Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

= Pengetahuan yang tersusun secara sistematis = Proses sistimatisasi pengetahuan 1.Penelitian adalah operasionalisasi dari berfikir ilmiah yang mempunyai.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "= Pengetahuan yang tersusun secara sistematis = Proses sistimatisasi pengetahuan 1.Penelitian adalah operasionalisasi dari berfikir ilmiah yang mempunyai."— Transcript presentasi:

1

2 = Pengetahuan yang tersusun secara sistematis = Proses sistimatisasi pengetahuan 1.Penelitian adalah operasionalisasi dari berfikir ilmiah yang mempunyai ciri : Berfikir Rasional (logical) : Berfikir Empiris (empirical) : 2.Hakikat ilmu pengetahuan yaitu mencari “kebenaran ilmiah” adalah juga menjadi hakikat penelitian ilmiah. Hal ini menyebabkan semua penelitian tidak dapat melepaskan diri dari dasar falsafah ilmu pengetahuan

3 Suatu penyelidikan yang sistematis, terkendali, imperis dan kritis mengenai phenomena alam yang dibimbing oleh teori dan hipotesis- hipotesis mengenai hubungan-hubungan yang diduga ada antara phenomena tersebut. (Kerlinger, Fred. N., Fundation of Behavioral Research, 3 rd ed. Holt Reinhart and Winston, p.10)

4 Alasan utama adalah mencari “kebenaran ilmiah” 1.Kebenaran Ilmiah ditemukan jika penelitian dilakukan dengan mengikuti (sesuai) prosedur/tata cara ilmiah. 2.Kebenaran Ilmiah adalah kenyataan / wujud yang jelas dan diterima akal (logical + empirical).

5 Setiap penelitian harus punya tujuan yang jelas Pengujian menggunakan hipotesa Kehati-hatian, kecermatan dan ketepatan dalam pengamatan (degree of exactitude in research investigations) 2. Rigar 1.Purposiveness 3. Testability Hasil pengujian hipotesa dapat dibuktikan kembali kebenarannya oleh penelitian lain 4. Replicability Precision = tingkat ketepatan hasil penelitian berdasar sampel terhadap kenyataan yang sebenarnya (dalam populasi) Confidence = the probability that our estimation are correct 5. Precision and Confidence

6 The scope of aplicability of the research founding to other settings Kesimpulan harus berdasar data 6. Objectivity 7. Generalizability Simplicity in explaining the phenomena or problems that occur 8. Parsimony ( Sekaran, 2003 : ) 1.Memenuhi persyaratan/standar penelitian ilmiah 2.Menjunjung etika penelitian, kejujuran diutamakan 3.Kelemahan penelitian diungkapkan

7 Adalah ilmu yang mempelajari tentang metode-metode Dikenal. Metode Survey Metode Experimen Metode Analisis Data Sekunder Metode Analisa Isi Metode Studi Kasus Metode Evaluasi Dan lain-lain = Cara tertentu

8 Menggunakan pendekatan kuantitatip Menggunakan pendekatan non kuantitatip (alternatip) Kuantitatip antara lain - Survey - Experimen - Dan lain-lain Alternatip antara lain - Sejarah - Studi Kasus - Dan lain-lain

9 1.Basic 2.Applied 1.Exploratory 2.Descriptive 3.Explanatory 1.Cross sectional 2.Longitudinal 1.Kuantitatip 2.Alternatip

10 PERANAN PENELITI TERHADAP PENGAMBIL KEPUTUSAN (DECISION MAKER = PEMERINTAH) a.Menurut C.Wright Mill (1959) Dapat dibedakan tiga peran peneliti dalam publik policy (Frinsterbusch, Kurt and Annabelle Bender Motz,1980) : 1.The philosopher – King Role : Decision maker and social researcher are one R D

11 Menurut C.Wright Mill (1959) 2. The Independent role Social researcher decides what to communicate to decision maker. R D

12 Menurut C.Wright Mill (1959) 3. The advisor to the King Role Researcher serves the decision maker and provide requested information D R

13 PERANAN PENELITI TERHADAP PENGAMBIL KEPUTUSAN (DECISION MAKER = PEMERINTAH) b. Perwujudan peran peneliti sebagai advisor dapat dibedakan : 1. Bagi sarjana ekonomi, dapat menyajikan penelitian tentang perspektif ekonomi. 2. Memberikan jasa pendukung a. Fact findings b. Sosial Accounting c. Planning 3. Melakukan analisa masalah sosial (social problem analiysis) 4. Social economic Impact assessment 5. Evaluation research

14 Etika dalam Penelitian Peneliti ilmiah wajib menjunjung etika penelitian Etika = serangkaian prinsip moral yang menentukan apa yang “Baik” dan apa yang “tidak baik” sehubungan dengan kewajiban yang melekat pada tiap penelitian

15 Etika dalam Penelitian Jadi… Etika selalu berhubungan dengan keputusan hati nurani mengenai “baik – buruk” atau “boleh – tidak boleh” dilakukan oleh peneliti

16 Etika dalam Penelitian Pada umumnya etika meliputi nilai-nilai tentang : 1. Kejujuran dan integritas penelitian 2. Penghormatan terhadap hak azasi manusia 3. Menjaga kelestarian lingkungan alam 4. Lingkungan sosial yang lebih sejahtera dan manusiawi

17 ( dari Cooper & Schmidler, 2006 ) 1. Basic Research Research done chiefly to enchance the understanding of certain problems that commonly accur and seek methods of solving them 2. Applied Research Research done with then intention of applying the results of the findings to solve specific problem currently experienced 3. Exploratory To develop hypotheses or questions for further research 4. Descriptive Tries to describe and explain relationships among variables 5. Explanatory (Causal) Explain how one variable produces changes in another

18 ( dari Cooper & Schmidler, 2006 ) 6. Cross sectional Studies are carried out once and represent a snapshot of one point in time 7. Longitudinal Studies are repeated over an extended period 8. Statistical studies attempt to capture a population’s characteristics by making inferenxes from a sample’s characteristics 9. Case studies place more emphasis on a full contextual analysis of fewer events or conditions and their interrelations.


Download ppt "= Pengetahuan yang tersusun secara sistematis = Proses sistimatisasi pengetahuan 1.Penelitian adalah operasionalisasi dari berfikir ilmiah yang mempunyai."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google