Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Teori Public Relations Kevin Poernomo- 51409025 Lyvia P. Harli- 51409107.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Teori Public Relations Kevin Poernomo- 51409025 Lyvia P. Harli- 51409107."— Transcript presentasi:

1 Teori Public Relations Kevin Poernomo Lyvia P. Harli

2 Uses and Gratification Menurut Blumler, Gurevitch dan Katz (Griffin, 2003) Pengguna media memainkan peran yang aktif dalam memilih dan menggunakan media. Pengguna media menjadi bagian yang aktif dalam proses komunikasi yang terjadi serta berorientasi pada tujuannya dalam media yang digunakannya. Littlejohn menyatakan bahwa teori ini menekankan fokus pada individu khalayak ketimbang pesan dari media itu sendiri

3 Menurut Blumler dan Katz (1974, dalam Fiske, 2007: ) beberapa asumsi mendasar dari uses and gratifications adalah sebagai berikut: 1) Khalayak itu aktif. Khalayak bukanlah penerima yang pasif atas apa pun yang media siarkan. Khalayak memilih dan menggunakan isi program. 2) Para anggota khalayak secara bebas menyeleksi media dan program- programnya yang terbaik yang bisa mereka gunakan untuk memuaskan kebutuhannya. 3) Media bukanlah satu-satunya sumber pemuasan kebutuhan. 4) Orang bisa atau dibuat bisa menyadari kepentingan dan motifnya dalam kasus-kasus tertentu. 5) Pertimbangan nilai tentang signifikansi kultural dari media massa harus dicegah. Semisal, tidaklah relevan untuk menyatakan program-program infotainment itu sampah, bila ternyata ditonton oleh sekian juta penonton.

4 Secara umum, inilah kelebihan dan kelemahan dari uses and gratifications:

5 Agenda Setting Agenda setting menjelaskan begitu besarnya pengaruh media--berkaitan dengan kemampuannya dalam memberitahukan kepada audiens mengenai isu - isu apa sajakah yang penting.

6 Inti: Agenda setting merupakan penciptaan kesadaran publik dan pemilihan isu - isu mana yang dianggap penting melalui sebuah tayangan berita. dua asumsi mendasar dari teori ini adalah, (1). Pers dan media tidak mencerminkan realitas yang sebenarnya, melainkan mereka membentuk dan mengkonstruk realitas tersebut. (2). Media menyediakan beberapa isu dan memberikan penekanan lebih kepada isu tersebut yang selanjutnya memberikan kesempatan kepada publik untuk menentukan isu mana yang lebih penting dibandingkan dengan isu lainnya. sedikit banyaknya media memberikan pengaruh kepada publik mengenai isu mana yang lebih penting dibandingkan dengan isu lainnya.

7 Salah satu aspek yang paling penting dari konsep agenda setting ini adalah masalah waktu pembingkaian fenomena - fenomena tersebut. Dalam artian bahwa tiap - tiap media memiliki potensi - potensi agenda setting yang berbeda - beda satu sama lainnya. Pendekatan ini dapat membantu kita untuk menganalisa kecenderungan - kecenderungan suatu media misalnya dalam hal komunikasi politik mereka.

8 Analisis Framing Teori Analisis Framing atau Analisis bingkai (frame analysis Theory) berusaha untuk menentukan kunci-kunci tema dalam sebuah teks dan menunjukkan bahwa latar belakang budaya membentuk pemahaman kita terhadap sebuah peristiwa. Dalam mempelajarai media, analisis bingkai menunjukan bagaimana aspek-aspek struktur dan bahasa berita mempengaruhi aspek-aspek yang lain.

9 Proses analisis ini dibagi menjadi empat bagian: Frame Bulding (Bangunan Bingkai/Frame) Studi-studi ini mencakup tentang dampak faktor-faktor seperti pengendalian diri terhadap organisasi, nila-nilai profesional dari wartawan, atau harapan terhadap audien terhadap bentuk dan isi berita. Frame setting (Pengkondisian Framing) Agenda setting lebih menitikberatkan pada isu-isu yang menonjol/penting, frame setting, agenda setting tingkat kedua, yang menitikberatkan pada atribut isu-isu penting. Level pertama dari agenda setting adalah tarnsmisi objek yang penting, sedangkan tingkat kedua adalah transmisi atribut yang penting.

10 Individual-Level Effect of Farming (Tingkat Efek Framing terhadap Individu) Tingkat pengaruh individual terhadap seseorang akan membentuk beberapa variabel perilaku, kebiasaan, dan variabel kognitif lainnya telah dilakukan dengan manggunakan model kota hitam (black-box model). Dengan kata lain, studi ini terfokus pada input dan output, dan dalam kebanyakan kasus, proses yang menghubungkan variabel-variabel kunci diabaikan. Journalist as Audience (Wartawan sebagai Pendengar) Pengaruh dari tata mengulas berita pada isi yang sama dalam media lain adalah fungsi beragam faktor. Wartawan akan lebih cenderung untuk melakukan pemilihan konteks. Di sini, diharapkan wartawan dapat berperan sebagai orang yang mendengarkan analisa pembaca sehingga ada timbal balik ide. Akibatnya, analisa wartawan tidak serta merta dianggap paling benar dan tidak terdapat kelemahan.

11 Referensi Griffin, EM A First Look At Communication Theory. London : Mcgraw-Hill. Miller, Katherine Communication Baran, Stanley J. & Davis, Dennis K Mass Communication Theory. 5th Edition. Boston, USA: Wadsworth Cengage Learning. Utomo, Mochtar W Perbandingan Content Analysis, Framing Analysis, Discourse Analysis, dan |Semiotic Analysis. Makalah. Surabaya: Universitas dr. Sotomo. Panuju, Redi Framing Analysis. Makalah. Surabaya: Universitas dr. Sotomo. Scheufele, Dietram A Framing as Theory of Media Effect. Makalah. International Communication Assosiation.

12 THANK YOU


Download ppt "Teori Public Relations Kevin Poernomo- 51409025 Lyvia P. Harli- 51409107."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google