Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENDAHULUAN Kota Yogyakarta YOGYAKARTA Luas 32,50 km 2 (1,02% DIY) Penduduk 398.004 jiwa Kepadatan 12.246 jiwa/ km² Pertumbuhan Penduduk 1,79% Kabupaten.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENDAHULUAN Kota Yogyakarta YOGYAKARTA Luas 32,50 km 2 (1,02% DIY) Penduduk 398.004 jiwa Kepadatan 12.246 jiwa/ km² Pertumbuhan Penduduk 1,79% Kabupaten."— Transcript presentasi:

1 PENDAHULUAN Kota Yogyakarta YOGYAKARTA Luas 32,50 km 2 (1,02% DIY) Penduduk jiwa Kepadatan jiwa/ km² Pertumbuhan Penduduk 1,79% Kabupaten Sleman SLEMAN Luas 574,82 km 2 (18,04% DIY) Penduduk jiwa Kepadatan 164 jiwa/km ² Pertumbuhan Penduduk 0,42% Kabupaten Kulon Progo WATES Luas 586,27 km 2 (18,40% DIY) Penduduk jiwa Kepadatan 641 jiwa/km ² Pertumbuhan Penduduk 0,19% Kabupaten Bantul BANTUL Luas 506,85 km 2 (15,91% DIY) Penduduk jiwa Kepadatan jiwa/km ² Pertumbuhan Penduduk 0,07% Kabupaten Gunungkidul WONOSARI Luas 1.485,36 km 2 (46,62% DIY) Penduduk jiwa Kepadatan 462 jiwa/km ² Pertumbuhan Penduduk 0,16% Kabupaten Gunungkidul WONOSARI Luas 1.485,36 km 2 (46,62% DIY) Penduduk jiwa Kepadatan 462 jiwa/km ² Pertumbuhan Penduduk 0,16%

2 JOGJA TEMPO DOELOE Gagasan Awal

3 Bermula…. Dalam satu dasa warsa terakhir ini, tidak terasakan adanya produk wisata unggulan yang dihasilkan oleh jogja, sejalan dengan citra baru yang disandangnya: jogja never ending asia… Apa yang makin dirasakan oleh wisatawan dan warga jogja adalah menurunnya kenyamanan, keamanan, dan daya tarik. Kawasan Marlioboro yang menjadi unggulan, tempat yang dituju, tidak melakukan pembenahan yang berarti, dan malah semakin semrawut. Apa yang perlu direspon dengan seksama adalah ketika negara lain atau daerah-daerah lain semakin agresif dalam mengembangkan kawasannya, maka bukan tidak mungkin dalam sepuluh tahun ke depan jogja semakin tidak diperhitungkan. Oleh sebab itu, dibutuhkan upaya baru, sebuah terobosan untuk melahirkan produk wisata unggulan, yang unik (hanya ada di jogja), dan menawarkan sesuatu yang lebih bermakna

4 Apa itu… Jogja tempo doeloe adalah paket wisata yang menghadirkan citra “jogja” di masa lalu, dengan seluruh eksotika tradisinya. Pengalaman berada dan mengalami suasana, bahkan cita rasa tempo doeloe, adalah produk utama yang hendak ditawarkan dan diharapkan menjadi nilai yang unik dan penuh makna. Menghadirkan jogja tempo doeloe didasarkan kepada kebutuhan untuk memberikan yang terbaik, khas dan tidak ada duanya, mengingat pariwisata jogja kian hari kian generik, sehingga para wisatawan sulit membedakan kehadirannya. Hal dapat mengakibatkan menurunnya arus wisatawan yang datang ke Jogja.

5 Lokasi… Paket wisata “ JOGJA TEMPO DOELOE ” akan dikembangkan di kawasan GMT Jl. Parangtritis Km 8 – 11 Yogyakarta. Mengapa? Pertama, kawasan tersebut merupakan lokasi yang sangat Strategi dimana letak GMT (Gabusan Manding Tembi) berada di Jl Parangtritis yang merupakan jalan Utama Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedua, lokasi berada di “gerbang selatan”, pengembangan bandar udara D.I Yogyakarta. Ketiga, lokasi kini telah menjadi satu kawasan dengan pengunjung yang relatif besar yang menuju ke Pantai Parangtritis. Lokasi dimaksud memiliki otoritas historis dan otoritas kultural, untuk menjadi lokasi dimana paket wisata “JOGJA TEMPO DOELOE”. Dengan sentuhan khusus, lokasi dimaksud diharapkan dapat merepresentasikan suasana “JOGJA TEMPO DOELOE”.

6 Paket utama… Citra Jogja tempo doeloe – yakni kawasan (tempat) yang didisain dengan arsitektur kerajaan mataram, termasuk suasananya: para penjaga, bebunyian, aroma, warna, dan lain-lain. Masuk kawasan dimaksud, pengunjung serasa masuk ke dalam mesin waktu bergerak mundur ke jogja beberapa ratus tahun yang lalu. Bentara seni jogja – yakni panggung seni, yang akan menampilkan seni tari, drama tradisional, musik Jawa, wayang (ringkes) dan mata seni tradisi lainnya, yang memiliki daya pikat, kendati hanya beberapa saat. Akan dikembangkan sejenis sendratari ramayana yang ada di lokasi candi prambanan, sendratari yang menggambarkan sejarah berdirinya kerajaan mataram. Dalam paket juga dimungkinkan pengunjung belajar menabuh gamelan, dan seterusnya. Balairung Batik Jogja – yakni tempat dimana pengunjung dapat menyaksikan bagaimana sejarah batik, proses pembuatan, penggunaan dan sekaligus produk yang dapat dibawa sebagai cindera mata khas jogja. Dalam hal ini batik asli Sleman, Kulonprogo, Gunung Kidul, Bantul dan Kota Jogja, ditampilkan. Pengunjung juga diberi kesempatan untuk mencoba membuat batik. Hasta Karya Jogja – yakni tempat dimana kerajinan khas jogja, baik yang diperdagangkan didalam negeri maupun yang menjadi produk unggulan untuk ekspor. Untuk beberapa produk, pengunjung dapat belajar membuat, melakukan praktek langsung. Joglo Raos – yakni tempat dimana pengunjungb dapat menikmati hidangan (makanan dan minuman) khas jogja, termasuk menghadirkan produk unggulan, seperti gudeg, bakpia, mie, sate klatak, dan lain-lain. Hidangan terbaik di jogja dapat dijumpai di lokasi Joglo Raos. Dolanan anak-anak – yakni tempat dimana anak-anak dapat bermain dengan permainan masa lalu, seperti enggrang, dakon, dan lain-lain, yang akan dikemas khusus sehingga lebih menarik anak-anak.

7 Langkah… Bagaimana mewujudkan gagasan awal dimaksud? Pertama, pembentukan komite kerja dengan tugas utama: (i) melengkapi gagasan dengan studi awal; (ii) membuat disain program secara lebih komprehensif, dengan pendekatan sekaligus, yakni kultural, bisnis dan manajemen; dan (iii) mempersiapkan kandidat pengelola kawasan dimaksud, termasuk partner kerja. Format yang mungkin: (1) pengelola menjadi bagian dari manajemen (investor/pendukung), dalam hal ini ada pihak lain yang menjadi penyetor produk (baik seni pertunjukan, kuliner, kerajinan dan lain-lain); (2) pengelola dari luar, yang dalam hal ini menyelenggarakan seluruh aktivitas yang direncanakan dan berbagi keuntungan dengan pihak manajemen.

8 GABUSAN MANDING TEMBI ( GMT ) Terlelatak di Jl.Parangtritis Km 8 sd 11 Yogyakarta, merupakan jalan propinsi dari kota di tempuh 15 menit. Terdiri dari dua (2) Kelurahan/Desa Timbulharjo dan Sabdodadi, Tembi dan Gabusan terletak di Desa Timbulharjo, Manding terletak di Desa Sabdodadi.

9 Gambaran Pariwisata di Kabupaten Bantul Kabupaten Bantul memiliki potensi wisata yang cukup besar dan sangat beragam, yang bersumber pada: – Kekayaan Alam – Kekayaan Budaya – Kekayaan Sejarah – Beragam Kuliner – Industri Kerajinan

10 Gambaran Pariwisata di Kabupaten Bantul Industri Kerajinan – Tersebar dan bervariasi di Kabupaten Bantul – Matapencaharian pokok ke 2. Mampu menyerap tenaga kerja, dengan 2500 – 3000 unit usaha, dan menghasilkan 30 juta item barang – Jenis-jenis Kerajinan: Kerajinan Logam Kerajinan Gerabah Kerajinan Kayu Kerajinan Kulit Bambu dan Anyaman Kerajinan Batik – Terdapat cluster kerajinan, seperti Kerajinan Kulit Manding

11 Gambaran Pariwisata di Kabupaten Bantul Potensi Budaya – Pembangunan budaya di Kabupaten Bantul mencakup Dimensi Ekonomi dan Dimensi Sosial. Dimensi Ekonomi untuk meningkatkan daya saing dan pendapatan daerah. Dimensi sosial, untuk melestarikan nilai-nilai budaya masyarakat di daerah, melestarikan lingkungan dan menumbuhkan rasa kebanggan nasional dalam rangka mengantisipasi pengaruh budaya global yang bertentangan dengan budaya bangsa – Beberapa jenis budaya yang dikenal di Kabupaten Bantul: Upacara Adat Mitoni dan Tedak Sinten di Desa Patalan Kursus Budaya, Bahasa dan Tari Jawa di Rumah Budaya Tembi. Kursus Tari Kontemporer di Padepokan Bagong Kusudiharjo Upacara Labuhan di Pantai Selatan Gelar Seni Merti Desa

12 Gambaran Pariwisata di Kabupaten Bantul Potensi Budaya (lanjutan) – Beberapa jenis budaya yang dikenal di Kabupaten Bantul: Mengisi Air Enceh /Kuras Padasan di Kompleks Makam Imogiri Nyekar pada bulan Ruwah Museum Wayang di Baturetno, Banguntapan Gelar Seni Malam 1 suro di Parangtritis, Pandansimo dan Samas Potensi Kuliner – Sentra pembuatan Krupuk di Seloharjo – Sentra pembuatan Emping di Potorono, Wirokerten, Palbapang dan Triwidadi – Pembuatan gula kelapa di Sendangsari – Sentra pembuatan tempe di Bangunharjo, Pendowoharjo dan Triwidadi – Sentra Pembuatan Tahu di Trimurti, Trirenggo, Baturetno – Sentra Pembuatan Kue Satu di Palbapang – Sentra Pembuatan Krecek di Segoroyoso

13 Gambaran Pariwisata di Kabupaten Bantul Potensi Alam – Wisata Alam Pantai: Pantai Parangtritis, di Kecamatan Kretek Pantai Parangkusumo, di Kecamatan Kretek Pantai dan TPI Depok, di Kecamatan Kretek Pantai Samas di Kecamatan Sanden Pantai Pandansimo di Kecamatan Sanden – Wisata di Perbukitan Goa Cermai dan Lawa, di Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri Goa Gajah, di Mangunan Goa Jepang, di Seloharjo Pundong Goa Sunan Mas, di Seloharjo, Pundong Goa Payaman, di Argorejo, Sedayu Goa Selarong di Guwosari, Pajangan

14 Gambaran Pariwisata di Kabupaten Bantul – Wisata Buatan Kebun Buah Agrowisata, di Mangunan, Kecamatan Dlingo Agrowisata Jamur, di Kecamatan Sedayu Hutan Wanagama di Kecamatan Dlingo

15 KAWASAN WISATA GMT Sentra Kerajinan Kulit Manding – Masuk di Desa Sabdodadi (Desa Budaya) Kecamatan Bantul. – Mata pencaharian pokok penduduk dari industri kerajinan kulit sejak 1940 an. – Lebih dari 18 pengrajin kulit yang melibatkan 150 orang tenaga kerja – Terdapat sekitar 23 toko – Kejayaan industri kerajinan kulit di Manding berlangsung antara 1985 – 1996 – Manding sebagai lokasi program “Desa Kita” dari Bank Indonesia.

16 KAWASAN WISATA GMT Dusun Tembi sebagai Kawasan Wisata Budaya – Masuk wilayah Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon. – Mata pencaharian pokok penduduk dari pertanian. – Dalam rangka GMT, dusun Tembi diarahkan sebagai Wisata Budaya dalam arti luas. Menawarkan suasana pedesaan dengan kegiatan keseharian yang dilakukan petani, serta budaya yang ada di dalamnya. – Terdapat rumah asli, joglo, limasan, – Rumah Budaya Tembi dengan segala aktivitasnya, – Kerajinan tangan Anyaman – Homestay

17 KAWASAN WISATA GMT Dusun dan Pasar Seni Gabusan – Masuk wilayah Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon. – Nama Gabusan berasal dari nama Makam Kiai Gabus – PSG sebagai sentra kerajinan terbesar di Yogyakarta, memiliki 16 los dengan 525 kapling ukuran 2x3 – Fasilitas di dalam PSG antara lain: Arena bermain Panggung Terbuka Tempat Parkir Luas Terdapat Restourant (pendukung)

18 PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA GMT ISU YANG BERKEMBANG: Gagasan awal (Tim Pemrakarsa) Pengembangan Target Pengunjung Diilhami oleh keberhasilan pengembangan Program Desa Wisata di Nusantara, kelompok masyarakat yang dinamai Community and Craft (CnC) diketuai oleh Petrus Wijiyantoro. SE memprakarsai terbentuknya “kampung kerajinan GMT”

19 PERJALANAN GAGASAN  26 Juni 2007: Pertemuan membangun spirit prakarsa kampung kerajinan GMT dihadiri oleh Bpk Idham Sawami sekeluarga, Paguyuban Carik dan Warga Setempat di kediaman Bp. Dawud Subroto  26 Juli 2007: BI mengundang Tim Pemrakasa berdiskusi tentang Kawasan Kampung Kerajinan GMT  8 Agustus 2007: Pertemuan antara Masyarakat Pengrajin GMT, PEMDA dan BI di kediaman Bapak Dawud Subroto  31 Agustus 2007: Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meluncurkan “GMT sebagai Kampung Kerajinan”  30 Oktober 2007: Bank Indonesia Yogyakarta memfasilitasi Forum Diskusi “Pengembangan Kawasan Wisata Gabusan – Manding – Tembi (GMT)  Maret – Mei 2008: Dilaksanakan Quick Survey Persepsi, Akseptasi, dan Ekspektasi Masyarakat Terhadap Pengembangan Kawasan Wisata GMT

20 PERJALANAN GAGASAN Gagasan awal (Tim Pemrakarsa) Pengembangan Target Pengunjung Gagasan awal (Tim Pemrakarsa) Pengembangan Target Pengunjung Jenis Kawasan

21 Persepsi, Akseptasi dan Ekspektasi Pemrakarsa  Pengembangan Kawasan Wisata GMT adalah wujud dari impian “kampung kerajinan” GMT yang berbasis pada komunitas  Pemrakarsa telah bekerja keras, tidak ada keraguan, dan banyak berkorban untuk mewujudkan rencana ini  Pemrakarsa mengharapkan dapat terbentuknya Manajemen Kawasan Wisata dan Kawasan Kerajinan yang dilakukan oleh masyarakat sendiri  Pemrakarsa berharap bahwa ada Tri-Mitra yang dapat terlibat yaitu Korporasi, Pemerintah, dan Komunitas dalam Pengembangan Kawasan Wisata GMT

22 Persepsi, Akseptasi dan Ekspektasi Pengrajin –Memandang positif terhadap rencana Pengembangan Kawasan Wisata GMT dan berkeinginan dapat segera terwujud –Keterlibatan pengrajin (masih terbatas yang ada di kawasan GMT) menunjukkan antusiasme terhadap rencana ini –Kawasan wisata ini akan memberikan kesempatan bagi pengrajin untuk bertemu dengan pembeli baik wisatawan maupun pebisnis/eksportir –Pengrajin berharap bahwa pengembangan kawasan wisata ini adalah kebangkitan bagi usaha kerajinan di Bantul –Pengrajin berharap bahwa adanya upaya memotong jalur distribusi, meningkatkan keuntungan penjualan, dan peningkatan kualitas, disain, dan keterampilan

23 Persepsi, Akseptasi dan Ekspektasi Tokoh Masyarakat  Sekalipun ada keragaman persepsi tokoh masyarakat, namun melihat keberhasilan Program Desa Kita Manding, maka mereka optimis terhadap rencana pengembangan Kawasan Wisata GMT ini  Rencana ini disambut baik oleh Tokoh Masyarakat dengan membentuk pengurus komunitas GMT untuk masing-masing kawasan  Rencana ini diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi pengrajin tetapi meluas kepada masyarakat umum lainnya sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat. Dengan demikian pengembangan tidak hanya terbatas pada wisata kerajinan tetapi juga wisata lainnya

24 Persepsi, Akseptasi dan Ekspektasi Pemerintah Daerah  Sekalipun pengetahuan tentang rencana Pengembangan Kawasan Wisata GMT ini masih terbatas pada tingkat pejabat tinggi daerah, namun memandang positif dan berkeyakinan akan terwujud  Pemerintah Daerah telah mengakomodasi harapan komunitas GMT dengan menyediakan dana yang sudah termasuk dalam APBD  Aparatur PEMDA siap memberikan dukungan dan bantuan yang diperlukan oleh masyarakat GMT Wisatawan/Masyarakat  Wait and see apa dan bagaimana pengembangan Kawasan Wisata GMT ini  Masyarakat berharap adanya kehidupan sosial budaya yang mencerminkan local content yang bisa dinikmati oleh masyarakat lokal, nasional maupun mancanegara, misalnya berbagai berkehidupan temoe doeloe, pertunjukkan seni ketoprak, tari-tarian, upacara adat, Wayang dan lainnya

25 HUBUNGAN DUA KAWASAN Kawasan Wisata GMT Kawasan Bisnis Kerajinan Wisata Belanja Wisata Kuliner Wisata Budaya Wisata Kerajinan Wisata Alam/Rekreasi Pusat Informasi Bisnis Kerajiann Pemasaran Kerajinan Ruang Pameran Kerajinan Pusat Pengembangan Disain Kerajinan Perdagangan Kerajinan (Trading)

26 HUBUNGAN DUA KAWASAN Kampung Kerajinan GMT Kawasan Wisata GMT Kawasan Wisata Minat Khusus Wisatawan Hobbyist/minat tertentu Kawasan Wisata Minat Campuran Wisatawan umum Kawasan Bisnis Kerajinan Bantul Kawasan Kerajinan Bantul Pebisnis/ Eksportir Gagasan awal (Tim Pemrakarsa) PengembanganJenis KawasanTarget Pengunjung

27 KONSEP KAWASAN WISATA GMT Community Based Seni dan Budaya Industri Kerajinan Alam/Lingkungan Kehidupan Sosial Masyarakat Wisata Kuliner Wisata Belanja Kerajinan Wisata Budaya Wisata Pendidikan (Edutour) Wisata Alam (Ecotour) Tembi Manding Gabusan Potensi Daerah Jenis Wisata Kawasan Wisata Community Based

28 POTENSI KAWASAN WISATA GMT-R1 KecamatanDesaKategori WisataPotensi BantulSabdodadiSentra Kerajinan Kerajinan Kulit di Manding Aneka Kerajinan Desa Budaya Desa Budaya di Sabdodadi SewonTimbulharjoDesa WisataDesa Wisata di Tembi Infrastruktur WisataRumah Budaya Tembi Homestay di Tembi Wisata KulinerPembuatan Geplak Gudeg lodeh

29 POTENSI KAWASAN WISATA GMT-R2 KecamatanDesaKategori WisataPotensi SewonBangunharjoWisata PendidikanPabrik Gula Madukismo Pengolahan Limbah PanggungharjoKursus Tari di ISI Sentra IndustriKerajinan Kayu Tatah Sungging di Cabean JetisPendowoharjoTopeng Kayu di Pucung Kerajinan Gamelan TrimulyoPembuatan Jamu Pembuatan Blangkon Prasarana WisataBiro Perjalanan Asoka BantulSumberagungWisata Upacara AdatGelar Seni Merti Desa Merti Dusun Wisata KulinerPusat Jajan Geplak Pusat Pembuatan Tahu PalbapangPusat Pembuatan Pusat Pembuatan Emping

30 POTENSI KAWASAN WISATA GMT-R3 KecamatanDesaKategori WisataPotensi Kasihan/Pajangan TirtonirmoloWisata AlamAgrowisata Mangkang GuwosariSelarong BanguntapanTamananWisata Sejarah/ZiarahPetilasan Ki Ageng Mangir Petilasan Ambarbinangun WirokertenMakam Raja-raja Mataram Makam Sunan PleretSegoroyosoMakam Sewu Makam Seniman ImogiriWukirsariMakam Pangeran Pekik Wisata PendidikanMuseum Batik Kebonagung Padepokan Seni Bagong Kusudihardjo GirirejoWisata Sejarah/SitusSitus Kraton Kerto Situs Pleret JetisPatalanSitus Segoroyoso Situs Watugilang BambanglipuroSumbermulyoSitus Candi Ganjuran Wisata Taman RekreasiBendung Tegal

31 REKOMENDASI DARI SURVEY Perlu membuat Grand Design Pengembangan Kawasan Wisata GMT Sosialisasi Kawasan Wisata GMT Perlu dibentuk Badan atau Lembaga Pengelola

32 MANAJEMEN Badan Pengembangan Kawasan Wisata GMT Tugas Badan Pengembangan Kawasan Wisata GMT adalah: “melakukan kegiatan koordinasi, fasilitasi, dan organisasi masyarakat dalam upaya mengembangkan Kawasan Wisata GMT”

33 MANAJEMEN Badan Pengembangan Kawasan Wisata GMT Fungsi Badan Pengembangan Kawasan Wisata GMT adalah – mengembangkan dan meningkatkan kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat dan lingkungannya sebagai upaya untuk mencapai tujuan pengembangan Kawasan Wisata GMT sesuai dengan visi dan misinya. – menjadi media komunikasi antara masyarakat GMT dengan Pemerintah Daerah dan Korporasi dalam upaya merealisasikan berbagai program kegiatan untuk mendukung upaya pengembangan Kawasan Wisata GMT – menjadi media sosialisasi berbagai program kegiatan pengembangan Kawasan Wisata GMT kepada Masyarakat, Pemerintah Daerah, dan Korporasi – merumuskan perencanaan strategis pengembangan Kawasan Wisata GMT dengan mendengarkan berbagai aspirasi dan masukan dari masyarakat GMT yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Dalam pelaksanaan berbagai rencana kerja tersebut akan dilakukan oleh semua stakeholder yang terkait.

34 MANAJEMEN Badan Pemasaran dan Perdagangan Kawasan Bisnis Kerajinan Tugas Badan Pemasaran dan Perdagangan Kawasan Bisnis Kerajinan Bantul adalah “melakukan kegiatan fasilitasi dan koordinasi pengrajin untuk melakukan kegiatan pemasaran dan transaksi dalam kegiatan bisnis kerajinan di Bantul”

35 MANAJEMEN Badan Pemasaran dan Perdagangan Kawasan Bisnis Kerajinan Fungsi BP2 KBK Bantul adalah: – Merumuskan strategi pemasaran yang tepat sesuai dengan karakteristik dan keunggulan yang dimiliki oleh produk kerajinan Bantul – Melaksanakan program atau kegiatan pemasaran meliputi pengembangan disain produk kerajinan, menentukan strategi harga produk kerajinan yang dapat bersaing di pasar nasional dan internasional, mempromosikan dan menyalurkan berbagai produk kerajinan – Memfasilitasi proses transaksi ekspor bagi pengrajin dengan pembeli – Melakukan kerjasama dengan Pasar Seni Gabusan membentuk pengrajin kecil menengah untuk mendisplay barang kerajinan – Mengelola Pusat Informasi Bisnis Kerajinan Bantul untuk membantu pengrajin untuk mempunyai sarana komunikasi dengan para pembeli dan calon pembeli – Mengembangkan dan mengelola Pusat Pengembangan Disain Kerajinan untuk membantu kelangsungan produksi industri kerajinan di Bantul

36 PELUANG BISNIS & PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA GMT Keterkaitan Kreatifitas dalam Perekonomian Sumber : KEA European Affair, 2006:42

37 PELUANG BISNIS & PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA GMT Model 5 C Sumber: UNCTAD, Human Capital Structural / institutional Capital Cultural Capital Social Capital Output & Outcome

38 PELUANG BISNIS Industri Kreatif Kawasan Wisata GMT Situs Budaya Ekspresi Budaya Tradisional Pertunjukkan Seni (Tarian, Musik, Wayang Orang, dll) Seni Visual (Lukisan, Barang Antik, dll) Publisitas dan Media Cetak (Buku, Majalah, dll) Audiovisual (Film, Televisi, Radio, dan lainnya) Audiovisual (Film, Televisi, Radio, dan lainnya) Desain (Mainan, Interior, dll) Media Baru (Software, Videogame, Digitalisasi) Media Baru (Software, Videogame, Digitalisasi) Jasa-Jasa Kreatif (Periklanan, Rekreasi dan Budaya, Arsitektur) Kawasan Wisata GMT sebagai Industri Kreatif


Download ppt "PENDAHULUAN Kota Yogyakarta YOGYAKARTA Luas 32,50 km 2 (1,02% DIY) Penduduk 398.004 jiwa Kepadatan 12.246 jiwa/ km² Pertumbuhan Penduduk 1,79% Kabupaten."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google