatan 2.Pembulatan pada Nilai Akreditasi Komponen, ditulis 2 angka dibelakang koma. 3.Nilai Komponen Akreditasi Skala Ratusan ditulis dalam bentuk Angka Bulat. 4.Nilai Akhir Hasil Akreditasi (NA) ditulis dalam bentuk angka bulat tanpa koma. 5.Prosen pembulatan dalam penentuan NA a. Bila sama atau diatas 0,50 menjadi 1; b. Bila dibawah 0,50 menjadi 0.

64 Pemeringkatan Hasil Akreditasi 1.Peringkat akreditasi A (Amat Baik), jika memperoleh Nilai Akhir Hasil Akreditasi (NA) lebih besar atau sama dengan 86 sampai dengan 100 (86 ≤ NA ≤ 100) 2.Peringkat akreditasi B (Baik), jika memperoleh Nilai Akhir Hasil Akreditasi (NA) lebih besar atau sama dengan 71 sampai dengan 85 (71 ≤ NA ≤ 85) 3.Peringkat akreditasi C (Cukup Baik), jika memperoleh Nilai Akhir Hasil Akreditasi (NA) lebih besar atau sama dengan 56 sampai dengan 70 (56 ≤ NA ≤ 70)

65 S/M dinyatakan Terakreditasi jika : a)Memperoleh Nilai Akhir Akreditasi sekurang- kurangnya 56. b)Tidak lebih dari dua Nilai Komponen Akreditasi Skala Ratusan kurang dari 56. c)Tidak ada Nilai Komponen Akreditasi Skala Ratusan kurang dari 40. S/M dinyatakan Tidak Terakreditasi (TT), jika tidak memenuhi kriteria diatas.

66 Contoh Nilai Akreditasi : No Komponen Akreditasi Nilai Komponen Skala Ratusan Sek. A Sek. B Sek. C Sek. D 1 Standar Isi Standar Proses Standar Komp. Lulusan Standar Pend. dan Tendik Standar Sarpras Standar Pengelolaan Standar Pembiayaan Standar Penilaian Nilai Akhir Akreditasi Peringkat Akreditasi BATTTT Sekolah A : Terakreditasi B Sekolah B : Terakreditasi A Sekolah C dan D : Tidak Terakreditasi ( TT )

67 1.Peringkat Akreditasi Sekolah/Madrasah berlaku 5 (lima) tahun terhitung sejak ditetapkan peringkat akreditasinya 2.Sekolah/Madrasah wajib mengajukan permohonan akreditasi ulang 6 ( enam ) bulan sebelum habis masa berlakunya 3.Sekolah/Madrasah yang menghendaki akreditasi ulang sekurang- kurangnya setelah 2 (dua ) tahun 4.Sekolah/Madrasah yang masa berlakunya habis dan telah mengajukan, tetapi belum dilaksanakan akreditasi oleh BAP-S/M, Sekolah/Madrasah yang bersangkutan tetap menggunakan peringkat akreditasi terakhir. 5.Sekolah/Madrasah yang peringkat akreditasinya berakhir dan menolak untuk diakreditasi, peringkat akreditasinya dinyatakan tidak berlaku. 67 Masa Berlakunya Peringkat Akreditasi :

68 V I S I T A S IV I S I T A S I 1. PENGERTIAN : Kunjungan ke sekolah/madrasah oleh asesor untuk melakukan klarifikasi (minta penjelasan), verifikasi (pencermatan ulang), validasi (kesahihan/keabsahan) dan informasi yang telah disampaikan oleh sekolah/madrasah melalui pengisian Instrumen Akreditasi (IA) 2. TUJUAN : - meningkatkan kecermatan, keabsahan, kesesuaian antara fakta dengan data IA - mencari data dan informasi tambahan 3. CARA VISITASI : - kunjungan; pengamatan lapangan; - wawancara; - klarifikasi; verifikasi; validasi; - pendalaman hal-hal khusus

69 Prinsip - Prinsip Visitasi :  EFEKTIF mampu menjaring informasi yang akurat dan valid  EFISIEN dibatasi hal-hal yang pokok saja  OBJEKTIF berdasarkan kenyataan pada sejumlah indikator yang diamati  MANDIRI mendorong sekolah/madrasah untuk melakukan evaluasi diri secara akurat

70 Petugas Visitasi (Asesor) : - telah memenuhi persyaratan/kriteria yang ditentukan - diangkat dan ditugasi oleh BAP – S/M - memiliki tanggung jawab akan tugasnya - berpedoman kepada norma-norma pelaksanaan akreditasi - hasil mencerminkan tingkat kelayakan sekolah/madrasah yang sesungguhnya - merahasiakan hasil visitasi - melaporkan secara objektif kepada BAP – S/M; maka penggalian data, informasi dari berbagai sumber ; wawancara, menelaah dokumen dengan sungguh-sungguh - bekerja dengan objektif, bertanggung jawab, bebas dari tekanan, hasil dapat dipertanggungjawabkan

71 Tata Cara Visitasi 2). Klarifikasi, verifikasi, serta validasi data dan informasi oleh asesor 1). Persiapan visitasi oleh asesor 3). Klarifikasi temuan oleh tim asesor dan sekolah/madrasah 4). Penyusunan laporan tim asesor berdasarkan laporan individual 5). Penyerahan laporan tim asesor kepada BAP-S/M

72 a). Persiapan Visitasi : 1. mempelajari dan mencermati hasil Instrumen Akreditasi dan data pendukung dari S/M yang bersangkutan 2. membuat Surat Pernyataan Asesor tentang Pelaksanaan Tugas Visitasi b). Klarifikasi, verifikasi, validasi dan informasi : 1. temu awal 2. membandingkan data dan informasi melalui Instrumen Akreditasi dengan kondisi nyata melalui pengamatan, observasi kelas, wawancara, pencermatan ulang data/informasi 3. mencari data/informasi tambahan 4. poin 2 & 3  setiap asesor berdiri sendiri-sendiri; masing- masing asesor meliputi 8 komponen DILARANG diadakan pembagian komponen 5. Kepala S/M membuat Surat Pernyataan tentang Pelaksanaan Visitasi Penjelasan :

73 c). Klarifikasi Temuan : 1. temu asesor dengan warga S/M 2. pencocokan hasil visitasi dengan Instrumen Akreditasi setiap komponen; Seperti poin b.4 ~ setiap asesor berdiri sendiri-sendiri; masing-masing asesor 8 komponen DILARANG diadakan pembagian komponen. 3. S/M memiliki hak jawab d). Penyusunan Laporan : 1. tim asesor menyusun laporan individual; Catatan : - dibuat oleh masing-masing asesor - dilarang kompromi 2. diskusi laporan individual; dengan hasil : laporan “hasil visitasi” (BUKAN hasil jumlah 2 (dua) asesor dibagi 2 dan “perumusan rekomendasi” yang dibuat pada lembar tersendiri  laporan tim

74 e). Penyerahan Laporan : 1. laporan individual 2. laporan tim 3. Pernyataan Kepala S/M tentang Pelaksanaan Visitasi 4. saran-saran pembinaan, pengembangan, dan lain-lain 5. disampaikan kepada BAP – S/M : - TK/RA; SD/MI; SMP/MTs  ke UPA Wil. S/M - SMA/MA; SMK  ke BAP S/M - segera setelah visitasi selesai (sangat diharapkan 2 (dua) hari setelah visitasi dan paling lambat 6 (enam) hari / 1 (satu) minggu setelah visitasi f). Pembiayaan : dibiayai oleh BAP – S/M u.p UPA Kabupaten/Kota sesuai MoU g). Monitoring : setelah visitasi selesai, BAP-S/M mengadakan monitoring terhadap pelaksanaan tugas asesor

75 NORMA PELAKSANAAN AKREDITASI 1. KEJUJURAN : ●S/M : - data/informasi yang diberikan harus jujur - memberikan kemudahan administratif; menyediakan data yang diperlukan - mengijinkan tim asesor melakukan pengamatan, wawancara, pengkajian ulang data pendukung ●Asesor : - proses verifikasi dan validasi dilaksanakan secara jujur dan benar, sehingga bermanfaat dan objektif - hindari pengambilan keputusan yang merugikan pihak manapun 2. INDEPENDENSI: ●S/M : - dalam evaluasi diri harus mandiri, tidak terpengaruh oleh intervensi siapapun/dari manapun - bebas dari pertentangan kepentingan

76 ●Asesor : - dalam visitasi juga harus mandiri, tidak terpengaruh oleh intervensi siapapun/dari manapun - TIDAK DIPERBOLEHKAN MENERIMA LAYANAN DAN PEMBERIAN DALAM BENTUK APAPUN : SEBELUM, SELAMA DAN SESUDAH PROSES VISITASI YANG MUNGKIN AKAN BERPENGARUH TERHADAP HASIL VISITASI - keputusan tim asesor harus bebas dari pertentangan kepentingan, baik dari pihak S/M maupun tim asesor sendiri 3. PROFESIONALISME : ●S/M : - dalam melaksanakan evaluasi diri harus benar-benar memahami ketentuan dan prosedur - jika diperlukan dapat konsultasi ke BAP-S/M ●Asesor : - benar-benar memahami ketentuan dan prosedur yang berlaku dalam pelaksanaan akreditasi - cakap dalam menggunakan perangkat akreditasi - memberikan penilaian berdasarkan profesionalismenya

77 ●Asesor : - mampu memberikan saran-saran/masukan yang membangun : perbaikan, pengembangan dan peningkatan kinerja S/M - bersedia menerima pernyataan tidak puas dari S/M yang divisitasi 4. KEADILAN : S/M dan Asesor ; - evaluasi diri dan visitasi semua S/M negeri atau swasta diperlakukan sama - dilaksanakan sesuai norma, kriteria, standar, mekanisme, prosedur kerja secara adil dan atau tidak diskriminatif - tim asesor harus terbebas dari bias-bias yang mempengaruhi penilaian 5. KESEJAJARAN : S/M dan Asesor; - kedudukan asesor dan warga S/M adalah sejajar - asesor dilarang melakukan penekanan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya

78 6. KETERBUKAAN : ●S/M : - terbuka menyampaikan data dan informasi ●Asesor : - transparan didalam menyampaikan penjelasan norma, kriteria, standar, prosedur/mekanisme kerja, jadwal dan sistem penilaian akreditasi. ( Catatan : S/M sudah diberi sosialisasi masalah akreditasi dan visitasi) - MENJAGA KERAHASIAAN DOKUMEN DAN INFORMASI YANG DISAMPAIKAN OLEH SETIAP WARGA S/M 7. AKUNTABILITAS : S/M dan Asesor : - bersama-sama menjaga akuntabilitas dari proses dan hasil akreditasi - kesalahan dan penyimpangan dalam proses visitasi atau pelanggaran terhadap norma-norma visitasi, S/M dapat melaporkan ke BAP-S/M ( Telepon : (024) )

79 8.BERTANGGUNGJAWAB : S/M dan Asesor : dapat mempertanggungjawabkan semua penilaian dan keputusannya sesuai dengan aturan, prosedur dan prinsip akreditasi 9.BEBAS INTIMIDASI : BAP-S/M; S/M, responden dan asesor : - terbebas dari intimidasi dari manapun/siapapun 10. MENJAGA KERAHASIAAN : BAP-S/M, asesor : - harus menjaga kerahasiaan data dan informasi yang terjaring dalam proses akreditasi - data dan informasi harus digunakan untuk kepentingan pelaksanaan akreditasi

80 11. KEUNGGULAN MUTU : S/M : - proses akreditasi untuk mendorong usaha-usaha peningkatan mutu, bukan sekedar memperoleh peringkat akreditasi - hasil akreditasi untuk usaha : pemberdayaan, pengembangan, peningkatan kinerja untuk mencapai keunggulan mutu

81 LARANGAN BAGI ASESOR DAN S/M : Asesor : 1. dilarang melakukan intimidasi secara terang-terangan maupun secara tersirat kepada S/M 2. dilarang melakukan perjanjian/kesepakatan dengan S/M yang dapat tidak objektifitasnya hasil visitasi 3. dilarang menerima apapun dari S/M yang akan mempengaruhi hasil akreditasi 4. dilarang membuka kerahasiaan data dan informasi yang diperoleh, serta hasil pelaksanaan visitasi S/M : 1. dilarang menghambat proses visitasi 2. dilarang memanipulasi data dan informasi / memberikan keterangan yang tidak betul 3. dilarang memberikan sesuatu dalam bentuk apapun kepada asesor maupun anggota BAP-S/M yang akan berdampak pada objektifitas hasil akreditasi

82 TATA KRAMA PELAKSANAAN VISITASI : - melakukan wawancara dengan suasana yang kondusif - menghindari kesepakatan atau bargaining dalam arti negatif - tidak mendebat argumentasi yang disampaikan oleh responden - tidak menggurui responden - tidak merasa berkedudukan lebih tinggi - bersahabat dan membantu secara profesional - menghindari suasana menekan - tidak mengada-ada - tidak meminta sesuatu di luar keperluan akreditasi - menyesuaikan diri dengan budaya setempat, dan - menunjukkan adanya kekompakan tim.

83 TATA TERTIB PELAKSANAAN VISITASI : datang tepat waktu sesuai dengan jadwal yg telah ditetapkan menunjukkan surat tugas meskipun tidak diminta menyampaikan secara jelas mengenai tujuan, mekanisme, dan jadwal visitasi tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun (uang atau barang), dan berpakaian rapi dan sopan.

84 MONEV  MONEV Asesor S/M  ISI MONEV :  Asesor : 17 butir No. 8. Apakah Saudara (asesor) menemukan perbedaan/kesenjangan penilaian pada setiap komponen standar (8 standar) dengan instrumen akreditasi yang diisi S/M? No. 16.Saran/pendapat Saudara (asesor) agar pelaksanaan kegiatan akreditasi lebih baik. saat visitasi dilakukan

85  S/M : 25 butir No. 9.Apakah dalam pelaksanaan akreditasi, sekolah/madrasah Bapak/Ibu/Sdr menyediakan biaya khusus untuk menunjang hal tersebut ? a.Tidak karena alasan b.Ya, adapun pembiayaan tersebut digunakan untuk ; 1) photo copy dokumen 2) tambahan transpor asesor 3) lainnya sebutkan No. 21.Apakah sekolah/madrasah memberikan sesuatu (uang/barang) kepada asesor sebagai tanda terima kasih kepada asesor? a.Tidak b.Ya, dalam bentuk apa?

86 LAIN-LAIN A.Pembinaan Jenjang S/M : 1.SD/MI:Prof. DR. Sunandar, M.Pd Dra. Asri Naryatiningsih, M.Pd Lift. Anis Ma’shumah, M.Ag 2.SMP/MTs:DR. Iwan Junaedi, S.Si, M.Pd Drs. H. Gunarto, MM Musta’in, S.Ag, M.PdI 3.SMA/MA:DR. Khumaedi, M.Si Widadi, SH Drs. HM Zain Yusuf, MM 4.SMK:Ir. H. Suhadi Drs. Eliya Martinus Drs. Mulyani M. Noor, M.Pd 5.SLB:Prof. DR. Sukarno, M.Si Drs. V. Haryanto Drs. H. Subarjo, MM RINCIAN & PEMBAGIAN TUGAS ANGGOTA BAP-S/M

87 B.Pembinaan Wilayah : 1.Kars. Surakarta:Ir. H. Suhadi Drs. H. Subarjo, MM 2.Kars. Pati:Drs. HM Zain Yusuf, MM Dra. Asri Naryatiningsih, M.Pd 3.Kars. Semarang:Widadi, SH Drs. V. Haryanto 4.Kars. Pekalongan:Drs. H. Gunarto, MM DR. Khumaedi, M.Si Drs. Mulyani M. Noor, M.Pd 5.Kars. Banyumas:Prof. DR. Sukarno, M.Si DR. Iwan Junaedi, S.Si, M.Pd Drs. Eliya Martinus 6.Kars. Kedu:Prof. DR. Sunandar, M.Pd Lift. Anis Ma’shumah, M.Ag Musta’in, S.Ag, M.PdI

88 CATATAN : 1.Akreditasi yg meliputi semua aspek/komponen penyelenggaraan pendidikan dipakai sebagai salahsatu unsur pembinaan pengelolaan pendidikan. Akreditasi dilakukan dlm rangka melihat diri sendiri seberapa banyak potensi yg dipunyai utk selalu dikembangkan, seberapa banyak kekurangan yg perlu diperbaiki dlm rangka kedepan pengelolaan pendidikan & hasil pendidikan lebih baik, sehingga akreditasi utamanya bukan utk siapa-siapa, tetapi utk kepentingan satuan pendidikan/sekolah/madrasah itu sendiri. 2.Akreditasi harus disikapi oleh seluruh aparat penyelenggara satuan pendidikan/S-M sbg sesuatu yg tidak menakutkan, tetapi merupakan sesuatu yg rutin dan terus menerus dilihat dan dievaluasi sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan & peningkatan kualitas SDM/lulusan.

89


Download ppt "SOSIALISASI PENGISIAN INSTRUMEN AKREDITASI disampaikan oleh S U H A D I BAP – S/M PROV. JATENG PROV. JATENG."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google