Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PAU-PPAI-UT 2 MATA SAJIAN YANG STRATEGIS DAN PERLU SAKALI DIKUASAI OLEH SIAPA SAJA YANG MENGAKU GURU, DOSEN, DAN PENDIDIK, MATA SAJIAN YANG MENJADI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PAU-PPAI-UT 2 MATA SAJIAN YANG STRATEGIS DAN PERLU SAKALI DIKUASAI OLEH SIAPA SAJA YANG MENGAKU GURU, DOSEN, DAN PENDIDIK, MATA SAJIAN YANG MENJADI."— Transcript presentasi:

1

2

3 PAU-PPAI-UT 2 MATA SAJIAN YANG STRATEGIS DAN PERLU SAKALI DIKUASAI OLEH SIAPA SAJA YANG MENGAKU GURU, DOSEN, DAN PENDIDIK, MATA SAJIAN YANG MENJADI MODAL DASAR PERILAKU PENGELOLA KEPENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSINYA SEBAGAI GURU DAN PENDIDIK

4

5 Itulah STRATEGI DIDIK MUTAKHIR UNTUK MENCAPAI KOMPETENSI KECERDASAN KOMPREHENSIF DAN KOMPETITIF Menuju nilai didik

6 dsb

7

8 ORIENTASI PELAYANAN YANG OPTIMAL DARI PENGELOLA PENDIDIKAN ORIENTASI KEMANDIRIAN YANG BERTANGGUNG JAWAB MAHASISWA PESERTA DIDIK MUDA DEWASA

9 PESERTA MEMILIKI SIKAP POSITIF TERHADAP FILSAFAT KONSTRUKTIVISME SEBAGAI LANDASAN INOVASI PEMBELAJARAN DAN PENDIDIKAN PELATIHAN INI

10 1.Menjelaskan hakikat filsafat konstruktivisme 2.Menjelaskan posisi konstruktivisme dalam aliran filsafat dan teori belajar 3.Menjelaskan peran pendekatan konstruktivistik dalam pembelajaran dan pendidikan 4.Menjelaskan model-model pembelajaran yang didasarkan pada pendekatan konstruktivistik 5.Akan berusaha menerapkan pendekatan konstruktivistik ini dalam pembelajaran dan pendidikan

11 ALIRAN FILSAFAT PENGETAHUAN YANG PERCAYA BAHWA PENGETAHUAN KITA MERUPAKAN HASIL KONSTRUKSI(BENTUKAN) KITA SENDIRI (Von Glaserfeld dalam Battencourt, 1989; & Matthews, 1994) LINGKUNGAN HANYALAH PELUANG BAGI SESEORANG UNTUK MERAIH PRESTASI T1T1

12 Modal untuk memiliki kemampuan konstruktivistik: Mengingat Membandingkan Menyukai Proses pembentukan pengetahuan: berpikir figuratif dan operatif Glaserfeld (1989) Sesaat, statis:Persepsi, imajinasi Transformasi: tahap ke tahap Piaget (1970)

13 INDRA: MELIHAT MENDENGAR MERASAKAN MENJAMAH MENCIUM OBYEK LINGKUNGAN KONSTRUKSI PENGETAHUAN BARU PEMBENTUKAN PENGETAHUAN BARU PENGALAMAN KOGNITIF MENTAL FISIK

14 GAGASAN KONSTRUKTIVISME TENTANG PENGETAHUAN Pengetahuan bukanlah merupakan gambaran dunia kenyataan belaka, melainkan selalu merupakan konstruksi kenyataan melalui kegiatan peserta didik Mind as inner individual representation of of outer reality Berlanjut FISIK/MENTAL

15 GAGASAN KONSTRUKTIVISME TENTANG PENGETAHUAN (lanjutan) Siswa mengkonstruksi skema kognitif, kategori, konsep, dan struktur dalam membangun pengetahuan, sehingga setiap siswa memiliki skema kognitif, kategori, konsep, dan struktur yang berbeda Dalam hal ini, proses abstraksi dan refleksi menjadi sangat berpengaruh dalam konstruksi pengetahuan (Reflection / abstraction as primary)

16 GAGASAN KONSTRUKTIVISME TENTANG PENGETAHUAN (lanjutan) Dalam proses pembentukan pengetahuan, kebermaknaan merupakan interpretasi individual siswa terhadap pengalaman yang diserapnya (Meaning as internally constructed) Perampatan makna merupakan proses negosiasi antara mahasiswa dengan pengalamannya melalui interaksi dalam proses belajar (yang disebut menjadi tahu) (Learning and teaching as negotiated construction of meaning)

17 GAGASAN KONSTRUKTIVISME TENTANG PENGETAHUAN (lanjutan) Pengetahuan dibentuk dalam struktur konsep individual siswa masing-masing. Struktur konsep dapat membentuk pengetahuan bila konsep baru yang diterima dapat dikaitkan / dihubungkan dengan pengalaman yang dimiliki siswa. Dengan demikian pengetahuan adalah apa yang ada dalam pikiran setiap siswa. Knowledge as residing in the mind

18 Perumpamaan perkembangan pengetahuan a1a1 a1a1 a1a1 a1a1 a a3a3 a2a2 a2a2 a2a2 a2a2 a3a3 a3a3 a3a3 Atau

19 Perumpamaan perkembangan pengetahuan B1 B B3 B2 B3 Atau

20 CIRI UTAMA PANDANGAN KONSTRUKTIVISTIK TENTANG BELAJAR VS MAHASISWA VS VARIATION OF ALTERNATIVE VS BEST/CORRECT CONSTRUCTED/DISCOVERED VS INDIVIDUALITY & SITUATIONAL VS GENERALITY Lebih pada Bukan dikotomis Melainkan rentang

21 MENGAPA PENGETAHUAN SETIAP ORANG BERAGAM? FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERKONSTRUKSINYA PENGETAHUAN A.DOMAIN PENGALAMAN (DOMAIN OF EXPERIENCE) B.JARINGAN STRUKTUR KOGNITIF (EXISTING COGNITIVE STRUCTURE) C.HASIL KONSTRUKSI YANG TELAH DIMILIKI (CONSTRUCTED KNOWLEDGE) UNTUK APA MENGETAHUI ITU SEMUA?

22 ALIRAN DAN TEORI RASIONALISM ~ rasio, logika, deduktif EMPIRISM ~ pengalaman, induktif, objektif RELATIVISM ~ abstraksi, semua ide yang diturunkan melalui abstraksi harus dianggap sah NATIVISM ~ sumber pengetahuan adalah dari dalam PRAGMATISM ~ pengetahuan “hanya apa yang jalan ” IDEALISM ~ pikiran dan konstruksinya adalah satu-satunya realita OBJECTIVISM ~ realita itu ada KONSTRUKTIVISME Interaksi antara subyek dengan objek, realita, dan faktor eksternal. Tak mengklaim suatu kebenaran

23 KONSTRUKTIVISME DAN FILSAFAT LAIN Sejalan dengan Kurang sejalan dengan RASIONALISME EMPIRISME RELATIVISME NATIVISME dsb PRAGMATISME IDEALISME OBJEKTIVISME dsb

24 Belajar berarti membentuk makna konstruksi arti merupakan proses yang terus- menerus. Belajar bukan kegiatan mengumpulkan fakta, tetapi proses pengembangan pemikiran dengan membuat pengertian yang baru. (?) CUKUPKAH? HAKIKAT BELAJAR MENURUT KONSTRUKTIVISME

25 Proses belajar terjadi ketika skema seseorang dalam kesenjangan (disequilibrium) yang merangsang pemikiran lebih lanjut HAKIKAT BELAJAR MENURUT KONSTRUKTIVISME (LANJUTAN) Hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman seseorang dengan dunia fisik dan lingkungannya

26 1 Mahasiswa “harus” aktif bahkan proaktif 2 Kegiatan belajar merupakan kegiatan aktif mahasiswa untuk menemukan dan membangun sendiri pengetahuannya 3 Mahasiswa bertanggungjawab terhadap hasil belajarnya sendiri. KEWAJIBAN MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN BERDASARKAN KONSTRUKTIVISME

27 PERAN MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN MENURUT KONSTRUKTIVISME 1.Belajar bagi mahasiswa merupakan proses berkembangnya pemikiran hingga kerangka pengertian baru berbeda dengan yang lama 2.Belajar dilakukan lewat refleksi, perbaikan, pemecahan konflik, pengulangan, dan dialog

28 PANDANGAN KONSTRUKTIVISME TERHADAP PEMBELAJARAN 1.Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan mahasiswa membangun sendiri pengetahuannya. 2.Pembelajaran membantu mahasiswa berpikir secara benar dan tepat dengan membiarkannya berpikir terlebih dahulu

29 PERAN DOSEN DALAM PEMBELAJARAN BERDASARKAN KONSTRUKTIVISME 1.Menyiapkan pengalaman belajar yang tepat 2.Memberikan kegiatan yang memotivasi keingintahuan mahasiswa. 3.Menyediakan sarana yang merangsang mahasiswa untuk berpikir secara produktif 4.Memonitor dan mengevaluasi proses dan melihat hasil belajar mahasiswa 5.Memberi umpan balik atas bukti kegiatan BOOO M

30 LALU, APAKAH YANG PERLU DILAKUKAN DOSEN ? PROSES PEMBELAJARAN K ONSTRUKTIVISME Orientasi (apersepsi) Elisitasi, pengungkapan ide siswa Restrukturisasi ide:  Menjelaskan ide dan berargumentasi Membangun ide yang baru Mengevaluasi ide baru Penggunaan ide dalam banyak situasi Review Desain instruksionalnya bagaimana?

31 Alternative assessment: portofolio dinamika kelompok observasi proses studi kasus simulasi &permainan performance appraisal EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME BAGAIMANA ?

32 STRATEGI PEMBELAJARAN BBelajar mandiri, BBelajar kooperatif dan kolaboratif, BBelajar aktif, SSelf-regulated learning, GGenerative learning, MModel pembelajaran kognitif:  problem based learning,  discovery learning,  cognitive strategies,  project based learning KONSTRUKTIVISTIK

33 BELAJAR AKTIF TUJUAN: KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI TUGAS PERTAMA FASILITATOR: MEMOTIVASI TEKNIK-TEKNIK: REFLEKSI, DISKUSI, MERANGKUM, PEMETAAN KOGNITIF PENGELOLAAN: KLASIKAL, KELOMPOK, INDIVIDUAL,BERPASSANGAN, ATAU PENUGASAN 1. Complex thinking 2. Information processing 3. Effective communication 4. Cooperation - collaboration 5. Effective habits of mind

34 BELAJAR MANDIRI BELAJAR OTONOM, BERDASARKAN RANCANGAN KULIAH YANG DISUSUN SECARA KOLABORATIF, BELAJAR YANG TIDAK BERGANTUNG PADA FAKTOR: DOSEN, KELAS, TEMAN. DOSEN BERPERAN SEBAGAI KONSULTAN DAN FASILITATOR

35 KEKUATAN DAN TATANGAN BELAJAR MANDIRI TANGGUNG JAWAB MAHA SISWA BESAR. MAHASISWA MENDAPAT KEPUASAN. PENGALAMAN LEBIH KAYA. MENJADI GURU BAGI DIRINYA SENDIRI RANCANGAN PERLU CERMAT, DIBE RIKAN SEBELUM PROSES, TUGAS SESUAI DENGAN TINGKAT KESU LITANNYA. PERLU KETERAMPILAN DASAR MAHASISWA. DOSEN PERLU TERUS MENGEMBANGKAN DIRI

36 PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BELAJAR MANDIRI DAPAT DILAKUKAN DENGAN: KONTRAK PERKULIAHAN STRATEGI KOGNITIF PERLU DIRANCANG BERSAMA FORMAT=FORMAT EVALUASI DIRI PROSES DAN HASIL BELAJAR APAKAH STRATEGI KOGNITIF ITU

37 BELAJAR KOLABORATIF KOOPERATIF BEKERJA SAMABERSEDIA MEMBANTU DIANJURKAN BELAJAR KELOMPOK AGAR TERJADI PERTUKARAN IDE, TERJADI ARGUMENTASI, DAN REFLEKSI.

38 KARAKTERISTIK BELAJAR KOOPERATIF - KOLABORATIF a.BELAJAR DALAM KELOMPOK INTERDEPENDEN b.INTERAKSI INTENSIF TATAP MUKA c.SETIAP MAHASISWA BERTANGGUNG JAWAB d.MAHASISWA MEMILIKI KEMAMPUAN KOMUNIKASI

39 MODEL PROSES BELAJAR KOOPERATIF- KOLABORATIF: STAD, TGT, JIGSAW STAD ( S TUDENT T EAMS A CHIEVEMENT D IVISION ) SAJIAN DOSEN DISKUSI KELOMPOK MAHASISWA KUIS ATAU SILANG TANYA ANTAR KELOMPOK PENGUATAN DARI DOSEN

40 MODEL PEMBELAJARAN TGT IDENTIFIKASI MASALAH PEMBAHASAN MASALAH DALAM KELOMPOK PRESENTASI HASIL BAHASAN KELOMPOK PENGUATAN DOSEN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW II MAHASISWA MEMPELAJARI BAHAN AJAR DISKUSI KELOMPOK AHLI DISKUSI KELOMPOK HETEROGEN DILAKUKAN KUIS PENGUATAN DOSEN

41 DISCOVERY LEARNING TUJUAN MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MENELITI, MENUMBUHKAN APRESIASI TERHADAP ILMU SANGAT BERFOKUS PADA PROSES BELAJAR BERFOKUS PADA KEMAMPUAN BELAJAR UNTUK BELAJAR, TERMASUK KEMAMPUAN BERTANYA, DAN EVALUASI STRATEGI DISCOVERY LEARNING DENGAN KOOPERATIF DAN KOLABORATIF MEMPEROLEH NILAI TAMBAH

42 GENERATIVE LEARNING ALTHOUGH A STUDENT MAY NOT UNDERSTAND SENTENCES SPOKEN TO HIM BY HIS TEACHER, IT IS HIGHLY LIKELY THAT A STUDENT UNDERSTANDS SENTENCES THAT HE GENERATE HIMSELF (WTHTTROCK, DALAM GRABOWSKI, 1996) MAHASISWA TO GENERATE “MENGHASILKAN” SENDIRI MAKNA DARI INFORMASI YANG DIPEROLEHNYA.

43 KOMPONEN MODEL GENERATIVE LEARNING 1.PROSES MOTIVASI 2.PROSES BELAJAR 3.PROSES PENCIPTAAN PENGETAHUAN 4.PROSES GENERATIF MOTIVASI: PERBAIKAN KONSEP DIRI MENCIPTAKAN KEPUASAN KENDALI, TANGGUNG JAWAB, AKUNTABILITAS SISTEM PENGHARGAAN

44 PROSES BELAJAR DIPENGARUHI RANGSANGAN (ARAUSAL), NIAT (INTENTION), DAN PERHATIAN. PERHATIAN DIRANGSANG STIMULUS EKSTERNAL, MAHASISWA MENYELEKSI RANGSANGAN DAN BERINTERAKSI DENGAN KOGNISI INTERNAL, KEMUDIAN MEMBENTUK MAKNA. KEGIATAN AGAR TUMBUH PERHATIAN MELAKUKAN PELATIHAN UNTUK MAHIR MEMPERHATIKAN, MELALUI KONTROL DIRI MELAKUKAN PEMBUKAAN KULIAH YANG EFEKTIF. Untuk apa ini ?

45 PROSES PENCIPTAAN PENGETAHUAN KOMPONEN: INGATAN (MEMORY), PENGETAHUAN AWAL (PRECONCEPTIONS), SISTEM NILAI (BELIEF), KONSEP, KETERAMPILAN STRATEGI KOGNITIF (METACOGNITION), DAN PENGALAMAN (EXPERIENCES) KEGIATAN YANG: MENGAITKAN INFORMASI YANG ADA DAN YANG BARU MENGHASILKAN BUKTI KARYA

46 GENERATIVE LEARNING PROCES PADA SAAT PROSES KONSTRUKSI PENGETAHUAN TERJADI GENERALISASI HUBUNGAN ANTAR INFORMASI BERUPA ELABORASI, REORGANISASI DAN REKONSEPTUALISASI INFORMASI MENJADI PENGETAHUAN BARU KEGIATAN PEMBELAJARAN YANG DAPAT MENGAKOMODASI PROSES GENERATIF ADALAH:

47 TAHAP PROSES KOGNITIF AKTIVITAS CODING MEMBUAT JUDUL DAN SUBJUDUL WACANA ORGANIZATION MEMBUAT GARIS BESAR WACANA MEMBUAT RANGKUMAM MEMBUAT DIAGRAM CONCEPTUALIZATION MEMPARAFRASE WACANA MEMBERIKAN ALTERNATIF PENJELASAN/CONTOH MEMBUAT PETA KOGNITIF MENGIDENTIFIKASI INFORMASI PENTING INTEGRATION MEMBERI CONTOH MENGAITKANKAN DENGAN PENGETAHUAN AWAL MEMBUAT ANALOGI DAN METAFOR MEMBUAT SINTESIS TRANSLATION MEMBUAT PERTANYAAN, EVALUASI / MENILAI MENGANALISIS UNSUR MEMBUAT PREDIKSI MEMBUAT SIMPULAN

48 MODEL PEMBELAJARAN KOGNITIF PROBLEM BASED COGNITIVE DISCOVERY PROJECT BASED LEARNING

49 PROBLEM BASED LEARNING BERFOKUS DAN BERDASARKAN PADA PENYAJIAN PERMASALAHAN MAHASISWA MELAKUKAN PENELITIAN BERDASARKAN TEORI, KONSEP, PRINSIP DARI BERBAGAI ILMU, DENGAN PROSES MENGIDENTIFIKASI PERMASALAHAN, MENGUMPULKAN DATA, DAN MELAKUKAN ANALISIS, LALU MENARIK SIMPULAN PERMASALAHAN SEBAGAI PEMANDU KESATUAN DAN ALAT EVALUASI SEBAGAI CONTOH SARANA YANG MEMFASILITASI PROSES STIMULUS DALAM AKTIVITAS BELAJAR

50 PEMBELAJARAN TRADISIONAL PROBLEM BASED LEARNING DOSEN MENENTUKAN PERMASALAHAN DOSEN MENYAJIKAN INFOR MASI DAN MENYIAPKAN BAHAN MAHASISWA MENENTUKAN PERMASALAHAN MAHASISWA MENCARI INFORMASI DAN BAHAN TARAF STRUKTUR PBL: SEMAKIN PBL TIDAK TERSTRUKTUR SEMAKIN BERORI- ENTASI PADA MAHASISWA, DAN SEBALIKNYA

51 MAHASISWA MENENTUKAN TOPIK MAHASISWAM MENCARI INFO- BAHAN DOSEN MENYEDIAKAN INF0-BAHAN DOSEN MENENTUKAN TOPIK STUDI KASUS SIMULASI MASALAH PROJECT PAPER PERMASALAHAN PROBLEM TIDAK TERSTRUKTUR PROBLEM TERSTRUKTUR TARAF STRUKTUR PBL

52 DERAJAT KEBEBASAN MAHASISWA DALAM PBL BENTUKPERMASALAHANMETODESUMBER / BAHAN REAL-WORLDBEBAS /TERBATAS / DITENTUKAN BEBASDICARI MAHASISWA TIDAK TERSTRUKTURBEBAS DICARI MAHASISWA SEMI TERSTRUKTURTERBATAS DICARI MAHASISWA TERSTRUKTURDITENTUKAN STUDI KASUSDITENTUKAN PROJECT PAPERBEBASDITENTUKANDICARI MAHASISWA

53 THE PROBLEM SOLVING WHEEL MERANCANG PEMECAHAN MASALAH MEMILIH CARA PEMECAHAN MASALAH MENGHASILKAN PEMECAHAN MASALAH ANALISIS DATA MENGUMPULKAN DATA IDENTIFIKASI MASLAH ACTION UJI COBA

54 YANG MEMPENGARUHI PERANCANGAN PBL 1. ANALISIS TUGAS 2. PENYUSUNAN PERMASALAHAN 3. URUTAN PEMBELAJARAN 4. PERAN FASILITATOR 5. PENILAIAN

55 ANALISIS SWOT PBL KEKUATAN FOKUS PADA KEBERMAKNAAN, BUKAN FAKTA KEMAMPUAN INISIATIF MAHASISWA MENINGKAT PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PENERAPAN ILMU PENGEMBANGAN KETERAMPILAN INTERPERSONAL DAN DINAMIKA KELOMPOK PENGEMBANGAN SIKAP “SELF MOTIVATED” TUMBUH HUBUNGAN MAHASISWA FASILITATOR PENINGKATAN PENCAPAIAN PEMBELAJARAN

56 KELEMAHAN (UNTUK MELAKUKAN PBL) 1.KEMAMPUAN DASAR AKADEMIK MAHASISWA DIRAGUKAN 2.WAKTU YANG DIPERLUKAN UNTUK IMPLEMENTASI LEBIH BANYAK 3.PERUBAHAN PERAN MAHASISWA DAN DOSEN DALAM PROSES MEMBUTUHKAN UPAYA TRANSISI. 4.PADA UMUMNYA PERUMUSAN MASALAH TIDAK MUDAH 5.MEMBUTUHKAN KEMAMPUAN DOSEN MENYUSUN INSTRUMEN ASESMEN ALTERNATIF YANG SAHIH

57 MODEL PEMBELAJARAN KOGNITIF: STRATEGI KOGNITIF SK. KEMAMPUAN INTERNAL YANG TERORGANISASI YANG DAPAT MEMANDU MAHASISWA DALAM PROSES BELAJAR, PROSES BERPIKIR, MEMECAHKAN MASALAH DAN MENGAMBIL KEPUTUSAN. KEMAMPUAN SK MENYEBABKAN PROSES BERPIKIR SESEORANG UNIK KEUNIKAN ITU DISEBUT SEBAGAI EXECUTIVE CONTROL, KONTROL TINGKAT TINGGI (KESADARAN)

58 LATAR BELAKANG STRATEGI KOGNITIF SK B ERDASARKAN PARADIGMA KONSTRUKTIVISME, TEORI META COGNITION DAN REFLECTION IN ACTION 1.KEPERCAYAAN, NILAI, DAN NORMA, MOTIVASI, PENGETAHUAN, DAN KETERAMPILAN SESEORANG, SANGAT BERPENGARUH TERHADAP STRATEGI DAN KEMAMPUAN MENGHADAPI ATAU MEMECAHKAN PERMASALAHANNYA 2.PERMASALAHAN YANG DIHADAPI SETIAP ORANG TIDAK TERLEPAS DARI KONTEKSNYA 3.STRATEGI DAN KEMAMPUAN SESEORANG DALAM MENGHADAPI MASALAH ITU ADALAH UNIK 4.POLA DASAR STRATEGI ITU DAPAT DIPELAJARI

59 METACOGNITION MELIPUTI 4 JENIS KETERAMPILAN (Preisseisen) 1.KETERAMPILAN MENGATASI MASALAH 2.KETERAMPILAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN 3.KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS 4.KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF METACOGNITION MERUPAKAN KETERAMPILAN DALAM MENGATUR DAN MENGONTROL PROSES BERPIKIR REFLECTION IN ACTION: REFLEKSI PENGALAMAN PRAKTIS PROFESIONAL DALAM MENGATASI MASALAH UNTUK MENGATASI MASALAH BARU. (TRANSFER OF LEARNING)

60 IMPLEMENTASI REFLEKSI PENERAPAN KONSEPTUALISASI WINDOW OF THE WORLD

61 KETERAMPILAN INTELEKTUAL KEMAMPUAN STRATEGI KOGNITIF MAMPU MENGERJAKAN SESUATU DENGAN FAKTA YANG DIMILIKINYA KEMAMPUAN MENGONTROL INTERAKSINYA DENGAN LINGKUNGAN STRATEGI KOGNITIF MERUPAKAN CARA MAHASISWA UNTUK MENGORGANISASIKAN DAN MENGONTROL PROSES BELAJARNYA DALAM PROSES BERPIKIR, MENGATASI MASALAH DAN MENGAMBIL SIMPULAN. DIKEMBANGKAN MELALUI PROSES REFLEKSI

62 RAGAM STRATEGI KOGNITIF CHUNKING SPATIAL BRIDGING MULTI PURPOSE Space & Time Classifi- cation Frames Concept Mapping Advance Organizer Metaphor Rehearsal Mnemonics Imagery TUGAS

63 CONCEPT MAPPING MENUNJUKKAN KETERKAITAN ANTARA SATU INFORMASI DAN INFORMASI LAIN, SEBAGAI ALAT YANG SKEMATIS UNTUK MENUNJUKKAN ARTI SUATU KONSEP BERDASARKAN PROPOSISI, DAN MERUPAKAN REFLEKSI DARI KONSEP- KONSEP DAN PROPOSISINYA YANG SUDAH DIKUASAI SESEORANG PELATIHAN MENGKONSTRUKSI PETA KOGNITIF SUATU MATA KULIAH SELAMA 10 MENIT

64 MANFAAT PEMETAAN KOGNITIF 1.MENYUSUN ALUR KONSEP MENJADI PETA SAJIAN. 2.MENGINVENTARISASI IDE-IDE YANG BERHUBUNGAN DALAM ANALISIS 3.MERANGKUM SUATU PELAPORAN ATAU BACAAN 4.MENGORGANISASIKAN BERBAGAI KEGIATAN 5.MENGORGANISASIKAN MATERI KULIAH DAN UJIAN 6.MENEMUKAN KEMBALI INFORMASI DALAM PIKIRAN 7.MERUPAKAN SALAH SATRU CARA UNTUK MENUNJUKKAN JARINGAN KERJA 8.MENGEVALUASI SERAPAN MAHASISWA TERHADAP MATERI PERKULIAHAN SEBELUM DAN SESUDAH KULIAH 9.ALAT DIAGNOSTIK KESUKARAN BELAJAR MAHASISWA

65 PROSEDUR PEMETAAN KOGNITIF 1.MENENTUKAN SATU KONSEP UTAMA. KONSEP UTAMA MEWAKILI TOPIK UTAMA 2.MENENTUKAN ISU UTAMA. ISU TERDIRI DARI KONSEP LAIN DAN PROPOSISI YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONSEP UTAMA. 3.IDENTIFIKASI SUB ISU YANG BERHUBUNGAN DENGAN ISU UTAMA, DAN IDENTIFIKASI PULA SUB-SUB ISU YANG BERHUBUBNGAN DENGAN SUB ISU. 4.REVIEW, PERHATIKAN PETA YANG SUDAH JADI APAKAH MASIH ADA SUB ISU ATAU SUB-SUB ISU SERTA PROPOSISINYA YANG BELUM TERCANTUM

66 STRATEGI PORTOFOLIO SUATU MODEL PEMBELAJARAN ATAU PERKULIAHAN BERDASARKAN PARADIGMA KONSTRUKTIVISME,DAN PRINSIP BELAJAR ANDRAGOGI YANG BERORIENTASI PRODUKTIF DENGAN PROSES PROAKTIF MAHASISWA DALAM MENGEMBANGKAN DIRINYA MELALUI BAHAN AJAR TERTENTU. BUKTI PROSES DAN HASIL BELAJAR YANG DIKERJAKAN SECARA TERATUR ITU DIDOKUMENTASIKAN DAN DITIN-DAKLANJUTI MENJADI PORTOFOLIO YANG BERKEMBANG.

67 PROSES PERKULIAHAN STRATEGI PORTOFOLIO 1.RANCANGAN KULIAH DIBERIKAN, DIDISKUSIKAN, DAN SELALU DIGUNAKAN SEBAGAI PEDOMAN BELAJAR 2.SETIAP AKHIR KULIAH MAHASISWA MENULIS REFLEKSI 3.SETIAP AWAL KULIAH MAHASISWA MELAPORKAN HASIL PERBAIKAN REFLEKSI DAN CATATAN, SERTA BUKTI KEGIATAN BELAJAR MANDIRI 4.SEMUA BUKTI KEGIATAN BELAJAR, TUGAS, EVALUASI DIRI, HAND OUT, LAMPIRAN, DAN BUKTI KEGIATAN LAIN YANG RELEVAN DENGAN RANCANGAN KULIAH DIBUNDEL MENJADI MAP PORTOFOLIO 5.PORTOFOLIO DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI SUMBER JAWABAN UJIAN MID DAN AKHIR SEMESTER.

68 STRUKTUR PORTOFOLIO PERKULIAHAN 1. JUDUL 2. LEMBAR PENILAIAN PORTOFOLIO 3. PENGANTAR 4. CATATAN PEMASUKAN BUKTI KARYA 5. RANCANGAN KULIAH 6. CONTOH-CONTOH FORMAT EVALUASI DIRI 7. BUKTI REFLEKSI 8. BUKTI PERBAIKAN REFLEKSI DAN CATATAN 9. BUKTI KEGIATAN MANDIRI 10. LAMPIRAN 11. UMPAN BALIK EKSTERNAL 12. EVALUASI DIRI BERBAGAI KEGIATAN

69 BERBAGAI FORMAT EVALUASI DIRI EVALUASI DIRI MENGUKUR: AKTIVITAS MENGIKUTI KULIAH REFLEKSI KEGIATAN DI PERPUSTAKAAN PERBAIKAN REFLEKSI DAN CATATAN KEGIATAN BELAJAR KELOMPOK KEGIATAN BELAJAR MANDIRI LAMPIRAN PENULISAN MAKALAH PORTOFOLIO MENYELURUH

70 PORT FOLIO ASSESMENT DESKRIPTOR INDIKATOR BAIK SEKALI BAIK CUKUP BELUM CUKUP PENAMPILAN: DILIHAT DARI WUJUD YANG MENARIK ORANG INGIN MENGETAHUI KUANTITAS: DILIHAT DARI BANYAKNYA KARYA TULIS REFLEKSI, PERBAIKAN, DAN MANDIRI KETERATURAN: DILIHAT DARI PENATAAN KARYA SESUAI DENGAN URUTAN BUKTI HASIL KEGIATAN KELENGKAPAN: DOLIHAT DARI ADANYA UNSUR- UNSUR WAJIB DALAM PORTOFOLIO KREATIVITAS: DILIHAT DARI KERAJINAN DAN ME- NUNJUKKAN KEINGINAN UNTUK LEBIH MENARIK.

71 BAGAIMANA JIKA STRATEGI PORTOFOLIO INI ANDA TERAPKAN DALAM PERKULIAHAN ANDA ? ARTINYA ANDA MELAKUKAN PTK BAGAIMANA KEUNTUNGAN, KENDALA, PELUANG, DAN TANTANGANNYA ? SESUAIKAH HASIL ANALISIS ANDA DENGAN HASIL ANALISIS BERIKUT

72 KEUNTUNGAN 1.DOSEN MENJADI BUKAN SATU-SATUNYA SUMBER 2.MAHASISWA LEBIH AKTIF DAN KREATIF 3.TUGAS-TUGAS MENJADI LEBIH BERMAKNA, TERDOKUMENTASI 4.KEBEBASAN BELAJAR TERJAMIN, TERSEDIA BERBAGAI SUMBER 5.PERSAINGAN BELAJAR SEHAT DAN SPORTIF, ADA KERJASAMA 6.PERBEDAAN INDIVIDUAL TERUKUR DAN DIHARGAI 7.BUKTI KEGIATAN BELAJAR DIMILIKI MAHASISWA 8.MEMBINA SIKAP PRODUKTIF DAN PERCAYA DIRI 9.PROSES EVALUASI DAPAT DILAKUKAN SECARA TRANSPARAN 10.TANGGUNG JAWAB PROFESI DOSEN MENJADI JELAS 11.SISTEM SKS DAPAT DIWUJUDKAN DENGAN BENAR APA IYA?

73 KENDALA 1.KEMAUAN DAN KEMAMPUAN MENULIS LEMAH 2.KETEKUNAN DAN KEULETAN BELUM TERLATIH 3.SUMBER BELAJAR PERPUSTAKAAN MASIH KURANG 4.KEBIASAAN BURUK MEMANFAATKAN WAKTU SENGGANG 5.PENGELOLA LEBIH MEMPERHATIKAN KURIKULUM DARIPADA PEMBELAJARAN 6.LEBIH MEMBUTUHKAN MODEL “TEAM TEACHING”

74 1.MOMENTUM INOVASI PENDIDIKAN DALAM DALAM MEWUJUDKAN ERA REFORMASI 2.SUMBER BELAJAR TERSEDIA LUAS DI PASARAN 3.TEKNOLOGI PENDIDIKAN MAKIN BERKEMBANG DAN TERSEDIA LUAS 4.KECENDERUNGAN PERSAINGAN INDIVIDUAL YANG BEBAS DAN SPORTIF 5.DIBUTUHKAN PEMBINAAN SIKAP PRODUKTIF DAN NILAI DIDIK LAINNYA. PELUANG

75 TANTANGAN 1.DIBUTUHKAN UPAYA MEMPERBAHARUI POLA PIKIR DAN SIKAP ILMIAH 2.DIBUTUHKAN SIKAP KOOPERATIF DENGAN KELUARGA DAN MASYARAKAT UNTUK PROSES UMPAN BALIK 3.DIBUTUHKAN SOSIALISASI EFEKTIF AGAR TIDAK KELIRU DALAM PENERAPANNYA DAN ADA KESEMPATAN BAGI SAYA UNTUK BERAMAL

76

77 PAU-PPAI-UT 76 SIMPULAN STRATEGI PORTOFOLIO MERUPAKAN PEMBELAJARAN YANG MEMENUHI SYARAT MEMBANGUN SUMBER DAYA MENUSIA INSANI YANG MEMILIKI KOMPETENSI CERDAS KOMPREHENSIF DAN KONPETITIF PORTOFOLIO DIKEMBANGKAN, DIPERBAIKI, DAN DIGUNAKAN PADA WAKTU UJIAN LALU DIDOKUMENTASIKAN SEBAGAI BUKTI BELAJAR YANG MONUMENTAL

78 SILAKAN MENULIS REFLEKSI 1.INFORMASI MANA SAJAKAH YANG DIANGGAP BARU, MENARIK, DAN PENTING BAGI ANDA 2.MANFAAT APA YANG DAPAT DISERAP DARI INFORMASI TERSEBUT BAGI ANDA UNTUK KEGIATAN KESEHARIAN DAN TUGAS PROFESI 3.BAGAIMANA KOMENTAR ANDA BAIK TENTANG BAHAN AJAR INI MAUPUN PENYAJIANNYA 4.APA YANG AKAN ANDA LAKUKAN SETERUSNYA SETELAH ANDA MENGENAL INFORMASI INI TULIS DALAM EMPAT PARAGRAF, SATU HALAMAN KUARTO

79 a.Informasi penting: 1……………… ………………... ……….… 3……….……..…4……..……...……5…………..….. 6……………… 7……….…... …8…….……..…...…9………….………dst a.Manfaatnya: 1…………….....…2…… …... 3……………….…4……..…..….…5…….… ……6……..…… 7……………….…8……………..…9……..…..………dst.. a.Komentar: ………….…….……………. …………………………………… a.Tindak lanjut: ………………………… Refleksi Pokok bahasan: Nama/jur: Hari/tanggal :

80 PAU-PPAI-UT 79 Pertanyaan Mengapa perlu belajar konstruktivisme Mengapa Indonesia penuh dengan masalah Apa yang dimaksud dengan paradigma didik Mengapa perlu menganut konstruktivisme daripada behaviorisme Bagaimana proses pembentukan pengetahuan Jelaskan bahwa pengetahuan bukan sekadar gambaran dunia nyata Mengapa siswa memiliki struktur pengetahuan yang berbeda Jelaskan pandangan konstruktivisme tentang pembelajaran Mengapa pengetahuan setiap siswa beragam Jelaskan konsep disequilibrium dan implikasinya dalam pembelajaran Apa kewajiban mahasiswa dalam belajar berdasarkan konstruktivisme Apa peran dosen dalam pembelajaran berdasarkan konstruktivisme


Download ppt "PAU-PPAI-UT 2 MATA SAJIAN YANG STRATEGIS DAN PERLU SAKALI DIKUASAI OLEH SIAPA SAJA YANG MENGAKU GURU, DOSEN, DAN PENDIDIK, MATA SAJIAN YANG MENJADI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google