Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SWARA ♥ WARGA MEDIA 2MINGGUAN WARGA RW 06 KAMPUNG TOMANGPULO - JATIPULO Selasa | 26 April 2011 | No. 015 | Tahun II | 8 Halaman H.1 Sudah dipastikan bahwa.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SWARA ♥ WARGA MEDIA 2MINGGUAN WARGA RW 06 KAMPUNG TOMANGPULO - JATIPULO Selasa | 26 April 2011 | No. 015 | Tahun II | 8 Halaman H.1 Sudah dipastikan bahwa."— Transcript presentasi:

1 SWARA ♥ WARGA MEDIA 2MINGGUAN WARGA RW 06 KAMPUNG TOMANGPULO - JATIPULO Selasa | 26 April 2011 | No. 015 | Tahun II | 8 Halaman H.1 Sudah dipastikan bahwa jaringan listrik yang melintas di atas Jatipulo adalah SUTET (Saluran Udara Te- gangan Ekstra Tinggi) dengan kekuatan 500 kV. Wa- laupun sampai saat ini tidak ada keluhan kesehatan yang diakibatkannya, namun untuk pertimbangan pencegahan terhadap kecelakaan, ada aturannya. Dalam Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi No. 01.P/47/MPE/1992, area di bawah SUTET perlu dihindarkan dari berbagai jenis peruntukan. Jarak minimum titik tertinggi bangunan tahan api terhadap titik terendah kawat penghantar SUTET adalah 8,5 m. Sumber: Call Ctr PLN 123 dan H.8 26 April 2011 | No. 015 | Tahun II | 8 Hal. SERBANEKA Mungkinkah mimpiku ini bisa terwujud ?? Warga Jatipulo berminatkah?? Mudah-mu- dahan sih bisa terwujud! Yuk, kita ajak instan- si terkait untuk membantu mewujudkan niat baik kita. Semoga bisa cepat terlaksana…!!! Aamiin… Semoga bermanfaat…!! InsyaAllah… ber- sambung….mimpi hari ke-lima, pada edisi berikutnya ♥ Retno Puspitasari adalah Arsitek lulusan Universitas Indonesia, Pemerhati Permukiman yang biasa hadir dalam pertemuan-pertemuan Forum Permukiman Jakar- ta dan pernah mengunjungi Kampung Tomangpulo Kel. Jatipulo pada 15 Februari 2011 dalam kegiatan pelatihan Portable Architecture bersama warga RT. 016/06 Kel. Jatipulo. Tulisan-tulisan beliau berupa “mimpi” adalah suatu metoda mengajak dan menyemangati warga untuk ikut ber”mimpi”, berpengharapan akan masa depan yang lebih baik – ASA Sambungan dari Hal. 07 Aku semakin bingung… heran…. tak percaya dengan apa yang aku saksikan dalam mimpi- ku ini. Akhirnya aku bertanya pada seke- lompok anak muda karang taruna yang te- ngah menanen udang yang besar-besar. Me- reka menjelaskan bahwa itu hasil dari kekom- pakan serta kerja keras & kerja cerdas anak muda di Jatipulo yang sangat kreatif dan ino- vatif, mereka tak henti – hentinya meng- hubungi berbagai instansi terkait, untuk men- dapat bimbingan dan arahan tentang “Mana- jemen pengelolaan kawasan bawah SUTET menjadi lahan ekonomis & produktif.” Dan inilah hasilnya. Semua instansi yang dihubungi mulai dari Dinas Kelautan dan Pertanian, PLN, BPPT, LIPPI, Lembaga Pangabdian Masyarakat di Universtas, Balai Latihan kerja, dll, semua memberi masukan, bimbingan, dan bantuan untuk membina. Berbagai hasil penelitian dan teknologi tepat guna, diajarkan dan disosia- lisasikan sehingga semua dapat dilakukan dengan tingkat keamanan yang terjaga, efisi- ensi dan efektifitas, dengan demikian hasil yang diperoleh dapat lebih baik dan mak- simal. Sungguh aku takjub…memandang ke arah sepanjang Sutet, sangat indah dengan pohon yang rimbun dan bunga yang berwarna warni, & aku lebih takjub lagi ternyata kawasan ini telah mampu menjadi penghasil rupiah bagi warga Jatipulo, yang kini telah menikmati rumah susun yang rapi & teratur, bersih dan sehat lingkungannya, bebas dari ancaman pengaruh negatif sutet. Selamat ya saudara- ku semua, nikmatilah hidup yang lebih baik dan lebih sehat. Waah, indahnya mimpi-ku..!! TIM PENGENDALI PROGRAM (TPP) RW 06 – BKM JATIPULO MANDIRI Di RT. 009/06 kejadian luar biasa (KLB) Chi- kungunya dilaporkan terjadi. Dalam koor- dinasi PSN (Pemberantasan Sarang Nya- muk) di rumah Ibu Suharsih Djumadi, hal ini dilaporkan. Bahwa 11 orang anggota keluar- ga Ibu Tini terserang penyakit ini, sudah di- pastikan positif, dan kemungkinan ada kor- ban lainnya di sekitar rumah keluarga itu. Gejala utama terkena penyakit Chikungunya adalah tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu di persendian. Walaupun bisa sembuh sendiri dan tidak menyebabkan ke- matian, namun pada saat berpenyakit ini, korban merasakan sakit yang sangat men- deritakan. Lebih lengkap, bisa dibaca di SW vol. No. 013 edisi 29 Maret Sumber: Koord. PSN – ASA Chikungunya – KLB di RT 009/06

2 H.2 26 April 2011 | No. 015 | Tahun II | 8 Hal. SOSIAL-BUDAYAEKONOMI 26 April 2011| No. 015 | Tahun II | 8 Hal. H. 7 Mimpi lagi…mimpi lagi…!! Semoga para pembaca yang budiman tidak bosan dengan mimpiku ini. Kuberharap apa yang kumimpi- kan…semoga akan terwujud dalam kehidup- an nyata. Aamiin… Angin sejuk semilir dalam keteduhan pepo- honan yang menghijau, serta harum mewa- ngi bunga-bunga menambah suasana hati nan ceria, ketika aku duduk di tepian kolam ikan dan kolam pembibitan udang, yang se- dang dipanen oleh warga Jatipulo dengan sukacita. Sejenak ku terheran….mungkinkah itu terjadi…?? Bukankah Jatipulo identik de- ngan kepadatan penduduk ? Seakan tau apa yang kupikirkan, tiba-tiba mereka yang se- dang penen udang dengan serempak men- jawab “Oh…itu dulu…masa lalu… selamat tinggal masa lalu Jatipulo yang padat & ku- muh..!! Aku jadi terkejut dalam mimpi !! Ternyata saat ini kawasan Jatipulo nan per- mai telah terwujud, menjadi kawasan per- mukiman yang teratur dan tertata rapi, dalam blok – blok rumah susun yang berjajar rapi dan lingkungan yang bersih dan sehat, ter- bebas dari ancaman dan pengaruh buruk SUTET yang dapat merugikan kesehatan. Semua itu terwujud berkat adanya kesadaran masyarakat yang kompak dan bergotong royong dalam menata dan mengatur ling- kungannya sendiri, dengan penuh semangat dan kerja keras. Dengan kesadaran yang tinggi mereka menyingkir dari bawah sutet yang rawan, dan mereka membuat blok-blok rumah susun secara swadaya menjauh dari sutet, sehingga lahan sutet berubah menjadi Sambungan dari SW no. 015, edisi 12 April 2011 Kesadaran, di antara Kelangsungan dan Kehancuran Bumi Oleh : Bowo Leksono Coba perbandingkan seberapa perbuatan baik kita dan perilaku merusak bagi bumi manusia. BUkan tidak mungkin, perubahan besar yang menyebabkan kerusakan bumi karena ulah manusia sendiri. Lebih mengerikan lagi adanya fenomena pemanasan global ( global warming ) yang kembali menjadi buah bibir beberapa tahun terkahir. Berbagai bencana alam melanda dan berbagai penyakit menyerang penduduk bumi, adalah pertanda keganasan efek pemanasan global. Bayangkan, fenomena ini akan mempercepat proses kehancuran bumi manusia yang ber- arti kehancuran pula bagi kehidupan peng- huninya. Proses ini semakin cepat dengan ketidakpedulian penghuninya. Ini bukan lagi masalah individu atau satu-dua negara. Nasib bumi adalah tanggung jawab seluruh penduduk dunia. Lagi-lagi, kesadaran manusia dipertaruhkan. Dan berbicara kesadaran manusia, baik se- cara individu maupun komunal, menuntut ma- syarakat yang berdaya guna, peka terhadap lingkungan dan mampu menyelesaikan persoalan hidup dengan bijak ♥ Sumber : Artikel Lepas, pencarian dengan Google ASA – April 2011 SWARA ♥ WARGA Media Dua-Mingguan Warga Kampung Tomangpulo Kel. Jatipulo, Kec. Palmerah, Jakarta Barat Redaksi : Jl. Tomangpulo Gang IVa no.25 (TPP RW 06 – BKM Jatipulo Mandiri ( ) Berbagai masalah/persoalan, dan potensi di Kampung Tomangpulo Kel. Jatipulo ini meng- arahkan kepada resolusi atau penyelesaian masalah yang menyeluruh dan terpadu. Berbagai masalah dan persoalan itu antara lain: kepadatan penduduk, terutama di area dekat jalan inspeksi Kali BKB; kondisi sanitasi lingkungan; penyakit menular; dan aturan keamanan yang berlaku. Di sisi lain ada potensi atau harapan bagi solusi dan resolusi bersama, yaitu: mening-katnya pelayanan serifikasi lahan di atas ta-nah negara; adanya berbagai program pem- berdayaan dan dana bergulir; adanya pro- gram MHT Plus yang diintegrasikan dengan PNPM Mandiri dan PPMK/LMK; adanya peluang menerima CSR bidang lingkungan dari beberapa korporasi (termasuk CSR dari PLN); dan adanya sekelompok pemerhati permukiman yang bersedia mengupayakan proses peremajaan permukiman kampung ini, dengan memposisikan komunitas lokal se- bagai tuan rumah dan pelaku utama dalam program pembangunan ini. Semakin banyak warga yang menyadari kon- disi ini, baik masalah/persoalan maupun po- tensinya, semakin mudahlah mencapai solusi dan resolusi bersama itu ♥ E d i t o r i a l jalur hijau, yang ditumbuhi pepohonan, dihiasi bunga – bunga yang semerbak mewangi, dan menjadi tempat pembibitan ikan dan udang, serta tempat penampungan dan penyulingan air hujan, sehingga bisa dibayangkan rupiah yang dihasilkan dari kawasan bawah sutet ini. Waw…mantap…!! Semakin kuterpana dalam kesejukan rimbun pepohonan & semerbak wangi bunga, kuper- hatikan pohon-pohon yang di taman tidak sekedar membuat sejuk dan nyaman, tetapi juga memberi penghasilan bagi perekono- mian masyarakat. Mengapa??? Karena yang ditanam adalah pohon buah-buahan yang produktif dan laku dijual. Kulihat ada pohon pisang, pohon jambu biji, ada juga tanaman hias dengan berbagai jenis bunga & aneka bonsai, ditanam secara tumpang sari/bersu- sun. Wah…betul – betul produktif, dengan lahan yang minimalis dapat menghasilkan sesuatu yang maksimalis !! Hebat…!! Pada bagian lain aku lihat ada kolam/tam- bak ikan & udang jenis tertentu yang harga- nya mahal, dan dikelola oleh karang taruna untuk memenuhi pesanan beberapa restoran seafood dan hotel berbintang. Sementara di dekat kolam kulihat ada banyak drum / bak penampung air hujan, dilengkapi dengan alat sederhana untuk menyuling air hujan agar bisa dikonsumsi menjadi air minum, & untuk kebutuhan tambak ikan dan udang. Wah… sungguh merupakan langkah cerdas dari anak muda yang kreatif dari kampung Jati- pulo. Kembali aku terpana…apa mungkin …? Bersambung ke hal, 8 “KAWASAN DI BAWAH SUTET… POTENSI PENGHASIL RUPIAH” MIMPIKU…… DI KAMPUNG JATIPULO NAN PERMAI Oleh : Retno Puspitasari

3 H.6 26 April 2011 | No. 015 | Tahun II | 8 Hal. SANITASIPERTANAHAN 26 April 2011 | No. 015 | Tahun II | 8 Hal. H. 3 tidak mencemari tanah dan air tanah. Air limbah yang masuk ke tangki septik seharus diolah dulu untuk dialirkan ke saluran air buangan, bukan diresapkan ke tanah. Namun, kondisi seperti ini tidak bisa dihin- darkan di permukiman kampung padat, ke- cuali dilakukan penataan ruang dan terinte- grasi dengan sistem sanitasi lingkungan dan sistem daur hidrologik mandiri. Salah satu rumah di RT 016/06 bagian timur ini, sedang direnovasi untuk menjadi rumah permanen dua lantai. Sepintas terlihat bah- wa rumah ini nantinya akan terlihat cukup sehat dan jauh dari kriteria kumuh, namun begitu, sebenarnya ia menyembunyikan su- atu potensi bencana lingkungan ♥ Sumber : Artikel Kesehatan by Google - ASA Posisi lahan rumah-rumah di bagian timur dari MCK dan tangki septik komunal lebih rendah, sehingga tidak bisa ikut mengguna- kan tangki septik komunal untuk mengalirkan limbah tinja dari rumahnya. Beberapa rumah tangga yang mengupayakan untuk membuat sendiri tangki septik di bawah ruang depan- nya, dan membuat WC dan KM dan sumur pompa di bagian belakang rumahnya. Keterbatasan lahan membuat kondisi sarana sanitasi tidak memenuhi standar kesehatan. Jarak yang disyaratkan antara tangki septik dan sumur (sumber air tanah) adalah minimal 10 meter. Itupun, sebenarnya sudah ada per- aturan Pemda DKI tentang tangki septik yang Salah satu contoh, di RT 06 RW 06 Bersambung ke Hal 4 Sertifikasi Lahan di atas Tanah NegaraTangki Septik Rumah Tangga

4 H.4 26 April 2011 | No. 015 | Tahun II | 8 Hal. PERTANAHANKELEMBAGAAN 26 April 2011 | No. 015 | Tahun II | 8 Hal. H.5 Sambungan dari hal. 3 Gambar peta dan hasil pengukuran tercan- tum sebagai di bawah ini: Berbagai persyaratan untuk pengurusan serifikasi lahan di atas tanah negara ini, adalah: 1. KTP; 2. KK; 3. Surat Nikah; 4. Surat Keterangan Ahli Waris; 5. Surat Jual- Beli Rumah di atas Tanah Negara; 6. Surat Bukti PBB; dan dari persyaratan-persyaratan ini akan keluar Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. Menurut keterangan dari Ibu Suharsi Djumadi, sebelum PRONA, pernah mencoba mengurus sertifikasi, namun biayanya sangat mahal, di atas Rp 10 juta. Nah, dengan adanya PRONA ini, mendapat keringanan yang cukup berarti. BPHATB-nya hanya Rp 2,965,150.- untuk luas lahan 111 m 2 dengan luas bangunan 110 m 2. Proses pengurusan sertifikasi ini dilalui Ibu Suharsih sejak 30 Desember 2009, dan Sertifikat Hak Milik diterbitkan 22 September Terlampir dalam kepengurusan serifikat ini, Surat Jual-Beli, dari Engkos Kosasih kepada Sudiyono pada 1980, kemudian dari Sudi- yono kepada Djumadi pada Pada dokumen sertifikat ini ada tercantum : “Tanah Negara. Kutipan dari peta bidang. Tanggal no. 1240/2009. Atas bidang tanah ini belum diterapkan rencana kota sesuai dengan peraturan daerah.” Di RT. 06 RW 06 Kelurahan Jatipulo ini, tinggal satu kavling saja yang belum keluar Sertifikat Hak atas Tanah dan Bangunan-nya, karena masalah keluarga, sehingga tak sem- pat mengurusnya. Selainnya, semua sudah bersertifikat Hak Milik. Ada juga yang se- belumnya hanya Hak Pakai meningkat men- jadi Hak Milik. Sumber: Suharsih Djumadi – ASA Pada Agustus 2009 di Gd. Serbaguna RW 06, pernah diadakan pembentukan Tim Pe- rencanaan Terpadu Jatipulo, yang berang- gotakan semua unsur badan/lembaga kema- Rumah keluarga Ibu Sairah (60) dengan luas la- han 29 m 2, luas bangunan 2 x 27 m 2 dihuni oleh 3 KK yang seluruhnya berjumlah 9 orang, ada Heriyanto (40), Heriyadi (34), Yanti (26), Selvi (7), Jihan (2), Irwansyah (30), Yuli (23) dan Abi (2). Rumah ini berada tepat di bawah SUTET. Bu Irah, salah seorang anggota KSM Karya Bakti II sebagai kepala keluarga utama di rumah tang- ganya sejak sang suami meninggal dunia. Yanti, anak kedua Bu Irah beberapa waktu lalu hadir dalam pertemuan di Forum Permukiman Jakarta, dengan agenda Simulasi Tata Ruang Kampung Jatipulo. Menurut Yanti, warga di bawah SUTET tentunya sangat mendukung peremajaan kampung dengan penataan kembali. Beberapa warga yang tidak setuju adalah yang berada di bagian timur, merasa aman dari terkena rencana kota dan belum ada kesadaran sosialnya ♥ Sumber: Reportase SW – ASA Lembaga Musyawarah Kelurahan syarakatan. Ada perwakilan dari BKM dan TPP, ada dari Dekel, dari pengurus RW, PKK, dan dari Karang Taruna. Hal ini menjadi topik obrolan antara SW dan Bp. Hanafi, anggota LKM terpilih, di teras ru- mah Bp. Kasiran. Unsur dari LKM juga akan masuk dalam Tim ini. Tim yang mengupa- yakan keterpaduan ini perlu untuk memantau pelaksanaan musrenbang, dan untuk men- jaga agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penggunaan dana dan pelaksanaan pemba- ngunan. Saat ini, ada tiga sumber dana bergulir, yaitu Koperasi Kelurahan, PPMK, dan PNPM Mandiri ♥ Sumber: Reportase SW – ASA Tim Perencanaan & Pengawasan Terpadu


Download ppt "SWARA ♥ WARGA MEDIA 2MINGGUAN WARGA RW 06 KAMPUNG TOMANGPULO - JATIPULO Selasa | 26 April 2011 | No. 015 | Tahun II | 8 Halaman H.1 Sudah dipastikan bahwa."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google